Meimonews,com – Walikota Manado Andrei Angouw mengikuti Upacara dan Syukuran Polresta Manado dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Selasa (1/7/2025).

Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala dan dilanjutkan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan yang diikuti seluruh jajaran Polresta Manado, TNI, serta para undangan.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado. Dalam kesempatan ini, Kapolresta Manado membacakan sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polri yang memperingati Hari Bhayangkara ke-79, serta mengapresiasi sinergi dan kerjasama yang selama ini telah terjalin antara Pemerintah Kota Manado dan Polresta Manado.

“Terima kasih atas sinkronisasi dalam melayani masyarakat Kota Manado. Kami pemerintah berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan. Tujuan kita sama, yaitu untuk melayani masyarakat,” ujar Walikota,

Mantan Ketua DPRD Sulut ini juga mengapresiasi kecepatan respon jajaran kepolisian dalam menangani aduan masyarakat melalui call center 112.

“Tingkatkan terus kecepatan respon, terutama pada layanan call center 112. Respon dalam 10 menit itu luar biasa. Koordinasi yang baik akan menjaga Kota Manado tetap aman dan nyaman. Jika kota ini kondusif, maka pertumbuhan ekonomi akan berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara dimeriahkan pula dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolresta, Walikota, jajaran Forkopimda, dan perwakilan Polresta Manado.

Selain itu, turut diluncurkan aplikasi absensi digital Polresta Manado yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Manado dan Polresta Manado.

Hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda Kota Manado, Ketua Bhayangkari Cabang Manado Ny. Melanie Julianto, para Kepala SKPD, jajaran Polresta Manado, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya. (Afer)

Meimonews.com – Setelah melaksanakan tugas pengabdian dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang I Tahun 2025 di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon, 806 mahasiswa Unima resmi diterima kembali untuk melanjutkan kegiatan akademik di Unima.

Penerimaan kembali peserta KKN skema Reguler dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang di dampingi ratusan dosen pembimbing lapangan ini diadakan di halaman Kantor Pusat Unima Tondano, Selasa (24/6/2025).

Kegiatan KKN yang mengangkat tema Program Ketahanan Pangan Unima dalam Mengawal dan Merealisasikan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden ini telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.

Selain mendukung program ketahanan pangan nasional, para mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga dalam pengabdian masyarakat yang relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey, Wakil Rektor 3 (Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama) Lenny Leorina Simatupang mengapresiasi kontribusi para mahasiswa selama menjalankan tugas pengabdian.

Lenny menegaskan KKN bukan sekadar langkah akademik, melainkan bagian dari pengabdian sebagai anak bangsa.

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung pelaksanaan KKN.

‘Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP. bersama Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS dan Walikota Tomohon Caroll JA. Senduk, SH bersama Wakil Walikota Tomohon, Sendy G. A. Rumajar, SE, M.I.Kom yang telah menyambut serta memberikan tempat kepada ratusan mahasiswa Unima untuk melaksanakan KKN Gelombang I tahun 2025,” ujarnya,

Dijelaskan, KKN menjadi pengalaman penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan pengabdian di tengah masyarakat.

Hadir pada acara ini, jajaran pimpinan Unima seperti Dekan FMIPAK Mokosuli Yermia Semuel, Dekan FEB Sjeddie R. Watung, Dekan FT Hendro Maxwell Sumual, Dekan FIKKM Fredrik A. Makadada, Sekretaris LPPM Rifana SSI Kawet, Ketua SPI James Jeffio Manengkey, Kepala Humas Unima Titof Tulaka, serta para dosen dan mahasiswa. (*/FA)

Meimonews.com – Tahun ini, Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat memasuki usia yang ke-66. Memperingati Dies Natalis tersebut, sejumlah kegiatan telah dan akan digeler.

Pembukaan kegiatan dilakukan di kompleks fakultas, Sabtu (26/4/2025). Rektor Unsrat Oktovian Alexander Sompie di dampingi Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel membuka rangkaian kegiatan.

Turut hadir, Wakil-wakil Rektor, sejumlah Dekan se-Unsrat, Ketua Ikatan Alumni Faked Unsrat Fransiskus Andi Silangen, Wakil Dekan 1 Nurdjanah Jane Niode, Wakil Dekan 2 Damayanti Pangemanan, Wakil Dekan 3 Frans Wantania serta civitas akademika Faked Unsrat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat memberikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Faked Unsrat yang telah berdedikasi menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga perjalanan panjang ini Faked tetap menjalankan eksistensinya.

“Fakultas Kedokteran Unsrat telah menjadi ujung tombak dalam mencetak tenaga kesehatan baik sebagai dokter spesialis, dokter, dokter gigi dan ners yang berkualitas dan berkompeten melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Rektor mengajak civitas akademika Faked Unsrat dalam perjalanan Dies Natalis ke- 66 ini, harus lebih kreatif, inovatif dalam menjawab tantangan perkembangan saat ini dan ke depannya.

Dalam sambutannya, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menjelaskan program jangka pendek yang telah disiapkan dan dilaksanakan, di antaranya berbenah mempersiapkan akreditasi Prodi Pendidikan Dokter dan Prodi Profesi Dokter dalam 1 tahun ke depan.

Dalam jangka menengah, siklus 5 tahunan akreditasi 16 prodi di Faked Unsrat berjalan dengan baik dengan menjalankan standar pendidikan yang baik dan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.

Jika kita berbicara tentang akreditasi maka mulai dari visi, sisi, tujuan, strategi pencapaian tujuan, tata kelola, mahasiswa dan lulusan, SDM, sarpras, kurikulum dan sistem pembelajaran, pembiayaan, dan pelaksanaan tridharna perguruan tinggi.

“Itu telah terangkum seluruhnya pada sistem monev akreditasi, dan semuanya harus dijalankan dalam kerangka sistem penjaminan nutu yg berkelanjutan,” ujar mantan Wakil Rektor 4 Unsrat Manado ini.

Hal-hal tersebut disampaikan di momen Dies Natalis ini, sebagai penegasan kepada seluruh elemen Faked Unsrat sehingga jangka panjang Faked Unsrat bisa menunjukan imagenya di level nasional bahkan internasional, di antaranya ditunjukan pada lulusan yang berkualitas dan kompeten serta pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang berkualitas.

Ketua Panitia Rizki Najoan melaporkan, dies natalis tahun ini mengangkat tema HOME (Humanity, Outreach, Medical, Ethics).

Humanity menunjukkan nilai kemanusiaan dalam pelayanan medis dan pendidikan. Outreach menggambarkan keterlibatan Faked Unsrat dalam kebersamaan sebagai satu keluarga besar civitas akademika Fakred Unsrat serta menjangkau masyarakat melalui pengabdian dan penelitian.

Medical menegaskan fokus Faked Unsrat dalam bidang kesehatan secara holistik. Ethics menekankan pentingnya etika dalam praktek sehari-hari.

Rangkaian kegiatan dies, sebutnya, sudah dimulai sejak 2 April dengan rangkaian kegiatan olahraga. Pada 12 Mei akwn diadakan Malam Keakraban dan Kesenian, pada 28 Mei acara puncak dies natalis, 29 Mei acara Temu Alumni.

Di bidang ilmiah, ada beberapa rangkaian kegiatan baik skala nasional maupun internasional. Di bidang kesenian, ada Medical Voice, Faked Got Talent, Putra Putri Faked Unsrat.

Di bidang pengabdian masyarakat, akan dilakukan Kotamobagu, dan di warga sekitaran Faked Unsrat di Malalayang.

Ditegaakan, Dies Natalis kali ini panitia berusaha semua partisipasi bersifat sukarela tidak ada pungutan yang tidak sesuai, tanpa voting murni melalui penilaian juri.

“Hal ini sejalan dengan harapan pimpinan Unsrat dan pimpinan Faked agar menjaga nama baik Faked Unsrat serta efisiensi negara.

Acara pembukaan dies, diwarnai dengan Jalan Sehat, Lomba Yel-yel, Line Dance dan Zumba Bersama dan kegiatan kesenian. (FA)

Meimonews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi Polri atas pelaksanaan mudik Idul Fitri 1446 Hijriah. Menurutnya, mudik tahun ini terasa lebih nyaman.

“Mudik tahun ini rasanya lebih lancar, ya,” ujar Wamendagri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/4/2025).

Dikemukakan, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan rekayasa lalulintas yang disiapkan Polri memberikan dampak luar biasa terhadap arus mudik. Oleh karenanya, arus lalulintas kendaraan mengalir dengan lancar.

“Karena WFA ini kelihatannya efektif, jadi mudiknya bertahap. Kemudian teman-teman kepolisian membuat rekayasa lalin yang inovatif juga,” ujarnya.

Apresiasi juga diberikan atas koordinasi yang terbangun antarkepala daerah dan pemerintah pusat. Hal itu memang menjadi salah satu yang penting dalam mewujudkan mudik aman, nyaman, dan lancar. (AF)

Meimonews.com – Unima menggelar Monitoring Pelaksanaan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) Unima Jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Tahun Akademik (TA) 2025/2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Kamis (20/3/2025) ini dipimpin Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru (mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey) di dampingi Wakil Rektor 3 (Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Lenny Evinita.

Maksud pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menindaklanjuti pengumuman hasil Seleksi Nasional Berbasis Pretasi (SNBP) tahun 2025 dan sosialisasi penerimaan mahasiawa baru melalui jalur Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dan jalur Mandiri.

Ada tiga agenda yang dibahas dalam kegiatan yang diikuti Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua dan Sekretaris SPI, Dekan dan Wakil Dekan Bidang Akademik, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Kepala UPA, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Koordinator Prodi, Tim Biro Akademik dan Kemahasiswaan, serta Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

Pertama, Strategi tindak lanjut pengumuman hasil SNBP 2025; kedua, sosialisasi untuk jalur UTBK dan Mandiri; dan ketiga, Distribusi akun si.unima.ac.id.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (PKSHM) Vivi W. Saroinsong sekaligus Sekretaris Panitia Penerimaan Maba Unima 2025 menjelaskan sejumlah hal terkait evaluasi penerimaan Maba per program studi (prodi).

 

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) mengapresiasi bagi prodi-prodi yang mencapai daya tampung dalam penerimaan nasional mahasiswa baru (maba) berbasis prestasi.

“Sosialisasi akan terus dilakukkan dengan pendekatan-pendekatan kreatif dan inovatif untuk menjaring lebih banyak mahasiswa ke depan baik dari jalur tes maupun jalur mandiri,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mengapresiasi prakarsa Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terhadap pelaksanaan pemberdayaan masyarakat (dayamas) di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk pada acara pembukaan kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka Percepatan Penurunan Stinting yang diselenggarakan BKKBN Sulut di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Rabu (6/11/2024).

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pemberian akses dan dukungan teknologi serta pembinaan keluarga yang berkualitas,” jelas gubernur.

Pemprov Sulut sangat mengapresiasi juga terhadap dukungan BKKBN Sulut yang selalu konsisten mendampingi dan mengedukasi masyarakat dalam upaya membentuk keluarga berkualitas.

Terkait penyerahan Laporan Kependudukan Kependudukan Provinsi (LKP) Sulut yang dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka PPS, gubernur berharap dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah, pesebaran, dan karakteristik penduduk.

“Penyerahan LKP ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kebijakan dan program yang berbasis data, serta mendorong partisipasi masyarakat untuk lebih aktif dalam program pembangunan berkelanjutan, seperti halnya mewujudkan keluarga berkualitas di Sulut,” sebutnya.

Menurut gubernur, penyerahan LKP ini, tentu memiliki arti yang sangat penting. Hal ini menjadi dasar bagi kami dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan berbasis data kependudukan.

Kepala BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju dalam laporannya menjelaskan dasar pelaksanaan kegiatan, tujuan dan sasaran kegiatan serta data prevalensi stunting di Sulut tahun 2023 dan program-program di Kampung Keluarga Berkualitas.

Khusus prevalensi stuntimg di Bumi Nyiur Melambai ini, Tandaju mengungkap adanya kenaikan dari 20,5 menjadi 21,3 persen di tahun 2023, di mana 8 kabupaten/kota mengalami peningkatan prevalensi stuntimg. Tandaju pun memaparkan prosentasi prevalensi stunting di kabupaten/kota tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan BKKBN Sulut ini diikuti sekitar 60 peserta yakni instansi terkait (Dinas Dukcapil dan KB, Dinkes, BNN, Dinas PMD, Dinas Koperasi, LPP TVRI, LPP RRI), Kadis dan Kabid Dalduk OPDKB Kabupaten/Kota se-Sulut, TP PKK Kabupaten/Kota, PKB/PLKB Kabupaten/Kota dan IpeKB Kabupaten/Kota.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie (sekaligus memberikan sambutan), Wakil Rektor 4 Unsrat Billy Kepel, Ketua IPADI Sulut Trioldi Sulut (yang memaparkan Laporan Kependudukan Provinsi) ini sejumlah narasumber ditampilkan.

Di antaranya, Kepala Bappeda Sulut yang menyampaikan materi Tatakelola pemerintahan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas untuk percepatan penurunan stunting.

Kepala BPKP Sulut Bambang Ari Setiono tentang Akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas. Marlon Edwin Kamagi tentang Pengolaan sampah yang berwawasan lingkungan di Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Di awal kegiatan ini, ada penandatangan MoU antara Unsrat Manado (oleh Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie) dengan BKKBN Sulut (oleh Kepala Diano Tino Tandaju) dan Penyerahan ATTG kepada 30 Kelompok UPPKA. (elka)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Pemantapan Pembelajaran Menggunakan Learning Management System (LMS), Case Method, dan Project Base Learning (PBL) di Wale Christian Kaima, Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan yang dilaksanakan Kamis-Jumat (23-23/8/2024) ini diikuti 200 peserta yakni
Wakil Rektor Rektor, para Dekan, para Wakil Dekan Bidang Akademik, para Ketua dan Sekretaris Lembaga, para Kepala Biro, para Kepala Bagian, para Kepala UPA, serta seluruh dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala dan Asisten Ahli.

Turut hadir pada kegiatan yang dilaksanakan Tim Indikator Kinerja Utama Unima pimpinan Vivi Winny Saroinsong, S.Pi, MAP (Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Unima) iini adalah Tim Belmawa Kemendikbudristek RI yakni Agus Soemantri serta Hartoto, S.Pd, M.Pd (Universitas Negeri Makassar dan Dr. Ishaq Madeamin, S.Pd, M.Pd (Universitas Muhammadiyah Makassar).

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, MPd dalam sambutannya menjelaskan, peserta berkumpul pada kegiatan pemantapan pembelajaran ini akan fokus pada tiga metode pembelajaran inovatif: Learning Management System (LMS), Case Method, dan Project Based Learning (PBL).

“Ketiga metode ini adalah fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan relevan di era digital saat ini,” ujar Rektor.

Dengan LMS, sebutnya, kita tidak hanya mempermudah akses materi ajar, tetapi juga memperkaya interaksi antara pengajar dan peserta didik. case nethod memberikan kesempatan untuk menggali dan menganalisis situasi nyata, memperkuat pemahaman konsep secara mendalam. Sedangkan PBL mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif dan menyelesaikan masalah melalui proyek yang menantang.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap peserta dapat memahami dan memanfaatkan ketiga metode ini secara optimal, sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan mahasiswa kita menghadapi tantangan di dunia profesional,” ujarnya.

Dalam pemaparan materi Tim Bermawa Kemendikbudristek RI menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat untuk kegiatan pemantapan pembelajaran yang fokus pada penggunaan Learning Management System (LMS), Case Method, dan Project Based Learning (PBL).

Kegiatan ini, menurut mereka adalah bagian dari upaya kita bersama untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.

LMS memberikan kita platform yang fleksibel dan efisien untuk menyampaikan materi ajar, mengelola proses belajar mengajar, serta memfasilitasi interaksi antara pengajar dan peserta didik. Case method memungkinkan kita untuk mengintegrasikan teori dengan praktik melalui analisis kasus nyata, yang sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan problem solving. Sementara itu, Project Based Learning mendorong kreativitas dan kolaborasi melalui pengalaman belajar berbasis proyek, yang relevan dengan tantangan dunia nyata.

Dengan mengimplementasikan ketiga metode ini, tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional yang siap menghadapi tantangan global. Kami berharap kegiatan ini akan memberikan wawasan baru, memperkuat kompetensi, dan menginspirasi inovasi dalam proses pembelajaran

Kemendikbudristek berterima kasih atas komitmen dan dedikasi dalam mengembangkan pendidikan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan mendalam bagi kita semua.. (FA)

Meimonews.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) berumur 100 tahun pada 26 Juni 2024. Memperingati satu abad organisssi lategorial Gereja Katolik ini, WKRI Keuskupan Manado menggelar kegiatan dan akan berpuncak pada 29 Juni 2024.

Saat beraudiensi pada Rabu (5/6/2024) dan pada Rabu (26/6/2024) pagi, panitia yang diketuai Neltje E. Eman dan Sekretaris Emi Maturbongs bersama DPD WKRI Sulut, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja panitia.

Mgr. Rolly mengapresiasi kerja panitia yang telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka yubileum 100 tahun WKRI untuk daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo dan telah mempersiapkan secara baik acara puncaknya.

” Kami mensuport kegiatan yang dilaksanakan WKRI Sulut dalam rangka 100 tahun WKRI tersebut,” ujar Mgr. Rolly, seperti dikutip Sekretaris  Panitia Emi Maturbongs di dampingi Wakil Ketua Telly Kapoh kepada Meimonews.com di sekretariat, Rabu (26/6/2024) malam.

Mgr. Rolly berharap puncak pelaksanaan kegiatan HUT tersebut dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Saat bertemu di aula keuskupan, yang diwarnai syukuran sederhana karena bertepatan dengan HUT WKRI, Rabu (26/6/2024), Mgr. Rolly mengungkapkan apresiasinya terhadap WKRI Sulut atas persiapan pelaksanaan acara puncaknya yang akan dilaksanakan 29 Juni 2024.

Mgr. Rolly berterima kasih pula atas kontribusi WKRI Sulut terhadap keuskupan Manado. “Gereja  (Katolik) terbentukan dengan adanya WKRI di daerah ini,” ujar Emi mengutip Mgr. Rolly.

Terkait pelaksanaan acara puncak yang akan diadakan di Kawasan Megamas, Emy dan Telly mengatakan, panitia telah siap melaksanakannya.

“Sejumlah persiapan telah dilakukan. Mulai dari acaranya, persiapan tempat pelaksanaan dan undangan kegiatan telah disiapkan dan diatur agak acara bisa berjalan dengan baik dan sukses, ujar Emi. (lk)

Meimonews.com – Memperingati 3 tahun kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado, Staf Khusus Walikota, APM dan Dinas Kominfo Manado menggelar Dialog  Tabea Manado di Manado Bay, Rabu 29/5/2024).

Dialog Janji AARS : No one left behind (tidak ada yang ditinggalkan) yang disiarkan juga secara life streeming di Facebook dan Youtube ini menampilkan narasumber AARS dengan host Astrid Kumentas dan dihadiri para pejabat Pemkot Manado, Direktur Umum Perumda Pasar Manado Jefry Salilo, tokoh-tokoh agama/masyarakat dan undangan lainnya.

Sejumlah penanya yang adalah tokoh agama/masyarakat mengapresiasi apa yang sudah dibuat AARS selama tiga tahun kepemimpinan mereka. AARS telah banyak berbuat untuk kemajuan ibukota provinsi Sulut ini.

Apa yang mereka sampaikan bukan hanya karena mendengar/melihat tampilan video saat awal acara atau paparan AARS tapi mereka rasakan langsung karena berada di tengah masyarakat.

Berdasarkan data yang ada, sejak mengawali pemerintahan di kota Manado pada tahun 2021, Visi dan Misi AARS untuk Manado Maju dan Sejahtera sangat sejalan dengan sistem perencanaan Nasional  Berdasarkan Undang-Undang No 25 Tahun 2004. Fokus pembangunan kota dijabarkan melalui 15 rangkuman program prioritas yang didalamnya berisikan target dan indikator untuk pencapaian pembangunan.

Di awal pemerintahan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang harus diperhadapkan dengan kondisi yang tidak mendukung, karena wabah Covid-19 masih terjadi yang mengakibatkan krisis dan refocusing anggaran sehingga AARS dituntut harus mengambil kebijakan tepat dalam pengalokasian anggaran sehingga pembangunan tetap berjalan.

Kepemimpinan yang kuat tercermin dari karakter pelayanan, bukan semata mata karena kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin publik. Inilah yang tercermin dari figur AARS yang ditantang untuk menjadi inspiratif dan transformatif. Maka AARS mulai membenahi infrastruktur mendasar yang selama ini tidak menjadi perhatian pemerintahan sebelumnya yaitu jalan dan drainase.

Panjang jalan yang teraspal tahun 2021 adalah 4.683,00 meter, tahun 2022 adalah 54.768,40 meter sedangkan pada tahun 2023 adalah 11.311,80 meter. Berdasarkan Data dari Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat kota Manado total jalan yang sudah diaspal hingga saat ini adalah 802.049 meter dengan persentasi kondisi mantap jalan adalah 83,90 persen.

Selain itu, untuk meminimalisir kerusakan jalan dan bangunan serta mengurai kelebihan air/drainase di seanteru kota Manado dikeruk dan diperbaiki secara sporadis. Terhitung sejak awal tahun pemerintahan AARS 2021,  pertama kali dalam beberapa dekade sungai Manado dikeruk. Pekerjaan pengerukan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi Kementrian PUPR atas permintaan Walikota Manado Andrei Angouw.

Sepanjang tahun 2022 Sungai Tondano, Sungai Tikala, Sungai Sario dilaksanakan pengerukan dengan anggaran 3,2 miliar. Termasuk drainase berskala kecil, sedang dan besar dirombak dan ditata bahkan ratusan bangunan liar yang melanggar ijin bangunan dan berdiri di atas wilayah drainase dan sungai ditertibkan oleh tim gabungan dan langsung diawasi oleh Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Hasilnya tidak ada lagi luapan air yang masuk ke rumah warga meskipun volume air yg masuk ke sungai akibat hujan cukup tinggi atau dengan kata lain Manado bebas genangan air. Jika sebelum Tahun 2021 Manado rentan dengan banjir pada wilayah yang cukup besar, saat ini kondisinya sudah berubah. Pembenahan infrastruktur utama mampu mereduksi banjir dan meminimalisir genangan air akibat curah hujan tinggi yang terjadi setiap tahunnya.

Pemerintah Kota juga berhasil membuat inovasi dengan memperlebar jalur pejalan kaki sepanjang 2,4 kilometer dan lebar 8 meter di sepanjang Jl Piere Tendean atau dikenal dengan pedestarian Boulevard. Jalur ini menjelma menjadi ruang terbuka hijau yang asri/nyaman untuk pejalan kaki/menjadi tempat bercengkerama warga sambil menikmati bantaran pantai Manado dan terlihat estetik sebagai wajah utama kota Manado.

Sejumlah taman kota juga diperbaiki. Besaran areal Ruang Terbuka Hijau Publik adalah 257 hektar. Pemerintah sudah membuat dan menata sebanyak 54 taman di kelurahan dan kecamatan/13 taman gantung dan 7 taman kota yang baru.  Semuanya untuk keindahan dan kenyamanan kota.

Sistem penerangan jalan juga menjadi salah satu fokus AARS. Dari total penerangan jalan umum sebanyak 15.580 titik dan yang berfungsi hanya 7.200 titik. Dari tahun  2021 hingga 2023 pemerintah telah mengadakan 8.800 lampu untuk mengganti dan menambah titik PJU di Kota Manado.

Sampai dengan awal tahun 2024 seluruh jalan protokol di Manado yakni Jl. Sam ratulangi (zero point sampai Winangun),
Jl. Sudirman (zero poin sampai Kairagi), Jl. Hasanudin dan sejumlah lajur jalan
posisi 99,9 persen sudah menyala. Dan  apabila ada gangguan di titik tersebut, dinas terkait akan merespon cepat dalam selang waktu 2×24 jam sudah bisa ditangani.

Penanganan TPA Sumompo menjelang peralihan ke TPA terpadu Iloilo
menunjukkan peningkatan yang signifikan dari 2021 hingga 2024. Dari tumpukan sampah menggunung, sejak awal masa pemerintahan/ penataan TPA Sumompo telah dilakukan secara terpadu beberapa perangkat daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, dan bersama Bapelitbangda yang melakukan penyemprotan ecoenzym.

Dampak penggunaan ecoenzym telah secara signifikan mengurai konsentrasi metana, di mana jika sebelum penyemprotan berada pada skala 0, pasca penyemprotan menjadi lebih terurai dan berada pada skala 100,01 – 500.

Mall Pelayanan Publik adalah pengintegrasian pelayanan publik yang diberikan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah,
serta swasta secara terpadu pada 1 (satu) tempat sebagai upaya meningkatkan kecepatan, kemudahan, jangkauan, kenyamanan, dan keamanan pelayanan.

Visi AARS adalah menjadikan tempat ini sebagai fungsi utama dari semua layanan publik pemerintah, sehingga cepat dan secara profesional dirasakan masyarakat.

Terbukti indeks Kepuasan Masyarakat sejak tahun 2021 hingga 2023 meningkat drastis dari angka 3,19 persen naik menjadi 3,53 persen pada tahun 2023 karena inilah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu mewakili Pemerintah Kota Manado, menerima penghargaan tingkat Nasional dengan kategori TERBAIK dari sejumlah Kementrian dengan persentasi pencapaian diangka 82,75 persen.

Inovasi lain yang sangat signifikan adalah pelayanan terhadap masyarakat dalam hal pendataan. Dinas terkait memberikan ruang sebesarnya kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang ramah,cepat dan tanpa biaya.

Karena data kependudukan dapat digunakan untuk mengetahui dan memahami kondisi kependudukan suatu wilayah, yang dapat menjadi dasar dalam penentuan kebijakan, pelayanan publik, perencanaan pembangunan hingga alokasi anggaran suatu wilayah sehingga sangat penting pemerintahan suatu wilayah untuk memiliki data kependudukan wilayahnya sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Inilah yang menjadikan alokasi anggaran pembangunan di Manado selama ini  menjadi tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat karena objek pembangunan adalah penduduk.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang terus berinovasi dengan membuat program perlindungan kesehatan dan tenaga kerja bagi Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU. PBPU Pemda Kota Manado adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS yang iurannya dibayarkan lewat APBD Kota Manado.

Dengan status Universal Health Coverage untuk Kota Manado sehingga masyaralat yang didaftarkan melalui pendataan pada Dinas Sosial kota Manado ke BPJS kesehatan dan dapat langsung aktif kepesertaannya di hari yang sama.

Sejak tahun 2021 hingga per tanggal 30 April 2024 jumlah peserta PBPU yang di cover pemerintah Kota adalah sebanyak 24.568 jiwa. Program ini sangat membantu masyarakat dengan penggunaan anggaran yang terarah atau tepat sasaran. Hal ini yang membuat Pemerintah Kota Manado menerima penghargaan Universal Health Coverage Award 2023 dari BPJS Republik Indonesia sebagai Inovasi Terbaik dan menempatkan posisi kota Manado sebagai percontohan secara nasional.

Penyaluran dana Lansia dan insentif operasional rohaniawan atau tokoh agama/juga menjadi bagian dari program peningkatan kesejahteraan yang dilakukan pemerintah. Tercatat untuk penerima bantuan untuk Lanjut Usia yang terdaftar sebagai penerima layak adalah tahun 2022  sebanyak 2131 orang, tahin 2023  sebanyak 1941 oran dan tahun 2024 sebanyak 2711 orang

Sedangkan untuk Insentif operasional tokoh agama Tahun 2021 sebanyak 1.170 penerima, tahun 2022 berjumlah 1229 penerima, tahun 2023 sebanyak 1662 penerima dan tahun 2024 triwulan pertama sebanyak 1.275 orang rohaniawan.

Demikian pun dengan bantuan kelengkapan duka bagi masyarakat yang mengalami kedukaan. Pemerintah Kota Manado memberikan bantuan kelengkapan duka yang dikhususkan  bagi masyarakat yang masuk golongan kurang mampu atau miskin dan miskin ekstrim.

Dalam rangka melaksanakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim secara tepat sasaran melalui strategi kebijakan yang meliputi pengurangan beban  pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

Pemerintah kota mengeluarkan Surat Keputusan Walikota tentang penatapan nama sasaran keluarga miskin penerima program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim kota Manado.

Sebanyak 474 keluarga miskin ekstrem sudah terdata dan berhak menerima bantuan yaitu biaya hidup, renovasi rumah, memberikan pekerjaan, mengfasilitasi anak putus sekolah dan bantuan fasilitas kesehatan.

Program ini adalah inovasi ekstrem yang baru pertama kali diterapkan di Sulawesi Utara bahkan di Indonesia. Tujuan utama adalah pemerataan keseimbangan sosial dan keseimbangan kesejahteraan. Masyarakat pun terharu. Belum pernah ada kebijakan seperti ini yang pernah dilakukan  di kota Manado.

AARS punya keyakinan bahwa Tdak perlu yang canggih canggih tapi hal-hal sederhana yang dilakukan dengan sungguh-sungguh’ karena itu melalui musyawarah perencanaan pembangunan, program pembangunan kota dijajaki dari tingkat kelurahan.

Sesuai janji kampanye AARS maka program dana lingkungan disalurkan untuk kebutuhan infrastruktur. Untuk tahun 2022, kegiatan Dana Lingkungan sebesar 75 miliar  dan tahun 2023 sebesar 94 miliar sedangkan tahun 2024 ini sebesar 75 miliar dengan peruntukkan perbaikan lingkungan berupa pembuatan/perbaikan jalan hotmix; pembuatan jalan paving; pembuatan dan perbaikan saluran air; pembuatan talud penahan jalan; pembuatan jembatan; pembuatan jalan tangga, railing tangga; pembuatan rabat jalan; pembuatan jalan lapen.

Pemasangan penerangan jalan umum (PJU). Tercatat pada  tahun 2023 dana lingkungan terbagi di 354 lingkungan dan  tahun 2024 ini naik menjadi  504 lingkungan dan sedang dalam proses pembangunan.

Kajian indikator makro kota Manado dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif dengan angka kenaikan 5-10 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota Manado pada tahun 2022 sebesar 43,9 triliun rupiah dan di tahun 2023 meningkat menjadi 48,54 triliun rupiah. Kota Manado menjadi daerah pembentuk terbesar atas PDRB Sulawesi Utara yaitu 28,24 persen.

Pertumbuhan ekonomi kota Manado tahun 2021 adalah 5,15 persen, tahun 2022  5,64 persen, tahun 2023  5,54 persen. InflasiI tetap terjaga pada tahun 2021 yakni 2,65 persen, tahun 2022 4.00 persen dan tahun 2023 2,87 persen, yang merupakan rekor Inflasi terendah di Indonesia.

Tingkat pengangguran terbuka menurun  pada tahun 2021 yakni 12,17 persen, tahun 2022 sebesar 10,47 persen, tahun 2023 sebesar 8,85 persen. Hal ini mengartikan semakin banyak persentase penduduk angkatan kerja yang mendapatkan pekerjaan.

Angka kemiskinan pun menurun jauh, jika pada tahun 2021 sejumlah  6,19 persen, tahun 2022 5,85 persen sedangkan tahun 2023  5,79 persen yang merupakan terendah di Sulawesi Utara. Menurunnya angka kemiskinan ini bermakna bahwa secara umum kondisi penduduk miskin Manado menunjukkan perbaikan.

Indeks Pembangunan Manusia merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia terkait hasil pembangunan kota. Tahun 2021 : 79,20, tahun 2022 : 79,66, tahun 2023 : 81,40 yang merupakan tertinggi di Sulawesi Utara dan Indonesia.

Angka Indeks pembangunan manusia dapat mengukur kualitas hidup masyarakat, menentukan peringkat/level pembangunan dan sebagai alokator penentuan Dana Alokasi Umum.
Angka Harapan Hidup kota Manado pun dari tahun ke tahun meningkat yaitu tahun 2021 : 71,90, tahun 2022 : 72,18 dan ahun 2023 : 75,02, yang juga tertinggi di Sulawesi Utara dan Nasional.

Selain itu, revitalisasi sejumlah pasar  khususnya Pasar Bersehati adalah cermin komitmen pemerintah untuk mendorong ekonomi rakyat dengan menjadikan pasar Bersehati dari konsep tradisional menjadi konsep modern berbasis wisata. Pasar Bersehati kini menjadi layak /bersih/sehat/aman/tertib/indah dan kebanggaan warga kota Manado. Dengan luas 5 hektar, pasar ini memiliki kapasitas 1241 lapak, 200 kios dan dapat menampung 1311 pedagang.

“Janji AARS untuk Manado adalah no one left behind (tidak ada satupun uang ditinggalkan). Tidaklah mudah menjalani pemerintahan yang singkat sejak 2021 hingga 2024 ini ibarat mendayung perahu dari Tongkaina ke Pulau Bunaken, dalam sekejap sudah tiba dan tidak menunggu lama pula kepemimpinan AARS selama 3 tahun akan segera berakhir,” ujar Felix Palenewen (Staf Khusus Walikota Manado kepada Meimonews com via WhassApp, usai dialog.

Seluruh janji kampanye Andrei dan Richard, sebutnya, sudah ditepati. Bahkan inovasi pembangunan terus dijalankan sebagai bagian penting dari integritas kepemimpinan AARS sebagai penggerak pembangunan dan pelayan publik

Menjadi role model atau teladan adalah bukan seperti melambaikan tangan saja tetapi di balik itu sense of belonging, beban tanggungjawab dan kepekaan moral sebagai pemimpin telah menjadi darah daging bagi Andrei Angouw dan Richard Sualang.

Prestasi bukanlah sebuah kebetulan dan impian tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa kerja keras. Pencapaian pembangunan selama 3 tahun bukanlah sebuah kebanggaan untuk mengangkat muka. Ini barulah awal dari perjuangan karena tujuan Manado Maju dan Sejahtera masih ada di depan menunggu. menunggu tangan dingin sang pemimpin AARS bersama jajaran pemerintah kota.

“Namun, hukum alam tidak pernah salah bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil, masyarakat pun telah menikmati pembangunan di kota tercinta ini,” sebutnya.

Akankah semua pergerakan dan realita pembangunan ini harus berakhir di sini ?ataukah kita akan mengubur impian seluruh masyarakat Manado  yang mendambakan kemajuan dan kesejahteraan ? “Pilihannya hanya satu yakni lanjutkan untuk Manado Maju ran Sejahtera !” ujar Palenewen. (Afer)

Meimonews.com – Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si, M.Eng memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Unsrat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat Manado, Kamis (16/5/2024).

Materi yang dibawakan doktor Bonivasius adalah Peran Perguruan Tinggi dalam Menuju Indonesia Emas dalam Perspektif Demografi.

Kuliah umum ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 4 Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA mewakili Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Asean Eng.

Prof. Sangkertadi memberikan apresiasi yang tinggi dan menyambut baik kunjungan dan kuliah umum dari Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI ini.

Pemberian kuliah umum ini, sebut Prof. Sangkertadi merupakan wujud kerjasama kemitraan BKKBN dengan perguruan tinggi Unsrat.

Di awal pemaparan materinya, doktor Bonifasius menjelaskan tugas dan pokok BKKBN guna mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang guna mendukung tercapainya Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Selain itu, dijelaskan pula tujuan pembangunan kependudukan, situasi demografi dunia, isu kependudukan menuju Indonesia Emas, bonus demografi Sulut, menyiapkan generasi berkualitas, ancaman pemanfaatan demografi dunia, memetik periode bonus yang lebih panjang, dan strategi mengoptimalkan bonus demografi.

Deputi memaparkan sinergi tiga pilar institusi sosial dan peran serta tanggung jawab mahasiswa. Mahasiswa itu harus berperan aktif, harus terus berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Oleh karena itu, mahasiswa harus jadi pionir perubahan sosial  (agent of change),” ujar doktor Bonivasius.

Menyinggung peran mahasiswa dan generasi muda dalam memaksimalkan bonus demografi (bodem), diingatkan agar mahasiswa meningkatkan kapasitas diri, menambah relasi dengan berbagai orang, memanfaatkan gawai untuk literasi digital, menghindari resiko triad KRR, serta menjadi agen perubahan.

Mendampingi doktor Bonifacius pada kuliah umum ini adalah Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg. (FA)