Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Klaster 2 di Desa Laikit Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, baru-baru.
Program implementasi Tridharma Perguruan Tinggi bertemakan Penerapan Keteknikan Pertanian dengan Alat Evaporasi Dingin untuk Meningkatkan Kualitas dan Masa Simpan Sayuran ini melibatkan dua kelompok mitra utama yaitu Kelompok Tani Mawuwuk dan Kelompok Tani Kinasempoan.
Dari Faperta dan LPPM Unsrat terdiri dari para dosen dan mahasiswa yang diketuai Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dengan anggota Ireine Longdong dan Ruland Rantung, serta Teltje Koapaha, Herry Pinatik; Deny Saroinsong, Bartje Wariki dan Karmila Amir, yang berperan sebagai narasumber, instruktur praktik lapangan, serta pendamping teknis bagi kelompok tani.

Selain itu, melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian yaitu I Kadek Dharmawan, Stevy Pangemanan, dan Dianty Samaria Lumi
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan pascapanen komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan pepaya yang memiliki daya simpan relatif singkat.
Solusi yang diterapkan berupa teknologi evaporator dingin (evaporative cooling), yaitu sistem pendinginan berdaya rendah berbasis proses penguapan air yang mampu menurunkan suhu ruang simpan secara alami sekaligus menjaga kelembapan, sehingga kesegaran produk dapat dipertahankan lebih lama tanpa ketergantungan pada energi listrik skala besar.

Dalam rangkaian kegiatan, para peserta memperoleh pelatihan pembuatan dan pengoperasian evaporator dingin sederhana berbahan lokal, teknik pengaturan suhu dan kelembapan ruang simpan, efisiensi penggunaan air, serta praktik Good Handling Practices (GHP) meliputi teknik panen yang benar, sortasi, dan grading produk hortikultura guna mempertahankan mutu sekaligus meningkatkan nilai jual.
Selain aspek pascapanen, kegiatan PKM Klaster 2 juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman hortikultura bersama kelompok tani, sebagai penguatan praktik budidaya di tingkat lapangan.
Ke depan, tim PKM juga merencanakan pemberian bantuan bibit hortikultura unggulan dalam agenda pendampingan berikutnya guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani mitra.
Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas mahasiswa dan wujud kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat, kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian,
Para mahasiswa berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, membantu praktik pembuatan alat evaporator dingin, pendampingan penanaman, serta berinteraksi langsung dengan petani sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning).
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh materi pelatihan dinilai peserta sebagai esensial hingga sangat esensial. Petani tidak hanya memahami konsep teknologi evaporasi dingin, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan dan pengoperasian alat, serta menerapkan prinsip GHP dalam kegiatan panen dan pascapanen.
Ketua Tim, Dedie Tooy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unsrat dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna sekaligus membangun karakter mahasiswa.
“Selain membantu petani meningkatkan kualitas produk dan menekan kehilangan hasil pascapanen, program ini juga menjadi wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan kompetensi profesional sejak dini,” ujarnya.
Program kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Utara dalam mendukung pengembangan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (FA)





