Meimonews.com -Kontribusi dan dampak signifikan bagi daerah Sulawesi Utara pada khususnya dan negara pada umumnya telah diberikan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat melalaui tridharma perguruan tinggi selama 67 tahun kehadirannya.

Hal tersebut diungkap Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 1 Arthur Gehart Pinaria pada sidang senat terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-67 Faked Unsrat yang dipimpin Linda WA Rotty di aula fakultas, Kamis (11/6/2026).

Kontribusi besar Faked Unsrat bagi daerah dan menargetkan fakultas ini, menurut Rektor, semakin unggul ke depan.

“Faked Unsrat telah memberikan dampak signifikan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama 67 tahun,” ujar Pinaria mengutip Rektor pada acara yang turut dihadiri antara lain Wakil Walikota Manado Richad Sualang dan istri (Merry Mawardi).

Dies natalis ke-67 ini bukan usia singkat. Faked Unsrat sudah terbukti menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan baik.

“Ke depan kami dorong peningkatan riset dan penjagaan kualitas lulusan agar semakin kompetitif,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik.

Wakil Walikota Manado Richard Sualang dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota Manado mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Faked Unsrat yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor kesehatan, termasuk melalui para alumninya yang mengabdi di berbagai unit kerja dan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Manado.

“Semoga Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi senantiasa tetap jaya dan terus menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Wakil Walikota Manado.

Pemkot Manado berharap fakultas ini terus menjadi institusi pendidikan yang unggul dalam mencetak tenaga medis yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam laporannya, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson mengurai kondisi fakultas saat ini baik mulai dari visi dan misi fakultas, akreditasi progam studi, bidang pendidikan, penelitian, kerjasama, pengabdian pada masyarakat, bidang keuangan dan umum, serta bidang kemahasiswaan.

Saat ini, sudah ada 18 program studi (Prodi) di Faked Unsrat di mana 2 prodi baru diresmikan pada Maret 2026 sehingga belum diakreditasi. 16 prodi lainnya yang sudah terakreditasi dengan perincian 10 akreditasi unggul dan 6 baik sekali.

Jumlah mahasiswa per April 2026 sebanyak 2084 orang. Jumlah dosen tetap 217 orang.

Sejumlah keberhasilan yang dicapai selang setahun terakhir khususnya di bidang kemahasiswaan serta komitmen fakultas dengan visi Menjadi Fakultas Kedokteran unggul dan berbudaya yang berdaya saing di bidang kesehatan pariwisata tahun 2030 dipapar mantan Wakil Rektor Unsrat ini. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menggelar pembukaan kegiatan menyambut Dies Natalis ke-67 yang dipusatkan di kompleks fakultas, Sabtu (25/4/2026).

Sejumlah kegiatan diadakan di acara pembukaan yang diawali pelepasan jalan sehat oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Kegiatan tersebut adalah lomba yel-yel, senam line dance, mediquiz, lomba poster dan pameran lukisan bagian forensik.

Turut hadir pada kegiatan yang diikuti pimpinan dan sivitas akademika Faked Unsrat adalah dekan atau perwakilan dari beberapa fakultas di lingkungan Unsrat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat mengingatkan, 67 tahun bukan sekedar angka. Ini adalah perjalanan panjang yang hanya bermakna jika menghasilkan dampak.

“Kita tidak hanya sedang mencetak lulusan, namun kita sedang membentuk dokter yang berintegritas dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya,

Rektor berharap, momentum dies natalis ini bukan sekedar perayaan, tetapi titik akselerasi, bukan sekadar refleksi, tetapi keputusan untuk melangkah lebih jauh, dan bukan sekadar bertahan tapi memimpin dan memberi dampak.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel dalam sambutannya menjelaskan antara lain upaya yang dilakukan institusi yang dipimpinnya dalam meraih dan mempertahankan status akreditasi unggul program studi-program studi di Faked Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Setelah melalui proses berjenjang dan serius, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam (interna) Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado bisa lagi melanjutkan pendidikan di RSUP Prof. Dr. RD Kandou.

Hal tersebut terjadi setelah adanya pertemuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktiristek) dengan RSUP Kandou dan Unsrat Manado di Aula Lantai 2 Kantor Administrasi RSUP Kandou, Rabu (28/5/2025).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes RI AzharJaya, Direktur Tata Kelola Sunarto, Inspektur Investigasi Albertus Windarto, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, dan Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel.

Dari RSUP Kandou hadir Plt. Direktur Utama Yuli Astuti Saripawan, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) Jehezkiel Panjaitan, Plt. Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian Suwandi Luneto, Direktur Layanan Operasional Wega Sukanto, dan Direktur Perencanaan Keuangan dan Barang Milik Negara Erwin Sondang.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes menyambut baik dan mengapresiasi upaya dari Unsrat dan RSUP Kandou tersebut. “Ini merupakan langkah awal untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia, dalam rangka menghapuskan bullying,” ujarnya.

Walau demikian, kata dia, hal ini jangan sampai disalahartikan. Sebab, bukan berarti sistem pendidikan di Indonesia tidak baik, hanya saja yang ingin dihapus adalah soal perundungannya. “Pendidikannya sudah baik, namun akan lebih baik lagi dengan tidak adanya bullying,” ujarnya,

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengatakan, PPDS Ilmu Penyakit Dalam memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan akan tenaga medis yang berkualitas, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara.

Rektor mengajak kita semua menjaga momentum positif, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan demi kemajuan bangsa.

Plt. Direktur Umum RSUP Kandou dalam sambutannya menegaskan bagaimana komitmen kedepannya untuk memastikan di lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan itu berjalan dengan semestinya dan lebih baik lagi.

“Kedepannya diharapkan ini akan mencerminkan bagaimana memastikan perundungan tidak terjadi lagi,” ujarnya.(Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, mempresentasikan rencana aksi strategis untuk memberantas perundungan (bullying) di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), khususnya Ilmu Penyakit Dalam di Aula rumah sakit, Senin (26/5/2025)

Presentasi tersebut menandai komitmen kuat kedua institusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat dan kondusif bagi para peserta didik.

Presentasi ini berfokus pada pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kasus perundungan.

Rencana aksi ini mencakup peningkatan edukasi dan kesadaran akan dampak perundungan, penyediaan mekanisme pelaporan yang mudah dan aman, penguatan pengawasan, serta penegakan sanksi yang tegas bagi pelaku perundungan.

Plt. Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Yuli Astuti Saripawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Faked Unsrat atas kehadiran dan dukungan penuh dalam sosialisasi rencana aksi ini.

Astuti berharap kerjasama yang erat ini akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi peserta didik PPDS di RSUP Kandou.

“Dengan adanya rencana aksi ini, kami berharap Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kemenkes dapat memonitor niat baik kita bersama, sehingga prodi Ilmu Penyakit Dalam dapat kembali beroperasi optimal di RSUP Kandou,” ujarnya.

Ditambahkan, komunikasi dan koordinasi yang intensif akan terus dijaga untuk memantau perkembangan pendidikan di RSUP Kandou dan jejaring Faked Unsrat Manado. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas implementasi rencana aksi yang telah disepakati.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnso Kepel menyatakan bahwa rencana aksi ini merupakan hasil proses yang panjang dan telah menunjukkan progres signifikan. Ia menekankan komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan yang ada, baik dalam proses pendidikan maupun pelayanan di RSUP Kandou.

“Kerjasama ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya seraya menambahkan, pihaknya optimistis bahwa dengan kolaborasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan dan mendukung perkembangan para dokter spesialis masa depan.

RSUP Kandou dan Faked Unsrat berharap implementasi rencana aksi ini akan membawa perubahan budaya positif di lingkungan PPDS, memungkinkan para dokter spesialis masa depan berkembang optimal tanpa terbebani oleh praktik perundungan. Keberhasilan program ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado bersama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar rapat koordinasi (rakor) di ruang webinar RSUP Kandou, Rabu (23/4/2025).

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya dengan Inspektorat Jenderal dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes serta Kemendiktiristek,

Yang menjadi f‎okus utama pertemuan kali ini adalah penguatan sinergi kedua institusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam.

RSUP Kandou dan Faked Unsrat menyepakati pentingnya penyelarasan regulasi dan komitmen untuk bersama-sama mencetak dokter spesialis yang kompeten dan siap melayani masyarakat.

 

Plh Direktur Utama RSUP Kandou Ns. Suwandi I. Luneto menekankan, rencana aksi yang disusun bersama Faked Unsrat bertujuan untuk menyamakan persepsi dan implementasi regulasi yang berlaku di masing-masing institusi.

‎“Perkembangan kita menuju arah yang positif. Dengan begitu, apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap RS Kandou dan FK Unsrat akan segera terwujud,” ujar Suwandi seperti dikutip Humas RSUP Kandou.

‎Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama yang selama ini telah terjalin.

“Kita sadar, dengan kolaborasi erat antara dua institusi ini, progres dari action plan sudah mulai terlihat. Meski masih ada kendala, kami optimis melalui kerja sama ini, kita dapat mencari solusi bersama dan melangkah ke arah perbaikan yang lebih baik,” ujarnya,

‎Dari hasil pertemuan, kedua institusi sepakat untuk segera menindaklanjuti kesepakatan yang ada dengan menyusun rencana aksi yang terukur dan terjadwal.

Langkah konkret tersebut ditujukan untuk meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan di lingkungan RSUP Kandou.

‎Diharapkan, kolaborasi ini dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dokter spesialis, namun juga turut berkontribusi pada peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Utara.

‎Turut hadir dari RSUP Kandou, Ketua SPI Joudy Gessal, Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan Judy Flora Sengkey, Asisten Manajer Tim Kerja Pendidikan Silvana E. Sjeane Lumeno.l, Ketua Komkordik Janeline Tengor.

‎Dari Faked Unsrat turut hadir Wakil Dekan 1 Nurdjannah Jane Niode, Wakil Dekan 2, Damayanti Pangemanan, dan Wakil Dekan 3, Frans Wantania. (Fer)

Meimonews.com – Orientasi Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)-1 Semester Genap Tahun Akademik (TA) 2024-2025 Fakultas Kedokteran (Faked) ditutup pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat/Plt. Dekan Faked Oktovian Berty Alexander Sompie.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Faked Unsrat ini, peserta orientasi melakukan penandatangan pakta integritas dan surat pernyataan.

Dalam sambutannya, Sompie mengingatkan, masa orientasi bukan sekedar seremonial, tetapi merupakan langkah awal yang menentukan menuju kompetensi sebagai dokter spesialis.

“Dengan ditandatanganinya pakta integritas dan surat pernyataan, hal ini bukan sekedar formalitas, tetapi komitmen moral profesional yang harus dipegang teguh oleh setiap residen,” ujarnya,

Sompie berpesan kepada seluruh residen, jagalah nama baik Fakultas Kedokteran Unsrat dan profesi kedokteran dengan menjunjung tinggi etika, profesioalisme dan dedikasi dalam melayani pasien.

Diketahui (baca : Jadi Dokter Spesialis bukan Hanya Selesaikan Pendidikan tapi Emban Tanggung Jawab Lebih Besar), kegiatan orientasi ini dilaksanakan beberapa hari, yang dimulai Senin (3/2/2025). Rektor sekaligus Plt. Dekan Faked membuka pelaksanaannya. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado mengadakan acara pembukaan peringatan Dies Natalis ke-65 di halaman Fakultas, Sabtu (4/5/2024).

Acara sejumlah kegiatan yang diketuai Dr. dr. Mendy J. Hatibie Oley, SpBP-RE(KKF) yang dilaksanakan di acara pembukaan yang ditandai pelepasan balon dan burung ke udara oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng, pimpinan Faked dan beberapa undangan lainnya.

Hadir pada acara pembukaan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dr. Ir. Ockstan Jurike Kalesaran, MSc, Wakil-wakil Rektor, pimpinan lembaga se-Unsrat, para Dekan, Direktur RSGM Unsrat, Direksi RSUP Kandou, civitas akademika Faked Unsrat Manado dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat
berharap Fakultas Kedokteran terus berada di garis depan inovasi medis dan kesehatan masyarakat (kesmas).

Dikatakan, peringatan ini adalah momen yang sangat berharga, dimana kita merayakan lebih dari enam dekade dedikasi, pencapaian dan kontribusi Fakultas Kedokteran Unsrat dalam pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan di Indonesia.

“Perayaan hari ini bukan hanya tentang melihat ke belakang apa yang telah kita capai, tetapi untuk merenungkan bagaimana kita dapat terus melangkah maju menghadapi tantangan baru dengan inovasi dan kolaborasi,” ujarnya.

Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Dr. dr. Nurdjannah Jane Niode, Sp.DVE, Subsp.Ven, dalam sambutannya mewakili Dekan Faked Unsrat Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, MSc., Sp.GK, yang berhalangan hadir karena gangguan penerbangan (bandara ditutup akibat debu gunung Ruang) mengungkapkan rasa bersyukur karena bisa secara bersama memperingati enam puluh lima tahun Fakultas Kedokteran, sebuah perjalanan yang cukup panjang, dipenuhi dengan dedikasi dan komitmen untuk mendidik generasi penerus di bidang medis.

Selama 65 tahun, Faked telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara, berkontribusi aktif dalam berbagai bidang medis dan penelitian.

Dikemukakan, dalam rangka dies natalis ini, panitia telah menyusun serangkaian acara yang diharapkan dapat memberikan inspirasi, kebersamaan, dan juga kebahagiaan bagi kita semua.

Acara diawali dengan kegiatan untuk mempromosikan kebugaran dan kesehatan serta menjalin kebersamaan. Ada juga kegiatan ilmiah yang menghadirkan para pembicara yang kompeten di bidang medis bahkan juga mengikutsertakan para mahasiswa dan pelajar sekolah menengah.

Selain itu,  kegiatan kesenian yang menampilkan bakat para mahasiswa kemudian lomba taman serta tidak ketinggalan acara bakudapa dengan para alumni yang akan mempererat tali silaturahmi di antara civitas.

“Di momen yang istimewa ini, saya mengajak seluruh civitas akademik untuk terus berinovasi dan berkolaborasi. Mari kita gunakan momentum dies natalis ini sebagai langkah untuk lebih maju, berkembang, dan berkontribusi lebih luas lagi dalam implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di  kedokteran dan kesehatan,” ujarnya.

Semoga kegiatan dies natalis ini, tambahnya, tidak semata-mata peringatan seremoni, tetapi sebagai pemicu semangat baru bagi kita semua untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi.(FA)