Meimonews.com – Sulawesi Utara (Sulut) memiliki potensi sumberdaya alam (SDA) yang melimpah dari sektor pertanian, perkebunsn, perikanan kelautan, pertambangan dan pariwisata.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan sumberdaya manusia (SDM) guna mengelola potensi yang dimiliki untuk kemajuan Sulut ke depan. Makanya, para akademisi Universitas Negeri Manado (Unima) ditantang untuk berkolaborasi dalam beberapa hal.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus ketika menjadi salah satu narasumber Rapat Kerja (Raker) Unima di Aula Training Center Unima, Kamis (21/8/2025).

Dalam hal pengelolaan SDA tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut sudah memasukkan arah kebijakan pembangunannya dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Daerah (RPJMP) Sulut tahun 2025-2030, yang saat ini sementara berproses.

Dikemukakan, RTRW di daerah ini sudah terlalu lama (sekian puluh tahun) tidak diubah, walau telah banyak yang berubah di lapangan. Yang tadinya sawah telah menjadi tempat hunian/pemukiman, pasar, jalan dan lain sebagainya.

Pemprov Sulut telah berjuang untuk sesegera RTRW ini diubah, disinkronisasikan dari bawah sampai dengan pusat. Berangkat dari RTRW ini, Sulawesi Utara ke depan mau jadi apa ? Kita bikin apa Sulut ini ?

“Kalau kita tidak berpedoman pada RTRW maka Sulut akan tertinggal terus. Mengapa ? Investor malas mau datang karena tidak ada kepastian hukum (di daerah yang akan didatangi – Red). Jangan sampai ketika membangun investasi akan dikomplain karena tidak sesuai dengan RTRW,” ujar Gubernur pada kegiatsn yang dipandu Rektor Unima Joseph Philip Kambey di dampingi Irjen Kemdiktisaintek Chatarina Muliana.

Maka, sambung mantan Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Keamanan Cyber dan Informatika ini RTRW sangat penting sekali sehingga ia berharap agar prosesnya cepat tuntas.

Disebutkan, tanggal 28 finalisasi di Kementerian ATR di level pusat dan di Sulut sedang dalam proses finalisasi dengan DPRD Sulut dan Pusat. Karena ini akan menjadi dasar kita menyusun RPJMP selama lima tahun.

“Bila RTRW belum selesai maka RPJMP tidak sah. Karena dasar hukum RPJMP pembangunsn Sulut berdasar pada RTRW,” tandas mantan Danrem 171 Papua Barat dan Kabinda Kepulauan Riau.

Khusus bidang pertambangan, Gubernur mengungkapkan, Sulawes Utara menurut infornasi akan mendapat 30 blok. Kalau 1 blok 100 hektar maka 30 blok mendapat 3000 hektar. Kalau 3000 hektar kita kelola dengan baik maka ini dasyat.

Ini, menurut Gubernur, peluang bagi perguruan tinggi khususnya Unima untuk mendapat peluang ikut betkontribusi. Unima, khususnya dosen-dosen ditantang untuk berkontribusi secara langsung. Banyak lapangan pekerjaan di Sulawesi Utara.

Perguruan tinggi termasuk Unima diajak untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Para akademisi diajak untuk saling share, memback-up, saling memberikan masukkan.

Menurutnya, tugas dosen adalah menyiapkan mahasiswa yang siap bekerja. Tugas Pemeruntah adalah menyediakan lapangan pekerjaanya. Ini pembagian tugas yang fair.

Ditegaskan, banyak ruang bisa dikerjasamakan. Kolabirasi itu tidak saja hanya di bidang pertambangan. Ada bidang-bidang lain juga.

Di bidang pendidikan, karena guru-guru kurang, diminta untuk berkolabirasi. Banyak guru-guru yang sudah pensiun. Semalam saya menandatangani SK guru-guru yang pensiun. Pertanyaannya, bagaiamana menggantinya ?

“Mari Unina bersana- sama derngan Pemerintah Daerah, berkolaborasi terkaut dengan sumberdaya alam kita,” ujarnya seraya menyebut potensi-potensi tersebut di hadapan hampir 300 peserta pada kegiatan yang diketuai Donal Matheos Ratu (Wakil Rektor 2).

Potensi ini yang kita miliki, yang bisa nenciptakan lapangan pekerjaan. Banyak lahan-lahan tidur, seperti di KEK, yang bila dimanfaatkan seperti menaman jagung maka bisa menghasilkan angka yang cukup besar. Miliaran.

SDA ada tinggal bagaimana SDMnya ? Para akademisi termasuk yang ada di Unima diharapkan berkolaborasi untuk itu Jangan lulus dari PT tapi tidak siap pakai.

Kolaborasi pemerintah dengan akademisi ini, menurut Wadan Group 1 Kopassus dan Waas Intel Kopassus ini, sangat dibutuhkan.

Gubernur membuka ruang untuk berkolaborasi, berdiskusi, bisa menghasilkan ide-ide kreatif dari para akademisi perguruan tinggi di Sulut khususnya Unima di mana ia adalah Ketua Dewan Penyantun.

Diketahui (Baca : Buka Raker Unima, Irjen Kemdiktisaintek :Unima Memiliki Peran Penting sebagai Lokomotif Transformasi PT di Kawasan Timur Indonesia), Raker Unima yang dibuka pelaksanaanya oleh Irjen Kemdiktisaintek Chatarina Muliana ini menampilkan beberapa narasumber, selain Gubernur Sulut.

Mereka adalah Irien Kemdiktisaintek, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali, Kepala KPN Manado Saripudin, dan Dirjen Dikti Kemdiktisaintek Khairul Munadi.

Bertindak sebagai moderator para Wakil Rektior yakni Warek 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Vivi W. Saroinsong serta Kepala Biro Kepegawaian, Keuangan dan Umum Meyke Rangkang, sementara pembawa acara Sekretaris Rektor Marcia Imelda Watulingas.

Turut hadir pada acara pembukaan dan pemaparan materi Gubernur Sulut, sejumlah pejabat eselon 2 Pemprov Sulut di antaranya Asisten 1 Denny Mangala dan Kepala Kesbangpol Johnny Suak. (FA)

Meimonews com – Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 telah sukses digelar Pemerintah Kota Tomohon dengan dukungan banyak pihak.

Kegiatan ini sangat meriah dan mendapat banyak perhatian baik dari daerah Sulut maupun daerah luar Sulut bahkan internasional.

Agenda utama TIFF 2025 adalah Tournament of Mind Blowing (parade kendaraan hias dengan beragam jenis bunga) yang dilaksanakan, Sabtu (9/8/2025)

Parade kendaraan hias diikuti dari Kemenpar, Pemprov DKI Jakarta, dan perusahaan swasta, usaha, sementara parade bunga internasional diikuti oleh beberapa negara yakni Amerika Serikat, Jepang, Turki, Albania, dan Filipina.

TIFF juga dimeriahkan oleh perwakilan beberapa daerah di Sulawesi Utara, sektor, perusahaan swasta, lembaga nasional, serta kolaborasi dengan fashion carnival, kelompok drum band, dan beragam atraksi lainnya.

Ketum DPP RGPI   Danil Hidayat foto bersama Waketum DPP RGPI Deitje M. Mawuntu saat parade

Rute ToF dimulai dari show window Kakaskasen lalu menuju ke pusat Kota Tomohon, dan berakhir di Stadion Babe Palar Walian Tomohon Selatan.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Wardhana ini bener-benar sebuah turnamen yang menakjubkan.

Ribuan pasang mata yang datang menonton langsung maupun secara live streaming, menyaksikan 29 float kendaraan hias bunga lokal Tomohon yang mempesona, tarian kolosal, marching band, atraksi seni dan budaya serta kostum karya kreatif dan inovatif.

Waketum DPP RGPI Deitje M. Mawuntu foto bersama Walikota Tomohon Carol D. Senduk

Iven ini membanggakan dan menjadi sebuah iven yang inklusif. Olehnya, Kemenpar akan mendorong iven ini ke pasar internasional

Menteri Pariwisata (Mempar) dalam sambutannya sekaligus membuka dengan resmi gelaran TIFF ini, memberi apresiasi atas keberlanjutan festival ini. “Kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kota Tomohon khususnya, saya memberi apresiasi atas dedikasi dan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan festival ini” ujarnya

Semangat kolaborasi in, sebutnya, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam membangun even unggulan pariwisata.

Mempar menegaskan, kalau iven TIFF terpilih kembali sebagai bagian dari Kharisma EventRahawali  Nasional (KEN) untuk ke empat kalinya secara berturut-turut, sebuah pencapaian yang membanggakan.

TIFF, menurut Menpar, telah menciptakan multyplier effect yang berdampak bagi masyarakat langsung yang menarik banyak pengunjung ke-arah festival dan ke destinasi-destinasi wisata lainnya di Tomohon.

Dampak KEN, berdasarkan analisis tahun 2024, TIFF mencatat lebih dari 300 ribu pengunjung dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp. 92 miliar. “Ini membuktikan, TIFF menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kemenpar akan terus mendukung dan melakukan promosi TIFF yang lebih luas ke pasar internasional,” ujarnya.

Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan bahwa Tomohon akan terus menjadi Kota Bunga yang menjadi ikon daerah, bahkan ikon Indonesia. Menurutnya, TIFF adalah bukti kekuatan kolaborasi antara petani, pelaku pariwisata dan pemerintah.

Gubernur menekankan pentingnya memperluas akses pasar, teknologi, serta dukungan bagi pelaku ekonomi, sehingga prestasi ini dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menguungkapkan, parade ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan keindahan bunga, tetapi juga menjadi momentum lahirnya kerjasama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Tomohon.

Kolaborasi tersebut meliputi pertukaran budaya, promosi pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Menariknya, di iven ini, satu-satunya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menjadi peserta Tournament of Mind Blowing Meriahkan TIFF 2025 adalah RGPI (Rajawali Garda Pemuda Indonesia).

RGPI merupakan ormas pemuda yang terlahir untuk pemersatu anak bangsa, yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, kesehatan, pendidikan, UMKM dan peduli seni dan budaya bangsa Indonesia.

Wakil Ketua Umum DPP RGPI Deitje W. Mawuntu kepada Meimonews.com menjelaskan, RGPI terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam TIFF ke-13 Tahun 2025 ini, karena tergugah dengan temanya yakni United to be Great (Bersatu untuk Menjadi Lebih Hebat).

Tema ini, menurutnya, mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan, menjadikan keberagamanan sebagai kekuatan untuk terus berkarya dan membangun negeri. “Hal ini terkait dengan visi dan misi RGPI,” ,ujar Deitje, yang bersama Ketua Umum TB Danil Hidayat mendirikan RGPI 4 tahun lalu.

Kang Danil (sapaan akrab CEO Rajawali Investment ini) dan rombongan dari Jakarta hadir langsung pada TIFF dan rangkaian kegiatannya.

Float RGPI mengambil tema kendaraan hiasnya yaitu lambang burung rajawali yang terletak di atas bukit areal tambang yang merupakan main business dari PT Rajawali Investment dan lambang ormas RGPI sebagai satu kesatuan yang menyalurkan program CSR dari perusahaan PT Rajawali Investment.

Seluruh bunga yang digunakan berasal dari petani Tomohon, sementara para dekorator adalah putra-putri daerah, di mana float RGPI dekoratornya adalah David Wempie Karel Senduk.

Deitje yang adalah salah satu tokoh Pendiri Kota Tomohon 25 tahun silam, mengajak CEO Rajawali Investment untuk turutserta dalam Iven tahunan ini. Karena hampir setiap tahun Iven serupa, ia selalu terundang sebagai bagian dari tokoh pendiri kota ini.

“Saya berterima kasih kepada Ketum DPP RGPI atas kesediaannya hadir dan berpartisipasi untuk yang pertama kalinya di iven TIFF di Kota kami. Semoga di kegiatsnnserupa tahun depan, kami bisa mengambil bagian lagi untuk ikut serta,” ujarnya.

Selain bisa menghadiri iven ini, Danil bisa berwisata menikmati keindahan di kota ini serta menyempatkan hadir di Tondano Kabupaten Minahasa untuk membawa Program Mampir ke Sekolah untuk membantu anak-anak yang kurang mampu, dengan nilai bantuan tunai langsung puluhan juta dan bentuk bantuan lainnya untuk anak-anak didik dan guru atau pendidik di sekolah yang dijambangi Ketum RGPI.

“Selamat Kota Tomohon atas diraihnya Piagam Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata RI yang menegaskan TIFF sebagai ajang kreatif dengan dampak ekonomi dan sosial yang nyata” ujar kang Danil (panggilan akrab CEO Rajawali Internasional)

Di acara penutupan perhelatan yang sangat berkesan ini, Selasa (12/8/2025) , Deitje menyampaikan terima kasih atas undangan dari Pemerintah Kota Tomohon, lewat Ketua Panitia Vonni J. Pangemanan, dan juga kepada rekan-rekan pengurus RGPI Suiut yang dikoordinir Ari Hasan, dibantu para pengurus seperti Jemmy Lumintang, Jusak Poludu, Loy Mawuntu, Yopy Rondonuwu, Fredy Mawuntu, Robby Mawikere, dan Mutiara Monica yang sudah hadir dan berkontribusi dalam menunjang keikutsertaan Float RGPI. (elka)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus memberikan Kuliah Umum di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Senin (11/8/2025).

Dalam kuliah umum ini, Gubernur memaparkan Pokok-pokok pikiran Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jang Panjang (RPJMP) Sulawesi Utara kepada para akademisi, mahasiswa, dan jajaran pimpinan universitas.

Gubernur menjelaskan visi, misi, dan strategi utama yang akan menjadi fondasi pembangunan Sulawesi Utara dalam beberapa dekade mendatang.

Di momen tersebut, Gubernur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara dan Universitas Sam Ratulangi untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang lebih maju.

 

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya menjelaskan, kuliah umum ini memiliki makna yang sangat penting dan menjadi acuan dalam merancang serta menyesuaikan program pendidikan yang relevan dan aplikatif.

Rektor berharap kuliah umum ini menjadi wadah yang memperkuat sinergi antara Pemrov Sulut dan Universitas Sam Ratulangi dalam menciptakan ekosistem kolaboratif mendukung terwujudnya Sulawesi Utara maju, mandiri dan berdaya saing global. (FA)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-61 Provinsi Sulut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) di bawah kepemimpinan Mayjen (Purn) Yulius Selvanus dan Johanis Victor Mailangkay (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut) mengeluarkan kebijakan terkait dengan keringanan pajak.

Kado khusus bagi masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini diberikan Pemrov Sulut lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut di bawah pimpinan June E. Silangen (Kepala) dengan nama Program Keringanan Pajak Merah Putih.

Peluncuran program ini dilakukan Gubernur Sulut bersamaan dengan pencanangan rangkaian kegiatan memperingsti HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang diadakan di halaman kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus, Manado, Jumat (8/8/2025).

Hadir acara ini, antara lain Forkopimda Sulut, pejabat tinggi pratama Pemprov Sulut, Ditlantas Polda Sulut, pimpinan Jasa Raharja Sulut, pimpinan dan staf Bapenda Sulut serta perwakilan masyarakat.

“Program ini berlangsung sejak dilaunching/diluncurkan hingga September 2025,” ujar Kepala Bapenda Sulut kepada Meimonews.com, usai acara launching/peluncuran.

Adapun rincian keringanan pajak dalam program ini, sebut Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel yang dihubungi terpisah, ada lima poin/item.

Pertama, diskon PKB 50 persen masa pajak tahun 2024 ke bawah; kedua, diskon PKB 12,5 persen dan diskon Opsen PKB 35 persen masa pajak mulai 5 Januari 2025 yang tidak memiliki tunggakan pajak di tahun-tahun sebelumnya.

Ketiga, pembebasan denda PKB 100 persen; keempat, pembebasan pengenaan tarif PKB progresif; kelima, pembebasan denda SWDKLLJ tahun lalu dan tahun-tahun lalu.

Kebijakan ini, jelas June, dikeluarkan sebagai wujud komitmen Pemprov Sulut untuk membantu/meringankan pembayaran pajak oleh warga di daerah ini.

“Jangan lewatkan kesempatan berharga ini. Manfaatkan sekarang juga, !” ajak pejabat kreatif dan rajin turun lapangan ini. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polda Sulut menggelar upacara dan syukuran, Selasa (1/7/2025). Upacara diadakan di Halaman Kantor Gubernur Sulut sementara syukuran di Aula Mapalus kantor Gubernur Sulut

Upacara yang dipimpin (Inspektur Upacara) Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus s di dampingi Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie ini dihadiri Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay,, Forkopimda Sulut, para pejabat TNI-Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait, Bhayangkari, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Sedangkan peserta upacara terdiri dari personil TNI-Polri, PNS Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja, Senkom, Ormas serta Pramuka.

Rangkaian kegiatan upacara di antaranya ditandai dengan pemeriksaan pasukan, penghormatan kepada pataka Polda Sulut, mengheningkan cipta, pengucapan Tribrata, penganugerahan tanda penghargaan serta doa.

Usai upacara, dilanjutkan dengan peragaan kemampuan Polri oleh personil, defiley, peninjauan bazar UMKM dan syukuran.

Syukuran diisi dengan beberapa acara yaitu penampilan grup musik kolintang, Tarian Maengket, penampilan polisi cilik (Pocil) Polres Minut, pemutaran selayang pandang Hari Bhayangkara ke-79, pemotongan tumpeng, pemberian penghargaan atas prestasi olahraga, penyerahan hadiah lomba Hari Bhayangkara dan penyerahan bansos secara simbolis.

“Hari ini hari yang berbahagia, hari yang penuh semangat. Tentunya, kami semua yang ada di Sulawesi Utara kami semua sangat bersyukur banyak yang telah dilakukan Polri untuk masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Gubernur.

Menurutnya, selain kegiatan kamtibmas, banyak juga kegiatan yang telah dilakukan Polri khususnya Polda Sulut dalam bidang sosial.

“Saya sebagai gubernur sangat berterima kasih kepada Polri atas karya-karya dan jasa serta dedikasinya selama ini. Selamat Hari Bhayangkara ke-79, Polri untuk Masyarakat,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Doktor, Magister, PPDSp-1, Profesi dan Sarjana di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (19/6/2025).

Ada sebanyak 646 wisudawan yang telah menyelesaikan program akademiknya yang diwisuda pada Gelombang VI Tahun Akademik (TA) 2024-2025 ini.

Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan 646 wisudawan yang telah menuntaskan perjuangan akademik, bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi buah dari doa dan dukungan orang tua, keluarga, dosen serta seluruh pihak yang mendampingi selama proses akademik.

Rektor mengingatkan, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah awal dari kontribusi nyata kalian ditengah masyarakat dengan membawa perubahan positif, tidak hanya diri sendiri tapi juga bagi bangsa dan dunia.

Rektor berharap, dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di Universitas Sam Ratulangi ini, menjadi bekal berharga dalam menapaki masa depan.

Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alaexander Sompie saat memberikan sambutan

Gubenur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus yang diwakili Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Sulut Novita Lumintang dalam sambutannya mengatakan, hari ini dalam ruang yang penuh sukacita dan rasa syukur, kita menyaksikan cahaya-cahaya itu bersinar terang, melalui para wisudawan dan wisudawati Universitas Sam Ratulangi yang telah berhasil menyelesaikan satu tahap penting dalam perjalanan hidup mereka.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Unsrat yang telah menunjukkan konsisten dan komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan terselenggaranya wisuda ke – VI di tahun akademik ini.

Unsrat kembali membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi yang aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan misi strategis pembangunan Pemerintah Provinsi saat ini untuk menuju Sulawesi Utara maju sejahtera dan berkelanjutan. (FA)

Meimonews,com – Polda Sulut dan jajaran turut berpartisipasi dalam Apel Bersama dan Aksi Bersih Sampah Plastik pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yang dilaksanakan di Pantai Karangria, Manado, Kamis (5/6/2025).

Ratusan personil gabungan Polri dikerahkan pada kegiatan bertemakan Hentikan polusi plastik tersebut.

Apel Bersama dan Aksi Bersih Sampah Plastik yang dipimpin Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus ini dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie, Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait, Forkopimda Sulut dan undangan lainnya.

Pada apel tersebut, Gubernur Sulut membacakan sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq.

Usai membacakan sambutan, Gubernur Sulut menyerahkan peralatan kebersihan secara simbolis kepada perwakilan peserta apel.

Setelah itu, Gubernur bersama Forkopimda, tamu undangan dan juga seluruh peserta di antaranya terdiri dari personill TNI, Polri, PNS, masyarakat, dan lainnya, membersihkan sampah-sampah di pesisir Pantai Karangria.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait turut mengangkat sampah

Gubernur mengatakan, masyarakat diajak meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Masyarakat harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik, baik itu di sungai, laut maupun di darat. Kita harus membuang sampah pada tempatnya. Selanjutnya, pemerintah daerah akan bertugas untuk mengangkut ke TPA,” kata Gubernur di sela-sela kegiatan.

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Sulut, terutama Gen Z, untuk berpartisipasi dan menggelorakan kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya ingin mereka, melalui media sosial agar mempromosikan, mengajak teman-teman lainnya dan juga masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Jaga bumi, dan bumi akan menjaga kita,” ujar Gubernur. (AF)

Meimonews.com – Proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional dan Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025 telah selesai dilaksanakan dengan lancar dan tertib sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Proses seleksi ini berlangsung di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Malalayang, Kota Manado, Senin-Jumat (5-9/5/2025).

Proses seleksi dipimpin Ketua Umum Tim Seleksi yang dijabat Sekda Sulut sedangkan pelaksana harian dipercayakan kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Sulut Johnny Alexander Suak berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Komposisi ini sama dengan proses seleksi tahun sebelumnya.

Pada sesi akhir seleksi, Gubernur Sulut melakukan penilaian akhir langsung terhadap 5 Besar Putra dan Putri Calon Paskibraka Tingkat Nasional dan Provinsi bersama Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay dan Asisten I Setdaprov Denny Mangala.

Penilaian terakhir dilakukan dalam sidang penetapan akhir yang memutuskan, menentukan 3 pasang calon Paskibraka (putra dan putri) yang akan mewakili Sulut di Tingkat Nasional dan dikirim ke BPIP; menetapkan 2 pasang cadangan; melengkapi formasi 30 calon Paskibraka Tingkat Provinsi yang akan bertugas pada Upacara HUT ke-80 RI di Provinsi Sulut.

Seleksi calon Paskibraka tingkat nasional dan provinsi dilaksanakan melalui serangkaian tahapan ketat yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), Parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Tes Kesamaptaan, Psikotes, Wawancara Kepribadian, dan Pemeriksaan Kesehatan dan Pantukhir.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara DPPI Sulut, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulut, unsur TNI-Polri, serta Badan Kesbangpo Sulut yang diawasi Jackson (BPIP) dan Ayu (DPPI Pusat).

Hasil lima terbaik masing-masing kategori adalah untuk kategori putra (urutan pertama hingga kelima) adalah Marfel Christian Polii – SMA Negeri 1 Langowan (Kabupaten Minahasa), Arjen Constanti Sumilat – SMA Negeri 1 Tomohon (Kota Tomohon), Efrata Imanuel Sumeisey – SMA Negeri 1 Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara), Agusrianto Diawang – SMA Negeri 1 Beo (Kabupaten Kepulauan Talaud)
5. Firji Beeg – SMA Negeri 1 Kotabunan (Kabupaten Bolaang Mongondouw Timur).

Untuk kategori putri adalah Queenza Violetta Ugul – SMA Kristen Kotamobagu (Kota Kotamobagu), Queenfelisa Agatha Lasut – SMA Lentera Harapan Sangihe (Kabupaten Kepulauan Sangihe), Bianca Alessia Christabella Lantang – SMA Lentera Harapan Tomohon (Kota Tomohon), Marsya Lamusu – MAN 1 Bolaang Mongondow (Kabupaten Bolaang Mongondouw), dan Nadila Lovely Emmanuela Sompie – SMA Negeri 2 Bitung (Kota Bitung).

Tiga calon Paskibraka yang terpilih untuk mewakili Sulut di tingkat nasional adalah Arjen Constanti Sumilat, Efrata Imanuel Sumeisey dan Firji Beeg.

“Proses seleksi ini sangat transparan dan tanpa adanya intervensi karena merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulut melalui Badan Kesbangpol Sulut dalam pembinaan generasi muda berkarakter dan berjiwa nasionalis,” ujar Kepala Kesbangpol Sulut Johnny Alexander Suak kepada Meimonews.com, Sabtu (10/5/2025). (alex)

Meimonews.com – Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD) Sulut periode 2025-2030 dilantik.

Pelantikan yang dilakukan Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus ini berlangsung di Wisna Negara Bumi Beringin Manado, Rabu (7/5/2025). Turut hadir di antaranya Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay dan Plh. Sekprov Sulut Tahlis Gallang.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sulut Jeanny Yola Winokan dilantik sebagai Wakil Sekretaris II TP Posyandu Sulut dan Koordinator Komisi Koordinasi dan Kerjasama Kemitraan Pokja Bunda PAUD Sulut.

Anik Fitri Wandriani selaku Ketua Tim Pembina Posyandu dan Ketua Pokja Bunda PAUD Sulut berharap enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat terpenuhi,

Keenam SPM tersebut mencakup layanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan takyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan sosial hingga ke desa dan kelurahan.

Posyandu dan PAUD memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung tumbuhkembang anak.

Posyandu fokus pada layanan kesehatan, gizi, dan imunisasi, sementara PAUD memberikan stimulasi dan pendidikan awal yang mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak.

Keduanya penting untuk memastikan anak mendapatkan perawatan dan pendidikan yang optimal sejak usia dini. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Program 3 Juta Rumah di Sulawesi Utara, di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (16/4/2025).

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, Kepala Daerah se-Sulawesi Utara, serta undangan lainnya.

Program 3 Juta Rumah ini merupakan inisiatif Pemerintah Pusat yang dijalankan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia dalam rangka mengatasi backlog perumahan serta menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dalam implementasinya, Pemerintah mengusung sejumlah strategi utama, antara lain transparansi, optimalisasi aset negara, inovasi pembiayaan, serta dukungan kebijakan melalui pelonggaran regulasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau. (Afer)