Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau di Kota Manado dengan Nomor 289/KEP/B.06/2026 dan Surat Edaran (SR) untuk pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nomor 2415 Tahun 2026.

Selain itu, Pemkot Manado telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau di Kota Manado Nomor 395/KEP/B.06/BPBD/2026 yang berlaku 14 (empat belas) hari terhitung mulai 8 Oktober 2026 sampai dengan 21 Oktober 2026.

Sejalan dengan itu, sejumlah tindakan nyata telah dilakukan Pemkot Manado seperti penyediaan/pembagian air bersih kepada warga di sejumlah kelurahan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Senin (19/10/2026) menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Manado.di bawah kepemimpinan Walikota (Andrei Amgouw) dan Wakil Walikota (Richard Sualang) terkait dengan dampak yang ditimbulkan akibat Musim Kemarau dan fenomena El Nino.

Salah satu contohnya adalah penyaluran air bersih keoada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini dilakukan berkolaborasi dengan sejunlah pihak terkait.

“Selang Agustus hingga 13 Oktober 2026, sudah 9 kelurahan diberiikan bantuan air bersih kepada warga di kelurahan tersebut. Jumalh air bersih yang disalurkan telah berkisar 576.500 liter,” ujarnya.

Perinciannya adalah Kelurahan Paniki Bawah Lingkungan 6 dan 7 (6 KK); Kelurahan Paniki Dua Lingkungan 1 ( 64 KK, 174 jiwa) Lingkungan 2 (16 KK), Lingkungan 3 (7 KK); Kelurahan Mapanget Barat Lingkungan 4 (24 KK, 98 Jiwa), Lingkungan 3 (41 KK), Lingkungan 7 (46 KK);

Kelurahan Manado Tua Dua Lingkungan 1 (80 KK, 220 jiwa), Lingkungan 2 (110 KK, 331 jiwa), Lingkungan 3 (89 KK, 272 jiwa), Lingkungan 4 (66 KK, 196 jiwa); Kelurahan Bunaken Lingkungan 1 – 3 (457 KK, 1367 jiwa), Lingkungan 7 (117 KK, 365 jiwa);

Kelurahan Kima Atas Lingkungan 1 (3 KK ), Lingkungan 3 (22 KK); Kelurahan Meras Lingkungan 1 – 3 ( 25 KK, 83 jiwa); Kelurahan Pandu Lingkungan 1 (16 KK); Kelurahan Bailang Lingkungan 2 (17 KK, 83 jiwa).

Instansi/lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini selain dari BPBD adalah Perumda Wanua Wenang/PDAM Manado, Balai Prasarana Permukiman Wilayah BPPW Sukut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWS SI), Polairud Polda Sulut, PT Pelni, Kejati Sulut, PMI Sulut dan instansi/lembaga lainnya.

“Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan yang terdampak ikut terlibat juga dalam kegiatan penyaluran,” ujar mantan Camat Wenang ini. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manado dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado dan kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak kemarau panjang dan fenomena El Nino,

Kegiatan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sulut, Kementerian Kelauatan dan Perikan (KKP) melalui PT Pelni, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 pekan lalu ini dilakukan di 4 (empat) lokasi di 3 (tiga) pulau yakni di Dermaga Bunaken, Dermaga Siladen, Dermaga Pangalingan Manado Tua 1 dan Dermaga Negeri Manado Tua 2.

“Ada sebanuak 64 liter air yang diberikan bantuan ke 3 (tiga) pulau tersebut,’ sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Kantor BPBD Manado, Selasa (6/10/2026).

Setelah berkoordinasi dengan Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak Camat, air bersih tersebut disalurkan,

Di Dermaga Bunaken ada 20.000 liter yang disalurkan. Di Dermaga Siladen 10.000 liter, di Dermaga Pangalingan Manado Tua 1 Lingkugan Tiga 10.000 liter dan di Dermaga Negeri Manado Tua Dua Lingkungan Satu 30.000 liter. (elka)

Meimonews.com – Kemarau panjang yang terus terjadi membuat masyarakat makin sulit mendapatkan air bersih. Oleh karenanya, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menyalurkan air bersih.

Itu terlihat ketika PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Manado dan Polairud Polda Sulut serta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Manado menyalurkan air bersih bagi masyarakat Pulau Manado Tua dan Pulau Siladen, Kota Manado, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 64 ribu liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di kedua pulau tersebut dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan KSOP Manado.

Kepada Meimonews.com, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga menjelaskan, BPBD Manado turutserta dan berperan untuk mengkoordinasikan kegiatan di lapangan dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan agar pendistribusian air bersih berjalan lancar dan aman.

Menurutnya, data sebelumnya mencatat bahwa masyarakat Bunaken Kepulauan telah mengalami hampir tiga bulan minim hujan dan sebagian masyarakat Manado Tua Dua sangat bergantung pada tampungan air hujan.

“Pemerintah juga menyatakan kebutuhan tambahan air masih diperlukan. BPBD tidak sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi menjadi pusat koordinasi dan basis data kebutuhan kedaruratan,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, BPBD Kota Manado berperan dalam melakukan asesmen kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan, mengoordinasikan perangkat daerah dan unsur terkait, memfasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih, serta melakukan monitoring dan pelaporan perkembangan kondisi kepada Pemerintah Kota Manado.

Kehadirannya dalam kegiatan tersebut, jelasnya, justru dapat menjadi momentum untuk membangun sistem penanganan kekeringan Kota Manado yang lebih terstruktur, bukan hanya respons ketika air sudah habis. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang terus memberi perhatian kepada warga yang.terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Setelah sejumlah warga di kepulauan Manado Tua diberi bantuan air bersih pada pekan lalu, Selasa (8/9/2026) warga di Pulau Bunaken didatangi dan diberi bantuan berupa air bersih.

Sejumlah personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan PDAM Manado dengan memggunakan kapal Pelni (KM Gandha Nusantara 18) membawa 4 tong berisi 16.000 liter air untuk diberikan kepada warga setempat.

“Air bersih diberikan kepada warga Kelurahan Bunaken yang tersebar di 6 lingkungan dengan jumlah 149 KK dan 370 jiwa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Penyaluran bantuan, sebutnya, dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kelurahan Bunaken dan Pemerintahan Kecamatan Bunaken Kepulauan.

Warga setempat berterima kasih dengan adanya perhatian ini karena mereka sedang dalam keterbatasan air bersih. (elka)

Meimonews.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekurangan air akibat kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan Pemprov Sulut melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih.

Salah satunya adalah penyaluran air bersih di Kelurahan Manado Tua II Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado, pekan lalu.

Kegiatan penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi dengan BWS S1, PT Pelni, PDAM, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih karena terdampak kekeringan dan kekutangan air bersih diberikan bantuan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan personil yang terdiri dari BPBD 4 orang, BWS 10 orang, Kecamatan Bunaken Kepulauan 4 oang, (Camat dan staf), Kelurahan Manado Tua II 7 orang (Lurah, staf dan Ketua Lingkungan), Kru kapal (Maranathan01) 10 orang.

Bantuan yang dibawa air bersih sebanyak 72.000 liter. Penyaluran dibagikan ke masyarakat dengan jumlah KK dan jiwa sebagai berikut : Lingkungan 1 (80 KK dan 220 jiwa), Lingkungan 2 (110 KK dan 331 jiwa), Lingkungan 3 (89 KK dan 272 jiwa), Lingkungan 4 (66 KK dan 196 jiwa).

“Total yang disalurkan di Kelurahan Manado Tua II berjumlah 345 KK dan 1019 jiwa. Waktu penyaluran mulai jam 09.30 wita dan berakhir jam 22.00 wita,” sebut Sambuaga. (elka)

Meimonews.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Manado Donald Sambuaga mengikuti Pelatihan SDMT (Senior Disaster Management Training) yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB RI.

Pelatihan 21 hari (10-20/11/2025) yang diikuti Kalak BPBD seluruh Indonesia ini diadakan di Pusdiklat Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Ada 27 materi tentang manajemen penanggulangan bencana beserta praktek termasuk TTX (Table Top Exercise) yakni latihan simulasi yang dilakukan dalam ruangan (seperti di atas meja) menggunakan peta, skenario, dan studi kasus untuk melatih proses pengambilan keputusan; serta gladi posko diterima dan dilakukan peserta pelatihan.

Pelatihan ini memfokuskan tiga fase utama penanggulangan bencana yakni Pra-bencana (mitigasi, perencanaan, analisis risiko, edukasi publik); Saat bencana (sistem komando tanggap darurat, koordinasi lintas sektor, manajemen logistik dan evakuasi); dan Pasca bencana (pemulihan cepat, rehabilitasi dan rekonstruksi yang adil dan merata).

Dari pelatihan tersebut, ada beberapa hal penting yang didapat dan akan ditindaklanjuti untuk kepentingan Kota Manado:

Pertama, Penguatan perencanaan sebelum bencana terdiri dari Penyusunan dokumen kebencanaan mulai dari KRB, rencana penanggulangan bencana, rencana kedaruratan penanggulangan bencana, rencana kontinjensi dan rencana operasi yang semua berbasis risiko banjir, longsor, dan gempa; dan Keterlibatan penuh OPD, dunia usaha, akademisi, komunitas dan media.

Kalak BPBD Kota Manado Donald Ssmbuaga

Kedua, Sistem komando saat tanggap darurat yang terdiri dari SOP yang memastikan Pos Komando memiliki kewenangan penuh, jalur komando jelas, dan pembagian tugas terukur, dan Penguatan jalur komunikasi dan manajemen logistik untuk memastikan bantuan tepat waktu dan tepat sasaran.

Ketiga, Peningkatan kesiapsiagaan masyarakat yang terdiri dari Program edukasi berkelanjutan di sekolah, kelurahan, dan komunitas; dan Pembentukan dan pelatihan relawan lokal sebagai first responder.

Keempat, Penguatan pusat data dan early warning system yang meliputi Integrasi sistem informasi kebencanaan untuk mempercepat pengambilan keputusan berbasis data dan peringatan dini.

Kelima, Pemulihan pasca-bencana yang cepat yang terdiri dari Perencanaan pemulihan disiapkan sejak masa tanggap darurat; dan Pelaksanaannya dipastikan adil, transparan, dan akuntabel.

Menariknya, Donald Sambuaga mengharunkan institusi Pemerintah Kota Manado karena ditetapkan sebagai terbaik 1 kelas B dengan nilai memuaskan.

Penyerahan piagam penghargaan tersebut dilakukan Sestama (Sekretaris Utama) BNPB RI Rustian pada acara penutupan, Jumat (20/11/2025).

Kepada Meimonews,com, Minggu (23/11/2025), Sambuaga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan mendapat apresiasi sebagai peserta terbaik 1 di kelas dengan nilai memuaskan.

Untuk tindaklanjut hasil pelatihan, sambungnya, ia akan melaporkan dan meminta petunjuk kepada Sekot Manado selaku Kepala BPBD Manado dan Walikota Manado. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melakukan gerak cepat (gerpat) ketika mendapat informasi soal adanya buaya yang berkeliaran di Teluk Manado, Selasa (4/11/2025) yang menimbulkan kecemasan masyarakat pesisir.

Lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Dinas Perhubungan Kota Manado, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut, Basarnas dan dari kepolisian (Polairud dan Brimob).

Berdasarkan hasil koordinasi, jelas Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Jumat (7/11/225), disepakati untuk melakukan survei lapangan bersama pada keesokan harinya, Rabu (5/11/2025)?

Tim gabungan melaksanakan penelusuran lapangan di sejumlah titik pesisir Teluk Manado yakni Kawasan Taman Berkat, Kawasan Megamas Dermaga Manado Bay dan sekitar Kompleks Tugu Lilin.

Sekitar pukul 16.40 Wita, tim lapangan melaporkan penampakan seekor buaya berukuran sekitar 3 meter sedang berenang di perairan dekat Manado Bay.untuk seterusnya dilaporkan kepada pimpinan untuk tindaklanjuy koordinatif antarinstansi.

Rencana lanjutnya adalah pemataan area sebaran buaya melalui bantuan drone dan patroli laut serta pemasangan papan peringatan di pesisir rawan.

Selain itu, kordinasi penangkapan/pemindahan satwa liar dengan BKSDA Sulut serta Edukasi dan imbauan kepada masyarakat pesisir untuk berhati-hati dan melaporkan segera jika terjadi penampakan ulang

“Intinya, kami terus melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak terkait untuk penangganan masalah ini, sesuai arahan pak Walikota Manado dan pak Wawali (Andrei Angouw dan Richard Sualang),” ujar Sambuaga.

Atas nama Pemkot Manado, Sambuaga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi adanya buaya yang berkeliaran di Teluk Manado dan berharap bila melihat keberadaan buaya tersebut untuk segera melaporkan lewat call center 112 atau instansi terkait. (elka)

Meimonews.com – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melakukan kegiatan sosialisasi dan simulasi bencana alam gempa bumi di SMP Pionerr Manado, baru-baru.

Kegiatan ini, jelas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com, dalam rangka mitigasi non struktural memberikan informasi awal serta langkah langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gempa bumi.

“Sasarannya para siswa karena mereka merupakan kelompok rentan dalam kategori bencana,” ujarnya.

Dimulai dari sekolah, sambungnya, karena sebagai pendidikan di usia dini. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado menggelar Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kota Manado yakni Kelurahan Sario Utara, Tingkulu, Karombasan Utara, dan Teling Atas, pada tanggal 4, 9, 10 dan 12 September 2025.

Sosialisasi ini sesuai dengan Program Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang untuk mitigasi pengurangan risiko bencana, juga merupakan langkah strategis BPBD Manado dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat serta perangkat kelurahan dalam mensukseskan program kerja Pemerintah Kota Manado.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara BPBD Kota Manado dan pemerintah kelurahan setempat.

Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para Lurah, perangkat kelurahan, ketua lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga dari masing-masing kelurahan.

Acara diawali dengan sambutan dari Lurah sebagai tuan rumah kegiatan, yang menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sejumlah pejabat turut hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Asisten I Pemerintah Kota Manado Julises Oehler memberikan pemaparan mengenai peran penting pemerintah kelurahan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Dilanjutkan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuagai, yang menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana secara terintegrasi.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mario Karundeng menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh warga dalam menghadapi situasi darurat.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Warga terlihat aktif memberikan masukan dan menyampaikan pengalaman mereka terkait bencana yang pernah terjadi di lingkungan masing-masing.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, BPBD Kota Manado merencanakan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan. Tim ini nantinya akan berperan sebagai ujung tombak dalam respons awal saat terjadi bencana.

Surat Keputusan (SK) pembentukan TRC akan ditandatangani langsung oleh Lurah, sebagai bentuk pengesahan dan tanggung jawab kelembagaan di tingkat kelurahan.

Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kota Manado.

Diharapkan, program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di kelurahan-kelurahan lain demi menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berdaya guna. (elka)

Meimonews.com – Setelah melalui proses pembinaan selama beberapa hari, sebanyak 104 orang mendapat Sakramen Krisma oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di Gereja Paroki Santu Josep Pelindung Pekerja (SJPP) Manado, Kamis (1/5/2025).

Misa Krisma yang dipimpin Mgr. Rolly di dampingi Pastor Wilfrits Siunta Pr (Pastor Paroki), Pastor I Made Pantyasa Pr dan Frater Diakon Damianus Daga Pr ini dilaksanakan pada momen Peringatan Pesta Pelindung Paroki SJPP Manado. Sebagai Wali Krisma, Vecky Kaligis dan Febiani Mangulu,

Krismawan/wati (51 laki-laki dan 54 perempuan) tersebut ada yang masih anak-anak tapi ada juga yang sudah dewasa tapi belum kawin dan ada pula yang sudah menikah. Mereka yang menerima Sakramen Krisma, setelah menerima Sakramem Pembaptisan dan Sakramen Ekaristi.

Uskup Manado dalam kotbahnya menjelaskan, Sakramen Krisma adalah sakramen kepenuhan iniisiasi. Dengan demikian keanggotaan para calon krismawan/wati dikukuhkan dalam kesatuan dengan gereja Kristus.

Menurut Mgr. Rolly, tentu saja mereka telah disiapkan untuk memahami dan menerima Sakramen Krisma, sakramen inisiasi, yang diketahui bersama adalah orang dengan segala persiapan dipersatukan dengan Kristus dan diparsatukan dalam suatu komunitas umat Allah, gereja kudus.

Disebut kepenuhan karena orang-orang dewasa akan iman yang sudah ditanamkan dan diberikan sebelumnya. Itu berarti Sakramen Krisma berkaitan dengan dua sakramen sebelumnya, yakni Sakramen Pembaptisan dan Sakramen Ekaristi.

Dibaptis, dijadiikwn satu dengan Tuhan, menjadi anak-anak Allah, dan ekaristi bahwa ketika disampaikann Tubuh Kristus, kita menjawab amin. Tuhan ada di dalam diri kita.

Melalui sakramen Krisma, keanggotaan itu, menjadi anak-anak Allah, menjadi anggota keluarga besar Allah, dan kemudian lewat Sakramen Krisma dipersatukan dengan Kristus, kita menjadi penuh dengan Roh Kudus..

Mantan Provinsial MSC Indonssia ini mengajak untuk melihat peristiwa besar dalam diri kita sebagai kepenuhan keanggotaan sebagai anggota gereja.

Dalam Sakramen Krisma,i kita dicurahkan Roh yang sama untuk pergi, menjadi saksi Kristus. “Ini anugerah khusus, memberi damai di manapun kamu berada,” ujar uskup kelahiran 4 Januari, yang pada keesokan harinya (5 Januari) menerima Sakramen Pembabtisan.

Lewat Sakramen Krisma ini, sebut Uskup kelahiran Lembean (Minahasa Utara), para krismawan/wati diingatkan akan.pembabtisan sebagai anak-anak Allah, dan Tuhan mau anda tetap menjadi anak-anak Allah. Tuhan Yesus datang ke dunia untuk mengangkat kita sebagai anak-anak tunggal Allah supaya bersama dengan Dia kita dibangkitkan, dan mengambil bagian dalam kebangkitanNya dan diangkat ke Surga, dimuliakan.

Diingatkan, dimuliakan dengan pembaptisan, menyambut Tuhan sesering mungkin, lalu diberikan kekuatan dalam menghadapi hidup ini, untuk menghadapi hari-hari ke depan, anda tetap kuat, tumbuh, berkembang dan berbuah dengan rupa-rupa cara dan rupa-rupa karunia.

Kalak BPBD Manado Donald Sambuaga saat membacakan sambutan Wakil Walikota Manado Richard Sualang

Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggunggilangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga menegaskan, perayaan Pesta Pelindung dan Penerimaan Sakramen Krisma menjadi momen yang sangat berharga bagi yang menerimanya.

“Sakramen Krisma ini bukan hanya tentang menerima Roh Kudus tetapi juga tentang komitmen baru dalam hidup iman melalui Krisma. Mereka dipanggil untuk menjadi saksi Kristus, membawa terang dan damaiNya ke dalam kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat,” sebutnya,

Wawali mengajak untuk mendukung para krismawan/wati dalam petjalanan mereka dalam keyaikinan iman ini agar mereka semakin teguh dalam keyakinan dan semakin bersemangst dalam pelayanan. (elka)