Meimo News

Meimonews.com – Kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIPP Unima Evia Mangolo (EM) yang telah meninggal dunia telah menjadi berita/informasi viral bukan hanya di lingkungan pendidikan tapi juga lingkungan umum.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan jajaran berusaha keras agar permasalahan pelecehan seksual yang diduga dilakukan dosen FIPP (Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Unima berinisial DM bisa segera tuntas.

Pihak seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI dan Polda Sulut dan jajaran sudah turun tangan.

Reaksi cepat dari pihak-pihak terkait tak terlepas dari atensi dan konsistensi dari pihak Rektorat Unima terhadap persoalan yang ada.

Saat pertemuan/konsultasi Rektor Unima di dampingi Wakil Rektor 2 Donal Matheos Ratu bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto dan Menteri Pemberdayaan Perlindungan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi di Jakarta, Senin (5/1/2026) terlihat jelas komitmen pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan ini secepatnya dan berharap tidak terulang lagi bukan hanya di lingkungan pendidikan tinggi.

Kemdiktisaibtek mengungkapkan rasa turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. “Karena terjadinya pelanggaran itu, maka saat ini kami sangat berduka,” ujar Mendiksaintek kepada wartawan.

Kemdiktisaintek dan Kementerian PPPA serta Unima, menurutnya, telah melakukan koordinasi dan telah melakukan kunjungan kepada keluarga korban.

“Saat kami bersama, maka kami memiliki konsen dan dukungan yang sama agar penanganan kasus ini bisa berjalan segera dan cepat, setelah memenuhi ketentuan dan hukum-hukum yang ada,” jelasnya.

Mendiktisaintek mengapresiasi, langkah cepat dari pihak Unima dalam menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran. “Rektor Unima bersama jajaran telah melakukan langkah dan gerakan cepat, sehingga telah menonaktifkan dosen yang diduga kuat melakukan pelanggaran tersebut,” sebutnya.

Mendiktisaintek berjanji akan memproses dengan cepat hal-hal yang dilanggar, dan nantinya akan dikeluarkan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap ini menjadi gerakan bersama. Ini disampaikan juga kepada seluruh civitas akademika, dosen dan mahasiswa untuk tidak ragu-ragu, tidak malu-malu untuk melaporkan hal-hal yang tidak sesuai. Dan kami memastikan melindungi seluruh laporan-laporan yang masuk,” ujarnya.

Untuk itu, diminta kepada seluruh perguruan tinggi, kampus menjadikan ini sebagai bahan peringatan bersama bahwa kita harus terus menerus menjaga kondusifitas akademika. “Saya juga mengingatkan dan memberikan perlindungan kepada sivitas akademika, korban-korban terhadap hal-hal yang tidak diinginkan ini,” tandasnya.

Menteri PPPA menegaskan, pihaknya menguatkan kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan KPPA soal bagaimana regulasi yang bisa berjalan dan berlaku nantinya.

“Kami turut berduka cita. Diharapkan ada penguatan sosialisasi secara massif. Makanya kolaborasi lebih lanjut, supaya ke depan bisa lebih cepat,” ujar Arifah.

Menteri PPPA berharap adanya upaya kolaboratif penguatan pencegahan dini melalui sosialisasi agar bila terjadi sesuati bisa bergersk cepat (FA)

Meimonews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou Manado Starry H. Rampengan, memimpin apel perdana civitas hospitalia rumah sakit yang akrab disebut dengan nama RSUP Kandou atau RS Kandou di awal tahun 2026, yang dilaksanaksn di halaman kantor pusat rumah sakit, Senin (5/1/2026).

Apel yang menjadi momen konsolidasi sekaligus pemberian motivasi kepada seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan dan target kerja ke depan ini turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Dalam amanatnya, Dirut menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas RSUP Kandou dapat melewati tahun 2025 dengan baik dan kembali berkumpul dalam keadaan sehat serta diberkati.

Mewakili Direksi, Starry memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai RS Kandou sepanjang tahun 2025.

“Di tahun 2026 ini kita akan menghadapi banyak tugas besar, salah satunya akreditasi rumah sakit. Saya tegaskan, mutu dan keselamatan pasien tidak bisa ditawar lagi, itu sudah harga mati. Ini adalah prioritas pertama dan utama,” ujar Starry.

Dirut menekankan pentingnya penguatan budaya patient safety, pelaksanaan audit internal mutu yang konsisten, serta kesiapan seluruh unit dalam memenuhi standar dan indikator akreditasi. Menurutnya, seluruh aspek pelayanan harus berjalan selaras dengan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Dirut mengajak seluruh ASN RSUP Kandou untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja.

Para gawai didorong agar memperdalam ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas diri melalui berbagai pelatihan, serta siap beradaptasi dengan perkembangan sistem digital menuju smart hospital.

Dirut berharap setiap direktorat mampu membuktikan bahwa RSUP Kandou telah melakukan berbagai perbaikan signifikan di tahun 2026.

Untuk itu, Dirut memberikan tantangan kepada seluruh direktorat agar kembali menciptakan sebanyak-banyaknya prestasi di tingkat nasional.

“Tantangan ini saya berikan sebagai motivasi dan penyemangat, agar di tahun 2026 kita semua tetap solid, bersemangat, dan membawa RS Kandou menjadi rumah sakit yang semakin maju dan lebih baik,” ujernya. (Fer)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Perdana yang dihadiri jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan baik secara langsung di kantor pusat maupun secara virtual dari kantor cabang yang ada di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Pulau Jawa.

Momentum awal tahun ini menjadi titik tolak strategis bagi BSG untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global dan digitalisasi.

Dalam arahannya, Komisaris Utama BSG Ramoy Markus Luntungan menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan di tahun 2026.

Luntungan menggarisbawahi bahwa industri perbankan adalah industri kepercayaan (trust), sehingga penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) adalah harga mati.

Komisaris Utama BSG Ramoy Markus Luntungan (berdasi) dan Dirut BSG Revino M. Pepah.

Ada 4 poin penting dipaparkan Komut yakni fundamental GCG, Integritas kepemimpinan, kekompakan, dan penyelarasan visi.

Untuk fundamental GCG, Komut mengingatkan agar penerapan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, Fairness) harus menjadi landasan kerja.

Untuk integritas kepemimpinan, Komut menekankan konsep “Tone form the top”, di mana pemimpin harus menjadi suri tauladan dalam hal integritas dan etika.

Untuk kekompakan, Komut mengajak seluruh elemen bank untuk menjaga soliditas. Perbedaan pendapat diperbolehkan di dalam (“hantam di dalam”), namun harus satu suara dan kompak saat keluar.

Untuk penyelarasan visi, Komut meninta mendukung Asta Cita presiden dan visi misi BSG dalam kerangka NKRI, terutama dalam aspek anti-korupsi.

“Satu, dua kesalahan mungkin berpengaruh pada reputasi bank, tetapi lebih dari itu, sangat fatal bagi karier Anda sekalian. Jangan nodai karier Anda,” tandasnya.

Direktur Utama BSG Revino M. Pepah dalam sambutannya memaparkan refleksi kinerja tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang (low to grow) dan pemulihan pasca-Covid yang lambat, BSG berhasil mencatatkan performa yang impresif.

Dirut lantas mengurai Highlight Kinerja 2025 yakni total aset tumbuh 12,51persen mencapai Rp 23,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 21,06 persen mencapai Rp 18,2 triliun.

Laba Bersih mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24,29 persen (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Tantangan: pertumbuhan kredit tercatat 3,94 persen dan rasio NPL (Non-Performing Loan) mengalami kenaikan menjadi 2,97 persen, yang menjadi catatan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2026.

Menatap tahun 2026, Dirut menetapkan strategi besar yang berfokus pada Penguatan Tata Kelola, Ekspansi Bisnis Berkualitas, dan Optimalisasi Biaya.

Dirut lantas mengurai target dan fokus utama BSG di tahun 2026 yakni total aset target pertumbuhannya 6,8 persen, kredit 7,5 persen, dana pihak ketiga 8,8 persen sementara laba 19,1 persen atau Rp. 440 miliar.

Untuk fokus strategisstrategis : pertama, perbaikan kualitas kredit. Memerangi NPL dan meningkatkan kualitas ekspansi bisnis. Kedua, efisiensi biaya: Menurunkan Non-Performing Loan (NPL) dan Overhead Cost.

Ketiga, Keamanan IT. Meningkatkan keandalan sistem IT dan keamanan data. Keempat, Budaya Kerja. Mengusung semangat “Homo Homini Socius” (manusia adalah kawan bagi sesama), di mana pegawai harus saling mendukung dan tidak menjadi serigala bagi sesamanya (homo homini kupus).

Apel perdana ini ditutup dengan semangat optimisme tinggi untuk mencapai target laba Rp 440 Miliar dan membawa BSG menjadi bank yang lebih tangguh, tumbuh, dan terpercaya. (elka)

Meimonews,com – Awal tahun 2026 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) membuat langkah strategis yakni melakukan penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi (PT) Berdampak Tahun 2026.

Penandatangan kontrak dilakukan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di Graha Kemeiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi) RI, Jakarta, Senin (5/1/2025).

Penandatanganan ini merupakan komitmen nyata Unsrat dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran pimpinan Kemdiktisaintek serta sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik se-Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Kasus pelecehan seksual terhadap EM, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unima yang diduga dilakukan oleh oknum dosen Unima berinisial DM menjadi perhatian penting di lingkungan Unima.

Dalam Apel Awal Tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman kantor pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2025) pimpinan Unima menegaskan keprihatinan sekaligus sikap untuk menolak pelecehan dan kekerasan dalam lingkungan kampus.
.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Mister Gideon Maru ketika membacakan sambutan Rektor Unima Joseph Philip Kambey ketika memimpin Apel yang dihadiri pimpinan, staf dan pegawai Unima.

Rektor Unima, sebut Maru, kembali mengungkapkan turut berdukacita atas meninggalnya Evia Mangolo. Tuhan kiranya memguatkan dan memberi ketabahan kepada keluarganya.

Peristiwa ini, sebutnya, menjadi momentum di mana Unima dengan tegas menolak pelecehan dan kekerasan khususnya dalam kehidupan kampus dan memberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Rektor mengajak seluruh civitas untuk menciptakan suasana yang kondusif, bekerja dengan susngguh-sungguh sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing

“Jadikan kampus sebagai tempat tumbuhnya karakter, kebangsaan, toleransi dan gotong-royong sebagaimana ciri khas bangsa ini. Jaga nama baik Unima yg adalah rumah kita, hingga Unima samkin maju dan berdampak,” ujar Maru mengutip pesan Rektor. (FA)

Meimonews.com – Capaian kerja yang diraih Unsrat sepanjang tahun 2025 merupakan hasil sinergi bersama antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh unsur di lingkungan Unsrat.

Dan, memasuki tahun 2025 kita menghadapi lingkungan kerja yang semakin dinamis dan tuntutan kinerja yang semakin tinggi.

“Karena itu, tahun ini saya mengajak kita semua untuk menjadikan Tahun 2026 sebagai tahun penguatan integritas, etos kerja dan kinerja ASN serta unsur lainnya di lingkungan Unsrat,” ujar Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria ketika membacakan sambutan Rektor ketika memimpin Apel Awal Tahun 2025.

Apel yang dilaksanakan di Auditorium Unsrat, Senin (5/1/2025) ini diikuti para Wakil Rektor, Dekan-dekan Fakultas, Direktur Program Pascasarjana, Kepala Lembaga/Biro/UPA, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Unsrat.

Dikemukakan, sebagai ASN di pergurian tinggi, kita bukan hanya melaksanakan tugas administratif dan akademik, tetapi memegang amanah membangun kualitas pelayanan pendidikan, menjaga martabat institusi dan menjadi teladan bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ada empat poin ajakan Rektor kepada para ASN dan unsur lainnya di lingkungan Unsrat. Pertama, bekerja lebih disiplin, profesional dan produktif. Kinerja kita harus terukur, berdampak dan berorientasi pada hasil.

Kedua, memperkuat budaya kerja kolaboratif. Keberhasilan universitas lahir dari kebersamaan, bukan kerja individu. Ketiga, menjaga integritas dan etika jabatan. Tidak ada ruang bagi penyimpangan maupun sikap abai terhadap tugas dan tanggung jawab.

Keempat, memberikan ppelayanan yang cepat, transparan dan bertanggung jawab. Karena kualitas layanan mencerninkan kualitas institusi. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi Kelompok Cipayung menggelar Aksi Solidaritas Melawam Pelecehan Seksual di halaman kantor Pusat Unima, Tondano, Senin (5/1/2026).

Aksi ini diadakan terkait dengan meninggalnya Evia (mahasiswa Unina Jurusan PGSD) yang diduga mengalami pelecehan seksual oleh dosen Unima berinisial DM.

Aksi ini adalah bentuk protes terhadap segala bentuk pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya, menurut mereka, kampus menjadi ruang aman untuk belajar.

Kepala Bagian Fasilitasi Tindak Lanjut Pelaporan Itjen Kemdiktisaintek RI Julians Andarsa diminta untuk memberikan penjelasan

“Kami Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual mengecam.keras segala bentuk kekerasan sekaual,” ujar salah satu orator saat membancakan tuntutan mereka.

Ada beberapa tuntutan yang paling utama (yang ditujukan.kepada) Kementerian (Kemendiktisaintek RI) dan pihak kampus Unima.

Pertama, pecat Danny Masinambouw, oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual. Kedua, mendesak Unima untuk mengusut kembali seluruh laporan/aduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lilingkungan kampus.

Ketiga,mendesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti serta menyelesaikan kasus EM dengan sifat transparansi kepada publik. Keempat, pecat seluruh Tim Satgas PPKPT Unlma.

Kelima, copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan. Keenam, stop intimidasi kepada jurnalis. Ketujuh, bubarkan BEM Unima dan BEM FIPP.

Ada juga tuntutan lain yang disampaikan yakni Evaluasi sistem penilaian dosen terhadap mahasiswa; Hapuskan kebiasaan pungli dan gratifikasi di lingkungan Unima; Pembatasan segala bentuk pelayanan dan administrasi, hanya di lingkungan kampus.

Transparansi anggaran kemahasiswaan; Upgrade fasilitas kampus; Peningkatan kesejahteraan pegawai kampus (Satpam dan ceanning service).

Setelah memberikan kesempatan kepada pemgunjuk rasa untuk berorasi dan menyampaikan tuntuan mereka, Pimpinan Unima langsung memberikan respons/tanggapan.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey, menurut Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita telah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian sementara kepada dosen tersebut sambil menunggu proses lanjutannya yang sedang berlangsung.

Pihaknya jelas Lenny (yang newakili Rektor menerima pengunjuk rasa) tidak berhak untuk menonaktifkan atau memecat. Kami hanya bisa memberikan rekomendasi. Berikan waktu kepada pimpinan Unima.

Saat ini, jelas Lenny, di Unima sedang berlangsung proses penanganan lanjut kasus tersebut yang mekibatkan sejumlah pihak terkait yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP3A) Sulut, Polda Sulut, Irjen Kemdiktisaintek RI dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

“Berikan kami waktu untuk menyelesaikan sesuai dengan aturan. Kami berjanji akan menyelesaikan maslah ini sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya yang di danoingi antara lain Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Satgas PPKPT, Humas Unima Titof Tulaka,

Kalaupun ada suara-suara lain di luar sana, sebutnya mari perpikir secara positif bahwa universitas/institusi akan menyelesaikan. Tidak ada pembiaran. Unima menolak aksi yang telah dilakukan dosen teraebut. Pihak universitas akan berusaha menyelesaikannya.

Pimpinan Unima, sebut Lenny, turut berdukacita atas meninggalnya salah satu mahasiswanya.

Setelah ada pernyataan dari BEM Unima dan BEM FIPP, aksi solidaritas melawan pelecehan seksual berakhir dengan aman dan damai.

Di penghujung kegiatan, Kepala Bagian Fasilitas Tindak Lanjut Pelaporan Itjen  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisantek RI) Julians Andarsa sempat menyanpaikan beberapa hal terkait keterlibatan Kemdiktisaintek RI dalam penanganan permasalahan ini. (FA)

Meimonews.com – Minggu (4/1/2025) menjadi hari yang menggembirakan bukan hanya bagi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, keluarga besar Untu – Lasut, Kuria dan staf/karyawan Keuskupan Manado tetapi juga bagi pastor, suster, frater dan bruder dan umat Keuskupan Manado yang tersebar di provinsi Sulaweai Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Betapa tidak, di momen Hari Raya Penampakan Tuhan, Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 dan Penutupan Tahun Yubileum ini, Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado) berusia 69 tahun (lahir di Lembean Kabupaten Minahasa Utara pada 4 Januari 1957)

Memperingati hari penting tersebut, Kuria Keuskupan Manado mengadakan perayaan syukur Mgr. Rolly yang dimulai di Wisma Keuskupan Manado secara terbatas pada dini hari. Kemudian, misa syukur bersamaan dengan tiga momen di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado jam 08.30 wita – selesai.

Ratusan umat, suster, frater dan bruder serta undangan lainnya mengikuti misa yang dipimpin Mgr. Rolly di dampingi beberapa imam/pastor dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.

Setelah itu, acara syukuran dilanjutkan di Wisma Keuskupan, Jln. Sam Ratulangi No. 66 Kecamatan Wenang Kota Manado siang hingga sore dan setelah istirahat sejenak, dilanjutkan pada malam harinya.

Sejumlah pastor, suster, frater, bruder, tokoh-tokoh umat, perwakilan umat dari sejumlah paroki dan pejabat seperti Walikota Bitung Henky Honandar dan Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC berdatangan dan memberikan ucapan selamat Hari Jadi kepada putra kedua dari 9 bersaudara pasangan Gerardus Damianus Untu (papa) dan Gertruida Konda Lasut (mama) ini.

Sehari penuh suasana kegembiraan dan kebersamaan serta momen bakudapa pimpinan gereja, umat dan undangan lainnya mewarnai hari istimewa ini baik di gereja maupun di Wisma Keuskupan.

Tanpa mengenal lelah serta diiringi canda dan tawa dari Mgr. Rolly terus terlihat ketika menyapa mereka yang memberi ucapan orang-orang dan kelompok.

Uskup yang memiliki motto In lumine tuo, videnus lumen (Dalam terangMu, kami melihat cahaya) yang dikutip dari Mazmur 36 : 10 ini melayani umat/undangan baik secara perseorangan, keluarga dan berkelompok untuk minta foto bersama baik saat masih di gereja maupun ketika sudah berada di Wisma Keuskupan.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran, biarawan yang ditahbiskan sebagai imam di Manado pada 29 Juni 1983 dan ditahbiskam sebagai Uskup di Tondano pada Juli 2017 berterima kasih kepada Tuhan dan mengungkap rasa gembira/sukacita karena diberikan kesempatan bertambah satu tahun.

“Umur panjang, so (sudah) berusia ke-69. Kiranya tahun depan (bisa bertambah usia) dan masih diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu yang baik demi umat dan orang di sekitar demi kemuliaan nama Tuhan,” ujar uskup yang memilki gelar akademik Bachelor of Arts (BA) dan Master of Arts (MA) ini.

Mgr. Rolly bersama Uskup Emeritus Yos Suwatan MSC dan Walikota Bitung Henky Honandar

Mantan Superior Provinsial MSC Indonesia yang menerima kaul pertama di Karanganyar pada 6 Desember 1978 dan kaul kekal di Pineleng pada 16 Januari 1983 ini mengungkapkan pula rasa gembiranya karena bisa merayakan penutupan Pocta Sancta Gereja Universal (Tahun Yubileum).

Mgr. Rolly mengungkapkan pula rasa senangnya karena di tahun ini bisa mengakhiri suatu kehidupan bersama umat, kemudian memulai kehidupan baru bersamaan dengan Hari Anak Misioner.

Mgr. Rolly mendapat kue ulang tahun dari cucu salah satu adiknya

Momen ini (Hari Anak Misioner Sedunia) mengingatkan bahwa kita semua masih punya care, rasa tanggung jawab bersama bagaimana membagi kekayaan/harta rohani kepada generasi muda. (elka)

Meimonews.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesional. Itulah sebabnya, bila ada personil yang melakukan tindakan berlebihan maka akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Hal tersebut ditegaskan Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto melalui Kasie Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono kepada wartawan lewat press release, Jumat (2/2/2025).

Penegasan tersebut terkait adanya dugaan tindakan tidak humanis oleh oknum anggota Tim Resmob Polresta Manado saat penanganan keributan di Kelurahan Sumompo Lingkungan IV (Kampung Jengki), Kamis (1/1/2026) pagi,

“Polresta Manado menyampaikan klarifikasi sekaligus komitmen untuk menangani persoalan tersebut secara transparan dan bertanggung jawab,” sebutnya.

Dijelaskan, kehadiran personil kepolisian di lokasi merupakan tindak lanjut laporan masyarakat terkait adanya keributan. Dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif.

Polresta Manado juga telah mengamankan dua orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam keributan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Polresta Manado menyampaikan empati kepada masyarakat yang merasa dirugikan. Kami tegaskan bahwa Polri menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesional,” ujar Kasie Humas.

Terkait dugaan adanya tindakan berlebihan oleh oknum personil, yang bersangkutan telah dilakukan pemeriksaan oleh Sie Propam Polresta Manado dan prosesnya berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Ditegaskan, apabila dalam hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun kode etik, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan Polri. Hal ini sebagai wujud komitmen institusi dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Polresta Manado juga menghormati hak masyarakat dan keluarga untuk menempuh jalur pelaporan resmi sebagai bagian dari kontrol publik dalam negara hukum. Seluruh laporan yang masuk akan ditangani secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, Polresta Manado mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi secara utuh. Upaya komunikasi dan dialog dengan tokoh masyarakat setempat terus dilakukan guna memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.

Sebagai institusi yang mengemban tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, Polresta Manado menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan menegakkan prinsip Polri Presisi, demi terciptanya rasa keadilan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh warga. (AF)

Meimonews.com – Beberapa personil Polresta Manado mengadakan kegiatan bersih-bersih di Kompleks Mesjid Nurul Huda Ketang Baru Kecamatan Singkil Manado, Jumat (2/1/2026).

Dengan rasa gembira dan penuh semangat “beri diri” serta humanis, beberapa personil termasuk beberapa pejabat Polresta Manado turun langsung ke lokasi untuk kegiatan bersih-bersih.

Rumput, sampah dan lain-lain yang ada di kompleks dikumpulkan dan diangkut untuk dibuang ke tenpat pembuangan ssmpah.

Jamaah setenpat berterima kasih kepada Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid karena ada anggota Polrests Manado mau bersih-bersih di Hari Jumat di mesjid Nurul Huda Ketang Baru Kecamatan Singkil.

“Terima kasih pak Kapolreara atas programnya untuk membantu masyarakat Kota Manado dengan bersih-bersih di hari Jumat,. Tetap semangat. Manado hebat, Manado aman,'” ujarnya. (AF)