Meimo News

Meimonews.com – Sebuah buku berjudul Mendidik Dengan Hati karya Drs. El Constantinus, BA, M.Si yang adalah mantan guru SMA Negeri 1 Manado siap diluncurkan.

Buku setebal 184 halaman ini rencanananya dicetak sebanyak 700 buku, yang hasil jualnya akan didediiasikan ke mantan guru-guru SMA Negeri 1 Manado.

“Buku ini akan diluncurkan pertama pada acara Natal Alumando di Jakarta, Sabtu (24/1/2026) dan kedua pada acara Paskah Rukun Keluarga Guru dan Mantan Tata Usaha (RKGTU) SMA Negeri 1 Manado pada April 2026” ujar El kepada Meimonews.com via telefon, Minggu (18/1/2026).

Buku ini berisikan refleksi atas pengalaman-pengalaman inspiratif bersama siswa dan alumni SMA Negeri 1 Manado.

Ada tujuh bab yang ditulis pria kelahiran Semawi, Kei Kecil pada 15 Mei 1953. Ketujuh bab tersebut adalah pertama, Menjadi guru di SMA Negeri 1 Manado. Kedua, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas 2007 – 2013. Ketiga, Kunjungan ke universitas, wisata pendidikan dan pentas seni.

Keempat, Sambutan hangat alumni. Kelima, Menjadi guru inspiratif. Keenam, Rukun Keluarga Mantan Guru dan Tata Usaha SMA Negeri 1 Manado. Ketujuh, Apa kata mereka! Kedelapan, Testimoni.

Dalam Kata Pengantarnya, penulis mengungkapkan, panggilan untuk mendidik di lembaga pendidikan ternama, SMA Negeri 1 Manado yang terletak di Jl. Pramuka 102, Manado, 42 tahun lalu merupakan suatu kesempatan emas baginya untuk mengaktualiasi kompetensi, kapabilitas dan kapasitas dalam mendidik para siswa yang dipercayakan kepadanya.

Panggilan tersebut memuat keluhuran karena menyangkut tugas mulia mempersiapkan generasi muda menyusun dan mewujudkan visi masa depan.

Sebagaimana hakekat dari pendidikan yakni “membawa atau mengantar” para anak didik keluar dari ketidaktahuan atau membantu mereka agar sedapat mungkin
mengembangkan semua potensi diri mereka sampai ke tingkat tertinggi maka panggilan
sebagai pendidik menjadi jauh lebih berat dari profesi lain mana pun.

Berbicara tentang pendidikan berarti kita tidak hanya berurusan dengan peningkatan kemampuan kognitif para anak didik tetapi terutama pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai dan pengembangan
kepribadian anak didik dalam etika dan tata krama.

Yang menarik ialah sebagai pendidik,
penulis berhadapan dengan manusia, sosok-sosok yang saling berbeda dalam hal bakat, minat, talenta, potensi dan karakternya.

Dalam mengelola keberagaman para siswa penulis berpendapat bahwa kiat yang
paling efektif ialah mendidik dengan hati, mendekati mereka sebagai person, individu dengan keunikannya, mendengarkan suka duka mereka dan turut merasakan pergumulan-pergumulan mereka.

Dalam rentang waktu 30 tahun mendidik para siswa di SMA Negeri 1 Manado, ia berusaha memahami kepribadian setiap siswa kendati jumlah siswa di SMA Negeri 1 sepanjang sekitar 30 tahun penulis mengajar seringkali “over capacity”, minimal 40 siswa setiap kelas.

Dalam kondisi sekolah dengan jumlah siswa per satu tahun ajaran minimal 1500 siswa maka penulis harus bisa mendedikasikan diri seoptimal mungkin dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.

Termotivasi pula oleh akumulasi pengalaman berinteraksi dengan ribuan subyek didik, bergaul akrab dengan rekan-rekan guru, berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dan secara khusus terinspirasi oleh para alumni yang bukan hanya sukses mewujudkan mimpi mereka tetapi sungguh mencerminkan kehidupan yang bermakna dan kontributif kepadakalian masyarakat maka penulis bertekad untuk menulis “memoir” ini dengan harapan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik muda di SMA Negeri 1 Manado dan pihak-pihak lain yang dapat mengambil manfaatnya.

“Memoir” ini ditulisnya dengan mengacu pada pengalaman sebagai pendidik selama
sekitar 30 tahun di SMA Negeri 1 Manado.

Tulisan ini tidak sekedar menyajikan fakta dan beberapa momen penting tetapi juga memaparkan suasana batiniah, relasi akrab, komunikasi dan interaksi yang intense dengan para siswa maupun rekan guru.

Dan, tentu saja, peran penulis sebagai pendidik yang secara konsisten berupaya memotivasi dan menginspirasi para siswa agar kelak bisa menjadi alumni yang mampu memaknai dan memberi makna atas masa menerima pendidikan di SMA Negeri 1 Manado dan mampu berkontribusi secara signifikan kepada masyarakat sehingga pada gilirannya mengharumkan nama Alma Mater.

“Memoir” ini tidak akan berwujud buku dan menjadi kenyataan kalau tidak mendapat
dukungan riil dari para alumni yang telah bersedia memberikan testimoninya yang begitu indah, menyentuh dan menginspirasi (cf. BAB VIII Testimoni para alumni).

Tidak kalah menarik dan mengesankan ialah kesan dan pesan dari beberapa mitra, para orang tua dan rekan guru yang menulis dengan tulus pesan dan kesan indah mereka (cf. BAB VII Apa kata mereka).

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tulus dan apresiasi yang tinggi
kepada para kontributor/alumni yang telah memberikan testimoninya. Mantan yuri Lomba Debat Bahasa Inggris tahunan antar SMA se-Indonesia dari 2002-2008 ini lantas menyebut nama-nama mereka.

Penulis juga mengapresiasi dengan kasih dan rasa hormat kepada para mitra, para orang tua dan rekan guru yang telah menyampaikan kesan dan pesan mereka sebagai afirmasi dan peneguhan bagi penulis dalam mendidik dengan hati. Ia pun menyebutkan nama-nama mereka.

“Last but not the least”, buku ini penulis dedikasikan kepada keluarga kecil penulis, istri terkasih Greety Lembong, putri tercinta Angel bersama menantu Azaryo dan kedua cucu tercinta Chantal dan Charlene. Terima kasih untuk kasih sayang dan pengorbanan kalian.

El menjelaskan, memoir ini merupakan refleksi atas akumulasi pengalaman-pengalaman inspiratif penulis dalam proses mendidik dengan hati yang diperkaya oleh perjumpaan yang menyentuh dan bermakna dengan para siswa, alumni SMA Negeri 1 Manado dan para pemangku kepentingan.

“Banyak sekali momen, kesempatan, peristiwa dalam komunikasi dan interaksi baik di ruang kelas, maupun di luar ruang kelas yang memperkaya wawasan dan pengalaman penulis yang dapat direkam dalam memoir ini walaupun tidak semua,” ujar El yang adalah juga mantan pengajar Bahasa Inggris di SMA Katolik Rex Mundi Manado 2001-2007 dan 2013-2019,

Penulis berharap “memoir” ini dapat menjadi salah satu acuan inspiratif dan edukatif bagi rekan-rekan guru yunior, para siswa SMA Negeri 1 Manado terutama “gen Z” dalam menapaki masa depannya.

Harapan yang sama juga ditujukan kepada para alumni, kiranya memoir ini dapat menjadi cermin kebanggaan terhadap Alma Mater. (Lexie)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Literasi pengendalisn internal dan strategi anti Fraud di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BSG dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan memperkuat pengawasan internal di seluruh lini bisnis.

Literaa ini menghadirkan pakar yang sangat berpengalaman di industri keuangan yakni Beston Panjaitan

Sebagai mantan Pejabat Pengawas Perbankan OJK Pusat, Beston membedah secara mendalam mengenai pola-pola mitigasi risiko serta pentingnya sistem pengendalian internal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan modus kejahatan perbankan terkini.

Direktur Utama BSG Revino M.Pepah menegaskan, kepercayaan nasabah adalah fondasi utama perbankan. Pengendalian internal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan budaya kerja yang harus mendarah daging di setiap insan BSG.

“Kita harus memiliki zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan,” tegas Revino yang juga menjadi pembicara utama.

Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud secara kolektif yang dilakukan oleh seluruh Branch Manager (Pemimpin Cabang) dan Sub Branch Manager (Pemimpin Cabang Pembantu) BSG.

Penandatanganan ini disaksikan oleh jajaran direksi dan narasumber, menandakan komitmen hitam di atas putih para pimpinan cabang untuk menjaga wilayah kerja mereka dari praktik-praktik yang merugikan perusahaan maupun nasabah.

Dengan adanya literasi ini diharapkan seluruh jajaran pimpinan di tingkat cabang mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi fraud, sekaligus memastikan operasional bank berjalan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku.

Kegiatan ini diwanai pula dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pemimpin cabang berkonsultasi langsung dengan Beston terkait tantangan riil pengendalian internal di lapangan. (elka)

Meimonews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan dan transformasi pendidikan nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026) ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Unima turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Rektor Joseph Kambey di dampingi Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Grace Sherly Luntungan dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. (FISH) Theodorus Pangalila

Dalam taklimat tersebut, Presiden RI menyampaikan arahan strategis terkait peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan tata kelola perguruan tinggi, serta pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Arahan ini menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Arahan Presiden RI menjadi penguatan bagi Unima untuk terus berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan di Minahasa dan Sulawesi Utara.

Unima diarahkan secara langsung oleh Presiden Prabowo untuk semakin adaptif terhadap dinamika pembangunan, memperkuat kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan bahwa setiap program institusi memberikan dampak nyata bagi masyarakat khususnya di Minahasa. (*/FA)

Meimonews.com – Sepanjang tahun 2025, Bank SulutGo (BSG) menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi sebagai Bank Pembangunan Daerah di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan nasional.

Ketika perekonomian dunia memasuki fase low growth yang penuh kehati-hatian, Bank SulutGo mampu menjaga stabilitas usaha, memperkuat fundamental keuangan, serta tetap berperan aktif dalam mendukung perekonomian Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Secara makro, kondisi ini sejalan dengan kinerja ekonomi regional yang relatif solid.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang berada di atas rata-rata nasional memberikan ruang bagi perbankan daerah untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi, meskipun tekanan eksternal dan ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.

Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc

Dalam konteks tersebut, capaian Bank SulutGo sepanjang 2025 dapat dibaca sebagai hasil dari pengelolaan yang semakin berhati-hati dan profesional.

Dari sisi kinerja keuangan, pertumbuhan laba yang signifikan menjadi salah satu sorotan utama. Laba yang meningkat lebih dari 24 persen (yoy) mencerminkan perbaikan profitabilitas, yang juga tercermin pada kenaikan Return on Asset (ROA) menjadi 1,65 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 17,19 persen.

Likuiditas bank juga menunjukkan perbaikan, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang turun ke level yang lebih sehat. Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Bank SulutGo tidak semata bersifat ekspansif, tetapi juga disertai upaya penguatan struktur keuangan.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang cukup tinggi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank SulutGo. Bagi bank daerah, kepercayaan publik merupakan aset strategis. Tanpa kepercayaan, fungsi intermediasi tidak akan berjalan optimal.
Dalam hal ini, Bank SulutGo berhasil menjaga persepsi positif masyarakat di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Namun demikian, sebagai seorang akademisi ekonomi, saya memandang kinerja tersebut secara proporsional. Pertumbuhan kredit yang relatif moderat serta kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) perlu dicermati sebagai sinyal penting.

Walaupun NPL masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, tren kenaikan ini mengingatkan kita bahwa ekspansi ke depan harus semakin selektif dan berbasis manajemen risiko yang kuat.

Dalam pandangan saya, tahun 2025 dapat disebut sebagai tahun konsolidasi. Bank SulutGo berhasil menjaga kinerja di tengah tekanan, namun tantangan ke depan justru menuntut strategi yang lebih matang. Fokus ke depan tidak lagi semata pada seberapa cepat bank bertumbuh, tetapi seberapa berkualitas pertumbuhan tersebut.

Ke depan, terdapat beberapa catatan penting yang menurut saya perlu menjadi perhatian. Pertama, arah ekspansi kredit perlu semakin difokuskan pada sektor-sektor produktif unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Pembiayaan yang terhubung dengan aktivitas ekonomi riil akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat kualitas portofolio kredit bank.

Kedua, penguatan manajemen risiko dan kualitas aset menjadi kunci. Dalam situasi global yang masih rentan, kehati-hatian bukanlah tanda perlambatan, melainkan prasyarat keberlanjutan. Sistem peringatan dini, kualitas analisis kredit, serta pengelolaan kredit bermasalah perlu terus diperkuat agar stabilitas bank tetap terjaga.

Ketiga, diversifikasi sumber pendapatan juga menjadi penting. Ketergantungan yang terlalu besar pada pendapatan bunga akan semakin menantang di tengah volatilitas suku bunga dan perubahan perilaku nasabah. Inovasi layanan, pengembangan pendapatan berbasis jasa, serta pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.

Keempat, transformasi digital perlu ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola, bukan sekadar modernisasi sistem. Digitalisasi yang tepat akan memperkuat transparansi, mempercepat layanan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Pada akhirnya, kinerja Bank SulutGo sepanjang 2025 patut diapresiasi, tidak hanya sebagai capaian korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga denyut perekonomian daerah. Tantangan 2026 dan seterusnya tentu tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga dinamika fiskal daerah. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun, Bank SulutGo memiliki peluang untuk terus bertumbuh secara sehat.

Bagi saya, ukuran keberhasilan bukan sekadar angka pertumbuhan tahunan, melainkan kemampuan bank untuk tumbuh konsisten, berdaya tahan, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang mampu berjalan jauh, tidak tergesa-gesa, tetapi kokoh dan berkelanjutan. (Penulis : Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc., Ph.D/Guru Besar FEB Unsrat / Ketua ISEI Cabang Manado)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus menunjukkan komitmennya dalam mempererat dan memperkuat jejaring nasional dan menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Hal ini terlihat ketika Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie serta 2 dekan yakni Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Markus Ferry Daud Markus Liando dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Victor PJ Lengkong hadir dalam iPerayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Kemendiktisaintek di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Kehadiran jajaran pimpinan Unsrat dalam acara ini bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap visi besar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam membangun ekosistem pendidikan yang harmonis dan kolaboratif.

Pendampingan oleh Dekan FISIP dan Dekan FEB juga memberikan sinyal kuat mengenai fokus Unsrat ke depan. Kehadiran kedua dekan ini mencerminkan penguatan pada aspek tata kelola sosial-politik serta pengembangan ekonomi berbasis pendidikan tinggi yang menjadi pilar penting bagi kemajuan Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Ibadah Natal Yesus Kristus Tahun 2025 di Auditorium Unsrat Manado, Rabu (14/1/2026).

Ibadah yang dipimpin Wakil Ketua BPMS Sinode GMIM Pdt. Djefry Saisab sementara Doa oleh Pastor Dismas Saletia Pr ini dihadiri pimpinan baik tingkat iniversitas maupun fakultas, Pimpinan Dharma Wanita Unsrat, sivitas akademika Unsrat dan para undangan lainnya.

Kegiatan yang diketuai Billy Johnson Kepel (Dekan Fakultas Kedokteran) ini mengangkat tema Ketaatan membawa sukacita.(Yoh 15 : 10-11).

Tema ini, menurut Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada Tuhan bukanlah beban melainkan jalan menuju sukcuta sejati. “Jikalau kamu menuruti peribtahKu, kamu akan tinggal di dalan kasihKu. Supaya sukacitaKu ada di dalan kamu dan sukacitanu menjadi penuh,” ujar Rektor mengutip kitab Yohnes.

Dalam konteks perguruan tinggi, sebut Rektor dalam sambutannya, ketaatan berarti kesetiaan kita pada visi, misi dan tanggung jawab akademik yang telah dipercayakan.

Visi Unsrat yakni Unsrat unggul dan berbudaya berstandar internasional, yang mencerninkan komitmen untuk menjadi univertas berkualitaa dunia namun tetap menjunjung nilai budaya lokal.

Dikemukakan, strategi yang dirunuskan mencakup peningkatan mutiu lulusan, penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependudikan, pengembangan kurikulum betbasis capaian pembelajaran serta reformasi tata kelola kinerja.

“Semua iini hanya dapat terwujud melalui ketaatan yang konsiste dari sekuruh sivitas akademika,” tandasnya.

Dijelaskan, dosen yang taat pada panggilan akademik dengan mengajar, meneliti dan mengabdi secara konsisten akan menghadirkan sukacita berupa ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarajat.

Tenaga kelendidikan yang taat pada tugas pelayanan administratif dengan integritas dan profesionalisme akan menghadirkan sukacita berupa tata kelola yang transparan dan efisien.

Mahasiswa yang taat pada proses pembelajaran dengan disiplin, kreativitas dan semangat inovasi akan merasakan sukacita berupa prestasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Rektor lantas mengutip Kolose 3 : 23, segala sesuatu yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti ujtuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Rektor menegaskan, ketaatan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sians dan Teknologi (Kemeiktisaintek) melalui program Diksaintek Berdampak yang menekankan riset dan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Unsrat berkomitmen menghadirkan karya yang berdampak baik melalui penelitian, pengabdian kepada masyrakat maupun inovasi tepat guna,” ujar Rektor.

Rektor mengajak untuk menjadikan perayaan Natal ini sebagai momentum untuk memperkuat ketaatan keoqasa Tuhan dan panggilan kebangsaan melalui pendudikan tinggi. Dengan ketaatan itu, sukacita Natal akan nyata hadir di tengah keluarga besar Unsrat dan masyarakat luas,

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus yang diwakili Plt. Kepala Balitbangda Sulut Novita Lumintang dalam sambutannya menegaskan, ketaatan bukanlah beban, melainkan wujud iman dan kepercayaan kepada Tuhan, yang pada akhirnya menghasilkan damai dan sukacita yang tidak bergantung pada situasi dan keadaan.

Menurut Gubernur, dalam kehidupan konteks akademik, ketaatan tercermin dalam komitmen untuk menjunjung tinggi integritas, kejujuran ilmiah, etika akademik, serta tanggung jawab moral dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. (FA)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima Aldjon Nixon Dapa menegaskan, jadual dan daftar hadir penguji Seminar Hasil Penelitian Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FIPP yang mencantumkan nama oknum dosen berinisial DM sebagai dosen penguji merupakan jadual ujian lama yang disusun sebelum status DM dinonaktifkan oleh pihak Unima.

“Jadual dan daftar hadir yang beredar tersebut adalah jadual ujian lama yang disusun sebelum status DM dinonaktifkan oleh pimpinan Unima,” ujarnya kepada Meimonews.com via telefon, Rabu (14/1/2026).

Unima juga telah memberikan klarifikasi terkait beredarnya di media sosial tentang dokumen jadual dan daftar hadir yang ada nama DM, yang menjadi polemik publik.

Unima pimpian Joseph Philip Kambey menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memastikan seluruh kebijakan institusi dijalankan secara transparan dan akuntabel

“Dokumen yang beredar di media sosial itu adalah jadual dan daftar hadir penguji yang masih mencantumkan nama DM berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan pada 24 Desember 2025,” ujar Dapa.

Dijelaskan, berdasarkan SK tersebut, pelaksanaan ujian dibatasi hanya untuk lima mahasiswa. Ujian sejatinya dijadualkan berlangsung pada 25 Desember 2025, sehari setelah SK diterbitkan. Namun, pelaksanaannya ditunda karena bertepatan dengan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dengan dimulainya kembali aktivitas akademik pada awal Januari 2026, Rektor Unima mengeluarkan Surat Edaran tentang penyesuaian pelaksanaan ujian. Dari lima mahasiswa yang semula dijadualkan mengikuti ujian, hanya tiga mahasiswa yang diizinkan melanjutkan proses akademik.

“Pada hari kerja pertama, 5 Januari 2026, dilakukan revisi terhadap SK ujian. Dalam revisi tersebut, nama DM diganti dengan pimpinan Prodi PGSD karena yang bersangkutan telah dinonaktifkan sebagai dosen Unima dan tidak lagi diperkenankan terlibat dalam aktivitas akademik maupun berada di lingkungan kampus,” kata Aldjon.

Pelaksanaan ujian pada 12 Januari 2026, sebutnya, telah sepenuhnya menyesuaikan dengan SK revisi dan tidak melibatkan DM dalam bentuk apa pun.

Hal senada disampaikan salah satu mahasiswa Prodi PGSD FIPP Unima I Kadek Aryodana, yang namanya tercantum dalam SK ujian tersebut dan diketahui merupakan mahasiswa bimbingan akademik DM.

“Saya adalah mahasiswa yang tercantum dalam SK ujian itu. DM memang dosen pembimbing akademik saya, tetapi yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dan tidak diperbolehkan hadir di lingkungan kampus,” ujar Kadek melalui pernyataan di media sosial.

Dijelaskan, proses administrasi ujian telah berjalan jauh sebelum kasus yang menjerat DM mencuat ke publik. SK ujian diproses sebelum peristiwa tersebut dan baru terbit pada Jumat (5/1/2026), sementara pelaksanaan ujian berlangsung pada Senin (12/1/2026).

“Pada saat ujian dilaksanakan, DM sudah digantikan oleh Koordinator Program Studi PGSD sebagai penguji. Karena itu, informasi yang menyebut DM masih terlibat dalam ujian tersebut tidak benar,” tegasnya.

Kadek juga mengimbau masyarakat, khususnya warganet, agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial. “Jangan menyebarkan informasi jika belum mengetahui kebenarannya. Mari bersikap bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Diketahui, DM adalah oknum dosen Unima yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap EM, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Unima (telah meninggal dunia), yang kasusnya sementara berproses hukum. (FA)

Meimonews.com – PT Bank SulutGo (BSG) kembali mempertegas komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta membangun budaya kerja yang bersih dari segala bentuk kecurangan.

Untuk itu, bertempat di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat BSG, Manado Senin (12/1/2026) dilaksanakan Sosialisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud dan Anti Penyuapan Tahun 2026.

Acara diawali laporan serta sambutan dari Pemimpin Divisi SKAI (Satuan Kerja Audit Intern) Oske Kaligis.

Kaligis menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk membekali seluruh insan BSG dengan pemahaman mendalam mengenai mitigasi risiko fraud dan pentingnya menjaga integritas di setiap lini operasional.

Direktur Utama BSG Revino M. Pepah, dalam sambutannya menyatakan, penandatanganan pakta integritas ini merupakan langkah krusial untuk menjaga kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan.

“Integritas adalah aset terbesar kita. Melalui komitmen Anti Fraud dan Anti Penyuapan ini, kita memastikan bahwa pertumbuhan Bank SulutGo ke depan didasarkan pada fondasi yang jujur, transparan, dan profesional. Tidak ada toleransi bagi tindakan yang merugikan perusahaan dan nasabah,” ujarnya.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud dan Anti Penyuapan yang dilakukan oleh jajaran Dewan Komisaris yakni Komisaris Utama Ramoy Markus Luntungan dan Komisaris Djafar Alkatiri.

Setelah itu, oleh jajaran Direksi, yakni Direktur Utama Revino M. Pepah, Direktur Operasional Louisa M. Parengkuan, serta Direktur Kepatuhan H. Machmud Turuis.

Sebagai bentuk komitmen kolektif, penandatanganan juga dilakukan oleh Group Head dan para Pemimpin Divisi yang hadir mewakili seluruh pegawai kantor pusat.

Melalui penandatanganan ini, PT Bank SulutGo secara resmi mendeklarasikan sikap Zero Tolerance terhadap tindakan fraud maupun praktik penyuapan.

Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perbankan yang sehat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh nasabah dalam bertransaksi. (elka)

Meimonews.com – Setidaknya, ada (6) lembaga yang telah memberikan dukungan kepada Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc untuk menjadi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Filipina.

Keenam lembaga tersebut menilai bahwa pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini pantas dan layak untuk menduduki jabatan perwakilan pimpinan di negara tetangga Indonesia ini.

Penilaian tersebut dilatarbelakangi rekam jajak positif dari suami Johana Mantiri, SE dengan dua orang anak (Camellia Maria Pangemanan, MD dan Johanes Prajogo Pangemanan ini.

Dukungan tersebut dibuat dan ditujukan pimpinan keenam lembaga tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subiiyanto.

Frits Herman Pangemanan (memegang buku) saat bertemu dengan Ketua KWI/Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin

Keenam lembaga tersebut adalsh Asian Social Institute, Tebtebba (Indigennous People’s International Centre for Policy Research and Education dan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sulawesi Utara.

Selain itu, Keuskupan Aging Merauke, Keuskupan Amboina dan Keiskupan Manado.

Sejumah tokoh masyarakat di Indonesia juga menyuport mitra kerja Drs. Sinyo Harry Sarundayang (mantan Gubernur Sulut) ketika menjadi Dubes Indonesia untuk Filipina.

Bersama Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan (kemeja putih)

Mereka di antaranya, Ketua KWI/Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Letjen TNI Purn. Agum Gumelar (mantan Gubernur Lemhannas).

Selain itu, tokoh Kawanua Minahasa Mayjen TNI Purn. Glenny Kairupan, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker, dan Patris Rumbayan (ibu dari Letkol Teddy Indra Wijaya. (Lexie)

Meimonews.com – Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksamana Madya Amarullah Octavian dan Tim berkunjung ke Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Jumat (9/1/2026).

Waka BRIN dan tim diterima Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie di dampingi Wakil-wakil Rektor dan tim di Ruang Rapat Rektorat.

Dalam pertemuan ini didiskusikan soal penguatan kemitraan infrastruktur riset dan inovasi.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengatakan, diskusi ini sangat strategis, karena kita semua memahami bahwa daya saing perguruan tinggi dan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem riset mulai dari infrastruktur, talenta, kolaborasi hingga hilirisasi inovasi. (FA)