Meimonews.com – Setelah melewati proses seleksi ketat, Laode Dzaky dari Kabupaten Minahasa Selatan dan Kristenia Saragih dari Kabupaten Minahasa meraih juara pertama kategori putra dan putri GenRe Sulut Tahun 2025.

Penobatan Laode dan Kristenia sebagai Duta Putra dan Duta GenRe Putri dilakukan pada malam Grand Final Apresiasi Duta GenRe (Generasi Berencana) Sulut Tahun 2025 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Sabtu (26/7/2025).

Malam grand final Apresiasi Duta GenRe Sulut tahun 2025 yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Sulut ini diikuti 19 finalis yang terdiri dari 10 putra dan 9 putri utusan Kabupaten/Kota di Bumi Nyiur Melambai ini.

Laode Dzaky dan Kristenia Saragih, Duta GenRe Sulut 2025

Tampil sebagai tim yuri pada pada kegiatan ini adalah Leonny Mongi (Direktur Tsunagu Japan Indonesia dan pemerhati perlindungan anak), Ester Pontoh Wowor (TP-PKK Sulut, Eukharistio Yululano (Ketua Forum Genre Sulut), Eliana Gloria (Aktivis Remaja UNICEF Indonesia, dan Lady Ante (Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Sulut).

Terpilihnya Laode dan Kristenia sebagai Duta GenRe Sulut 2025 maka keduanya akan mengemban tugas selama satu tahun untuk menyuarakan edukasi seputar kesehatan reproduksi remaja, pencegahan pernikahan dini, narkoba, seks bebas, serta promosi kehidupan berkeluarga yang terencana dan berkualitas.

Mereka juga akan mewakili provinsi Sulut dalam ajang Pemilihan Duta GenRe Tingkat Nasional tahun 2026.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan menegaskan, para Duta GenRe bukan hanya simbol representatif, namun juga agen perubahan yang diharapkan mampu menurunkan angka kelahiran remaja usia 15–19 tahun di Sulut.

“Kami percaya, para Duta GenRe ini akan menjadi perpanjangan suara program Bangga Kencana untuk menciptakan generasi unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Disdukcapil KB Sulut Christodharma Sondakh menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini.

“Program Duta GenRe merupakan langkah sistematis untuk menciptakan remaja Sulut yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing global. Ini bukan hanya kompetisi simbolik, tapi panggilan strategis untuk membekali remaja dengan empat pilar kehidupan: pendidikan, karir, kesehatan reproduksi, dan kesiapan berkeluarga,” sebutnya.

Daftar lengkap pemenang Duta GenRe Sulut 2025 untuk Kategori Putra adalah juara 1 – 3 adalah: Laode Dzaky (Kabupten Minahasa Selatan),: Moses Paath (Kabupaten Minahasa), dan Israel Aror (Kota Tomohon).

Kategori Putri juara 1 – 3) adalah Kristenia Saragih (Kabupaten Minahasa), Diva Manoppo (Kota Kotamobagu) Renata Rumbay (Kabupaten Minahasa Tenggara).

Dengan semangat dan komitmen tinggi dari para finalis serta dukungan semua pihak, kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi strategis dalam mewujudkan remaja Sulut yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. (Afer)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Apresiasi Duta GenRe Tahun 2025.

Kegiatan rutin tiap tahun ini berlangsung di Kompleks Kantor Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Selasa – Jumat (22 – 26/7/2025) yang diikuti 19 peserta utusan 8 kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Para peserta yang telah lolos seleksi ketat di tingkat Kabupaten/Kota ini akan menjalani masa karantina sebelum mencapai puncaknya sebagai finalis dan pemenang tahun ini.

Pembukaan kegiatan dilakukan Kepala Perwakilan.(Kaper) Kemendukbangga/BKkBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam perjalanan para calon Duta GenRe, yang tidak hanya menampilkan bakat dan kecakapan para remaja, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kepemimpinan, dan pengembangan karakter.

Kaper dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa proses karantina akan menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi para peserta.

Selama beberapa hari, peserta akan mengikuti berbagai tugas, pelatihan, dan ujian yang mengasah kreativitas, kepemimpinan, serta pemahaman mereka terhadap isu-isu kependudukan dan perencanaan keluarga.

“Keberhasilan bukan hanya ditentukan dari siapa yang menjadi juara, tetapi dari proses dan perjalanan yang dilalui,” ujar Kaper..

Kaper menekankan bahwa seluruh peserta yang berhasil sampai ke tahap ini adalah calon pemimpin masa depan yang memiliki semangat dan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.

Program GenRe sendiri merupakan salah satu program strategis BKKBN yang bertujuan menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pendekatan Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP), serta pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja.

Ketua Panitia Jelkana Rivaldo Manimaes menyampaikan harapannya agar Duta GenRe yang terpilih nantinya bisa menjadi teladan bagi remaja lainnya, serta mendorong peningkatan akses terhadap Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja.

Manimaes berharap Duta GenRe dapat berperan dalam menurunkan Angka Kelahiran Remaja (ASFR) usia 15–19 tahun dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD).

Para finalis akan dinilai tidak hanya dari penampilan, tetapi juga dari wawasan, sikap, dan keterampilan mereka dalam menyampaikan pesan-pesan program GenRe, yang mencakup: Pendewasaan usia perkawinan, Penyiapan kehidupan berkeluarga, dan Pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja.

Pembukaan kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas OPD-KB kabupaten/kota (atau yang mewakili), Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga Cyndi Prisilia Octova Taloko,, serta jajaran panitia.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta, mencerminkan semangat kolaborasi dan tekad untuk terus mengembangkan program GenRe sebagai solusi nyata menjawab tantangan remaja masa kini. (Afer)

Meimonews.com – Guna mengidentifikasi akar masalah stunting, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut, dalam hal ini, Dinas Dukcapil Sulut menggelar Rembuk Stunting untuk menyepakati rencana aksi dan intervensi  dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting (PPS) dan penandatangan kesepakatan bersama antara Pemprov dan Kepala-kepala daerah se-Sulut.

Kegiatan ini dihadiri semua Kepala dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut, stakeholder terkait dan SKPD Kabupaten/Kota.

Kegiatan yang dilaksanakan di Arya Duta Hotel Manado, Rabu (16/720265) ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Gubernur Sulut Johanes Victor Mailangkay di dampingi Kadis Dukcapil Sulut Christodharma SM Sondakh dan Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan.

Dalam sambutannya, Wagub Sulut mewakili Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus menekankan pentingnya sinergi dan keterpaduan antar-provinsi, kabupaten/kota, dan instansi vertikal, karena jika berjalan terpisah, efektivitas akan terhambat.

Wagub memberikan apresiasi kepada Kabupaten/Kota yang mencapai prevalensi stunting yakni Kota Tomohon dengan capaian 10.8 %, Kabupaten Kepulauan Talaud (11.6 %), Kota Manado capaian (18.5 %), Kabupaten Minahasa Utara (18.09 %), Kabupatejn Bolmong (19.3 %) dan Kabupaten Minahasa (19.4 %).

Di kegiatan tersebut, diadakan pula penandatanganan  Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi dengan Kepala Daerah tentang Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting (PPS) serta penyerahan bantuan nutrisi kepada 20 anak beresiko stunting sebagai Aksi Mapalus.

Rembuk Stunting dipandu/dimoderatori oleh Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut sekaligus memfasilitasi diskusi dan koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan yang hadir.

Peran moderator sangat penting untuk memastikan jalannya rembuk stunting berlangsung efektif, partisipatif dan menghasilkan  rekomendasi yang konkrit guna menurunkan stunting secara signifikan.

Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut, mampu mengarahkan diskusi hingga fokus pada solusi strategis dan kolaboratif.

Pelaksanaan Rembuk Stunting untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi, identifikasi hambatan, serta percepatan penanganan stunting lewat pendekatan multisektoral, dan merupakan bagian dari komitmen bersama dalam masalah gizi kronis pada anak-anak, demi  mewujudkan generasi bangsa yang sehat dan produktif di masa depan. (Afer)

Meimonews.com – Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut Lady D. Ante menegaskan, data yang dihasilkan dalam pendataan keluarga ini akan menjadi fondasi penting bagi berbagai program nasional.

Program nasional itu mulai dari percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, program Bangga Kencana, hingga kebijakan perlindungan sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Lady pada acara penutupan Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 di Sulawesi Utara, Kamis (10/7/2025).

Workshop ini diselenggarakan Kemendukbangga / BKKBN Perwakilan Sulut di Aston Hotel Manado, Rabu – Kamis (9 – 10/7/2025).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga / BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan ini diikuti para pengelola data dan informasi Dinas PPKB kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, serta PKB/PLKB selaku Manager Data dan Manager Pengelola.

Bahkan, sambung Lady (mewakili Kaper), data ini juga akan digunakan oleh berbagai lembaga dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.

“Para pengelola data di daerah harus mampu membuktikan bahwa data yang dikumpulkan adalah data yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Lady yang didampingi Ketua Tim Kerja Pelaporan dan Statistik serta Pengelolaan TIK Fuad Saud menyampaikan 5 (lima) poin penting sebagai arahan yang harus ditindaklanjuti di tingkat kabupaten/kota.

Pertama, memahami pentingnya data sebagai dasar intervensi program strategis; kedua, memperkuat koordinasi lintas sektor, dari tingkat provinsi hingga kelurahan/desa.

Ketiga, mempercepat tindak lanjut berupa sosialisasi internal, pembekalan petugas, serta kesiapan logistik dan anggaran; keempat, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan aplikasi SIGA, disertai peningkatan kapasitas SDM; dan kelima, melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk menjamin kualitas proses dan hasil pendataan.

“Workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif dan meningkatkan kesiapan seluruh stakeholder daerah dalam menghadapi pelaksanaan Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025,” sebutnya.

Lady menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta workshop atas partisipasi aktif dan komitmen luar biasa selama kegiatan berlangsung.

Di akhir sambutannya, Lady menyampaikan optimisme bahwa provinsi Sulawesi Utara akan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam pelaksanaan pendataan keluarga yang akurat, lengkap, dan berkualitas.

Lady mengajak seluruh peserta untuk kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh demi kemajuan program pembangunan keluarga.

“Berencana itu keren ! Salam sehat dan sejahtera untuk seluruh keluarga di Sulawesi Utara,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Tahun 2025 merupakan momentum nasional untuk kembali melakukan pemutakhiran data keluarga secara menyeluruh.

Karena itu, workshop ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan pemahaman teknis di lapangan, memperkuat proses verifikasi dan validasi (verval) Keluarga Risiko Stunting (KRS), serta membangun komitmen dan sinergi lintas sektor.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan ketika memberikan sambutan pada Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 di Aston Hotel Manado.

Kegiatan yang berlangsung, Rabu – Kamis (9-10/7/2025) ini diikuti 30 peserta yakni 15 pengelola data dari OPD-KB kabupaten/kota dan 15 orang dari PKB/PLKB selaku manager data.

Turut hadir pula pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kaper di dampingi Ketua Tim Kerja Data dan Teknologi Informasi Moh. Fuad Saud adalah seluruh Ketua Tim Kerja di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Sulut.

Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola data serta memastikan bahwa proses pemutakhiran berjalan dengan baik dan akurat.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain mekanisme teknis pemutakhiran data berbasis teknologi digital melalui aplikasi SIGA, Tatakelola pelaporan dan supervisi berjenjang,

Selain itu, peran strategis mitra kerja seperti pemerintah desa, kader PKK, kader KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK); Strategi identifikasi dan verifikasi keluarga berisiko stunting secara lebih akurat.

Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga Tahun 2021 dan pemutakhiran data hingga tahun 2024, telah terdata lebih dari 700 ribu kepala keluarga di Sulut.

Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis, mulai dari penentuan keluarga berisiko stunting, intervensi program Bangga Kencana, hingga perumusan kebijakan perlindungan sosial berbasis keluarga.

Sebagaimana diketahui, pendataan keluarga merupakan kegiatan strategis lima tahunan yang dilanjutkan dengan proses pemutakhiran berkala.

Workshop ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemendukbangga/BKKBN tetapi merupakan bagian dari kerja bersama seluruh pemerintah daerah.

Data yang dihasilkan menjadi pijakan dalam menyusun intervensi pembangunan keluarga lintas sektor.

Itulah sebabnya dalam rangka menyukseskan agenda tersebut, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut menggelar workshop ini.

Kaper menegskan juga bahwa worksohp ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa data adalah roh dari kebijakan.

“Tanpa data yang akurat dan mutakhir, kebijakan bisa tidak tepat sasaran. Maka dari itu, tanggung jawab seluruh peserta hari ini sangat mulia: memastikan data keluarga Indonesia benar-benar mencerminkan realitas di lapangan,” ujarnya,

Ditekankan bahwa penyediaan data KRS yang mutakhir sangat penting dalam menajamkan sasaran intervensi program percepatan penurunan stunting.

Oleh karena itu, proses verval KRS tahun 2025 dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan pemutakhiran data keluarga.

Di akhir sambutannya, Kaper mengajak seluruh peserta workshop untuk menguatkan komitmen bahwa pemutakhiran data bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas.

Diajak pula untuk menjadikan data keluarga sebagai dasar utama dalam mengatasi stunting, kemiskinan ekstrem, dan ketimpangan akses layanan dasar, serta Mengintegrasikan hasil pemutakhiran dengan sistem informasi daerah guna memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.

Diingatkan bahwa keberhasilan pemutakhiran data sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas SDM di semua tingkatan. (Afer)

 

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan kepada 6 pegawai PPNN jadi PPPK di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) yang menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut dilakukan di Aula Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Selasa (1/7/2025).

Kegiatan ini disaksikan Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Sulut Lady D. Ante, Ketua Tim Kerja Linlap Alfrida Bajang serta perwakilan tokoh agama dari Kementerian Agama Sulut.

Selain itu, diikuti seluruh ASN, CPNS, dan PPNPN di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulut sebagai wujud dukungan terhadap transformasi kelembagaan dan penguatan kapasitas SDM aparatur.

Keenam pegawai tersebut dinyatakan lulus seleksi PPPK yang sebelumnya diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Mereka merupakan sosok-sosok yang telah lama mengabdi, bahkan hingga puluhan tahun, sebelum akhirnya resmi diangkat sebagai PPPK.

Kaper memberikan apresiasi atas dedikasi dan ketekunan para pegawai. “Setiap kerja keras hari ini akan jadi kebanggaan anak cucu kelak. Tokoh besar lahir dari orangtua yang berjuang luar biasa, termasuk bapak ibu sekalian. Bagi saya, bapak ibu adalah pahlawan kementerian,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Kaper menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas dan semangat pelayanan publik, terutama dalam mendukung program-program strategis di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga.

“Pelantikan ini adalah bentuk apresiasi negara sekaligus awal dari tanggung jawab baru yang besar. Tugas-tugas ke depan memerlukan komitmen jangka panjang,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Keluarga adalah pondasi utama dalam menopang pembangunan berkelanjutan. Pesan utama yang disampaikan tahun ini adalah urgensi membangun keluarga yang tangguh, sebagai prasyarat untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap dinamika zaman. Karena itu, ketahanan keluarga menjadi elemen krusial dalam penyusunan berbagai kebijakan strategis nasional.

Demikian penegasan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) R Wihaji dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan pada upacara memperingati Harganas kr-32 di Halaman Kantor Perwakilan Sulut, Senin (30/6/2025.

Penegasan tersebut terkait dengan tema peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasional) tahun ini, yakni “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, yang menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional.

Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan memimpin upacara peringatan Harganas ke-32 dan membacakan sambutan Mendukbangga/BKKBN RI Wihaji

Disebutkan, Smsejak pertama kali ditetapkan pada tahun 1993, Harganas menjadi momen reflektif untuk menegaskan bahwa keluarga adalah pilar utama dalam menciptakan generasi masa depan yang unggul.

Dikemukakan, peringatan Harganas (29 Juni) tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga dengan berbagai kegiatan edukatif dan kampanye sosial yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah.

Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orangtua, mengenai peran penting keluarga dalam pembentukan karakter anak dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Harganas menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menanamkan nilai-nilai kekeluargaan,” tandasnya.

Ini, sambungnya, adalah ajakan bersama untuk menjadikan keluarga sebagai pusat kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan, guna mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia.

Peringatan kali ini, baik di tingkat nasional maupun perwakilan (provinsi se-Indonesia), seluruh peserta dianjurkan menggunakan pakaian tradisional/adat setempat.

Hal ini merupakani bentuk pelestarian budaya dan penanaman nilai cinta tanah air. Pakaian tradisional bukan sekadar simbol seremonial, melainkan sarana memperkuat identitas nasional dan keberagaman budaya Indonesia. (Afer)

Meimonews.com – Inspektur Wilayah II Kemendukbangga/BKKBN RI Brigjen Hery Wiyanto mengadakan kunjungan kerja (kunker) di Kota Manado, Selasa (24/6/2025).

Dalam kunker tersebut, Wiyanto antara lain meninjau lokasi Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) dan memberikan bantuan nutrisi tinggi protein di Kelurahan Kombos Timur.

Kunker ini menjadi wujud nyata komitmen Kemendukbangga/BKKBN RI dalam mempercepat penurunan stunting di daerah.

Mendampingi Wiyanto pada kegiatan di Kombos Timur ini, antara lain Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Sekretaris Lady Ante, Ketua Perkadis Bangga Kencana Sulawesi Utara Meity Netty Tumbuan, serta jajaran DPC IPeKB dan Kepala Lingkungan.

Bantuan nutrisi tinggi protein diserahkan kepada keluarga berisiko stunting di Lingkungan III Kelurahan Kombos Timur, yang memiliki bayi laki-laki usia 5 bulan dengan berat lahir 2850 gram.

Kondisi keluarga ini sangat membutuhkan pendampingan karena tinggal menumpang dan tidak memiliki jamban layak.

Melalui program Genting, keluarga mendapatkan dukungan gizi dan pendampingan intensif agar tumbuh kembang anak bisa optimal.

Kemendukbangga/BKKBN terus bergerak, hadir di tengah masyarakat, memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena stunting. (Afer)

Meimonews.com – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menggelar seremoni penerimaan Pataka Kirab Bangga Kencana di Boroko, Senin (23/6/2025).

Pataka Kirab Bangga Kencana secara resmi diterima Bupati Bolmut Sirajudin Lasena bersama jajaran di dampingi Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Youla Winokan dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Gorontalo.

Penyerahan pataka dilakukan Asisten I Sekda Kabupaten Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi di dampingi Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju.

Selanjutnya, Pemkab Bolmut menyerahkan pataka tersebut dan beberapa pataka terkait program Bangga Kencana kepada Kaper Kemendukbangga/BKKBN Sulut,

Acara dilanjutkan dengan konvoi kirab pataka yang melibatkan Penyuluh KB, Dinas PPKB dan PA Bolmut, serta tim dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten I Sekda Kabupaten Bolmut Rachmat R. Pontoh, Asisten III Sekda Bolmut Abdul Mutoh Daeng Mulisa, Kadis PPKB dan PA Bolmut Yani Lasama, Kadis PPKB Kabupaten Gorontalo Utara Osna Haluti, serta para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, dan Camat se-Bolmut.

Peringatan Harganas ke-32 tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, dengan semangat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui program Bangga Kencana. (Afer)

Meimonews,com – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Minahasa Utara menggelar IPeKB Bergerak Peduli Stunting se-Sulut di Desa Kauditan 1, Minahasa Utara, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilaksanakan oleh IPeKB di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, Deputi Bidang Peran Serta Masyarakat BKKBN RI Sukaryo Teguh Santoso, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan serta Kepala Dinas Kependudukan dan KB Minahasa Utara Jeanne Simons.

Pada kesempatan itu, ada penyerahan bantuan nutrisi kepada anak Alifa Bangulengo, yang berasal dari keluarga berisiko stunting dengan tingkat kesejahteraan Desil 1.

Bantuan ini merupakan bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), program strategis Kemendukbangga/BKKBN dalam upaya percepatan penurunan stunting secara nasional.

Program Genting bertujuan menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk menjadi Orang Tua Asuh (OTA) bagi anak atau keluarga berisiko stunting.

Bantuan yang diberikan mencakup pemenuhan kebutuhan nutrisi secara rutin, pemantauan tumbuh kembang anak, serta perbaikan kondisi lingkungan, termasuk rumah tidak layak huni.

Dalam sambutannya, Runtuwene menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. “Permasalahan stunting adalah permasalahan kita bersama. Jika tidak ditangani dengan serius, stunting akan berdampak langsung pada kualitas generasi penerus dan menghambat kemajuan bangsa. Oleh karena itu, seluruh elemen—pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media—harus bergandengan tangan,” ujarnya.

Santoso menegaskan pentingnya pelaksanaan program Genting secara konsisten dan berkelanjutan.

Santoso mengingatkan perlunya pemantauan ketat terhadap ibu hamil dan balita penerima bantuan agar upaya yang dilakukan benar-benar berdampak dalam memutus mata rantai stunting.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN RiI menunjukkan komitmen kuat dalam menggerakkan masyarakat untuk aktif berperan serta dalam percepatan penurunan stunting, guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Afer)