Meimo News

Meimonews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali melakukan evaluasi mengenai tarif batasan tarif tertinggi (BTG) pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Prof. dr. Abdul Kadir,Ph.D,Sp.THT-KL(K), MARS mengatakan, evaluasi yang dilakukan melalui perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan RT-PCR, terdiri dari komponen – komponen jasa pelayanan/SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP), komponen biaya administrasi, Overhead, dan komponen biaya lainnya yang kita sesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp. 275 Ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp.300 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/10/2021).

BTT pemeriksaan RT-PCR tersebut telah ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR, dan mulai berlaku Rabu (27/10/2021).

Kadir menekankan agar semua fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit, Laboratorium dan Fasilitas pemeriksa lainnya yang telah ditetapkan oleh Menteri dapat mematuhi batasan tarif tertinggi RT-PCR tersebut.

“Hasil pemeriksaan RT-PCR dengan menggunakan besaran tarif tertinggi tersebut dikeluarkan dengan durasi maksimal 1×24 jam dari pengambilan swab pada pemeriksaan RT-PCR,” tulis siaran pers Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI.

Dinas Kesehatan Daerah Provinsi dan Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan BTT untuk Pemeriksaan RT-PCR sesuai kewenangan masing-masing.

Bilamana ada Lab yang memakai harga tidak mengikuti ketetapan pemerintah, maka akan dilakukan pembinaan melalui Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Apabila masih tidak mengikuti aturan yang ditetapkan maka sanksi terakhir adalah penutupan Lab dan pencabutan izin operasional. (lk)

Meimonews.com – Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Sulawesi Utara menggelar Kejurda Sepakbola Pelajar Usia 10 tahun, 12 tahun dan 14 tahun Piala Ketua KNPI Sulut di Lapangan Sepakbola GOR Wolter Robert Mongisidi, Sario (Manado), 27-30/10/2021.

Khusus usia 10 dan 12 tahun masing-masing diikuti 25 klub Sepakbola baik yang berasal dari Sulut maupun daerah lain yakni dari Maluku Utara.

Pertandingan dua usia tersebut dilaksanakan pada 27-28/10/2021 sedang usia 14 tahun akan dilaksanakan pada 29-30/10/2021.

Keluar sebagai juara (1-3) kategori usia 10 tahun adalah Masa Sulut, Pisok Junior dan BMM. Khusus untuk pelatih terbaik diraih Hendra, penjaga gawang terbaik Firly, top scorer Bryan dan pemain terbaik Given.

Untuk kategori 12 tahun, keluar sebagai juara pertama hingga ketiga adalah.(berturut-turut) Maesa Sulut, Solimongo dan Tunas Palapa. Pelatih terbaik Palapa, penjaga garang terbaik Yosi, top scorer Yoshua dan pemain terbaik Deo.

Penyerahan hadiah piala sumbangan Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey dan dana pembinaan dari Ketua BLISPI Sulut Hengky Kawalo kepada para pemenang dan yang terbaik untuk kategori usia 10 tahun dan 12 tahun dilakukan, Kamis (28/10/2021) oleh Hengky Kawalo.

Dalam sambutannya sebelum penyerahan hadiah, Kawalo mengingatkan, menang atau kalah, gembira atau sedih dalam setiap pertandingan adalah hal biasa. “Itulah hidup. itulah pertandingan,” ujarnya.

Makanya, kepada para pemenang Anggota DPRD Manado ini memintakan untuk tidak sombong dan jumawa. Sementara yang kalah diharapkan untuk tidak patah semangat, teruslah berlatih. (lk)

Meimonews.com – Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) Lanud Sam Ratulangi (Lanudsri) mengajak warga Desa Tasuka untuk membersihkan area sekitar Landasan Udara di pinggir Danau Tondano (Minahasa), Rabu (20/10/2021).

Babinpotdirga Lanudsri Serka Marsoni, seperti dikutip Kepala Penerangan Lanudsri Mayor (Sus) Michiko Moningkey kepada Meimonews.com, Rabu (20/10/2921), menginisiasi pembersihan dan pemangkasan rumput di area Landasan Udara Tasuka.

Menurut Marsoni, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan potensi dirgantara yang gencar dilaksanakan oleh TNI dalam rangka Ketahanan Nasional.

Pada tahun 1950-an, Landasan Udara Tasuka dikhususkan bagi pendaratan pesawat-pesawat amphibi di atas permukaan air Danau Tondano.

Landasan udara ini termasuk dalam cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah RI. Sebab, terdapat tiga bangunan benteng yang kokoh hingga saat ini, lengkap dengan gudang-gudang mesiu, penjara bawah tanah dan posisi tinjau di atas bukit.

Menurut sejarah TNI Angkatan Udara, Basjir Soerya Komandan Lanud Tasuka, namanya diabadikan menjadi nama ruang rapat di Komando Pemeliharaan Material TNI AU di Bandung. Tahun 1957 menjabat sebagai pimpinan Lanud Tasuka.

Melihat kondisi landasan sekarang ini, dapatlah dibayangkan seperti apa keadaannya di tahun 1950-an. Belanda di awal abad 19 telah membangun benteng pertahanan di Tasuka, daerah di kaki bukit tepat di bibir Danau Tondano. Tempat take off dan landingnya pesawat Amphibi. Di tempat ini juga terdapat helipad yang kadang tenggelam kala air danau pasang.

Masih terdapat pula, beberapa rumah dinas AURI yang kondisinya ditempati oleh putra-putri pensiunan TNI AU.

Dari Landasan Tasuka dapat terlihat bekas runway Landasan Kalawiran yang saat ini sudah tertutup permukaannya menjadi hamparan pematang sawah.

Kegiatan bersih-bersih ini didukung sepenuhnya oleh Perwakilan Lanudsri Letda Sus Andri Shawaludin dan Komandan Regu Paskhas Pos Kalawiran Serka Muhadi bersama Regu Satuan Tugas Pengamanan Aset TNI Angkatan Udara. Satuan tugas ini melaksanakan perintah BKO (Di bawah Komando Operasi) Panglima Koopsau. (lk)

Meimonews.com – BNN.(Badan Narkotika Nasional) Republik Indonesia kembali menggelar pemusnahan barang bukti (babuk) narkotika, Selasa (19/10/2021). Sejumlah babuk yang dimusnahkan antara lain 465.005,217 gram sabu, 113.710 gram ganja, 1001,7 gram MDMB-4-en-PINACA.

Pemusnahan kesepuluh ini, sebut siaran pers Biro Humas dan Protokol BNN RI, Selasa (19/10/2021) merupakan hasil dari pengungkapan 10 (sepuluh) kasus yang berbeda.

Adapun kronologis sepuluh kasus dari barang bukti narkoba yang dimusnahkan adalah pertama, petugas sita 2,2 kg sabu dalam kantong plastik berwarna hitam. Berdasarkan Informasi dari masyarakat ditketahui akan adanya transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Rempoa, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/8/2021).

Tim BNN kemudian melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial IT di rumah kontrakan di Jl. Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan sekitar pukul 13.35 Wib. Tersangka ditangkap setelah tim melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti narkotika berupa sabu seberat 2.226,42 gram. Sabu tersebut ditemukan di dalam 12 (dua belas) bungkus plastik klip bening dan 1 bungkus teh cina yang tergantung dalam kantong plastik warna hitam di dinding rumahnya.

Kedua, Operasi Laut Interdiksi Terpadu gagalkan penyelundupan 218,8 kg Sabu Jaringan Aceh.

Salah satu kasus yang berhasil diungkap dalam operasi laut interdiksi terpadu yaitu pengungkapan Jaringan Aceh dengan babuk narkotika berupa sabu sebanyak 218.801,2 gram.

Kerjasama BNN dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini berhasil menangkap 5 orang tersangka, masing-masing berinisial B alias YAT, M alias Su, T alias CM, ES alias E, AN alias WY, dan Ay alias R.

Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat, tim gabungan kemudian menangkap B alias YAT. Ia ditangkap dengan babuk 198 bungkus teh cina berisi sabu seberat 218.801,2 gram yang disembunyikan di sebuah kebun di Jl. Lorong Mawar Teunom, Desa Seurapong, Kabuoaten Aceh Besar. Berdasarkan hasil interogasi tim kemudian menangkap 4 tersangka lainnya yaitu R, AN alias Wak Yong, ES alias Edi, dan T alis Cek Midi.

Ketiga, 105,6 kg sabu berhasil diamankan dari Jaringan Thailand – Aceh Timur. Berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan, tim BNN menangkap seorang pria Aceh berinisial S alias Thailand alias Udir sekitar pukul 20.00 WIB. Ia ditangkap saat perjalanan menuju rumahnya.

Usai menangkap tersangka tim kemudian mengamankan babuk sabu yang dikemas dalam 100 bungkus teh cina seberat 105.561,3 gram yang disimpan di halaman belakang gudang bengkel kapal di Desa Kampung Jalang Kecamatan Idi Rayeuk.

Keempat, 22,3 kg sabu gagal edar di Sulawesi Tengah. Tim BNN lakukan penangkapan terhadap tersangka dengan inisial A, R dan I di jalan Poros Palu Sabang, Sulawesi Tengah pada Kamis (2/9/2021) pukul 07.00 Wita.

Selain menangkap para tersangka tim juga berhasil menyita sabu yang dibungkus dalam 20 bungkus kantong plastik berwarna coklat dengan berat total 22.308 gram.

Berdasarkan hasil penyidikan tim kemudian melakukan pengembangan dan menangkap M alias Anca, B, dan As sekitar pukul 15.30 WITA di Dusun II Bontolugus, Sulawesi Tengah. Dari hasil keterangan diketahui peredaran gelap narkotika ini dikendalikan oleh AM narapidana Lapas kelas II-A Parepare.

Kelima, seorang tersangka diamankan bersama 1 kg sabu. Seorang tersangka berinisial T alias Acong bin Timah ditangkap petugas BNN, Senin (13/9/2021) sekitar pukul 15.10 Wib. Ia ditangkap bersama babuk sabu sebanyak + 1.013 gram di depan PT Rimau Group, Jalan A.M. Sangaji Kel. Petojo, Kec. Gambir, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, petugas yang mendapatkan informasi akan adanya transaksi narkotika melakukan pemantauan dan membuntuti T alias Acong bin Timah. Petugas BNN kemudian mendapati tersangka menaiki taxi dan berhenti di depan SPBU Shell Jembatan V, Tambora, Jakarta Barat untuk mengambil sesuatu dari tempat sampah di depan lokasi tersebut. Selanjutnya petugas menangkap tersangka dan mendapatkan barang bukti dari hasil penggeledahan di dalam mobil tersebut.

Keenam, BNN gagalkan peredaran ganja 114,7 kg di Bengkalis. BNN RI mengamankan dua tersangka berinisial MS dan AH di sebuah rumah yang terletak di daerah Jalan Rawa Panjang Kabupaten Bengkalis beserta babuk ganja seberat 114.725 gram, pada 3 September 2021. Kasus ini berhasil diungkap berkat laporan informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran ganja di daerah Riau.

Ketujuh, BNN dan Kantor Pos Pasar Baru ungkap 1 kg paket narkotika dari Belanda. BNN RI mendapatkan informasi dari Bea Cukai Pasar Baru tentang adanya kiriman paket dari Belanda. Setelah dilakukan pemeriksaan pada 15 April 2021, paket tersebut berisi narkotika jenis MDMB-4-en-PINACA seberat 1.001,7 gram. Selanjutnya, petugas melakukan controlled delivery untuk menangkap pemesan barang tersebut, namun tidak membuahkan hasil.

Kedelapan, Tim Operasi Laut Interdiksi Terpadu Amankan Sabu 105,93 kg di Rokan Hilir. Berawal dari laporan masyarakat tentang dugaan peredaran narkotika di daerah Riau, tim operasi laut interdiksi terpadu melakukan penyelidikan.

Pada 21 September 2021, petugas BNN berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial JP, AS dan DY di daerah Bagan Punak Pesisir, Rokan Hilir, Riau berikut babuk sabu seberat 105.926 gram. Setelah dilakukan pengembangan, petugas BNN mengamankan SU dan RK di Rokan Hilir, serta ZU di Pekanbaru.

Kesembilan, Tim BNNP DKI Jakarta gagalkan peredaran sabu. Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar pukul 18.00 Wib Tim BNNP DKI Jakarta berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial DD di depan pool taksi di wilayah Jakarta Timur, Rabu (15/9/2021).

Saat dilakukan penggeledahan di dalam kantong jaket tersangka di temukan 1 bungkus amplop warna putih yang di dalamnya terdapat 1 bungkus plastik klip bening yang diduga merupakan narkoba jenis sabu.

Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan mengamankan BS Alias Kebo di di Jalan Telkom, Kota Bekasi sekitar pukul 22.30 Wib. BS diamankan bersama babuk.111,98 gram sabu.

Kesepuluh, 10,5 kg sabu dalam bungkus teh Cina. Tim BNN RI melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki berinisial MS dan SB di Gerbang Tol Gunung Sugih, Lampung (30/9/2021) sekitar pukul 03.05 dini hari. Tim kemudian melakukan penggeledahan dalam bus yang mereka tumpangi dan menemukan 10 bungkus teh cina berwarna hijau yang diduga sabu dengan berat 10.519 gram.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan (2) subsider pasal 112 ayat (1) dan (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Kini, seluruh tersangka beserta banuk yang ditemukan telah diamankan dan dibawa ke Kantor BNN guna penyelidikan lebih lanjut.

Pemusnahan barang bukti narkotika yang dilakukan oleh BNN RI kali ini telah menyelamatkan jutaan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. (lk)

Meimonews.com – Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 74 Korps Pasukan Khusus Angkatan Udara (Paskhas AU) diperingati secara sederhana tapi khidmat di Pos Perwakilan Paskhas AU di Desa Kalawiran Kecamatan Kakas, Minahasa, Senin (18/10/2021).

Komandan Lanud Sam Ratulangi (Lanudsri) Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo memimpin upacara dilanjutkan dengan syukuran peringatan. Sejumlah pejabat TNI AU yakni Kadispers, Kadispotdirga, dan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9 Daerah II mendampingi Marsma Utomo.

Saat tiba di lokasi kegiatan, Marsma Utomo dan rombongan, disambut jajar kehormatan oleh Regu Satuan Tugas Pengamanan Aset TNI Angkatan Udara.

Ketika memberikan sambutan,. Danlanudari meyakinkan personil Paskhas sebagai alat negara untuk tetap ingat Delapan Wajib TNI di dalam menjalankan tugas di tengah-tengah masyarakat.

“Salam juga dari Ketua PIA AG Cabang 9 D.II kepada isteri-isteri prajurit Paskhas yang tentunya sudah menunggu kepulangan kembali bapak-bapak Paskhas yang bertugas di Kalawiran selama tiga bulan. Jaga kesehatan selalu,” sebut Danlanudsri.

Marsma Utomo berpesan jugs untuk hati-hati di dalam berinteraksi dengan masyarakat. Jika ada hal-hal yang tidak baik, jangan menjadi kebiasaan yang melekat pada diri sendiri.

Tidak mudah menjalani tugas dengan berada jauh dari keluarga. “Sebab itu, berhati-hatilah di dalam membawa diri. Tetap jaga silahturahmi dengan Lanud Sam Ratulangi.” pesannya.

Saat berada di Pos Perwakilan Paskhas, sebut Kapen Lanudsri Mayor (Sus) Sanra Michiko Moningkey dalam siaran persnya kepada Meimonews.com, ‘Selasa (19/10/2021), Danlanudsri menyerahkan dukungan materi kepada Komandan Regu Paskhas Pos Kalawiran.

Satgas ini melaksanakan perintah BKO (Di bawah Komando Operasi) Pangkoopsau II dalam rangka tugas Operasi Pengamanan Pertahanan Aset TNI AU Kalawiran. (lk)

Victor Mailangkay (tengah, berpakaian.loreng) bersama sejumlah pimpinan organisasi KB TNI-Polri

 

Meimonews.com – Victor Mailangkay kembali dipercaya untuk memimpin Generasi Muda (GM) Forum Komunukasi Putra Putri TNI – Polri (FKPPI) Sulawesi Utara masa bakti tahun 2021 – 2026.

Kepercayaan tersebut diberikan kepada Mailangkay (ketua masa bakti 2016 – 2021) saat Musyawarah Daerah (Musda) IX organisasi yang diselenggarakan di Makaodam XIII / Mdk, Senin (18/10/2021).

Dari semua Pengurus Cabang (PC) yang menjadi peserta forum tertinggi tingkat daerah tersebut, secara aklamasi memilih Mailangkay (setelah laporan pertanggungjawaban pengurus diterima) untuk menjadi nakoda GM FKPPI Sulut lima tahun ke depan.

Wakil Ketua DPRD Sulut itu menerima kepercayaan yang diberikan dengan tekad bersama PD yang akan disusun Tm Formatur membangun sinergitas bersama TNI – Polri dan Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw untuk membangun daerah Bumi Nyiur Melambai ini.

Musda GM FKPPI Sulut yang turut dihadiri perwakilan pimpinan organisasi keluarga besar TNI – Polri yakni PPM, KBPPP dan PPP Brimob tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Pangdam XIII / Mdk Mayjen TNI Franky Mamahit di dampingi antara lain Waketum PP GM FKPPI Agus Sujanto, Kaban Kesbang Sulut Stevan Liouw (mewakili Gubernur Sulut, Wakapolda Sulut, perwakilan Danlanudsri, Danlantamal, Danrem 131 / Santiago.

Untuk acara penutupan dilakukan Kapolda Sulut Irjen Pol. Nana Sujana di dampingi antara lain Pangdam, Danlanudsri, Dan Lantamal, Waketum PP GM FKPPI, dan Ketua PD terpilih. (lk)

Meimonews.com – Keberhasilan Tim Tinju Sulawesi Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua terletak pada kekompakan semua stake-holder (pemangku kepentingan).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov (Pengurus Provinsi) Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang dalam percakapan lewat telefon dengan Meimonews.com, Rabu (14/10/2021).

“Kunci keberhasilan Tim Tinju Sulut di PON kali ini adalah karena adanya kekompakan semua pihak, pemangku kepeentingan baik petinju, pelatih, pengurus, Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan dukungan dari masyarakat,” ujar Bangkang.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Manado ini menjelaskan, bila tidak ada kekompakan tersebut, ia tidak meyakini Tim Tinju mendulang keberhasilan seperti yang dicapai yakni dua medali emas, satu perak dan satu perunggu dari lima petinju yang diutus ke ajang PON Papua.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Tim Tinju Sulut hanya berhasil meraih dua perunggu yakni dari Irvan Tetonda dan Novly Engkeng dari enam petinju yang diutus.

“Oleh karena keberhasilan ini, saya selaku Ketua Umum Pengprov Pertina Sulut menyampaikan terima kasih atas kekompakkan semua pihak dan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Tim Tinju Sulut untuk PON 2021 dilatih oleh Bonix Saweho (Ketua Komtek dan Kepelatihan Pengprov Pertina Sulut), I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. Para petinjunya adalah Veronika Nicolas (kelas 54 kg putri), Juandly Abbas (kelas 46 kg putra, Adrianus Salamisy (kelas 60 kg putra),. Farrand Papendang (kelas 64 kg putra), dan Toar Sompotan (kelas 81 kg putra).

Sebelum keberangkatan tim, Bangkang mengungkapkqn target yang akan dicapai setelah melihat latihan yang dilakukan Tim Pelatih dan motivasi yang diberikan adalah dua medali emas. Dan, ternyata berhasil. Bukan hanya dua medali emas tapi juga ditambah satu perak dan satu perunggu.

Dengan keberhasilan ini, perolehan medali Tim PON Sulut jadi bertambah dan meningkatkan urutan perolehan medali dan peringkat secara keseluruhan.

Secara terpisah, Bonix Saweho mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keberhasilan ini karena adanya keterlibatan dan dukungan dari banyak pihak dan (terutana) perkenanan Tuhan.

“Terima kasih untuk semuanya itu,” ujar Camat Tuminting itu kepada Meimonews.com. (lk)

Meimonews.com – Suatu Prestasi luar biasa ditorehkan Tim PON Sulut dari Cabang Olahraga (cabor) tinju di Pekan Olahraga Nasional.(PON) 2021 Papua.

Di momen hari – hari terakhir penyelenggaraan PON, cabor pimpinan Rayno Bangkang ini berhasil mendapatkan dua medali emas lewat petinju Juandri Abast (kelas 46 kg) dan Farrand Buyung Papendang (kelas 64 kg).

Di partai final Juan (sapaan akrab Juandri) berhasil mengalahkan petinju tuan runah (Papua) Syariel Rumaropen dengan angka mutlak sementara Farrand mengandaskan harapan Albino Nanlohi, petinju asal Jawa Barat, juga dengan kemenangan mutlak.

Satu petinju lagi yang masuk final yakni Toar Sompotan yang turun di kelas 81 kg berhasil meraih medali perak setelah dalam pertandingan di babak final dikalahkan dengan knock-out oleh petinju Jawa Barat Bram Betaubun.

Petinju lain yakni Veronica Nicolas berhasil meraih medali perunggu. Satu petinju lainnya kalah di babak sebelumnya sehingga belum berhasil menyumbangkan medali.

Dengan hasil dua medali emas, satu perak dan satu perunggu tersebut berarti target Pemprov Pertina Sulut di bawah kepemimpinan Reyno Bangkang sebagai Ketua Umum telah tercapai.

Sebab, sebelum keberangkatan tim tinju asuhan Bonix Saweho sebagai pelatih Kepala , Pemprov Pertina Sulut telah menargetkan dua medali di ajang PON kali ini. (Meimonews.com 23 September 2021 : Cabor Tinju Targetkan Dua Medali Emas di PON Papua 2021).

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Kerja keras dari baik para petinju, pelatih (Bonix Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo) maupun Pengurus telah menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Daerah Sulut. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara mengelar. kegiatan Informasi dan Edukasi melalui Talkshow / Tatapmuka kepada Siswa-siswi SMK Negeri 2 Manado di kompleks persekolahan yang terletak di Jl. Pumorow Manado, Kamis (7/10/2021).

Sejunlah naraumber / pembicara ditampilkan pada kegiatan yang dimoderatori Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dan diikuti 55 siswa dengan mengikuti protokol kesehatan pandemi Covid-19 tersebut.

Narasumber / pembicara tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut yang sekaligus membuka acara, Koordinator Bidang P2M BNN Sulut Sam G. Repy yang membawakan materi Upaya P4GN dalam rangka War on Drugs, Sekdispora Sulut Ronny F. Siwu tentang Peran Pemuda dalam Memerangi Narkoba.

Selain itu, Irene DC Rindorindo tentang Teknik Komunikasi Langsung dan Pemanfaatan Media Komunikasi untuk War on Drugs serta Plt Sub Koordinator Pencegahan Bidang P2M BNN Sulut Dian Yuni Seria tentang Penjelasan dan Pengisian Dectari.

Lasut dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang apa itu narkoba jenis-jenis narkoba, bahaya narkoba, Indonesia Darurat Narkoba, Prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia da khususnya di Sulut, upaya P4GN dan peran pemuda dalam P4GN.

Diungkapkan, saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, ia pernah menangkap pengedar Narkoba di depan Kompleks sekolah, yang dulunya masih belum seramai saat ini dan di beberapa sekolah lainnya di daerah ini.

Lasut berharap, setelah kegiatan informasi dan edukasi ini, siswa-siswa di sekolah ini bisa menyampaikan tentang bahaya narkoba ke teman-teman lainnya baik yang bersekolah di SMK Negeri 2 Manado maupun teman-teman sekolah lain dan keluarga.

“Dengan demikian, adik-adik telah berperan dalam P4GN (pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujar mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini.

Kegiatan di SMK Negeri 2 Manado pimpinan Julius R. Koloay ini dilaksanalan oleh panitia yang diketuai Sub Koordinator Pemberdayaan Bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Terry Tikoalu. (lk)

Meimonews.com – Mantan Dirjen Imigrasi Ronny  F. Sompie dipercayakan Direktorat Imigrasi sebagai Ketua merangkap Anggota Tim Asistensi Dirjen Imigrasi.

Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. IMI-0378.KP.04.01 tahun 2021 yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Imigrasi Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana, SH, M.Hum pada Senin (4/10/2021).

Tim yang bertugas untuk program pendampingan, penguatan serta koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian unit pelaksana teknis di daerah dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ini, beranggotakan 17 orang . Sekretaris merangkap Anggota adalah Alif Suaidi.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana, SH, M.Hum mengatakan, pembentukan tim tersebut untuk menguatkan tugas dan fungsi keimigrasian serta meningkatkan capaian target kinerja Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, target Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai bagian dari urusan pemerintahan negara memberikan pelayanan keimigrasian, penegakan hukum, keamanan negara dan fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat serta dalam rangka menjaga kedaulatan atas wilayah NKRI,” jelasnya, Kamis (7/10/2021)

Disebutkan Widodo, seperti dikutip Sompie kepada Meimonews.com, Jumat (8/10/2021), di samping melaksanakan tugasnya sebagai Analis Keimigrasian, Tim Asistensi baik secara sendiri maupun bersama melaksanakan tugas untuk dan atas nama Dirjen Imigrasi melakukan program pendampingan, penguatan serta koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian dan pelaksanaan kebijakan di unit pelaksana teknis di daerah dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Kemudian, mengkordinasikan percepatan pelaksanaan program kerja Ditjen Imigrasi yang ditetapkan dalam target kinerja di wilayah yang melibatkan para pemangku kepentingan di pusat dan wilayah (Pimpinan Tinggi Pratama Ditjen Imigrasi, Kakanwil, Kepala Divisi Imigrasi, Kepala Divisi Administrasi, Kepala Unit Pelaksana Teknis dan pimpinan instansi terkait di wilayah) dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Selain itu, menganalisis permasalahan keimigrasian yang terjadi di wilayah sesuai lingkup penugasan Tim Asistensi, menyusun rekomendasi kebijakan atau alternatif solusi atas dasar analisis terhadap permasalahan yang timbul di wilayah sesuai lingkup penugasan Tim Asistensi.

Selanjutnya, membantu Unit Pelaksana Teknis dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri sesuai dengan arahan Dirjen Imigrasi untuk menyelesaikan permasalahan keimigrasian yang dihadapi.

“Tim Asistensi harus menghindari kegiatan, tindakan, keputusan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan; konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi; dan intervensi dan overlapping atau tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsi yang menjadi kewenangan oleh pejabat lainnya
di pusat, daerah dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” tambahnya. (lk)