Meimonews.com  —  Dalam rangka persiapan survei standar akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2022 oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan  untuk mendapatkan gambaran sejauhmana standar capaian yang sudah diraih, RSUP Prof. Dr.  RD  Kandou Manado menggelar survey akreditasi internal rumah sakit di aula lantai 2 kantor administrasi, Selasa (25/10/2022)

Direktur Utama RSUP Prof Kandou Manado Dr.dr Jimmy Panelewen, Sp-B.KBD, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua yang terlibat, serta berupaya keras dalam proses tahapan kegiatan akreditasi.

“Kita (RSUP Prof. Kandou)  berniat untuk dilakukan reakreditasi paripurna yang nantinya akan dilaksanakan pada 31 Oktober – 4 November. Dan dalam tahapan ini, terkait dengan persiapan dan metode yang harus dijalani oleh RSUP Kandou dalam pelaksanaan reakreditasi tersebut,” ujar dokter Jimmy, sapaan akrab Dirut.

Survey internal, menurutnya, sama halnya dengan real survey akreditasi November mendatang. “Survey simulasi ini memberikan gambaran bagi kita, apakah semua kelengkapan akreditasi sudah memenuhi standar atau tidak,” ujarnya.

Disebutkan, tim survey internal secara objektif menilai selayaknya surveior Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) akan datang di akhir bulan Oktober. “Walau sifatnya internal tapi harus diseriusi,” tandasnya.

RSUP Prof. RD Kandou sebelumnya meraih paripurna di tahun 2015, dan Joint Commission Internasional(JCI) 2018, serta pernah melewati KARS Internasional pada tahun 2019. “Saya yakin dan percaya kita pasti bisa meraih akreditasi paripurna bahkan lebih dari paripurna,” ujar dokter Jimmy.

Dr.dr Ivonne Rotty, M.Kes selaku Ketua Tim Surveior Internal RSUP Kandou menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou yang sudah mempercayakan tim surveior untuk melakukan proses penilaian akreditasi secara internal.

Tim survey akan memotret rumah sakit Kandou dalam semua proses pelayanan, baik medis maupun non medis dengan menelaah dokumen baik dokumen regulasi maupun implementasi.

Tim juga akan melakukan wawancara mulai dari pimpinan tertinggi, Dewan Pengawas, Direktur Utama, Dewan Direksi sampai pimpinan unit,serta melakukan observasi dan simulasi.

“Kami mohon kerjasama dari semua pihak,sehingga nantinya proses kegiatan ini boleh berjalan baik,” ujar Ivonne.

Adapun tim surveior akreditasi internal yang tersertifikasi KARS berasal dari RSUP Prof. RD Kandou, sebagaimana dirilis Hukornas rumah sakit tersebut terdiri dari  Dr.dr. Ivonne Rotty, MKes (Ketua Tim) dengan anggota.Dr. dr. Erling David Kaunang, SpA(K), Dr. dr. Erwin Kristanto, SH, SpFM(K), dr. Heny Liwe, M.Kes, Ns. Lucy Kambey, S.Kep, M.Kes, dr. R E C, Tumbel, Sp,THT, dr. Eka Lantang,Sp.An(K), .Ns. Fretna Robot, S.Kep, MKep dan Dr. dr Theresia Isye Mogi, SH, SpKFR, MKes. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado pimpinan Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD (Direktur Utama) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dan Covid-19 di aula lantai 2 kantor pusat RSUP Kandou, Rabu – Jumat (29-31/3/2022).

Diklat ini wajib dilaksanakan sesuai dengan regulasi RSUP Kandou sebagai Rumah Sakit Pendidikan Nasional dan sudah terakreditasi.

Semua proses pelayanan maupun administrasi sudah terstandarisasi. Setiap peserta yang baru bergabung dengan RSUP Kandou, baik Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), pegawai baru dalam bentuk BLU, Pegawai kontrak dan peserta diklat harus mengikuti workshop dan orientasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur SDM Pendidikan dan Umum RSUP Kandou Manado, Dr. dr. Ivonne Rotty, M.Kes, saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (29/3/2022).

Dokter Ivonne yang di dampingi Koordinator SDM Ns. Suwandi Luneto, S.Kep, M.Kes, dan Subkoor Pendidikan dan Penelitian, Jemmy Sambul, SE, menyebutkan, pelatihan ini merupakan orientasi umum yang tergabung dalam 2 Institusi besar. Seluruh proses kegiatan diklat mengacu pada regulasi Covid-19 tentang protokol kesehatan, juga mengikuti pada program pemerintah.

“Dalam diklat ini jika mengikuti regulasi awal tidak ada materi Covid-9 regulasi berubah setelah adanya pandemi Covid-19. Ini merupakan ilmu yang baru dan sama-sama kita belajar karena pemahaman Covid-19 ini semua harus tau”, ujar Sekretaris PERSI Daerah Sulawasi Utara ini.

Dokter yang pernah menjadi Kepala Puskesmas Dodaga, Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku tahun 1991 – 1992 ini menambahkan, banyak orang-orang pintar dil uar sana, tetapi soft skillnya masih kurang. Yang berhubungan dengan pelayanan publik harus diutamakan soft skill, cara dan perilaku, serta komunikasi yang baik.

“Saat adik-adik menimbah ilmu selama 5 hari ked epan, saya minta untuk mengikutinya dengan baik agar apa yang didapatkan bisa terimplementasikan sesuai dengan SOP yang ada.” ujar dokter Ivonne. (lk)