Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menegaskan, perawat memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pasien.

“Perawat harus terus menjaga semangat kerja, disiplin, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien,” ujarnya ketika memberikan arahan pada Apel Keperawatan di Aula Lantai 2 Kantor Administrasi, Kamis (12/3/2026).

Selain itu, tambah pejabat kelahiran Manado pada 7 September 1973 ini, pengelolaan administrasi juga harus tertata dengan baik agar pelayanan berjalan efektif dan profesional.

Olehnya, Dirut memotivasi kepada seluruh tenaga keperawatan agar terus meningkatkan semangat kerja, profesionalisme, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Mantan Wakil Ketua Komite Medik RSUP Kandou dan mantan Kepala Bagian/SMF Kareiolpgi dan Kedokteran Vascular ini mengingatkan pula tentang pentingnya pengelolaan administrasi yang baik sebagai bagian dari sistem pelayanan rumah sakit yang tertib, terukur, dan akuntabel.

Apel keperawatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh tenaga keperawatan di RSUP Kandou dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendukung terciptanya pelayanan rumah sakit yang prima, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Mendampangi Dirut pada apel tersebut, antara lain Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati serta Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menjalani visitasi lapangan dalam rangka penetapan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Program Studi (Prodi) Radiologi, Kamis (5/3/2026).

Visitasi dilakukan Tim Kolegium Radiologi yang terdiri dari Gunawan Santoso dan Rosy Setiawati bersama perwakilan Kementerian Kesehatan RI yakni Rima Kuraisina, Kara Citra Kalandra, dan Iyan Tri Pangaloan.

Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula Lantai II RSUP Kandou ini dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional, Erwin Sondang Siagian, Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto serta sejumlah undangan terkait.

Visitasi secara resmi dibuka Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan.

Dalam sambutannya, Dirut menyampaikan bahwa kehadiran Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi di RSUP Kandou diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya di lingkungan rumah sakit tersebut tetapi juga di jejaring rumah sakit daerah, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Kami berharap, melalui visitasi ini, tim dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif demi perbaikan dan pengembangan pelayanan, khususnya dalam pembinaan radiologi serta peningkatan mutu dan akreditasi program pendidikan dokter spesialis radiologi,” ujarnya

Ditegaskan, komitmen manajemen untuk terbuka terhadap setiap masukan, saran, dan evaluasi guna penyempurnaan sistem pendidikan dan pelayanan.

Menurutnya, visitasi ini menjadi momentum penting untuk memvalidasi kesiapan RSUP Kandou sebagai RSPPU sekaligus pusat pendidikan radiologi unggulan di Indonesia Timur

Direktur Utama juga memaparkan profil rumah sakit yang mencakup gambaran umum pelayanan, kapasitas sumber daya manusia, fasilitas penunjang, serta komitmen RSUP Kandou sebagai rumah sakit pendidikan.

Perwakilan Kementerian Kesehatan RI Rima Kuraisina menyampaikan bahwa proses penetapan RSPPU ini merupakan bagian dari langkah strategis penguatan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.

Ditegaskan pentingnya sinergi antara rumah sakit, kolegium, serta institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pengusulan dan pengembangan program studi ke kementerian terkait.

“Kami berharap RSUP Kandou bersama mitra, termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dapat bersinergi sehingga RSPPU Radiologi di Kandou berjalan optimal dan mampu menghasilkan lulusan spesialis radiologi yang kompeten serta siap mengabdi bagi masyarakat,” katanya.

Dari pihak Kolegium Radiologi, Rosy Setiawati menyampaikan apresiasi atas kesiapan RSUP Kandou dalam proses pembentukan RSPPU Radiologi.

Disebutkan, RSUP Kandou menjadi salah satu dari tiga rumah sakit yang diproyeksikan sebagai RSPPU Radiologi tahun ini dan menjadi yang pertama di bidang radiologi.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena ini merupakan langkah besar. Setelah melalui proses persiapan yang panjang, akhirnya tahun ini akan ada tiga RSPPU Radiologi yang berdiri, dan RSUP Kandou menjadi salah satu yang pertama,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan RSPPU Radiologi di RSUP Kandou dapat semakin mendukung mutu layanan kesehatan sekaligus menghasilkan lulusan yang unggul dan kompeten.

Pihak kolegium, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal kualitas pendidikan dan lulusan agar sesuai standar nasional.

Visitasi ini bertujuan melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap kesiapan RSUP Kandou dalam menyelenggarakan pendidikan berbasis rumah sakit, khususnya Program Studi Radiologi.

Penilaian meliputi aspek persyaratan administrasi, ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia, kelengkapan sarana dan prasarana, hingga sistem penjaminan mutu pendidikan. (“/Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) dan Bank SulutGo (BSG) melakukan kerjasama terkait Penempatan Dana di BSG.

Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) dilakukan Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan bersama Dirut BSG Revino M. Pepah di ruang webinar RSUP Kandou, Selasa (11/11/2025).

Turut hadir dan menyaksikan penandatangan PKS dalam rangka memperkuat kerjasama kedua pihak tersebut adalah beberapa pejabat/staf dari BSG dan RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, Starry menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara RSUP Kandou dan BSG.

Starry berharap kerjasama ini dapat menjadi awal dari sinergi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang keuangan tetapi juga di sektor kesehatan.

“Kami berharap BSG dapat menjadi mitra yang baik bagi RSUP Kandou. Ke depan, kami membuka peluang untuk kerja sama di bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pepah menjelaskan, kerjasama ini merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan RSUP Kandou kepada BSG dalam pengelolaan dan penempatan dana.

“Kami sangat mengapresiasi pimpinan RSUP Kandou yang telah membuka diri untuk bekerja sama dengan kami. Harapan kami, kerjasama ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut, termasuk di bidang kesehatan seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” kata Pepah.

BSG, menurut Pepah berkomitmen untuk melaksanakan kerjasama ini dengan sebaik-baiknya serta siap menerima masukan dari pihak RSUP Kandou guna memperkuat kemitraan ke depan. (Afer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui pelaksanaan program Telementoring Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO).

Pada kegiatan monitoring yang berlangsung di aula rumah sakit, Kamis (24/7/2025), Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan mitra internasional, termasuk dari India

“Kami sangat berterima kasih atas support dari pusat dan dari India untuk pelaksanaan telemonitoring. Kami harapkan terjadi penyetaraan ilmu pengetahuan dan teknologi bantuan spesialis, sehingga dapat menolong masyarakat kita yang lebih baik lagi di daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Dirut di dampingi Ditektur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Ditektur SDM Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati.

Dirut menjelaskan, dunia kesehatan memiliki sistem yang kompleks, terutama dalam menangani berbagai penyakit kronis dengan keterbatasan akses pelayanan di wilayah terpencil.

“Pelayanan ECHO sangat penting, sehingga bisa menjangkau hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit mendapatkan layanan spesialis,” sebutnya.

Perwakilan dari Kemenkes RI yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan kebanggaannya terhadap keterlibatan RSUP Kandou sebagai salah satu rumah sakit pelaksana program ECHO.

“Kami sangat bangga bisa hadir di sini, sebagai bagian dari upaya yang telah diamanatkan oleh Kemenkes. Target kami adalah menjangkau hingga 100 ribu orang. Terima kasih kepada RSUP Kandou yang telah bersedia menjalankan program ini. Kami apresiasi karena yakin banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari ECHO,” ujarnya.

Program ECHO merupakan bagian dari inisiatif strategis Kemenkes RI untuk memperkuat layanan kesehatan primer melalui model pembelajaran berbasis komunitas, kolaboratif, dan jarak jauh. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan kompetensi dan layanan antara daerah perkotaan dan pelosok Indonesia. (Fer)

Meimonews.com  – Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan dan direksi lainnya serta Ketua Dewan Pengawas Bayu Teja Muliawan dan anggota dewas lainnya, melakukan inspeksi/telusur ke sejumlah ruangan rawat inap RSUP Kandou, Selasa (22/7/2025).

Fokus utama adalah kesiapan ruangan KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) serta evaluasi menyeluruh kondisi ruangan, termasuk perbaikan toilet, AC, dan penggantian alat kesehatan yang rusak.

Telusur tersebut juga mencakup interaksi langsung dengan dokter dan perawat di ruang operasi Cathlab, CT Scan, MRI, dan ruangan lainnya untuk memastikan fungsi alat medis. Keluhan terkait alat kesehatan (alkes) langsung ditindaklanjuti oleh Direktur Utama di hadapan Ketua Dewan Pengawas.

‎Ketua Dewan Pengawas (Dewas) menyoroti masalah infrastruktur RSUP Kandou yang didominasi bangunan tua.

Kerusakan rutin seperti kebocoran, saluran air mampet, dan kerusakan alat medis menjadi kendala utama. “Hal ini berdampak pada kenyamanan pasien dan bahkan kerusakan alat-alat medis yang mahal, terutama alat radiologi dan di ruang rehabilitasi medik,” ujar Ketua Dewas.

‎Untuk mengatasi masalah ini, lanjutnya, Dewan Pengawas dan Direksi berupaya mendapatkan tambahan anggaran dari Kementerian Kesehatan untuk mendemolis bangunan tua dan membangun gedung baru sesuai master plan yang telah disusun.

‎”Upaya ini juga mencakup pemetaan alat medis rusak, prioritas perbaikan dan penggantian, khususnya alat vital, dan pemanfaatan program pemerintah seperti program penanganan kanker,” jelasnya seraya menambahkan, sementara pemenuhan standar ruang KRIS juga menjadi tantangan tersendiri. ‎

‎”Bangunan lama yang tidak dilengkapi kamar mandi dan desain ruangan yang tidak sesuai standar menjadi kendalanya.,” katanya.

‎Keputusan untuk renovasi atau pembangunan baru, menurutnya, akan mempertimbangkan pendanaan dan akses pelayanan agar tidak merugikan pasien dan pendapatan rumah sakit.

Sementara renegosiasi kontrak KSO alat medis juga akan dilakukan untuk memastikan keuntungan bagi RSUP Kandou. Dewan Pengawas dan Direksi akan melakukan evaluasi periodik untuk perbaikan pelayanan

‎Meskipun menghadapi persaingan dari rumah sakit baru dan keterbatasan anggaran, optimisme tetap tinggi berkat dedikasi SDM RSUP Kandou. Proyek pembangunan gedung kanker baru diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan kapasitas rumah sakit.

Starry mengungkapkan, RSUP Kandou menghadapi tantangan besar. “Bangunan yang berusia 30 tahun sudah banyak mengalami kerusakan. Banyak alat medis perlu perawatan dan penggantian,” ujarnya.

‎Peningkatan kualitas SDM juga menjadi prioritas. “Semua upaya ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan demi masyarakat Sulawesi Utara,” sebutnya.

Starry menegaskan, target kita, adalah menjadikan RSUP Kandou sebagai rumah sakit terbaik di Sulawesi Utara dengan teknologi tercanggih, SDM terbaik, dan pelayanan paripurna.

‎Terkait persiapan ruangan KRIS, Starry menjelaskan, perubahan sistem kelas standar rumah sakit sesuai arahan Kemenkes akan berlaku mulai 31 Desember 2025.

Sekitar 40 persen ruangan belum memenuhi standar, sehingga dibutuhkan waktu, kerja sama tim yang solid, dukungan finansial yang memadai.

“Tentunya pertolongan Tuhan yang terutama, agar RSUP Kandou tetap menjadi rumah sakit rujukan terbaik di Sulawesi Utara,” tandasnya.‎

‎Turut hadir dalam giat tersebut, Pattiselanno Roberth Johan, Anggota Dewan Pengawas, Hari Utomo, Anggota Dewan Pengawas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulut, Indriasari Sundoro, Anggota Dewan Pengawas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara‎ Andri H. Karundeng, Sekretaris Dewan Pengawas.

Selainniyu, ‎Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, ‎Direktur Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang serta para pejabat manajer dan Asmen. (Fer)

Meimonews.com – Suasana mencekam menyelimuti Pelabuhan Manado menyusul peristiwa kebakaran Kapal Barcelona 5 yang tengah berlayar dari Talaud menuju Manado, Minggu (20/7/2025).

Insiden yang terjadi minggu siang tersebut mengakibatkan seluruh penumpang melompat ke laut.

Menanggapi situasi darurat ini, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou Manado Starry Rampengan langsung turun ke lapangan bersama tim medis untuk melakuakan pertolongan bagi korban.

Ruang perawatan darurat rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini selalu siap untuk mengantisipas para korban jika dirujuk dan memastikan ketersediaan tempat tidur, obat-obatan, dan peralatan medis yang memadai.

Dirut menyampaikan imbauan kepada seluruh personil RSUP Kandou agar tetap siaga. “Saya telah menginstruksikan seluruh tim medis dan administrasi RSUP Kandou untuk bersiaga penuh. Prioritas utama kita adalah menyelamatkan nyawa dan memberikan perawatan terbaik bagi para korban,” ujarnya.

Dirut menyampaikan apresiasi kepada tim medis dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan korban terbakarnya kapal laut Barselona 5. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar ibadah pengutusan direksi baru di Gereja Oikumene Lukas, Kompleks rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou, Jumat (18/7/2025.

Acara yang dihadiri seluruh civitas hospitalia ini menandai berakhirnya masa jabatan sebagian direksi dan sekaligus menjadi momen perpisahan dan penyambutan bagi kepemimpinan baru.

Turut hadir pada acara ini, sejumlah mantan direksi, di antaranya Maxy Rondonuwu, Jimmy Panelewen dan Ivonne Elisabeth Rotty. Kehadiran mereka semakin memperkuat makna peralihan kepemimpinan yang penuh hikmat dan harapan bagi masa depan RSUP Kandou.

Ibadah dipimpin Pdt. Martin L. Rindengan, dan dimeriahkan puji-pujian dari berbagai unsur RSUP Kandou, termasuk Direktur Utama, Dewan Direksi, Satuan Pengawas Internal (SPI), Direksi periode sebelumnya, serta seluruh direktorat yakni Direktorat Medik & Keperawatan, Direktorat SDM & Diklit, Direktorat Layanan Operasional, Direktorat Perencanaan & Keuangan, dan Tim Aesculap.

Rondonuwu, mewakiki mantan Direktur Utama dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama dalam ibadah tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan ibadah pengutusan dan undangan yang diberikan.

Rondonuwu juga memberikan pesan kepada direksi baru untuk memantapkan kepercayaan diri dalam memimpin civitas hospitalia RSUP Kandou. Ia dan para mantan direksi menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan Starry Rampengan, memberikan masukan dan dukungan berdasarkan pengalaman mereka.

Sebagai penutup, disampaikan ucapan selamat dan doa restu bagi Rampengan dan dewan direksi yang baru.

Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan rasa syukur atas rahmat Tuhan. Dijelaskan bahwa penunjukannya sebagai Direktur Utama merupakan amanah dari Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan sektor kesehatan di Sulawesi Utara, yang kemudian diresmikan melalui pelantikan oleh Menteri Kesehatan.

Rampengan memohon doa restu dari para mantan direksi dan seluruh hadirin untuk memimpin RSUP Kandou menuju kemajuan yang lebih baik.

Ditegaskan bahwa prinsip kerjanya akan selalu berpedoman pada “bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia”. Ia juga meminta dukungan dari para senior dan hamba Tuhan untuk mewujudkan visi tersebut. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kompetensi dan pemahaman sistem grouping baru Indonesia Diagnosis Related Groups (iDRG), Kamis (17/7/2025).

Kegiatan yang diadakan di aula lantai 2 kantor administrasi rumah sakit ini dibuka pelakssnaannya oleh Dirut RSUP Kandou Manado Starry Rampengan.

Dalam sambutannya, Dirut menekankan pentingnya penguasaan sistem iDRG bagi seluruh tim terkait di RSUP Kandou.

Sistem ini, yang merupakan bagian penting reformasi pembiayaan kesehatan, harus memerlukan pemahaman yang komprehensif dari aspek klinis hingga administrasi, termasuk coding medis dan klaim pembayaran. “Kegagalan menguasai sistem ini akan merugikan rumah sakit,” ujarnya.

Sistem iDRG membutuhkan perpaduan yang solid antara dokter, dokter spesialis, residen, dan tim administrasi. “Kerjasama tim yang kuat sangat krusial untuk memastikan implementasi yang tepat agar kita dapat memperoleh hak-hak yang seharusnya diterima,” sebut Dirut.

Sebagai rumah sakit rujukan utama Indonesia Timur, Dirut berharap bimtek ini tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan dan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga akuntabilitas pendapatan rumah sakit.

Diharapkan pula, seluruh peserta mampu memahami dan mengimplementasikan sistem iDRG dalam pekerjaan sehari-hari. Komunikasi yang baik antar tim dan manajemen menjadi kunci keberhasilan implementasi ini.

Dirut mengpresiasi untuk terselenggaranya bimtek ini. “Ini merupakan langkah konkrit RSUP Kandou untuk meningkatkan kualitas SDM dan memastikan setiap pelayanan terdokumentasi dengan baik. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti bimtek ini dengan sungguh-sungguh.” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Kandou Manado Yune Laukati di dampingi sejumlah pejabat terkait melakukan peninjauan/penelusuran langsung ke sejumlah layanan rumah sakit, Senin (14/7/2025).

Hasil dari penelusuran ini akan menjadi acuan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan layanan di rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou, yang kini dipimpin Starry Rampengan (Dirut) di dampingi beberapa direktur.

Hal ini merupakan wujud komitmen pihak rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Di ruangan radiologi peninjauan difokuskan pada antrikean dan waktu tunggu untuk pemeriksaan radiologi, khususnya CT Scan dan MRI.

Direktur SDM Pendidikan dan Diklit itu juga secara detail meninjau proses pemeriksaan radiologi, mulai dari pendaftaran hingga pengambilan hasil.

Ia berinteraksi langsung dengan petugas dan pasien untuk memahami kendala yang dihadapi dan mencari solusi untuk meningkatkan efisiensi layanan.

Penekanan diberikan pada upaya untuk meminimalisir waktu tunggu pasien, tanpa mengorbankan kualitas pemeriksaan.

Setelah meninjau layanan radiologi, penelusuran dilanjutkan ke bagian pendaftaran rawat jalan. Di lokasi ini. Laukati mengamati alur pendaftaran pasien, sistem antrean, dan responsivitas petugas customer service.

Dikunjungi pula Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk melihat langsung bagaimana layanan darurat di RSUP Kandou dijalankan.

Setelah itu, peninjauan berlanjut ke laboratorium. Laukati mengevaluasi proses pengujian, waktu tunggu hasil, dan manajemen alur kerja di laboratorium. Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi dan efisiensi layanan laboratorium yang mendukung diagnosa dan pengobatan pasien.

Terkait dengan tenaga kesehatan PPPK yang telah lulus seleksi, Laukati memberikan penegasan penting. “Saya tegaskan kepada seluruh PPPK yang telah lulus, jangan bandel-bandel. Sambil menunggu SK (Surat Keputusan) tunjukkan kinerja yang baik dan profesionalisme yang tinggi,” tegasnya.

Pernyataan ini menekankan pentingnya komitmen dan kinerja dari tenaga kesehatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Hal itu terlihat pengadaan poliklinik (Poli) Pencitraan Kardiovaskuler (Poli Imaging) dan Poli Aritmia yang peresmiannya dilakukan pada Jumat (11/7/2025).

Peresmian yang dilakukan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Starry Rampengan ini diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt Christian Keintjem.

Dalam sambutannya, Dirut menjelaskan, berdirinya dua poli ini akan memperkuat layanan kardiovaskuler di wilayah Indonesia Timur (Intim). “Manajemen RSUP Kandou akan memberikan dukungan penuh terhadap operasional Poli Pencitraan Kardiovaskuler ini,” ujarnya.

Dirut menambahkan, pihak rumah sakit berharap dengan adanya poli ini, kebutuhan layanan pencitraan jantung pasien dapat terpenuhi secara optimal.

Dirut menyampaikan permohonan dukungan kepada seluruh pihak agar RSUP Kandou dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan berkontribusi bagi kesehatan masyarakat.

Peresmian Poli-poli ini menandai komitmen RSUP Kandou untuk terus berinovasi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jantung yang berkualitas.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, serta para manajer dan asisten manajer. (Fer)