Meimonews.com – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79 (1 Juli 2025), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar Dialog Publik bertajuk Meningkatkan intelektualitas dan kontribusional Polri dalam menghadapi tantangan global menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dialog yang menampilkan empat narasumber ini dilaksanakan secara luring dari Mabes Polri, Jakarta dan secara daring (zoom) dari masing-masing Polda dan Polres/polresta, baru-baru,

Dialog yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan anggota Polri di jajaran Polda, hingga satuan kerja di lingkungan Mabes Polri ini, bertujuan untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai landasan etika dan profesionalisme anggota kepolisian.

“Harapannya, dengan dialog publik ini, anggota Polri dapat lebih memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam pelaksanaan tugas, selain tentunya tetap menjunjung tinggi Pancasila,” ujar Karo PID Divhumas Polri Brigjen Pol Tjahyono Saputro.

Polri juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diatur dalam undang-undang.

Kabid Humas Polda Sulut AKBP Alamsyah Parulian Hasibuan berterima kasih atas kehadiran dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, beberapa dosen dan mahasiswa serta sejumlah anggota Polda Sulut dalam dialog ini,

Kabid berharap adanya dukungan doa dari peserta yang ikut dialog dari Ruang Tribrata Polda Sulut ini untuk Hari Bhayangkara tahun ini. (AF)

Meimonews.com – Tim Humas Polda Sulut di dampingi Kapolsek Pineleng Iptu Ronald H melaksanakan sosialisasi pencegahan radikalisme dan intoleransi di SMA Negeri 1 Pineleng, Kabupaten Minahasa, Kamis (12/10/2023).

Puluhan siswa-siswi dan guru-guru sekolah ini mengikuti sosialisasi dengan narasumber Kaur Penum Subbid Penmas Bidang Humas Polda Sulut Kompol Selfie Torondek dan Kapolsek Pineleng.

Dalam kegiatan tersebut, kedua narasumber mengajak para pelajar agar mengedepankan sikap saling menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentunya, sesuai tema hari ini, kami mengajak para pelajar agar mengedepankan sikap toleransi dalam bersikap, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari, menghargai segala perbedaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kompol Selfie.

Disebutkan, dari hal-hal kecil menghargai perbedaan, maka akan terhindar kepada hal-hal yang bersifat radikal dan kekerasan.

Contoh toleransi yang harus dikembangkan seperti menjaga kerukunan antar umat beragama, menghargai keberagaman budaya, menghormati dan menghargai pendapat orang lain, termasuk menghormati Hak Asasi Manusia.

Kapolsek juga menambahkan beberapa pesan kamtibmas kepada para pelajar. “Jauhi kenakalan remaja, seperti miras, sajam, tawuran, narkoba, pergaulan bebas dan tentunya bijak dalam bermedia sosial,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mendapat apresiasi dari Kepala SMA Negeri 1 Drs. Hendriek Pelle, M.Pd.

“Hari ini adalah hari kami sebagai SMA Negeri 1 Pineleng. Banyak hal yang bisa kami dapati dalam kegiatan ini, khususnya buat anak didik kami. Terima kasih kepada Tim Humas Polda Sulut dan Kapolsek Pineleng yang sudah menyampaikan materi dan imbauan kamtibmas,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Lintasan baru ujian praktik mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) C atau SIM untuk pengendara sepeda motor mulai diterapkan di seluruh Indonesia terhitung Senin (7/8/2023).

Lintasan baru ujian praktik ini berubah dari yang sebelumnya membentuk angka 8 dan zig-zag, kini menjadi lintasan berbentuk huruf S.

Terkait perubahan tersebut, banyak masyarakat yang meresponsnya secara positif. Salah seorang pemohon SIM bernama Fatima mengatakan, dirinya selama ini sudah 4 kali mengikuti ujian praktik pembuatan SIM C. Namun baru kali ini berhasil.

“Sudah 4 kali. Baru sekarang berhasil. Sirkuit sekarang lebih gampang dibanding kemarin. Karena lebih luas dan gak ada zig zag dan angka 8,” kata Fatima pemohon SIM di Satpas Polrestabes Surabaya, seperti dikutip Humas Polda Sulut dalam keterangan kepada wartawan, Senin (7/8/2023) siang.

Hal yang sama juga diungkapkan Eko Agus Setiawan, seorang anggota komunitas motor di Purbalingga. Ia menuturkan, lintasan baru ujian praktik pembuatan SIM lebih mudah.

“Untuk lintasan yang terbaru ini lebih mudah daripada yang dulu karena dulu ada angka 8 dan zig zag. Kalau sekarang gak ada dan lintasannya lebih lebar dibanding yang dulu,” ujarnya.

Gunarti Nilangsih, salah seorang komunitas difabel juga merasa lintasan baru ujian praktik pembuatan SIM sangat membantu. Apalagi, dalam praktiknya, para pemohon juga diberikan edukasi bagaimana berkendara yang baik dan benar. “Alhamdulilah sangat membantu. Jadi punya wawasan berkendara,” sebutnya.

Respons positif juga datang dari pelajar bernama Lingga. Ia mencoba lintasan baru ujian praktik pembuatan SIM. Menurutnya, dengan dia mencoba saat ini bakal menjadi pembelajaran jika nanti pada saat umurnya sudah bisa memiliki SIM.

“Baru pertama kali uji SIM dan bisa dibilang cukup mudah utk uji coba trek yang baru. Ini buat pembelajaran saya kalau tahun besok sudah bisa bikin SIM, saya sudah pernah mencoba dan cukup mudah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Korps Lalu Lintas Polri mengatakan lajur baru ujian praktik untuk mendapatkan SIM C alias SIM motor bakal diterapkan di seluruh Tanah Air, pada Senin, 7 Agustus 2023. Lajur baru berbentuk huruf S.

“Sore ini saya sengaja datang ke Daan Mogot yang nanti hari Senin kita harapkan dua hari ini masing-masing jajaran sampai ke tingkat Polres bisa menerapkan ujian seperti yang kita lihat pada hari ini,” ujar Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Firman Shantyabudi di Kantor Satpas SIM Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (4/8/2023).

Berikut ini detail perubahan sirkuit tersebut. Pertama, perubahan lintasan menjadi sebuah sirkuit yang mengakomodir 4 materi ujian praktik dengan ukuran yang sudah diperlebar dan tanpa materi zig zag test atau slalom test.

Kedua, uji membentuk angka 8 digantikan dengan uji membentuk huruf S. Ketiga, untuk ukuran lebar lintasan diperlebar dari ukuran lama 1,5 kali lebar kendaraan menjadi 2,5 kali lebar kendaraan. (AF)