Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat mengadakan Ibadah Menyambut Natal Yesus Kristus di Ruang Rapat LPMPP Unsrat Manado, Selasa (2/12/2025).

Ibadah yang dipimpin Pdt. Joice Wokas ini dihadiri Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur G. Pinaria, Wakil Rektor 4 Unsrat Stennie Edward Wallah, serta beberapa Dekan, Kepala Biro dan Korprodi di lingkungan Kantor Pusat Unsrat.

Dari internal LPMPP Unsrat, hadir Max RJ Runtuwene (Kepala), Esry Laoh (Sekretaris), Reynal Pakasi (Bendahara), Kepala-kepala Pusat, dan staf/pegawai/THL

Di momen sukacita tersebut, ada pemberian diakonia yang diserahkan Wakil Rektor 1 dan Wakil Rektor 4 kepada Satuan Pengamanan, Tenaga Honorer dan Sopir LPMPP Unsrat.

Dalam sambutannya mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, Warek 1 menegaskan, tema yang diangkat pada perayaan ini yakni Terang Kristus, Pembaharuan Hidup mengingatkan kita bahwa kehadiran Kristus membawa cahaya yang menyingkirkan kegelapan : membarui hati, pola pikir, dan cara hidup kita. Seperti tertulis dalam Yohanes 8 : 12 yakni Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.

“Terang Kristus bukan hanya simbol spiritual; ia adalah kekuatan yang mengubah manusia untuk hidup dalam kasih, integritas, dan pelayanan,” ujar Pinaria.

Dikemukakan, panggilan untuk pembaruan hidup sangat relevan dengan tugas kita sebagai bagian dari dunia pendidikan tinggi. Universitas Sam Ratulangi sedang bergerak menuju peningkatan mutu dan daya saing yang semakin kuat.

Dalam upaya ini, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat memegang peran strategis, memastikan bahwa sistem mutu internal, pembelajaran, akreditasi, dan budaya akademik selalu berkembang sesuai tuntutan zaman.

Sejalan dengan tema Natal tahun ini, Pinaria menggarisbawahi tiga pembaruan penting. Pertama, Pembaruan pola pikir (mindset). Bekerja bukan sekadar kewajiban, tetapi wujud pengabdian bagi bangsa dan kemuliaan Tuhan.

Kedua, Pembaruan budaya kerja. Integritas, profesionalisme, dan kolaborasi harus menjadi fondasi setiap pelayanan akademik.

Ketiga, Pembaruan semangat Terang Kristus menuntun kita untuk bekerja dengan sukacita, bukan sekadar memenuhi target.

“Jika esensi tema ini benar-benar hidup dalam diri kita, maka peningkatan mutu bukan sekadar program kelembagaan, tetapi buah dari karakter dan ketulusan kerja setiap pribadi,” tandasnya.

Pdt. Wokas dalam kotbahnya menjelaskan, Natal adalah pernyataan kasih Allah melalui hadirnya Yesus Kristus sebagai Terang Dunia. Ia datang untuk membebaskan manusia dari kegelapan dan menuntun kepada kehidupan yang sejati.

“Yesus sendiri menyatakan dalam
Yakobus 8 : 12 yang menegaskan bahwa hanya dalam Kristus kita menerima pembaruan yang memulihkan seluruh aspek kehidupan,” ujarnya.
.
Bagi Unsrat, khususnya LPMPP, menurutnya, terang Kristus menjadi dorongan untuk melaksanakan tugas penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran yang unggul, profesional, dan penuh integritas.

Seluruh pimpinan dan staf bahkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Unsrat, dipanggil untuk menghadirkan terang Tuhan dalam seluruh tugas dan tanggung jawab.

Melalui kerja yang berorientasi pada kebaikan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama, Unsrat dapat terus memperbarui diri sebagai institusi yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.

“Terang Kristus yang lahir pada Natal ini, kiranya terus menuntun langkah kita,
memperbaharui semangat pelayanan, dan memampukan kita untuk menjadi,” sebutnya.

Dalam sambutannya, Kepala LPMPP Unsrat berterima kasih atas kehadiran pimpinan Unsrat, beberapa Dekan, Kepala Biro, Koorprodi dan lainnya pada ibadah menyambut Natal Yesus Kristus ini.

Runtuwene berharap, Unsrat ke depannya semakin maju dan memberi dampak positif bagi kemajuan daerah, bangsa dan negara.(FA)

Meimonews.com – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) berusia 54 Tahun pada Selasa (2/12/2025). Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) tahun ini diangkat tema Bersatu, berdaulat, bersama Korpri mewujudkan Indonesia Maju.

Tema ini mencerminkan tekad apatur sipil negara (ASN) untuk tetap menjaga persatuan, solid, berintegritas dan mandiri dalam pengandian, menjadi kekuatan moral dan profesional, menjadikan Korpri sebagai kekuatan pemersatu dan penggerak birokrasi demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, berdaya saing berkeadilan, dengan semangat memperkuat solidaritas dan persatuan di antara anggota Korpri.

“Harus kita ingat dan sadari bersama bahwa pengabdian serta perjuangan Korpri bagi negeri ini memiliki arti yang sangat mendalam,’ ujar Wakil Rektor 2 Unsrat Manado Royke Iwan Montolalu mewakili Rektor Unsrat Oktovian Bertu Alexander Sompie ketika membacakan sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudang Arif Fakrulloh pada Upacara Peringatan HUT ke – 54 di halaman Kantor Pusat Unsrat Mansdo, Selasa (2/12/2025).

Dalam setiap langkah dan karya, menurutnya, Korpri senantiasa hadir sebagai abdi negara yang bekerja dengan tulus melayani masyarakat dengan NOBARTV sepenuh hati, dan menjaga keutuhan serta keberlangsungan pelayanan publik di seluruh penjuru tanah air.

Oleh karena itu, kesejahreraan anggota Korpri harus menjadi perhatian utama. “Pola karier dan pengembangan profesionalisme hendaknya terbebas dari campur tangan politik maupun kepentingan-kepentingan lain yang dapat menganggu netralitas,” tandasnya.

Kemandirian dan netralitas Korpri, sebutnya, harus senantiasa dijaga, karena dua hal ini dasar kekuatan organisasi ini dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif dan berwibawa.

Semua anggota Korpri, menurutnya, patut berbangga karena di manapun tugas negara memanggil, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote anggota Korpri selalu hadir, tetap setia mengabdi, dan tidak lelah berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Hadir pada upacara ini, para Wakil Rektor, para Kepala Biro, Staf dan ASN/PPPK/THL dalam lingkungan Kantor Pusat Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat integritas dan kualitas sumber daya manusia dengan menjalin kerjasama strategis bersama lembaga penegak hukum tertinggi di Indonesia.

Itu terlihat ketika Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie berkunjung ke Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Selasa (2/12/2025). Rektor diterima Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di ruang kerjanya.

Kunjungan yang berlangsung hangat dan produktif ini bertujuan untuk membahas kerjasama antara kedua institusi.

Sinergi ini difokuskan pada tiga pilar utama yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi serta peningkatan kesadaran hukum.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Unsrat dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa di Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsrat mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Klaster 2 di Desa Laikit Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, baru-baru.

Program implementasi Tridharma Perguruan Tinggi bertemakan Penerapan Keteknikan Pertanian dengan Alat Evaporasi Dingin untuk Meningkatkan Kualitas dan Masa Simpan Sayuran ini melibatkan dua kelompok mitra utama yaitu Kelompok Tani Mawuwuk dan Kelompok Tani Kinasempoan.

Dari Faperta dan LPPM Unsrat terdiri dari para dosen dan mahasiswa yang diketuai Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dengan anggota Ireine Longdong dan Ruland Rantung, serta Teltje Koapaha, Herry Pinatik; Deny Saroinsong, Bartje Wariki dan Karmila Amir, yang berperan sebagai narasumber, instruktur praktik lapangan, serta pendamping teknis bagi kelompok tani.

Selain itu, melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian yaitu I Kadek Dharmawan, Stevy Pangemanan, dan Dianty Samaria Lumi

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan pascapanen komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan pepaya yang memiliki daya simpan relatif singkat.

Solusi yang diterapkan berupa teknologi evaporator dingin (evaporative cooling), yaitu sistem pendinginan berdaya rendah berbasis proses penguapan air yang mampu menurunkan suhu ruang simpan secara alami sekaligus menjaga kelembapan, sehingga kesegaran produk dapat dipertahankan lebih lama tanpa ketergantungan pada energi listrik skala besar.

Dalam rangkaian kegiatan, para peserta memperoleh pelatihan pembuatan dan pengoperasian evaporator dingin sederhana berbahan lokal, teknik pengaturan suhu dan kelembapan ruang simpan, efisiensi penggunaan air, serta praktik Good Handling Practices (GHP) meliputi teknik panen yang benar, sortasi, dan grading produk hortikultura guna mempertahankan mutu sekaligus meningkatkan nilai jual.

Selain aspek pascapanen, kegiatan PKM Klaster 2 juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman hortikultura bersama kelompok tani, sebagai penguatan praktik budidaya di tingkat lapangan.

Ke depan, tim PKM juga merencanakan pemberian bantuan bibit hortikultura unggulan dalam agenda pendampingan berikutnya guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani mitra.

Sebagai bagian dari pengembangan kapasitas mahasiswa dan wujud kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat, kegiatan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian,

Para mahasiswa berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, membantu praktik pembuatan alat evaporator dingin, pendampingan penanaman, serta berinteraksi langsung dengan petani sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning).

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh materi pelatihan dinilai peserta sebagai esensial hingga sangat esensial. Petani tidak hanya memahami konsep teknologi evaporasi dingin, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan dan pengoperasian alat, serta menerapkan prinsip GHP dalam kegiatan panen dan pascapanen.

Ketua Tim, Dedie Tooy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Unsrat dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna sekaligus membangun karakter mahasiswa.

“Selain membantu petani meningkatkan kualitas produk dan menekan kehilangan hasil pascapanen, program ini juga menjadi wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan kompetensi profesional sejak dini,” ujarnya.

Program kemitraan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Utara dalam mendukung pengembangan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-65 di JG CenterCenter Minahasa Utara, Senin (1/12/2025).

Puncak peringatan diadakan dalam sidang senat terbuka yang turut dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan, 65 tahun FEB Unsrat memberikan kontribusi nyata, dari mencetak pemimpin, pengusaha hingga pengabdian bagi bangsa dan negara.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie bersama Ketua Panitia Dies Natalis ke-65 FEB Unsrat/Bupati Minahasa Utata Joune JE Ganda

Rektor mengajak untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan dan penelitian di FEB serta terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat di era digitalisasi.

Ketua Panitia Dies Natalis ke – 65 FEB Unsrat Joune JE Ganda dalam sambutannya mengatakan, momentum 65 tahun ini tentu bukan sekedar peringatan usia, tetapi merupakan tonggak perjalanan panjang FEB sebagai salah satu pilar pendidikan yang melahirkan pemimpin-pemimpin ekonomi, birokrat, pengusaha, akademisi, inovator yang memberikan kontribusi nyata bagi Sulawesi Utara dan Indonesia.

Terkait tema, Ganda yang adalah Bupati Minahasa Utara ini menjelaskan dengan tema Bertumbuh bersama dan berdampak, ini mengajak kita semua untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan di bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat tetapi juga untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat bangsa dan daerah. (FA)

Meimonews.com -Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie buka the 16th Governing Council Meeting of the Postgraduate Programme on Tropical Fisheries with International Linkage yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Unsrat Manado, Sabtu (29/11/2025).

Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan peran lembaga pendidikan tinggi kebanggaan Bumi Nyiur Melambai ini di level akademik internasional.

Pertemuan bergengsi ini menjadi platform krusial untuk memperkuat kurikulum dan kolaborasi internasional dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang perikanan tropis.

Kehadiran Rektor dalam pertemuan Dewan Pengurus ke-16 ini menyoroti komitmen kuat Unsrat, khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dalam memajukan pendidikan pascasarjana yang memiliki daya saing global.

Diharapkan, hasil dari pertemuan Dewan Pengurus ke-16 ini akan membawa inovasi KUBET signifikan bagi Program Pascasarjana Perikanan Tropis dengan Linkage Internasional, menjadikannya pusat keunggulan akademik yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri perikanan dunia. (FA)

Meimonews.com – Orang Muda Katolik (OMK) Sta. Agnes Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi Manado menggelar Rekoleksi di Kaleosan Garden Wailan Kota Tomohon, Sabtu – Minggu (29-30/11/2025).

Ada tiga narasumber dihadirkan pada rekoleksi yang mengangkat tema Dalam harapan kita berjalan di bawah kepemimpinan Kristus sebagai teladan hidup ini.

Narasumber tersebut adalah 2 orang pastor/imam yakni Adri Watuseke MSC (Pengajar Seminari Kakaskasen) dan Pastor Andreas Rumayar Pr (Pastor Paroki BHK Kairagi) serta aktivis awam Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob/Ketua Komunitas Tolak Narkoba).

Ketua PPP Brimob dan Ketua Komunitas Anti Narkoba Lexie Kalesatan saat membawakan materi

Pastor Watuseke membawakan materi Masa Adven, Pastor Rumayar tentang Organisasi sementara Kalesaran tentang Bahaya narkoba : Aspek resiko dan protektif generasi muda terhadap bahaya narkoba serta Pengembangan karakter.

Selain mendapat pembekalan materi oleh para narasumber tersebut, 35 peserta rekoleksi ini menjalani/melakukan kegiatan seperti Perkenalan, Adorasi dan catatan malam, Doa dan meditasi, Senam bersama, Games, Dinamika kelompok, dan Evaluasi tim.

Di momen tersebut diadakan pula pemilihan pengurus baru, di mana terpilih sebagai Ketua adalah Reynal.

Mendampingi peserta pada kegaiatan yang dilakukan Pengurus OMK Paroki yang diketuai Caritas Deo ini adalah Mary Salindeho dan Susan Pontoh serta Koordinator Bidang 2 Dewan Pastoral Paroki Inge Rusmana. (lex)

Meimonews.com – Mulai Minggu (30/11/2025), umat Katolik di seluruh dunia memulai lagi Tahun Liturgi baru dengan Masa Adven selama empat pekan sebagai persiapan menyambut peristiwa inkarnasi, Sang Sabda menjadi Manusia pada Hari Natal.

Selama Tahun Yubileum 2025, sebagai Peziarah Pengharapan umat Katolik sering menyanyikan salah satu bait lagu hymne Yubileum 2025 yakni “Angkat matamu gerak bersama angin. Bergegaslah saatnya Tuhan datang. Lihat putra jadi manusia. Beribu-ribu orang temukan jalan.

Demikian awal Surat Adven Uskup Keuskupan Manado 2025 yang ditandatangani Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC tertanggal 30 November 2025.

Surat Adven bertemakan Bersatu dan bersama dalam satu bahtera menjadi gereja sinodal dan misioner untuk perdamaian ini ditujukan kepada para pastor, freter, bruder, suster, dan umat Katolik di Keuskupan Manado yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Surat Adven tersebut dibacakan di gereja-gereja saat misa Minggu Adven 1 oleh para imam/pastor dan diteruskan pula ke jejaring umat terasuk lewat group-group yang ada.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC

Berikut Surat Adven selengkapnya. Jalan seperti apa yang kita temukan untuk berjunpa Tuhan yang datang itu ? Sebagai masa persiapan,masa Adven adalah saatnya kita berefleksi, membuka mata, telinga dan hati kita, bergerak bergagas bersama mempersiapkan jalan yang lurus supaya dapat dengan jelas dan terang melihat arah dan cara yang tepat untuk berjumpa dengan Dia yang datang menjumpai kita.

Marilah dalam masa Adven kita betefleksi dan merealisasikan arah dan cara yang tepat sesuai dengan apa yang dihadapi dan dijalani oleh Gereja dan masyarakat sekarang ini.

Tahun-tahun terakhir ini, Gereja Katolik Universal dan Lokal telah memberikan kita arah dan cara yang realiatis dan konkrit sesuai dengan situasi masyarakat dan Gereja masa kini.

Sinode para Uskup dan perayaan tahun Yubileum 2025 melalui tema-temanya mengajak kita sebagai suatu persekutuan dengan pelbagai macam perbedaan dan kekhususannya, untuk berjalan bersama, berlayar bersama. Gereja sebagai unat Allah, sebagai peziarah-pezaiarah pengharapan dipanggil untuk menjadikan Gereja kita semakin bersatu, terlibat, berbelarasa dan bermisi.

Kita dipanggil melaksanakan semua itu dalam semangat sinodal sebagai Umat Allah yang “berada dalam satu bahtera/kapal yang sama,” sebagaimana diungkapkan oleh Paus Fransiskus.

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) dan Sidang Sinodal Konferensi Gereja Indonesia tahun 2025 mengkonkritkan tema-tema para Uskup dan Tahun Yubileum itu dalam konteks Gereja dan masyarakat Indonesia.

Dalam spirit yang satu dan sama dengan Gereja Universal, Gereja Katolik Indonesia melalui Sidang Agungnya, sambil mengusung tema “Berjalan Bersama Sebagai Peziarah Pemgharapan : Menjadi Gereja Sinodal dan Misioner Untuk Perdamaian,” merasa terpanggil dan terutis serta berkomitmen untuk menjadikan Gereja Katolik Indonesia sebagai Gereja yang Sinidal dan Misioner untuk perdamaian.

Gereja Katolik di Indonesia dipanggil untuk menghidupi semangat sinodal sebagai umat Allah, saling mendengarkan dan berdialog dan terlibat aktif dalam perutusan Gereja di tengah- tengah masyarakat. Gereja juga mau berkomitmen untuk memembarui diri dan bertransformasi dalam imam, pengharapan dan kasih.

Dalam konteks ini, kita sebagai Gereja memberikan perhatian kepada kelompok yang terpinggirkan termasuk kaum muda, perempuan, lanjut usia dan difabel.

Dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya, agama dan alam, Gereja Katolik Indonesia berkomitmen pula untuk mengedepankan budaya saling mendengarkan dan berdialog lintas iman dan budaya serta berkomitmen untuk menjadi sarana dan suara kenabian untuk menjaga dan melestarikan alam. Gereja juga dipanggil untuk berjalan bersama dengan pemerintah tanpa kehilangan daya kritis dan indenpendensinya.

Sebagai Geteja di Keuskupan Manado, kita juga mau mengkongkritkan semangat sinodalitas dan misioner itu dalam konteks masyarakat dan Gereja Keuskupan Manado. Sebagai Keuskupan, kita menpunyai Arah dan Visi : “Dalam Terang Sabda Allah, Persekutuan Umat Allah Keuskupan Manado Mengembangkan Jati Diri dan Martabatnya untuk Menyinari Kehidupan Bersama di Dunia,” yang dikongkritkan dalam tahapan lima tahun melalui rencana strategis setiap tahun.
Bulan September 2025 kita telah mengadakan Musyawarah Pastoral yang telah menghasilkan Rencana Strategis untuk tahapan II dari Arah Dasar Keuskupan Manado dengan visinya : “Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jati diri dan martabatnya dalan Komunitas yang berbasis Sabda, Iman, Persaudaraan, Kerasulan dan Masyarakat.”

Sebagai kelanjutan Muspas 2025 maka di tingkat psroki telah dibuat pertemuan untuk membuat evaluasi dan perencanaan program serta anggaran tahun 2026. Sekarang ini sedang berlangsung Rapat-rapat kerja di tingkat Kevikepan.

Proses yang telah dan sementara dilangsungkan mulai dari Muspas di tingkat Kruskupan, tingkat Kevikepan dan Paroki bahkan sampai tingkat Stasi, Wilayah Rohani, Yayasan, Badan, Lembaga dan Kelompok Kategorial, sesungguhnya mau mengungkapkan dan menjalankan semangat sinodal dan misioner Gereja kita.

Semuanya itu mau mengungkapkan bahwa sebagai Gereja Keuskupan Manado kita berada dalam satu bahtera/kapal yang sama. Kita tidak hidup dan berjuang sendiri-sendiri sebagai paroki, stasi, wilayah rohani, yayasan, badan, lembaga atau kelompok apapun, orang tua, orang muda, anak-anak, lansia, difabel, miskin atau kaya dan lain sebagainya.

Di tingkat manapun atau kelompok apapun serta status apa saja kita semua dipanggil dan terutus untuk berperan dan terlibat dalam misi Gereja. Kita berjalan, berlayar dalam kapal.yang sama. Kita sukses atau bergembira, kita gagal atau menderita bersama.

Seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus ; “Bergembira dengan orang yang bergembira dan menangis dengan orang yang menangis (Roma 12 : 15).

Kita telah memprogramkan dan menganggarkan kegiatan atau tindakan yang akan dibuat menurut bidang-bidang rencana strategis kita. Semua itu bagus, tetapi kita bertanya, di manakah dalam bidang-bidang itu sesungguhnya nampak wajah Gereja yang Sinodal dan misioner itu ?

Wajah Gereja yang sesungguhnya, nampak bukan pada bangunan dengan bentuk.atau modelnya yang indah, melainkan pada hidup.dan karya kita sebagai batu-batu hidup melalui hidup dan karya-karya kerasulan Gereja.

Mari dala masa Adven dan seterusnya kita sebagai peziarah pengharapan.mwngambil langkah kongkrit yang benar-benar untuk berjalan bersama mewujudkan wajah Gereja kita yang sinodal dan misioner untuk perdamaian.

Dilampirkan pula beberapa petunjuk untuk perhatian. (elka)

Meimonees.com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie mengungkapkan, di tengah perkembangan teknologi yang serba cepat, kita turut menyaksikan sejumlah dinamika moral pemuda zaman ini.

Nilai gotong royong perlahan bergeser oleh perilaku individualistik. Media sosial yang sejatinya alat komunikasi berubah menjadi arena pertunjukkan popularitas.

Tantangan moral seperti intoleransi, ujaran kebencian, penyalahgunaan teknologi, hingga fenomena hedonisme mulai mengikis karakter luhur bangsa. Ini bukan gambaran menyeluruh, tetapi sebuah peringatan bahwa kita harus memperbaiki arah pembentukan jati diri pemuda.

Meski demikian Rektor percaya pemuda Indonesia khususnya para mahasiawa semester 1 Fakultas Pertanian Unsrat memiliki kemampuan untuk membalik keadaan.

Mahasiswa harus menunjukkan kematangan moral, menegakkan kejujuran, menumbuhkan empati, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta mengedepankan etika dalam setiap kesempatan.

“Jika karakter dan moral kokoh menjadi fondasi maka tidak ada tantangan yang tidak dapat dilakukan,” tegas Rektor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pada pembukaan Seminar Pendidikan Karakter yang diselenggarakan Faperta) Unsrat di Auditorium Fakultas Kedokteran Unsrat Manado, Sabtu (29/11/2025).

Sebagai generasi penerus bangsa, sambung Rektor, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mewarisi dan menjaga nilai-nilai luhur warisan para pendiri bangsa : Pancasila sebagai pedoman etika dan cara hidup, kejujuran dalam sikap, integritas dalam perilaku serta dedikasi terhadap kepentingan masyarakat.

Para narasumber foto bersama Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy dan Panitia Seminar Ruland A. Rantung dan Adaleyda MV Lumingkewas (Ketua dan Sekretaris)

Nilai tersebut, menurut Rektor, bukan sekedar slogan, melainkan kekuatan identitas yang harus terus dijunjung tinggi. Tidak hanya sebagai penerus, mahasiswa juga adalah generasi pengganti yang kelak memegang peranan strategis dan kepemimpinan bangsa. Karena itu, perguruan tinggi harus menjadi tempat untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter.

“Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa harus senantiasa memperkuat kecerdasan spiritual, sosial dan emosional. Pemimpin masa depan yang hebat tidak hanya cerdas berpikir tetapi juga bijaksana bertindak,” ujar Tooy mengutip sambutan Rektor.

Lebih jauh dari itu, tambah Rektor pada seminar yang mengusung tema Mahasiswa Unsrat berkarakter Pancasila yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional, mahasiswa adalah generasi pembaharu yang ditunggu kontribusinya. Dalam dunia yang terus berubah, mahasiswa harus menghadirkan gagasan-gagasan baru dan berani melakukan inovasi.

“Persoalan bangsa yang begitu kompleks membutuhkan solusi kreatif yang hanya dapat lahir dari keberanian intelktual pemuda Indonesia. Dan di atas semua itu, mahasiswa adalah semangat bangsa,” sebutnya.

Dikemukakan, energi yang mampu membangkitkan optimalisme nasional. Fisik yang prima, pemikiran yang progresif serta hasrat belajar yang tinggi adalah modal besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Mar kita bulatkan tekad, melangkah bersama sebagai mahasiswa yang semakin unggul, inovatif, bermakna dan berkelas internasional. Dengan ilmu di kepala, karakter di dada dan semangat di setiap langkah kita, mari kita wujudkan Indonesia yang maju, adil dan sejahtera,” ajak Rektor.

Seminar yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Semester 1 Faperta Unsrat ini menghadirkan tiga narasumber yakni Kezia Theresia Mandagi (mantan Putri Tomohon) dan Marsda TNI Jorry S. Koloay (Komandan Sesko AU) di sesi yang membahas Pendidikan karakter bela negara, serta Maya Rumantir (Anggota DPD RI) di sesi yang membahas Pendidikan karakter untuk pengembangan diri.

Mandagi membawakan materi Generasi muda yang berkarakter sebagai fondasi untuk keutuhan bangsa, Marsda Koloay tentang Menanam semangat bela negara dan cinta Tanah Air di kalangan generasi muda pertanian sementara Rumantir tentang Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila bagi kaum generasi muda untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. (FA)

KMeimonews.com – Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat melaksanakan pemilihan dekan (Pildek) untuk masa jabatan tahun 2026 – 2030.

Acara pildek dilakukan dalam sidang senat fakultas yang dipimpin Ketua Senat Jeremias Tjakra di ruang rapat fakultas, Kamis (27/11/2025) dan turut dihadiri Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie, pengguna 35 persen suara.

Dari 3 calon yang ikut dalam kontestasi ini, Liany Amelia Hendrata meraih suara terbanyak sehingga terpilih sebagai Dekan Fatek Unsrat untuk masa empat tahun, menggantikan Fabian J. Manoppo (dekan saat ini).

Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie saat menggunakan hak pilihnya (35 persen)

Liany mendapat 24 suara sementara sedangkan Steenie E. Wallah dan Steeva G. Rondonuwu masing-masing memperoleh 3 suara.

Suara yang memilih tersebut sudah termasuk 35 persen suara dari Rektor Unsrat yang langsung digunakan oleh Rektor. Ada dua anggota senat yang tidak hadir dalam pemilihan tersebut. (FA)