Meimonews.com – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat Tahun 2026 resmi ditutup, Jumat (14/8/2026).

Penutupan kegiatan yang diadakan di Auditorium Unsrat Manado dan diikuti sekitar 1.000 mahasiswa baru (maba) perwakilan 11 fakultas di lingkungan Unsrat ini dilakaukan Wakil Rektor 1 Arthur Gehart Pinaria, mewakili Plt. Rektor Jamaluddin Jompa.

Sementara itu, maba baru lainnya mengikuti penutuan kegiatan di fakultas masing-masing oleh Dekan Fakultas.

Berdasarkan data yang dijelaskan Pinaria, ada.5.000-an maba yang diterima lewat jalur prestasi, jalur tes dan jalur mandiri. Sebanyak 5018 maba yang telah terdaftar dan memiliki nomor induk mahasiswa (NIM).

Dalam sambutannya kerika menutup kegiatan, Pinaria berterima kasih dan mengapresiasi atas keikutsertaan para maba baik yang dilaksanakan di fakultas masing-masing (hari pertama dan kedua) maupun yang hadir pada kegiiatan di Auditorium Unsrat (hari kedua).

Pinaria memberi semangat kepada maba ini untuk proses.perkuliahannya di fakultas pilihan mereka, serta bisa menyelesaikan dengan tepat waktu.

Salah satu maba ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya berterima kasih mereka bisa diterima di universitas kebanggaan Sulawesi Utara.

Kepada pimpinan universitas dan fakultas serta panitia disampaikan terima kasih karena telah menerima dengan baik di saat pelaksanaan PKKMB.

Kepada rekan-rekan maba diajak untuk saling mengenal satu sama lain, dan bergandengan tangan menyambut masa depan yang cerah serta menjadikan tempat perkuliahan sebagai tempat pembuktian bahwa kita adalah mahasiswa yang cerdas dan memiliki attitude yang baik. (FA)

Meimonews.com – Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase kehidupan yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab serta kemampuan untuk menentukan arah masa depan. Menjadi mahasiswa bukan sekedar datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, kemudian memperoleh gelar.

Masa studi di perguruan tinggi harus menjadi kesempatan untuk membentuk kemampuan akademik, karakter, integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Unsrat dengan agenda kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat 2026 di Auditorium Unsrat Manado, Jumat (14/8/2026).

“Karena itu, sejak hari pertama saudara menjadi mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, saya mengajak saudara untuk memiliki satu tekad yang kuat yaitu menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Lulus tepat waktu, menurut Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar ini, bukan berarti sekadar mengejar kecepatan. Lulus tepat waktu berarti mampu mengelola kesempatan, membuat prioritas, menjaga konsistensi, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

Oleh karenanya, Plt. Rektor mengajak para maba untuk menyusun target akademik sejak awal. Pahami kurikulum, program studi, rencanakan mata kuliah dengan baik, jaga prestasi akademik, dan bangun komunikasi yang aktif dengan dosen pembimbing akademik, dan teman-teman di prodi (program studi).

“Ketika menghadapi kesulitan, jang membiarkan berlarut-larut. Bertanyalah berdiskusilah, dan manfaatkan berbagai fasilitas serta layanan akademik yang telah disediakan oleh universitas,” sebutnya.

Menurut guru besar dan dosen bidang Biologi dan Ekologi Kelautan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas ini, keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan.

Banyak orang yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi keberhasilan membutuhkan membutuhkan lebih dari itu. Dibutuhkan disiplin untuk tetap belajar ketika menghadapi kesulitan, ketekunan ketika hasil belum sesuai harapan, serta keberanian untuk bangkit ketika mengalami kegagalan.

Akademisi kelahiran Takalar (Sulsel), 8 Maret 1967 ini menyentil pula tokoh bangsa asal Sulut (dijadikan nama universitas) yakni Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi yang mewariskan semangat Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain). “Semangat tersebut harus menjadi bagian dari perjalanan saudara di kampus ini,” tandasnya.

Dikemukakan, pendidikan yang ditempuh bukan hanya untuk memperoleh pekerjaan atau meningkatkan kehidupan pribadi, tetapi juga untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga masyarakat, daerah, bangsa dan negara

Waktu, jelasnya, akan berjalan dengan sangat cepat. Karena itu jangan sia-siakan kesempatan yang telah diperoleh. “Datanglah ke kampus dengan tujuan. Ikutilah setiap proses dengan sungguh-sungguh.Tetapkan target kelulusan sejak sekarang, kemudian buktikan target tersebut melalui disiplin dan kerja keras setiap hari,” ajaknya.

Usai memberikan sambutan, Plt. Rektor di dampingi Wakil-wakil Rektor, pimpinan senat universitas dan panitia, memasangkan atribut almamater kepada perwakilan fakultas-fakultas, yang di dampingi para dekan, setelah itu (sebelum sidang senat ditutup), para maba mengucapkan janji mereka. (FA)

Meimonews.com – Jamaluddin Jompa telah ditunjuk Mendiktisantek RI (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia) sebagai Plt (Pelaksana Tugas) Rektor Unsrat pada 4 Agustus 2026.

Sejumlah tugas utama dipercayakan Mendiktisaintek RI untuk dilaksanakannya, sebagaimana sudah dipaparkan saat Rapat Pimpinan Unsrat, Rabu (5/8/2026).

Sejalan dengan itu dan untuk tindaklanjutnya maka sebagai Plt Rektor, Jumpo akan mengadakan konsolidasi dan ingin membangun Unsrat tetap kokoh dan tidak boleh tergoyahkan karena adanya status Plt Rektor.

“Plt Rektor hanyalah administratif, tetapi yang melaksanakan tugas Plt harus sukses dan bertanggung jawab,” ujarnya kepada wartawan usai memberikan sambutan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Di dampingi Wakil Rektor 2 Roike Iwan Montolalu, Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah, Humas Unsrat Max Rembang dan Staf Khusus Bidang Kemahaaiawan Ronny Gosal, Jompa menegaskan, ia harus all out dan memastikan seluruh proses akademik tetap berjalan dengan baik, proses tridharma perguruan tinggi tidak boleh ada yang terkurang, apalagi terhenti hanya karena adanya status Plt.

Ia berharap kehadirannya di Unsrat akan memberi angin segar. Ia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat Mendiktisaintek RI yang mengangkatnya menjadi Plt Rektor.

“Karena perintah Menteri maka saya memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan perintah tersebut. Harus menyediakan waktu dan energi untuk melaksanakan perintah tersebut,” ujar guru besar dan dosen di bidang Biologi dan Ekologi Kelautan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.

Ia ingin agar Unsrat memiliki SIM (sistem informasi managemen). Oleh karenanya, ia akan memproses program digital office electronic. Surat-surat yang keluar harus menggunakan sistem tersebut.

Diakui, memang sulit membagi waktu karena ada dua jabatan yang diembannya sekarang (Rektor Unhas Makassar dan Plt. Rektor Unsrat Manado). Bolak – balik Manado – Makassar. Oleh karena itu, ke.depan AI (Artificial intelligence) akan dijadikan program prioritas.

Ditegaskan, kepemimpinan harus berbasis AI administrasi. Kita harus membuat sistem agar keluhan masyarakat bisa segera dilayani. Agar ada kepuasan dari masyarakat.

“Saya pendatang baru tapi saya ingin agar Unsrat akan lebih maju lagi,’ ujar akademisi kelahiran Takalar (Sulsel), 8 Maret 1967 ini. (Lexie)

Meimonews,com – Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa melakukan road show untuk memantau pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat Tahun 2026, Kamis (13/8/2026)

Sebelas fakultas yang ada di lingkungan Unsrat dikunjungi Plt Rektor yang di dampingi Wakil Rektor 1 / Plt Wakil Rektor 3 Arthur Gehart Pinaria, Wakil Rektor 2 Royke Iwan Montolalu, dan Wakil Rektor 4 Steeni Edward Wallah.

Ketika tiba di fakultas-fakultas, Plt.Rektor dan tim diterima para Dekan dan Wakil Dekan serta staf. Setelah itu, Plt Rektor dan tim menuju tempat pelaksanaan PKKMB.

Selain menyapa para mahasiswa baru (maba), Plt. Rektor dan tim menyempatkan waktu untuk foto bersama.

Walau hanya dalam waktu singkat/terbatas, para maba sangat antusias melaihat kehadiran Plt. Rektor Unsrat, yang adalah Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar.

Sesuai jadual, Plt Rektor akan bertatap muka lagi dengan para maba tapi dengan junlah terbatas di Auditorium Unsrat, Jumat (14/8/2026) pagi. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 372 mahasiswa baru (Maba) Fakultas Kedokteran (FK) Unsrat menjalani Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.

Maba tersebut terdiri dari 196 mahasiswa Kedokteran Umum (KU), 129 Ilmu Keperawatan (IK), dan 47 Kedokteran Gigi (KG).

Kegiatan PKKMB yang dibuka pelaksanaannya oleh Dekan FK Unsrat Billy Johnson Kepel ini diadakan di aula fakultas, Kamis – Jumat (13-14/8/2026). Sejumlah pimpinan fakultas tampil membawakan materi.

Di awal sambutan sekaligus memaparkan materi, Dekan menyapa para maba dengan ucapan selamat datang dan selamat bergabung di dunia kampus, dunia yang berbeda ketika para maba masih dalam dunia waktu SMA.

Dekan memotivasi mereka untuk menggapai cita-cita sebagai dokter, dokter gigi dan ners (perawat). “Untuk mencapai cita-cita ini, ada strategi yang harus mereka lakukan dalam hal pembelajaran atau pendidikan mereka,” ujar Dekan.

Strategi itu, menurutnya, walau secara umum ada di fakultas, tetapi spesifikasinya adalah mereka sendiri yang menemukan itu. Dan secara keseluruhan, mereka secara kumulatif bisa menunjang karena mereka bagian dari fakultas, bisa menunjang pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran dari Fakultas Kedokteran Unsrat.

Dari visi tersebut, jelasnya, .terbawa visi Unsrat yang unggul dan berbudaya tapi ada penajaman di aspek kesehatan pariwisata. “Itu ciri keuanggulan Fakultas Kedokteraan Unsrat yang tentunya diterjemahkan, lebih dispesifikasi di empat misi,” tandasnya.

Mantan Wakil Rektor 4 Unsrat ini lantas menguraikan empat misi tersebut. Misi pertama dan kedua adalah pencapaian tridharna perguruan tinggi, pendidikan, penelitian dan pemgabdian, kemudian misi ketiga, terkiat dengan membangun jejaring, berkolaborasi yang memperkuat pencapaian tridharma perguruan tinggi.

Miisi keempat memperkuat tata kelola, kesisteman Fakultas Kedokteran untuk diberdayakan guna pencapaian tridharna perguruan tinggi tersebut.

“Inilah yang harus diterjemahkan dan mereka dibekali supaya mereka menjadi bagian dari pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran fakultas.,” tandasnya.(FA)

Meimonews.com – Willem Hanny Rawung yang saat ini memegang jabatan Kepala SMA Negeri 7 Manado dipercayakan menjadi salah satu narasumber Seminar Nasional PKM Series.

Seminar yang diselenggarakan Ikatan Dosen Katolik Indonesia (IKDKI) bekerjasama dengan Perkumpulan Kawanua Katolik (Kawkat) Mahesaan dan Ikatan Alumni (IKAL Seminari Pineleng secara zoom meeting ini diadakan pada Jumat (14/8/2026) jam 19.00 Wita – selesai.

Seminar mengusung tema Penguatan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Dalam Mensukseskan Program Asta Cita di Kawasan Indonesia Timur

Narasumber lainnya (selain Rawung) adalah Direktur Urusan Agama, Dirjen Bimas Katolik Kementrian Agama RI Salman Habeahan, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng Pastor Barnabas Ohoiwutun, Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Don Bosco Tomohon Pastor Hadi Ignatiis Untu.

Bertindak sebagai moderator Kepala Program Studi Magister Manajemen dan Kewirausahaan, Universitas Agung Podomoro Jakarta Vanesa Happy Valentina.

Acara diakhiri dengan Penandatanganan Kerjasama (MoU/memorandum of Understanding) antar universitas dan organisasi masyarakat dalam menunjang kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. (LAF)

Meimonews.com – Sejumlah acara mewarnai pembukaan Dies Natalis ke-63 Fakultas Peternakan Unsrat, yang dipusatkan di halaman fakultas, Rabu (12/8/2026).

Acara-acara tersebut di antaranya adalah Jalan Sehat serta Lomba Kupas Telur dan Memasak Telur Mata Sapi.

Civitas akademik Fakultas Peternakan Unsrat, sejumlah Dekan di lingkungan Unsrat dan undangan lainnya hadir pada kegiatan yang penuh kegembiraan dan kebersamaan ini.

Wakil Rektor 2 (Bidang Keuangan dan Umum) Unsrat Roike Iwan Montolalu, mewakili Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa melepas Jalan Sehat melakukan pelepasan balon sebagai tanda dimulai rangkaian perayaan syukur tersebut.

Setelah para peserta jalan sehat tiba di garis finish, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan lainnya.

Dalam sambutannya, Montolalu menegaskan, Dies Natalis ke – 63 bukan hanya perayaan, tapi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan institusi yang dibangun melalui kerja keras, pengabdian, kebersamaan serta kontribusi dari para pendahulu.

Dengan tema Peternakan Maju, Rakyat Sejahtera, sebut Montolalu kemajuan peternakan tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah produksi atau populasi ternak, tetapi dari sejauh mana mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.

Diingatkan Fakultas Peternakan Unsrat harus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi serta kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dekan Fakultas Peternakan Unsrat Stanly Lombogia dalam sambutannya mengatakan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan harus terintegrasi langsung dengan kebutuhan peternak di lapangan, sehingga mampu mendongkrak produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado siap menggelar Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat Tahun 2026.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan Kamis – Jumat (13-14/8/2026). Tak kurang dari 5.000 mahasiswa baru (Maba) dari 11 fakultas telah terdaftar untuk ikut dalam kegiatan ini.

“Sampai kemerin (Selasa, 11/8/2026)i, sudah 5.000-an orang akan ikut dalam PKKMB tahun ini,” ujar Humas Unsrat Max Rembang dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Jumlah tersebut, sebutnya, akan bertambah, sesuai jumlah maba yang lulus penerimaan tahun 2026 lewat tiga jalur yakni .jalur prestasi (SNBP), jalur test (SNBT), dan jalur mandiri (T2). “Hari ini masih dibuka pendaftarannya,” jelasnya.

Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria

Dihubungi Meimonews.com, Wakil Rektor 1 Arrhur Gehart Pinaria menjelaskan, kegiatan PKKMB dilakukan untuk pengenalan budaya, norma dan etika komunitas kampus.

“Budaya kampus ialah suatu sistem nilai kebenaran akademik yang jadi patokan berpikir, bersikap dan bertindak komunitas kampus,” ujar Pinaria, yang juga menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor 3 Unsrat.

Sementara itu, tambahnya, norma kampus berkaitan dengan aturan-aturan akademik dan non akademik yang ditetapkan untuk diataati oleh komunitas kampus dan etika akademik merupakan pedoman sikap dan tindakan komunitas kampus dalam berinterkasi didalam atau diluar kampus.

Menurutnya, tujuan dari budaya, norma dan etika akademik tersebut diberikan dalam kegiatan PKKMB untuk membangun atmosfir akademik bagi komunitas kampus.

Hal-hal yang dijelaskan tersebut, antara lain menjadi materi yang akan diberikan kepada para maba pada PKKMB tahun 2026. (FA)

Meimonews com – Sebanyak 460 guru dan sekitar 40 kepala sekolah perwakilan persekolahan PAUD, SD, SMP hingga SMA di bawah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Agung Merauke mengikuti kegiatan Penguatan Esensi Dasar di Rumah Bina Pankat, Kelapa Lima (Merauke), 27 Juli – 1 Agustus 2026.

Dalam kegiiataan tersebut, para guru dan kepala sekolah yang ada di Kota Merauke dan daerah – daerah pelosok Papua Selatan ini mendapat pembekalan materi terkait Artificial Inttelligence /AI (kecerdasan buatan), Dampak Digitalisasi Medsos, dan Filsafat Pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema Pelatihan AI, Coding, serta Penguatan Esensi Dasar Pendidikan ini dipuncaki dengan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 SMA St. Yoanes XXIII sebagai SMA pertama di Papua Selatan, yang diawali msa syukur di Gereja Katedral Merauke dan dilanjutkan dengan ramah-tamah di kompleks sekolah.

Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademik Komunitas Dinas Pendidikan Peovinsi Papua Selatan Oliva Koneng (mewakili Kepala Dinas), dan dihadiri Ketua Yayasan YPPK Keuskupan Agung Merauke RD Alowisius Kelbulan serta pemateri seminar AI RD Christy Mahendra, Anggota YPPK Richard Dumatubun dan Frits Hernan Pangemanan.

 

Kegiatan ini merupakan langkah strategis YPPK bersama Tim Mutu dan pengelola sekolah-sekolah Katolik se-Keuskupan Agung Merauke untuk mencerdaskan para Insan Pendidikan Katolik (IPK) dalam isu-isu terkini medsos, termasuk dampak AI, serta penguatan hakikat dasar pendidikan Katolik dari sisi filosofi pendidikan.

“Melihat antusias para guru dalam seminar ini, terutama topik AI (Kecerdasan Buatan)
bagi pembelajaran sekolah dan dampak medsos bagi dunia pendidikan, kami merencanakan untuk melanjutkan seminar serupa ke lebih banyak sekolah di wilayah-wilayah pelosok Papua selatan,” ujar Ketua YPPK Pastor Kelbulan.

Langkah strategis seminar ini, jelasnya, sejalan dengan Piagam Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia hasil Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik (KOSDIK II) 24-26 Juni 2026 di Jakarta, yang mendorong Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) untuk menyikapi secara serius dampak teknologi, medsos, terutama kecerdasan buatan.

Menurutnya, mengikuti mandat Piagam Sinodal, LPK harus menyiapkan murid agar mampu memahami, menggunakan, dan mengkritisi teknologi –termasuk kecerdasan buatan– tanpa kehilangan kebijaksanaan, relasi personal, hati nurani, dan tanggung jawab moral.

Karena alasan itu, YPPK Keuskupan Agung Merauke menegaskan tujuan seminarnya adalah untuk lebih memerkaya potensi guru dan kepala sekolah agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi pengembangan ekosistem pendidikan Katolik yang bermutu, berkarakter, bermartabat, dan berkelanjutan.

Karena visi dasar pemberdayaan Insan Pendidikan Katolik (IPK), seperti ditegaskan Piagam Sinodal, adalah menjadikan mereka kurikulum hidup dan saksi iman ewat kaderisasi kepemimpinan yang melayani dan profetik.

Dalam pemaparan materinya, Pastor Christy (Dosen Teknik Informatika Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Yos Sudarso Purwokerto) menyajikan seluk-beluk AI, sejarah dan evolusi AI yang meliputi expert system, machine kearning, big data hingga AI modern.

Para guru dengan antusias mengikuti pengenalan bahasa oemrograman AI, yang
meliputi bahasa tingkat rendah yang cepat dan efisien; dipakai untuk optimasi algoritma dan sistem AI tertanam (embedded).

Para guru YPPK dari pelosok daerah Papua Selatan ini tidak ketinggalan diperkenalkan cara kerja AI (simulasi) yang meliputi slur data, pelatihan model, hingga hasil-hasil prediksi AI; Algoritma dalam AI yang mencakup machine learning klasik, deep learning, dan reinforcement learning; serta teknologi AI, glgenerative AI dan tren terbarunya yang mencakup hierarki AI, LLM, sgentic AI, dan arah perkembangan terkini.

Secara umum, para guru diperkenalkan dengan proses coding (koding) teknologi AI yang memungkinkan para guru mampu menulis perintah dalam bahasa pemrograman agar komputer dapat menjalankan tugas secara otomatis.

Para guru diajak berpikir komputasional yang melatih logika dan pemecahan masalah rumit dengan skema-skema kerja AI yang menuntun pada literasi teknologi dengan memahami cara kerja mesin cerdas, pengelolaan data, dan dasar pemograman.

Semua ini sangat berguna bagi para guru untuk mengaplikasikannya pada pembelajaran kelas yang menggunakan teknologi modern serta secara bersamaan para guru dilengkapi dengan standar etika digital yang membantu para guru maupun siswa di kelas memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi secara aman dan bijak untuk terhindar dari rambu-rambu hukum IT.

Sejalan dengan kebijakan Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses PM, pemateri Frits mengangkat trilogi filsafat Yunani yang menawarkan lima hakikat dasar pendidikan yang tetap relevan hingga kini.

Kelima faktor itu, mencakup pertama, Identitas guru dengan hakikat tugas dan misi dalam pendidikan; kedua, metode pembelajaran sebagai seni-mengajar untuk melahirkan pengetahuan anak didik; ketiga, tools sebagai teknik-teknik khusus pembelajaran; keempat, hakikat pendidikan yang mendasari seluruh proses belajar-mengajar; dan kelima oaradigma yang membentuk model pembelajaran membatin dalam diri pendidik.

Mengikuti cara berpikir Yunani, sebutnya, identitas guru ibarat bidan ide, pengetahuan, dan pengenalan diri. Ia hadir di kelas sebagai bidan yang melahirkan pengetahuan lewat dialog-dialog.

Hakikat pendidikan, menurutnya, adalah pengenalan dan penemuan utuh diri manusia. Ucapan masyhur Sokrates diabadikan Plato dalam karyanya Apology yakni tanpa pengenalan diri, hidup manusia tidak bermakna, tak layak dihidupi. Paradigma pendidik dalam perspektif ini bak penemu harta karun di hati murid yang belum tercerahkan.

Diungkapkan, fungsi guru lalu menjadi pembawa pencerahan siswa tentang realitas sesungguhnya yang belum terpahami. Tools ke arah pengetahuan ini oleh Plato disebut dialektika yang memberi penyelarasan atas Tripartite Soul antara nalar (kepala), moralitas dan keyakinan (dada dan hati), serta nafsu dan kecenderungan jasmani (perut).

Kekayaan pedagogi Yunani diteruskan Aristoteles yang memerkaya peran guru sebagai obor budi dan moralitas. “Guru bagaikan pelita yang membawa terang melalui apa yang disebutnya Eudaimonia : kearifan menempa nalar dan moral siswa untuk tumbuh secara penuh,” ujarnya

Dengan peran penting ini, para guru mengakui bahwa kemajuan teknologi dan informasi dengan sumber belajar semakin luas telah membuat tugas guru kian berat untuk menguasai disiplin ilmu yang kian meluas.

Kemajuan dunia medsos sekaligus membawa tantangan para guru untuk mengimbangi pengetahuan siswa yang tak kalah maju dan bermutu akibat adanya fasilitas lebih besar yang kerap dimiliki orangtua siswa sendiri.

SMA St. Yoanes XXIII Merauke ini berdiri pada 1 Agustus 1963, dua tahun setelah wilayah Vikariat Apostolik Merauke berubah statusnya menjadi Keuskupan Agung Merauke pada 15 November 1961 di bawah kepemimpinan Mgr. Herman Tillemans MSC (1902-1975).

Semboyan yang digunakan sekolah ini adalah Widyatama yang berarti lmu pengetahuan utama atau insan pendidikan berilmu dan berwatak keutamaan luhur. (LAF)

Meimonews.com – Ada tujuh tugas utama dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI kepada Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang harus jadi perhatian dan tanggung jawab bersama.

Tugas tersebut, pada ppkoknya adalah memastikan layanan akademik harus berjalan baik dan lancar, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi tetap optimal, serta seluruh aktivitas kampus berjalan secara normal, tertib, aman, dan kondusif.

Tugas tersebut, jelas Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu dalam siaran persnya, telah disampaikan Plt Rektor Unsrat pada saat Rapat Pimpinan Unsrat yang diadakan di ruang rapat Rektorat, Rabu (5/8/2026).

Rapat ini dihadiri para Wakil Rektor, Ketua Senat universitas, para Kepala Lembaga dan Biro universitas serta para Dekan se-Unsrat.

Tugas pertama adalah memastikan layanan akademik berjalan lancar. Seluruh fakultas, program pascasarjana, program studi, biro, dan unit pelayanan akademik harus menjamin mahasiswa memperoleh layanan yang cepat, tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Seluruh proses akademik, mulai dari perkuliahan, registrasi, pengisian rencana studi, pembimbingan akademik, ujian, seminar, penelitian mahasiswa, penyelesaian tugas akhir, yudisium hingga kelulusan harus berjalan sesuai kalender akademik.

Tugas kedua adalah memastikan seluruh aktivitas kampus tetap berjalan normal. Kegiatan tersebut meliputi administrasi, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, serta kerja sama.

Tugas ketiga adalah memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpimpinan. Dalam masa pelaksanaan tugas ini koordinas menjadi sangat penting. “Sebagai Plt Rektor saya meminta agar tidak ada unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri dan setiap persoalan lintas unit segera diselesaikan melalui koordinasi yang cepat dan efektif,” ujar Jompa.

Tugas keempat, para wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, dan kepala biro agar menyampaikan laporan berkala mengenai perkembangan program, kendala yang dihadapi, serta langkah penyelesaian yang telah dilakukan.

Masalah yang dapat diselesaikan di tingkat fakultas atau unit kerja agar segera diselesaikan tanpa harus menunggu arahan dari tingkat universitas. Namun, persoalan strategis yang berdampak luas harus segera dilaporkan agar dapat ditangani bersama-sama.

Tugas kelima, menjaga tata kelola, integritas, dan kepatuhan terhadap peraturan. Seluruh keputusan dan tindakan administrasi harus berpedoman pada perundang-undangan serta ketentuan internal universitas.

Tugas keenam, menjaga suasana kampus yang aman, damai, dan kondusif. Universitas Sam Ratulangi adalah rumah bersama bagi seluruh sivitas akademika.” Oleh karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga suasana akademik yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi maupun konflik yang tidak produktif,” ujarnya.

Ditambahkan, setiap perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme kelembagaan yang tersedia. Jangan membiarkan perbedaan berkembang menjadi persoalan yang mengganggu pelayanan akademik dan aktivitas kampus.

Tugas ketujuh, menjaga keberlanjutan program strategis universitas. Program yang telah direncanakan dan sedang berjalan harus tetap dilaksanakan sepanjang sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi kemajuan universitas.”Saya mengajak seluruh pimpinan bekerja dengan semangat kebersamaan. Tanggung jawab menjaga keberlangsungan universitas bukan hanya berada pada Plt Rektor, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur pimpinan universitas,” ujarnya

Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar ini mengajak kepada pimpinan Unsrat untuk menjalankan dengan mengutamakan kepentingan institusi, kepentingan mahasiswa, dan kepentingan masyarakat. Harus juga dipastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberi kepastian, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Jompa mengharapkan dukungan, kerja sama, loyalitas terhadap institusi, serta komitmen kuat dari seluruh pimpinan, serta mengajak agar bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan tetap berhati-hati dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. (FA)