Meimo News

Meimonews.com – Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintasinstansi, Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Oktovian Berty Alexander Sompie melaksanakan kunjungan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara Hendrik Pagiling, Senin (23/2/2026).

Turut hadir Rektor Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado P. Gregorius Hertanto Dwi Wibowo MSC.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kakanwil ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari perlindungan kekayaan intelektual hingga penguatan bantuan hukum bagi masyarakat.

Sinergi ini adalah langkah nyata Unsrat untuk memastikan bahwa inovasi dari kampus tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi terlindungi secara hukum dan bermanfaat bagi pembangunan daerah. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) pimpinan Rektor Joseph Philip Kambey melalui Panitia Penerimaan Mahasiswa (PMB) Tahun 2026 bagikan jadual penting Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur UTBK (UjiannTertulis Berbasis Komputer)-SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes).

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026), Ketua Panitia PMB Tahun 2026 Unima Hendro M. Sumual (Dekan Fakultas Teknik/Fatek) menjelaskan, ada enam jadual penting Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2026.

Pertama, Registrasi akun SNPMB siswa; kedua, Pendaftaran UTBK-SNBT; ketiga, Pembayaran biaya UTBK; keempat, Pelaksanaan UTBK; kelima, Pengumuman hasil UTBK; dan keenam, Masa unduh sertifikat UTBK.

Dihubungi terpisah, Sekretatis Panitia PMB Tahun 2026 Unima Vivi Winny Saroinsong menguraikan, untuk jadual penting pertama, berlaku 12 Januari – 7 April. Kedua, 25 Maret – 7 April. Ketiga, 25 Maret – 8 April. Keempat, 21 – 30 April. Kelima, 25 Mei. Keenam, 2 Juni – 31 Juli 2026.

Ketua Panitia PMB Unima Tahun 2026 Hendro M. Sumual dan Sekretaris PMB Unima Tahun 2026 Vivi Winny Saroinsong

“Ada 68 prodi (program studi) yang tersedia untuk penerimaan Maba Unima yang ada di 7 fakultas, dan 1 pascasarjana,” ujar Karo Vivi, sapaan akrab Kepala Biro (Karo) Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (PKSHM) Unima ini.

FIPP (Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi) 7 prodi yakni S1 Pendidilan Guru Sekolah Dasar (S,Pd), S1 Pendidikan Psikologi (S.Psi), S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (S.Pd), S1 Pendidikan Luar Sekolah (S.Pd), S1 Pendidikan Khusus (S,Pd), S1 Bimbingan Komseling, dan S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (M,Pd)

FIKKM (Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat) 7 prodi yakni S1 Ilmu Keolahragaan (S.Or), S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (S.Pd) S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (S.Pd), serta S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat (SKM)

FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) 4 prodi yakni S1 Manajemen (SE) S1 Ilmu Ekonomi (SE), S1 Pendidikan Ekonomi (S,Pd), S1 Akuntansi (S.Ak), dan D3 Manajemen Pemasaran (A.Md).

FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) 8 prodi yakni S1 Bahasa dan Sastra Inggris (SS), S1 Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa Jepang (S.Pd), S1 Pendidikan Bahasa Prancis (S.Pd) S1 Pendidikan Bahasa Jerman (S.Pd), S1 Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S.Pd), serta S1 Pendidikan Seni Rupa (S.Pd).

Fatek (Fakultas Teknik) 9 prodi yakni S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S.Pd), S1 Pendidikan Teknik Elektro (S.Pd), S1 Pendidikan Teknik Mesin (S.Pd), S1 Teknik Bangunan (S.Pd), S1 Pendidikan Teknologi, Informatika dan Komunikasi (S.Pd), Teknik Sipil (ST), S1 Teknik Mesin (ST), S1 Teknik Informatika (S.Kom), serta S1 Teknik Arsitektur (ST).

FMIPAK (Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian) 14 prodi yakni S1 Pendidikan Kimia (S.Pd), S1 Kimia (S.Si), S1 Pendidikan Biologi (S.Pd), S1 Biologi (S.Si), S1 Pendidikan Fisika (S.Pd), S1 Fisika (S.Si), S1 Pendidikan Matematika (S.Pd), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (S.Pd), S1 Ilmu Lingkungan (S.L), S1 Geofisika (S.Gf), S2 Ilmu Kimia (M.Si), S2 Biologi (M.Si), S3 Biologi (Dr), serta S3 Kimia (Dr).

FISH (Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum) 11 prodi yakni S1 Pendidikan Geografi (S.Pd), S1 Geografi (S.Geo), S1 Ilmu Administrasi Negara (SAP), S1 Pendidikan Sosiologi (S Pd), S1 Ilmu Hukum (SH), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (S.Pd), S1 Pendidikan Sejarah (S.Pd), S1 Pendidikan Pamcasila dan Kewarganegaraan (S.Pd), S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (M.Pd), S2 Administrasi Negara (MAP), serta S3 Administrasi Negara (Dr).

Pascasarjana 11 prodi yakni S2 Manajemen Pendidikan (M.Pd), S2 Pendidikan Olahraga (M.Pd), S2 Pendidikan Bahasa Inggris (M.Pd), S2 Pendidikan Bahasa Indonesia (M.Pd), S2 Pendidilan Ekonomi (M.Pd) S2 Pendidikan Teknolpgi dan Kejuruan (M.Pd), S2 Hukum (MH), S2 Pendidikan Matematika (M.Pd), S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (M.Pd), S2 Biokewirausahaan (M.Bio K) serta S3 Manajemen Kependidikan (Dr).

Baik Hendro maupun Karo Vivi berharap, para siswa SMA/SMK/sederajat memanfaatkan kesempatan untuk menjadi mahasiswa Unima yang kini berakreditasi Unggul lewat jalur penerimaan mahasiswa baru yang ada. (FA)

Meimonews.com – Mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan penuh makna, Polresta Manado menggelar Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan bakti sosial serta buka puasa bersama anak-anak di Panti Asuhan Sitti Khadijah, Kelurahan Kombos Barat, Kecamatan Singkil, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan lembaga kepolisian Resort Manado pimpinan Kombes Pol. Idham Halid ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kehadiran personil Polresta Manado disambut dengan penuh sukacita oleh anak-anak panti asuhan (PA) yang tampak bahagia dapat berbuka puasa bersama serta merasakan perhatian dan kepedulian dari jajaran kepolisian.

Selain berbuka puasa bersama, tim Polresta Manado juga menyerahkan bantuan sosial sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada anak-anak panti asuhan, dengan harapan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat serta menambah kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini.

Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menjelaskan, kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri, khususnya Polresta Manado kepada masyarakat. “Melalui Safari Ramadhan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan serta mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.

Ia berharap, kehadiran Polri dapat dirasakan sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat bagi masyarakat.

Menurutnya, momentum bulan suci Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat personil Polresta Manado dan anak-anak panti duduk bersama menunggu waktu berbuka puasa, saling berbincang dan berbagi cerita dalam nuansa penuh keakraban.

“Melalui kegiatan ini, Polresta Manado berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kemanusiaan dapat terus terjalin, sehingga tercipta hubungan yang harmonis serta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Manado, khususnya selama bulan suci Ramadhan,” sebut Iptu Agus. (AF)

Meimonews.com – Bentuk komitmen terhadap program percepatan penurunan stunting (PPS), Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo Diano Tino Tandaju menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada keluarga beresiko stunting.

Ada dua keluarga beresiko stunting di Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) yang diberikan bansos pada Jumat (20/2/2026).

Kepada Meimonews.com, lewat WhatsApp, Sabtu (21/2/2026), Tandaju menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas intervensi pencegahan stunting melalui dukungan langsung kepada keluarga yang membutuhkan.

Saat menyerahkan bansos, Tandaju menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta pemantauan rutin tumbuh kembang anak guna memastikan anak terhindar dari risiko stunting.

Keluarga penerima bantuan menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi kesehatan dan masa depan anak-anak mereka. (lex)

Meimonews.com – RSUP Kandou berkolaborasi dengan Yayasan Humanis Insani Indonesia (HATI) menggelar Bakti Sosial di Aula Klinik Kesehatan SMK Negeri 1 Tondano, baru-baru.

Kegiatan yang mengusung tema Berbagi Kasih, Solidaritas Nusantara Bagi Sesama ini dirangkaikan dengan pembagian paket sembako serta layanan pengobatan gratis bagi 100 lanjut usia (lansia).

Aksi ini menjadi wujud kepedulian sosial untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di momen Hari Kasih Sayang (Valentine Day).

Sebagai rumah sakit rujukan nasional di Sulawesi Utara, RSUP Kandou menurunkan tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga farmasi guna memberikan pelayanan kesehatan dalam baksos tersebut.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan mata, pemberian obat-obatan dasar dan vitamin, serta penyediaan alat kesehatan habis pakai yang dibutuhkan dalam pelayanan.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Starry Hamenta Rampengan turut hadir dan turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Dirut menyapa para lansia, memantau jalannya pelayanan kesehatan, serta memastikan seluruh proses pemeriksaan berjalan optimal dan humanis.

Dirut menyatakan bahwa keterlibatan RSUP Kandou dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperluas akses layanan kesehatan (yankes), khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia.

“Kami menyambut baik kolaborasi bersama HATI Indonesia dan komunitas lokal. Lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga kehadiran layanan kesehatan gratis ini diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Ketua Wanita Ne Toudano Patris Rumbayan menegaskan, organisasinya hadir sebagai wadah untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan semangat berbagi.

“Kami percaya bahwa gerakan sosial yang lahir dari ketulusan hati akan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus bersama rakyat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, RSUP Kandou dan HATI Indonesia berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial terus tumbuh, serta akses pelayanan kesehatan yang bermutu dapat semakin dirasakan masyarakat hingga ke daerah. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Manado Town Square (Mantos) yang diadakan di Mantos 3, Rabu (18/2/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas ESDM Sulut Fransiscus Maindoka, General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun, Kepala Dinas Kominfo Kota Manado Noviyanti Mongkau, Manager PLN UP3 Manado Revi Aldrian, Direktur Operasional Manado Town Square Rudy Wijaya, serta undangan lainnya.

Peresmian ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik serta percepatan transisi menuju energi bersih di Indonesia.

SPKLU berdaya 120 kW kini tersedia di area parkir Manado Town Square dengan dua slot pengisian.

Fasilitas ini diharapkan tidak hanya melayani pengguna kendaraan listrik yang sudah ada, tetapi juga menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk beralih ke penggunaan energi ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan dukungan terhadap kehadiran SPKLU di Manado Town Square dan berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kota Manado, khususnya dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik ke depannya. (elka)

Meimonews.com -Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru SNBP/SNBT/BP2 dan Workshop Penulisan Karya Ilmiah Bidang Akademik.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita, pimpinan Senat Unima, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Ketua UPA, Ketua dan Sekretaris Panitia PMB Unima (Hendro Sumual/Dekan Fatek dan Vivi Winny Saroinsong/Karo PKHM Unima) serta para puluhan kepala SMA/SMK/Sederajat negeri dan swasta se-Sulut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unima, Tondano, Kamis (19/2/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 2 Unima Donal Matheos Ratu mewakili Rektor Unima Joseph Philip Kambey ini menampilkan dua pembicara penting.

Pembicara pertama adalah Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dikda Sulut Bravo Turang dan pembicara kedua adalah Dekan Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian (FIPAK) Jeremia Mokosuli.

Sebelum penyampaian materi, Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unima Hendro Sumual menyampaikan beberapa hal terkait penerimaan Mahasiswa Baru Unima Tahun Akademik 2026/2027.

Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru juga berkesempatan menyampaikan beberapa hal penting.

Dijelaskan, momen sosialisasi dan penerimaan mahasiswa baru yang ditandai dengan kehadiran para Kepala Sekolah dari SMA/SMK terkemuka di Sulut merupakan momen kebeŕsamaan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memperoleh calon mahasiswa yang berkualitas sekaligus memperkuat lulusan.

Selain itu, merancang kerjasama untuk meningkatkan kompetensi guru dan melahirkan program-program yang berdampak pada naiknya angka keberhasilan dalam TKA tiap sekolah.

“Di sisi lain ini, adalah moment of memory, nostalgia para kepsek yang sebagian besar alumni untuk meniti kembali jalan kenangan selama menimba ilmu di Unima atau IKIP, sekaligus kerinduan berkontribusi bagi almamater tercinta,” ujar Warek Bidang Akadenik ini.

Turang dalam pemaparan materinya yang dimoderatori Christin Pajow dan pemandu Marcia Imelda Watulingas menjelaskan soal Diagnosa TKA dan Penguatan Praktik Pembelajaran : Langkah Nyata Meningkatkan IPM Sulawesi Utara.

Di akhir pemaparan materinya, Turang memaparkan tiga poin kesimpulannya. Pertama, dalam konteks peningkatan kualitas SDM, hasil tes kemampuan akademik (TKA) menjadi instrumen penting untuk memotret kualitas yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil TKA yang kjta lihat, pencapaian akademik yang baik pada tingkat sekolah menengah merupakan fondasi yang menentukan sejauh mana siswa survive di pendidikan lebih tinggi.

Kedua, dalam konteks IPM Sulut, khususnya dimensi pendidikan, peningkatan tidak hanya ditentukan oleh lama sekolah tetapi oleh kualitas kompetensi yang diperoleh selama bersekolah.

HLS 12,98 menunjukkan peluang yang beaar. Namun, peluang itu hanya akan berdampak jika diikuti dengan mutu pembelajaran yang konsisten dan terukur.

Ketiga, kepala sekolah tidak boleh lagi hanya fokus pada target administratif agar siswa sekadar lulus dan menerima ijasah. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memastikan bahwa lulusan kita benar-benar memiliki kompetensi yang layak dan motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke oerguruan tinggi.

Mokosuli memaparkan materi Analisis bibliometrik potensi pengembangan guru SMA, penulisan karya ilmiah guru dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penjenjangan karier.

Di akhir pemaparannya, Mokosuli membagikan pemdapatnya tentang langkah guru. Ada lima tahap yakni tahap pertama, pemilihan topik; tahap kedua, persiapan metodologis; tahap ketiga, pelaksanaan; tahap keempat, analisis dan penulisan; serta tahap kelima, publikasi.

Di sesi tanya-jawab, Ketua Senat Unima Herry Sumual dan Kepala SMA Negeri 9 Manado Hendra Massie memanfaatkan sesi tersebut dengan memberikan masukkan dan pertanyaan. (FA)

Meimonews.com – Bersamaan dengan momen Hari Valentine Tahun 2026, RSUP Kandou menggelar peringatan Hari Kanker Anak Sedunia Tahun 2026.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati mewakili Direktur Utama Starry Homenta Rampengan ini diadakan di Ruang Perawatan Estella, baru-baru.

Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia ini menjadi wujud komitmen RSUP Kandou dalam memberikan dukungan tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga dukungan moral dan emosional bagi pasien dan keluarga, sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam perjuangan melawan kanker.

Dalam suasana penuh kebersamaan, Yune bersama jajaran manajemen membagikan bunga bagi masyarakat dan cokelat kepada pasien anak yang tengah menjalani perawatan di Ruang Estella.

Senyum dan keceriaan tampak menghiasi wajah anak-anak yang menerima perhatian dan kasih sayang tersebut.

“Saat ini, kita merayakan Hari Kanker Anak Sedunia, sekaligus memperingati Hari Kasih Sayang (Valentine). Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menebarkan cinta, perhatian, dan semangat bagi anak-anak hebat yang sedang berjuang melawan kanker,” ujar Yune.

Sebagai Direksi RSUP Kandou, Yune mengajak seluruh pihak untuk mendoakan anak-anak yang tengah menjalani pengobatan agar diberikan kekuatan, kesehatan, serta kesembuhan.

“Kiranya anak-anak dan keluarga senantiasa diberi kesehatan, kesembuhan, semangat, dan harapan dalam setiap proses pengobatan yang dijalani,” ujarnya.

Yune turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dokter, perawat, serta tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang telah berdedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien anak penderita kanker. (Fer)

Meimonews.com – Rabu Abu (Rabu, 18/2/2026) menjadi momen penting dan pembuka Masa Prapaskah Tahun 2026 bagi umat Katolik sedunia.

Terkait dengan itu, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Puasa dengan tema Satu Gereja : Satu Visi Satu Misi, Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan.

Surat Gembala yang dikeluarkan Selasa (17/2/2026) ini ditujukan kepada para pastor, biarawan/wati, serta umat Katolik yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Disebutkan, pada Rabu Abu, umat Katolik memulai Masa Prapaskah atau Masa Puasa. “Ciri khas masa Prapaskah ialah mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan dan membina tobat,” sebut Uskup.

Tema Masa Prapaskah Tahun 2026 (Satu Gereja : Satu Visi Satu Misi, Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan) ini, jelasnya, sesuai dengan salah satu ciri khas Masa Prapaskah yakni mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan.

Kita hendak merenungkan makna pembaptisan kita, identitas kita, siapakah kita, jati diri dan martabat kita sebagai gereja.

Selain itu, sesuai pula dengan visi gereja Katolik Keuskupan Manado yakni Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jadi diri dan martabatnya dalam komunitas yang berbasis sabda, iman dan persaudaraan, kerasulan dan masyarakat.

Dijelaskan, selama Masa Prapaskah, tema-tema ini menjadi arah spiritual dan pastoral untuk bergerak bersama dalam satu nafas iman, visi dan misi. Dan dalam Masa Prapaskah ini pengembangan jati diri dan martabat gereja Katolik sebagai satu persekutuan umat untuk menjadi terang dan garam serta sebagai Sakramen Keselamatan, kita ungkapkan dan wujudkan sebagai gerakan/aksi ke dalam maupun ke luar melalui kegiatan devosi, doa dan liturgi serta aksi-aksi nyata untuk menghadirkan secara berkualitas pengharapan menuju kemuliaan/kegembiraan kebangkitan.

Pimpinan gereja yang lahir di Lembean, Minahasa Utara ini menegaskan, sebagai satu gereja dalam keberagaman, gereja Keuskupan Manado yang sinodal dan misioner dipanggil dan diutus untuk berjalan bersama-sama dengan hirarki, hidup bakti dan awam, pemerintah, umat beragama dan aliran kepercayaan, orang miskin, lanjut usia dan difabel.

Pokok ini pulalah yang dalam kunjungan pastoralnya ke seluruh keuskupan yang luas ini ia selalu ingatkan dan tegaskan, sebagaimana yang sesungguhnya pernah diungkapkan Paus Fransiskus bahwa kita sebagai satu gereja, satu visi dan misi berada dalam satu kapal yang sama yaitu kapal Keuskupan Manado sebagai persekutuan umat yang saling terhubung dan terikat.

“Kita berada bersama, berlayar bersama, berjalan bersama, bergerak bersama, diutus bersama, bergembira dan berharap bersama sebagai garam dan terang dunia di manapun kita berada,” jelasnya.

Masa Prapaskah ini, menurut Mgr. Rolly, merupakan waktu yang baik untuk menyadari kembali apa sesungguhnya identitas serta jati diri kita sekaligus menyadari dan mengakui hal-hal yang barangkali menyebabkan kita belum atau tidak hidup, hadir dan berkembang sesuai jati diri dan martabat kita itu.

Masa Prapaskah ini, tambahnya, tidak sekedar diisi dengan pelbagai macam kegiatan doa/liturgi, puasa dan pantang maupun aksi sosial karitatif, sesuai program pribadi, keluarga wilayah rohani, paroki atau kevikepan tetapi juga sebagai kesempatan untuk berubah, untuk bertransformasi dalam menghayati iman, hidup, karya dan pelayanan kita.

Pada Masa Prapaskah ini, uskup mengajak melaksanakan tradisi berpuasa dan pantang. Puasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung sedang Pantang dilaksanakan selain pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung tapi juga pada setiap hari Jumat selama masa Prapaskah.

Pemberlakuan bagi mereka yang berpuasa dan pantang serta bagaimana berpuasa dan apa saja yang menjadi pantangan selama Masa Prapaskah disebutkan dalan Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado Tahun 2026.

“Marilah dengan penuh pengharapan dan sukacita iman kita memasuki masa Prapaskah ini,” tutup Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado Tahun 2026. (lexie)

Meimonews.com – Memasuki masa Prapaskah Tahun 2026, Paus Leo XIV mengeluarkan Pesan Masa Prapaskah dengan tema Mendengarkan dan Berpuasa. Masa Prapaskah sebagai Masa Pertobatan.

Pesan Pemimpin Gereja Katolik Sedunia ini dikeluarkan dari Vatikan pada Peringatan Santa Agatha, Perawan dan Martir, Kamis (5/2/2026).

Berikut pesan Paus Leo XIV tersebut, yang dikutip Meimonews.com dari suatu sumber.

Masa Prapaskah adalah masa di mana Gereja, dengan keheningan keibuan, mengajak kita untuk menempatkan misteri Allah kembali di pusat kehidupan kita, agar iman kita dapat memperoleh kembali keseimbangan dan hati kita tidak tersesat di tengah kekhawatiran dan gangguan kehidupan sehari-hari.

Setiap gerakan pertobatan dimulai ketika kita membiarkan Sabda menjangkau kita dan menerimanya dengan kerendahan hati. Oleh karena itu, terdapat hubungan antara karunia Sabda Allah, keramahan yang kita berikan kepadanya dan transformasi yang ditimbulkannya.

Karena alasan ini, perjalanan rohani di Prapaskah ini menjadi kesempatan yang baik untuk mendengarkan suara Tuhan dan memperbarui tekad kita untuk mengikuti Kristus, berjalan bersama-Nya di jalan menuju Yerusalem, tempat misteri Sengsara, Kematian dan Kebangkitan-Nya digenapi.

Mendengarkan
Tahun ini, saya ingin menarik perhatian, pertama dan terutama, pada pentingnya memberi ruang bagi Sabda Allah melalui mendengarkan, karena kemauan untuk mendengarkan adalah tanda pertama dari keinginan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Allah sendiri, yang menyatakan diri-Nya kepada Musa di semak yang terbakar, menunjukkan bahwa mendengarkan adalah ciri khas keberadaan-Nya: “Aku telah melihat penderitaan umat-Ku di Mesir dan telah mendengar seruan mereka” (Keluaran 3:7).

Mendengarkan seruan orang-orang yang tertindas adalah awal dari kisah pembebasan, di mana Tuhan juga melibatkan Musa, mengutusnya untuk membuka jalan keselamatan bagi anak-anak-Nya yang diperbudak. Dialah Allah yang terlibat, yang hari ini juga menjangkau kita dengan pikiran-pikiran yang menggerakkan hati-Nya.

Karena alasan ini, mendengarkan Sabda dalam liturgi mengajarkan kita untuk lebih benar-benar mendengarkan realitas: di antara banyak suara yang meresap dalam kehidupan pribadi dan sosial kita, Kitab Suci memungkinkan kita untuk mengenali suara yang muncul dari penderitaan dan ketidakadilan, sehingga suara itu tidak dibiarkan tanpa jawaban.

Memasuki disposisi batiniah penerimaan ini berarti membiarkan diri kita diajar oleh Tuhan hari ini untuk mendengarkan seperti yang Dia lakukan, sampai pada titik menyadari bahwa “kesulitan orang miskin merupakan seruan yang, sepanjang sejarah manusia, terus-menerus menantang kehidupan kita, masyarakat kita, sistem politik dan ekonomi kita, dan, yang tidak kalah pentingnya, Gereja juga.”

Puasa
Jika Masa Prapaskah adalah waktu untuk mendengarkan, puasa adalah praktik konkrit yang mempersiapkan kita untuk menerima Sabda Tuhan. Menahan diri dari makanan, sebenarnya, adalah latihan asketis kuno dan tak tergantikan di jalan pertobatan.

Justru karena melibatkan tubuh, hal itu membuat lebih jelas kita “lapar” akan apa dan apa yang kita anggap penting untuk keberlangsungan hidup kita. Oleh karena itu, puasa berfungsi untuk membedakan dan mengatur “nafsu” kita, untuk menjaga rasa lapar dan haus kita akan keadilan tetap terjaga, membebaskannya dari keputusasaan dan mengarahkannya untuk menjadikannya sebagai doa dan tanggung jawab terhadap orang lain.

Santo Agustinus, dengan kehalusan spiritualnya, memungkinkan kita untuk melihat ketegangan antara pemenuhan masa kini dan masa depan yang meresap dalam pemeliharaan hati ini ketika ia mengamati:

“Selama hidup di bumi, adalah sifat manusia untuk lapar dan haus akan keadilan, tetapi untuk dipuaskan olehnya adalah milik kehidupan selanjutnya. Para malaikat dipenuhi dengan roti ini, makanan ini. Manusia, di sisi lain, lapar akan hal itu; mereka semua mendambakannya. Kerinduan akan keinginan ini memperluas jiwa, meningkatkan kapasitasnya.”

Puasa, yang dipahami dalam pengertian ini, memungkinkan kita tidak hanya untuk mendisiplinkan keinginan, untuk memurnikan dan membebaskannya, tetapi juga untuk memperluasnya, sehingga keinginan-keinginan itu berpaling kepada Tuhan dan diarahkan untuk melakukan kebaikan.

Namun, agar puasa tetap berjalan sesuai dengan kebenaran Injilnya dan menghindari godaan untuk membangkitkan hati dengan kesombongan, puasa harus selalu dijalani dalam iman dan kerendahan hati.

Hal ini membutuhkan tetap berakar dalam persekutuan dengan Tuhan, karena “mereka yang tidak tahu bagaimana memelihara diri mereka dengan sabda Tuhan tidak benar-benar berpuasa.”

Sebagai tanda nyata komitmen batin kita untuk menjauhkan diri, dengan dukungan rahmat, dari dosa dan kejahatan, puasa juga harus mencakup bentuk-bentuk pengekangan lain yang bertujuan untuk memungkinkan kita mengadopsi gaya hidup yang lebih sederhana, karena “hanya kesederhanaan yang membuat kehidupan Kristen kuat dan otentik.”

Oleh karena itu, saya ingin menghantar saudara-saudari pada bentuk pengekangan yang sangat konkret dan seringkali kurang dihargai: pengekangan dari kata-kata yang menyakiti dan melukai sesama kita.

Marilah kita mulai dengan membersihkan bahasa kita, menolak kata-kata kasar, penilaian yang terburu-buru, berbicara buruk tentang mereka yang tidak hadir dan tidak mampu membela diri, dan fitnah.

Sebaliknya, marilah kita berusaha untuk belajar menilai kata-kata kita dan menumbuhkan kebaikan: dalam keluarga kita, di antara teman-teman, di tempat kerja, di media sosial, dalam debat politik, di media, di komunitas Kristen. Maka banyak kata-kata kebencian akan digantikan oleh kata-kata harapan dan perdamaian.

Bersama-sama
Akhirnya, Masa Prapaskah menyoroti dimensi komunal dari mendengarkan Sabda dan praktik puasa. Kitab Suci juga menekankan aspek ini dalam banyak hal. Misalnya, dalam kitab Nehemia, diceritakan bahwa orang-orang berkumpul untuk mendengarkan pembacaan Kitab Hukum secara umum dan, dengan berpuasa, mempersiapkan diri untuk pengakuan iman dan ibadah, sehingga memperbarui perjanjian mereka dengan Allah (lihat Neh 9:1-3).

Demikian pula, paroki kita, keluarga, kelompok gereja dan komunitas religius dipanggil untuk melakukan perjalanan bersama selama Masa Prapaskah, di mana mendengarkan Sabda Allah, serta seruan kaum miskin dan bumi, menjadi bentuk kehidupan bersama dan puasa menopang pertobatan yang sejati.

Dalam konteks ini, pertobatan tidak hanya menyangkut hati nurani individu, tetapi juga gaya hubungan, kualitas dialog, kemampuan untuk membiarkan diri kita ditantang oleh kenyataan dan untuk mengenali apa yang benar-benar membimbing keinginan kita, baik dalam komunitas gerejawi kita maupun dalam dahaga umat manusia akan keadilan dan rekonsiliasi.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita memohon rahmat masa Prapaskah yang akan membuat telinga kita lebih memperhatikan Tuhan dan orang-orang yang paling kurang beruntung.

Marilah kita memohon kekuatan puasa yang juga menyentuh lidah kita, sehingga kata-kata yang menyakitkan dapat berkurang dan ada lebih banyak ruang bagi suara orang lain. Dan marilah kita berusaha untuk memastikan bahwa komunitas kita menjadi tempat di mana seruan orang-orang yang menderita diterima dan mendengarkan menghasilkan jalan pembebasan, membuat kita lebih siap dan bersemangat untuk berkontribusi dalam membangun peradaban kasih.

Dengan sepenuh hati saya memberkati kamu semua dan perjalanan rohani masa Prapaskahmu. (*)