Meimonews.com – Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Manado Kompol Sugeng Wayudi Santoso memimpin rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana di Kota Manado bersama pihak BPBD Kota Manado.

Rakor yang dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga dan tim ini dilakukan di ruang rapat Bagops Polresta Manado, Kamis (23/1/2025).

Rakor dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkuat sinergi antara kedua instansi dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah Manado.

Dalam rakor tersebut, Kompol Sugeng yang di dampingi Kasi Humas Ipda Agus Haryono mengungkapkan beberapa langkah penting sebelum dilakukan kerjasama antara Polresta Manado dan BPBD Kota Manado.

“Sebelum membuat kerjasama, kami sarankan untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu di tingkat atas,” ujar Kompol Sugeng.

Ditambahkan, setelah pengecekan di tingkat atas, format kerjasama perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di tingkat tersebut.

Setelah format kerjasama disusun, dokumen tersebut harus dikirimkan kembali ke tingkat atas untuk mendapatkan persetujuan.

“Hanya setelah disetujui di tingkat atas, baru kerjasama ini bisa diluncurkan,” jelasnya.

Pihak BPBD Kota Manado menerima arahan tersebut dan menyatakan akan segera menindaklanjuti langkah-langkah yang telah disampaikan.

Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam rangka mempercepat penanggulangan bencana di kota Manado. (AF)

Meimonews com – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kota Manado Tahun 2023 terus bertugas dan merampungkan kerjanya terkait dengan penanganan pasca bencana banjir dan tanah longsor, Januari 2023, yang saat ini sudah memasuki masa Transisi Darurat Pemulihan Bencana.

” Kami, Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kota Manado yang dipimpin Sekda Kota Manado pak Micler Lakat terus melakukan tugas di masa pemulihan ini, yang akan berakhir 27 April 2023,” ujar Sekretaris Satgas Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (11/4/2023).

Pelaksanaan kegiatan ini, sambung Sambuaga, terus dipantau dan diberikan arahan oleh Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang agar berjalan sebagaimana mestinya.

Dikemukakan, penanganan masa Transisi Darurat Pemulihan Bencana Alam melibatkan satuan kerja yang ada di Kota Manado. Ada koordinasi dan rapat-rapat sehingga bila masalah-masalah bisa secepatnya diselesaikan.

Demikian pun, sambung Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado ini, pelaporan dan progresnya senantiasa dibuat oleh Satgas sehingga segala kegiatan dapat terukur dan dipertanggungjawabkan.

Kegiatan penanganan pasca bencana yang kini sudah memasuki masa Transisi Tanggap Darurat kedua bukan saja hanya kepada warga yang sudah dipindahkan ke Pandu dan hal-hal terkait dengan itu tapi juga bagi warga yang fasilitas pemukimannya rusak serta perbaikan sarana/prasarana penyebab banjir dan longsor.

“Saat ini, antara lain sedang perbaikan dan rehab rumah-rumah warga yang rusak akibat terdampak bencana serta pelebaran sungai dan perbaikan tanggul-tanggul sungai yang rusak atau pengadaannya, dan lain-lain,” ujar Sambuaga.

Khusus untuk warga yang tinggal di bantaran sungai seperti di Bailang, Pemerintah Kota Manado telah menyiapkan pemukiman di Pandu. (lk)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Penkot) Manado menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasma) dan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3) di ruang rapat BPBD Sulut, Selasa (21/2/2023).

Sebanyak 30 utusan/perwakilan baik instansi/satuan kerja dan jajaran di lingkungan Pemkot Manado, Polresta Manado, Kodim 1309/Manado, Kejari Manado, BPN Manado, BPBD Sulut, Unsrat dan Unima hadir pada rapat tersebut.

Saat rapat yang dipimpin Asisten 2 (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Atto Bullo mewakili Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang tersebut sejumlah utusan/perwakilan termasuk BPBD Kota Manado memberikan laporan terkait dengan kerusakan dan kerugian negara akibat bencana banjir dan tanah longsor dan bidang kewenangan masing-masing serta memberikan masukkan untuk penyusunan R3.

Palak BPBD Kota Manado Donald Sambuaga dalam laporannya memaparkan sejumlah kerusakan jalan dan jembatan yang ada di Kelurahan dan Kecamatan yang terjadi akibat bencana yang terjadi 27 Januari 2023.

Dalam pemaparannya, Sambuaga menyertai laporannya dengan memperlihatkan foto-foto dari dampak yang terjadi akibat bencana tersebut. (lk)

Meimonews.com – Sejumlah warga Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting yang terdampak bencana banjir yang melanda Kota Manado, 27 Januari 2023 merelakan rumahnya dibongkar karena sudah disediakan pengganti rumah di Pandu.

Terpantau media ini di lokasi, Selasa, (7/2/2023), petugas Pemerintah Kota Manado yang berasal dari Satpol PP dan BPBD di dampingi warga pemilik rumah bersama-sama membongkar dan mengatur barang-barang yang masih bisa digunakan.

Kerelaan itu bisa terjadi karena Pemerintah baik Kota Manado, dalam hal ini Ketua Pelaksana BPBD, hingga Pemerintah Kelurahan (Lurah Hastin Yusuf dan Ketua Lingkungan) tak henti-hentinya melakukan pendekatan dan memberikan informasi yang diperlukan.

Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw (Walikota) dan  Richard Sulang (Wakil Walikota) telah memberikan jaminan adanya rumah pengganti yang ada di kelurahan Pandu. Dan, rumah pengganti itu sudah diberikan sejak terkena bencana lalu, walau masih banyak warga belum menempatinya karena satu dan lain hal.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga, sejumlah perbaikan sudah dilakukan Pemerintah Kota Manado agar rumah yang disiapkan untuk warga terdampak banjir bisa layak huni.

Sesuai data yang diperoleh, ada 54 keluarga di Kelurahan Mahawu ini yang diberikan rumah di Kelurahan Pandu. (elka)