Meimo News

Meimonews.com – Provinsi Sulawesi Utara yang sering disingkat dengan Sulut ini didirikan pada 23 September 1964 berdasarkan UU No. 13 tahun 1964. Dengan demikian, setiap tanggal 23 September dirayakan sebagai hari jadi / Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara.

Tahun ini (2025), Provinsi Sulut yang kini dipimpin Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur Dr. Johanis Victor Mailangkay, SH, MH berusia yang ke-61.

Sehubungan dengan itu, Komisaris, Direks dan karyawan/wati PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menyampaikan Selamat Ulang ke-61 Provinsi Sulawesi Utara. “Sulawesi Utara maju, sejahtera dan berkelanjutan.” (Afer)

Meimonews.com – Kabar gembira dan membanggakan terdengar dan tersebar menjelang 70 tahun kiprahnya Universitas Negeri Manado (Unima) di dunia pendidikan. Ini merupakan kado istimewa.

Kado istimewa tersebut berupa meningkatnya akreditasi Unima menjadi Unggul melalui Surat Keputusan BAN-PT (Badan Akresitasi Nasional Perguruan Tinggi) serta Peringkat 1 Kategori 2 pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK).

Kado tersebut disampaikan Rektor Unima Joseph Philip Kambey ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis ke-70 Unima dan Wisuda Semester Ganjil Tahap I Tahun Akdemik 2025/2026.

“Melalui SK BAN-PT Nomor 2732/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2025, Unima resmi menyandang predikat Unggul,” ujar Rektor pada Sidang Senat yang diadakan di Auditorium Maria Walanda Maramis Unima, Senin (22/9/2025)

Sidang Senat terbuka yang dihadiri para anggota Senat Unima,Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Lembaga/Biro, para Dekan, mantan Rektor Unima, wisudawan dan keluarga, undangan lainnya dan panitia wisuda yang diketuai Irwany Maki ini dipimpin Herry Sumual (Ketua Senat),

Akreditasi Unggul ini, menurut Rektor, merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa sekaligus pengakuan atas mutu pendidikan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Bukanlah proses yang singkat menuju predikat Unggul ini.

“Keberhasilan ini juga merupakan buah dari upaya kepemimpinan yang sebelumnya dan berkesinambungan sampai saat ini,” ujar mantan Plt. Wakil Rektor 2 (Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum) Unima dan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unima ini.

Oleh karena itu, di kesempatan berbahagia dan terhormat ini, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Deitje Adolfien Katuuk (mantan Rektor sebelumnya) yang telah merintis dan mempersiapkan berbagai langkah strategis menuju Akreditasi Unggul.

Tidak hanya kepemimpinan, keberhasilan ini lahir dari kerja keras seluruh unsur kampus. Tim Akreditasi yang diketuai Sjamsi Pasandatan, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan fakultas bekerja siang dan malam menyusun laporan kinerja, melengkapi dokumen serta memastikan standar mutu terpenuhi.

“Kolaborasi lintas unit inilah yang akhirnya membuahkan pengakuan tertinggi dari BAN-PT,” tandas Rektor, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dikemukakan, di balik pencapaian tersebut, aktivitas akademik menjadi fondasi utama. Dosen Unima terus memperkaya keilmuan melalui penelitian yang relewan dengan kebutuhan masyarakat, publikasi di jurnal internasional bereputasi serta inovasi pembelajaran yang berdampak luas.

Kurikulum yang dirancang semakin membuka ruang kolaborasi dengan dunia industri, usaha dan lembaga pendidikan lain sehingga lulusan Unima mampu bersaing di kancah internasional.

Rektor kelahiran Filipina pada 6 Maret 1976 ini lantas memaparkan sejumlah keberhasilan yang diraih tersebut.

Kado istimewa lainnya adalah Unima mendapat peringkat 1 kategori 2 pelaksanaan UTBK. “Bangga Universitas Negeri Manado mendapatkan peringkat 1 atau yang terbaik untuk pelaksanaan UTBK pusat kategori 2 yang terdiri dari 29 PTN di Indonesia.

Untuk itu, Rektor berterima kasih kepada terkait termasuk Tim Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

“Puji Tuhan, ada begitu banyak pencapaian serta prestasi. Untuk itu, mari terus bersinergi dan bekerjasama untuk kemajuan lembaga yang kita cintai ini,” ujar Rektor.

Terkait dengan sejarah panjang Unima yang berdiri pada tahun 1955 dan akan memasuki usia yang ke-70 tahun, Rektor mengungkapkan, Unima telah mengalami banyak dinamika. Dari awal yang sederhana hingga menjadi institusi pendidikan tinggi yang diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita patut bersyukur dan bangga namun tidak boleh berpuas diri. Tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan duni kerja hingga tuntutan globalisasi pendidikan,” ujar Joje, sapaan akrab Rektor,

Menurut penghasil 19 karya ilmiah dan 4 karya buku selama mengajar di Unima ini menegaskan, dies natalis bukan sekedar perayaan ulang tahun tetapi merupakan momentum refleksi, evaluasi serta proyeksi tentang perjalanan yang telah ditempuh, pencapaian yang telah diraih serta tantangan yang harus dihadapi ke depan.

Oleh karena itu, sebutnya, tema dies natalis tahun ini yaitu Dies Natalis Unima sebagai momemtun deklarasi inovasi dan implementasi pendidikan transformatif dan kampus berdampak, menjadi sangat relevan.

“Tema ini mengingatkan kita untuk terus berinovasi, meningkatkan triharma perguruan tinggi serta terus mengadakan perubahan untuk membawa dampak yang baik bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” ujarnya.

Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga semangat integritas, inklusivitas, dan inovasi. Jadikan universitas ini sebagai rumah intelektual yang tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten tetapi juga berkarakter dan berdampak positif bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang indah dan terhormat ini, Rektor menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI, Mendiktisaintek atas perhatian dan dukungan untuk Unima serta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Bupati, Walikota, bersama seluruh pemangku kepentingan atas kebersamaan dan kerjasama yang telah diberikan.

Disebutkan, bulan lalu, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus hadir di Unima dan memberikan Kuliah Umum, kunjungan dalam rangka Seminar Nasional di Unima oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Anggota Bawaslu RI serta kehadiran para narasumber dari luar negeri pada acara International Conffetence Unima pada minggu yang lalu.

Di momen ini, Rektor melaunching logo 70 dan pembukaan secara resmi Pekan Dies Natalis, sementara Sekretaris Rektor Marcia Imelda Watulingas menjelaskan secara detail makna yang terkandung dari logo tersebut. (FA)

Meimonews.com – Dies Natalis ke – 60 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan (FPIK) Unsrat harus menjadi momentum untuk menyalakan semangat baru, terus berkreasi, berinovasi dan memperluas jejaring kolaborasi.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Dies Natalis ke-60 FPIK Unsrat di kompleks fakultas, Jumat (19/9/2025).

Oleh karenanya, Rektor mendorong dosen FPIK untuk semakin aktif membangun kerjasama internasional, baik melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa maupun program pengabdian masyarakat lintas negara.

Rektor mengajak civitas akademika FPIK Unsrat untuk menjadikan Dies Natalis ke – 60 ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh, menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa dan dunia.

Rektor menyampaikan aresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika FPIK, para pendiri dan pendahulu yang telah meletakkan fondasi yang kuat serta mitra yang selalu mendukung langkah fakultas ini (yang kini dipimpin Stenly Wullur.

“Terima kasih kepada para mantan-mantan dekan yang telah membentuk fakultas ini sampai seperti saat ini,” ujar Rektor seraya menyebut beberapa nama dekan FPIK Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Puncak Peringatan Dies Natalis ke-65 Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat, Kamis (18/9/2025) menjadi momen istimewa bagi ratusan mahasiswa maupun institusi pendidikan tinggi tersebut.

Betapa tidak, pada kesempatan tersebut Jerry Hermawan Lo dari Yayasan Merah Putih Kasih (JHL Foundation) memberikan Beasiswa Kelapa untuk 100 mahasiswa Faperta Unsrat hingga mereka lulus.

Sebelum pemberian beasiswa ini, Jerry sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Rektor Unsrat sangat menyambut baik beasiswa kelapa ini dan berterima kasih kepada Jerry atas perhatiannya terhadap Unsrat.

Pemberian beasiswa ini, jelas Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy kepada Meimonews.com, Jumat (19/9/2025), diberikan langsung ke rekening para mahasiswa. Per bulannya Rp.500.000 dan insentif UKT per semester Rp. 1.000.000. Pertahun Rp. 8.000.000 sampai semester 8.

Pemberian beasiswa ini menunjukkan kepedulian yayasan yang didirikan Jerry ini untuk dunia pendidikan dan pertanian di Tanah Air Indonesia, sebagaimana yang telah mereka lakukan sebelumnya.

“Saya fokus di pertanian sehingga kami ingin mencetak seribu mahasiswa pertanian dalam lima tahun. Mudah-mudahan dalam beberapa tahun kedepan kami akan tambah 2 ribu sampai 3 ribu mahasiswa lagi,” ujar Jerry ketika menyerahkan beasiswa tersebut.

Seperti diketahui, sebelumnya, Jerry melalui JHL Foundation sudah memberikan beasiswa kepada hampir 1.000 mahasiswa fakultas pertanian di banyak perguruan tinggi

Di antaranya, Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nusa Nipa NTT (Unipa), Universitas Riau, Universitas Jambi, Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau Halmahera Barat.

Sedangkan Universitas Tirtayasa Banten, Sekolah Tinggi Ilmu Perkebunan Jogjakarta, dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin akan menjadi universitas selanjutnya yang menerima beasiswa (saat ini masih dalam proses administrasinya).

Para mahasiswa di bidang pertanian yang mendapatkan Beasiswa Kelapa dari JHL Foundation hingga lulus ini diharapkan mampu memanfaatkannya agar kelak mereka terlahir sebagai ahli di bidang industri pertanian.

Jerry yang kini fokus dengan agroindustri kelapa ini menuturkan, industri pertanian di Indonesia memiliki potensi yang baik. Salah satunya di bidang pengelolaan kelapa.

Jerry mengaku dalam beberapa tahun ini dia fokus membangun royal agroindustri. “Kalau agrobisnis artinya saya tanam lalu hasil panennya saya jual. Tapi kalau saya fokus di agroindustri. Jadi, hasil pertanian saya olah dulu hingga menghasilkan barang jadi atau setengah jadi, baru saya jual. Sehingga terjadi hilirisasi dan menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.

Potensi pertanian Indonesia, jelasnya sangat luar biasa. Di mana Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang bisa dikolola dengan baik.

Selain itu, infrastruktur di Indonesia juga sudah sangat baik. “Jadi tidak ada lagi hasil pertanian yang tidak bisa dijual gara-gara tidak ada akses jalan,” ujarnya.

Hal lain yang sangat penting untuk mendukung pertanian adalah pembenahan sumber daya manusia. “Nah Beasiswa Kelapa ini saya dedikasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian,” sebutnya.

Selain itu, Beasiswa Kelapa ini merupakan bentuk support Jerry Hermawan Lo untuk program ketahanan pangan yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.

Kini, Jerry telah memiliki beberapa pabrik pengolahan kelapa. Yakni di Halmahera Utara, Manado dan Sampit. “Artinya kami menjadi salah satu produsen kelapa terbesar,” ujarnya.

Jerry yakin, mahasiswa pertanian punya potensi bekerja lebih baik ketimbang bidang lainnya. “Pertanian luar biasa, hari pertama di kuliah langsung bisa dia macul bahkan bisa produksi . Sementara, di bidang dan lain dia harus lulus dulu,” jelasnya.

Pemilik banyak bidang usaha seperti perhotelan, properti dan otomotif ini berharap, mahasiswa pertanian ini jangan hanya mengejar ijazah. “Kita pikirkan bagaimana ciptakan lapangan kerja sendiri,” jelas Jerry

Pemberian bantuan beasiswa ini karena dirinya merasa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. “Kita hidup bukan untuk diri sendiri tapi hidup untuk berbagi. Saya senang berbicara disini karena saya berbagi ilmu kehidupan dan yang saya pelajari,” tandasnya.

Jerry juga menekankan agar kelak, penerima beasiswa menjadi petani dan peternak yang mandiri sejak dini dan berkembang menjadi entrepreneur pertanian. “Pada sektor pertanianlah keunggulan kita tidak dapat tersaingi oleh negara lain,” ujarnya, yang juga membagikan 10 komputer untuk Unsrat.

Direktur Beasiswa Yayasan JHL Merah Putih Kasih Johan Sembiring mengapresiasi Unsrat yang memberikan jalan untuk JHL melakukan misi berbagi untuk semua.

Johan menjelaskan, bantuan beasiswa ini bukan yang pertama. Sudah ada 16 perguruan tinggi yang terhubung dengan yayasan yang dipimpinnya. “Sampai kemarin kami menyalurkan setiap bulan lebih dari 800 beasiswa,” ujarnya.

Beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa pertanian Unsrat berasal dari 8 program studi, dengan rincian 71 mahasiswa berasal dari semester 3; 26 orang mahasiswa semester 5; dan 3 orang semester 7.

Johan menyebut, Faperta menjadi fokus pemberian beasiswa. Salah satunya karena di dalam pertanian ada pertumbuhan yang jadi ciri utama dari kehidupan.

Virginia Rumuat (salah satu mahasiswa Faperta Unsrat penerima beasiswa) mengaku sangat terbantu. Dia berterimakasih pada JHL Foundation yang telah memberikan Beasiswa Kelapa kepadanya. “Orangtua saya sudah tidak lagi banyak memikirkan soal biaya kuliah dan biaya hidup karena sudah dibantu,” kata Virginia

Virginia juga sangat termotivasi dengan apa yang sudah diperbuat Jerry Hermawan Lo. “Semoga saya bisa menjadi enterpreneur di bidang pertanian, sehingga nantinya saya bisa membantu banyak orang seperti apa yang dilakukan pak Jerry Hermawan Lo sekarang kepada kami,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat, Polsek Bunaken Polresta Manado bekerjasama dengan Bulog SulutGo melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah Polri untuk Masyarakat, Selasa (16/9/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Pandu Lingkungan 5, tepatnya di Sekolah Advent Kecamatan Bunaken Kota Manado.

Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan pangan lainnya.

Kapolsek Bunaken Polresta Manado Ipda Abel Gabrienzaghy di dampingi Kasi Humas Iptu Agus Haryono menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat serta upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah hukum Polsek Bunaken.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempererat hubungan Polri dengan warga,” ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah Polsek Bunaken bersama Bulog SulutGo dalam memberikan solusi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. (AF)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado menggelar Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kota Manado yakni Kelurahan Sario Utara, Tingkulu, Karombasan Utara, dan Teling Atas, pada tanggal 4, 9, 10 dan 12 September 2025.

Sosialisasi ini sesuai dengan Program Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang untuk mitigasi pengurangan risiko bencana, juga merupakan langkah strategis BPBD Manado dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat serta perangkat kelurahan dalam mensukseskan program kerja Pemerintah Kota Manado.

Dengan mengusung semangat kolaborasi, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara BPBD Kota Manado dan pemerintah kelurahan setempat.

Kegiatan dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari para Lurah, perangkat kelurahan, ketua lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga dari masing-masing kelurahan.

Acara diawali dengan sambutan dari Lurah sebagai tuan rumah kegiatan, yang menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sejumlah pejabat turut hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Asisten I Pemerintah Kota Manado Julises Oehler memberikan pemaparan mengenai peran penting pemerintah kelurahan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Dilanjutkan dengan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Manado Donald Sambuagai, yang menyampaikan materi tentang strategi pengurangan risiko bencana secara terintegrasi.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mario Karundeng menjelaskan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh warga dalam menghadapi situasi darurat.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Warga terlihat aktif memberikan masukan dan menyampaikan pengalaman mereka terkait bencana yang pernah terjadi di lingkungan masing-masing.

Sebagai hasil dari kegiatan ini, BPBD Kota Manado merencanakan pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan. Tim ini nantinya akan berperan sebagai ujung tombak dalam respons awal saat terjadi bencana.

Surat Keputusan (SK) pembentukan TRC akan ditandatangani langsung oleh Lurah, sebagai bentuk pengesahan dan tanggung jawab kelembagaan di tingkat kelurahan.

Sosialisasi Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana di wilayah Kota Manado.

Diharapkan, program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di kelurahan-kelurahan lain demi menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berdaya guna. (elka)

Meimonews.com – Kabar dukacita beredar. Mantan birokrat dan salah satu tokoh umat Katolik Keuskupan Manado (meliputi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) yakni Ir. Joost Leopold Tambayong berpulang ke rumah Bapa pada Minggu (14/9/2025) sore di RSUP Kandou Manado karena sakit.

Kabar meninggalnya anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan Johan Tambajong (papa) dan Wihelmina Dotulong (mama) menjadi perbincangan karena merasa kehilangan tokoh yang banyak karyanya bukan hanya di lingkungan gereja Katolik tapi juga di lingkungan pemerintah Kota Manado dan Provinsi Sulut serta masyarakat/umum.

Itulah sebabnya, sejak kabar meninggalnya suami dari Lieke Theresia Tanod (istri) tersebut beredar banyak orang yang mendatangi rumahnya yang berada di Kelurahan Winangun 1 Kota Manado.

Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC menyempatkan diri melayat ke rumah duka

Betapa tidak, papa dari tiga anak ini semasa hidupnya menjadi pernah menjadi pejabat di lingkungan pemerintah baik di tingkat kota Manado maupun provinsi Sulut seperti Kadis Pekerjaan Umum (PU) Manado, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manado, Kadis SDA Sulut dan Kepala Badan Aset Daerah (BAD) Sulut.

Dalam lingkungan gereja, Joost pernah memegang jabatan penting, di antaranya Ketua Umum Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik (PK) Sulut, Ketua Umum Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, mantan Dewan Pertimbangan (Depertim) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado.

Ir. Joost Leopold Tambajonh bersama Lieke Theresia Tanod (istri)

Selain itu, mantan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Prodiakon Paroki HKY Karombasan, dan aktivis Merriage Encounter (ME) Distrik VIII Manado,

Kader/senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut kelahiran Manado, 12 September 1950 ini pernah pula menjadi Ketua Umun Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sulut.

Rencananya, misa requiem tokoh berprinsip tegas tapi baik hati (suka dan telah banyak membantu orang dan organisasi) ini akan dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di rumah duka pada Kamis (18/9/2025) siang. (lex)

Meimonews.com – Prestasi membanggakan ditorehkan Blue Choir Unsrat di Event 3th Toraja Highland International Choir Festival (THICF) yang digelar di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis-Sabtu (21-23/8/2025).

Festival ini merupakan ajang kompetisi paduan suara bertaraf internasional yang menampilkan berbagai kategori seperti Gospel Spiritual, Equal Voices, Musica Sacra, Children Choir, Folklore, dan Mixed Choir, dengan hadiah Grand Champion.

Di event ini, Blue Choir meraih tiga medali yakni gold medal (medali emas)/winner of Category Folklore (pemenang kategori kumpulan ekspresi kebudayaan), silver medal (medali perak) Category Musica Sacra (kategori musik sakral/suci), dan silver medal (medali perak) Category Mixed Choir (paduan suara gabungan).

Saat pengurus dan anggota paduan suara Unsrat Manado ini bertemu di ruang rapat Rektorat Unsrat Manado, Senin (15/8/2025), Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengapresiasi prestasi yang diraih tersebut.

Prestasi ini, menurut Rektor yang di dampingi Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria, sangat membanggakan dan telah mengharumkan nama Unsrat di level internasional tersebut.

Di saat bertemu Rektor, paduan suara ini mempertunjukkan kebolehan mereka dengan menyannyikan lagu Mangemo. (FA)

Meimonews.com – Dukung Ketahanan Pangan, Tim Pengabnas Jurusan Farnasi Poltekkes Kemenkes Manado menggelar Edukasi dan Pelatihan di Kelurahan Marawas Kabupaten Minahasa, baru-baru.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat (Pengabmas) yang diketuai Evelina M. Nahor, dengan tim Yos Banne dan Rilyn N. Maramis, yang dibantu beberapa mahasiswa, ini dihadiri Lurah Marawas Ronny V. Kiroyan dan jajarannya, pengurus dan anggota TP PKK serta sejumlah masyarakat.

Materi edukasi adalah bahaya pewarna sintetik dan sementara pelatihan terkait deteksi dini pewarna sintetik yang dilarang ditambahkan dalam makanan.

Penggunaan pewarna makanan merupakan hal yang umum dilakukan dalam pengolahan makanan, namun tidak semua pewarna aman untuk dikonsumsi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan dukungan terhadap keamanan pangan maka Tim Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes menggelar edukasi dan pelatihan tersebut.

Dalam sambutannya, Lurah Marawas menyampaikan apresiasi dan dukungan serta terimakasih kepada Tim Pengabmas yang telah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat Kelurahan Marawas untuk mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat khususnya terkait keamanan pangan.

Lurah Marawas berharap bahwa kedepannya kegiatan Pengabmas ini dapat berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan wawasan bagi masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan Pengabmas diawali dengan pemberian edukasi kepada pengurus dan anggota TP PKK dan masyarakat tentang bahaya pewarna sintetik yang dilarang ditambahkan dalam makanan yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Dengan demikian masyarakat memahami pewarna pangan yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah, dan bisa memanfaatkan pewarna alami dari alam yang lebih aman bagi kesehatan dan mudah didapat dari alam sekitar.
.
Pengurus dan anggota TP PKK serta masyarakat diberikan pula pelatihan bagaimana cara deteksi sederhana pewarna sintetik pada makan yaitu Methanyl Yellow pada sampel kerupuk yang berwarna kuning mencolok.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan dimulai dari makanan yang aman.

Penggunaan pewarna makanan yang sehat adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan tri dharma yang dilakukan oleh perguruan tinggi untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (lex)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Jeanny Yola Winokan menegaskan, keberadaan komunitas seperti Lantip (Lansia Aktif Peduli Indonesia) sangat penting dalam mendorong kemandirian dan kebersamaan para lansia.

“Kami percaya bahwa lansia bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pilar pembangunan keluarga dan masyarakat,” ujarnya pada Peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-1 Lantip di Desa Kamanga Dua, Kecamatan Tompaso, Minahasa, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus yang diwakili Kepala Dinas Koperasi Jahja Gultom, Kepala Kemendukbngga / BKKBN Sulut dan tim, Ketua Lantip Sulut Roosje Kalangi, sejumlah peejabat Pemkab Minahasa seperti Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perhubungan, Kasat Pol PP, Kabag Prokopim, dan Camat Tompaso.

Melalui Lansia Berdaya, sebut Winokan, Kemendukbangga / BKKBN Sulut ingin para lansia tetap berperan sebagai teladan yang menginspirasi.

Peringatan HUT Lantip ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga terkait dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

Dengan demikian, lansia tidak lagi dipandang sebagai kelompok rentan semata, melainkan sebagai bagian yang berdaya, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Utara.

Kemendukbangga / BKKBN melalui program Lansia Berdaya terus memperkuat peran lansia di tengah masyarakat.

Program ini menekankan pentingnya memberikan ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif, sehat, serta berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Koperasi, Gubernur mengungkapkan, lansia merupakan bagian penting dari masyarakat yang harus mendapat perhatian dan dukungan.

Dengan bekal pengalaman hidup yang panjang, para lansia dipandang sebagai kaum senior yang masih memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Sulawesi Utara.

“Lansia adalah aset bangsa yang keberadaannya harus dihargai. Mereka tidak hanya menjadi bagian dari sejarah pembangunan, tetapi juga teladan bagi generasi penerus,” tegasnya.

Bupati Minahasa menyampaikan apresiasi terhadap peran Labtip sebagai wadah bagi para lansia untuk tetap aktif, peduli, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Lansia bukan hanya menjadi panutan, tetapi juga memiliki semangat untuk terus berkarya dan menginspirasi generasi muda,” ujarnya ketika memberikan sambutan. (Afer)