Meimonews.com – Puncak Peringatan Dies Natalis ke-65 Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat, Kamis (18/9/2025) menjadi momen istimewa bagi ratusan mahasiswa maupun institusi pendidikan tinggi tersebut.

Betapa tidak, pada kesempatan tersebut Jerry Hermawan Lo dari Yayasan Merah Putih Kasih (JHL Foundation) memberikan Beasiswa Kelapa untuk 100 mahasiswa Faperta Unsrat hingga mereka lulus.

Sebelum pemberian beasiswa ini, Jerry sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Rektor Unsrat sangat menyambut baik beasiswa kelapa ini dan berterima kasih kepada Jerry atas perhatiannya terhadap Unsrat.

Pemberian beasiswa ini, jelas Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy kepada Meimonews.com, Jumat (19/9/2025), diberikan langsung ke rekening para mahasiswa. Per bulannya Rp.500.000 dan insentif UKT per semester Rp. 1.000.000. Pertahun Rp. 8.000.000 sampai semester 8.

Pemberian beasiswa ini menunjukkan kepedulian yayasan yang didirikan Jerry ini untuk dunia pendidikan dan pertanian di Tanah Air Indonesia, sebagaimana yang telah mereka lakukan sebelumnya.

“Saya fokus di pertanian sehingga kami ingin mencetak seribu mahasiswa pertanian dalam lima tahun. Mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan kami akan tambah 2 ribu sampai 3 ribu mahasiswa lagi,” ujar Jerry ketika menyerahkan beasiswa tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya, Jerry melalui JHL Foundation sudah memberikan beasiswa kepada hampir 1.000 mahasiswa fakultas pertanian di banyak perguruan tinggi

Di antaranya, Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nusa Nipa NTT (Unipa), Universitas Riau, Universitas Jambi, Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau Halmahera Barat.

Sedangkan Universitas Tirtayasa Banten, Sekolah Tinggi Ilmu Perkebunan Jogjakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin akan menjadi universitas selanjutnya yang menerima beasiswa (saat ini masih dalam proses administrasinya).

Para mahasiswa di bidang pertanian yang mendapatkan Beasiswa Kelapa dari JHL Foundation hingga lulus ini diharapkan mampu memanfaatkannya agar kelak mereka terlahir sebagai ahli di bidang industri pertanian.

Jerry yang kini fokus dengan agroindustri kelapa ini menuturkan, industri pertanian di Indonesia memiliki potensi yang baik. Salah satunya di bidang pengelolaan kelapa.

Jerry mengaku dalam beberapa tahun ini dia fokus membangun royal agroindustri. “Kalau agrobisnis artinya saya tanam lalu hasil panennya saya jual. Tapi kalau saya fokus di agroindustri. Jadi, hasil pertanian saya olah dulu hingga menghasilkan barang jadi atau setengah jadi, baru saya jual. Sehingga terjadi hilirisasi dan menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.

Potensi pertanian Indonesia, jelasnya sangat luar biasa. Di mana Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang bisa dikolola dengan baik.

Selain itu, infrastruktur di Indonesia juga sudah sangat baik. “Jadi tidak ada lagi hasil pertanian yang tidak bisa dijual gara-gara tidak ada akses jalan,” ujarnya.

Hal lain yang sangat penting untuk mendukung pertanian adalah pembenahan sumber daya manusia. “Nah Beasiswa Kelapa ini saya dedikasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian,” sebutnya.

Selain itu, Beasiswa Kelapa ini merupakan bentuk support Jerry Hermawan Lo untuk program ketahanan pangan yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.

Kini, Jerry telah memiliki beberapa pabrik pengolahan kelapa. Yakni di Halmahera Utara, Manado dan Sampit. “Artinya kami menjadi salah satu produsen kelapa terbesar,” ujarnya.

Jerry yakin, mahasiswa pertanian punya potensi bekerja lebih baik ketimbang bidang lainnya. “Pertanian luar biasa, hari pertama di kuliah langsung bisa dia macul bahkan bisa produksi . Sementara, di bidang dan lain dia harus lulus dulu,” jelasnya.

Pemilik banyak bidang usaha seperti perhotelan, properti dan otomotif ini berharap, mahasiswa pertanian ini jangan hanya mengejar ijazah. “Kita pikirkan bagaimana ciptakan lapangan kerja sendiri,” jelas Jerry

Pemberian bantuan beasiswa ini karena dirinya merasa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. “Kita hidup bukan untuk diri sendiri tapi hidup untuk berbagi. Saya senang berbicara disini karena saya berbagi ilmu kehidupan dan yang saya pelajari,” tandasnya.

Jerry juga menekankan agar kelak, penerima beasiswa menjadi petani dan peternak yang mandiri sejak dini dan berkembang menjadi entrepreneur pertanian. “Pada sektor pertanianlah keunggulan kita tidak dapat tersaingi oleh negara lain,” ujarnya, yang juga membagikan 10 komputer untuk Unsrat.

Direktur Beasiswa Yayasan JHL Merah Putih Kasih Johan Sembiring mengapresiasi Unsrat yang memberikan jalan untuk JHL melakukan misi berbagi untuk semua.

Johan menjelaskan, bantuan beasiswa ini bukan yang pertama. Sudah ada 16 perguruan tinggi yang terhubung dengan yayasan yang dipimpinnya. “Sampai kemarin kami menyalurkan setiap bulan lebih dari 800 beasiswa,” ujarnya.

Beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa pertanian Unsrat berasal dari 8 program studi, dengan rincian 71 mahasiswa berasal dari semester 3; 26 orang mahasiswa semester 5; dan 3 orang semester 7.

Johan menyebut, Faperta menjadi fokus pemberian beasiswa. Salah satunya karena di dalam pertanian ada pertumbuhan yang jadi ciri utama dari kehidupan.

Virginia Rumuat (salah satu mahasiswa Faperta Unsrat penerima beasiswa) mengaku sangat terbantu. Dia berterimakasih pada JHL Foundation yang telah memberikan Beasiswa Kelapa kepadanya. “Orangtua saya sudah tidak lagi banyak memikirkan soal biaya kuliah dan biaya hidup karena sudah dibantu,” kata Virginia

Virginia juga sangat termotivasi dengan apa yang sudah diperbuat Jerry Hermawan Lo. “Semoga saya bisa menjadi enterpreneur di bidang pertanian, sehingga nantinya saya bisa membantu banyak orang seperti apa yang dilakukan pak Jerry Hermawan Lo sekarang kepada kami,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Sektor pertanian menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pertumbuhan populasi dan tuntutan akan keamanan pangan yang semakin meningkat.

Itulah sebabnya, Sam Herodian (Staf Khusus Kementerian Pertanian Indonesia) menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan tinggi pertanian melalui inovasi dan teknologi untuk mencapai swasembada pangan.

Penegasan tersebut disamipaikannya ketika menjadi Keynote Speaker Onsite pada International Conference on Agriculture, Food, Environment and Energy (InCaffe) 2025 yang diadakan lewat zoom dan secara hibrid di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Kamis (7/8/2025).

Dikemukakan, dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045 beserta Asta Cita 2 dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, pemerintah menekankan perguruan tinggi pertanian harus menjadi garda terdepan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, berpengetahuan luas, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Kurikulum pendidikan tinggi pertanian perlu direformasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja,” tandasnya saat membawakan materi dengan judul Strengthening Agricultural Higher Education Through Innovation and Technology to Achieve Food Self-Sufficiency.

Hal ini, sebutnya, termasuk mengajak petani milenial/Gen Z dalam pertanian cerdas seperti pengenalan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan precision farming.

Diingatkan perlunya kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan petani untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan inovatif.

“Pemerintah dan juga Kementerian juga mengajak para akademisi, mahasiswa, dan peneliti untuk terus berkontribusi dalam menemukan solusi-solusi kreatif untuk tantangan-tantangan pertanian, dengan tujuan akhir menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan panitia pimpinan Fabiola Saroinsong (Ketua) dan diikuti 140 peserta dari 5 negara yang merupakan peneliti, pelaku industri (pariwisat), dosen dan mahasiswa ini merupakan kolaborasi Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pimpinan Dedie Tooy (Dekan) berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTi) Wilayah Timur Indonesia dan Perhimpunan Agroteknologi Indonesia (PAGI).

Kegiatan yang mengusung tema Strengthening Agricultural Higher Education Through Inovation and International Collaboration for Sustainable Food Environment Energy ini menampilkan sejumlah pakar internasional sebagai pembicara.

Invited Speaker Onsite terdiri dari Fabian M. Dayritt (Filipina), Rajesh M. K (India), Fahrul Zaman Huyop (Malaysia), Jeremy Badgery Parker (Australia), Jelfina C. Alow (Indonesia) dan Samanhudi, (Indonesia).

Keynote online yakni Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, (Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia) sementara Invited Speaker online terdiri dari Tamara Jackson (Adelaide University, Australia), Nurul Huda (Universiti Malaysia Sabah, Malaysia), dan Jean-Marc Roda (French Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), Prancis.

Dalam pemaparan materinya, Anton Nugroho mengungkapkan, penguatan pendidikan tinggi pertanian, khususnya di Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia, menjadi strategi penting untuk mendukung keberlanjutan pangan, lingkungan, dan energi di Indonesia.

Visi Indonesia 2045 mencakup pilar-pilar utama, termasuk pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Pembangunan berkelanjutan ini menghadapi tantangan, seperti permintaan pangan yang terus meningkat namun kapasitas produksi yang menurun, sehingga neraca bahan pangan masih defisit,” ujarnya dalam materinya berjudul Penguatan Pendidikan Tinggi Pertanian melalui Inovasi dan Kolaborasi Internasional dalam rangka keberlanjutan pangan, lingkungan dan energi.

Di sisi lingkungan, visi 2045 menargetkan ekonomi hijau dengan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 34-41 persen dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di atas 80.

Dalam menghadapi tantangan ini, Unhan RI berperan aktif dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk pertahanan negara, khususnya dalam menghadapi krisis pangan dan energi.

Peran ini diwujudkan melalui berbagai program studi yang relevan, seperti Sains Pangan dan Ketahanan Energi di tingkat magister, serta program diploma di bidang pertanian, perikanan, dan kelautan.

Selain itu, Unhan RI juga melakukan riset kolaboratif untuk mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi. Riset-riset tersebut meliputi pengolahan lahan dengan larutan mikroba buatan, penyiapan benih menggunakan mikoriza, pembuatan pupuk organik nusantara, oestisida organik, dan pestisida sulfur, dan pengembangan gandum, Program SMC untuk Ketahanan Energi Berbasis Sawit dan Ketahanan Pangan.

“Upaya ini sejalan dengan program swasembada pangan nasional (PSPN) yang mencakup pencetakan sawah baru, revitalisasi sistem irigasi, pengembangan benih unggul, dan transformasi pertanian modern,” tandasnya.

Dengan demikian, menurutnya, pendidikan tinggi pertanian di Unhan RI berfungsi sebagai pilar untuk menciptakan SDM yang mandiri, berkarakter, dan kompeten guna mengatasi ancaman krisis pangan dan energi sebagai bagian dari pertahanan negara.

Dekan Faperta Unsrat Manado Dedie Tooy, dalam sambutannya mengungkapkan, suatu bagin bagi Faperta Unsrat karena bisa melaksanakan kegiatan ini yang diikuti lebih dari 200 peserta baik secara langsung maupun daring, termasuk lebih dari 20 Dekan Faperta dari seluruh Indonesia.

Kegiatan InCAFEE ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan beberaa hari tersebut. Kegiatan lainnya adalah Lokakarya Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur dan Kongres Nasional Perhimpunan Agroteknologi Indonesia.

“Kami bangga menjadi tuan rumah pertemuan akademik internasional ini di Manado dan berharap acara ini dapat memperkuat kolaborasi dan inovasi di bidang pertanian,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTi) Wilayah Timur Indonesia dan Perhimpunan Agroteknologi Indonesia (PAGI) akan menggelar International Conference on Agriculture, Food, Environment and Energy (InCaffe) 2025.

Kegiatan yang mengangkat tema Strengthening Agricultural Higher Education Through Inovation and International Collaboration for Sustainable Food Environment Energy ini akan diadakan lewat zoom dan secara hibrid di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Rabu – Jumat (6 – 8/8/2025.

Acara internasional yang dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai Fabiola Saroinsong dengan Sekretaris Maya Montolalu ini, sebut Dekan Faperta Unsrat Manado Dedie Tooy, akan dirangkaikan pula dengan Lokakarya FKPTPI Wilayah Timur dan Kongree Nasional PAGI.

“Pak Rektor Unsrat Manado (Oktovian Berty Alexander Sompie), pak Gubernur Sulut (Mayjen Purn. Yulius Selvanus) serta International Coconut Community (ICC), Kementan RI dan Universitas Pertahanan Indonesia sangat mensuport kegiatan ini,” ujar Tooy kepada Meimonews.com via WhatsApp, Minggu (20/7/2025).

Gubernur Sulut, menurut Tooy, telah mengkonfirmasikan akan membuka dan memberikan sambutan pada kegiatan ini, sementara Rektor Univeritas Pertahanan (Unhan) Letjen Purn. Anton Nugroho telah menyatakan kesediaannya menjadi keynote speaker bersama dengan Menteri Pertanian RI Andi Sulaiman.

“Pak Rektor Unhan selain hadir dalam kegiatan ini, akan pula melakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Unsrat Manado,” ujar Dekan penuh kreativitas ini.

Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy

Sejumlah pakar internasional menjadi pembicara InCAFFE. Mereka adalah Jean Marc Roda (Cirad Prancis), Fabian M. Dayrit (Atonoo Da Manila University Phillipines), Jefina C. Alow (International Coconut Community), Rajesh MK (International Covonut Comunity), Fahrul Zaman Huyop (Malaysia University of Technology), Tamara Jackson (Adolaida Univerity Australia), Jeremy Badgery Parker (Adolaida University Australia), Nurul Huda (Sabbah University Malaysia) dan Lily Ishak (Chair of FKPTPI Eastern Region). (FA)

Meimonews.com – Alumni Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado menggelar Temu Alumni di salah satu restoran di Manado, Jumat (13/6/2025)

Sebanyak 200-an mantan mahasiswa Faperta Unsrat terlihat senang bisa bakudapa di momen penuh keakraban/kebersamaan, apalagi ada yang sudah lama tak ketemu atau jarang-jarang ketemu karena tempat kerja/beraktivitas atau tempat tinggal yang jauh atau sebab lainnya.

Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy menyampaikan terima kasih kepada Ketua Panitia Dies 2025 Jeanne Paulus, Pengurus IKA dan Tim Kerja John Tasirin, Erny Nurali, Yefta Pamandungan, Ade Lumingkewas, Merlyn Meray, tim dosen/tenaga kependidikan Faperta Unsrat dan, tentunya, semua alumni Faperta Unsrat yang hadir.

“Bersyukur acara Temu Alumni berjalan dengan baik dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Di pertemuan yang berkaitan dengan peringatan Dies Natalis ke-65 Faperta Unsrat ini, Gusnar Ismail (alumni 79) yang kini menjadi Gubernur Gorontalo dan istri (alumni 79) menunggu kegiatan pengabdian di Gorontalo dengan Ketua dan Sekretaris Panitia Gorontalo Muljadi Mario dan Ramdan Pade (Kadis Pertanian dan Kadis Pangan Provinsi Gorontalo). (FA)

Meimonews.com – Pemukulan tetangkoren dan penanaman bibit pohon buah-buahan menandai acara pembukaan Dies Natalis ke-65 Fakultas Pertanisn (Faperta) Unsrat Manado yang diadakan di Agripark Faperta Unsrat, Kamis (24/4/2025).

Pemukulan tetengkoren dilakukan Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexanser Sompie sementara penanaman bibit pohon buah-buahan dilalukan Rektor, Kepala Dinss Pertanian dan Peternakan Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan (mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus) dan Ketua Dharma Wanita Unsrat Ny, Sompie Kalesaran).

Mendampingi saat pemukulan tetangkoren dan penanaman bibit pohon tersebut, Wakil Rektor 1 Atthur G. Pinaria Wakil Rektor 2 Royke Montolalu, Wakil Rektor 3 Raflie Pinasang, Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, beberapa Dekan di lingkungan Unsrat, Wakil-wakil Dekan Faperta Unsrat dan Panitia Pelaksana.

Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie saat melskukan penanaman bibit pohon

Hadir pada acara penuh kekerabatan dan kegembiraan, ratusan civitas akademika Faperta Unsrat Manado dan.sejumlah tamu/undangan lainnya.

Acara pembukaan diwarnai pula dengan senam jantung bersama, atraksi kreativitas dosen dan mahasiswa yakni pertunjutan karate dan bank Arenga pinata, lomba line dance, bazar/pasar murah serta pemeriksaan kesehatan/pemeriksaan darah, pengobatan gratis, pemeriksaan mata dan golongan darah.

Kadis Pertanian dan Peternaksn Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan saat menanam bibir pohon

Menariknya, di sela lomba line dance, Seksi Acara Herry Pinatik dan kawan-kawan mendaulat para Wakil Rektor dan Dekan-dekan untuk mempertunjukkan ‘kebolehan’ mereka dalam berline dance, yang mendapat respons positif dari para hadirin termasuk Rektor.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-65 Faperta Unsrat Jeanne M. Paulus menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka peringatan Dies yang mengangkat tema Inovasi dan kolaborasi dalam pencapaian swasembada pangan.

Salah satu peserta lomba line dance sedang beraksi

Selain kegiatan di acara pembukaan, akan dilaksanakan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di Kebun Percobaan Wailan Tomohon yang akan melibatkan Pemkot Tomohon, Dinas Pertanian, dan Kelompok Tani.

Dalam kegiatan ini ada MoU Unsrat dan Pemkot Tomohan dan Perjanjian Kerjasama Fakultas Pertanian dengan Dinas Pertanian Tomohon.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis

Untuk acara puncak, akan dilaksanakan pada minggu ke-3 Mei 2025 yakni rapat terbuka Senat Faperta, Orasi ilmiah dan Temu Alumni

Panitia akan juga melaksanakan Seminar Nasional FKPTPI (Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia) dan Kongres PAGI) dan Seminar Internasional pada Juli 2025.

Dekan Fapeta Unsrat mengungkapkan, peringatan 65 tahun ini diharapkan menjadi momen refleksi apa yang sudah dilakukan dalam perjalanan panjang sehingga Faperta Unsrat bisa berusia 65 tahun.

Dua mantan Dekan yakni Prof. Jantje Pelealu dan Prof. Robert Molenaar yang hadir.pada saat ini, sebut Tooy, berperan penting sehingga Faperta Unsrat bisa seperti sekarang. “Mereka turut terlibat dalam pengembangan Faperta sehingga bisa seperti ini,” ujarnya.

Tema yang diangkat pada dies kali ini, menurutnya, merupakan cerminan dari komitmen Faperta Unsrat meresponsi apa yang ditantang oleh Presiden dan Wakil Presiden RI terkait dengan swasembada pangan.

Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy saat memberikan sambutan

Dan, swasembada pangan di Indonesia diharapkan Presiden dan Wakil Presiden menjadi lumbung pangan dunia ke depan empat sampai lima tahun ke depan,

“Ini bukan hal mudah tapi kita percaya bahwa banyak yang bisa kita lakukan kalau kita kerja bersama,” tandas Tooy.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat mengurai pula tema yang diangkat pada peringatan dies tahun, yang sejalan dengan program Pemerintah Pusat,

Disebutkan, tema yang diusung pada peringatan kali ini, bukan sekedar seruan melainkan sebuah refleksi mendalam atas tanggung jawab bersama.

“Di tengah tantangan global yang semakin kompleks (mulai dari perubahan iklim, krisis pangan hingga tekanan ekonomi), kita dituntut tidak hanya berpikir cerdas, tapi juga bergerak bersama dalam semangat kebersamaan,” ujarnya,

Swasembada pangan, sebutnya, adalah mimpi besar yang hanya bisa diwujidkan sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, kebijakan dan semangat gotong-royong seluruh elemen bangsa,

Rektor Unsrat di awal sambutannya menyampaikan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Mahaesa karena atas rahmat dan karunianya, Faperta Unsrat bisa memperingati Dies Natalis ke-65.

65 tahun, sebutnya, adalah perjalanan panjang yang diwarnai dengan dedikasi, inovasi, dan pengandian tanpa henti dalam membangun peradaban pertanian yang unggul dan berkelanjutanberkelanjutan.

“Selamat merayakan dies natalis ke-65 Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi. Semoga perjalanan panjang ke depsn semakin penuh dengan karya nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor. (FA)