Meimonews.com – Gerak cepat aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terlihat nyata di Desa Lolah Tiga Kecamatan Tombariri Timur Kabupaten Minahasa.
Hal itu terlihat saat di mana pembangunan gedung KDMP Lolah Tiga telah dimulai Senin (17/11/2025) dan peletakan batu pertamanya dilakukan Jumat (21/11/2025).
Peletakan batu pertama pembangunan gedung yang berlokasi di samping Kantor Lurah tersebut dilakukan Hukum Tua Lolah Tiga Markus Paulus Rasuh di dampingi Ketua KMP Lolah Tiga Kres Karundeng, Babinsa Lolah Tiga, mandor pembangunan Jhoni Onibala serta disaksikan pengurus koperasi, dan undangan lainnya.
Pengerjaan proyek yang dilakukan kontraktor yang ditunjuk oleh Pusat ini dipantau oleh Kasdam XIII/Mdk Brigjen Yustinus Nono Yulianto dan staf serta Dandim 1302 Minahasa Letkol inf. Bonaventura Ageng Fajar Santoso dan staf pada Rabu (19/11/2025).
Kasdam XIII/Mdk Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto dan Dandim 1302/Miinahasa Letkol inf. Bonaventura Ageng Fajar Santoso dan staf saat melakukan peninjauan di lokasi pembangunan gedung KDMP Lolah Tiga
Dalam percakapan dengan Meimonees.com, Jumat (21/11/2025) sore, Rasuh menjelaskan, pembangunan gedung ini akan selesai 31 Januari 2025, dan renacana peresmiannya akan dilakukan secara serentak secara nasional pada awal Maret 2026.
Menurutnya, ada sekitar 80.000 koperasi yang pembangunan gedungnya akan diresmikan pada tahap pertama, Di Sulut sendiri ada sekitar 38 koperasi di mana Lolah Tiga adalah satu-satunya di Minahasa. (Fer)
Meimonews.com – Desa Lolah Tiga Kecamatan Tombariri Timur Kabupaten Minahasa genap berusia 15 tahun pada 19 September 2023. Memperingati hari jadi tersebut, Panitia HUT yang diketuai Constansi Pontoh (Ketua TP PKK Desa Lolah Tiga) menggelar perayaan syukur di kantor Hukum Tua, Selasa (19/9/2023).
Beberapa acara bersifat kekeluargaan termasuk dansa polinise yang dihadiri perangkat desa, organisasi/lembaga tingkat desa, dan sejumlah warga desa yang tersebar di tujuh jaga diselenggarakan, yang diawali Misa Syukur yang dipimpin Pastor Marson Pungis Pr (Pastor Paroki Maria Ratu Pencinta Damai Lolah).
Sejumlah pimpinan denominasi agama hadir dan ikut terlibat dalam perayaan yang juga turut dihadiri guru sekolah/ASN, mantan-mantan Hukum Tua Desa Lolah Raya (Lolah, Lolah Satu, Lolah Dua dan Lolah Tiga) dan perintis berdirinya desa hasil pemekaran Desa Lolah ini serta undangan lainnya.
Pastor Pungis mengingatkan kebersamaan yang ada dalam masyarakat desa hendaknya terus dijaga dan ditingkatkan untuk kemajuan bersama. Kebersamaan itu juga diharapkan ada dalam upaya mensejahterakan warga yang ada di desa ini.
Pastor Marson Pungis Pr saat memimpin misa syukur
“Kesejahteraan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi bersama baik pemerintah maupun masyarakat,” ujar Pastor Pungis dan juga menambahkan, Desa Lolah Tiga bisa seperti saat ini (berusia 15 tahun) karena adanya kebersamaan dari semua pihak.
Hukum Tua Desa Lolah Tiga Markus Paulus Rasuh dalam sambutannya mengungkapkan, kita patut bersyukur karena atas anugerah yang diberikan Tuhan kita semua bisa merayakan 15 tahun berdirinya desa ini.
Hukum Tua Desa Lolah Tiga Markus Paulus Rasuh sedang membawakan sambutan
Sejak berdirinya (mekar dari desa Lolah) desa ini, perayaan syukur seperti ini baru dua kali diadakan yakni pada satu tahun berdiri (tahun 2009) dan yang kedua yakni pada saat ini (tahun 2023).
Saat peringatan pertama, dilaksanakan lebih sederhana dari peringatan yang kedua ini karena memiliki keterbatasan. Peringatan kedua, dilaksanakan secara sederhana tapi meriah karena sudah banyak perubahan karena adanya peningkatan termasuk fasilitas yang ada.
Salah satu perintis berdirinya Desa Lolah Tiga Motulo diminta Hukum Tua Desa Lolah Tiga untuk memberikan sambutan
Ditegaskan, kalau peringatan pertama (2009) ibadah syukurnya dipimpin oleh pendeta (dari GMIM), saat ini oleh Pastor Marson Pungis (dari agama Katolik). “Perayaan berikut akan dipimpin oleh pemimpin dari agama lain,” ujarnya.
Keberagaman dan kebersamaan seperti ini, sebutnya, akan terus dijaga dan ditingkatkan di waktu-waktu mendatang.
Penyerahan kue HUT berupa nasi jaha oleh Hukum Tua dan Ketua Panitia kepada beberapa undangan khusus
Mengutip kotbah Pastor Pungis saat Misa Syukur, Rasuh mengingatkan agar kebersamaan dalam kekeluargaan yang ada di masyarakat, kiranya terus dipelihara dengan baik. “Kalu torang ndak baku-baku sayang, torang ndak baku-baku dapa,” tandasnya.
Sejumlah lansia desa turut memeriahkan acara
Pada saat perayaan syukur tahun 2009, sebutnya, tua-tua, perintis desa ini atau mereka yang hadir pada saat itu, terlihat juga hadir pada perayaan syukur kali ini. Ini sungguh luar biasa.
Ke depannya, kebersamaan, kekeluargaan, cinta dan kasih sayang yang telah terlihat ini, harapnya, kiranya terus terjaga dan dipelihara. “Itu kalu torang pupuk terus maka akan berdampak luar biasa bagi regenerasi mendatang,” ujarnya. (lk)