Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menegaskan, rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien harus mengutamakan pelayanan yang aman, bermutu, efektif, efisien, serta bebas dari diskriminasi, dengan tetap mengedepankan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan.

Penegasan tersebut disampaikan Starry ketika membuka kegiatan Orientasi, Pendidikan, dan Pelatihan bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Sariputra Indonesia Tomohon, Rabu (7/5/2026).

 

Aspek keselamatan di rumah sakit, menurutnya, menjadi hal yang sangat penting, meliputi keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, serta keselamatan bangunan dan peralatan yang juga berdampak terhadap lingkungan.

“Perkembangan rumah sakit saat ini sangat pesat, sehingga setiap institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya secara optimal, aman, efektif, dan efisien,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri Manajer Diklat Frets Melope dan Asisten Manajer Pelatihan Jimmy Kamagi.

Pejabat kelahiran Manado, 7 September 1973 ini menekankan pentingnya pencegahan dan perencanaan dalam menciptakan fasilitas pelayanan yang mampu menjamin keselamatan pasien. Hal ini menjadi landasan utama dalam setiap tindakan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Mantan Kepala Bagian/SMF Kareiologi dan Kedokteran Vascular ini berharap kepada para peserta didik yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan, dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Sebelum terjun ke lapangan, mereka akan dibekali berbagai materi penting, seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta pelayanan prima.

“Pembekalan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien,” sebut Wakil Ketua Komite Medik RSUP Kandou tahun 2019. (Fer)

Meimonews.com – Empat mahasiswa Fakultas Pertanian Unsrat Manado mengadakan Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) terkait pengadaan benih kentang bermutu bagi kelompok tani kentang di sentra budidaya kentang Modoinding selama April – Juli 2024.

PPKM-PI merupakan program yang mempunyai tujuan utama memberikan wawasan kepada mahasiswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap permasalahan masyarakat produktif yang berorientasi keuntungan/profit.

Program PKM-PI merupakan salah satu kegiatan kemahasiswaan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa).

Adapun kegiatan PKM lainnya adalah PKM Riset Eksakta (PKM-RE); PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH); PKM Kewirausahaan (PKM-K); PKM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM); PKM Karsa Cipta (PKM-KC); PKM Karya Inovatif (PKM-KI); PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK); PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT); PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI).

PKM-PI Pengadaan Benih Kentang Bermutu bagi Kelompok Tani Kentang di Sentra Budidaya Kentang Modoinding diadakan Tim PKM Faperta Unsrat Manado, yang merupakan salah satu dari 18 Tim PKM lainnya se Unsrat yang berhasil lolos pendanaan pada tahap seleksi nasional.

Tim PKM Faperta Unsrat Manado berjumlah empat orang yakni Indriani (Ketua Tim); Aniania Tumba’ Datu; Dinda Samiden; dan Mirabella Korengkeng, dengan dosen pembimbing Dr. Ir. Edy F. Lengkong, MSi.

PKM-PI Pengadaan Benih Kentang Bermutu bagi Kelompok Tani Kentang di Sentra Budidaya Kentang Modoinding didasari pada masalah yang dihadapi oleh seluruh petani setempat, yaitu tidak tersedianya benih kentang unggul yang sangat dibutuhkan oleh petani.

Menurut Ketua Kelompok Tani Kanaan New dari Desa Paleloan Modoinding Ronny Maindoka mengungkapkan, masalah tidak adanya benih unggul sudah berlangsung sejak puluhan tahun dan petani kentang saat ini hanya bisa menggunakan benih yang berasal dari sisa panen sebelumnya.

Kondisi benih seperti itu biasanya ikut membawa penyakit tanaman seperti jamur, bakteri dan virus sehingga membuat biaya produksi menjadi tinggi dan produktivitas kentang di sentra budidaya kentang Modoinding tidak maksimal. Hanya berkisar 9-10 ton/ha, padahal potensi produksi kentang bisa 25-30 ton/ha.

Beberapa petani berupaya mendapatkan benih unggul dengan cara membeli dari Jawa Barat (Pangalengan) umbi benih G-2 seharga 30.000/kg dan untuk umbi G-0 seharga 2.500/butir.

Harga benih ungul ini sangat mahal sehingga perlu dilakukan terobosan untuk pengadaan benih unggul tersebut.

Tim PKM-PI Faperta Unsrat Manado terpanggil untuk menjawab dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh petani kentang di sentra budidaya kentang Modoinding melalui kegiatan pengadaan benih bermutu dan bebas penyakit dengan memanfaatkan teknologi kultur jaringan untuk menghasilkan planlet/bahan tanaman bebas pathogen.

Planlet tersebut di aklimatisasi di screen house milik kelompok tani mitra yaitu Kanaan New dan dilanjutkan penanaman bibit pada bedengan sampai dengan menghasilkan umbi Generasi Nol atau G-0.

Kelas umbi ini merupakan umbi benih dasar yang selanjutnya diperbanyak menjadi umbi bibit yang berkualitas dan bebas pathogen.

Selain kegiatan tersebut, Tim PKM-PI kentang juga melakukan pelatihan bagi anggota kelompok tani tentang bagaimana memperbanyak tanaman dengan sistem kultur jaringan.

Dengan proses pendampingan lanjutan diharapkan petani kentang Modoinding dapat menghasilkan sendiri umbi benih kentang unggul secara mandiri. (FA)