Meimo News

Meimonews.com – Guna memastikan kestabilan harga bahan pokok (bapok), mencegah adanya praktik penimbunan dan spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat, selang bulan suci Ramadhan, Polresta Manado melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Manado, Kamis (6/3/2025).

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait melalui Kasi Humas Iptu Agus Haryono menjelaskan, pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan.

“Kami ingin memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan tidak ada pihak yang sengaja menaikkan harga secara tidak wajar,” ujarnya kepada wartawan di Mapolresta Manado.

Ditambahkan, selain melakukan pemantauan harga, personil Polresta Manado juga berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mengawasi distribusi barang agar tetap lancar.

Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa stok bahan pokok sejauh ini masih mencukupi.

Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan dalam perdagangan. Polresta Manado berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas harga dan keamanan pangan selama bulan Ramadhan. (AF)

Meimonews.com.- Menindaklanjuti petunjuk Mabes Polri, Polda Sulawesi Utara dan jajaran akan terus melakukan pengawasan pangan selama bulan suci Ramadhan 1446 H.

“Ada petunjuk dari Mabes Polri bahwa seluruh Polda di Indonesia harus melakukan pengawasan terhadap kebutuhan bahan pokok yang disalurkan ke masyarakat,” ujar Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Bahagia Dachi, saat press conference di aula Tribrata Polda Sulut, Rabu (5/3/2025).

Mendampingi Wakapolda, Kabid Humas Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil dan Dirreskrimsus Kombes Pol FX Winardi Prabowo.

Disebutkan, di beberapa tempat saat bulan puasa ini sudah terjadi kenaikan bahan pokok, dan pihaknya diperintahkan untuk melakukan pengendalian harga dan juga melakukan operasi pasar.

“Kita akan melakukan operasi pasar bersama rekan-rekan instansi terkait. Kita juga akan menggelar pasar murah, dimana dalam waktu dekat akan menggelar pasar murah di sejumlah tempat,” ujarnya.

Wakapolda mengingatkan kepada warga khususnya kepada para pedagang agar jangan melakukan penimbunan barang, menjual barang kadaluarsa atau menaikan harga yang tidak sesuai dengan aturan.

“Jika ketahuan, maka akan dikenakan sanksi. Sanksinya ada dan kita akan kenakan dengan Undang-Undang Pangan, namun kita akan kedepankan dulu dengan tindakan persuasif,” tandasnya. (AF)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menyampaikan rasa syukurnya karena kembali dipercayakan untuk bekerja demi masyarakat kota Manado.

“Ini akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada ibadah oikumene Korpri Kota Manado sekaligus ibadah syukur atas pelantikannya dan Richard Sualang sebagai Walikota dan Wakil Walikota masa jabatan 2025-20230.

Ibadah syukur yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt. Hein Arina ini dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado Kamis (6/3/2025).

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua TP PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan, Ny. Merry Mawardi, para Asisten, Kepala SKPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, pimpinan KPU dan Bawaslu Kota Manado, Ketua BKSAUA, Pimpinan FKUB, dan FPK Kota Manado, pimpinan FKDM, Camat dan Lurah se-Kota Manado, serta undangan lainnya.

Walikota berharap dukungan dari kita semua dalam membangun Kota Manado tercinta. “Ini tugas bagi kita, dan saatnya untuk bekerja, yang merupakan awal dari tugas kita di periode kedua ini,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengungkapkan bagaimana campur tangan Tuhan terasa selama pelaksanaan Pilkada, di mana seluruh masyarakat bersama-sama menjaga agar pesta demokrasi tetap kondusif.

“Pilkada sudah lewat, dan kita semua harus bersikap profesional. Saya juga meminta dukungan doa dari para tokoh agama agar kami dapat melaksanakan program pembangunan dengan baik untuk masyarakat Kota Manado,” ujarnya,

Orang nomor.satu di Ibukota Provinsi Sulut ini berharap agar masyarakat giat bekerja serta dapat berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Manado. Selain itu,

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Semoga Tuhan menjaga kita semua dan menjaga Kota Manado tercinta,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Manado Richard Sualang (akrab disebut AARS) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Manado dalam rangka Penyampaian Pidato Sambutan Walikota Manado Masa Jabatan 2025-2030.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Manado, Aaltje Dondokambey di dampingi Wakil-wakil Ketua DPRD Kota Manado ini dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Manado, Rabu (5/3/2025).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BKAD Sulut Clay Dondokambey (mewakili Gubernur Sulut) Ketua TP-PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan Ny. Merry Sualang-Mawardi, Anggota DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, para Asisten, Kepala-kepala SKPD, Direksi BUMD, para Camat, pimpinan KPU dan Bawaslu Kota Manado, serta undangan lainnya.

Selain menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim di Kota Manado dan rasa syukur karena kontestasi Pillada telah berlangsung dengan baik, walikota berbagi pengalamannya saat ikut retret di Magelang, baru-baru,

Diungkapkan, Presiden RI dan Gubernur Sulut menunjukkan perhatian besar terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pariwisata, kebersihan lingkungan, serta berbagai proyek pembangunan lainnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah dan kebersihan. Mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan bahwa Manado harus menjadi kota yang lebih bersih dan menarik.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dalam pelaksanaan program pemerintahan. “Saya berharap adanya dukungan dari semua pihak dalam menangani program dan kegiatan, khususnya terkait ketersediaan air bersih,” ujarnya.

Target Pemkot Manado, menurut AA adalah memastikan bahwa hingga akhir masa pengabdian, 75 persen masyarakat Kota Manado dapat terlayani dengan baik dalam hal akses air bersih.

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan langkah-langkah dalam penanganan transportasi umum di Kota Manado, yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Walikota juga menyoroti pentingnya peran media dalam memberikan pemberitaan yang akurat dan berbasis data, dan berharap untuk tidak hanya memberikan pujian, tetapi juga menyampaikan kondisi riil pembangunan yang sedang berjalan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.

“Mari kita rawat dan jaga demokrasi yang telah kita bangun bersama, karena semua ini demi kepentingan masyarakat Kota Manado,” ujar AA.

Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan Pilkada. “Semua ini merupakan amanah yang harus kami pertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Mahaesa, karena masyarakat telah memberikan kepercayaan untuk kembali memimpin Kota Manado,” ujarnya

Dalam kepemimpinannya, Walikota membawa semangat baru dalam membangun Kota Manado dengan prinsip utama membangun dan melayani masyarakat.

Walikota menyampaikan apresiasi pula kepada Forkopimda atas dukungan dalam program pembangunan Kota Manado selama ini. (Afer)

Meimonews.com – Guna memastikan pelayanan pelayanan di setiap poliklinik berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur serta memastikan obat-obatan yang dibutuhkan pasien tersedia dengan cukup, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Ns Suwandi I Luneto melakukan telusuran ke beberapa ruangan poliklinik rumah sakit, Rabu (5/3/2025).

Mendampingi Suwandi dalam kegiatan telusuran ini, Manajer SDM Ns Abram Babakal, Asisten Manajer Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Intensif Chisty Natalia Alow, Asisten Manajer Pelayanan Keperawatan Rawat Jalan dan Rawat Intensif Ns Alanca Sondakh.

Suwandi mengungkapkan pentingnya memastikan semua prosedur dijalankan dengan baik demi kenyamanan pasien, serta mengecek langsung ketersediaan obat-obatan agar pasien bisa mendapatkan perawatan yang maksimal.

“Dengan telusur ini, kami ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik. Pelayanan di poli harus sesuai harapan, dan obat-obatan juga harus tersedia untuk pasien,” ujarnya.

Kegiatan ini menunjukkan perhatian serius manajemen rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat bisa mendapatkan perawatan yang terbaik. (Fer)

Meimonews.com – Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Sulut berhasil mengamankan seorang pengedar narkotika jenis sabu, di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara.

“Tersangka pengedar sabu yang diamankan seorang pria berinisial FM (40), warga Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Michael Irwan Thamsil kepada wartawan di Mapolda Sulut, Senin (3/3/2025).

Tersangka diamankan beserta sejumlah barang bukti terdiri dari, 3 paket sabu dengan berat kurang lebih 5,53 gram, 2 buah korek api gas, 5 buah sedotan plastik warna putih, dan 1 buah handphone.

Awalnya, jelas Kabid Humas, petugas menerima informasi dari warga masyarakat mengenai peredaran narkotika yang diduga dilakukan seorang pria berinisial FM di wilayah Kecamatan Ratatotok.

“Petugas merespons informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi, dan menemukan indikasi kuat adanya aktivitas mencurigakan di rumah tersangka FM,” ujarnya.

Hasil penyelidikan, petugas memastikan bahwa yang bersangkutan melakukan peredaran narkotika, kemudian menggerebek rumah tersangka. Dalam penggeledahan, petugas menemukan tiga paket narkotika jenis sabu.

FM beserta barang bukti kemudian diamankan pada Selasa (28/2/2025) dan kini berada di Mapolda Sulut untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Modus operandinya, tersangka membeli sabu kemudian mengedarkan dalam paket kecil di wilayah Kecamatan Ratatotok, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Tersangka mengakui telah tiga kali membeli dan mengedarkan sabu di wilayah tersebut.

“Ditresnarkoba Polda Sulut masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika ini,” sebut Kabid Humas.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukumannya 4 sampai 20 tahun penjara.

Direktur Resnarkoba Polda Sulut Kombes Pol. Budi Samekto menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus memerangi jaringan narkoba di wilayah Sulut. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam membantu kami memerangi jaringan narkoba. Jika memiliki informasi tentang jaringan peredaran narkoba, silahkan hubungi kami di nomor telepon 081340091111,” ujarnya.

Ditresnarkoba berharap, penangkapan ini dapat menjadi contoh bagi mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba bahwa, kepolisian tidak akan ragu-ragu untuk menindak mereka yang melanggar hukum.

“Kami juga berharap, masyarakat dapat terus mendukung kami dalam memerangi jaringan narkoba,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Salah satu janji kampanye Yulius Selvanus (YS) saat menjadi calon Gubernur Sulut adalah memperindah Danau Tondano agar menjadi tujuan wisata favorit di Sulut.

Sekarang YS telah terpilih dan untuk membantunya mewujudkan rencananya, tukang bridge mencoba memberi masukan dengan menampung berbagai masukan dari WA Group Memajukan Tondano.

Rencana Pembangunan Pariwisata Danau Tondano (RPPDT) direncanakan dengan tujuan Meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui pariwisata; Mengembangkan Danau Tondano sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan; Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Sasarannya adalah Meningkatkan jumlah pengunjung Danau Tondano sebesar 20% dalam 2 tahun; Meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dari pariwisata sebesar 30% dalam 3 tahun; Mengembangkan 5 destinasi pariwisata baru di sekitar Danau Tondano dalam 5 tahun.

Ada empat strategi terkait dengan RPPDT. Pertama, Pengembangan Infrastruktur yakni membangun dan memperbaiki jalan akses ke Danau Tondano; membangun fasilitas umum seperti toilet, tempat parkir, dan restoran.

Kedua, Pengembangan Destinasi Pariwisata dengan Mengembangkan 5 destinasi pariwisata baru di sekitar Danau Tondano, seperti taman wisata, pantai, dan desa wisata; dan Mengembangkan paket wisata yang menarik dan berkelanjutan.

Ketiga, Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Melatih dan mengembangkan kemampuan masyarakat lokal dalam bidang pariwisata; dan Mengembangkan program pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Keempat, Pengembangan Promosi dan Pemasaran dengannMengembangkan strategi promosi dan pemasaran yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan minat pengunjung; dan Mengembangkan kerjasama dengan agen perjalanan dan operator pariwisata untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

YS mengungkapkan sejumlah rencana besar yang akan mengubah wajah danau ikonik tersebut.

Salah satu langkah awal yang telah disiapkan adalah alokasi dana sebesar Rp 1,26 triliun untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur di sekitar Danau Tondano.

Menurutnya, dana yang cukup besar ini akan dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas yang dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Sulawesi Utara.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses pengunjung dan meningkatkan pengalaman wisata di lokasi yang sudah dikenal dengan keindahan alamnya.

Group Memajukan Tondano dibuat untuk memberikan masukan agar apa yang direncanakan bisa terwujud dan bermanfaat untuk masyarakat di DAS Danau Tondano dan sekitarnya.

Dari masukan yang diterima ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yakni
pemberantasan enceng gondok. Ini yang harus menjadi prioritas utama.

Ada beberapa usul, pertama basmi tuntas; kedua, kalau tidak bisa dibasmi tuntas bertemanlah dengan encek gondok dengan memanfaatkannya.

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) memiliki banyak manfaat, di antaranya untuk kesehatan, pembersih air, bahan baku kerajinan, dan energi alternatif.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah kesehatan yakni menyehatkan kulit karena mengandung antijamur, antibakteri, dan antimikroba, antiperadangan, memperlancar pencernaan, menurunkan berat badan, meredakan gatal-gatal.

Pembersih air yakni menyerap zat-zat berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia dari air mengolah air limbah yang mengandung logam berat dan ion terlarut, menyerap hidrokarbon minyak bumi.

Bahan baku kerajinan yakni kursi, meja, tali, hiasan dinding, gurniture, fompet, tas, taplak, gorden.

Energi alternatif yakni dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas karena kandungannya yang tinggi akan hemiselulosa dan selulosa.

Manfaat lain adalah habitat untuk satwa liar, seperti ikan, burung air, dan serangga air; penyerap karbon; penahan erosi; pakan ternak, terutama untuk sapi dan kambing.

Estetika lanskap. Masalahnya pilihan kedua ini tidak mudah karena perkembangan enceng gondok yang sangat cepat.

Selanjutnya menangani dengan sebaik-baiknya rencana revitalisasi Danau Tondano oleh Kementerian PUPR karena Danau Tondano masuk 15 Danau kritis di Indonesia.

Sayangnya, program yang dimulai sejak tahun 2016 tidak terlihat manfaatnya secara nyata.
Menangani dengan benar Peraturan yang mengatur penanganan danau di Indonesia, antara lain Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Danau.

Selain itu, Perpres Nomor 60 Tahun 2021 mengatur tentang Penetapan 15 Danau Prioritas Nasional; Koordinasi, sinergi, sinkronisasi, dan harmonisasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah; Pembentukan Tim Penyelamatan Danau Prioritas Nasional; fan Pendanaan penyelamatan danau prioritas nasional.

Sementara itu, Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015 mengatur tentang: Penetapan garis sempadan danau, Kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan danau.

Prinsip-prinsip dasar pengelolaan danau adalah Terpadu, menyeluruh, dan berkelanjutan; Melibatkan pemangku kepentingan; Bersifat adaptif terhadap perubahan kondisi; Membagi tugas, fungsi, beban biaya, dan manfaat secara adil; Berlandaskan azas akuntabilitas
Upaya pemulihan ekosistem danau, antara lain Pembersihan gulma, Pembuatan kompos, Pemantauan kualitas air, Pengelolaan sampah.

Jika, hal-hal di atas sudah tertangani dengan baik maka baru dipikirkan mengenai infrastruktur penunjang seperti jalan lingkar luar Danau Tondano dan lain-lain.

Selanjutnya mengenai pemanfaatan Danau Tondano sebagai objek pariwisata.

Gubernur YS sudah merencanakan membuat 8 terminal atau dermaga di Danau Tondano hanya kalah dengan Danau Toba yang punya 12 terminal atau dermaga.

Sepertinya, yang cocok sebagai pusat adalah Dermaga di Benteng Moraya. Sebelum naik kapal mengelilingi Danau Tondano mereka bisa menikmati sajian di Benteng Moraya di mana ada aneka kuliner Minahasa, aneka cindera mata khas Sulut, pertunjukan drama Lahirnya Danau Tondano serta kisah heroic Perang Tondano, kemudian ada museum di Lodji Tondano yang sudah dipindahkan ke Benteng Moraya dan mungkin ada ide yang lain.

Sisa tujuh dermaga atau terminal bisa dimintakan untuk dibangun di kampung-kampung sekeliling Danau Tondano yang ada objek wisata seperti gereja tua di Eris, lapangan terbang Tasuka, pulau Likri, Sumaru Endo Remboken dan lain-lain.

Tentu saja perlu ditambah dengan kegiatan lainnya sehingga lebih menarik. Seperti dibentuk sanggar kesenian yang mengadakan pertunjukan terjadwal secara rutin.

Pulau Likri dibangun gereja oikumene dan dibuat duplikat bahtera Nabi Nuh. Restoran, café, tempat pemeliharaan ikan dibuat aturan sehingga tertib dan tidak mengganggu eko sistim danau.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan penanganan teberan atau Sungai Tondano dilanjutkan dengan membuat fish market di pasar bawah Tondano serta night market untuk weekend di jalan dari pasar bawah ke pasar atas Tondano.

Dari uraian di atas,bada 5 objek wisata baru yang dibuat, yaitu 2 kampung wisata yang dipilih dari kampung-kampung yang mengelilingi Danau Tondano, Fish dan Night Market Tondano, wisata sungai Tondano dan Pulau Likri. Ditambah dua yang sudah ada yaitu Benteng Moraya dan Sumaru Endo Remboken berarti sudah ada 7 objek wisata. (Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

Sertijab yang digelar dalam rapat paripurna DPRD Sulut yang dipimpin Fransiscus Andy Silangen di dampingi para Wakil Ketua Dewan ini dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Sulut, Selasa (4/3/2025).

Bersamaan dengan acara tersebut, diadakan pula sertijab Ketua TP PKK Sulut, Ketua Posyandu Sulut, dan Ketua Dekranasda Sulut.

Hadir pada acara tersebut, para anggota DPRD, Forkopimda, Sekprov Steve Hartke Andries Kepel, serta para pejabat di lingkungan Pemprov Sulut, Pengurus TP PKK Sulut, Pengurus Posyandu Sulut, Pemgurus Dekranasda Sulut dan undangan lainnya.

Mendampingi Kaper pada kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Sulut, Selasa (4/3/2025) ini, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Umum, AdvokasiAdvokasi, KIE dan Kehumasan Ferow Ralan Imanuel Ratu.

Sertijab, menandai peralihan pimpinan dari Olly Dondokambey dan Steven Kandou (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut lama) kepada Yulius Selvanus dan Johanis Victor Mailangkay (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut baru).

Sertijab pimpinan daerah Sulut ini diwarnai pula dengan penyerahan memori jabatan dari Dondokambey (Gubernur Sulut sebelumnya) kepada Yulius yang akan memimpin Sulut periode 2025-2030 di dampingi Mailangkay.

Kemendukbangga/BKKBN Sulut dan jajaran akan terus berkolaborasi/bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulut di era baru kepemimpinan ini. (elka)

Meimonews.com – Hari ini (5/3/2025) umat Katolik di seluruh dunia membuka masa Prapaskah dengan Puasa dan Pantang. Masa ini ditandai dengan Perayaan Rabu Abu.

Penerimaan abu di kepala atau di dahi mau mengingatkan bahwa hidup manusia karena dosa sangatlah kecil dan rapuh di hadapan Tuhan.

“Seperti debu tanah yang diinjak orang, seperti yang kotor dan dipandang hina tak berguna, namun oleh karena belas kasih Allah, Ia mengangkat manusia menjadi sungguh berarti,” ujar Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr ketika memberikan homisi pada Misa Rabu Abu di Gereja Paroki Santu Josep Pelindung Pekerja (SJPP) Manado, Rabu (5/3/2025).

Karena itu, tambah Pastor Rekan Paroki SJPP Manado ini, melalui bacaan pertama (Yoel 2 : 12-18), kita diingatkan untuk Berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Berbalik kepada Tuhan sebab Ia pengasih dan penyayang.

Ditegaskan, berbalik kepada Tuhan, bukan supaya nampak sebagai orang yang rajin, ikut terlibat di banyak hal, namun berbalik kepada Tuhan dengan kesungguhan bahwa apa yang dilakukan semata-mata untuk Tuhan.

“Entah melakukan kewajiban agama, entah memberi sedekah, entah berdoa, entah berpuasa, semuanya hendaknya dilakukan dalam relasi dengan Tuhan,” ujarnya.

Menurut, Ketua Komsos Keuskupan Manado ini, apa yang dilakukan hanyalah untuk Tuhan sendiri, bukan supaya dipuja dan dipuji orang tetapi agar Tuhan berkenan menganugerahkan rahmat pengampunan dan keselamatan kepada kita.

Maka, sebutnya, melakukan ‘dengan sembunyi’ menjadi tanda bahwa apa yang dilakukan hanyalah dalam relasi intim antara kita dan Tuhan. Pastor Made (sapaan akrabnya) pun mengutip bacaan kedua (2 Kor 5 : 20-6 : 2), Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu; hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Di akhir homilinya, Pastor Made mengajak untuk membuka masa Prapaskah ini dengan syukur dan sukacita dalam sikap tobat dan penyerahan diri.

“Mari berlajar dari debu. Abu kecil bahkan sangat kecil. Dibersihkan karena dianggap kotor. Diinjak bahkan tidak ada yang peduli. Abu…kamu tak sendirian. Aku juga kecil, kotor tak berarti. Tapi syukurlah masih ada Dia. Meski ku kecil, Dia mengangkatku menjadi berarti,” ujarnya bernada ajakan.

Misa Prapaskah ini diwarmai pemberkatan abu hasil bakaran daun palma yang dipakai waktu Minggu Palma dan penandaan abu di dahi masing-masing umat yang mengikuti misa, serta penerimaan komuni bagi umat yang telah memenuhi syarat. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menekankan pentingnya fokus dalam bekerja bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Manado, mengingat kontestasi politik telah usai.

“Saatnya semua pihak bersatu dalam membangun Kota Manado ke depan,” ujar Walikota Manado ketika memberikan sambuta pada Apel Perdana Bulan Maret 2025 Pemerintah Kota Manado di Lapangan Sparta Tikala Manado, Senin (3/3/2025).

Ditambankan, tidak ada lagi kontestasi. Sekarang kita bekerja bersama untuk membangun Kota Manado yang lebih baik.

“Kita juga berharap capaian pembangunan di Kota Manado dapat terus ditingkatkan melalui pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Di awal sambutannya, AA (sapaan Walikota Manado) yang berpasangan dengan Richard Sualang (akrab disapa RS) terpilih kembali dan telah dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim di Kota Manado.

Apel perdana ini juga dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan terkait Kenaikan Pangkat Pengabdian dari IV/d ke IV/e serta pemberian Piagam Penghargaan bagi Sekretaris Daerah Kota Manado Micler Lakat.

Hadir dalam kegiatan ini para Asisten, Kepala-kepala SKPD, para Camat dan Lurah, serta jajaran Pemerintah Kota Manado. (Afer)