Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Apresiasi Duta GenRe Tahun 2025.

Kegiatan rutin tiap tahun ini berlangsung di Kompleks Kantor Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Selasa – Jumat (22 – 26/7/2025) yang diikuti 19 peserta utusan 8 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Para peserta yang telah lolos seleksi ketat di tingkat Kabupaten/Kota ini akan menjalani masa karantina sebelum mencapai puncaknya sebagai finalis dan pemenang tahun ini.

Pembukaan kegiatan dilakukan Kepala Perwakilan.(Kaper) Kemendukbangga/BKkBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam perjalanan para calon Duta GenRe, yang tidak hanya menampilkan bakat dan kecakapan para remaja, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kepemimpinan, dan pengembangan karakter.

Kaper dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa proses karantina akan menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi para peserta.

Selama beberapa hari, peserta akan mengikuti berbagai tugas, pelatihan, dan ujian yang mengasah kreativitas, kepemimpinan, serta pemahaman mereka terhadap isu-isu kependudukan dan perencanaan keluarga.

“Keberhasilan bukan hanya ditentukan dari siapa yang menjadi juara, tetapi dari proses dan perjalanan yang dilalui,” ujar Kaper..

Kaper menekankan bahwa seluruh peserta yang berhasil sampai ke tahap ini adalah calon pemimpin masa depan yang memiliki semangat dan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.

Program GenRe sendiri merupakan salah satu program strategis BKKBN yang bertujuan menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pendekatan Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP), serta pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja.

Ketua Panitia Jelkana Rivaldo Manimaes menyampaikan harapannya agar Duta GenRe yang terpilih nantinya bisa menjadi teladan bagi remaja lainnya, serta mendorong peningkatan akses terhadap Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja.

Manimaes berharap Duta GenRe dapat berperan dalam menurunkan Angka Kelahiran Remaja (ASFR) usia 15–19 tahun dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD).

Para finalis akan dinilai tidak hanya dari penampilan, tetapi juga dari wawasan, sikap, dan keterampilan mereka dalam menyampaikan pesan-pesan program GenRe, yang mencakup: Pendewasaan usia perkawinan, Penyiapan kehidupan berkeluarga, dan Pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas OPD-KB kabupaten/kota (atau yang mewakili), Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga Cyndi Prisilia Octova Taloko,, serta jajaran panitia.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta, mencerminkan semangat kolaborasi dan tekad untuk terus mengembangkan program GenRe sebagai solusi nyata menjawab tantangan remaja masa kini. (Afer)

Meimonews.com – Tahun 2025 merupakan momentum nasional untuk kembali melakukan pemutakhiran data keluarga secara menyeluruh.

Karena itu, workshop ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan pemahaman teknis di lapangan, memperkuat proses verifikasi dan validasi (verval) Keluarga Risiko Stunting (KRS), serta membangun komitmen dan sinergi lintas sektor.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan ketika memberikan sambutan pada Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 di Aston Hotel Manado.

Kegiatan yang berlangsung, Rabu – Kamis (9-10/7/2025) ini diikuti 30 peserta yakni 15 pengelola data dari OPD-KB kabupaten/kota dan 15 orang dari PKB/PLKB selaku manager data.

Turut hadir pula pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kaper di dampingi Ketua Tim Kerja Data dan Teknologi Informasi Moh. Fuad Saud adalah seluruh Ketua Tim Kerja di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Sulut.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola data serta memastikan bahwa proses pemutakhiran berjalan dengan baik dan akurat.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain mekanisme teknis pemutakhiran data berbasis teknologi digital melalui aplikasi SIGA, Tatakelola pelaporan dan supervisi berjenjang,

Selain itu, peran strategis mitra kerja seperti pemerintah desa, kader PKK, kader KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK); Strategi identifikasi dan verifikasi keluarga berisiko stunting secara lebih akurat.

Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 dan pemutakhiran data hingga tahun 2024, telah terdata lebih dari 700 ribu kepala keluarga di Sulut.

Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis, mulai dari penentuan keluarga berisiko stunting, intervensi program Bangga Kencana, hingga perumusan kebijakan perlindungan sosial berbasis keluarga.

Sebagaimana diketahui, pendataan keluarga merupakan kegiatan strategis lima tahunan yang dilanjutkan dengan proses pemutakhiran berkala.

Workshop ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemendukbangga/BKKBN tetapi merupakan bagian dari kerja bersama seluruh pemerintah daerah.

Data yang dihasilkan menjadi pijakan dalam menyusun intervensi pembangunan keluarga lintas sektor.

Itulah sebabnya dalam rangka menyukseskan agenda tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut menggelar workshop ini.

Kaper menegskan juga bahwa worksohp ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa data adalah roh dari kebijakan.

“Tanpa data yang akurat dan mutakhir, kebijakan bisa tidak tepat sasaran. Maka dari itu, tanggung jawab seluruh peserta hari ini sangat mulia: memastikan data keluarga Indonesia benar-benar mencerminkan realitas di lapangan,” ujarnya,

Ditekankan bahwa penyediaan data KRS yang mutakhir sangat penting dalam menajamkan sasaran intervensi program percepatan penurunan stunting.

Oleh karena itu, proses verval KRS tahun 2025 dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan pemutakhiran data keluarga.

Di akhir sambutannya, Kaper mengajak seluruh peserta workshop untuk menguatkan komitmen bahwa pemutakhiran data bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas.

Diajak pula untuk menjadikan data keluarga sebagai dasar utama dalam mengatasi stunting, kemiskinan ekstrem, dan ketimpangan akses layanan dasar, serta Mengintegrasikan hasil pemutakhiran dengan sistem informasi daerah guna memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.

Diingatkan bahwa keberhasilan pemutakhiran data sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas SDM di semua tingkatan. (Afer)

 

Meimonews.com – Momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Sulut memberikan penghargaan dan apresiasi kepada sejumlah pemangku kepentingan.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay di dampingi Sekretaris TP-PKK Sulut Merry Mailangkay, Sekdaprov Sulut Thalis Galang, Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan serta Kadis Dukcapil Provinsi Sulut Chistodharna Sondakh pada upacara Peringatan ke-32 Harganas di halaman Kantor Gubernur Sulut, jalan 17 Agustus Manado, Jumat (4/7/2025).

Penghargaan dan apresiasi diberikan kepada pemangku kepentingan pengelola Program Bangga Kencana dan pendukung percepatan penurunan stunting di Sulut sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusi terhadap pembangunan keluarga di daerah ini.

Penghargaan dan apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mendukung ketahanan serta kesejahteraan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Penghargaan dan apresiasi itu, antara lain Piagam Penghargaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang diberikan kepada 15 Kepala OPD KB Kabupaten/Kota di Sulut atas dukungan dan kerja keras dalam menyukseskan program-program Kemendukbangga/BKKBN.

Penyerahan Alat Teknologi Tepat Guna (ATTG) kepada 10 Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) sebagai dukungan penguatan ekonomi keluarga.

Penyerahan sertifikat dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI yang diberikan kepada dua keluarga yang melahirkan bayi pada 29 Juni 2025, bertepatan dengan Harganas.

Piagam Apresiasi TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) diberikan kepada dua pengelola Tamasya tingkat Provinsi atas kontribusi mereka dalam pengasuhan anak berbasis komunitas.

Piagam Apresiasi SIDAYA (Lansia Berdaya) diberikan kepada lima penerima dari Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, yang aktif dalam pemberdayaan lansia di komunitas.

Penghargaan untuk Kampung Keluarga Berkualitas, Rumah Data Kependudukan, dan Sekolah Siaga Kependudukan diberikan kepada tiga penerima terpilih yang berhasil mengimplementasikan program secara optimal. (Afer)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut bersama SPPG dan dinas terkait menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Gedung Sumampow Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jumat (9/5/2025).

Rakor dihadiri Disdukcapil KB Provinsi, Kepala LPP RRI Manado Nandang Supriyadi, Kepala Dinas Pangan Sulut, dan para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hadir secara langsung maupun virtual.

Rakor yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan ini bertujuan untuk mengkoordinasikan dan menyelaraskan pelaksanaan program MBG, baik di tingkat pusat maupun daerah, seperti Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Beberapa poin penting yang dibahas yaitu terkait mekanisme pelaksanaan distribusi MBG, jumlah kuota sasaran di tiap SPPG, mutu dan kesiapan pangan untuk menu MBG, dan pelaksanaan advokasi dan penyebaran informasi kegiatan lewat media.

Kaper mengapresiasi kehadiran Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan yang diwakili baik secara online dan offline.

Program MBG yang merupakan inisiatif nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi tantangan gizi buruk dan stunting di Indonesia ini telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mendukung percepatan pencapaian tujuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting,

Kemendukbangga/BKKBN dan Badan gizi Nasional (BGN) telah menandatangani Kesepahaman Bersama yang kemudian ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama.

Dalam pelaksanaannya, para stakeholder perlu menyamakan persepsi dan langkah taktis agar program MBG sasaran Bumil, Busui dan Balita Non Peserta Didik ini dapat berjalan maksimal.

Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN Sulut telah melakukan langkah-langkah yakni pertama, Penyiapan tenaga lini lapangan antara lain PKB/PLKB, institusi masyarakat pedesaan (PPKBD, Sub PPKBD, Kader KB), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk dilakukan pembekalan tentang model distribusi Program MBG bagi sasaran Bumil, Busui dan Balita Non Peserta Didik.

Kedua, Verifikasi dan validasi data Keluarga Berisiko Stunting (Bumil, Busui dan Balita Non Peserta Didik) untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan SPPG setempat untuk keperluan penetapan sasaran penerima manfaat (by name by address).

Rapat ini, menurut Kaper, penting untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran. (elka)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut mengadakan audiensi dan berkoordinasi dengan Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, Selasa (6/5/2025).

Pada pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Minsel, hadir dari Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut adalah Jeanny Yola Winokan (Kepala), Lady D. Ante (Sekretaris) dan Tim Kerja.

Sementara yang mendampingi Bupati adalah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Benny Lumingkewas dan Kepala Dinas PPKB Minsel Meity Tumbuan.

Dalam pertemuan tersebut dibahas pelaksanaan program Bangga Kencana di Kabupaten Minahasa Selatan.

Lima Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN menjadi poin penting yang dibahas dalam pertemuan, terutama pelaksanaan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), Lansia Berdaya dan SuperAps sebagai sumber data terintegrasi.

Selain itu, dibahas juga beberapa kendala yang sering terjadi di lapangan, seperti pergantian TPK (Tim Pendamping Keluarga) di beberapa wilayah yang menghambat jalannya program, kinerja Penyuluh KB, penyusunan peta jalan GDPK, SK GENTING dan serapan dana BOKB Kabupaten Minahasa Selatan yang masih kurang optimal.

Bupati Minsel memberikan apresiasi dan dukungan atas masukkan yang diterima bahkan langsung memberikan arahan kepada beberapa pejabat yang hadir untuk segera menindaklanjuti hasil dari pertemuan tersebut.

Bupati juga mengarahkan agar hubungan sinergitas kemitraan yang sudah berjalan baik selama ini antara Kemendukbangga/BKKBN dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.(elka)

Meimonews.com – Kolaborasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut dalam program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting) sejumlah warga di Kelurahan Sindulang mendapat bantuan non nutrisi dan nutrisi, Selasa (18/3/2025).

Bantuan non nutrisi berupa pembuatan jamban diserahkan Kepala Kejati (Kajati) Sulut Andi Muhammad Taufik sebagai Orangtua Asuh Cegah Stunting kepada keluarga Fitria Mahmud yang mempunyai anak balita berumur 8 bulan.

Usai penyerahan bantuan non nutrisi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan nutrisi berupa telur, makanan bergizi (nasi dengan lauknya, bubur, sup, susu).

Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan saat menyerahkan bantuan nutrisi

Sasaran penerima bantuan adalah Baduta, ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di Kelurahan Sindulang Kecamatan Tuminting.

Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Kejati Sulut dalam upaya mewujudkan generasi bebas stunting lewat program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) sebagai tindak lanjut MoU dengan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, belum lama ini.

Saat penyerahan bantuan Kajati di dampingi Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Sekretaris Lady D Ante, dan jajaran, Kepala Stasiun LPP RRI Manado Nandang Supriadi, serta Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sulut Masye Tokalese.

Turut hadir Moody Monareh (mewakili Kadis PPKB Kota Manado), Camat Tuminting Hence E. Patimbano, Lurah Sindulang Satu Maria Howan, PLKB/PPPK, TPK serta kader KB.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan peranserta masyarakat, para pemangku kepentingan, pihak swasta, LSM dan lainnya dalam pencegahan stunting agar terwujudnya anak-anak menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat dan bebas stunting. (elka)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kenendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut berkolaborasi dan memperkuat kerjasama pengentasan stunting di Sulawesi Utara.

Kolaborasi/kerjasama yang sudah terungkap saat Winokan dan tim berkunjung ke Kejati Sulut , Kamis, 6 Februari 2025 (Baca :
Dukung Program Genting, Kejati Sulut Siap Buat MoU dan Harap Kemendukbangga/BKKBN Sulut Sosialisasikan pada Rakorda Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sulut) ini dimantapkan dengan adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Kejati Sulut, Manado, Jumat (28/2/2025).

Penandatanganan MoU dilakukan Kejati Sulut Andi Muhammad Taufik dan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, disaksikan Lady Deiby Ante (Sekretaris), para Ketua Tim Kerja serta jajaran Kejati Sulut.

Dalam sambutannya, Winokan menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk menyelesaikan persoalan stunting yang menjadi prioritas nasional.

Program Genteng (Gerakan orangtua asuh cegah stunting), sebutnya, akan menyasar aspek nutrisi, non-nutrisi, akses air bersih, dan juga edukasi, dengan kelompok sasaran yakni ibu hamil, ibu yang memiliki baduta/menyusui, baduta 0-23 bulan, balita 24-59 bulan dari keluarga berisiko stunting miskin.

Kajati Sulut menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah (Genting) untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Utara.

Kejati Sulut, menurutnya, akan turut mendukung terlaksananya program Genting dan Kajati bersama jajarannya turut berkomitmen akan menjadi Orang Tua Asuh (OTA) kategori perorangan bagi sasaran Genting di Sulut karena program ini juga mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo yaitu cita ke-4 mewujudkan pembangunan SDM.

Selain itu, untuk pendampingan hukum dalam pelaksanaan program Genting di daerah ini. (elka)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut mengadakan pelayanan KB dan KIE Kesehatan Reproduksi di Puskesmas Airmadidi, Rabu-Jumat (26-28/2/2025).

Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang dilakukan Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia yang pembukaannya dilakukan secara serentak oleh Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dari Jawa Timur, Rabu (26/2/2025).

Kemendukbangga/BKKBN se-Indonesia mengikuti acara pembukaan secara daring. Perwakilan Sulut mengikutinya dari Puskesmas Airmadidi.

Perwakilan Sulut dihadiri Jeanny Yola Winokan (Kepala), Lady D. Ante (Sekretaris) dan tim serta Kadis Dalduk KB Minahasa Utara Janne MS Symon, Kepala UPTD Puskesmas Airmadidi Jansjye GL Luntungan, Sekcam Airmadidi Olly Pandean, Ketua IBI Minut Bidan Olly Koloway, Wahyu Tjahyono (mewakili Danramil), Kepala Puskesmas Kauditan Theresia Tiow.

Usai pembukaan secara serentak, Winokan, undangan dan mitra kerja melakukan peninjauan pelaksanaan pelayanan KB dan memberikan KIE kesehatan reproduksi bagi masyarakat yang ada di lokasi pasar tradisional Airmadidi, berdekatan dengan Puskesmas Airmadidi.

Winokan menyampaikan apresiasi yang setingginya atas kerja keras Tim Kerja AKL KB/KB Kemendukbangga/BKKBN Sulut, di mana semua PKB/PLKB telah berkolaborasi dengan Dinas PPKB/Dinkes dan IBI Minut serta mitra kerja terkait mulai persiapan sampai hari pelaksanaannya.

Pada kegiatan ini ditargetkan 850 akseptor di mana capaian yang dihasilkan 400 akseptor terlayani atau 47,06 persen. (elka)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut siap berkolaborasi terkait dengan masalah stunting dan narkoba.

Kesiapan tersebut terungkap saat Kepala Kemendukbagga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan tim bertemu dengan Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulut Brigjen Pol. Pitra Andries Ratulangi di ruang kerja Kepala BNN Sulut, Kamis (13/2/2025).

Dalam pertemuan silahturahmi karena belum lama memimpin Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Winokan memberikan apresiasi atas kesediaan Kepala BNN dan jajaran untuk berkolaborasi, berkoordinasi serta mendukung program Kemendukbangga/BKKBN di Sulut terutama terkait stunting dan narkoba,

Untuk itu, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN yang memiliki tenaga 236 Petugas KB di 15 Kabupaten/Kota, akan berkolaborasi dengan BNN untuk mensosialisasikan penyalahgunaan narkotika dan pencegahan stunting kepada remaja, yang tentunya akan melibatkan Duta Genre, kelompok Bina Remaja dan PIK-R di Kabupaten/Kota.

Sehubungan dengan kerjasama/kolaborasi program maka akan memperbaharui MoU (memorandom of Understanding) Kemendukbangga/BKKBN dengan BNN dan lebih dipertajam poin–poin kerjasamanya.

Winokan berharap dengan kolaborasi tersebut akan membawa Sulut sebagai Provinsi Percontohan. (elka)