Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulut menandatangani kerjasama di Aula Faperta Unsrat Manado, Selasa (15/9/2026).

Usai melakukan penandatanganan kerjasama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kuliah umum oleh Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sulut Aris Yunatas.

Materi yang disampaikan Yunatas yang di dampingi tim adalah Dampak perubahan iklim terhadap pertanian dan antisipasinya.

Penandatangana kerjasama dan kuliah umum tersebut semakin menjadikan pertanian tangguh menghadapi perubahan iklim.

Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan. Pergeseran musim, cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, serta perubahan suhu dan curah hujan telah memengaruhi pola tanam, produktivitas, dan ketahanan pangan.

Karena itu, data iklim harus semakin terintegrasi dengan ilmu pertanian, teknologi, dan pengambilan keputusan petani.

“Terima kasih kepada Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara Aris Yunatas bersama jajaran BMKG, atas berbagi pengetahuan dan penguatan kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Unsrat,” ujar Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy.

Semoga sinergi BMKG dan Unsrat, tambahnya, terus berkembang menuju climate-smart agriculture: pertanian yang lebih adaptif, presisi, tangguh, dan berkelanjutan.

“Dari ilmu, membaca iklim. Dari inovasi, menjaga pangan. Dari kolaborasi, memberi dampak bagi negeri,” tambahnya. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado memfasilitasi Ujian Kompetensi PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia).

Pelaksanaan ujian secara nasional ini dilaksanakan di ruang kuliah Faperta Unarat Manado, Sabtu (5/9/2026).

Ada sebanyak 10 mahasiswa Prodi (program studi) Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unsrat yang ikut dalam kegiatan tim PATPI yang terdiri dari Eko Hari Purnomo, Yoakhim Oessoe, dan Dyta Anggraeni ini.

Kegiatan ini, menurut Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan mahasiswa/calon profesional di bidang teknologi pangan sesuai standar kompetensi yang berlaku secara nasional.

Ditegaskan, Faperta Unsrat terus mendorong peningkatan mutu, kompetensi, dan daya saing lulusan. (FA)

Meimonews.com – Kabar gembira datang dari Jepang untuk Universiras Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat pada umumnya dan 4 (empat) mahasiswa Faperta Unsrat pada khususnya.

Hal itu terjadi karena Tim dari Jepang menjemput langsung keempat mahasiswa tersebut untuk ke Jepang bersama PT INA pada pekan depan.

Kedatangan tim dari Jepang diterima oleh Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, Wakil Dekan 1 Gene Kapantouw dan pimpinan fakultas lainnya serta para generasi muda penerus bangsa tersebut.

“Tim dari Jepang datang langsung ke sini untuk menjemput 4 mahasiswa Faperta Unsrat untuk ke Jepang minggu depan,” ujar Dekan Faperta Unsrat kepada Meimonews.com, Selasa (9/6/2026).

Keberangkatan 4 mahasiswa tersebut, jelasnya, terkait dengan bidang Smart Greenhouse dan Post Harvest. ‘Mohon support dan doanya,” pinta Tooy.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Matthew Maringka (Teknologi Pangan), Ramoti Simatupang (Teknik Pertanian), Praycy Dien (Agronomi), dan Angeli Rundengan (Agronomi). (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Hal ini terlihat dengan adanya Asesmen Lapangan Akreditasi untuk Program Studi (prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat, Jumat (5/6/2026).

Sinergi dan keseriusan institusi terlihat jelas saat Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie didampingi Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria, Ketua LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene serta Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dan jajaran menerima kunjungan berharga dari Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kehutanan dan Pertanian (LAM PTIP).

Tim Asesor yang bertugas dalam asesmen lapangan kali ini adalah para pakar di bidangnya, yaitu Supratman dan Harlinda Kuspradini.

Kehadiran kedua asesor disambut dengan hangat sekaligus profesional di lingkungan kampus Faperta Unsrat.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedatangan Tim Asesor LAM PTIP.

Rektor menegaskan, proses akreditasi ini merupakan momentum penting bagi Unsrat khususnya Prodi Kehutanan untuk memotret capaian kinerja, serta mendapatkan masukan strategis demi pengembangan kualitas tridharma perguruan tinggi.

“Kami selalu mendukung penuh setiap upaya peningkatan mutu akademik. Kehadiran Tim Asesor hari ini adalah bagian penting bagi kami untuk memastikan bahwa proses pendidikan di Prodi Kehutanan berjalan sesuai standar nasional, bahkan melampauinya, guna mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing,” ujar Rektor. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat menggelar acara puncak Dies Natalis ke-66 dalam Sidang Senat Terbuka fakultas yang dipimpin Jantje Pelealu di Auditorium Unsrat Manado, Selasa (26/5/2026).

Hadir pada acara yang juga diwarnai pemasangan lilin oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di dampingi Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, antara lain civitas akademika dan alumni Faperta Unsrat, Dekan fakultas di lingkungan Unsrat serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Sulut Janni Lukas mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mwngatakan, tema dies tahun ini yaknin Pertanian modern berbasis potensi lokal sebagai gondasi pembangunan yang stabil, berdampak, dan berkelanjutan, sangat relevan dengan kondisi saat ini.

“Dunia sedang menghadapi tantangan besar : perubahan iklim, ketahanan pangan, degradasi lingkungan, dan transformasi teknologi,” ujarnya.

Rektor berharap Faperta Unsrat terus menjadi pusat inovasi dan transformasi pertanian modern yang tetap berpijak pada kekayaan sumber daya lokal, kearifan lokal dan potensi daerah.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Balitbangda Sulut Janni Lukas mengungkapkan, 66 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah rentang waktu panjang yang dipenuhi kerja keras, dedikasi, pengabdian masyarakat serta perjuangan mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pertanian.

Sejak berdiri pada tahun 1960, Fakultas Pertanian Unsrat telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi pertanian dan pemberdayaan masyarakat tani di Sulut, bahkan kawasan Timur Indonesia.

.”Banyak tokoh, akademisi, birokrat, penyuluh, pengusaha maupun praktisi pertanian lahir dari fakultas ini dan telah memberi kontribusi nyatw bagi pembangunan bangsa,” ujar Lukas mengutip sambutan gubernut.

Dikemukakan, saat ini, bangsa Indonesia sedang menaruh perhatian besar terhadap penguatan sektor pangan. Progran nasional swasembada pangan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pengan nasional.

Terkait dengan itu, Gubernur menegaskan, perguruan tinggi di dalamnya Fakultas Pertanian memiliki posisi yang penting. Fakultas Pertanian harus jadi motor penggerak lahirnya inovasi pertanian modern yang produktif, efisien, berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Dekan Faperta Unsrat dalam laporannya menjelaskan, tahun Amakademik 2025/2026 Faperta Unsrat terus melakukan transformasi dan penguatan tatakelola dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi serta tantangan pembangunan sektor pertanian di era modern.
.
Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-66 Faperta Unsrat Gregoria Sri Suhartati Djarkasi dalam laporannya antara lain mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan panitia.

Kegiatan-kegiatana tersebut adalah seminar internasional dan nasional, pengabdian kepada masyarakat, expo inovasi, eksibisi, webinar series, pembukaan dies dan selebrasi dies (acara puncak) serta temu alumni. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat kini memiliki 17 guru besar (profesor) menyusul adanya pengukuhan 4 guru besar dari Faperta bersamaan dengan 6 guru besar lainnya yang diselenggarakan pada sidang senat terbuka Unsrat di Aiudiitorium Unsrat Manado, Kamis (7/5/2026).

Keempat guru besar tersebut adalah Dedie Tooy, Dantje Tarore, Betsy Agustina Naomi Pinaria, dan Leonardus Ricky Rengkung.

Dengan bertambahnya jumlah guru besar di instutusi pendidikan yang didirikan pada 1 Mei 1960 ini maka Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy menyatakan bersyukur atas ketambahan guru besar ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran di halaman kampus fakultas yang memiliki visi Menjadi fakultas pertanian yang unggul, berbudaya, inovatif, bermakna, dan berkelas internasional terutama dalam layanan tridharma perguruan tinggi berbasis kawasan Wallacea ini, Tooy berterima kasih atas dukungan Rektor Unsrat dan jajaran

“Dan berharap dengan ketambahan guru besar ini squat fakultas dalam bidang keilmuan dan teknologi untuk lebih berdampak bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Bertambahnya empat guru besar ini disyukuri oleh pimpinan, staf dan pegawai serta sivitas akademika fakultas.

Setelah pengukuhan di Auditorium Unsrat, keempat guru besar, pimpinan, staf dan sejumlah dosen serta keluarga mereka yang dikukuhkan berarak dengan berjalan kaki menuju kompleks fakultas.

Setelah sampai di tempat pelaksanaan syukuran, mereka yang dikukuhkan disambut dengan penyematan bunga oleh Ketua Senat Fakultas Jantje Pelealu (mantan Dekan) dan musik, kemudian dilanjutkan dengan ibadah.

Sebelum makan siang bersama dan sesi foto-foto, keempat guru besar di dampingi istri/suami memberikan sambutan singkat.

Suasana gembira mewarnai acara syukuran ini. Persembahan lagu oleh beberapa pimpinan dan staf prodi berkumandang menyemarakkan acara.

Turut hadir pada acara syukuran ini, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Wakil-wakil Rektor. (FA)

Meimonews.com – Saat ini, kita berada pada era di mana sektor pertanian tidak lagi dapat dijalankan secara konvensional semata. Perubahan iklim, keterbatasan sumber daya lahan, meningkatnya kebutuhan pangan, serta pesatnya perkembangan teknologi menuntut adanya transformasi menuju pertanian modern.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Dies Natalis ke-66 Fakultas Pertanian Unsrat Manado yang diadakan di halaman parkir fakultas, Jumat (10/4/2026).

“Pertanian modern bukan hanya tentang mekanisasi atau penggunaan alat canggih, tetapi tentang integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen yang cerdas,” ujar Rektor terkait tema Dies Natalis 2026.

Tema yang diangkat dalam dies natalis kali ini, yang menurut Rektor sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini adalah Pertanian modern sebagai fondasi pembangunan yang stabil, berdampak, dan berkelanjutan.

Perkembangan ini, menurut Rektor, mencakup pemanfaatan data dan digitalisasi, penerapan pertanian presisi, serta penguatan prinsip keberlanjutan yang menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.

“Dalam konteks ini, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi memiliki peran yang sangat strategis. Fakultas tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi pusat inovasi, riset, dan solusi bagi berbagai permasalahan pertanian,” ujarnya.

Ada empat hal yang diharapkan Rektor untuk Faperta Unsrat ke depan. Pertama, terus mengembangkan riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kedua, mendorong hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang bernilai tambah.

Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Leempat, menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dikemukakan, dalam pembangunan nasional, sektor pertanian memegang peran yang sangat vital sebagai fondasi ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, dan penopang ekonomi masyarakat.

Untuk mewujudkan pertanian sebagai fondasi pembangunan yang stabil, berdampak, dan berkelanjutan, diperlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif. Kita tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, lintas disiplin, dan lintas generasi.

Unsrat melalui Fakultas Pertanian (yang kini dipimpin Dedie Tooy – Red) turut berkontribusi dalam mendukung program-program nasional, antara lain melalui penguatan hilirisasi dan agroindustri, pemberdayaan petani dan pengembangan sumber daya manusia, pengembangan bioenergi dan ekonomi sirkular, serta pembangunan desa dan agrowisata.

“Sebagai Rektor, saya menegaskan komitmen universitas untuk terus mendukung penguatan sarana dan prasarana, termasuk laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya, guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan program-program strategis tersebut.

Kepada para mahasiswa, Rektor mengingatkan bahwa kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan pertanian Indonesia.

“Jangan pernah memandang pertanian sebagai sektor yang tertinggal. Justru di tangan kalian,pertanian akan menjadi sektor yang modern, inovatif, dan penuh peluang. Manfaatkan waktu selama di kampus untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri. Jadilah agen perubahan yang mampu membawa pertanian Indonesia ke arah yang lebih maju,” ajaknya,

Kepada para dosen dan tenaga kependidikan, Rektor menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

“Peran anda sangat penting dalam membentuk kualitas lulusan dan arah pengembangan fakultas ke depan,” tandasnya.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan mengungkapkan, acara pembukaan hari ini tentunya menandai dimulainya serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Fakultas Pertanian Unsrat.

“Ini bukanlah perayaan puncak, melainkan awal dari berbagai agenda bermakna yang telah disiapkan untuk memperkaya wawasan, mempererat kebersamaan, dan merefleksikan kontribusi Fakultas Pertanian dalam medukung kedaulatan pangan, khususnya di Bumi Nyiur Melambai,” ujar Kadis mengutip Gubernur,

Fakultas Pertanian Unsrat, menurut Gubernur, telah lama menjadi pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berkontribusi nyata bagi sektor agraris.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, peran akademisi pertanian menjadi sangat krusial.

Di momentum pembukaan Dies Natalis ini, Gubernur berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, sukses, dan penuh makna, sekaligus menjadi wahana untuk memperkuat jaringan antara akademisi, praktisi, dan masyarakat.

Kolaborasi antara Pemprov Sulut dan Unsrat, khususnya Fakultas Pertanian, menurut Gubernur, harus diperkuat baik dalam riset terapan, pendampingan petani, maupun pengembangan komoditas ekspor.

“Saya berharap, Fakultas Pertanian Unsrat dapat menjadi center of excellence yang melahirkan solusi-solusi kreatif bagi masalah kebangsaan,” sebutnya.

Gubernur juga berharap memasuki usia ke-66, Fakultas Pertanian Unsrat semakin jaya, terus berinovasi, dan tetap setia pada misi mencerdaskan anak bangsa.

“Mari kita songsong masa depan dengan
optimisme. Mari kita bangun pertanian yang tangguh sebagai fondasi ekonomi daerah, sehingga bersama-sama kita mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Klaster 2 di Desa Laikit Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, baru-baru.

Program implementasi Tridharma Perguruan Tinggi bertemakan Penerapan Keteknikan Pertanian dengan Alat Evaporasi Dingin untuk Meningkatkan Kualitas dan Masa Simpan Sayuran ini melibatkan dua kelompok mitra utama yaitu Kelompok Tani Mawuwuk dan Kelompok Tani Kinasempoan.

Dari Faperta dan LPPM Unsrat terdiri dari para dosen dan mahasiswa yang diketuai Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dengan anggota Ireine Longdong dan Ruland Rantung, serta Teltje Koapaha, Herry Pinatik; Deny Saroinsong, Bartje Wariki dan Karmila Amir, yang berperan sebagai narasumber, instruktur praktik lapangan, serta pendamping teknis bagi kelompok tani.

Selain itu, melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian yaitu I Kadek Dharmawan, Stevy Pangemanan, dan Dianty Samaria Lumi

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan pascapanen komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan pepaya yang memiliki daya simpan relatif singkat.

Solusi yang diterapkan berupa teknologi evaporator dingin (evaporative cooling), yaitu sistem pendinginan berdaya rendah berbasis proses penguapan air yang mampu menurunkan suhu ruang simpan secara alami sekaligus menjaga kelembapan, sehingga kesegaran produk dapat dipertahankan lebih lama tanpa ketergantungan pada energi listrik skala besar.

Dalam rangkaian kegiatan, para peserta memperoleh pelatihan pembuatan dan pengoperasian evaporator dingin sederhana berbahan lokal, teknik pengaturan suhu dan kelembapan ruang simpan, efisiensi penggunaan air, serta praktik Good Handling Practices (GHP) meliputi teknik panen yang benar, sortasi, dan grading produk hortikultura guna mempertahankan mutu sekaligus meningkatkan nilai jual.

Selain aspek pascapanen, kegiatan PKM Klaster 2 juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman hortikultura bersama kelompok tani, sebagai penguatan praktik budidaya di tingkat lapangan.

Ke depan, tim PKM juga merencanakan pemberian bantuan bibit hortikultura unggulan dalam agenda pendampingan berikutnya guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani mitra.

Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas mahasiswa dan wujud kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat, kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian,

Para mahasiswa berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, membantu praktik pembuatan alat evaporator dingin, pendampingan penanaman, serta berinteraksi langsung dengan petani sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning).

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh materi pelatihan dinilai peserta sebagai esensial hingga sangat esensial. Petani tidak hanya memahami konsep teknologi evaporasi dingin, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan dan pengoperasian alat, serta menerapkan prinsip GHP dalam kegiatan panen dan pascapanen.

Ketua Tim, Dedie Tooy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unsrat dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna sekaligus membangun karakter mahasiswa.

“Selain membantu petani meningkatkan kualitas produk dan menekan kehilangan hasil pascapanen, program ini juga menjadi wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan kompetensi profesional sejak dini,” ujarnya.

Program kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Utara dalam mendukung pengembangan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (FA)

Meimonees.com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie mengungkapkan, di tengah perkembangan teknologi yang serba cepat, kita turut menyaksikan sejumlah dinamika moral pemuda zaman ini.

Nilai gotong royong perlahan bergeser oleh perilaku individualistik. Media sosial yang sejatinya alat komunikasi berubah menjadi arena pertunjukkan popularitas.

Tantangan moral seperti intoleransi, ujaran kebencian, penyalahgunaan teknologi, hingga fenomena hedonisme mulai mengikis karakter luhur bangsa. Ini bukan gambaran menyeluruh, tetapi sebuah peringatan bahwa kita harus memperbaiki arah pembentukan jati diri pemuda.

Meski demikian Rektor percaya pemuda Indonesia khususnya para mahasiawa semester 1 Fakultas Pertanian Unsrat memiliki kemampuan untuk membalik keadaan.

Mahasiswa harus menunjukkan kematangan moral, menegakkan kejujuran, menumbuhkan empati, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta mengedepankan etika dalam setiap kesempatan.

“Jika karakter dan moral kokoh menjadi fondasi maka tidak ada tantangan yang tidak dapat dilakukan,” tegas Rektor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pada pembukaan Seminar Pendidikan Karakter yang diselenggarakan Faperta) Unsrat di Auditorium Fakultas Kedokteran Unsrat Manado, Sabtu (29/11/2025).

Sebagai generasi penerus bangsa, sambung Rektor, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mewarisi dan menjaga nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa : Pancasila sebagai pedoman etika dan cara hidup, kejujuran dalam sikap, integritas dalam perilaku serta dedikasi terhadap kepentingan masyarakat.

Para narasumber foto bersama Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dan Panitia Seminar Ruland A. Rantung dan Adaleyda MV Lumingkewas (Ketua dan Sekretaris)

Nilai tersebut, menurut Rektor, bukan sekedar slogan, melainkan kekuatan identitas yang harus terus dijunjung tinggi. Tidak hanya sebagai penerus, mahasiswa juga adalah generasi pengganti yang kelak memegang peranan strategis dan kepemimpinan bangsa. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi tempat untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter.

“Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa harus senantiasa memperkuat kecerdasan spiritual, sosial dan emosional. Pemimpin masa depan yang hebat tidak hanya cerdas berpikir tetapi juga bijaksana bertindak,” ujar Tooy mengutip sambutan Rektor.

Lebih jauh dari itu, tambah Rektor pada seminar yang mengusung tema Mahasiswa Unsrat berkarakter Pancasila yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional, mahasiswa adalah generasi pembaharu yang ditunggu kontribusinya. Dalam dunia yang terus berubah, mahasiswa harus menghadirkan gagasan-gagasan baru dan berani melakukan inovasi.

“Persoalan bangsa yang begitu kompleks membutuhkan solusi kreatif yang hanya dapat lahir dari keberanian intelktual pemuda Indonesia. Dan di atas semua itu, mahasiswa adalah semangat bangsa,” sebutnya.

Dikemukakan, energi yang mampu membangkitkan optimalisme nasional. Fisik yang prima, pemikiran yang progresif serta hasrat belajar yang tinggi adalah modal besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Mar kita bulatkan tekad, melangkah bersama sebagai mahasiswa yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional. Dengan ilmu di kepala, karakter di dada dan semangat di setiap langkah kita, mari kita wujudkan Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,” ajak Rektor.

Seminar yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Semester 1 Faperta Unsrat ini menghadirkan tiga narasumber yakni Kezia Theresia Mandagi (mantan Putri Tomohon) dan Marsda TNI Jorry S. Koloay (Komandan Sesko AU) di sesi yang membahas Pendidikan karakter bela negara, serta Maya Rumantir (Anggota DPD RI) di sesi yang membahas Pendidikan karakter untuk pengembangan diri.

Mandagi membawakan materi Generasi muda yang berkarakter sebagai fondasi untuk keutuhan bangsa, Marsda Koloay tentang Menanam semangat bela negara dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda pertanian sementara Rumantir tentang Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila bagi kaum generasi muda untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. (FA)

Meimonews,com – Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia HE Rod Brazier, Konjen Australia di Makassar Todd Dias dan tim berkunjung ke North Sulawesi ACIAR – Unsrat Manado di Tomohon, Jumat (24/10/2025).

Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) memiliki proyek yang berfokus pada kolaborasi antara sektor pertanian dan pariwisata.

Proyek ini bertujuan membantu petani kecil beradaptasi dengan perubahan dan peluang pasar, serta meningkatkan keterlibatan mereka dengan industri pariwisata setempat.

North Sulawesi ACIAR – Unsrat ini merupakan projek kerjasama Australia dan Indonesia. Projek di Sulut ini dipimpin Suhartati Djarkasi dengan anggota Maria Sumual, Dora Katiandagho , Tineke Langi, Sesilia Wanget , dan Ireine Adriana Longdong (semuanya dosen Fakuktas Pertanian Unsrat).

Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Manado Dedie Tooy menjelaskan North Sulawesi ACIAR – Unsrat ini berlangsung hingga 3 tahun ke depan.

Kerjasama ini, sebut Tooy berdampak positif tidak saja bagi petani tapi juga bagi masyarakat umum di daerah ini.

Itulah sebabnya, Dubes Konjen Australia untuk Indonesia di Makassar dan tim memberi perhatian dan mengadakan kunjungan ke lokasi ACIAR – Unsrat di Tomohon.

Dubes berharap, manfaat teknologi dan kemitraan yang terjalin semakin bermanfaat bagi semakin banyak petani dan masyarakat serta Sulawesi Utara.

Tooy mengapresiasi dan menyampaikan penghargaannta atas kerja dan semangat Tim di bawah pimpinan Djarkasi serta para mitra, dan tak lupa pula menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Wakil Rektor dan jajarannya, para mitra BRIN, Universitas Udayana dan Universitas Mataram, serta University of Adeleide, Australia. (FA)