Meimonews.com – Menyongsong Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan Pelayanan KB Serentak di Puskesmas Ongkaw, Minsel, Senin (16/6/2025).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan staf, yang disambut Kepala Puskesmas Ongkaw Vianny D. Ch. Maramis beserta jajaran tenaga kesehatan.

Para petugas kesehatan terlihat siap melayani masyarakat dengan berbagai pilihan metode kontrasepsi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Pelayanan KB Serentak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pelayanan keluarga berencana (KB) yang berkualitas, merata, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil.

Kegiatan ini juga menjadi instrumen penting dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting (PPS) melalui penguatan layanan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga yang optimal.

“Melalui momentum Harganas, kita ingin mengingatkan kembali bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Perencanaan keluarga yang baik akan berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang,” ujar Kaper dalam sambutannya.

Harganas diperingati setiap tanggal 29 Juni untuk mengenang momen bersejarah kembalinya para pejuang ke pelukan keluarga pasca-perang pada tahun 1949, yang juga bertepatan dengan dimulainya gerakan Keluarga Berencana Nasional.

Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, serta sebagai penguat ketahanan nasional.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, berdaya, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Afer)

Meimonews.com – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamen Dukbangga)/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka turun ke lapangan (turlap) ke Kelurahan Paniki 2 dan Kelurahan Sindulang 1 Kota Manado, Kamis (12/6/2025).

Turlap yang dilakukan Wamen di dampingi Wagub Sulut Johanis Victor Mailangkey, Wawali Manado Richard Sualang, Staf Kemendukbangga/BKKBN RI, Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan staf dimaksudkan untuk meninjau kondisi beberapa keluarga beresiko stunting di daerah ini.

Dalam turlap tersebut, Wamen, Wagub (Wakil Gubernur) Sulut dan Wawali (Wakil Walikota) Manado menyerahkan paket bantuan nutrisi sebagai bagian dari program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) kepada keluarga-keluarga yang dikunjungi.

Menariknya, Wamen tak segan untuk memberikan makan (menyuap) anak stunting sambil berbicara untuk membangun keakraban, sebagaimana lazimnya seorang ibu yang punya kepedulian terhadap anaknya.

Wamen juga mengambil waktu cukup untuk berbincang dengan keluarga stunting untuk mengetahui keadaan/kondisi yang ada.

Keluarga yang dikunjungi Wamen dan rombongan di Kelurahan Paniki Dua Lingkungan 1 adalah Keluarga Rivaldo Pandita (pekerjaan buruh) dan Jeniver Astrid Lomboan (ibu rumah tangga), dengan satu orang anak bernama Akila Pandita (perempuan berusia 1 tahun 8 bulan), yang masuk dalam kategori baduta dan keluarga desil 1. Anak tersebut lahir dengan BBL 3000 gram, berat badan Mei 2025 sebesar 9600 gram, dan panjang badan 80 cm.

Kondisi tempat tinggal keluarga tersebut adalah rumah menumpang dengan jamban tidak layak. Pendampingan yang diberikan berupa bantuan makanan matang, protein hewani (telur), dan beras sebagai bagian dari intervensi spesifik percepatan penurunan stunting.

Di Kelurahan Sindulang 1, ada beberapa keluarga KRS yang tinggal di wilayah padat penduduk dan beresiko tinggi terhadap permasalahan gizi.

Mereka adalah pertama, keluarga Harun Usman dan Nurmila Kadir (40 tahun) yang memiliki 6 anak, di antaranya Nursamsia Usman (usia 34 bulan, berat badan 13 kg) dan Erman Usman (usia 50 bulan); kedua, keluarga Alvis Makarilang dan Refi Syukur (22 tahun) yang memiliki 1 anak yakni Alfatih Makarilang (usia 17 bulan, tinggi badan 78 cm, berat badan 8 kg)

Ketiga, keluarga Arfan Lagautu dan Nur Fani Kadir (36 tahun) yang memiliki 5 anak, di antaranya Arham Dzulfani Lagautu (usia 6 bulan, TB 66 cm, BB 7 kg) dan.Adzkia Ramadhani Lagautu (usia 57 bulan)

Dari total 12 anak dari ketiga keluarga tersebut terdapat 5 anak berada dalam kondisi berisiko tinggi terhadap stunting. Rumah yang ditempati merupakan milik orang tua, dengan atap seng, lantai semen kasar, dan dinding beton.

Fasilitas sanitasi tidak memadai, dengan jamban leher angsa yang memiliki septic tank penuh dan tidak berfungsi, sehingga aktivitas buang air besar dilakukan dengan menumpang ke rumah tetangga.

Keluarga menggunakan metode KB suntik, dan akses air minum berasal dari air isi ulang. Lokasi rumah berjarak sekitar 1 km dari balai penyuluhan.

Sebagai bentuk intervensi dari Program Genting keluarga-keluarga ini menerima bantuan nutrisi berupa makanan matang bergizi, protein hewani (telur), susu formula anak dan beras.

Kunjungan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting (PPS) di daerah.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah (Genting)

Wamen menjelaskan, pemerintah terus berupaya hadir langsung ke masyarakat yang paling terdampak untuk memastikan bahwa program intervensi gizi berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Intervensi yang langsung menyasar keluarga risiko stunting sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Perlu dukungan lintas sektor dan kolaborasi aktif semua pihak agar kita dapat mencapai target penurunan stunting nasional,” ujarnya.

Kunjungan ini merupakan langkah konkrit dalam menjawab tantangan stunting di lapangan, sekaligus memastikan bahwa kebijakan dan program yang dirancang benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Wagub Sulut dan Wawali Manado menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendukbangga/BKKBN RI berkaitan dengan program PPS di Bumi Nyiur Melambai Sulut. (elka)

Meimonews.com – Kemendukbangga/BKKBN RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting serta Pengawasan Nasional Tahun 2025 di Jakarta, Senin (19/5/2025)..

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN RI Wihaji ini dihadiri Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dan Sekretaris Lady D. Ante.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Wihaji menjelaskan, Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subiyanto fokus pada sektor Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Dukbangga) dengan mengoptimalkan peluang bonus demografi untuk menggapai Indonesia Emas 2045.


Dalam rangka mengkapitalisasi bonus demografi, sebutnya ,maka manusia Indonesia harus berkualitas dan itu dimulai dari proses pembangunan keluarga.

“Peningkatan kualitas SDM harus dilakukan sejak dini secara holistic integrative berdasarkan pendekatan siklus kehidupan,” ujar Wihaji.

Sementara bagi balita dan anak SD, peningatan kualitas SDM dilakukan dengan pemberian makanan tambahan dan susu (gizi seimbang); bagi remaja berupa pemberian konseling kesehatan termasuk kesehatan reproduksi. Untuk lansia melalui intervensi “active ageing” berdasarkan karakteristik lansia.

“Semua anggota keluarga harus peduli dalam pembentukan perilaku serta berpartisipasi dalam pengasuhan anak. Terutama ayah sebagai sosok kepala keluarga. Jangan sampai pengasuhan anak diambil alih oleh handphone,” tandas Wihaji.

Diungkapkan, Kemendukbangga/BKKBN melaksanakan 5 Quick Wins untuk peningkatan kualitas SDM tersebut. Yakni, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan target 1 juta Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dengan memberikan bantuan nutrisi dan non nutrisi; Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) sebagai daycare unggul terstandarisasi dengan pengasuh tersertifikasi, psikolog anak dan dokter anak serta laporan tumbuh kembang anak.

Selain itu, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai gerakan optimalisasi peran ayah menjawab fenomena fatherless dengan layanan konseling dan konsorsium komunitas Ayah Teladan; Sidaya (Lansia Berdaya) adalah homecare berbasis komunitas untuk lanjut usia seperti layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan RSUD tanpa rujukan dan pemberdayaan lansia sesuai kapasitas.

Berikutnya, AI SuperApps Keluarga berisi konsultasi problematika keluarga, anak, konselor berbasis artificial intelligence (AI).

“Dengan quick wins tersebut kita berupaya agar keluarga kita menjadi keluarga yang tangguh. Kemendukbangga harus hadir dalam mendampingi setiap keluarga Indonesia agar siap dalam menghadapi bonus demografi,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Guna memperkuat sinergitas dan kemitraaan terkait program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS) di Sulawesi Utara, Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan melakukan audiensi dan koordinasi dengen Plh Sekprov Sulut Tahlis Gallang.

Mendampingi Kaper pada pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Kerja Sekprov Sulut, Jumat (17/5/2025) itu, Sekretaris Lady D. Ante dan Tim.

Plh. Sekdaprov yang di dampingi Kepala Dinas Disdukcapil KB Sulut Christodharma SM Sondakh menyambut baik audiensi dan koordinasi ini serta memberikan beberapa arahan dan dorongan untuk sinergitas program dalam membangun SDM di Sulut yang juga merupakan salah satu mandat dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

Beberapa poin penting yang dibahas antara lain terkait Peta Jalan Grand Design Pembangunan Kependudukan yang saat ini sudah diatur dalam Peraturan Gubernur dan diusahakan untuk naik menjadi Perda.

Pertemuan ini juga membahas mengenai Dana Alokasi Khusus Bidang KB di mana Pemprov Sulut siap untuk mendampingi dan mengawal pelaksanaan BOKB di Kabupaten Kota.

Selain itu, dibahas juga rencana kegiatan dan evaluasi program Percepatan Penurunan Stunting yang akan dilaksanakan bersama Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). (elka)

Meimonews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut bersama SPPG dan dinas terkait menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Gedung Sumampow Kemendukbangga/BKKBN Sulut, Jumat (9/5/2025).

Rakor dihadiri Disdukcapil KB Provinsi, Kepala LPP RRI Manado Nandang Supriyadi, Kepala Dinas Pangan Sulut, dan para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang hadir secara langsung maupun virtual.

Rakor yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan ini bertujuan untuk mengkoordinasikan dan menyelaraskan pelaksanaan program MBG, baik di tingkat pusat maupun daerah, seperti Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Beberapa poin penting yang dibahas yaitu terkait mekanisme pelaksanaan distribusi MBG, jumlah kuota sasaran di tiap SPPG, mutu dan kesiapan pangan untuk menu MBG, dan pelaksanaan advokasi dan penyebaran informasi kegiatan lewat media.

Kaper mengapresiasi kehadiran Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dan yang diwakili baik secara online dan offline.

Program MBG yang merupakan inisiatif nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi tantangan gizi buruk dan stunting di Indonesia ini telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Untuk mendukung percepatan pencapaian tujuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting,

Kemendukbangga/BKKBN dan Badan gizi Nasional (BGN) telah menandatangani Kesepahaman Bersama yang kemudian ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama.

Dalam pelaksanaannya, para stakeholder perlu menyamakan persepsi dan langkah taktis agar program MBG sasaran Bumil, Busui dan Balita Non Peserta Didik ini dapat berjalan maksimal.

Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN Sulut telah melakukan langkah-langkah yakni pertama, Penyiapan tenaga lini lapangan antara lain PKB/PLKB, institusi masyarakat pedesaan (PPKBD, Sub PPKBD, Kader KB), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk dilakukan pembekalan tentang model distribusi Program MBG bagi sasaran Bumil, Busui dan Balita Non Peserta Didik.

Kedua, Verifikasi dan validasi data Keluarga Berisiko Stunting (Bumil, Busui dan Balita Non Peserta Didik) untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan SPPG setempat untuk keperluan penetapan sasaran penerima manfaat (by name by address).

Rapat ini, menurut Kaper, penting untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran. (elka)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan bersama Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar menghadiri Pelayanan KB Serentak di Tempat Kerja memperingati Hari Buruh 2025 di PT Tropica Cocoprima, Desa Lelema, Minsel, Rabu (7/5/2025).

Mendampingi Kaper adalah Sekretaris Lady D. Ante, sementara Bupati di dampingi Asisten I Setdakab Benny Lumingkewas, Kepala Dinas PP KB Meity Tumbuan, Kadis Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Puskesmas Tumpaan, Ketua IBI, Camat dan Hukum Tua Lelema.

Bupati Minsel mendukung penuh terhadap Program Bangga Kencana. Hal itu disampaikan Bupati ketika memberikan sambutan.

“Pemda Miinsel mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pelayanan KB Serentak di Kabupaten Minahasa Selatan yang sangat membantu buruh dan tenaga kerja dalam mengatur jarak kelahiran,” ujarnya.

Bupati berharap program ini dapat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat yang sehat, sejahtera dan berdaya saing dan tentunya membawa dampak yang baik dalam upaya pencegahan stunting.

Selain kegiatan Pelayanan KB Serentak di Tempat Kerja  yang dirangkaikan dengan kegiatan zoom meeting bersama Kemendukbangga/BKKBN Pusat, juga dilakukan penyerahan bantuan Orang Tua Asuh (OTA) oleh PT Tropica Cocoprima kepada 3 orang anak balita, 2 anak stunting dan 1 orang ibu hamil dengan status KEK.

Tujuan dari bantuan OTA cegah stunting adalah salah satunya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting selain meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penurunan stunting. (elka)

Meimonews.com – Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) Sulut periode 2025-2030 dilantik.

Pelantikan yang dilakukan Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus ini berlangsung di Wisna Negara Bumi Beringin Manado, Rabu (7/5/2025). Turut hadir di antaranya Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay dan Plh. Sekprov Sulut Tahlis Gallang.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dilantik sebagai Wakil Sekretaris II TP Posyandu Sulut dan Koordinator Komisi Koordinasi dan Kerjasama Kemitraan Pokja Bunda PAUD Sulut.

Anik Fitri Wandriani selaku Ketua Tim Pembina Posyandu dan Ketua Pokja Bunda PAUD Sulut berharap enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat terpenuhi,

Keenam SPM tersebut mencakup layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan takyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan sosial hingga ke desa dan kelurahan.

Posyandu dan PAUD memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung tumbuhkembang anak.

Posyandu fokus pada layanan kesehatan, gizi, dan imunisasi, sementara PAUD memberikan stimulasi dan pendidikan awal yang mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

Keduanya penting untuk memastikan anak mendapatkan perawatan dan pendidikan yang optimal sejak usia dini. (elka)

Meimonews.com – Program makan bergizi gratis (MBG) adalah program pemerintah yang menyediakan makanan bergizi kepada siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan mengatasi masalah stunting di Indonesia.

Distribusi makanan bergizi dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu yang disesuaikan dengan angka kecukupan gizi (AKG) untuk setiap kelompok usia. Menu pilihan berdasarkan daftar dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Distribusi program MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita berpotensi tidak tepat sasaran. Maka, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun terus berupaya mengantisipasinya.

Betkaitan dengan itu, Kepala Perwakilan (Kaper) Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Sekretaris Lady D Ante dan Tim memantau pelaksanaan MBG di Kecamatan Langowan Utara dan Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa, baru-baru.

Dengan menggunakan sepeda motor, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut
bersama Kadis PPKB Kabupaten Minahasa Martha M. Aguw, Babinsa, TPK dan PLKB mengecek penyaluran MBG ke Kelompok Bermain Kristovel Paslaten Kecamatan Langowan Barat dan TK Dharma Wanita Walantakan Kecamatan Langowan Utara.

Saat memantau langsung kedua titik penyaluran MBG Kaper memastikan penerimanya tepat sasaran. Menu MBG itu antara lain berisi nasi, telur, sayur, tempe, dan jbuah. Setiap menu juga tertulis kandungan menu, seperti protein 12 gram, lemak (7,7 gr), dan karbohidrat (50,5 gr).

Kaperpun mengingatkan petugas untuk dapat mendistribusikan MBG tepat waktu saat sarapan atau makan siang dan kalau ada masalah, nanti berkoordinasi ke BGN.

Kaper juga mendorong Pemerintah Daerah untuk memastikan penyaluran MBG tepat sasaran. (elka)

Meimonews.com – Guna membahas program Pembanggunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) terutama Quick Win, Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembanggunan Keluarga)/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulut beraudiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Rabu (16/4/2025).

Audiensi dilakukan secara terpisah. Dengan Walikota Manado Andrei Angouw dilaksanakan di ruang kerja Walikota, sementara dengan Wawali Richard Sualang di ruang kerja Wawali.

Mendampingi Walikota dan Wawali adalah Kepala Dinas Dalduk KB Manado dan Kabid, sementara dari Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulut,  yang mendampingi Kepala Perwakilan adalah Sekban dan Ketua-ketua Tim Kerja.

Diketahui, program Bangga Kencana adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan hidup sehat.

Tujuan program Bangga Kencana adalah mewujudkan keluarga berkualitas, mengatasi masalah stunting, memperkuat sistem informasi keluarga, mengembangkan smart technology, dan meningkatkan advokasi. (elka)

Meimonews.com – Kolaborasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut dalam program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting) sejumlah warga di Kelurahan Sindulang mendapat bantuan non nutrisi dan nutrisi, Selasa (18/3/2025).

Bantuan non nutrisi berupa pembuatan jamban diserahkan Kepala Kejati (Kajati) Sulut Andi Muhammad Taufik sebagai Orangtua Asuh Cegah Stunting kepada keluarga Fitria Mahmud yang mempunyai anak balita berumur 8 bulan.

Usai penyerahan bantuan non nutrisi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan nutrisi berupa telur, makanan bergizi (nasi dengan lauknya, bubur, sup, susu).

Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan saat menyerahkan bantuan nutrisi

Sasaran penerima bantuan adalah Baduta, ibu hamil dan ibu menyusui yang ada di Kelurahan Sindulang Kecamatan Tuminting.

Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Kejati Sulut dalam upaya mewujudkan generasi bebas stunting lewat program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) sebagai tindak lanjut MoU dengan Kemendukbangga/BKKBN Sulut, belum lama ini.

Saat penyerahan bantuan Kajati di dampingi Kepala Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan, Sekretaris Lady D Ante, dan jajaran, Kepala Stasiun LPP RRI Manado Nandang Supriadi, serta Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sulut Masye Tokalese.

Turut hadir Moody Monareh (mewakili Kadis PPKB Kota Manado), Camat Tuminting Hence E. Patimbano, Lurah Sindulang Satu Maria Howan, PLKB/PPPK, TPK serta kader KB.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan peranserta masyarakat, para pemangku kepentingan, pihak swasta, LSM dan lainnya dalam pencegahan stunting agar terwujudnya anak-anak menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat dan bebas stunting. (elka)