Meimonews.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI) Komjen Pol. Dr. Petrus Reinhad Golose melantik dua pejabat BNN-RI di Kantor BNN-RI, Jumat (13/5/2022).

Pelantikan kedua pejabat tersebut  berdasarkan pada Keputusan Presiden RI No. 50/TPA Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkingan BNN.

Kedua pejabat itu adalah Drs. Tagam Sinaga, MM sebagai Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) BNN-RI dan Kombes Pol. Rudi Ahmad Sudrajat, SIK, MH sebagai  Kasubdit Perencanaan Teknis dan Evaluasi Direktorat Intelejen Deputi Pemberantasan BNN-RI.

Baca juga : Menkes Beberksn Cara Cegah Hepatitis Akut

Dalam sambutannya, Komjem Pol. Golose menyebutkan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan penghargaan tertinggi  dari institusi. “Jadikan jabatan ini sebagai berkat dan amanah  yang wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, sebagaimana sumpah jabatan yang telah saudara ucapakan,” ujar.Golose.

Kepada pemangku jabatan Deputi Dayamas yang baru, Golose  menitikberatkan target kebijakam program Kota Tanggap Narkoba (Kotan), sesuai dengan Renstra BNN 2020-2024 yakni sebanyak  60 kabupaten/kota.

“Capaian penilaian Kotan tahun 2021 sebanyak 101 Kotan yang terdiri dari 4 wliayah kategori Sangat Tanggap, dan 97 wilayah dengan kategori Tanggap Ancaman Narkoba,” ujarnya.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Golose berharap di bawah kepemimpinan Sinaga, mampu memenuhi target 2022 yakni 90 kabupaten/kota  atau bahkan melebihi target seperti tahun sebelumnya.

Disampaikan, berdasarkan capaian kinerja tahun 2021, kegiatan pemberdayaan alternatif telah bethasil melakukan kerjasama pada 3 pilot project, salah satunya penanaman jagung di atas lahan seluas 7.090 hektar dengan  melibatkan 6.710 orang petani dan menghasilkan 49.630 ton jagung di Provinsi Aceh.

” Saya harap pada tahun 2022 akan ada terobosan kreatif program Grand Disign Alternative Development (GDAD)  maupun dalam pemulihan kawasan rawan narkoba,”  ujarnya, seperti dikutip Humas dan Protokol BNN-RI.

Baca juga : Saat Membuka Musprov X, Walikota Manado Ungkapkan Beberapa Harapan

Di akhir sambutannya, Golose berpesan untuk terus meningkatkan kepercayaan  masyarakat melalui Tagline War on Drugs dengan lebih cepat  dan tak boleh surut (speed up never let up).

Kepada pejabat yang dilantik, Golose meminta untuk segera membuktikan kemampuannya dengan menunjukkan prestasi kerja yang baik, beradaptasi cepat dengan tugas jabatan yang baru serta mampu bekerja dengan  keras dan cerdas. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI) selaku leading sector dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia telah melakukan berbagai upaya yang komprehensif dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

Salah satu upaya yang telah dilakukan Deputi bidang Pencegahan BNN RI adalah menggandeng stakeholder terkait yang berada di tingkat pusat maupun daerah dalam rangka optimalisasi pelaksanaan program Desa Bersinar melalui peranserta pemerintah daerah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah Webinar Desa Bergerak Menuju Indonesia Bersinar yang diselenggarakan Deputi Bidang Pencegahan BNN-RI dengan tema Peran Pemerintah Daerah Dalam Rangka Optimalisasi Pelaksanaan Program Desa Bersih Narkoba di Bigland Hotel and Convention Sentul Bogor dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube BNN-RI, Selasa (16/11/2021).

Deputi Pencegahan BNN-RI Drs. Sufyan Syarif menjelaskan pada Webinar kali ini, pihaknya menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)

Tiga keynote speaker tampil pada kegiatan yang diikuti 784 peserta ini yaitu Kepala BNN-RI Komjen Pol. Dr. Petrus R. Golose, Dirjen Pembangunan Desa dan Pedesaan Kemendes PDTT Sugito, S.Sos., M.H serta Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd.

Kepala BNN-RI dalam sambutannya mengungkapkan, saat ini, kelurahan/desa menjadi wilayah yang strategis untuk jalur masuk barang terlarang terutama kelurahan/desa yang menjadi sasaran bandar narkoba.

“Oleh karena itu, kelurahan/desa perlu ambil bagian terlibat secara aktif dengan didukung instansi terkait dan komponen masyarakat. Keterlibatan pemerintah daerah dalam memerangi narkoba (War on Drugs) melalui upaya P4GN menjadi sebuah strategi yang tepat ” ujar Golose.

Hal ini, tambahnya, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri Nomor 130 Tahun 2018 tentang Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dan diperkuat dengan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika yang juga diatur dalam Permendes PDTT Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Melalui webinar ini diharapkan dapat menyatukan persepsi dan pandangan bersama terkait pelaksanaan kebijakan terutama Program Desa Bersinar sehingga terjadi sinkronisasi kebijakan BNN-RI dengan pemerintah daerah.

Diharapkan pula, kutip Biro Humas dan Protokol BNN-RI, pelaksanaan Program Desa Bersinar di daerah-daerah akan lebih optimal, terstruktur, sistematis dan massif dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba. (lk)