Meimonews,com – Sebanyak 1203 sarjana Unsrat lulusan baik Strata 1 (S1), S2, S3 maupun program profesi Periode 1 Tahun Akademik 2024/2025 diwisuda. Acara wisuda dilaksanakan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (22/8/2024).

Perinciannya, program pasca sarjana 63 orang, Fakultas Kedokteran 150 orang, Fakultas Teknik 99 orang, Fakultas Teknik 91 orang, Fakultas Peternakan 22 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 45 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 150 orang.

Fakultas Hukum 148 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 168 orang, Fakultas Ilmu Budaya 45 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 164 orang, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat 78 orang.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng dalam sambutannya mengungkap, wisuda ini merupakan momen yang istimewa karena merupakan pemcapaian yang tidak mudah diraih melainkan dengan kerja keras, dedikasi dan perjuangan yang tidak kenal lelah.

“Dengan penuh rasa bangga, saya ingin mengucapkan selamat kepada 1203 wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan kemampuan membaca peluang, menguasai teknologi dan menciptakan inovasi,” ujarnya.

Dikemukakan, dunia saat ini membutuhkan individu yang mampu berpikir kreatif, memiliki etika yang kuat, serta menjunjung tinggi integritas.

Rektor mengingatkan, ilmu yang wisudawan peroleh tidak hanya dipakai untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membawa manfaat bagi sesama.

Oleh karenanya, Rektor berpesan, tetaplah menjadi pribadi yang terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi serta membawa almamater kita dengan penuh kebanggaan dimanapun kalian berada.

Gubenur Sulut yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr. Femmy Suluh, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan, prestasi para wisudawan hari ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi yang tidak hanya datang dari para mahasiswa, tetapi juga dari seluruh pihak yang terlibat selama proses pendidikan di Universitas kebanggaan ini.

“Wisuda hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, karena setiap akhir adalah awal dari sesuatu yang baru dalam kehidupan saudara,” ujar Suluh mengutip Gubernur.

Gubernur mengingatkan, ijazah maupun sertifikat itu belum cukup di era yang semakin Kompleks ini, saudara dituntut untuk tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga kemampuan untuk membaca peluang menguasai teknologi dan menciptakan inovasi dan mampu berpikir kreatif, memiliki etika yang kuat serta menjunjung tinggi integritas. (FA)

Meimonews.com – SMA Negeri 8 Manado melakukan softlaunching program unggulan sekolah Kamberu (kampanye bertani urban) di kompleks sekolah, Rabu (7/3/2024).

Softlaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut Dr. Femmy Sulut, M.Si itu dilaksanakan bersamaan dengan penutupan pelatihan Google for Education yang diadakan Senin-Rabu (5-7/2/2024).

Pelatihan Google for Education dilakukan untuk semua guru-guru karena sekolah ini merupakan salah satu sekolah rujukan Google di Sulut.

Launching Kamberu ini merupakan kelanjutan dari program sekolah penggerak (PSP) sekolah yang akrab disebut Smandel yang digagas untuk membuat branding baru SMA Negeri 8 PSP Kamberu.

Sekolah yang berfokus pada Merdeka Belajar Siswa dengan mengangkat semangat muatan budaya lokal Minahasa akan berjalan di TP 2025 bekerjasama dengan pelibatan penuh stakeholder (para guru, khususnya walikelas, seluruh orangtua siwa, para siswa).

Kepala SMA Negeri 8 Manado Dra. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd menjelaskan, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang  ada dipastikan dalam kolaborasi dan terintegrasi dari kegiatan green school, diving hingga robotik serta pihak luar Aqua Danone dalam progres serta persiapan yang sudah berjalan dari Unima yang dimotori  Dr. Mariana Rengkuan.

“Penanggungjawab dan kepanitian program sudah terbentuk,” ujar Mediatrix, yang adalah Kepala Sekolah Penggerak inovatif dan kreatif dalam membangun dan memajukan pendidikan di Sulut ni.

Mediatrix menjelaskan, kamberu merupakan sebuah rencana aksi wirausaha pertanian di SMA Negeri 8 Manado yang menggerakkan seluruh elemen sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pertanian berkelanjutan sebagai proyek pembelajaran.

Nama kamberu digunakan karena terinspirasi dari salah satu babak dalam tarian maengket yang disebut Maowey Makamberu, di mana gerak dan lagunya megungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian berlipat ganda.

Secara etimologis, kamberu berasal dari bahasa suku-suku Minahasa -beberapa dialek menyebut juga kan weru- yang berarti makanan baru. (Fer)