Meimo News

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus menegaskan perannya sebagai mitra utama pemerintah daerah (Pemda) termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango,

Hal itu ditandai dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Minggu (12/10/2025).

Penandatanganan PKS ini merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas tata kelola keuangan daerah Kabupaten Bone Bolango melalui layanan perbankan yang terintegrasi dan modern dari Bank SulutGo.

Acara penandatanganan ini disaksikan Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Direktur Pemasaran BSG Pius Batara.

PKS ini melengkapi deretan kabupaten di Provinsi Gorontalo yang secara berkelanjutan mempercayakan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) mereka di Bank SulutGo, menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kapabilitas dan komitmen BSG dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Bone Boango menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Kerjasama ini adalah wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk mengelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel. Dengan dukungan Bank SulutGo, kami optimis pengelolaan RKUD akan semakin efektif,” ujar bupati.

Senada dengan Bupati, Direktur Pemasaran BSG menyatakan, “Bank SulutGo selalu siap menjadi mitra terdepan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan sistem pengelolaan keuangan yang modern dan terpercaya. PKS RKUD ini bukan hanya sekadar kerja sama, melainkan bentuk dedikasi kami dalam mendukung akselerasi pembangunan dan perekonomian di Bone Bolango dan seluruh Gorontalo,” ujarnya.

Hadir dalam acara ini dari Pemkab Bone Bolango adalah Bupati Bone Bolango Ismet Mile Sekda Bone Bolango Iwan Mustapa, Kabag Hukum Ramlan Adam, Kabag Tata Pemerintahan Erna Patuti, Kepala Dinas Bappeda, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Dikes dan Kepala Dinas Dikbud

Dari Bank SulutGo (BSG) terdiri dari Komisaris Sam Sahrul Mamonto, Direktur Pemasaran Pius Batara, Pemimpin Kanwil Gorontalo Rudiyanto Katili, Group Head Pemasaran Iskandar Modjo, Pemimpin Divisi Pemasaran Yunike Paputungan dan Pemimpin Cabang Suwawa Sri Wantogiah, (Afer)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) sukses menyelenggarakan Bohusami Young Run 2025 di Bone Bolango, Minggu (12/10/2025).

Bohusami Young Run 2025 diselenggarakan sebagai rangkaian penting dari tiga momentum sekaligus yakni menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bone Bolango, peluncuran resmi produk Tabungan Bohusami Young, dan sebagai bagian dari kegiatan Bulan Inklusi Keuangan.

Start dan finish dipusatkan di lokasi strategis Kabupaten Bone Bolango, di mana suasana meriah dan penuh semangat terasa sejak pagi hari.

Sekitar 2.000 pelari baik katehori 10K maupun 5K memadati garis start, menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan produk perbankan yang ditawarkan BSG.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh penting hadir pada ajang bergengsi ini. Mereka adalah Bupati Bone Bolango Ismet Mile, Komisaris BSG Sam Sahrul Mamonto, Direktur Pemasaran BSG Pius Batara, Anggota DPD RI Sjarief Mbuinga, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, Ketua DPRD Kota Gorontalo Irwan Hunawa, Sekda Kabupaten Bone Bolango, Sekda Provinsi Gorontalo, Sekda Kabupaten Gorontalo, dan Sekda Kota Gorontalo.

Selain itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Kepala BNN Provinsi dan Kota Gorontalo, Dandim,l Danlanal, Kejari Kabupaten/Kota, Wakapolres Bone Bolango Kompol Berty Harry Runtukahu, Perwakilan OPD se-Provinsi, Kabupaten Bone Bolango, dan Kota Gorontalo.

Kehadiran ribuan pelari dan sejumlah pejabat penting ini menegaskan kesuksesan Bohusami Young Run 2025 sebagai acara olahraga dan inisiasi keuangan yang spektakuler di Bone Bolango.

Bank SulutGo berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan layanan terbaik, khususnya bagi generasi muda, sejalan dengan semangat membangun daerah melalui kesehatan dan inklusi finansial.

Dalam samburannya, Bupati Bone Bolango menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Bohusami Young Run tidak hanya mempromosikan olahraga, tetapi juga merupakan kado spesial dalam menyambut HUT Bone Bolango,” ujarnya.

Bupati berterima kasih kepada Bank SulutGo yang terus bersinergi dalam memajukan daerah, termasuk melalui peluncuran Tabungan Bohusami Young yang sangat relevan untuk generasi muda kita.

Direktur Pemasaran BSG menjelaskan, Bohusami Young Run adalah upaya BSG untuk mendekatkan diri dengan generasi muda dan mendorong literasi keuangan. “Melalui semangat lari dan produk Tabungan Bohusami Young, kami mengajak anak-anak muda Bone Bolango dan sekitarnya untuk memulai kebiasaan menabung dan merencanakan masa depan sejak din,” ujarnya,

Ini, sambungnya mewakili Dirut Revino M. Pepah, sejalan dengan upaya BSG dalam mendukung Bulan Inklusi Keuangan. (Afer)

Meimonews.com – Beberapa kegiatan sosial dan olahraga mewarnai peringatan Pesta Pelindung Paroki Ratu Rosari Suci (RRS) Tuminting Manado yang jatuh pada 7 Oktober 2025.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (11/10/2025) tersebut adalah Fun Walk 5K, Zumba Bersama, Pengobatan Gratis dan Donor Darah.

Rangkaian kegiatan tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Pastor Paroki RRS Tuminting.Pastor Josep Pontoan MSC dengan melepas sekaligus mengikuti Fun Walk 5K, yang start dan finishnya di halaman paroki.

 

Setelah finish kegiatan fun walk yang digerakkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki, acara dilanjutkan dengan zumba bersama di halaman paroki, yang setelah itu pengobatan kesehatan gratis dan donor darah di aula paroki.

Kesemarakkan kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pastoral Paroki RRS Tuminting tersebut berkat kerjasama Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Manado (BPK PKK) Manado serta didukung Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado, Dinkes Sulut, dokter/tenaga medis dari RSUP Prof. Dr. RD. Kandow, RS Siloam, Perdhaki, FDKKM, Centra Medika, MCO, Puskesmas Singkil, serta Apotik Setia I, Apotik Anda, dan Apotik Kezia.

Kolaborasi multipihak ini, sebut tokoh umat paroki, diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang, demi mewujudkan Paroki RRS Tuminting yang semakin misioner, solider, dan peduli terhadap kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

Ratusan umat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang penuh keakraban dan kepedulian sosial tersebut. Bahkan, masyarakat sekitar terlihat dan menyambut positif untuk kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada mereka.


.
Salah seorang peserta pengobatan gratis, Fransiska menyampaikan apresiasinya.
“Saya sangat bersyukur dan senang sekali dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini,” ujarnya.

Baginya, pelayanan ini sangat baik dan ia merasa sangat terbantu, apalagi dengan kondisi sekarang ini, tidak semua orang bisa langsung ke dokter.

Ia sangat berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut secara bertahap dan kedepannya tetap terus berjalan, karena ini sangat bermanfaat bagi umat dan seluruh masyarakat sekitar gereja.

Pastor Paroki RRS Tuminting menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.
“Kegiatan ini tentu dibuat dalam rangka konteks persaudaraan untuk yang tadi pagi (olahraga) dan yang ini adalah soal diakonia, pelayanan bagi masyarakat karena itu sifatnya gratis, bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Ukuran manusiakan sejahtera, menurutnya, bukan hanya sejahtera batin tapi juga sejahtera badani, supaya sehat, umur panjang.

Disebutkan, kegiatan ini adalah bagian dari kesaksian juga kepada masyarakat bahwa kita peduli dengan lingkungan sekitar.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Pastor Paroki RRS Tuminting mengungkapkan, kegiatan dalam rangka Pesta Pelindung Paroki telah dimulai pada Selasa (7/10/2025) yang ditandai misa syukur dan beberapa kegiatan lain serta nanti berakhir pada Sabtu (18/10/2025) berupa kegiatan Ziarah Porta Sancta.

Pastor Josep berterima kasih kepada pimpinan DPP Bidang 4 (penanggung jawab kegiatan), OMK Paroki, pimpinan dan umat paroki yang telah terlibat dalam kegiatan yang bekerjasama dengan BPK PPK Manado dan dukungan dari pihak-pihak terkait. (lex)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menggelar BSG Goes to Campus di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jumat – Sabtu (10-11/10/2025).

Bertempat di Lapangan Tenis Indoor UNG, acara ini menjadi momen penyerahan racepack bagi ratusan peserta ajang lari bergengsi Bohusami Young Run 2025.

Acara yang berlangsung sederhana namun meriah ini diawali dengan sambutan Pemimpin Kantor Wilayah BSG Gorontalo Rudiyanto Katili (mewakili Dirut Revino M. Pepah) sekaligus membuka kegiatan dan sambutan/sosialisasi oleh Pemimpin Departemen Public Relation Nicky Laoh.

Dalam sambutannya, Katili dan Laoh menekankan pentingnya sinergi antara perbankan dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong gaya hidup sehat dan literasi keuangan di kalangan generasi muda.

Inti dari acara ini, menurut mereka, adalah sosialisasi ringan mengenai produk dan layanan Bank SulutGo, khususnya yang relevan untuk segmen mahasiswa dan kaum muda.

Materi sosialisasi disajikan dengan interaktif, diselingi kuis-kuis menarik yang disambut antusias oleh para peserta. Bank SulutGo juga menyediakan beragam souvenir eksklusif sebagai hadiah bagi mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan.

Momen utama yang paling ditunggu adalah proses penyerahan racepack Bohusami Young Run 2025.

Dengan adanya kegiatan di kampus, BSG mempermudah para peserta dari kalangan mahasiswa untuk mengambil perlengkapan lari mereka, sekaligus mendapatkan edukasi keuangan secara langsung.

“Melalui kegiatan BSG Goes to Campus ini, kami tidak hanya ingin mendukung semangat olahraga dan gaya hidup sehat lewat Bohusami Young Run, tetapi juga ingin mendekatkan diri dan mensosialisasikan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini kepada adik-adik mahasiswa UNG,” Pius Batara.

Semangat sehat, sambung Direktur Pemasaran tersebut, harus berjalan beriringan dengan semangat finansial yang sehat.

Diharapkan, kolaborasi ini dapat terus berlanjut, menciptakan generasi muda Gorontalo yang tidak hanya unggul secara akademis dan fisik, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan pribadi. (Afer)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) jalin kerjasama strategis dengan PT Mitra Edukasi Nusantara (MEN) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai layanan pembayaran atas pengadaan barang/jasa pemerintah daerah melalui marketplace TokoGramedia.com.

Kerjasama ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses transaksi belanja pemerintah daerah, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, secara digital dan transparan.

Acara penandatanganan PKS ini diadakan di Jakarta, Kamis (9/10/2025) dan dihadiri oleh jajaran direksi serta perwakilan dari kedua belah pihak.

Dari pihak Bank SulutGo, hadir Louisa J. Parengkuan selaku Direktur Operasional Bank SulutGo. Sementara dari PT. Mitra Edukasi Nusantara (PT MEN) dipimpin langsung oleh Direktur Utama Irawan.

Turut hadir mendampingi Irawan adalah Susilowati (Sales Support Manager), Ary Prabawa(Marketing Manager), Lisa (Legal Officer), Yenni (Finance Officer), dan Denny (Business Process Analyst / Staff to Director).

Louisa menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah nyata Bank SulutGo dalam mendukung transformasi digital sektor keuangan daerah dan memajukan ekosistem pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

“Kami menyadari pentingnya efisiensi dan transparansi dalam belanja pemerintah daerah,” ujarnya mewakili Dirut Revino M. Pepah.

Melalui PKS ini, sambung Louisa, Bank SulutGo akan menyediakan layanan pembayaran yang terintegrasi langsung dengan platform TokoGramedia.com, memastikan setiap transaksi pengadaan dapat diselesaikan dengan aman, cepat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutannya, Irawan mengungkapkan antusiasmenya terhadap kemitraan ini. “TokoGramedia.com telah berkomitmen menjadi solusi terpercaya bagi pemerintah daerah untuk pengadaan barang/jasa,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan layanan pembayaran dari Bank SulutGo, Irawan yakin proses belanja daerah akan semakin mudah dan menjangkau lebih banyak UMKM serta penyedia lokal yang terdaftar di marketplace kami.

Kerjasama ini secara spesifik mencakup integrasi sistem pembayaran Bank SulutGo dengan TokoGramedia.com, memungkinkan entitas pemerintah daerah yang menggunakan Bank SulutGo sebagai bank mitra untuk melakukan pembayaran pengadaan barang/jasa secara real-time dan non-tunai.

Kolaborasi strategis antara BUMD perbankan dan marketplace pengadaan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga turut serta dalam memperkuat implementasi e-Government dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di daerah. (Afer)

Meimonews.com – Di Indonesia ada 109 bahasa daerah belum termasuk Papua dan sebagian besar terancam kepunahan. Menurut data UNESCO, setiap tahun ada sepuluh bahasa di dunia ini yang punah.

Pada abad ke-21 ini, diperkirakan laju kepunahan bahasa akan lebih cepat lagi. Di antara 6.000 lebih bahasa yang ada di dunia pada abad ke-20, hanya tinggal 600-3.000 bahasa saja yang masih dapat bertahan menjelang abad ke-21 ini.

Dari 6.000 bahasa di dunia itu, sekitar separuh adalah bahasa yang dengan jumlah penutur tidak sampai 10.000 orang, dan seperempatnya lagi kurang dari 1.000 penutur. Padahal, salah satu syarat lestarinya sebuah bahasa adalah jika penuturnya mencapai 100.000 orang, Salah satu bahasa daerah yang terancam punah adalah bahasa kampung saya, bahasa Tondano.

Bahasa Tondano buat tukang bridge adalah bahasa ibu karena merupakan
bahasa pertama yang dipelajari sejak lahir melalui interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, yang juga berfungsi sebagai alat komunikasi alami dan dasar identitas budaya.

Bahasa ini memungkinkan ekspresi pikiran, perasaan, dan ide secara lebih jelas dan mendalam, serta menjadi warisan yang menghubungkan anak dengan budaya dan tradisi nenek moyan.

Menguasai bahasa ibu di Indonesia penting untuk melestarikan identitas dan warisan budaya daerah, memperkuat hubungan keluarga dan komunitas, serta menjadi fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar bahasa asing anak.

Dengan menguasai bahasa ibu, generasi muda dapat terhubung dengan akar budayanya dan menghargai kearifan lokal yang diwariskan dari leluhur.

Pentingnya Bahasa Ibu untuk Identitas dan Budaya
Pertama, fondasi Identitas dan Warisan Budaya :.Bahasa ibu adalah bagian dari jati diri dan warisan budaya yang tak ternilai. Melestarikan bahasa daerah berarti juga melestarikan budaya dan peradaban masyarakatnya.

Kedua, memperkuat Identitas Nasional : Mempertahankan bahasa daerah memperkuat keberagaman linguistik dan budaya Indonesia, yang merupakan bagian dari identitas nasional.
Manfaat untuk Perkembangan Anak.

Ketiga, Perkembangan Kognitif : Menguasai bahasa ibu sejak dini membantu anak lebih mudah memahami konsep, tata krama, dan norma yang berlaku di masyarakat sekitar.

Keempat, Kemampuan Berpikir Kritis dan Logis :
Penggunaan bahasa yang tepat akan mengasah kemampuan anak dalam berpikir kritis dan logis, serta membangun kerangka berpikir yang kuat.

Kelima, Fondasi Belajar Bahasa Lain : Penguasaan bahasa ibu yang baik menjadi fondasi bagi anak untuk mempelajari bahasa asing atau internasional.

Keenam, Meningkatkan Kepercayaan Diri : Anak yang merasa dianggap sebagai bagian dari sebuah kebudayaan akan merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi dan memiliki rasa bangga terhadap asal usulnya.

Koneksi dengan Keluarga dan Komunitas
Pertama, Memperkuat Hubungan Keluarga :
Bahasa ibu menjadi cara untuk mempererat hubungan dengan anggota keluarga, terutama dengan generasi yang lebih tua seperti kakek dan nenek.

Kedua, Memperkaya Wawasan : Melalui bahasa ibu, anak dapat mempelajari literatur daerah, musik, dan cerita rakyat yang memperkaya wawasan dan tumbuh kembang emosionalnya.

Pentingnya dalam Era Globalisasi
Menyeimbangkan Globalisasi : Mengejar globalisasi bukan berarti meninggalkan identitas bangsa. Penting untuk mengajarkan anak bahasa asing sekaligus menanamkan pentingnya mengutamakan dan melestarikan bahasa ibu dan Bahasa Indonesia.

Semoga dengan pemahaman ini, semua stake holder yang terkait mau bahu membahu mempertahankan bahasa ibu terutama yang mulai terancam punah seperti bahasa ibu tukang bridge bahasa Tondano.

Secara pribadi tukang bridge telah mulai pada tanggal 19 November 2008 dengan memberanikan diri membuat Group Lestarikan Bahasa Tondano di Facebook yang saat itu mulai mewabah di Indonesia.

Kenapa saya pilih Facebook karena menurut pengalaman saya, keengganan anak-anak Tondano menggunakan bahasa daerah karena mereka malu. Ber bahasa Tondano terkesan kampungan.

Jadi, dengan adanya bahasa Tondano di Facebook mudah-mudahan generasi muda yang akrab dengan internet akan tertarik dan merasa bangga menggunakan bahasa Tondano.

Melihat hanya dalam tempo kurang dari setahun, anggota group Lestarikan Bahasa Tondano telah mencapai sekitar 3100 orang maka rasanya misi saya cukup berhasil. (Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat Manado menggelar Seminar Nasional di Aula Dekanat Fatek Unsrat, Kamis – Sabtu (9-11/10/2025).

Seminar yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie ini menghadirkan beberapa pembicara kunci (keynote speakers).

Pembicara kunci tersebut adalah Dean of Research Instituti for Sustainable Sociaty Telkom Univercity Aloysius Adya Pramudita, Dekan Fatek Unsrat Fabian J. Manoppo, CEO Dex Sustainable Solution/Ketua Dewan Pakar GBCI, Advisor EPD South East Asia Iwan Priyanto.

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Dakwah Islamiah Universitas Islam Riau Deddy Purnomo, dan Direktur Niaga dan Pemasaran PT PLN Icon Plus Joice Lanny Wantania.

Tema yang diusung adalah Engineering Transformation In the AI Era : Innovation, Adaptive and Sustainable.

Tema ini, menurut Rektor Unsrat Manado ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan, menjadi panggilan kita untuk membahas bagaimana bidang teknik (engineering) dapat bertransformasi menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang cepat dan disruptif.

Selain itu, bagaimana kita dapat menciptakan solusi yang inovatif, adaptif dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Rektor berharap, seminar ini dapat menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide inovatif yang akan memperkaya wawasan kita semua dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era AI. (FA)

Meimonews.com – Selang waktu pelaksanaan Program Keringanan Pajak Merah Putih dari 8 Agustus hingga 30 September 2025, berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 36.458.219.000 dari 20.329 unit kendaraan bermotor (ranmor).

Perinciannya, ranmor jenis Blindvan 38 unit Rp. 73,703 juta lebih, Bus 2 unit Rp. 15,368 juta, Jeep 700 unit Rp. 3,349 miliar lebih, Light truck 675 unit Rp. 3,313 miliar lebih, Microbus 12 unit Rp. 42,980 juta lebih, Minibus 8.514 unit Rp. 21,004 miliar lebih, Pick up 2.218 unit Rp. 4,452 miliar lebih, Sedan 156 unit Rp. 531.551 juta, Sepeda motor roda dua 8.294 unit Rp. 2,989 miliar lebih, Sepeda motor roda tiga 3 unit Rp. 982.200 juta.dan truck 77 unit Rp. 583,719 juta lebih.

“Ya, kami berhasil mengumpulkan dana sebesar tersebut (Rp. 36.458.219.000) dari wajib pajak kendaraan bermotor yang menyetornya lewat UPTD PPD yang ada di wilayah Sulut dan Kantor Pusat Bapenda Sulut,” ujar Kabid Pajak Bapenda Sulut Harold Lumempouw kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (10/10/2025).

Oleh karenanya, atas nama Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen dan staf/jajaran kantor pusat dan UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah), disampaikan terima kasih kepada wajib pajak yang telah memanfaatkan program ini.

Diketahui, program Keringanan Pajak Merah Putih ini adalah program Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay, yang dilaksanakan Bapenda Sulut dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Provinsi Sulut Tahun 2025. (elka)

Meimonews.com – Kerjasama Univeritas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Jakarta dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus berlanjut.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding/MoU (Nota Kesepahaman) antara UPNV Jakarta dan Unsrat Manado di ruang rapat Rektorat Unsrat Manado, Jumat (10/10/2025).

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UPNV Jakarta Anter Venus dan Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie disaksikan Wakil-wakil Rektor, beberapa Dekan, Kepala Biro dan Ketua Dharma Wanita Persatuan dari kedua perguruan tinggi tersebut.

Rektor Unsrat Manado dalam sambutannya mengatakan, kerjasama dengan UPNV Jakarta ini merupakan perpanjangan dari MoU yang pernah ditandatangani tahun 2021, yang sudah berakhir November 2024.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri Unsrat dapat melanjutkan kerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta,” ujar Sompie.

Apalagi, sambungnya, ada salah satu dosen Fakultas Kedokteran Unsrat (Taufik Pasiak) dipercayakan menjadi Dekan Faked UPNV Jakarta.

Nota kesapahaman ini, menurut Sompie, dimaksudkan sebagai pedoman bagi para pihak dalam rangka penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dan bertujuan untuk mewujudkan kerjasama, koordinasi dan efektivitas penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka pengembangan kelembagaan untuk meningkatkan SDM para pihak.

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman terdiri dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, implementasi program Kampus Berdampak, serta bentuk kolaborasi lainnya sesuai nota kesepahaman para pihak.

“Harapan kami setelah MoU ini akan dilanjutkan dengan perjanjian kekerjasama dengan fakultas/unit kerja lainnya dan kegiatan implementasi dengan intensitas yang cukup aktif,” ujar Sompie.

Rektor UPNV Jakarta dalam sambutannya mengungkapkan bahwa rombongan yang dibawa lengkap karena pihaknya memandang di wilayah Sulawesi Utara, kerjasama dengan Unsrat adalah kerjasama yang pertama dan penting untuk jejaring UPNV Jakarta.

“Unsrat bagi kami sangat penting. Dan sejauh ini kerjasama kita berjalan dengan bagus dan baik,” ujar pimpinan perguruan tinggi yang dulunya swasta tapi sekarang menjadi negeri tersebut. (FA)

Oleh : Dr. drg. Paulus Januar

Meimonews.com – Indra penglihatan sangat vital bagi kesejahteraan hidup. Namun, kenyataan menunjukkan, semakin banyak orang yang menderita gangguan penglihatan, terutama dengan meningkatnya penggunaan layar monitor.

Gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering diabaikan. Gangguan penglihatan dapat mengenai siapa saja, dari usia muda hingga tua, baik laki maupun perempuan.

Gangguan penglihatan berpengaruh buruk bukan saja terhadap kesehatan tubuh, rasa percaya diri, serta kualitas hidup. Namun gangguan penglihatan juga mengurangi produktivitas, kesempatan menempuh pendidikan, serta lebih lanjut dapat meningkatkan kesenjangan sosial.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan di seluruh dunia gangguan penglihatan diderita lebih dari 2,2 miliar orang. Dari mereka yang mengalami gangguan penglihatan sekitar 1 miliar orang sebenarnya dapat dicegah.

Sayangnya, saat ini pencegahan gangguan penglihatan belum dijalankan secara meluas. Selain itu, masih kurangnya sarana perawatan kesehatan mata yang berkualitas dan terjangkau.

Kelainan refraksi, katarak, retinopati diabetika, glaukoma, dan degenerasi makula merupakan gangguan penglihatan yang paling banyak terjadi, dan bila tidak dirawat dapat menimbulkan kebutaan.

Secara global, kebutaan dialami sekitar 40 hingga 45 juta orang. Sebenarnya, hingga 80 % kasus kebutaan tersebut tidak perlu terjadi, bila dilakukan upaya pencegahan dan perawatan gangguan penglihatan.

Selain faktor biomedis, terdapat pula faktor sosial yang mempengaruhi permasalahan gangguan penglihatan. Faktor sosial yang mempengaruhi permasalahan gangguan penglihatan terutama meliputi kesenjangan sosial, kurangnya prioritas mengenai kesehatan mata, lemahnya jaminan sosial, serta juga dampak dari komersialisasi sektor kesehatan.

Sayangi Mata Anda
Secara internasional, setiap tahun, sejak 1998 pada setiap Kamis minggu ke dua di bulan Oktober oleh WHO ditetapkan sebagai Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day).

Tahun ini, peringatan tersebut berlangsung pada 9 Oktober 2025. Secara berkesinambungan, sejak beberapa tahun lalu, tema yang dipilih adalah Sayangi Mata Anda (love your eyes).

Dengan Hari Penglihatan Sedunia, hendak menggugah untuk lebih peduli akan kesehatan mata dalam rangka mencegah gangguan penglihatan maupun menghindari risiko kebutaan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati kualitas hidup yang baik dengan memiliki penglihatan yang optimal.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan secara nasional menyelenggarakan peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2025. Selain itu, dari kalangan profesi kesehatan mata, maupun dari kalangan masyarakat juga menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti seminar, webinar, penyuluhan, perlombaan, serta aksi sosial kesehatan mata.

Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2025 patut dikemukakan mengenai kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan di Paiton Jawa Timur.

Kegiatan tersebut memiliki arti penting mengingat, Jawa Timur merupakan salah satu propinsi dengan tingkat kebutaan tertinggi di Indonesia.

Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan
Menurut data mengenai kesehatan mata di Indonesia, pada tahun 2020 terdapat sekitar 8 juta orang menderita gangguan penglihatan, di antaranya 1,6 juta orang mengalami kebutaan.

Kemudian, Survei Kesehaytan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, disabilitas penglihatan dialami 0,4 % penduduk, dan alat bantu penglihatan (kacamata, lensa kontak, lensa tanam) digunakan oleh 11,9 % penduduk Indonesia.

Dalam rangka mengatasi permasalahan jesehatan mata di Indonesia, sejak tahun lalu Kementerian Kesehatan telah menetapkan Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan Tahun 2025 – 2030. Peta jalan ini merupakan pengembangan dari Peta Jalan yang sebelumnya pernah ada.

Pengembangan dilakukan sehubungan dengan perubahan target indikator global WHO, transformasi kesehatan di Indonesia, serta perkembangan pelayanan kesehatan mata di Indonesia.

Peta Jalan Upaya Kesehatan Penglihatan Tahun 2025 – 2030 ditetapkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan mata bagi Masyarakat. Selain itu, cakupan diperluas, terutama pada retinopati diabetika (RD) sebagai masalah prioritas karena prevalensi diabetes yang meningkat dan telah berdampak pada kesehatan mata.

Peta jalan dilaksanakan berdasarkan skrining dan deteksi dini gangguan penglihatan yang dipadukan dengan pelayanan kesehatan primer di tingkat komunitas. (Penulis adalah Staf Pengajar Akademi Refraksi Optisi Kartika Indra Persada Jakarta)