Meimonews.com – Kabar gembira datang dari Jepang untuk Universiras Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat pada umumnya dan 4 (empat) mahasiswa Faperta Unsrat pada khususnya.

Hal itu terjadi karena Tim dari Jepang menjemput langsung keempat mahasiswa tersebut untuk ke Jepang bersama PT INA pada pekan depan.

Kedatangan tim dari Jepang diterima oleh Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, Wakil Dekan 1 Gene Kapantouw dan pimpinan fakultas lainnya serta para generasi muda penerus bangsa tersebut.

“Tim dari Jepang datang langsung ke sini untuk menjemput 4 mahasiswa Faperta Unsrat untuk ke Jepang minggu depan,” ujar Dekan Faperta Unsrat kepada Meimonews.com, Selasa (9/6/2026).

Keberangkatan 4 mahasiswa tersebut, jelasnya, terkait dengan bidang Smart Greenhouse dan Post Harvest. ‘Mohon support dan doanya,” pinta Tooy.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Matthew Maringka (Teknologi Pangan), Ramoti Simatupang (Teknik Pertanian), Praycy Dien (Agronomi), dan Angeli Rundengan (Agronomi). (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Hal ini terlihat dengan adanya Asesmen Lapangan Akreditasi untuk Program Studi (prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat, Jumat (5/6/2026).

Sinergi dan keseriusan institusi terlihat jelas saat Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie didampingi Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria, Ketua LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene serta Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dan jajaran menerima kunjungan berharga dari Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kehutanan dan Pertanian (LAM PTIP).

Tim Asesor yang bertugas dalam asesmen lapangan kali ini adalah para pakar di bidangnya, yaitu Supratman dan Harlinda Kuspradini.

Kehadiran kedua asesor disambut dengan hangat sekaligus profesional di lingkungan kampus Faperta Unsrat.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedatangan Tim Asesor LAM PTIP.

Rektor menegaskan, proses akreditasi ini merupakan momentum penting bagi Unsrat khususnya Prodi Kehutanan untuk memotret capaian kinerja, serta mendapatkan masukan strategis demi pengembangan kualitas tridharma perguruan tinggi.

“Kami selalu mendukung penuh setiap upaya peningkatan mutu akademik. Kehadiran Tim Asesor hari ini adalah bagian penting bagi kami untuk memastikan bahwa proses pendidikan di Prodi Kehutanan berjalan sesuai standar nasional, bahkan melampauinya, guna mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing,” ujar Rektor. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat menggelar acara puncak Dies Natalis ke-66 dalam Sidang Senat Terbuka fakultas yang dipimpin Jantje Pelealu di Auditorium Unsrat Manado, Selasa (26/5/2026).

Hadir pada acara yang juga diwarnai pemasangan lilin oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di dampingi Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy, antara lain civitas akademika dan alumni Faperta Unsrat, Dekan fakultas di lingkungan Unsrat serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Sulut Janni Lukas mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mwngatakan, tema dies tahun ini yaknin Pertanian modern berbasis potensi lokal sebagai gondasi pembangunan yang stabil, berdampak, dan berkelanjutan, sangat relevan dengan kondisi saat ini.

“Dunia sedang menghadapi tantangan besar : perubahan iklim, ketahanan pangan, degradasi lingkungan, dan transformasi teknologi,” ujarnya.

Rektor berharap Faperta Unsrat terus menjadi pusat inovasi dan transformasi pertanian modern yang tetap berpijak pada kekayaan sumber daya lokal, kearifan lokal dan potensi daerah.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Balitbangda Sulut Janni Lukas mengungkapkan, 66 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah rentang waktu panjang yang dipenuhi kerja keras, dedikasi, pengabdian masyarakat serta perjuangan mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pertanian.

Sejak berdiri pada tahun 1960, Fakultas Pertanian Unsrat telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi pertanian dan pemberdayaan masyarakat tani di Sulut, bahkan kawasan Timur Indonesia.

.”Banyak tokoh, akademisi, birokrat, penyuluh, pengusaha maupun praktisi pertanian lahir dari fakultas ini dan telah memberi kontribusi nyatw bagi pembangunan bangsa,” ujar Lukas mengutip sambutan gubernut.

Dikemukakan, saat ini, bangsa Indonesia sedang menaruh perhatian besar terhadap penguatan sektor pangan. Progran nasional swasembada pangan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pengan nasional.

Terkait dengan itu, Gubernur menegaskan, perguruan tinggi di dalamnya Fakultas Pertanian memiliki posisi yang penting. Fakultas Pertanian harus jadi motor penggerak lahirnya inovasi pertanian modern yang produktif, efisien, berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Dekan Faperta Unsrat dalam laporannya menjelaskan, tahun Amakademik 2025/2026 Faperta Unsrat terus melakukan transformasi dan penguatan tatakelola dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi serta tantangan pembangunan sektor pertanian di era modern.
.
Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-66 Faperta Unsrat Gregoria Sri Suhartati Djarkasi dalam laporannya antara lain mengungkapkan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan panitia.

Kegiatan-kegiatana tersebut adalah seminar internasional dan nasional, pengabdian kepada masyarakat, expo inovasi, eksibisi, webinar series, pembukaan dies dan selebrasi dies (acara puncak) serta temu alumni. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat kini memiliki 17 guru besar (profesor) menyusul adanya pengukuhan 4 guru besar dari Faperta bersamaan dengan 6 guru besar lainnya yang diselenggarakan pada sidang senat terbuka Unsrat di Aiudiitorium Unsrat Manado, Kamis (7/5/2026).

Keempat guru besar tersebut adalah Dedie Tooy, Dantje Tarore, Betsy Agustina Naomi Pinaria, dan Leonardus Ricky Rengkung.

Dengan bertambahnya jumlah guru besar di instutusi pendidikan yang didirikan pada 1 Mei 1960 ini maka Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy menyatakan bersyukur atas ketambahan guru besar ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran di halaman kampus fakultas yang memiliki visi Menjadi fakultas pertanian yang unggul, berbudaya, inovatif, bermakna, dan berkelas internasional terutama dalam layanan tridharma perguruan tinggi berbasis kawasan Wallacea ini, Tooy berterima kasih atas dukungan Rektor Unsrat dan jajaran

“Dan berharap dengan ketambahan guru besar ini squat fakultas dalam bidang keilmuan dan teknologi untuk lebih berdampak bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Bertambahnya empat guru besar ini disyukuri oleh pimpinan, staf dan pegawai serta sivitas akademika fakultas.

Setelah pengukuhan di Auditorium Unsrat, keempat guru besar, pimpinan, staf dan sejumlah dosen serta keluarga mereka yang dikukuhkan berarak dengan berjalan kaki menuju kompleks fakultas.

Setelah sampai di tempat pelaksanaan syukuran, mereka yang dikukuhkan disambut dengan penyematan bunga oleh Ketua Senat Fakultas Jantje Pelealu (mantan Dekan) dan musik, kemudian dilanjutkan dengan ibadah.

Sebelum makan siang bersama dan sesi foto-foto, keempat guru besar di dampingi istri/suami memberikan sambutan singkat.

Suasana gembira mewarnai acara syukuran ini. Persembahan lagu oleh beberapa pimpinan dan staf prodi berkumandang menyemarakkan acara.

Turut hadir pada acara syukuran ini, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Wakil-wakil Rektor. (FA)

Meimonews.com – Saat ini, kita berada pada era di mana sektor pertanian tidak lagi dapat dijalankan secara konvensional semata. Perubahan iklim, keterbatasan sumber daya lahan, meningkatnya kebutuhan pangan, serta pesatnya perkembangan teknologi menuntut adanya transformasi menuju pertanian modern.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Dies Natalis ke-66 Fakultas Pertanian Unsrat Manado yang diadakan di halaman parkir fakultas, Jumat (10/4/2026).

“Pertanian modern bukan hanya tentang mekanisasi atau penggunaan alat canggih, tetapi tentang integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen yang cerdas,” ujar Rektor terkait tema Dies Natalis 2026.

Tema yang diangkat dalam dies natalis kali ini, yang menurut Rektor sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini adalah Pertanian modern sebagai fondasi pembangunan yang stabil, berdampak, dan berkelanjutan.

Perkembangan ini, menurut Rektor, mencakup pemanfaatan data dan digitalisasi, penerapan pertanian presisi, serta penguatan prinsip keberlanjutan yang menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.

“Dalam konteks ini, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi memiliki peran yang sangat strategis. Fakultas tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi pusat inovasi, riset, dan solusi bagi berbagai permasalahan pertanian,” ujarnya.

Ada empat hal yang diharapkan Rektor untuk Faperta Unsrat ke depan. Pertama, terus mengembangkan riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kedua, mendorong hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang bernilai tambah.

Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Leempat, menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dikemukakan, dalam pembangunan nasional, sektor pertanian memegang peran yang sangat vital sebagai fondasi ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, dan penopang ekonomi masyarakat.

Untuk mewujudkan pertanian sebagai fondasi pembangunan yang stabil, berdampak, dan berkelanjutan, diperlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif. Kita tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, lintas disiplin, dan lintas generasi.

Unsrat melalui Fakultas Pertanian (yang kini dipimpin Dedie Tooy – Red) turut berkontribusi dalam mendukung program-program nasional, antara lain melalui penguatan hilirisasi dan agroindustri, pemberdayaan petani dan pengembangan sumber daya manusia, pengembangan bioenergi dan ekonomi sirkular, serta pembangunan desa dan agrowisata.

“Sebagai Rektor, saya menegaskan komitmen universitas untuk terus mendukung penguatan sarana dan prasarana, termasuk laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya, guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan program-program strategis tersebut.

Kepada para mahasiswa, Rektor mengingatkan bahwa kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan pertanian Indonesia.

“Jangan pernah memandang pertanian sebagai sektor yang tertinggal. Justru di tangan kalian,pertanian akan menjadi sektor yang modern, inovatif, dan penuh peluang. Manfaatkan waktu selama di kampus untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri. Jadilah agen perubahan yang mampu membawa pertanian Indonesia ke arah yang lebih maju,” ajaknya,

Kepada para dosen dan tenaga kependidikan, Rektor menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

“Peran anda sangat penting dalam membentuk kualitas lulusan dan arah pengembangan fakultas ke depan,” tandasnya.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan mengungkapkan, acara pembukaan hari ini tentunya menandai dimulainya serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi Fakultas Pertanian Unsrat.

“Ini bukanlah perayaan puncak, melainkan awal dari berbagai agenda bermakna yang telah disiapkan untuk memperkaya wawasan, mempererat kebersamaan, dan merefleksikan kontribusi Fakultas Pertanian dalam medukung kedaulatan pangan, khususnya di Bumi Nyiur Melambai,” ujar Kadis mengutip Gubernur,

Fakultas Pertanian Unsrat, menurut Gubernur, telah lama menjadi pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berkontribusi nyata bagi sektor agraris.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, peran akademisi pertanian menjadi sangat krusial.

Di momentum pembukaan Dies Natalis ini, Gubernur berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, sukses, dan penuh makna, sekaligus menjadi wahana untuk memperkuat jaringan antara akademisi, praktisi, dan masyarakat.

Kolaborasi antara Pemprov Sulut dan Unsrat, khususnya Fakultas Pertanian, menurut Gubernur, harus diperkuat baik dalam riset terapan, pendampingan petani, maupun pengembangan komoditas ekspor.

“Saya berharap, Fakultas Pertanian Unsrat dapat menjadi center of excellence yang melahirkan solusi-solusi kreatif bagi masalah kebangsaan,” sebutnya.

Gubernur juga berharap memasuki usia ke-66, Fakultas Pertanian Unsrat semakin jaya, terus berinovasi, dan tetap setia pada misi mencerdaskan anak bangsa.

“Mari kita songsong masa depan dengan
optimisme. Mari kita bangun pertanian yang tangguh sebagai fondasi ekonomi daerah, sehingga bersama-sama kita mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ajaknya. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Klaster 2 di Desa Laikit Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, baru-baru.

Program implementasi Tridharma Perguruan Tinggi bertemakan Penerapan Keteknikan Pertanian dengan Alat Evaporasi Dingin untuk Meningkatkan Kualitas dan Masa Simpan Sayuran ini melibatkan dua kelompok mitra utama yaitu Kelompok Tani Mawuwuk dan Kelompok Tani Kinasempoan.

Dari Faperta dan LPPM Unsrat terdiri dari para dosen dan mahasiswa yang diketuai Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dengan anggota Ireine Longdong dan Ruland Rantung, serta Teltje Koapaha, Herry Pinatik; Deny Saroinsong, Bartje Wariki dan Karmila Amir, yang berperan sebagai narasumber, instruktur praktik lapangan, serta pendamping teknis bagi kelompok tani.

Selain itu, melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian yaitu I Kadek Dharmawan, Stevy Pangemanan, dan Dianty Samaria Lumi

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan pascapanen komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan pepaya yang memiliki daya simpan relatif singkat.

Solusi yang diterapkan berupa teknologi evaporator dingin (evaporative cooling), yaitu sistem pendinginan berdaya rendah berbasis proses penguapan air yang mampu menurunkan suhu ruang simpan secara alami sekaligus menjaga kelembapan, sehingga kesegaran produk dapat dipertahankan lebih lama tanpa ketergantungan pada energi listrik skala besar.

Dalam rangkaian kegiatan, para peserta memperoleh pelatihan pembuatan dan pengoperasian evaporator dingin sederhana berbahan lokal, teknik pengaturan suhu dan kelembapan ruang simpan, efisiensi penggunaan air, serta praktik Good Handling Practices (GHP) meliputi teknik panen yang benar, sortasi, dan grading produk hortikultura guna mempertahankan mutu sekaligus meningkatkan nilai jual.

Selain aspek pascapanen, kegiatan PKM Klaster 2 juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman hortikultura bersama kelompok tani, sebagai penguatan praktik budidaya di tingkat lapangan.

Ke depan, tim PKM juga merencanakan pemberian bantuan bibit hortikultura unggulan dalam agenda pendampingan berikutnya guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani mitra.

Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas mahasiswa dan wujud kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat, kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian,

Para mahasiswa berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, membantu praktik pembuatan alat evaporator dingin, pendampingan penanaman, serta berinteraksi langsung dengan petani sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning).

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh materi pelatihan dinilai peserta sebagai esensial hingga sangat esensial. Petani tidak hanya memahami konsep teknologi evaporasi dingin, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan dan pengoperasian alat, serta menerapkan prinsip GHP dalam kegiatan panen dan pascapanen.

Ketua Tim, Dedie Tooy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unsrat dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna sekaligus membangun karakter mahasiswa.

“Selain membantu petani meningkatkan kualitas produk dan menekan kehilangan hasil pascapanen, program ini juga menjadi wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan kompetensi profesional sejak dini,” ujarnya.

Program kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Utara dalam mendukung pengembangan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (FA)

Meimonees.com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie mengungkapkan, di tengah perkembangan teknologi yang serba cepat, kita turut menyaksikan sejumlah dinamika moral pemuda zaman ini.

Nilai gotong royong perlahan bergeser oleh perilaku individualistik. Media sosial yang sejatinya alat komunikasi berubah menjadi arena pertunjukkan popularitas.

Tantangan moral seperti intoleransi, ujaran kebencian, penyalahgunaan teknologi, hingga fenomena hedonisme mulai mengikis karakter luhur bangsa. Ini bukan gambaran menyeluruh, tetapi sebuah peringatan bahwa kita harus memperbaiki arah pembentukan jati diri pemuda.

Meski demikian Rektor percaya pemuda Indonesia khususnya para mahasiawa semester 1 Fakultas Pertanian Unsrat memiliki kemampuan untuk membalik keadaan.

Mahasiswa harus menunjukkan kematangan moral, menegakkan kejujuran, menumbuhkan empati, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta mengedepankan etika dalam setiap kesempatan.

“Jika karakter dan moral kokoh menjadi fondasi maka tidak ada tantangan yang tidak dapat dilakukan,” tegas Rektor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pada pembukaan Seminar Pendidikan Karakter yang diselenggarakan Faperta) Unsrat di Auditorium Fakultas Kedokteran Unsrat Manado, Sabtu (29/11/2025).

Sebagai generasi penerus bangsa, sambung Rektor, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mewarisi dan menjaga nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa : Pancasila sebagai pedoman etika dan cara hidup, kejujuran dalam sikap, integritas dalam perilaku serta dedikasi terhadap kepentingan masyarakat.

Para narasumber foto bersama Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dan Panitia Seminar Ruland A. Rantung dan Adaleyda MV Lumingkewas (Ketua dan Sekretaris)

Nilai tersebut, menurut Rektor, bukan sekedar slogan, melainkan kekuatan identitas yang harus terus dijunjung tinggi. Tidak hanya sebagai penerus, mahasiswa juga adalah generasi pengganti yang kelak memegang peranan strategis dan kepemimpinan bangsa. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi tempat untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter.

“Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa harus senantiasa memperkuat kecerdasan spiritual, sosial dan emosional. Pemimpin masa depan yang hebat tidak hanya cerdas berpikir tetapi juga bijaksana bertindak,” ujar Tooy mengutip sambutan Rektor.

Lebih jauh dari itu, tambah Rektor pada seminar yang mengusung tema Mahasiswa Unsrat berkarakter Pancasila yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional, mahasiswa adalah generasi pembaharu yang ditunggu kontribusinya. Dalam dunia yang terus berubah, mahasiswa harus menghadirkan gagasan-gagasan baru dan berani melakukan inovasi.

“Persoalan bangsa yang begitu kompleks membutuhkan solusi kreatif yang hanya dapat lahir dari keberanian intelktual pemuda Indonesia. Dan di atas semua itu, mahasiswa adalah semangat bangsa,” sebutnya.

Dikemukakan, energi yang mampu membangkitkan optimalisme nasional. Fisik yang prima, pemikiran yang progresif serta hasrat belajar yang tinggi adalah modal besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Mar kita bulatkan tekad, melangkah bersama sebagai mahasiswa yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional. Dengan ilmu di kepala, karakter di dada dan semangat di setiap langkah kita, mari kita wujudkan Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,” ajak Rektor.

Seminar yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Semester 1 Faperta Unsrat ini menghadirkan tiga narasumber yakni Kezia Theresia Mandagi (mantan Putri Tomohon) dan Marsda TNI Jorry S. Koloay (Komandan Sesko AU) di sesi yang membahas Pendidikan karakter bela negara, serta Maya Rumantir (Anggota DPD RI) di sesi yang membahas Pendidikan karakter untuk pengembangan diri.

Mandagi membawakan materi Generasi muda yang berkarakter sebagai fondasi untuk keutuhan bangsa, Marsda Koloay tentang Menanam semangat bela negara dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda pertanian sementara Rumantir tentang Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila bagi kaum generasi muda untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. (FA)

Meimonews,com – Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia HE Rod Brazier, Konjen Australia di Makassar Todd Dias dan tim berkunjung ke North Sulawesi ACIAR – Unsrat Manado di Tomohon, Jumat (24/10/2025).

Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) memiliki proyek yang berfokus pada kolaborasi antara sektor pertanian dan pariwisata.

Proyek ini bertujuan membantu petani kecil beradaptasi dengan perubahan dan peluang pasar, serta meningkatkan keterlibatan mereka dengan industri pariwisata setempat.

North Sulawesi ACIAR – Unsrat ini merupakan projek kerjasama Australia dan Indonesia. Projek di Sulut ini dipimpin Suhartati Djarkasi dengan anggota Maria Sumual, Dora Katiandagho , Tineke Langi, Sesilia Wanget , dan Ireine Adriana Longdong (semuanya dosen Fakuktas Pertanian Unsrat).

Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Manado Dedie Tooy menjelaskan North Sulawesi ACIAR – Unsrat ini berlangsung hingga 3 tahun ke depan.

Kerjasama ini, sebut Tooy berdampak positif tidak saja bagi petani tapi juga bagi masyarakat umum di daerah ini.

Itulah sebabnya, Dubes Konjen Australia untuk Indonesia di Makassar dan tim memberi perhatian dan mengadakan kunjungan ke lokasi ACIAR – Unsrat di Tomohon.

Dubes berharap, manfaat teknologi dan kemitraan yang terjalin semakin bermanfaat bagi semakin banyak petani dan masyarakat serta Sulawesi Utara.

Tooy mengapresiasi dan menyampaikan penghargaannta atas kerja dan semangat Tim di bawah pimpinan Djarkasi serta para mitra, dan tak lupa pula menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Wakil Rektor dan jajarannya, para mitra BRIN, Universitas Udayana dan Universitas Mataram, serta University of Adeleide, Australia. (FA)

Meimonews.com – Puncak Peringatan Dies Natalis ke-65 Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat, Kamis (18/9/2025) menjadi momen istimewa bagi ratusan mahasiswa maupun institusi pendidikan tinggi tersebut.

Betapa tidak, pada kesempatan tersebut Jerry Hermawan Lo dari Yayasan Merah Putih Kasih (JHL Foundation) memberikan Beasiswa Kelapa untuk 100 mahasiswa Faperta Unsrat hingga mereka lulus.

Sebelum pemberian beasiswa ini, Jerry sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Rektor Unsrat sangat menyambut baik beasiswa kelapa ini dan berterima kasih kepada Jerry atas perhatiannya terhadap Unsrat.

Pemberian beasiswa ini, jelas Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy kepada Meimonews.com, Jumat (19/9/2025), diberikan langsung ke rekening para mahasiswa. Per bulannya Rp.500.000 dan insentif UKT per semester Rp. 1.000.000. Pertahun Rp. 8.000.000 sampai semester 8.

Pemberian beasiswa ini menunjukkan kepedulian yayasan yang didirikan Jerry ini untuk dunia pendidikan dan pertanian di Tanah Air Indonesia, sebagaimana yang telah mereka lakukan sebelumnya.

“Saya fokus di pertanian sehingga kami ingin mencetak seribu mahasiswa pertanian dalam lima tahun. Mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan kami akan tambah 2 ribu sampai 3 ribu mahasiswa lagi,” ujar Jerry ketika menyerahkan beasiswa tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya, Jerry melalui JHL Foundation sudah memberikan beasiswa kepada hampir 1.000 mahasiswa fakultas pertanian di banyak perguruan tinggi

Di antaranya, Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nusa Nipa NTT (Unipa), Universitas Riau, Universitas Jambi, Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau Halmahera Barat.

Sedangkan Universitas Tirtayasa Banten, Sekolah Tinggi Ilmu Perkebunan Jogjakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin akan menjadi universitas selanjutnya yang menerima beasiswa (saat ini masih dalam proses administrasinya).

Para mahasiswa di bidang pertanian yang mendapatkan Beasiswa Kelapa dari JHL Foundation hingga lulus ini diharapkan mampu memanfaatkannya agar kelak mereka terlahir sebagai ahli di bidang industri pertanian.

Jerry yang kini fokus dengan agroindustri kelapa ini menuturkan, industri pertanian di Indonesia memiliki potensi yang baik. Salah satunya di bidang pengelolaan kelapa.

Jerry mengaku dalam beberapa tahun ini dia fokus membangun royal agroindustri. “Kalau agrobisnis artinya saya tanam lalu hasil panennya saya jual. Tapi kalau saya fokus di agroindustri. Jadi, hasil pertanian saya olah dulu hingga menghasilkan barang jadi atau setengah jadi, baru saya jual. Sehingga terjadi hilirisasi dan menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.

Potensi pertanian Indonesia, jelasnya sangat luar biasa. Di mana Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang bisa dikolola dengan baik.

Selain itu, infrastruktur di Indonesia juga sudah sangat baik. “Jadi tidak ada lagi hasil pertanian yang tidak bisa dijual gara-gara tidak ada akses jalan,” ujarnya.

Hal lain yang sangat penting untuk mendukung pertanian adalah pembenahan sumber daya manusia. “Nah Beasiswa Kelapa ini saya dedikasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian,” sebutnya.

Selain itu, Beasiswa Kelapa ini merupakan bentuk support Jerry Hermawan Lo untuk program ketahanan pangan yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.

Kini, Jerry telah memiliki beberapa pabrik pengolahan kelapa. Yakni di Halmahera Utara, Manado dan Sampit. “Artinya kami menjadi salah satu produsen kelapa terbesar,” ujarnya.

Jerry yakin, mahasiswa pertanian punya potensi bekerja lebih baik ketimbang bidang lainnya. “Pertanian luar biasa, hari pertama di kuliah langsung bisa dia macul bahkan bisa produksi . Sementara, di bidang dan lain dia harus lulus dulu,” jelasnya.

Pemilik banyak bidang usaha seperti perhotelan, properti dan otomotif ini berharap, mahasiswa pertanian ini jangan hanya mengejar ijazah. “Kita pikirkan bagaimana ciptakan lapangan kerja sendiri,” jelas Jerry

Pemberian bantuan beasiswa ini karena dirinya merasa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. “Kita hidup bukan untuk diri sendiri tapi hidup untuk berbagi. Saya senang berbicara disini karena saya berbagi ilmu kehidupan dan yang saya pelajari,” tandasnya.

Jerry juga menekankan agar kelak, penerima beasiswa menjadi petani dan peternak yang mandiri sejak dini dan berkembang menjadi entrepreneur pertanian. “Pada sektor pertanianlah keunggulan kita tidak dapat tersaingi oleh negara lain,” ujarnya, yang juga membagikan 10 komputer untuk Unsrat.

Direktur Beasiswa Yayasan JHL Merah Putih Kasih Johan Sembiring mengapresiasi Unsrat yang memberikan jalan untuk JHL melakukan misi berbagi untuk semua.

Johan menjelaskan, bantuan beasiswa ini bukan yang pertama. Sudah ada 16 perguruan tinggi yang terhubung dengan yayasan yang dipimpinnya. “Sampai kemarin kami menyalurkan setiap bulan lebih dari 800 beasiswa,” ujarnya.

Beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa pertanian Unsrat berasal dari 8 program studi, dengan rincian 71 mahasiswa berasal dari semester 3; 26 orang mahasiswa semester 5; dan 3 orang semester 7.

Johan menyebut, Faperta menjadi fokus pemberian beasiswa. Salah satunya karena di dalam pertanian ada pertumbuhan yang jadi ciri utama dari kehidupan.

Virginia Rumuat (salah satu mahasiswa Faperta Unsrat penerima beasiswa) mengaku sangat terbantu. Dia berterimakasih pada JHL Foundation yang telah memberikan Beasiswa Kelapa kepadanya. “Orangtua saya sudah tidak lagi banyak memikirkan soal biaya kuliah dan biaya hidup karena sudah dibantu,” kata Virginia

Virginia juga sangat termotivasi dengan apa yang sudah diperbuat Jerry Hermawan Lo. “Semoga saya bisa menjadi enterpreneur di bidang pertanian, sehingga nantinya saya bisa membantu banyak orang seperti apa yang dilakukan pak Jerry Hermawan Lo sekarang kepada kami,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Sektor pertanian menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pertumbuhan populasi dan tuntutan akan keamanan pangan yang semakin meningkat.

Itulah sebabnya, Sam Herodian (Staf Khusus Kementerian Pertanian Indonesia) menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan tinggi pertanian melalui inovasi dan teknologi untuk mencapai swasembada pangan.

Penegasan tersebut disamipaikannya ketika menjadi Keynote Speaker Onsite pada International Conference on Agriculture, Food, Environment and Energy (InCaffe) 2025 yang diadakan lewat zoom dan secara hibrid di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Kamis (7/8/2025).

Dikemukakan, dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045 beserta Asta Cita 2 dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, pemerintah menekankan perguruan tinggi pertanian harus menjadi garda terdepan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, berpengetahuan luas, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Kurikulum pendidikan tinggi pertanian perlu direformasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja,” tandasnya saat membawakan materi dengan judul Strengthening Agricultural Higher Education Through Innovation and Technology to Achieve Food Self-Sufficiency.

Hal ini, sebutnya, termasuk mengajak petani milenial/Gen Z dalam pertanian cerdas seperti pengenalan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan precision farming.

Diingatkan perlunya kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan petani untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan inovatif.

“Pemerintah dan juga Kementerian juga mengajak para akademisi, mahasiswa, dan peneliti untuk terus berkontribusi dalam menemukan solusi-solusi kreatif untuk tantangan-tantangan pertanian, dengan tujuan akhir menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan panitia pimpinan Fabiola Saroinsong (Ketua) dan diikuti 140 peserta dari 5 negara yang merupakan peneliti, pelaku industri (pariwisat), dosen dan mahasiswa ini merupakan kolaborasi Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pimpinan Dedie Tooy (Dekan) berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTi) Wilayah Timur Indonesia dan Perhimpunan Agroteknologi Indonesia (PAGI).

Kegiatan yang mengusung tema Strengthening Agricultural Higher Education Through Inovation and International Collaboration for Sustainable Food Environment Energy ini menampilkan sejumlah pakar internasional sebagai pembicara.

Invited Speaker Onsite terdiri dari Fabian M. Dayritt (Filipina), Rajesh M. K (India), Fahrul Zaman Huyop (Malaysia), Jeremy Badgery Parker (Australia), Jelfina C. Alow (Indonesia) dan Samanhudi, (Indonesia).

Keynote online yakni Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, (Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia) sementara Invited Speaker online terdiri dari Tamara Jackson (Adelaide University, Australia), Nurul Huda (Universiti Malaysia Sabah, Malaysia), dan Jean-Marc Roda (French Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), Prancis.

Dalam pemaparan materinya, Anton Nugroho mengungkapkan, penguatan pendidikan tinggi pertanian, khususnya di Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia, menjadi strategi penting untuk mendukung keberlanjutan pangan, lingkungan, dan energi di Indonesia.

Visi Indonesia 2045 mencakup pilar-pilar utama, termasuk pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Pembangunan berkelanjutan ini menghadapi tantangan, seperti permintaan pangan yang terus meningkat namun kapasitas produksi yang menurun, sehingga neraca bahan pangan masih defisit,” ujarnya dalam materinya berjudul Penguatan Pendidikan Tinggi Pertanian melalui Inovasi dan Kolaborasi Internasional dalam rangka keberlanjutan pangan, lingkungan dan energi.

Di sisi lingkungan, visi 2045 menargetkan ekonomi hijau dengan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 34-41 persen dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di atas 80.

Dalam menghadapi tantangan ini, Unhan RI berperan aktif dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk pertahanan negara, khususnya dalam menghadapi krisis pangan dan energi.

Peran ini diwujudkan melalui berbagai program studi yang relevan, seperti Sains Pangan dan Ketahanan Energi di tingkat magister, serta program diploma di bidang pertanian, perikanan, dan kelautan.

Selain itu, Unhan RI juga melakukan riset kolaboratif untuk mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi. Riset-riset tersebut meliputi pengolahan lahan dengan larutan mikroba buatan, penyiapan benih menggunakan mikoriza, pembuatan pupuk organik nusantara, oestisida organik, dan pestisida sulfur, dan pengembangan gandum, Program SMC untuk Ketahanan Energi Berbasis Sawit dan Ketahanan Pangan.

“Upaya ini sejalan dengan program swasembada pangan nasional (PSPN) yang mencakup pencetakan sawah baru, revitalisasi sistem irigasi, pengembangan benih unggul, dan transformasi pertanian modern,” tandasnya.

Dengan demikian, menurutnya, pendidikan tinggi pertanian di Unhan RI berfungsi sebagai pilar untuk menciptakan SDM yang mandiri, berkarakter, dan kompeten guna mengatasi ancaman krisis pangan dan energi sebagai bagian dari pertahanan negara.

Dekan Faperta Unsrat Manado Dedie Tooy, dalam sambutannya mengungkapkan, suatu bagin bagi Faperta Unsrat karena bisa melaksanakan kegiatan ini yang diikuti lebih dari 200 peserta baik secara langsung maupun daring, termasuk lebih dari 20 Dekan Faperta dari seluruh Indonesia.

Kegiatan InCAFEE ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan beberaa hari tersebut. Kegiatan lainnya adalah Lokakarya Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur dan Kongres Nasional Perhimpunan Agroteknologi Indonesia.

“Kami bangga menjadi tuan rumah pertemuan akademik internasional ini di Manado dan berharap acara ini dapat memperkuat kolaborasi dan inovasi di bidang pertanian,” ujarnya. (FA)