Meimo News

Meimonews,com – Awal tahun 2026 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) membuat langkah strategis yakni melakukan penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi (PT) Berdampak Tahun 2026.

Penandatangan kontrak dilakukan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di Graha Kemeiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi) RI, Jakarta, Senin (5/1/2025).

Penandatanganan ini merupakan komitmen nyata Unsrat dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran pimpinan Kemdiktisaintek serta sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik se-Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Kasus pelecehan seksual terhadap EM, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unima yang diduga dilakukan oleh oknum dosen Unima berinisial DM menjadi perhatian penting di lingkungan Unima.

Dalam Apel Awal Tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman kantor pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2025) pimpinan Unima menegaskan keprihatinan sekaligus sikap untuk menolak pelecehan dan kekerasan dalam lingkungan kampus.
.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru ketika membacakan sambutan Rektor Unima Joseph Philip Kambey ketika memimpin Apel yang dihadiri pimpinan, staf dan pegawai Unima.

Rektor Unima, sebut Maru, kembali mengungkapkan turut berdukacita atas meninggalnya Evia Mangolo. Tuhan kiranya memguatkan dan memberi ketabahan kepada keluarganya.

Peristiwa ini, sebutnya, menjadi momentum di mana Unima dengan tegas menolak pelecehan dan kekerasan khususnya dalam kehidupan kampus dan memberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Rektor mengajak seluruh civitas untuk menciptakan suasana yang kondusif, bekerja dengan susngguh-sungguh sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing

“Jadikan kampus sebagai tempat tumbuhnya karakter, kebangsaan, toleransi dan gotong-royong sebagaimana ciri khas bangsa ini. Jaga nama baik Unima yg adalah rumah kita, hingga Unima samkin maju dan berdampak,” ujar Maru mengutip pesan Rektor. (FA)

Meimonews.com – Capaian kerja yang diraih Unsrat sepanjang tahun 2025 merupakan hasil sinergi bersama antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh unsur di lingkungan Unsrat.

Dan, memasuki tahun 2025 kita menghadapi lingkungan kerja yang semakin dinamis dan tuntutan kinerja yang semakin tinggi.

“Karena itu, tahun ini saya mengajak kita semua untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai tahun penguatan integritas, etos kerja dan kinerja ASN serta unsur lainnya di lingkungan Unsrat,” ujar Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria ketika membacakan sambutan Rektor ketika memimpin Apel Awal Tahun 2025.

Apel yang dilaksanakan di Auditorium Unsrat, Senin (5/1/2025) ini diikuti para Wakil Rektor, Dekan-dekan Fakultas, Direktur Program Pascasarjana, Kepala Lembaga/Biro/UPA, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Unsrat.

Dikemukakan, sebagai ASN di pergurian tinggi, kita bukan hanya melaksanakan tugas administratif dan akademik, tetapi memegang amanah membangun kualitas pelayanan pendidikan, menjaga martabat institusi dan menjadi teladan bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ada empat poin ajakan Rektor kepada para ASN dan unsur lainnya di lingkungan Unsrat. Pertama, bekerja lebih disiplin, profesional dan produktif. Kinerja kita harus terukur, berdampak dan berorientasi pada hasil.

Kedua, memperkuat budaya kerja kolaboratif. Keberhasilan universitas lahir dari kebersamaan, bukan kerja individu. Ketiga, menjaga integritas dan etika jabatan. Tidak ada ruang bagi penyimpangan maupun sikap abai terhadap tugas dan tanggung jawab.

Keempat, memberikan ppelayanan yang cepat, transparan dan bertanggung jawab. Karena kualitas layanan mencerninkan kualitas institusi. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi Kelompok Cipayung menggelar Aksi Solidaritas Melawam Pelecehan Seksual di halaman kantor Pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2026).

Aksi ini diadakan terkait dengan meninggalnya Evia (mahasiswa Unina Jurusan PGSD) yang diduga mengalami pelecehan seksual oleh dosen Unima berinisial DM.

Aksi ini adalah bentuk protes terhadap segala bentuk pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya, menurut mereka, kampus menjadi ruang aman untuk belajar.

Kepala Bagian Fasilitasi Tindak Lanjut Pelaporan Itjen Kemdiktisaintek RI Julians Andarsa diminta untuk memberikan penjelasan

“Kami Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual mengecam.keras segala bentuk kekerasan sekaual,” ujar salah satu orator saat membancakan tuntutan mereka.

Ada beberapa tuntutan yang paling utama (yang ditujukan.kepada) Kementerian (Kemendiktisaintek RI) dan pihak kampus Unima.

Pertama, pecat Danny Masinambouw, oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual. Kedua, mendesak Unima untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lilingkungan kampus.

Ketiga,mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti serta menyelesaikan kasus EM dengan sifat transparansi kepada publik. Keempat, pecat seluruh Tim Satgas PPKPT Unlma.

Kelima, copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan. Keenam, stop intimidasi kepada jurnalis. Ketujuh, bubarkan BEM Unima dan BEM FIPP.

Ada juga tuntutan lain yang disampaikan yakni Evaluasi sistem penilaian dosen terhadap mahasiswa; Hapuskan kebiasaan pungli dan gratifikasi di lingkungan Unima; Pembatasan segala bentuk pelayanan dan administrasi, hanya di lingkungan kampus.

Transparansi anggaran kemahasiswaan; Upgrade fasilitas kampus; Peningkatan kesejahteraan pegawai kampus (Satpam dan ceanning service).

Setelah memberikan kesempatan kepada pemgunjuk rasa untuk berorasi dan menyampaikan tuntuan mereka, Pimpinan Unima langsung memberikan respons/tanggapan.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menurut Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita telah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian sementara kepada dosen tersebut sambil menunggu proses lanjutannya yang sedang berlangsung.

Pihaknya jelas Lenny (yang newakili Rektor menerima pengunjuk rasa) tidak berhak untuk menonaktifkan atau memecat. Kami hanya bisa memberikan rekomendasi. Berikan waktu kepada pimpinan Unima.

Saat ini, jelas Lenny, di Unima sedang berlangsung proses penanganan lanjut kasus tersebut yang mekibatkan sejumlah pihak terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Sulut, Polda Sulut, Irjen Kemdiktisaintek RI dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

“Berikan kami waktu untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan. Kami berjanji akan menyelesaikan maslah ini sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya yang di danoingi antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Satgas PPKPT, Humas Unima Titof Tulaka,

Kalaupun ada suara-suara lain di luar sana, sebutnya mari perpikir secara positif bahwa universitas/institusi akan menyelesaikan. Tidak ada pembiaran. Unima menolak aksi yang telah dilakukan dosen teraebut. Pihak universitas akan berusaha menyelesaikannya.

Pimpinan Unima, sebut Lenny, turut berdukacita atas meninggalnya salah satu mahasiswanya.

Setelah ada pernyataan dari BEM Unima dan BEM FIPP, aksi solidaritas melawan pelecehan seksual berakhir dengan aman dan damai.

Di penghujung kegiatan, Kepala Bagian Fasilitas Tindak Lanjut Pelaporan Itjen  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisantek RI) Julians Andarsa sempat menyanpaikan beberapa hal terkait keterlibatan Kemdiktisaintek RI dalam penanganan permasalahan ini. (FA)

Meimonews.com – Minggu (4/1/2025) menjadi hari yang menggembirakan bukan hanya bagi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, keluarga besar Untu – Lasut, Kuria dan staf/karyawan Keuskupan Manado tetapi juga bagi pastor, suster, frater dan bruder dan umat Keuskupan Manado yang tersebar di provinsi Sulaweai Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Betapa tidak, di momen Hari Raya Penampakan Tuhan, Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 dan Penutupan Tahun Yubileum ini, Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado) berusia 69 tahun (lahir di Lembean Kabupaten Minahasa Utara pada 4 Januari 1957)

Memperingati hari penting tersebut, Kuria Keuskupan Manado mengadakan perayaan syukur Mgr. Rolly yang dimulai di Wisma Keuskupan Manado secara terbatas pada dini hari. Kemudian, misa syukur bersamaan dengan tiga momen di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado jam 08.30 wita – selesai.

Ratusan umat, suster, frater dan bruder serta undangan lainnya mengikuti misa yang dipimpin Mgr. Rolly di dampingi beberapa imam/pastor dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.

Setelah itu, acara syukuran dilanjutkan di Wisma Keuskupan, Jln. Sam Ratulangi No. 66 Kecamatan Wenang Kota Manado siang hingga sore dan setelah istirahat sejenak, dilanjutkan pada malam harinya.

Sejumlah pastor, suster, frater, bruder, tokoh-tokoh umat, perwakilan umat dari sejumlah paroki dan pejabat seperti Walikota Bitung Henky Honandar dan Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC berdatangan dan memberikan ucapan selamat Hari Jadi kepada putra kedua dari 9 bersaudara pasangan Gerardus Damianus Untu (papa) dan Gertruida Konda Lasut (mama) ini.

Sehari penuh suasana kegembiraan dan kebersamaan serta momen bakudapa pimpinan gereja, umat dan undangan lainnya mewarnai hari istimewa ini baik di gereja maupun di Wisma Keuskupan.

Tanpa mengenal lelah serta diiringi canda dan tawa dari Mgr. Rolly terus terlihat ketika menyapa mereka yang memberi ucapan orang-orang dan kelompok.

Uskup yang memiliki motto In lumine tuo, videnus lumen (Dalam terangMu, kami melihat cahaya) yang dikutip dari Mazmur 36 : 10 ini melayani umat/undangan baik secara perseorangan, keluarga dan berkelompok untuk minta foto bersama baik saat masih di gereja maupun ketika sudah berada di Wisma Keuskupan.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran, biarawan yang ditahbiskan sebagai imam di Manado pada 29 Juni 1983 dan ditahbiskam sebagai Uskup di Tondano pada Juli 2017 berterima kasih kepada Tuhan dan mengungkap rasa gembira/sukacita karena diberikan kesempatan bertambah satu tahun.

“Umur panjang, so (sudah) berusia ke-69. Kiranya tahun depan (bisa bertambah usia) dan masih diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu yang baik demi umat dan orang di sekitar demi kemuliaan nama Tuhan,” ujar uskup yang memilki gelar akademik Bachelor of Arts (BA) dan Master of Arts (MA) ini.

Mgr. Rolly bersama Uskup Emeritus Yos Suwatan MSC dan Walikota Bitung Henky Honandar

Mantan Superior Provinsial MSC Indonesia yang menerima kaul pertama di Karanganyar pada 6 Desember 1978 dan kaul kekal di Pineleng pada 16 Januari 1983 ini mengungkapkan pula rasa gembiranya karena bisa merayakan penutupan Pocta Sancta Gereja Universal (Tahun Yubileum).

Mgr. Rolly mengungkapkan pula rasa senangnya karena di tahun ini bisa mengakhiri suatu kehidupan bersama umat, kemudian memulai kehidupan baru bersamaan dengan Hari Anak Misioner.

Mgr. Rolly mendapat kue ulang tahun dari cucu salah satu adiknya

Momen ini (Hari Anak Misioner Sedunia) mengingatkan bahwa kita semua masih punya care, rasa tanggung jawab bersama bagaimana membagi kekayaan/harta rohani kepada generasi muda. (elka)

Meimonews.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesional. Itulah sebabnya, bila ada personil yang melakukan tindakan berlebihan maka akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Hal tersebut ditegaskan Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto melalui Kasie Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono kepada wartawan lewat press release, Jumat (2/2/2025).

Penegasan tersebut terkait adanya dugaan tindakan tidak humanis oleh oknum anggota Tim Resmob Polresta Manado saat penanganan keributan di Kelurahan Sumompo Lingkungan IV (Kampung Jengki), Kamis (1/1/2026) pagi,

“Polresta Manado menyampaikan klarifikasi sekaligus komitmen untuk menangani persoalan tersebut secara transparan dan bertanggung jawab,” sebutnya.

Dijelaskan, kehadiran personil kepolisian di lokasi merupakan tindak lanjut laporan masyarakat terkait adanya keributan. Dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif.

Polresta Manado juga telah mengamankan dua orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam keributan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Polresta Manado menyampaikan empati kepada masyarakat yang merasa dirugikan. Kami tegaskan bahwa Polri menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesional,” ujar Kasie Humas.

Terkait dugaan adanya tindakan berlebihan oleh oknum personil, yang bersangkutan telah dilakukan pemeriksaan oleh Sie Propam Polresta Manado dan prosesnya berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ditegaskan, apabila dalam hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun kode etik, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan Polri. Hal ini sebagai wujud komitmen institusi dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Polresta Manado juga menghormati hak masyarakat dan keluarga untuk menempuh jalur pelaporan resmi sebagai bagian dari kontrol publik dalam negara hukum. Seluruh laporan yang masuk akan ditangani secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, Polresta Manado mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh. Upaya komunikasi dan dialog dengan tokoh masyarakat setempat terus dilakukan guna memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Sebagai institusi yang mengemban tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, Polresta Manado menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan menegakkan prinsip Polri Presisi, demi terciptanya rasa keadilan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh warga. (AF)

Meimonews.com – Beberapa personil Polresta Manado mengadakan kegiatan bersih-bersih di Kompleks Mesjid Nurul Huda Ketang Baru Kecamatan Singkil Manado, Jumat (2/1/2026).

Dengan rasa gembira dan penuh semangat “beri diri” serta humanis, beberapa personil termasuk beberapa pejabat Polresta Manado turun langsung ke lokasi untuk kegiatan bersih-bersih.

Rumput, sampah dan lain-lain yang ada di kompleks dikumpulkan dan diangkut untuk dibuang ke tenpat pembuangan ssmpah.

Jamaah setenpat berterima kasih kepada Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid karena ada anggota Polrests Manado mau bersih-bersih di Hari Jumat di mesjid Nurul Huda Ketang Baru Kecamatan Singkil.

“Terima kasih pak Kapolreara atas programnya untuk membantu masyarakat Kota Manado dengan bersih-bersih di hari Jumat,. Tetap semangat. Manado hebat, Manado aman,'” ujarnya. (AF)

Meimonews.com.- Memperingati 50 Tahun Imamat Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Agung Merauke) digagas untuk menerbitkan buku terkait perjalanan imamat religiusnya.

Kendatipun hanya berselang singkat lewat komunikasi via WhastApp tanggal 6 November 2025 dan tatapnuka sejenak pada 8 November 2025 antara Mgr. Canis dengan Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc, penulis yang sudah melahirkan 20-an buku terjadi kesepakatan untuk penerbitan buku baru lagi, karena sebelumnya telah diterbitkan pula beberapa buku tentang Mgr. Canis yang ditulis Frits.

Selang Desember dibuat pemetaan tentang buku yang akan diterbitkan dan momen pengedaran/launchingnya, yang disepakati waktunya adalah pada Peringatan 50 Tahun Imamat Mgr. Canis yang akan dilaksanakan bersama dengan tiga rekan imam yang merayakan pesta tersebut di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa yang merupakan tempat tinggal keluarga besar Mandagi-Dolang.

Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC saat menyerahkan buku kepada Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silubun (dan berikutnya kepada Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa) saat acara launching

Dan, itu terjadi. Pada Perayaan Pesta Emas Imamat Mgr. Canis dan tiga rekan imamnya yakni Pastor Aloisius Wenselaus ‘Wens’ Maweikere Pr, Pastor Christianus ‘Christ’ Santie MSC dan Pastor Albert Hendricus ‘Andre’ Santie MSC yang diadakan Stasi Santa Perawan Maria Ratu Paroki Kristus Raja Kembes, Kabupaten Minahasa saat syukuran setelah misa yang bersamaan dengan Pesta Keluarga Kudus, buku tersebut dilaunching.

Buku dengan judul Amor Omnia Vincit (Kasih Mengalahkan Segalanya) yang diterbitkan Percetakan Pohon Cahaya ini berjunlah sekitar 300, dengan halaman utamanya 239 halaman termasuk Kepustakaan dan Tentang Penulis.

Dr. Frits Herman Pangemanan (penulis buku) menyerahkan buku kepada Uskup Manado Mgr. Benedictus Estepahus Rolly Untu MSC

Selain itu, ada Sekapur Sirih oleh Penulis, Sambutan Khusus oleh Pemimpin Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Waranresy MSC.

Ada juga Ungkapan Kasih dari Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr, Sekretaris Keuskupan Agung Merauke Pastor John Kandam Pr serta Kata Pengantar dari Margaritha Moningka, S.Pd dan Franki Maikel Paat, SE, MM, Ak, CA ( Tokoh Umat Stasi Kamangta).

Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc, penulis buku Amor Omnia Vincit (Kasih Mengalahkan Segalanya)

Buku ini berisi 5 (lima) bagian.Bagian pertama : Persiapan jalan untuk Tuhan. Bagian pertama meletakkan skema etika hidup dari keluarga beaar Mandagi-Dolanh yang ditampilkan oleh ayah dari keluarga.

Kerangka keluarga ini membentuk semacam etika kehidupan yang dijalankan oleh seluruu keluarha dimotori oleh ayah yang seoranh tukang bangunan.

Skema Umat Allah ditampilkan sebagai kerangka teologis dengan menggunakam paradigma St. Ambrosius, yang diletakkan sebagai langkah memahami etika kehidupan dari keluarga yang menjadi pokok refleksi di seluruh buku ini.

Bagian kedua : Luruskan jalan bagi Allah. Bagian/bab ini tampil sebagai sebuah refleksi bersama yang diangkat dari dialog Napak Tilas Rohani yang disharingkan oleh anggota-anggota keluarga.

Kelima anggota keluarga dari satu generasi keluarga Mandagi-Dolang mengangkat pengalaman hidup bersama dengan orangtua di masa lalu, sekaligus memberi sharing imam akan ketokohan salah seorang saudara mereka yakni Mgr. Canis dalam rangka Perayaan 50 Tahun Imamatnya.

Bagian ketiga : Kemuliaan Tuhan akan Dinyatakan. Bagian/bab ini melengkapi sharing keluarga dalam dialog Napak Tilas Rohani dengan mengangkat kesaksian ketiga rekan imam yang juga merayakan 50 Tahun Imamat pada waktu bersama.

Ketiga imam ini (Pastir Wens, Pastor Andre dan Pastor Christ) adalah teman sekelas sejak awal pendidikan mereka di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen (Tomohon/Sulut). Dari ketiganya diangkat kesaksian berupa kisah-kisah masa lalu dari Mgr. Canis.

Bagian keempat : Semua Umat Manusia Melihatnya Bersama-sama. Bagian/bab ini menampilkan refleksi langsung dari Mgr. Canis tentang penghayatan imamnya sebagai imam dan uskup di dua keuskupan yakni Keuskupan Amboina dan Keuskupan Agung Merauke.

Bagian kelima :Sungguh Tuhan Sendiri Telah MengatakanNya. Bagian ini merupakan pokok-pokok penting yang digarisbawahi dari dialog-dialog Napak Tilas dan sharing-sharing kesaksian lainnya.

“Buku ini merupakan refreksi dan retrospeksi tentang panggilan imamat religius MSC Mgr. Canis,” ujar Frits dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, pekan lalu.

Narasi refleksi menurut Mgr. Canis, jelas pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini, lebih sebuah proses evaluasi verbatim dan peninjauan kembali pengalaman penggilan sedari awal yang penuh jatuh-bangun. Tujuannya untuk memperoleh kekuatan baru dalam hidup imamat yang tak mengenal turning point (titik balik).

Pembaharuan melahirkan strategi rohani terus-menerus dalam keterbukaan hati untuk memcapai tujuan akhir panggilan sebagai pengantin Kristus.

Narasi retrospeksi menghadirian lagi putusan-putusan menentukan hidup religius dan panggilan imamat masa lalu dalan “kedalaman” dan keluasan hati.

Hakikat retrospeksi menciptabarukan motivasi rohani yang dulu ada untuk menjadi perspektif baru yan kontektual ‘membumi” sesuai zaman.

“Refleksi dan restrospeksi dalam perjalanan imamat yang diwarnai semangat Hati Kudus Yesus Mgr. Canis merupakan hal-hal yang diangkat dalam buku ini,” ujar tokoh awam yang banyak mendapat rekomendasi untuk menjadi Dubes Filipina ini. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – 6 (enam) bulan dipercayakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado, Starry H. Rampengan telah menorehkan berbagai capaian positif dan perubahan signifikan di hampir seluruh aspek layanan dan tata kelola rumah sakit.

Menurut idata yang ada di RSuP Kandou, sejak dipercaya memimpin rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara ini, Starry langsung mendorong berbagai inovasi strategis, baik di bidang pelayanan kesehatan, manajemen, hingga infrastruktur.

Beragam terobosan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu layanan, tetapi juga mengantarkan RSUP Kandou meraih sejumlah penghargaan, termasuk penghargaan nasional di bidang kesehatan serta pengelolaan keuangan.

Tak hanya fokus pada internal, Direktur Utama juga aktif membangun koordinasi dan sinergi lintas lembaga, guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan serta tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, Starry menunjukkan komitmen kuat dalam menyerap dan menindaklanjuti keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan langsung dengan kenyamanan pengunjung dan pasien.

Salah satu langkah konkret yang mendapat apresiasi luas adalah penambahan lahan parkir rumah sakit. Menyikapi keluhan masyarakat terkait tarif parkir yang dinilai terlalu mahal, dengan berbagai pertimbangan sosial dan pelayanan, Dirut mengambil kebijakan menurunkan biaya parkir demi meringankan beban pengunjung rumah sakit.

Di bidang pelayanan medis, RSUP Kandou terus melakukan pengembangan layanan unggulan. Pelayanan Poliklinik Kedokteran Nuklir kini telah berjalan dan melayani pasien, sekaligus memperkuat peran RSUP Kandou sebagai pusat layanan rujukan berbasis teknologi medis. Selain itu, Dirit juga menambah sejumlah poliklinik baru untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan, RSUP Kandou juga menambah loket pelayanan farmasi guna mengurangi waktu tunggu pengambilan obat, sehingga pelayanan farmasi menjadi lebih cepat, tertib, dan ramah bagi pasien.

Dari aspek tata kelola dan struktur organisasi, RSUP Kandou turut mengalami pembenahan yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Starry bersama jajaran direksi, sistem kerja dan koordinasi internal terus diperkuat agar lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Komitmen kerja nyata Direksi juga terlihat dalam pengawalan pembangunan Gedung Kanker RSUP Kandou hingga puncak penyelesaian konstruksi bangunan, dan fiadiri Wakil Menteri Kesehatan, RI Benyamin Paulus Oktavianus, dalam acara Topping Off.

Proyek strategis tersebut dikawal secara intensif sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan onkologi bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut dan jajaran direksi RSUP Kandou.

Berbagai perubahan positif yang terjadi dalam enam bulan terakhir menjadi bukti nyata kepemimpinan Dirut bersama jajaran Direksi RSUP Kandou. Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga budaya kerja, mutu pelayanan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap rumah sakit.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan kolektif yang solid. Dirut ditunjang oleh empat Direksi, yakni Direktur Medik dan Keperawatan, Wega Sukanto, Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto.

Kompisisi ini dinilai sangat berkompeten di bidangnya masing-masing, sehingga mampu bekerja secara sinergis dalam membawa RSUP Kandou ke arah yang lebih baik, profesional, dan berdaya saing.

Tak hanya fokus pada pembenahan sistem dan layanan, kepemimpinan Starry juga menonjolkan sisi humanis. Dalam momen-momen hari raya keagamaan, Dirut turun langsung menyambangi pasien yang sedang dirawat di berbagai ruangan, memberikan motivasi, doa, serta menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan empati manajemen rumah sakit kepada pasien dan keluarga.

Langkah ini dinilai sebagai sebuah sejarah di RSUP Kandou, karena untuk pertama kalinya seorang Dirur hadir langsung di ruang-ruang perawatan pada hari besar keagamaan, memperkuat ikatan emosional antara manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Sebagai bentuk kesiapan aparat dalam menjaga Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) saat perayaan pergantian tahun, Polresta Manado menggelar apel di Kawasan Marina Plaza Manado, Rabu (31/12/2025).

Apel yang dipimpin Kapolresta Manado Kombes Irham Halid ini diikuti ratusan personil gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, personil BKO dari Polda Sulawesi Utara, serta satuan Brimob.

Seluruh personel disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan memastikan masyarakat dapat merayakan malam tahun baru dengan aman dan nyaman.

Dalam arahannya, Kspolresta Manado menekankan pentingnya sinergi antarinstansi serta pendekatan humanis dalam pelaksanaan pengamanan. Ia meminta seluruh personel untuk mengedepankan sikap ramah, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Pengamanan malam tahun baru bukan hanya soal kehadiran aparat, tetapi bagaimana kita memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap humanis, dan jaga keselamatan diri masing-masing,” ujarnya.

Kapolresta Manado mengingatkan personil agar meningkatkan kewaspadaan di titik-titik keramaian, jalur lalu lintas utama, serta lokasi wisata dan pusat tempat- tempat yang diprediksi akan dipadati warga. Pengaturan lalu lintas, patroli mobile, serta penjagaan terbuka dan tertutup menjadi fokus utama selama pengamanan.

Usai apel, seluruh personil langsung disebar ke sejumlah titik strategis di Kota Manado. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kondusifitas wilayah, mencegah terjadinya gangguan keamanan, serta menciptakan suasana perayaan tahun baru yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Dengan kesiapan aparat gabungan tersebut, Polresta Manado memastikan pengamanan malam pergantian tahun berjalan optimal demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Manado. (Lexie)