Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara menggelar Workshop Tematik P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di The Sentra Hotel Minahasa Utara, Rabu (18/9/2024).

Sejumlah narasumber ditampilkan pada kegiatan yang dibuka pelaksanaan oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, SIK, MM di dampingi Terry Tikoalu, S.Sos dengan moderator Selfie PJ Ulaen, S.Pd, S.Si, M.Kes.

Narasumber tersebut yakni Brigjen Pol. Pitra yang membawakan materi tentang Strategi P4GN dalam menciptakan Indonesia Bersinar, Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pembinaan Tenaga Lini Lapangan BKKBN Sulut dr. Cyndi Taloko, M.Kes (mewakili Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, ST M.Erg) tentang Kolaborasi antar BKKBN dan BNN Sulut dalam menjadikan generasi berencana yang bersih dari narkoba.

Selain itu, Ketua Pokja 1 PKK Sulut/Psikolog Preysi Siby, M.Psi tentang Program ketahanan keluarga dapam meningkatkan daya tangkal keluarga terhadap ancaman narkoba, dan Staf Program Penyusunan Anggaran dan Pelaporan BNN Sulut Christian Nataludin, SE, M.Si (mewakili Korbid P2M BNN Sulut/Penyuluh narkoba ahli madya Drs! Sam G! Repy tentang rencana aksi untuk mendukung program ketahanan keluarga.

Sebanyak 30 peserta yang merupakan utusan dari lembaga pemerintah baik provinsi Sulut maupun kota Manado dan Bitung, undangan lainnya yakni PKK Manado dan Bitung serta Komunitas Tolak Narkoba (KTN) ikut dalam kegiatan ini.

Brigjen Pol. Pitra dalam sambutan dan penyampaian materinya menjelaskan keberadaan penyalahgunaan termasuk kelompok umurnya dan peredaran narkoba termasuk di Sulut serta upaya pemberantasan dan rehabilitas yang telah dilakukan BNN Sulut.

Mengingat dampak negatifnya yang tidak saja dirasakan oleh para pengguna dan keluarga tapi juga bagi masyarakat dan negara maka Brigjen Pol. Pitra menegaskan perlunya sinergitas dari semua stake-holder (pemangku kepentingan).

Mantan Wadir Reserse Narkoba dan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini lantas memaparkan data-data perkembangan prevalensi penyalahgunaan narkoba dan upaya-upaya yang telah dilakukan.

“Sulawesi Utara berada di urutan 16 dengan jumlah 21 kawasan bahaya dan 92 kawasan waspada,” ujar Brigjen Pol. Pitra.

Mengingat keterbatasan personil dan anggaran yang dimiliki maka ia berharap lewat workshop ini sinergitas dalam upaya P4GN semakin kuat sehingga penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di daerah ini semakin berkurang.

Dijelaskan pula tentang target yang hendak dicapai. Untuk jangka pendek, tercapainya output sesuai bidang; untuk jangka menengah, meningkatnya kepedulian dan peran masyarakat terhadap P4GN; untuk jangka panjang, menciptakan Indonesia Bersinar (bersih dari narkoba). (elka)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Bimtek (bimbingan teknik) bagi penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di The Sentra Hotel Minahasa Utara, Kamis – Jumat (18-19/7/2024).

Delapan (8) narasumber ditampilkan pada kegiatan yang menghadirkan 30-an peserta utusan Satuan Kerja di lingkungan pemerintah daerah dan sejumlah Kepala Sekolah atau wakilnya. Bertindak sebagai moderator Selfie Petronela Joice Ulaen, S.Pd, S.Si, M.Kes (Dosen Poltekes Kemenkes Manado).

Kegiatan ini dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A, Ratulangi, SIK, MM di dampingi Korbid P2M BNN Sulut Sam G. Repy sedang penutupannua dilakukan Terry Tikoalu (Staf BNN Sulut/Panitia Pelaksana).

Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) saat memberikan materi

Kedelapan narasumber tersebut adalah Brigjen Pitra yang membawakan materi Strategi P4GN, Staf Ditnarkoba Polda Sulut AKP Costantine Samuri, S.Sos (Aspek Hukum dalam P4GN), Psikolog/Pembina Yayasan Tumbuh Kembang Pesona Drs. Lengkana Nasman, S.Psi (Pengetahuan Dasar Adiksi, konseling dan rehabilitasi), Ketua Komunitas Tolak Narkoba Lexie Kalesaran (Metode Pencegahan dalam Upaya P4GN).

Dosen Politeknik Negeri Manado Beldi Tombeg, ST, M.Ars saat memaparkan materi

Selain itu, Dosen Politeknik Negeri Manado Dr. Beldie Aryona Tombeg, ST, M.Arrs (Literasi Digital dalam P4GN), Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan, Prestasi dan Sumber Daya Manusia Jeinner J. Rawung, S.Psi, M.Pd (Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN).

Staf Balai Bahasa Sulut Irene DC Rindorindo, SH, M.Hum saat memaparkan materi

Staf Balai Bahasa Sulut Irene DC Rindorindo, SH, M.Hum (Public Speaking dalam rangka Penyampaian P4GN), dan Penyuluh Narkoba Ahli Muda Terry Tikoalu, S.Sos (Rencana Aksi P4GN).

Direktur Lembaga Bimbingan Psikologi, Pendidikan, Prestasi dan Sumber Daya Manusia Jeinner J. Rawung S.Psi. M.Pd saat memaparkan materi

Dalam sambutan sekaligus pemaparan materinya, Brigjen Pitra menegaskan, bahaya narkoba yang telah merajalela menjadi salah satu satu dari tiga extra ordinari crime yang dihadapi bangsa dewasa ini.

Staf Ditnarkoba Polda Sulut AKP Costantine Samuri S.Sos saat memaparkan materi

“Hal ini dikarenakan permasalahan narkoba tidak hanya menyangkut masalah di bidang kesehatan saja akan tetapi juga menyangkit berbagsi bidang antara lain bidang sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan, budaya, agama, dan lain-lain,” ujarnya

Psikolog/Pembina Yayasan Tumbuh Kembang Pesona Drs. Lengkana Nasman S.Psi saat memaparkan materi yang dimoderatori Selfie Petronela Joice Ulaen, S.Pd, S.Si, M.Kes (Dosen Poltekes Kemenkes Manado).

Dikemukakan, sesuai dengan riset yang dilakukan BRIN dan BNN, angka prevalensi penyalahguna narkoba tahun 2023 adalah 1,73 persen dengan melakukan survei dari masyarakat Indonesoa yang berumur 15 – 64 tahun.

Menurutnya, tidak hanya BNN yang dapat menangani permasalahan ini, namun juga BNN memerlukan bantuan dari instansi pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat agar dapat bergandengan tangan dalam melawan penyalahgunaan narkoba.

“Dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gela narkoba di Indonesia diperlukan pembentukan penggiat P4GN dari seluruh komponen masyarakat,’ tandas mantan Wadir Narkoba Polda Sulut ini

Oleh karena itu, sebutnya, pembentukan penggiay P4GN merupakan hal penting yang harus dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarkat dengan berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan.

Pada kegiatan ini, para calon penggiat P4GN,dibekali oleh beberapa pengetahuan secara teori dan praktek sehingga dengan ditambahnya kemampuan tersebut menjadi bekal para penggiat agar menjadi penggerak di inatansi/lembaga tempat mereka berada untuk berperan aktif dalam rangka P4GN. (elka)

Meimonews.com – Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepulauan Sangihe keluar sebagai juara pertama Lomba Memasak memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2024.

Lomba yang diselenggarakan BNN Sulut  (diketuai Tommy Sumampouw) di kompleks kantor BNN Sulut, jalan 17 Agustus Manado ini berlangsung Jumat (14/6/2024).

Ada 8 peserta yang ikut dalam lomba ini yakni bidang/bagian di lingkungan BNN Sulut dan BNN Kabupaten/Kota se-Sulut.

7 peserta dikalahkan tim pimpinan  Melky Tuankota (Kepala BNN Sangihe). BNN Sangihe yang berhasil mengumpulkan 79,7 poin. Juara kedua diraih BNN Kota Manado yang berhasil mengumpulkan 77,9 poin, sementara BNN Kabupaten Bolmong menjadi juara ketiga dengan 77,7 poin.

Sebelum pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, SIK, MM memaparkan hal-hal yang menjadi poin-poin penilaian.

“Cepat selesai penting tapi lebih penting cepat selesai dan enak. Itu menjadi hal utama penilaiannya,” ujar Brigjen Pol. Pitra di dampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan BNN Sulut Yenny Pitra Ratulangi yang adalah juga tim penilai lomba. (elka)