Meimonews.com – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksamana Madya Amarullah Octavian dan Tim berkunjung ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Jumat (9/1/2026).

Waka BRIN dan tim diterima Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di dampingi Wakil-wakil Rektor dan tim di Ruang Rapat Rektorat.

Dalam pertemuan ini didiskusikan soal penguatan kemitraan infrastruktur riset dan inovasi.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengatakan, diskusi ini sangat strategis, karena kita semua memahami bahwa daya saing perguruan tinggi dan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem riset mulai dari infrastruktur, talenta, kolaborasi hingga hilirisasi inovasi. (FA)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado bersama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar rapat koordinasi (rakor) di ruang webinar RSUP Kandou, Rabu (23/4/2025).

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya dengan Inspektorat Jenderal dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes serta Kemendiktiristek,

Yang menjadi f‎okus utama pertemuan kali ini adalah penguatan sinergi kedua institusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam.

RSUP Kandou dan Faked Unsrat menyepakati pentingnya penyelarasan regulasi dan komitmen untuk bersama-sama mencetak dokter spesialis yang kompeten dan siap melayani masyarakat.

 

Plh Direktur Utama RSUP Kandou Ns. Suwandi I. Luneto menekankan, rencana aksi yang disusun bersama Faked Unsrat bertujuan untuk menyamakan persepsi dan implementasi regulasi yang berlaku di masing-masing institusi.

‎“Perkembangan kita menuju arah yang positif. Dengan begitu, apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap RS Kandou dan FK Unsrat akan segera terwujud,” ujar Suwandi seperti dikutip Humas RSUP Kandou.

‎Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama yang selama ini telah terjalin.

“Kita sadar, dengan kolaborasi erat antara dua institusi ini, progres dari action plan sudah mulai terlihat. Meski masih ada kendala, kami optimis melalui kerja sama ini, kita dapat mencari solusi bersama dan melangkah ke arah perbaikan yang lebih baik,” ujarnya,

‎Dari hasil pertemuan, kedua institusi sepakat untuk segera menindaklanjuti kesepakatan yang ada dengan menyusun rencana aksi yang terukur dan terjadwal.

Langkah konkret tersebut ditujukan untuk meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan di lingkungan RSUP Kandou.

‎Diharapkan, kolaborasi ini dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dokter spesialis, namun juga turut berkontribusi pada peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Utara.

‎Turut hadir dari RSUP Kandou, Ketua SPI Joudy Gessal, Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan Judy Flora Sengkey, Asisten Manajer Tim Kerja Pendidikan Silvana E. Sjeane Lumeno.l, Ketua Komkordik Janeline Tengor.

‎Dari Faked Unsrat turut hadir Wakil Dekan 1 Nurdjannah Jane Niode, Wakil Dekan 2, Damayanti Pangemanan, dan Wakil Dekan 3, Frans Wantania. (Fer)

Meimonews.com – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan Prof Dr Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL(K), MARS, melakukan kunjungan di RSUP Prof. Dr. RD Kandou (acapkali disebut RSUP Kandou) Manado, Kamis (2/3/2023).

Agenda mantan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di RSUP yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp-KBD (Direktur Utama) ini adalah untuk berdiskusi bersama Direksi dan jajaran RSUP Kandou, serta membahas sistim pelayanan BPJS di RS ini.

Plh. Direktur Utama RS Kandou Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes di dampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS mengatakan, pertemuan dengan Ketua Dewas BPJS memang sudah diagendakan, dikarenakan ada sesuatu dan lain hal, sehingga pertemuan baru bisa berlangsung hari ini.

Dokter Ivonne juga selaku Direktur SDM Pendidikan dan Umum mengungkapkan, RSUP Kandou sebagai mitra kerja sangat membutuhkan pencerahan dan arahan dari Dewas BPJS terkait dengan sistim pelayanan BPJS.

“Saya berharap dengan pertemuan ini kita bisa menyampaikan langsung kepada pihak BPJS terkait kendala apa yang sering terjadi saat melakukan pelayanan, sehingga pelayanan BPJS di Rumah Sakit Kandou boleh berjalan dengan optimal,” ujar dokter Ivonne.

Ketua Dewas BPJS Prof. Abdul Kadir menjelaskan, BPJS Kesehatan merupakan salah satu lembaga publik yang struktur organisasinya di bawah Presiden.

Adapun fungsi dari Dewas BPJS Kesehatan sesuai Undang Undang (UU) no. 24 Tahun 2004 bahwa Dewas BPJS Kesehatan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan jaminan sosial nasional di lapangan.

“Kedatangan saya di sini (RSUP Kandou – red) untuk melihat langsung bagaimana sistem pelayanan BPJS sekaligus meminta masukan dari teman-teman tenaga kesehatan, kalau masih kurang kita segera perbaiki,” ujarnya.

Saat ini, ungkapnya, peserta BPJS Kesehatan sudah berjumlah 249 juta atau sekitar 90,3 persen penduduk Indonesia. Di RSUP Kandou sendiri 90 persen pasiennya menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, sehingga penghasilan terbesar RSUP Kandou berasal dari BPJS.

Untuk itu, menurutnya, tidak ada lagi diskriminasi antara pasien umum dan BPJS. “Kalau pasien umum maka didahulukan kalau pasien BPJS menunggu antrian di belakang, sementara pasien BPJS sebelum masuk Rumah Sakit sudah membayar terlebih dulu.” tegasnya.

Diimbau, sedapat mungkin RSUP Kandou dapat mengikuti aturan aturan BPJS Kesehatan. “Jangan sama terjadi kecurangan (Fraud),” pesannya.

Turut hadir, Asisten Deputi Jaminan Pelayanan BPJS Kesehatan Wilayah Sulut dr. Meryta Rondonuwu. Kepala Cabang BPJS Manado drg. Betsi Ruru. Asisten Deputi SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Wilayah Sulut, Yuliarso Budiman. (Fer)