Meimonews.com – Sejumlah ibu hamil beresiko stunting yang berada di Desa Tateli Dua dan Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa mendapat bantuan dari BKKBN Perwakilan Sulut.

Penyerahan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) kepada keluarga beresiko stunting dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, pekan lalu tersebut dilakukan dari rumah ke.rumah.

Bantuan diserahkan Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg bersama Ketua-ketua Tim Kerja dan jajaran. Mendampingi penerina bantuan yakni PLKB PPPK dan Statgas Minahasa, Camat Mandolang merangkap Plh. Hukum Tua Desa Kalasey Dua Reyly Y. Pinasang, Sekcam Mandolang merangkap Plh Hukum Tua Tateli Dua Pfferner K. Parengkuan, SH, M.Si dan jajaran.

Bantuan BAAS dari Pegawai BKKBN Perwakilan Sulut ini bertujuan untuk mencegah ibu hamil beresiko stunting dan menurunkan stunting yang ada di Sulawesi Utara.

Adapun ibu-ibu hamil yang menerima bantuan berupa beras, susu dan telur tersebut adalah Sukmawati Makasoe, Heyne Lengkey, Vebrianty Papona, Afriliani Tundundatu, dan Nurhayati Ibrahim. (Fer)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado kembali mewarning masyarakat penerima bantuan sosial agar turut mensukseskan program pemerintah terkait Vaksinasi Covid-19. Pasalnya, khusus Penerima Bantuan Iuran (PBI) saja, terdata sekitar 42 ribu orang belum divaksin.

Walikota Manado Andrei Angouw melalui Kepala Dinas Sosial Sammy Kaawoan menegaskan, dalam upaya Pemerintah Kota Manado mempercepat program vaksinasi, setiap masyarakat penerima program bantuan pemerintah agar segera melakukan vaksinasi.

“Dihimbau kepada para penerima PBI dari Pemkot Manado yang belum divaksin agar segera mengikuti program vaksinasi. Jika hingga batas 24 Januari belum mengikuti vaksinasi minimal dosis pertama, akan dikeluarkan dari nama penerima bansos,” tegas Kaawoan, Jumat (7/1/2022).

Hal senada ditegaskan Kadis Kominfo Erwin Kontu. Dia mengatakan, berdasarkan petunjuk walikota, Dinas Kominfo turut mensosialisasikan percepatan vaksinasi dan akan mengambil langkah tegas kepada masyarakat yang tidak mengindahkan program pemerintah.

“Karena ini untuk kepentingan bersama. Yang tidak mau divaksin berarti tidak punya rasa empati untuk melindungi orang lain di sekitar. Itu juga berarti kalau tidak mau divaksin berarti tidak peduli dengan kesehatan diri sendiri dan orang lain,” sebutnya. (lk)