Meimonews.com – Polda Sulut lewat Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar jaringan penipuan daring love scamming dan investasi bodong yang dikendalikan oleh empat mantan pekerja scam jaringan Poipet, Kamboja.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan Dirreskrimsus Polda Sulut Kombes Pol FX Winardi Prabowo di dampingi Kasubdit Siber AKBP Effendy Tubagus dan Kasubbid Penmas Bidhumas AKBP Peter Gosal pada konferensi pers di Balai Wartawan Polda Sulut, Rabu (7/10/2026).

Empat tersangka yang berhasil diringkus yakni lelaki DW (aktor utama), lelaki BS (admin pengoperasian), perempuan MP (pemeran karakter manipulasi), serta lelaki RL (penarik dana).

“Komplotan eks Kamboja ini diketahui telah beroperasi di wilayah Sulut sejak bulan Juli 2026. Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, aksi penipuan online dan love scam yang mereka jalankan berhasil meraup total keuntungan mencapai Rp1 miliar,” ujar Kombes Pol. Winardi.

Dijelaskan, salah satu korban dengan nilai kerugian terbesar dialami oleh perempuan berinisial JSZ, yang dijebak melalui jerat asmara palsu dan investasi bodong hingga mengalami kerugian mencapai Rp 850.180.000. Penyelidikan intensif dilakukan oleh Subdit V Siber usai menerima laporan resmi korban pada 15 September 2026.

Menurutnya, sindikat ini bekerja layaknya perusahaan scam profesional dengan pembagian peran yang sangat rapi.
Tersangka DW berperan mencari korban melalui akun Facebook palsu bernama “Marvel Supit”. Setelah membangun komunikasi dan merayu korban hingga terbuai hubungan asmara daring, DW melakukan panggilan video manipulatif dengan mengarahkan kamera ke rekaman video orang lain sembari menyuarakan isi percakapan.

Setelah korban percaya penuh, pelaku mulai mengarahkan korban ke bisnis fiktif “angka bonus” nonton drama pendek di aplikasi Melolo dengan menghubungi admin fiktif PT BTC yang dikendalikan oleh tersangka BS. Korban awalnya dipancing dengan deposit kecil senilai Rp 35.000 dan Rp 370.000 yang langsung dikembalikan beserta keuntungan instan.

Setelah korban tergiur, korban diarahkan mengambil paket tugas berdeposit fantastis sebesar Rp 95.780.000 dan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp “007VIP MEMBER 95780K”.

Di dalam grup tersebut, tersangka BS mengendalikan 3 akun admin fiktif, sedangkan tersangka MP mengendalikan 4 akun member palsu untuk membagikan bukti transfer rekayasa guna menekan psikologis korban agar terus mentransfer uang berantai hingga ratusan juta rupiah.

Uang hasil kejahatan dikirimkan korban sebanyak 15 kali transaksi ke rekening penampung Bank Jago dan ditarik tunai di agen-agen BRILink wilayah Ratatotok oleh tersangka DW dan RL. Hasil kejahatan tersebut digunakan untuk membeli mobil, sepeda motor, barang elektronik, hingga pesta hura-hura.

Dari tangan para tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 133.781.000, 2 unit mobil Honda Brio, 5 unit sepeda motor (Honda Vario dan CRF 150), unit komputer dan PC, 8 unit smartphone, 1 unit iPad 11, serta belasan lembar dokumen bukti transaksi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Di akhir konferensi pers, Kombes Pol Winardi menyampaikan imbauan tegas sekaligus ajakan empati kepada seluruh lapisan masyarakat. “Para pelaku ini adalah sindikat profesional yang terlatih di Kamboja untuk memanipulasi emosi, rasa empati, serta harapan baik para korban. Mereka mengeksploitasi sifat tulus masyarakat yang ingin mencari nafkah maupun membangun hubungan,” ujarnya,

Mantan Kabid TIK Polda Sulut ini berharap agar para korban kejahatan siber tidak merasa takut atau malu untuk melapor. “Jika anda atau kerabat mengalami hal serupa, jangan menyembunyikannya karena takut dihakimi lingkungan atau keluarga,” ujarnya.

Polda Sulut, tambahnya, selalu terbuka untuk mendengarkan, melindungi, dan menindaklanjuti laporan masyarakat tanpa stigma negatif.

Kejahatan siber ini bisa diputus rantainya jika kita saling merangkul, saling mengingatkan, dan tidak ragu memberikan informasi kepada aparat penegak hukum demi menjaga orang-orang terkasih di sekitar kita. Tetap kedepankan logika rasional dalam berinteraksi di ruang digital. (AF)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGomalut menggelar kegiatan edukasi bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Bolaang Mongondow UtaraUtara (Bolmut), Rabu (14/8/2024).

Kegiatan yang turut dihadiri Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Rahmat R. Pontoh, SH, M.Si mewakili Pj. Bupati Bolmut ini dadaksn di Kantor Pemkab Bolmut.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta mencegah masyarakat menjadi korban investasi bodong ini sejalan dengan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bolmut.

Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran Babinsa dalam mensosialisasikan pengetahuan keuangan kepada masyarakat di desa-desa.

“Babinsa memiliki peran yang sangat strategis dalam menjangkau masyarakat di tingkat desa. Melalui kegiatan ini, kami berharap Babinsa dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” ujar Louisa.

Dalam sambutannya, Kepala OJK SulutGoMalut Robert Sianipar menekankan pentingnya edukasi keuangan untuk melindungi masyarakat dari risiko kerugian akibat investasi bodong.

“Maraknya kasus investasi bodong akhir-akhir ini menjadi perhatian kita bersama. Dengan meningkatkan literasi keuangan, masyarakat akan lebih cerdas dalam memilih produk keuangan dan terhindar dari penipuan,” ujar Robert.

Dalam sambutannya, Rahmat mengapresiasi inisiatif BSG dan OJK dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi ini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Bolmut, khususnya para Babinsa. Dengan pengetahuan keuangan yang memadai, masyarakat akan lebih sejahtera dan mandiri,” sebut Rahmat.

Selain pemaparan materi oleh narasumber dari BSG dan OJK, kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan dari Mekaar PNM yang memberikan informasi mengenai produk keuangan mikro. (Afer)