Meimonews.com – Berbagai upaya dalam mendorong inklusi keuangan terus dilakukan Bank SulutGo (BSG) termasuk bersinergi dengan beberapa pihak seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terbaru, BSG bersinergi dengan OJK SulutGo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Literasi Keuangan Masyarakat Pesisiir Desa Darunu terkait dengan literasi keuangan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dipusatkan di objek wisata Darunu Mangrove Park ini juga dirangkaikan dengan aksi nyata Gerakan Indonesia ASRI.

Acara ini dihadiri pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran eksekutif perbankan, otoritas keuangan, hingga perwakilan legislatif dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar menekankan pentingnya pemahaman manajemen keuangan bagi masyarakat pesisir agar terhindar dari jeratan pinjaman ilegal dan mampu memanfaatkan produk perbankan untuk pengembangan usaha mikro.

Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey di dampingi Pemimpin Cabang Airmadidi Maykel Rantung menyatakan komitmen BSG untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di Desa Darunu dan sekitarnya memiliki akses dan pemahaman yang cukup terhadap layanan perbankan demi meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Joubert.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Minut Richard JH Dondokambey mewakili Bupati Minut Joune Ganda menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Minahasa Utara sebagai lokasi kegiatan.

Turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minut Jack Paruntu, yang menyoroti potensi besar ekonomi kelautan yang perlu dikelola secara profesional.

Momen penting terjadi saat Anggota Komisi XI DPR-RI Rio Dondokambey hadir secara langsung untuk berdialog dengan warga. Selain memberikan edukasi mengenai kebijakan keuangan nasional, ia juga enyalurkan bantuan langsung untuk pengembangan Desa Darunu.

Di momen itu, Rio juga menyerap aspirasi dari masyarakat pesisir dan kepulauan di Minahasa Utara terkait kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Selain fokus pada edukasi finansial, kegiatan ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Acara yang diagendakan yakni penanaman mangrove dan pembersihan area pantai menjadi simbol komitmen sektor jasa keuangan dalam menjaga ekosistem pesisir tetap hijau dan asri sebagai aset wisata masa depan.

Melalui sinergi antara Pemerintah, Perbankan dan OJK, diharapkan masyarakat Desa Darunu tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga berdaya dalam menjaga kelestarian alam yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkolaborasi dan menunjukkan sinergitasnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kali ini, BSG dan OJK menggelar sosialisasi keuangan dengan tema Bersinergi Membangun Ekosistem Keuangan Inklusif di Pedesaan di Desa Darunu, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (13/9/2024).

Kegiatan yang berlangsung sederhana ini dihadiri Sekretaris Kabupaten Minahasa Utara Ir. Nolvy Wowiling, perwakilan OJK SulutGoMalut, GH Operasional BSG Linda Moniaga, Pemimpin Corporate Secretary Heince Rumende, Pemimpin BSG Cabang Airmadidi Laurensia Sumeysey, para pelajar dan masyarakat Desa Darunu.

Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat ini semakin menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sosialisasi tersebut, para narasumber dari OJK dan BSG menyajikan materi yang sangat bermanfaat. Mulai dari penjelasan tentang produk dan layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa, hingga tips mengelola keuangan secara bijak. Materi mengenai pentingnya menabung, berinvestasi, dan menghindari pinjaman online ilegal juga menjadi sorotan.

“Dengan memahami konsep dasar keuangan, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang lebih cerdas,” ujar Moren Monigir, perwakilan OJK.

Sebagai bentuk implementasi langsung dari sosialisasi ini, BSG juga menggelar acara simbolis pembukaan tabungan pelajar dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses permodalan.

Pemilihan Desa Darunu sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Momentum HUT Desa yang dikenal dengan potensi wisatanya ini telah ditetapkan sebagai desa binaan BSG. Melalui program ini, BSG tidak hanya membantu dalam pengembangan sektor pariwisata, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses terhadap layanan keuangan.

“Kami berharap Desa Darunu dapat menjadi model desa inklusif di Sulawesi Utara. Dengan akses keuangan yang lebih baik, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup mereka dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujar Deputi OJK SulutGoMalut Budiman Siahaan.

Kegiatan sosialisasi keuangan di Desa Darunu ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi terciptanya ekosistem keuangan inklusif di seluruh wilayah Sulawesi Utara. BSG dan OJK berkomitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik. (Afer)