Meimo News

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengingatkan, sebagai insan akademik di Universitas Sam Ratulangi, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

“Sebagai insan kampus kita harus menjadikan Pancasila landasan berpikir, bersikap dan bertindak,” ujar Rektor sebagai Inspektur Upacara ketika memberikan sambutan pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor pusat Unsrat Manado, Rabu (1/10/2025).

Pada upacara dengan komandan upacara Ronny Mandagi yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan kantor pusat Unsrat ini, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Humas Stella Avanti Reppi membacakan Pembukaan UUD 45 sementara Kepala Biro Akdemik dan Kemahasiswaan William Pangemanan membacakan Ikrar.

Rektor menegaskan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukanlah sekedar seremoni melainkan momentun refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, sekaligus perekat bangsa Indonesia.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, sebut Rektor, hendaknya menjadi energi bagi kita untuk terus memperkuat integritas, menolak segala bentuk intoleransi, korupsi dan perpecahan serta mengokohkan rasa persaudaraan sebagai satu bangsa Indonesia.

“Hanya dengan demikian, cita-cita menuju Indonesia Raya, Indonesia yang maju, berdaulat, adil dan makmur dapat terwujud,’ ujar Rektor.

Rektor mengajak untuk menjadikan peringatan ini sebagai pengingat sekaligus peneguhan bahwa Pancasila adalah perekat bangsa dan tugas kita bersama adalah menjaga dan mengamalkannya sepanjang hayat.

Terkait tema peringatan tahun ini yakni Pancasila perekat bangsa menuju Indonesia Raya, Rektor menjelaskan, tema ini mengingatkan kita semua bahwa dalam keragaman suku, budaya, bahasa dan agama, Pancasila hadir sebagai kekuatan pemersatu, penuntun arah pembangunan serta sumber nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa bangsa Indonesia pernah menghadapi berbagai ujian, ancaman bahkan rongrongan terhadap ideologi Pancasila.

Namun, berkat kesadaran kolektif, semangat persatuan serta pengorbanan para pahlawan dan pendahulu kita, Pancasila tetap tegak sebagai ideologi negara yang tidak tergantikan. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Walikota Manado Richard Sualang (AARS) menerima kunjungan dari Garuda Sunrise Co., Ltd yang berbasis di Kyoto, Jepang, di Ruang Rapat Wali Kota Manad, Senin (29/9/2025)

Pertemuan yang turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Noviyanti Mongkau ini membahas berbagai peluang kerjasama, mulai dari pembangunan daerah, potensi budaya, hingga sektor pariwisata Kota Manado.

Garuda Sunrise menyatakan ketertarikannya untuk memperkenalkan daya tarik Kota Manado kepada wisatawan Jepang, membuka peluang kerja bagi generasi muda dengan SDM mumpuni, serta berkontribusi memperkuat hubungan Indonesia–Jepang melalui kerja sama antarkota.

Bahkan, Garuda Sunrise melontarkan gagasan untuk menjalin hubungan jangka panjang berupa Sister City antara Kyoto dan Kota Manado.

Pihak Garuda Sunrise juga mengapresiasi keindahan alam, infrastruktur, serta kekayaan budaya lokal, termasuk musik kolintang, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.

Walikota Manado menyampaikan bahwa Kota Manado sangat terbuka untuk menjalin hubungan Sister City dengan berbagai kota di dunia, termasuk Kyoto.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengungkapkan, sebelumnya Kota Manado telah menjalin kerjasama Sister City dengan Kota Miyako.

Selain itu, Walikota menekankan pentingnya konektivitas langsung antara Kota Manado dan Jepang melalui penerbangan internasional.

Walikota juga menyinggung potensi kerja3sama di bidang ketenagakerjaan, mengingat banyak tenaga kerja asal Kota Manado yang sudah dikirim ke Jepang melalui LPK, baik untuk magang maupun profesional di sektor perikanan, pangan, pertanian, manufaktur, hingga perawatan lansia (Kaigo).

Wali Kota bahkan mengusulkan agar pada musim dingin di Jepang, warga lanjut usia Jepang dapat berkunjung, berwisata, sekaligus berinvestasi di Kota Manado selama 6 bulan.

Pihak Garuda Sunrise menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kota Manado, serta berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan. (elka)

Meimonews.com – Puncak peringatan Dies Natalis ke-70 Universitas Negeri Manado (Unima) dilaksanakan di Training Center Unima Tondano Jumat (26/9/2025).

Hari bersejarah bagi perguruan tinggi negeri ini tidak sekedar diperingati secara seremonial melainkan dijadikan sarana refleksi dan deklarasi arah baru universitas menuju pendidikan yang lebih inovatig dan transformatif,

Puncak peringatan ini diwarnai Sharing Session bersama 2 pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemsiktisaintek RI) yakni Khairul Munadi (Dirjen) dan Chatarina Muliana (Irjen).

Kehadiran dua pejabat penting ini menambah bobot acara sekaligus mempertegas posisi Unima sebagai perguruan tinggi yang siap melangkah lebih jauh di kancah nasional.

Selain itu, Monitoring dan Evaluasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menjadi salah satu program strategis Unima dalam menyiapkan tenaga pendidik profesional.

Momentum ini sekaligus menunjukkan keseriusan universitas dalam menjaga kualitas pendidikan dan memastikan output lulusan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini juga dilakukan kegiatan Panen Perdana Tanaman Nilam di area kebun percobaan Unima.

Panen simbolis ini menandai langkah nyata universitas dalam mengembangkan riset berbasis potensi lokal, sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi di bidang pertanian dan kewirausahaan.

Dengan mengusung tema Dies Natalis sebagai Momentum Deklarasi Inovasi dan Implementasi Pendidikan Transformatif dan Kampus Berdampak, Rektor Unima Joseph Philip Kambey menekankan, momen ini adalah komitmen nyata universitas untuk menghadirkan perubahan.

“Tema ini menjadi penegasan arah baru Unima. Bukan hanya seremonial, tetapi refleksi atas tanggung jawab kami untuk bertransformasi,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Dalam paparannya, Chatarina Muliana mengingatkan pentingnya menjaga marwah perguruan tinggi sebagai ruang akademik yang sehat, inklusif, dan bermartabat. Ia menegaskan bahwa kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan menjadi tempat aman bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas capaian Unima yang berhasil meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, pencapaian ini bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk melahirkan generasi unggul yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Menutup rangkaian acara, Rektor Unima menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam suksesnya Dies Natalis ke-70.

Mantan Dekan FEB dan mantan Wakil Rektor 2 Unima ini menegaskan bahwa kebersamaan dan kerja kolektif menjadi energi utama Unima untuk terus maju. “Melalui momentum ini, Unima mendeklarasikan kesiapan untuk melangkah lebih jauh demi menghadirkan kampus yang benar-benar berdampak,” ujarnya. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar Sidang Terbuka Senat untuk Pengukihan 8 guru besar di Auditorium Unsrat Manado, Senin (29/9/2025).

Sidang senat yang dipimpin RALF Kairupan ini turut dihadiri Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang dan istri dr. Merry Mawardi, Sp.A (mewakili Walikota Manado Andrei Angouw) dan undangan lainnya.

Kedelapan guru besar yang dikukuhkan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU berdasarkan SK Mendiktisaintek RI Brian Yuliarto tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran (1 orang), Fakultas Teknik (3 orang), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (1 orang), Fakultas Hukum (1 orang) dan Fakultas Peternakan (2 orang).

Mereka adalah Prof. Dr. dr. Jeanette Irene Christiene Manoppo, Sp.A(K), Prof. Ir. Isri Ronald Mangangka ,M..Eng, Ph,D, Prof. Dr. Eng Ir. Liany Amelia Hendrata, M.Si, Prof. Dr. Eng Meita Rumbayan, ST, M.Eng, Prof. Dr Eng Ir. Lusia Manu, M.Sc, Prof. Dr. Emma Valentina Teresha Senewe SH, MH, Prof. Dr. Ir Jola Josephien M. Roosje Londok M.Si, IPU, ASEAN Eng dan Prof . Dr. Ir .Lusia Toar, MP.

Sebelum dikukuhkan para guru besar tersebut menyampaikan orasi ilmiah. Prof. Manoppo memaparkan orasi ilmiah dengan judul Peran gut brain axis pada tumbuh kembang bayi prematur. Prof. Isri tentang Bangunan terjun miring USBR tipe IX dengan stulling basin. Prof. Hendrata tentang Perubahan penggunaan lahan di daerah tangkaan air tantangan dan strategi pengelolaan berkelanjutan.

Prof. Rumbayan tentang Pengembangan energi terbarukan yang berdampak dan berkelanjutan dari peta jalan ke penerapan. Prof. Manu tentang Integrasi oseanografi dan marikulutur : strategi adaptif budiadaya lobster tropis dalam dinamika perubahan iklim.

Prof. Senewa tentang Harmonisasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam menangani perdagangan manusia melalui kerjasama kawasan Asean regional coorperation. Prof. Londok tentang Optimalisasi potensi fitobiotik dalam pakan pada produksi daging ayam fungsional. Prof. Toar tentang Inovasi pemanfaatan serangga sebagai pakan ternak yang ramah lingkungan.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengungkapkan, Universitas Sam Ratulangi berdiri di tanah Minahasa yang diwarisi falsafah luhur (dari GSSJ Sam Ratulangi – Red) Si Tou Timou Tumou Tou/ST4 (Manusia hidup untuk memanusiakan manusia).

“Falsafah ini sejalan dengan hakikat guru besar bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya untuk dikumpulkan melainkan untuk dimanfaatkan demi membangun sesama, bangsa dan dunia,” ujar Prof. Sompie.

Ditegaskan, dengan bertambahnya 8 guru besar hari ini, kita semakin percaya diri untuk memperkuat Unsrat dalam tiga hal.

Pertama, meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi akademik. Kedua, mendorong penelitian unggulan yang relevan dengan kebutuhan bangsa khususunya kawasan Timur Indonesia. Ketiga, memberi kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global – transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, dan kesehatan masyarakat – dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.

“Peran ini sejalan dengan visi Universitas Sam Ratulangi yaitu menjadi Unsrat unggul dan berbudaya berstandar internasional,” ujar Rektor.

Visi ini, sambung Rektor, hanya dapat diwujudkan bila para guru besar tampil sebagai garda terdepan dalam memimpin pengembangan ilmu, menjaga integritas akademik dan memperkuat budaya universitas yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

Sejalan dengan itu, komitmen Unsrat juga mendukung agenda nasional yang digariskan dalam Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, khususnya Asta Cita ke-4 yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

“Universitas Sam Ratulangi melalui peran para guru besar siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut, sekaligus berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Rektor berharap, momen pengukuhan guru besar ini sebagai semangat baru untuk terus berkarya berinovasi dan mengabdi.

Dengan sinergi seluruh sivitas akademika, sebutnya, Universitas Sam Ratulangi akan semakin kokoh – bukan hanya sebagai rumah ilmu tapi juga rumah pengabdian yang menebar terang bagi bangsa dan dunia. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 25 wisatawan asal Shanghai berkunjung ke Manado selama beberapa hari (Jumat-Senin, 26-29/9/2025).

Selama berada di Kota Manado, para wisatawan tidak hanya menikmati kuliner khas daerah, tetapi juga mengeksplorasi keindahan alam serta merasakan langsung keramahan masyarakat Kota Manado.

Kunjungan rombongan wisatawan ini menjadi bagian dari persiapan pembukaan penerbangan langsung dari Shanghai ke Kota Manado, yang akan segera beroperasi.

Rute baru ini melengkapi penerbangan dari Shenzhen ke Kota Manado yang dijadualkan dibuka pada awal bulan Oktober mendatang.

Kehaduran wisatawan tersebut disambut Walikota Manado Andrei Angouw, di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel dalam makan malam bersama di Manado Bay, Sabtu (27/9/2025).

Dalam jamuan makan malam tersebut, para wisatawan tampak antusias dan berkali-kali mengungkapkan kekaguman mereka terhadap keindahan alam, kenyamanan kota, serta keramahan masyarakat Kota Manado.

Walikota menyambut baik rencana besar ini dan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kota Manado.

“Kota Manado terbuka bagi wisatawan dunia. Kami akan terus menjaga kota ini agar semakin layak menjadi destinasi kelas dunia,” ujar Walikota. (elka)

Meimonews.com – Wanitia Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Pineleng mengandeng Laboratorium Prodia Manado menggelar Pemeriksaan Papsmear Gratis serta Seminar dan Edukasi Kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pastoran Paroki Pineleng, Sabtu (27/9/2025) ini diikuti 56 pengurus/anggota dari WKRI cabang lain dan masyarakat sekitar.

Kegiatan dibuka Ketua WKRI Cabang Pineleng Leyliana Makarawung di dampingi Jasinta Paat dan Novi Tangapo (Wakil Ketua dan Sekretaris Cabang).

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu dan semoga ke depan semakin banyak kegiatan-kegiatan positif yang bisa kita laksanakan dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Leyliana ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan. (elka)

Meinonews.com – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Manado mengadakan kegiatan sambang masyarakat dengan mendatangi sejumlah warga di kompleks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.

Ada tiga lokasi berbeda yang dikunjungi Sat Binmas Polresta Manado yang dipimpin Kasat Binmas AKP Tommy Jahpermandi David Rimbing dan tim di kompleks TPA tersebut. Ada sekitar 20 warga yang sempat bertatapmuka, secara terpissh, Jumat (26/9/2025).

Kasat Binmas dan Anggota Sat Binmas memberikan himbauan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat Sumompo untuk tetap menjaga situasi Kamtibmas dan jangan terprovokasi dengan orang atau kelompok masyarakat yang hanya akan membuat situasi menjadi tidak kondusif.

Kasat Binmas meminta agar masyarakat membuka dengsn sukarela akses jalan menuju ke TPA.

Masyarakat, sebut Kasat Binmas kepada Meimonews.com di kompleks Polresta Manado, usai kegiatan, meminta agar Walikota Manado Andrei Angouw, datang langsung di lokasi TPA Sumompo untuk dapat mendengarkan aspirasi dan keluhan warga di sekitar TPA

Kasat Binmas memberikan arahan kepada Bhabinkamtibmas untuk rutin berkomunikasi dan jalin hub dengan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas

Yang hadir saat kegiatan sambang warga mendampingi Kasat adalah Kanit Binkamsa, Kasubnit Bhabinkamtibmas Polsek Mapanget serta Bhabinkamtibmas Polsek Mapanget yakni Aiptu Jawali, Aipda Richard Mandolang, dan Aipda Michael Wentuk.

Dari masyarakat komleks TPA Sumompo yang hadir di antaranya Novel Tapu (tokoh masyarakat, Sem Tarunuman (Ketua Adat Masyarakat Bantik Buha), dan Leo Sengkey (tokoh adat). (AF)

Meimonews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti mengadakan kunjungan ke daerah Sulawesi Utara, untuk beberapa kegiatan.

Sebelum kembali kembali ke Jakarta, Mendikdasmen menyempatkan diri mendatangi SMA Negeri 8 Manado, yang berlokasi di Jalan Buha Kairagi 2 Kecamatan Mapanget, Manado, Jumat (26/9/2025).

Ketika tiba di kompleks sekolah, Mendikdasmen disambut tarian cakalele, nyong dan noni Smandel serta atraksi para siswa yang tergabung dalam gerakan Pramuka sekolah.

Di kompleks sekolah, Mendikdasmen di dampingi SKM Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Dirjen PAUD Dikdasmen, Sesditjen PAUD Dikdasmen dan Direktur SMA memantau perkembangan pembangunan revitalisasi dengan anggaran Rp. 1,5 miliar

Secara seksama, Mendikdasmen di dampingi Direktur SMA dan tim melihat langsung kondisi yang ada dan mendengar penjelasan dari Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatrix Maryani Ngantung serta pelaksana dan pengawas proyek.

Setelah melihat kondisi yang ada dan mendengar penjelasan tersebut, Mendikdasmen menegaskan, menambah anggaran pembangunannya besar Rp. 250 juta.

“Ditambah Rp 250 juta sehingga anggaran pembangunannya menjadi Rp. 1,550 miliar,” ujar Mendikdasmen, yang disambut tepuk tangan pimpinan sekolah, sejumlah staf dan siswa, Kepala Dikda Sulut Femny Suluh, Kepala BPMP Sulut Febry HJ Dien, Kabid SMA Sri Ratna Pasiak, dan tamu lain.

Usai memantau proyek revitalisasi tersebut, Mendikdasmen dan rombongan melewati salah satu ruangan kelas yang ada para siswa yang tergabung dalam Palang Merah Remaja. Setelah berbincang sejenak dengan para siswa tersebut, Mendikdasmen memberikan pesan dan motivasi kepada mereka.

Setelah itu, Mendikdasmen dan rombongan menuju ke aula sekolah yang sudah ditunggu sejumlah siswa serta para guru dan staf, kemudian menuju ke sebuah gazebo untuk melihat produk Kamberu (Kampanye Bertani Urban) dan Taman Numerasi (Mahir Numersasi, Majukan Negeri).

Di gazebo ini, Mendikdasmen dan tim mendapat informasi seputar Kamberu (inovasi hijau, program unggulan sekolah) serta terkait apa yang ada di Taman Numerasi.

Sebelum meninggalkan kompleks sekolah, Mendikdamen menyempatkan menyumbangkan dua lagu bersama band siswa sekolah, di halaman sekolah, di bawah kerindangan pohon.

Mendikdasmen mengapresiasi siswa sekolah yang memiliki bakat seni dan memotivasi untuk terus berkarya di samping tetap semangat menempuh pendidikan untuk masa depan.

Kepada sejunlah wartawan, Mendikdasmen berhararap dengan adanya revitalisasi ini, bisa meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana di sekolah ini yakni pembangunan beberapa ruang kelas baru dan laboratorium, berlantai dua. (Fer)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) kembali mencatatkan capaian penting dalam upaya mencetak tenaga pendidik berkualitas dengan mengukuhkan 104 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang 2 Tahun 2024.

Kegiatan yang dihadiri pimpinan universitas, pejabat pendidikan, dosen, guru pamong, staf serta keluarga lulusan ini diadakan di Hotel Peninsula Manado, Kamis (25/9/2025).

Pengukuhan ini menjadi bukti konsistensi Unima dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme guru di Indonesia.

Melalui PPG, para lulusan dibekali kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, sekaligus semangat pengabdian sebagai pendidik yang berintegritas.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey memimpin prosesi pengukuhan dan memberikan arahan strategis. Arahan dan pesan rektor menjadi peneguhan bahwa Unima menempatkan profesi guru sebagai pilar utama peradaban bangsa.

Rektor menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman, sejalan dengan visi Unima sebagai perguruan tinggi unggul, mandiri, dan kompetitif.

Hadirnya lulusan PPG ini juga memiliki arti penting bagi Sulawesi Utara yang masih menghadapi kekurangan tenaga guru. Dengan sertifikasi profesi yang dimiliki, para lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan pendidikan, khususnya di daerah yang masih terbatas jumlah pendidiknya.

Selain itu, tantangan rendahnya literasi dan semangat belajar siswa di era digital menjadi perhatian penting. Para lulusan PPG didorong untuk menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana penunjang pendidikan.

Koordinator PPG Unima menegaskan, kehadiran program ini merupakan wujud komitmen universitas untuk mencetak guru profesional yang siap bersaing dan mengabdi di berbagai wilayah.

Dengan pengukuhan ini, Unima semakin meneguhkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi nyata dalam membangun generasi emas Indonesia. (*/FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado lewat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat (LPPM) Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Gedung Pancasila Unima, Tondano, Kamis (25/9/2025).

Monev yang digelar dalam rangka mendukung program Kampus Berdampak dari Kementerian Kemdiktisaintek RI (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ini menjadi momen penting unntuk meninjau kemajuan riset dan PKM yang dibiayai Kemediktisantek

Rektor Unima Joseph P.hilip Kambey hadir dan memberikan dukungan langsung kepada para dosen dan mahasiswa peserta program.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bazar kewirausahaan mahasiswa. Sejumlah produk seperti kopi, jajanan khas, dan aneka makanan dipamerkan dan dijual oleh mahasiswa. Rektor bahkan ikut membeli produk sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat inovatif mahasiswa.

Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan menjelaskan, Monev ini tidak hanya mengevaluasi output riset, tetapi juga mendorong agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Penelitian tidak boleh berhenti di meja laboratorium. Harus berdampak, harus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tim reviewer internal diketuai Revolson A. Mege bersama para akademisi lintas bidang ilmu. Mereka mengevaluasi luaran riset dan PKM dari aspek kebermanfaatan, publikasi, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, Unima semakin mantap dalam membangun ekosistem riset yang kuat, kolaboratif, dan berdampak, sejalan dengan visi sebagai kampus unggul dan relevan bagi masyarakat. (*/FA)