Meimonews.com – Dedie Tooy memang mutlak pada pemilihan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat masa bakti 2026-2030 yang turut dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Pada pemilihan yang diadakan dalam sidang senat fakultas yang dipimpin Jantje Pelealu (Ketua Senat) di Ruang Rapat Faperta Unsrat, Jumat (21/11/2025), Tooy yang saat ini memegang jabatan Dekan hasil pilihan beberapa tahun lalu, terpilih kembali.

Tooy meraih suara terbanyak dan mengalahkan dua calon lainnya yakni Tinneke Marlyn Langi dan Meldi Tieneke Magdalena Sinolungan.

Dari 38 suara pemilih termasuk 35 persen (13 suara) Rektor, Tooy mendapat 35 suara sementara Langi 2 suara dan Sinolungan 1 suara.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie saat menggunakan hak suaranya pada pemilihan Dekan Faperta Unsrat masa bakti 2026-2030

“Ya. Senat fakultas telah melakukan pemilihan dekan dengan hasil seperti itu, yang diikuti langsung oleh Rektor, yang juga telah menggunakan hak suara sebesar 35 persen atau 13 suara,” ujar Ketua Panitia Pemilihan Zetly Tamod,

Mengenai waktu pelantikan Dekan Faperta, sebutnya kepada Meimonews.com via telefon, Minggu (23/11/2025), tinggal menunggu kesediaan waktu Rektor.

“Senat fakultas telah menyampaikan hasil pemilihan kepada Rektor. Tinggal pelantikannya, terserah waktu pak Rektor,” ujarnya. (FA)

Oleh :

Herry Frits Pinatik, Yefta Pamandungan dan Dedie Tooy

Meimonews.com – Pertanian Sulawesi Utara telah menciptakan dampak yang signifikan dalam meningkatkan produksi dan keberlanjutan pangan di daerah. Dari sisi dinamika sistem dimana sistem berubah dari waktu ke waktu, maka penting sekali memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan itu.

Sistem dinamik menekankan pada alat, teori, dan konsep yang digunakan untuk memahami perilaku sistem yang berubah dari waktu ke waktu. Ini mencakup penggunaan model matematika, simulasi komputer, dan konsep-konsep seperti umpan balik, non-linearitas, dan kestabilan dalam menganalisis sistem.

Produksi padi Sulawesi Utara di tahun 2021 adalah 232,88 ribu ton dan meningkat di tahun 2022 menjadi 243,73 ribu ton GKG dengan luas panen 59,18 ribu ha dan 58,20 ribu ha. Artinya terjadi peningkatan produksi dan produktivitas padi di mana tahun 2021 produktivitasnya 3,935 ton per ha dan tahun 2022 produktivitas 4,187 ton per ha.

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2022 mencapai 136,96 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 6,09 ribu ton (4,66 persen) dibandingkan produksi beras pada 2021 yang sebesar 130,87 ribu ton.

Produksi beras menurut Kabupaten/Kota (ribu ton) dari data BPS Sulut di tahun 2022 tertinggi adalah Kabupaten Bolaang Mongondow, Minahasa, Bolaang Mongondow Utara, Kotamobagu, dan Minahasa Selatan dengan jumlah produksi berturut-turut yakni 74,45; 19,56; 10,13; 10,39 dan 7,31.

Berbagai upaya pemerintah baik pusat, dalam hal ini, Kementerian Pertanian dan daerah baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai ke tingkat kelompok tani perlu diapresiasi sehingga terjadi peningkatan produktivitas khususnya produksi padi dari tahun 2021 ke 2022.

Dalam satu rangkaian sistem di daerah, unsur pemerintah sangat berperan dalam penentuan kebijakan, program seperti peningkatan infrastruktur, subsidi termasuk pupuk, benih unggul dan sarana produksi lainnya.

Dalam aspek sistem, produktivitas padi sangat tergantung pada inovasi benih unggul, teknologi pemupukan, pengolahan tanah, efisiensi sumber daya manusia, pengendalian hama dan penyakit dan tentunya kondisi awal dari tanah dan iklim.

Nah, terkait tujuan pencapaian kemandirian pangan, maka semakin komplekslah karena banyak dinamika sistem yang saling mempengaruhi, hal ini juga termasuk kebijakan pemerintah di dalamnya.

Strategi yang dimulai dari pemantauan dan prediksi produksi pangan terkait  inovasi dan teknologi perlu semakin di tingkatkan.

Dari aspek sistem dinamik, penulis melihat dengan adanya era kecerdasan buatan menjadi salah satu alat bantu yang dapat digunakan untuk memantau dan menganalisis data produksi pangan secara real-time.

Hal ini dapat membantu dalam memprediksi hasil panen, mengidentifikasi risiko penyakit tanaman, dan menilai kecukupan pasokan pangan di Sulawesi Utara.

Dengan demikian, para petani dan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan produksi dan mengatasi tantangan yang muncul.

Penggunaan sumber daya seperti air, pupuk, dan pestisida dapat di optimisasi melalui analisis data yang cermat, agar dapat memberikan rekomendasi tentang kapan dan di mana menggunakan sumber daya ini secara efisien, sehingga dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Peralatan dan model sistem dinamik dapat membantu melakukan prediksi dan optimisasi termasuk juga dalam pengelolaan praktek pertanian yang ramah lingkungan untuk mengelola sumber daya secara efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian tanpa merusak lingkungan sekitarnya.

Dengan meningkatkan produksi lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor, diharapkan Sulawesi Utara dapat menjadi lebih mandiri secara pangan dan lebih tahan terhadap fluktuasi harga dan pasokan global. Akan tetapi, sistem, strategi dan program serta target luaran yang baik perlu di dukung secara integral dan sistematik.

Vibrasi positif dengan semangat kebersamaan terutama secara sosial kemasyarakatan di daerah yang saling membangun menjadi hal yang sangat penting apalagi di tengah dinamika sistem ekonomi dunia yang terus berubah dengan cepat di era Industri 4.0 yang sangat berpengaruh pada menurunnya tenaga kerja di bidang pertanian.

Namun tetaplah perlu untuk diingat, dalam segala situasi kita tetap membutuhkan pangan. Terbukti di era pandemi di tahun 2020-2022, pertanian tetap menjadi ujung tombak Indonesia dan daerah kita Sulawesi Utara.

Support benih unggul, pupuk subsidi, pewilayahan komoditi secara optimal, infrastruktur termasuk pasar dan kestabilan harga masih terus menjadi harapan petani kita ke depan.

Di sisi lain aplikasi inovasi dan teknologi budidaya, benih unggul, pupuk, pengolahan tanan, teknologi pasca panen dan keterampilan terhadap manajemen dan produksi perlu terus di tingkatkan.

Jadi, mari terus kita tingkatkan program unggulan kepada para petani kita, karena merekalah andalan bangsa dalam pembangunan pertanian dan kemandirian pangan.

Semangat para petani, semangat semua insan pertanian dan stakeholders. (Penulis adalah dosen Fakultas Pertanian Unsrat Manado)

Meimonews.com – Tiga calon Rektor (Carek) Unsrat Manado periode 2022 – 2026 yakni Ir. Dedie Tooy, MSi, P.hD, Prof. Dr. Ir. Fabiam Johanes Manoppo, M.Agr dan Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc tentu memiliki visi dan misi, dan lain – lain terkait dengan pencalonan tersebut.

Apalagi, hal tersebut menjadi persyaratan dalam proses pencalonan Rektor untuk masa jabatan empat tahun ke depan. Dan, hal tersebut (seperti visi dan misi) telah dipresentasikam dalam Rapat Senat Unsrat, baru – baru sebelum penetapan tiga carek yang akan ikut dalam tahapam pemiliham nanti.

Dan, Doktor Tooy memiliki misi yang merupakan penjabaran dari visi ” Universitas Unggul, Inovatif dan Bermakna. Misi itu disingkat HEBAT.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (25/4/2022), Tooy menjelaskam visi, misi, tujuan dan niliai yang yang hendak dicapai / diwujudkan bila terpilih sebagai Rektor Unsrat empat tahun ke depan.

“Ada lima misi sebagai Calon Rektor Unsrat untuk menjabarkan visi Universitas yang Unggul, Inovatif dan Bermakna,” ujar Tooy seraya menyebutkan, bila terpilih sebagai Rektor akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten / kota.

Baca juga : Torehkan Prestasi, RSUP Kandou Berhasil Operasi Pemisahan Kembar Siam Pertama Kalinya

Misi HEBAT tersebut adalah High performance in student service, Execellent lectures and teachars, Broader collaboration,  Administration  simplication, dan Together and empowerment.

Diapun menguraikan misi – misi tersebut. Pertama, meningkatkan kebersamaan dan penguatan layanan akademik dan non akademik  untuk sosial kemasyarakatan sehingga Unsrat semakin sarat makna. Kedua, menghasilkan lulusan dengan kualitas dan performans unggul.

Ketiga, kualitas dosen dan pengajar yang mendapatkan rekognisi tingkat dunia dan berkontribusi  positif bagi citra Unsrat. Keempat, meningkatkan kerjasama berkelanjutan (lokal/nasional/internasional) dalam riset dan inovaasi untuk peningkatan kualitas lulusan, kesejahteraan dosen, tendik dan mitra. Kelima,  menyederhanakan manajemen layanan administrasi dan pendidikan IoT yang bermutu (efisien, cepat, akuntabel dan tulus / ECAT).

Baca juga : Pelayanan Pengurusan Pajak Progresif Cepat dan Ramah

Tooy pun memaparkan poin – poin yang akan dibuat dan dicapai selang empat tahun kepemimpinannya bila terpilih sebagai Rektor Unsrat, yang nantinya akan betsinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulut dan kabupaten / kota.

Tahun 2022  adalah penataan dan penguatan, tahun 2023 dan 2024 peningkatan akreditasi unggul program studi, tahun 2025  peningkatan akreditasi internasional, tahun 2026 peningkatan rekognisi internasional serta tahun 2027 dan 2028 unggul, inovatif dan sarat makna.

Terkait dengan tujuan yang ingin dicapai, Tooy menyebut, pertama, menghasilkan lulusan yang bermutu, beriman dan berkompeten sehingga langsung diserap di dunia kerja bahkan menjadi penyerap tenaga kerja lainnya.

Kedua,  menghasilkan produk hasil penelitian dan inovasi dari mahasiswa dan dosen yangv erpublikasikan nasional dan internasional, menghasilkan paten / Haki dan bernilai bagi stakeholders, dan ketiga, memberikan fasilitas akses, kemudahan dan kerjasama domestic / internasional dalam percepatan menghasilkan lulusan, produk hasil penelitian dan inovasi yang bernilai.

Baca juga : 14 Solusi terhadap 5 Permasalahan Pencapaian Target Patda Sulut

Ada tiga nilai hendak diwujudkan di masa kepemimpinannya bila terpilih sebagai Rektor yakni nilai ideal yaitu integritas, mandiri, akuntabilitas dan Pancasilais; dan nilai operasional yaitu tanggap, cepat, akurat, tuntas dan bertanggung jawab; serta nilai -nilai budaya yakni si tou timouw tumou tou, mapalus, torang samua basudara. (af)