Meimonews.com – Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran menjadi salah satu narasumber Bimtek Penggiat P4GN yang diselenggarakan BNN Sulut di Hotel Mercure Kalasey, Selasa-Rabu (21-22/11/2023).

Kalesaran menjadi narasumber di sesi terakhir di hari pertama Bimtek. Dengan dimoderatori Selfie .J. Ulaen, S.Pd, SSi, M.Kes (Dosen Poltekes), Kalesaran membawakan materi Metode Pencegahan dalam Upaya P4GN.

Di awal pemaparan materinya, Ketua KTN memberikan penjelasan seputar bahaya narkoba, jenis narkoba menurut golongan/pengelompokkannya, ciri-ciri penyalahguna, prevalensi penyalahgunaan narkoba di daerah ini, sanksi penyalahgunaannya, peranserta masyarakat dalam P4GN.

Penggiat yang merupakan bagian dari masyarakat punya peran penting dalam upaya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Itulah sebabnya, sebut penggiat dan relawan anti narkoba Sulut ini, para penggiat perlu mengetahui metode dalam upaya P4GN.

“Dalam upaya P4GN, penggiat perlu mengetahui sasaran/target kegiatan. Sebab, masing-masing sasaran/target punya spesifikasi. Selain itu, perlu pula mengetahui situasi/kondisi mereka,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk metode yang bisa digunakan dalam upaya P4GN, ada beberapa yang perlu diketahui dan digunakan para penggiat, di antaranya tatapmuka, sosialisasi (berkelompok), pengajaran/pelatihan/bintek, menggunakan medsos, buku/selebaran/stiker/spanduk/baliho, pendampingan, contoh/teladan.

“Semakin banyak orang yang tahu tentang bahaya narkoba maka akan semakin banyak orang yang tidak akan coba-coba pakai dan tidak akan menjadi pengedar sehingga prevalensi penyalahgunaan narkoba di daerah ini semakin menurun,” tandasnya.

Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob ini menegaskan, upaya P4GN memerlukan sinergitas banyak pihak termasuk para penggiat. Makanya ia mengajak untuk bersinergi dalam upaya P4GN.

Bimtek yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut yang diikuti 30 peserta utusan instansi pemerintah baik provinsi, kabupaten/kota maupun kecamatan ini menampilkan beberapa narasumber selain Ketua KTN.

Narasumber lain tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, SIK, MM yang membawakan materi Strategi P4GN, Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Raswin Sirait (Aspek Hukum dalam P4GN), Drs. Lengkana Nasman, S.Psi (Pengetahuan Dasar Adiksi, Konseling dan Rehabilitasi), Dosen Politeknik Negeri Manado Beldi Tombeg, ST, M.Ars (Literasi Digital dalam  P4GN).

Selain itu, Direktur Lembaga Bimbingan Psikogi Jeinner J. Rawung, S.Psi, M.Pd (Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN), Balai Bahasa Sulut Irene DC Rindorindo, SS, M.Hum (Public Speacking dalam rangka penyampaian P4GN), dan Korbid P2M BNN Sulut/Penyuluh Narkoba Ahli Madya  Drs. Sam G. Repy (Rencana Aksi P4GN).

Kegiatan ini dibuka pelaksanaannya oleh Korbid P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Sam G. Repy di dampingi Terry Tikoalu (Ketua Panitia) dan Rika Oktaviany (Staf P2M BNN Sulut). (Fer)

Meimonews.com – Komunitas  Tolak Narkoba (KTN) menggelar sosialisasi Bahaya Narkoba bagi siswa/siswi Sekolah Dasar Katolik 4 Manado pimpinan Serafin Longdong, di kompleks sekolah, Jumat (14/3/2023).

Sekitar 100 siswa/siswi kelas 3, 4, 5 dan 6 sekolah yang bersampingan dengan Polda Sulut, Jl. Bethesda Manado mengikuti kegiatan dengan pembicara Kepala BNN Manado Kombes Pol. Eko Kurniawan, SIK dan Ketua KTN Lexie Kalesaran.

Dalam pemaparan materinya, Kombes Pol. Kurniawan mengungkapkan betapa pentingnya masyarakat termasuk siswa-siswi di SD Katolik 4 St. Johanes Manado ini mengetahui tentang narkotika dan dampaknya. Oleh karena itu, diharapkan agar tidak coba-coba pakai apalagi kalau sudah jadi kebiasaan.

Narkotika, menurutnya, sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup negara. Karena, bagaimana bisa bila pemimpin-pemimpinnya menggunakan narkotika.

Kepada para siswa-siswi dianjurkan untuk sayang pada diri sendiri dan keluarganya dengan tidak menggunakan narkotika. Apalagi para siswa adalah generasi penerus bangsa.

Kalesaran dalam pemaparan materinya menyebut jenis-jenis narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya atau zat adiktif dqn bahayanya saat menyalahgunakannya.

Ada sejumlah jenis narkoba dan dampak yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya, apalagi bila digunakan secara rutin atau beberapa kali. Slide-slide/gambar-ganbar tersebut ditampilkan lewat layar ohp.

Kalesaran menyarankan agar para siswa untuk seharusnya belajar. Belajar menahan diri (tidak terpengaruh dengan bujuk rayu orang sehingga coba-coba pakai), belajar tentang arti kehidupan bahwa kehidupan ini harus diisi dengan hal-hal yang positif, serta belajar untuk masa depan, menjadi orang yang sukses seperti menjadi seorang polisi/TNI, dokter, pejabat dan lain-lain.

Menariknya, pada sosialisasi ini, Kalesaran membawakan materinya secara dialogis/interaktif. Ada peserta yang diberikan pertanyaan tapi ada juga yang diberi kesempatan untuk bertanya.

Hal demikian membuat sejumlah peserta ingin mengambil bagian baik saat diajukan pertanyaan untuk menjawab maupun ada yang ingin bertanya.

Kepala SD Katolik 4 St. Johanes Manado Serafin Longdong di dampingi Wakil Kepala Sekolah Denny Gosal, Guru Meri MM Kaunang (pemandu acara) dan Frater Yoga berterima kasih dengan adanya sosialisasi bahaya narkoba karena sangat penting bagi para siswa-siswi di sekolahnya.

Ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini para siswa di sekolah yang dipimpinnya menjadi tahu tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba sehingga siswa-siswi di sekolahnya tidak ingin coba-coba apalagi memakai secara berlanjut karena akan merusak masa depan mereka. (*)