Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Perdana yang dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan baik secara langsung di kantor pusat maupun secara virtual dari kantor cabang yang ada di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Pulau Jawa.

Momentum awal tahun ini menjadi titik tolak strategis bagi BSG untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan digitalisasi.

Dalam arahannya, Komisaris Utama BSG Ramoy Markus Luntungan menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026.

Luntungan menggarisbawahi bahwa industri perbankan adalah industri kepercayaan (trust), sehingga penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) adalah harga mati.

Komisaris Utama BSG Ramoy Markus Luntungan (berdasi) dan Dirut BSG Revino M. Pepah.

Ada 4 poin penting dipaparkan Komut yakni fundamental GCG, Integritas kepemimpinan, kekompakan, dan penyelarasan visi.

Untuk fundamental GCG, Komut mengingatkan agar penerapan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, Fairness) harus menjadi landasan kerja.

Untuk integritas kepemimpinan, Komut menekankan konsep “Tone form the top”, di mana pemimpin harus menjadi suri tauladan dalam hal integritas dan etika.

Untuk kekompakan, Komut mengajak seluruh elemen bank untuk menjaga soliditas. Perbedaan pendapat diperbolehkan di dalam (“hantam di dalam”), namun harus satu suara dan kompak saat keluar.

Untuk penyelarasan visi, Komut meninta mendukung Asta Cita presiden dan visi misi BSG dalam kerangka NKRI, terutama dalam aspek anti-korupsi.

“Satu, dua kesalahan mungkin berpengaruh pada reputasi bank, tetapi lebih dari itu, sangat fatal bagi karier Anda sekalian. Jangan nodai karier Anda,” tandasnya.

Direktur Utama BSG Revino M. Pepah dalam sambutannya memaparkan refleksi kinerja tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang (low to grow) dan pemulihan pasca-Covid yang lambat, BSG berhasil mencatatkan performa yang impresif.

Dirut lantas mengurai Highlight Kinerja 2025 yakni total aset tumbuh 12,51persen mencapai Rp 23,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 21,06 persen mencapai Rp 18,2 triliun.

Laba Bersih mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24,29 persen (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Tantangan: pertumbuhan kredit tercatat 3,94 persen dan rasio NPL (Non-Performing Loan) mengalami kenaikan menjadi 2,97 persen, yang menjadi catatan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2026.

Menatap tahun 2026, Dirut menetapkan strategi besar yang berfokus pada Penguatan Tata Kelola, Ekspansi Bisnis Berkualitas, dan Optimalisasi Biaya.

Dirut lantas mengurai target dan fokus utama BSG di tahun 2026 yakni total aset target pertumbuhannya 6,8 persen, kredit 7,5 persen, dana pihak ketiga 8,8 persen sementara laba 19,1 persen atau Rp. 440 miliar.

Untuk fokus strategisstrategis : pertama, perbaikan kualitas kredit. Memerangi NPL dan meningkatkan kualitas ekspansi bisnis. Kedua, efisiensi biaya: Menurunkan Non-Performing Loan (NPL) dan Overhead Cost.

Ketiga, Keamanan IT. Meningkatkan keandalan sistem IT dan keamanan data. Keempat, Budaya Kerja. Mengusung semangat “Homo Homini Socius” (manusia adalah kawan bagi sesama), di mana pegawai harus saling mendukung dan tidak menjadi serigala bagi sesamanya (homo homini kupus).

Apel perdana ini ditutup dengan semangat optimisme tinggi untuk mencapai target laba Rp 440 Miliar dan membawa BSG menjadi bank yang lebih tangguh, tumbuh, dan terpercaya. (elka)

Meimonews.com – Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen menjadi narasumber dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Sulawesi Utara (RKPD Sulut) Tahun 2025 yang diadakan di aula Bappeda Sulut, Rabu (13/2/2025).

Hadir pada kegiatan yang dibuka pelaksanaanya oleh Sekprov Sulut Steve Hartke Andries Kepel di dampingi Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk adalah swluruh OPD, iim ahli, akademisi, pelaku pariwisata, UMKM, BRI, BPS serta stakeholder lainnya. Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel hadir secara daring.

Setelah menjelaskan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Bapendulut dan dasar hukum pendapatan daerah, June memaparkan tentang skema pendapatan daerah (penda), tren realisasi penerimaan pendapatan daerah (pajak dan retribusi) tahun 2022-2024.

Selain itu, target pendapan daerah tahun 2025. Dijelaskan secara rinci disertai data tentang target 2024 serta berapa pertambahan atau pengurangan dibandingkan dengan tahun berjalan ini (2025).

Target pendapatan daerah tahun 2026 dipaparkan pula pada FKP tersebut. Item-item pendapatan daerah dirincikannya.

Diaparkan pula Peraturan Gubernur Sulut No. 11 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak. Simulasi (baik similasi pertama maupun kedua) tentang penerimaan PKB, BBNKB, PAB, PBBKB, PAP, Pajak Rokok, Opsen Pajak MBLB, dan Sinergi Opsen PKB BBNKB dijelaskannya.

Di akhir pemaparannya, June mengungkapkan data tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor sampai dengan Desember 2024. (elka)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar apel kerja lewat zoom meeting, Senin (3/2/2025).

Beberapa hal terkait kewajiban dosen/pegawai, perkuliahan dan penerimaan Maba Unima dipapar pada apel kerja tersebut.

Kewajiban dosen/pegawai tersebut adalah LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan), LKD (Laporan Kinerja Dosen), BKD (Beban Kerja Dosen) dan SKP (Sasaran Kinerja Pegawai).

Kepala Biro KKU (Kepegawaian, Keuangan dan Umum) Unima Joudia Meyke Rangkang

Sementara terkait perkuliahan adalah pembayaran UKT (Uang Kuliah Tahunan), pengisian dan persetujuan KRS (Kartu Rencana Studi), waktu perkuliahan serta sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (Maba) tahun 2025.

Plt. Wakil Rektor 1 Unima Mister Gideon Maru mewakili Plt. Rektor Unima Chatarina Muliana menegaskan beberapa kewajiban dosen dan pegawai Unima untuk menjadi perhatian dan diselesaikan.

Untuk pengisian dan persetujuan KRS, batas waktunya 13 Februari 2025. “Untuk perkuliahan akan dimulai 14 Februari 2025,” ujar Maru dalam arahannya.

Untuk sosialisasi penerimaan Maba Unima diharap secara aktif dan masif baik melalui media sosial maupun interaksi ke sekolah-sekolah.

Sebelum Maru memberikan arahan, Kepala Biro KKU (Kepegawaian, Keuangan dan Umum) Unima Joudia Meyke Rangkang memaparkan tiga poin penting pertama, untuk pengisian LHKPN diingatkan bagi para pejabatpejabat, batas tanggal 31 Maret 2025, sesuai dengan surat edaran yang sudah disampaikan ke unit-unit kerja.

“Dan, untuk ASN diharapkan juga sudah membuat laporan pajak, SPT,” ujarnya.

Kedua, seluruh ASN diharapkan sudah mengajukan penilaian SKP dan sudah memperoleh penilain hasil evaluasi dari atasan langsung. Setelah SKP sudah ditandatangani oleh atasan, segera diupload melalui link yang sudah diinformasikan melalui surat edaran ke unit-unit kerja.

Ketiga, terkait pengusulan jabatan akademik dosen, lektor kepala dan guru besar, dijelaskan sudah ada surat dari Dirjen Kemdiktisaintek perihal pembukaan periode perbaikan usulan diperuntukan bagi usulan yang belum direkomendasikan pada gelombang 1 dan 2 tahun 2024 dan belum mencapai batas usia pensiun sampai April 2025.

“Untuk lebih jelasnya, nanti kami akan membuat surat edaran dan nanti akan dikirimkan ke unit-unit kerja,” sebutnya. (FA)

Meimonews.com – Polresta Manado mengadakan press release akhir tahun di Mapolresta Manado, Jumat (27/12/2024). Kegiatan ini dipimpin Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait dan di dampingi para pejabat utama (PJU) Polresta Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta memaparkan berbagai capaian kinerja Polresta Manado selama tahun 2024 yang mencakup aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

 

Disebutkan, keselamatan Lalu Lintas (Road Safety) mendapatkan indeks 4,48 dengan kinerja level 5 atau kategori Istimewa. Tercatat, jumlah kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 71 kasus, dengan jumlah kendaraan di wilayah Kota Manado sebanyak 345.325 unit.

Pada Indeks Community Policing, Polresta Manado meraih nilai 4,29 dengan kinerja level 4 atau kategori Baik. Hasil ini menggambarkan efektivitas kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam mendeteksi, mengidentifikasi, serta menyelesaikan permasalahan keamanan melalui:

Penyelesaian 1.604 aduan oleh 50 Bhabinkamtibmas di 144 kelurahan/desa.
Penyelesaian 56 permasalahan oleh 844 Polisi Lingkungan.

Aktivasi 798 Siskampling dan pembentukan 162 FKPM sepanjang tahun.

Pada aspek Respon Time kehadiran polisi di TKP, Polresta Manado mencatat kinerja level 5 dengan nilai sempurna 5,0. Polisi berhasil merespons kejadian kurang dari 15 menit, baik dalam patroli Samapta, penanganan laka lantas, maupun operasi identifikasi.

Keamanan jalur oerairan Manado juga menunjukkan kinerja baik dengan nilai 4,37. Selama tahun 2024, tercatat hanya tiga kasus tindak pidana, dua di antaranya diselesaikan melalui restorasi keadilan.

Pada aspek pengamanan objek vital, Polresta Manado kembali mencatat kinerja Istimewa dengan nilai 5,0. Pengamanan meliputi 3 kegiatan objek vital, 10 kegiatan VIP, 14 kegiatan pariwisata, 5 kegiatan nasional, dan 1 event internasional.

Indeks Crime Rate pun berada pada angka 4,79 dengan kinerja level 5 atau Istimewa. Hal ini menunjukkan penurunan angka kejahatan per 100.000 penduduk sepanjang tahun 2024.

Kapolresta menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh personil dan dukungan masyarakat Manado. “Kami akan terus berkomitmen menjaga keamanan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Ada.15 program unggulan Kota Manado di bawah kepemimpinan Andre Angouw dan Richard Sualang (AARS) sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Kelimabelas program unggulan tersebut adalah pertama, pembukaan lapangan pekerjaan, meningkatkan investasi; kedua, menyediakan rumah layak huni; ketiga, menata lingkungan sekitar menjadi indah dan nyaman agar supaya produktivitasbean kreativitas meningkat.

Keempat, mengelola pasar secara profesional untuk penyamaan penjual dan pembeli; kelima, pengelolaan sampah yang baik dan profesional; keenam, memperkuat pelayanan dan pendataan kependudukan agar program-program penanggulangan kemiskinan dan program pemerintahan lainnya tepat sasaran.

Ketujuh, menungkatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan; kedelapan, meningkatkan kualitas pendidikan; kesembilan, melakukan revitalisasi PSU (jalan, drainase, penerangan umum dan lain-lain).

Kesepuluh, penataan dan pembangunan Taman termasuk fassilitas sosial dan fassilitas umum; kesebelas, penataan dan pengelolaan pekuburan umum; keduabelas, insentif rohaniawan; ketigabelas, bantuan sosial kepada lansia dan keluarga tidak mampu.

Keempatbelas, penataan angkutan umum agar supaya masyarakat bisa mendapat sarana transportasi yang efisien dan nyaman; dan kelimabelaa, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Program-program unggulan tersebut mengacu pada 5 misi Pemerintah Kota Manado sebagai penasaran dari visi Manado Maju dan Sejahtera sebagai Beranda Sulawesi Utara dan Indonesia ke Asia Pasifik,” ujar Kepala Bapelitbang Kota Manado Liny Tambajong saat Rapat Pansus RPJMD Kota Manado.

Rapat yang diadakan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Manado tersebut dipimpin Ketua Pansus DPRD Kota Manado Billy Gosal dan dihadiri pimpinan lain dan Anggota Pansus serta Sekda Manado Micler Lakat dan sekitar 16 SKPD.

Lima misi tersebut, sebut Tambajong adalah pertama, peningkatan kualitas manusia Kota Manado; kedua, penguatan ekonomi kota yang bertumpu kepada industri jasa, perdagangan dan pariwisata.

Ketiga, pembangunan infrastruktur, penataan kota dan perluasan konektivitas; keempat, pembangunan daerah yang berkelanjutan; dan kelima, pemerintahan yang baik dan bersih didukung sinergitas antar daerah.

“Dengan memperhatikan 3 isu global yaitu pencapaian target SDGs, revolusi 4.0 dan pandemi Covid-19 serta 16 isu strategi nasional dan 19 isu strategis Sulawesi Utara maka dalam RPJMD 2021-2026 mengangkat 5 isu strategi,” tegasnya.

Lima isu strategis Kota Manado,. sebut Tambajong adalah pertama, pembangunan SDM yang berkualitas (5 poin); kedua, pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih rencana dan terserah (6 poin).

Ketiga, penguatan dan tata kelola dan reformasi birokrasi.(4 poin); keempat, pemulihan ekonomi melalui penguatan sektor-sektor unggulan (4 poin); dan kelima, kelestarian lingkungan dalam mendukung kelanjutan kehidupan (4 poin). (lk)