Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Manado memgikuti Orientasi Pendidikan dan Pelatihan BHD, PMKP, PPI, K3RS dan Pelayanan Prima di Aula Lantai Dasar Kantor Administrasi RSUP Kandou Manado..

Kegiatan yang berlangsung lima hari (22-25/9/2026) ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Starry Homenta Rampengan, Selasa (22/9/2026).

Ada sekitar sepuluh pemateri yang akan tampil dalam kegiatan ini. Pemateri tersebut berasal dari intern RSUP Kandou termasuk Dirut.

Hadir pada acara pembukaan, Asisten Manajer Pendidikan RSUP Kandou Sekplin Sekeon, serta Asisten Manajer Pelatihan Ns. Jimmy Kamagi.

Dirut RSUP Kandou menegaskan, keselamatan pasien menjadi perhatian utama rumah sakit yang dipimpinnya dalam penyelenggaraan pendidikan klinis bagi mahasiswa kesehatan.

“Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus institusi pendidikan, RS Kandou membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar sebelum mereka terjun langsung dalam lingkungan pelayanan kesehatan,” ujar Dirut yang sekaligus memberikan materi,

Mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan klinis, menurut dokter subspesialis Kardiologi Intervensi kelahiran Manado, 7 Septemner 1973 ini, perlu memahami berbagai aspek keselamatan dan mutu pelayanan.

Ditegaskan, pembekalan dinilai penting karena mahasiswa nantinya akan berada di lingkungan rumah sakit dan berinteraksi langsung dengan pasien. “RS Kandou merupakan institusi pelayanan publik yang memiliki tanggung jawab besar terkait keselamatan pasien. Karena itu, kami akan membekali mahasiswa dengan pelatihan sebelum masuk dalam pendidikan klinis,” ujar Dirut.

Ditambahkan, keselamatan pasien menjadi hal yang tidak dapat ditawar dalam setiap proses pelayanan kesehatan. “Bagi kami, keselamatan pasien di atas segala-galanya. Kematian seseorang hanya satu kali, tidak pakai ulang. Karena itu, sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan, kami sangat bertanggung jawab terhadap hal tersebut,” ujarnya,

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini lantas menjelaskan secara rinci lima materi pembekalan, yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

BHD membekali peserta dengan kemampuan memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan, termasuk mengenali kondisi henti jantung dan henti napas. PMKP memberikan pemahaman mengenai pentingnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.

Sementara PPI diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan serta pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit. K3RS membekali peserta agar mampu mengenali dan mencegah berbagai risiko keselamatan dan kesehatan selama berada di lingkungan kerja.

Adapun Pelayanan Prima menekankan kemampuan berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang baik kepada pasien serta masyarakat.

“Lima pelatihan ini bukan hanya mengenai kemampuan klinis. Mahasiswa juga harus memahami keselamatan pasien, pencegahan infeksi, keselamatan kerja dan bagaimana berinteraksi dengan pasien,” ujar Dirut.

Dirut mengingatkan keoada para mahasiswa agar menerapkan budaya 5S dan Sabar dalam setiap interaksi dengan pasien maupun masyarakat, yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun dan Sabar. “Ketika berhadapan dengan pasien dan masyarakat, harus senyum, sapa, salam, sopan, santun dan sabar,” tegasnya.

Wakil Direktur Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Manado Semuel Tambuwun menyampaikan apresiasi kepada RSUP Kandou yang telah menerima mahasiswa untuk menjalani praktik pendidikan klinis.

Tambuwun mengatakan, pihak kampus siap melakukan evaluasi apabila terdapat mahasiswa yang tidak memenuhi ketentuan atau standar yang ditetapkan RSUP Kandou selama mengikuti praktik.

“Kalau ada mahasiswa yang tidak memenuhi spek RS Kandou, kami siap mengembalikan ke kampus. Terima kasih sudah menerima kami untuk berpraktik di Rumah Sakit Kandou,” ujarnya.

Ia berharap kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Manado dan RSUP Kandou dapat terus berjalan dengan baik, khususnya dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa bidang kesehatan. (Fer)

Meimonews.com – Keselamatan pasien menjadi perhatian utama RSUP Kandou Manado dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa keperawatan yang akan menjalani pendidikan klinis.

Sebelum memasuki lingkungan klinis, mahasiswa harus memahami tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.

“Anda berada di rumah sakit pusat rujukan. Memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien. Untuk itu, pelatihan awal ini wajib diikuti sebelum masuk pendidikan klinis,” ujar Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan ketika berbicara kepada para mahasiswa Program Studi (Prodi) Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) yang mengikuti Orientasi Pendidikan dan Pelatihan di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Rabu (16/9/2026).

Menurut Dirut, teori harus berjalan bersama praktik. Pengalaman langsung di rumah sakit menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi pasien.

“Belajar tanpa praktik sia-sia. Di sini adik-adik belajar dan praktik. Adik-adik hadir sebagai perpanjangan Tuhan untuk menolong sesama manusia sebagai tenaga kesehatan,” sebutnya.

Dirut memaparkan sejumlah materi yang menjadi bekal mahasiswa selama berada di lingkungan RSUP Kandou, yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

Selain aspek kompetensi, Dirut juga menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang aman. Ia menyatakan proses pendidikan di RS Kandou harus bebas dari bullying atau perundungan.

Para mahasiswa diminta menyerap seluruh materi yang diberikan dan menjadikannya sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. “Serap semua materi dengan baik untuk bekal nanti dalam dunia pekerjaan,” pesan Dirut.

Mewakili Polnustar, Ns. Asri menyampaikan terima kasih kepada jajaran RSUP Kandou yang telah menerima mahasiswa Polnustar untuk menjalani pendidikan. “Terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan RS Kandou yang sudah menerima mahasiswa kami untuk melakukan pendidikan,” ujarnya,

Kegiatan dibuka Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati.

Turut hadir, Manajer Tim Kerja Diklat RSUP Kandou Frets Melope, Asisten Manajer Pendidikan Sekplin Sekeon, serta Asisten Manajer Pelatihan Ns. Jimmy Kamagi. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (RSUP Kandou) dan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menandatangani Pakta Integritas PPDS dan Perjanjian Penyelenggaraan Pembelajaran Klinik di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan bersamaan dengan penutupan kegiatan Orientasi, Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima serta Ketahanan Mental bagi peserta PPDS.

Dengan adanya kegiatan tersebut dan setelah menjalani rangkaian orientasi dan pelatihan dasar pelayanan rumah sakit, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Kandou Manado kini siap memasuki tahapan pendidikan klinis.

Para peserta PPDS selanjutnya menjalani proses pendidikan klinis di RSUP Kandou dengan bekal pengetahuan mengenai keselamatan pasien, mutu pelayanan, pencegahan infeksi, keselamatan kerja, pelayanan prima serta ketahanan mental

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menjelaskan, penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol kesanggupan semua pihak untuk menjalankan proses pendidikan secara bertanggung jawab.

Peserta PPDS, sebut Dekan, nantinya tidak hanya menghadapi persoalan akademik dan klinis, tetapi juga berbagai aspek nonakademis ketika berada di lingkungan pelayanan rumah sakit.

“Tidak semua profesi ada pakta integritas. Ini penting karena aspek klinis maupun nonklinis harus diantisipasi saat saudara terjun dalam pelayanan sebagai residen PPDS,” ujarnya.

Diingatkan, proses pendidikan yang akan dijalani selama kurang lebih empat tahun harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpegang pada Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Dekan menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou beserta jajaran yang telah menerima para peserta PPDS untuk menjalani proses pembelajaran klinik. “Terima kasih Pak Dirut dan jajaran. Terimalah mereka untuk belajar di RS Kandou,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan mengatakan, berakhirnya orientasi dan pelatihan menjadi tanda bahwa peserta didik telah siap memasuki pendidikan klinis. “Hari ini penutupan pelatihan. Itu tandanya peserta didik siap mulai dengan pendidikan klinis,” ujarnya.

Memasuki lingkungan klinis, Dirut meminta peserta PPDS menjaga sikap dan menghindari segala bentuk perundungan selama menjalani pendidikan.

Secara khusus, Dirut menitipkan tiga hal kepada para peserta didik, yakni belajar sungguh-sungguh, melayani dengan hati, dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat.

“Jangan membeda-bedakan. Apakah tenaga kesehatan ini atau itu, cleaning service, tenaga kesehatan lainnya, maupun bagian administrasi. Semua harus kita perlakukan dengan rasa hormat,” tegasnya.

Lingkungan pendidikan dan pelayanan rumah sakit, menurutnya, merupakan tempat untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter seorang dokter. Karena itu, peserta PPDS dituntut mampu menunjukkan sikap profesional, menghargai sesama dan mengutamakan kepentingan pasien.

“RS Kandou dan Faked Unsrat memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dokter. Jadilah dokter yang berdedikasi,” pesannya.

Dirut juga mengingatkan, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada kemampuan klinis. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting yang harus dijalankan secara seimbang.

Usai memberikan sambutan, Dirut di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati menutup kegiatan orientasi, pendidikan dan pelatihan peserta PPDS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjanah Jane Niode. (FA)

Meimonews.com – Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengadakan survei akreditasi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), rumah sakit pendidikan Indonesia bagian Timur dan kebanggaan Sulut ini.

Survei akan berlangsung secara daring dan luring. Secara dari daring diadakan Senin (7/9/2026), sementara secara luring dijadualkan pada Rabu – Jumat (9-11/2026).

Dengan dimulainya survei akreditasi ini, seluruh unit pelayanan RSUP Kandou bersiap mengikuti rangkaian penilaian hingga tahap akhir.

Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki sistem pelayanan dan memastikan standar mutu serta keselamatan pasien diterapkan secara konsisten.

Pembukaan survei diadakan di Auditorium Lantai 2 Gedung Administrasi RSUP Kandou dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Hadir pada acara pembukaan tersebut, Ketua Dewan Pengawas RSUP Kandou Manado Yuli Astuti Saripawan bersama anggota Dewan Pengawas, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menyambut baik kedatangan tim surveior KARS sekaligus memberikan semangat kepada seluruh civitas hospitalia dalam proses akreditasi.

“Selamat datang dan selamat bertugas bagi tim surveior. Selamat berjuang buat Rumah Sakit Kandou menuju akreditasi,” ujar Dirut.

Dijelaskan, pelaksanaan akreditasi merupakan bagian dari upaya RSUP Kandou untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Seluruh jajaran rumah sakit diminta mengikuti proses survei dengan terbuka dan memberikan informasi sesuai dengan pelaksanaan pelayanan di masing-masing unit.

Standar pelayanan yang diterapkan juga harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hanya saat menghadapi survei.

Survei akreditasi RSUP Kandou berpedoman pada Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI.

Penilaian mencakup berbagai aspek penyelenggaraan rumah sakit, termasuk mutu pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola, serta pelaksanaan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

Dirut mengingatkan seluruh civitas hospitalia agar tetap memberikan pelayanan kepada pasien selama proses survei berlangsung.

Pelaksanaan akreditasi tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kebutuhan pasien maupun kelancaran pelayanan rumah sakit. “Yang paling penting, pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik. Kita tunjukkan apa yang memang kita kerjakan sehari-hari sesuai standar,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menandatangani komitmen nasional dalam upaya percepatan dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Penaingkatan Pelayanan Kesehatan (yankes) Ibu dan Anak di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Rakor yang dihadiri antara lain Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Azhar Jaya, beberapa guru besar seperti Rinawati Rohsiswatmo, dan Hananto Andriantoro, serta dari RSUP Kandou (rumah sakit utama layanan KIA) dan RSUD ODSK (Sulut), RSUD Prof.  Aloei Saboe (Gorontalo) dan RSUD dr. Chasan Boesoirie (Maluku Utara) ini dilaksanakan Rabu – Jumat (5-7/8/2026).

Dari RSUP Kandou dihadiri oleh Dirut dan Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto.

Penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan tanggung jawab besar rumah sakit rujukan Indonesia bagian Timur yang telah memiliki antara lain Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan Akreditasi internasional untuk rumah sakit pendidikan, yang menegaskan komitmennya untuk bertekad sepenuh hati untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik, lebih aman, dan lebih merata.

“Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata keseriusan RSUP Kandou dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya,” jelas Dirut.

“Kami akan terus memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai, sehingga setiap ibu dan anak yang datang ke rumah sakit kami mendapatkan pelayanan terbaik tanpa pengecualian,” tambah pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini.

Semua ini, sebutnya, dilakukan RSUP Kandou, yang saat ini menjadi pengampu 17 RS di Sulawesi Utara, 6 Gorontalo, dan 11 RS di Maluku Utara, demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.

“Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan.” tandas dokter yang pernah ikut Pelatihan Tata Kelola Etik mengacu Kodersi 2022 dan Penerapannya di Rumah Sakit di PERSI 2024 ini. (Fer)

Meimonews.com – Upaya memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan rumah sakit, RSUP Kandou menghadirkan Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) baru berlantai dua.

Gedung tersebut diresmikan oleh Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan, Selasa (30/6/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi RSUP Kandou dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kesehatan. Tidak hanya menjadi simbol hadirnya sarana baru, gedung tersebut langsung difungsikan sebagai pusat pembelajaran dan peningkatan kapasitas SDM sejak hari pertama diresmikan.

Ruangan tersebut sudah difungsikan dalam kegiatan pelatihan seperti saat Dirut membawakan materi kepada peserta diklat sebagai bentuk komitmen pimpinan rumah sakit dalam mendorong budaya belajar, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme seluruh tenaga kesehatan dan pegawai di RSUP Kandou.

Gedung Diklat yang baru dibangun ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan dan pelatihan dengan fasilitas yang modern dan representatif.

Di lantai dua tersedia aula berkapasitas sekitar 50 orang yang dapat dimanfaatkan untuk seminar, workshop, pelatihan, konferensi, maupun kegiatan ilmiah lainnya.

Selain itu, terdapat beberapa ruang kelas berkapasitas sekitar 20 orang yang dirancang khusus untuk kegiatan pembelajaran dalam kelompok kecil sehingga proses pelatihan dapat berlangsung lebih efektif dan interaktif.

Sementara lantai satu dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya ruang meeting yang dapat digunakan untuk rapat koordinasi maupun diskusi akademik, ruang perpustakaan sebagai pusat referensi ilmu pengetahuan, serta ruang skill laboratory (skill lab) yang menjadi sarana praktik bagi peserta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan klinis.

Gedung ini juga dilengkapi dengan pantry sebagai fasilitas penunjang kenyamanan peserta, musala untuk memenuhi kebutuhan ibadah, serta toilet yang nyaman dan representatif sehingga seluruh aktivitas pendidikan dapat berlangsung dengan baik.

Dirut mengatakan, keberadaan Gedung Diklat merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia rumah sakit.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang bermutu harus didukung oleh tenaga kesehatan dan seluruh SDM yang terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

“Kehadiran Gedung Diklat ini merupakan wujud komitmen RSUP Kandou dalam membangun budaya belajar yang berkesinambungan. Kami ingin seluruh tenaga kesehatan dan pegawai memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kompetensi sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Ditambahkan, pemanfaatan gedung ini menunjukkan bahwa fasilitas tersebut dibangun bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi benar-benar menjadi pusat pembelajaran, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan RSUP Kandou.

Dengan hadirnya Gedung Diklat dua lantai tersebut, RSUP Kandou Manado semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan nasional di kawasan Indonesia Timur yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada pengembangan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan peningkatan mutu sumber daya manusia secara berkelanjutan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews com – RSUP Kandou Manado kembali memperkuat kolaborasi layanan kesehatan dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta melalui kegiatan Proctorship TEVAR yang digelar Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga medis sekaligus penguatan layanan kardiovaskular di Indonesia Timur.

Dalam kegiatan tersebut, tim dokter dari kedua rumah sakit melakukan tindakan terhadap tiga pasien. Sebanyak dua pasien menjalani prosedur Endovenous Laser Ablation (EVLA), sementara satu pasien menjalani tindakan Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR) untuk penanganan aneurisma aorta.

Seluruh prosedur berlangsung lancar dan berhasil tanpa kendala.

Proctorship dipimpin oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta Taofan bersama tim jantung RSUP Kandou yang terdiri atas Vekky Sariowan dan dr. Edmond L. Jim.

TEVAR merupakan prosedur minimal invasif yang digunakan untuk menangani aneurisma aorta toraks. Melalui tindakan ini, pasien memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan operasi terbuka pada kasus tertentu.

RSUP Kandou berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan kesehatan berbasis teknologi dan kompetensi, serta menghadirkan pelayanan spesialistik yang semakin lengkap bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan menyampaikan apresiasi kepada tim dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta atas kolaborasi yang telah terjalin.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim RS Jantung Harapan Kita Jakarta yang telah berbagi ilmu, pengalaman, dan mendampingi tim RSUP Kandou dalam pelaksanaan Proctorship TEVAR,” ujar Fellow of American Heart Association di American Heart Association 2012 dan Fellow of European Society of Cardiology di European Society of Cardiology 2013 ini.

Kolaborasi seperti ini, menurutnya, sangat penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis sekaligus memperkuat layanan jantung dan pembuluh darah di RSUP Kandou, sehingga masyarakat di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis dalam Optimalisasi Pengurusan Piutang Negara Tahun 2025 pada ajang Bentenan Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Kementerian Keuangan RI wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut), Kamis (25/06), di Gedung Keuangan Negara Manado, Kamis (25/6)2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan RSUP Kandou dalam mendukung optimalisasi pengelolaan serta pengurusan piutang negara sepanjang periode penilaian kinerja tahun 2025.

Penghargaan diterima Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan turut disaksikan jajaran pimpinan RSUP Kandou yakni Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, Manajer Tata Usaha dan Rumah Tangga Novi Rapar, Asisten Manajer BMN Djunarto, serta Asisten Manajer Mobilisasi Dana Yeheskiel Dondokambey.

Kanwil DJKN Suluttenggomalut sebagai instansi vertikal DJKN memiliki tugas melaksanakan koordinasi, bimbingan teknis, supervisi, pengendalian, evaluasi, dan pelaksanaan tugas di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara, serta lelang.

Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terjalin dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk RSUP Kandou.

Direktur Utama RSUP Kandou menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Kanwil DJKN Suluttenggomalut. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi RSUP Kandou untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan dan aset negara secara profesional dan akuntabel.

Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran RSUP Kandou dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang baik. RSUP Kandou mengucapkan terima kasih kepada Kanwil DJKN Suluttenggomalut atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi serta berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan, aset, dan piutang negara secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Dirut.

Ditambahkan, kolaborasi yang baik antara instansi pemerintah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Melalui Bentenan Awards 2026, Kanwil DJKN memberikan apresiasi kepada para stakeholder yang telah berkontribusi dalam pencapaian target kinerja tahun 2025.

Penghargaan yang diterima RSUP Kandou menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. (Fer

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Pit Stop Akreditasi Starkes di aula lantai 1 rumah sakit, Selasa – Jumat (23-26/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Ekwanto (Direktur Perencanaan dan Keuangan) di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagiani,

Ketua Akreditasi RSUP Kandou Ronaldy Tumbel dalam sambutannya menjelaskan, Pit Stop merupakan bagian dari rangkaian persiapan akreditasi yang bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dan standar yang dipersyaratkan telah dipenuhi sebelum pelaksanaan survei akreditasi.

“Pit Stop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tim akreditasi untuk mempersiapkan seluruh hal yang menjadi kebutuhan dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Ekwanto dalam sambutannya mewakili Dirut RSUP Kamdou Starry Homenta Rampengan mengatakan, kegiatan Pit Stop menjadi momentum bagi seluruh insan RSUP Kandou untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Starkes).

Menurutnya, target RSUP Kandou bukan hanya mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna, tetapi juga memastikan budaya keselamatan pasien dan mutu pelayanan benar-benar diterapkan dalam setiap aspek pelayanan rumah sakit.

“Akreditasi bukan sekadar dokumen di atas meja atau sertifikat di dinding. Akreditasi adalah cerminan nyata bagaimana kita mengidentifikasi pasien dengan benar, membangun komunikasi yang efektif, menerapkan kepatuhan terhadap hand hygiene, serta mengelola risiko di setiap unit pelayanan,” jelas Ekwanto

Ekwanto mengajak seluruh unit, mulai dari tenaga medis, keperawatan, penunjang hingga administrasi, memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal dengan aktif berdiskusi, melakukan simulasi alur pelayanan, serta segera melakukan perbaikan terhadap setiap kekurangan yang ditemukan.

“Kita semua adalah satu kesatuan tim. Kekuatan sebuah rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah. Karena itu, mari bersama-sama menunjukkan dedikasi dan profesionalisme agar RSUP Kandou terus memberikan pelayanan yang aman dan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Ekwanto berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan semangat dan komitmen tinggi demi meraih hasil akreditasi terbaik.(Fer)

Meimonews,com – RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado meresmikan sekaligus melaksanakan serahterima penyelesaian pekerjaan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Rajawali Nusindo Indonesia untuk pengembangan Pelayanan Laboratorium Terpadu dan unit terkait di aula Dikkat rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou Manado tersebut, Senin (22/6/2026).

Peresmian diawali dengan pengguntingan pita oleh Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan gedung Laboratorium Terpadu yang baru.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta berita acara serahterima antara RSUP Kandou dan PT Rajawali Nusindo. Penandatanganan dilakukan oleh pihak PT Rajawali dan Direktur Utama RSUP Kandou di dampingi Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Dalam sambutannya, Dirut menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Laboratorium Terpadu yang merupakan hasil kerjasama kedua pihak.

“Puji syukur kepada Tuhan karena acara ini bisa terlaksana hingga tahap peresmian. Harapan kami bukan hanya memiliki gedung yang bagus, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang baik, cepat, dan tepat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sulawesi Utara ini berharap kerjasama dengan PT Rajawali Nusindo dapat terus berlanjut demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUP Kandou.

Dirut turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan sebelumnya yang telah menggagas dan mengupayakan terwujudnya kerjasama ini.

Perwakilan PT Rajawali Nusindo menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dalam mengembangkan pelayanan laboratorium di RSUP Kandou.

Menurutnya, laboratorium bukan sekadar unit penunjang, melainkan menjadi jantung pemeriksaan diagnostik yang berperan penting dalam mendukung pelayanan medis.

Karena itu, pengembangan fasilitas laboratorium diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta menjadi berkah bagi semua pihak.

Melalui peresmian Laboratorium Terpadu ini, RSUP Kandou menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menghadirkan fasilitas yang modern, didukung pelayanan yang profesional, cepat, dan akurat dengan SDM yang berkompeten demi memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan timur Indonesia. (Fer)