Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan membuka kegiatan Learning IPM in Manado & Bunaken 2026 (LIM26) yang diadakan di aula lantai dua RSUP Kandou, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (15/2/2026) ini menjadi wadah pembelajaran komprehensif manajemen nyeri intervensional berbasis ultrasonografi bagi tenaga medis di kawasan Indonesia Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratis oleh RSUP Kandou melalui Kandou Pain Rehab Center (KPRC) dan Klinik Eksekutif Mawar Sharon, Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) Fakultas Kedokteran Unsrat, Perdosri Cabang Sulawesi 1, Pain Management Network, Puskesmas Bunaken, serta AMSA Unsrat.

Rangkaian kegiatan meliputi webinar, simposium, dan workshop luring pembelajaran manajemen nyeri intervensional berpandu ultrasonografi.

Usai membuka kegiatan, Dirut didaulat panitia untuk menyampaikan materi bertajuk Beyond Relief: Pain Clinics as the Future of Quality Healthcare.

Dalam paparannya, Dirut menekankan pentingnya penguatan layanan klinik nyeri sebagai bagian integral dari transformasi mutu layanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien, kualitas hidup, dan keberlanjutan sistem pelayanan.

“Pengelolaan nyeri yang komprehensif dan berbasis teknologi mutakhir bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kehadiran klinik nyeri yang terstandar akan menjadi wajah baru layanan kesehatan berkualitas, khususnya di rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Kandou,” ujarnya.

Selain penguatan kapasitas tenaga kesehatan, LIM26 juga menghadirkan bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat Kepulauan Bunaken yang menderita nyeri berat dan berkepanjangan.

Kegiatan ini memberikan layanan intervensi nyeri berpandu ultrasound dengan nilai manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari medical tourism, peserta juga mengikuti kegiatan fun diving serta pelatihan selam bersertifikat PADI.

Dengan LIM26, puluhan dokter umum dan residen mendapatkan pembelajaran manajemen nyeri, sementara puluhan dokter spesialis memperoleh pelatihan intervensi nyeri berpandu ultrasound pada lutut dan bahu, termasuk penggunaan viskosuplementasi dan agen regeneratif. Sebanyak 15 dokter mengikuti pelatihan scuba diving hingga meraih sertifikat open water dan advanced open water diving dari PADI.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari LIM23 yang diselenggarakan pada 1–6 Agustus 2023 dengan pola serupa. LIM dirintis oleh Dr. dr. Theresia CT Novy, SpKFR, FIPM, FIPP, CIPS, pengajar dan penguji kredensial intervensi nyeri dunia (WIP), dan telah menjadi rujukan pembelajaran manajemen nyeri berkualitas. Sejak 2019, Pain Management Network secara konsisten menyelenggarakan pelatihan manajemen nyeri berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan LIM, Kota Manado bersama RSUP Kandou kian mengukuhkan diri sebagai pusat pembelajaran intervensi nyeri berkualitas di kawasan Indonesia Timur. Keberadaan Kandou Pain Rehab Center (KPRC) di Klinik Eksekutif Mawar Sharon juga memperkuat posisi RSUP Kandou sebagai pusat layanan pengobatan nyeri paripurna bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou, Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema One Spirit, One Commitment ini menjadi penguatan dan komitmen seluruh insan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada pasien.

Turut hadir pada momen istimewa ini, Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.

Kehadiran Gubernur dan Forkopimda disambut Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Dirut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulut beserta Forkopimda yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung dalam peringatan HUT ke-31 RSUP Kandou.

Kehadiran mereka, menurut Dirut, merupakan kehormatan dan penyemangat besar bagi seluruh civitas hospitalia RS Kandou. “Ini menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan layanan kesehatan di RSUP Kandou,” ujar Dirut ketika memberikan sambutan.

Menyinggung tentang tema peringatan yakni One Spirit, One Commitment, Dirut menjelaskan, tema ini mencerminkan semangat kolektif seluruh civitas hospitalia RS Kandou untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“One Spirit, One Commitment adalah simbol bahwa seluruh insan RS Kandou harus melayani dengan hati dan terus bertransformasi untuk negeri. Ini menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Dirut juga menekankan tentang pentingnya pelayanan yang berlandaskan empati serta transformasi berkelanjutan guna menjawab tantangan pelayanan kesehatan ke depan.

Gubernur Sulut dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelayanan prima di seluruh fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit yang berada di bawah pemerintah daerah dan pusat.

Diingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. “RS Kandou berada di Provinsi Sulawesi Utara dan melayani masyarakat Sulawesi Utara, sehingga patut mendapat perhatian bersama,” ujar Gubernur.

Gubernur juga berbagi pengalaman pribadi saat menjalani tindakan operasi jantung di RSUP Kandou. Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RS Kandou atas pelayanan yang diterimanya.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Prof Starry Rampengan dan seluruh tim. Saya mempercayakan tindakan operasi jantung di RS Kandou, dan pelayanan yang saya terima sangat baik,” ungkapnya.

Memasuki usia ke-31, Gubernur berharap RSUP Kandou dapat menjadi role model bagi rumah sakit lainnya di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Ditekankan pula tentang pentingnya kolaborasi antarfasilitas kesehatan, bukan kompetisi, dalam memperkuat sistem layanan kesehatan. “RS Kandou adalah rumah sakit milik Kementerian Kesehatan. Jadilah contoh bagi rumah sakit lainnya, tuntun dan bimbing rumah sakit di daerah agar pelayanan kesehatan semakin merata,” pesannya.

Rangkaian peringatan HUT ke-31 RSUP Kandou diwarnai pula dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian rumah sakit dalam melayani masyarakat Sulut dan sekitarnya. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado (akrab disebut RSUP Kandou) menjadi lokasi pelaksanaan praktik lapangan bagi mahasiswa Akademi Teknik Radiodiagnosis dan Radioterapi (ATRO) Bali dengan peminatan kedokteran nuklir.

Kegiatan ini berlangsung selama hampir satu bulan (5 -31/1/2026, dan diikuti oleh lima mahasiswa ATRO Bali yang merupakan angkatan pertama pada jalur peminatan kedokteran nuklir.

Pelaksanaan praktik lapangan tersebut terlaksana berkat dukungan penuh Direktur Utama Starry Homenta Rampengan beserta Dewan Direksi RSUP Kandou Manado, yang secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Kandou menyatakan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan melalui penerimaan dan fasilitasi mahasiswa praktik, dengan tetap mengacu pada tata tertib serta ketentuan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

 

Dokter Arlene Angelina selaku dokter spesialis Kedokteran Nuklir yang bertugas di Unit Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Manado, menyambut baik kehadiran para mahasiswa ATRO Bali.

Ditegaskan, pelayanan kedokteran nuklir memerlukan dukungan sumber daya manusia yang lengkap dan kompeten, tidak hanya dari sisi dokter spesialis, tetapi juga tenaga radiografer yang memiliki keahlian khusus di bidang tersebut.

Kehadiran mahasiswa ATRO Bali dengan peminatan Kedokteran Nuklir, sebutnya, menjadi indikator positif bahwa bidang kedokteran nuklir semakin dikenal dan diminati oleh generasi muda tenaga kesehatan.

Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan kedokteran nuklir di masa mendatang, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Selama menjalani praktik lapangan, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung pelayanan kedokteran nuklir di rumah sakit, memahami alur kerja unit, serta mempelajari pemanfaatan teknologi kedokteran nuklir dalam menunjang proses diagnosis dan penanganan pasien.

Interaksi dengan tenaga kesehatan serta pengalaman langsung di lingkungan klinis menjadi bekal penting dalam membangun pemahaman praktis, profesionalisme, dan kesiapan mereka sebagai calon tenaga kesehatan di bidang kedokteran nuklir. (Fer)

Meimonews.com – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang kepada warga miskin/membutuhkan bantuan terus terlihat.

Salah satu di antaranya adalah warga yang memiliki tanggung jawab membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) yang nilai objek pajaknya di bawah Rp. 100.000 tahun 2024 dan 2025 dibebaskan pembayarannya atau langsung lunas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan PBB dan BPHTB Bapenda Manado Florentino Manalaysay dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).

Pembebasan pajak tersebut dilakukan Satuan Perangkat Pemerintah Daerah (SKPD) Bapenda Manado pimpinan Jefry FR Mongdong (Kepala Badan) dan Pricila Claudya Pinaria (Sekretaris Badan).

“Jadi untuk tahun 2024 dan 2025, nilai PBBnya mulai dari Rp. 0 – Rp. 100.000, PBBnya langsung lunas,” ujarnya.

Walaupun tahun ini (2026) program tersebut sudan tidak ada, namun pihaknya sementara melakukan evaluasi untuk adanya relaksasi. “Tapi, walaupun program relaksasi itu tidak ada lagi tidak berarti tidak ada lagi program relaksasi lainnya,” ujarnya,

Tahun 2026 program tersebut tidak ada lagi karena berdasarkan data yang dimiliki, ternyata pada dua tahun tersebut ada yang dibebaskan dari PBBnya tapi orang/warga tersebut tidak masuk kategori miskin atau yang membutuhkan.

Walaupun demikian, Florentino menegaakan bahwa Bapenda Manado sedang melakukan evaluasi untuk penerapan relaksasi lain agar warga yang mendapatkannya adalah yang memang benar-benar miskin atau yang membutuhkan bantuan.

Dalam hubunganya dengan relaksasi baru, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) terkait dengan pendataannya karena data dari Dinsos diyakini lebih akurat.

Pihaknya telah melakukan telaah dan kajian. Jadi, nantinya, begitu dapat datanya akan dibuat surat keputusannya untuk melakukan pendataan langsung ke kelurahan-kelurahan.

“Maret ini kami akan turun ke kelurahan-kelurahan untuk crosscek data-data yang masuk kepada kami,” sebutnya seraya menjelaskan, dengan demikian, data-data yang ada itu lebih tepat digunakan untuk program relaksasi berikutnya. (elka)

Meimonews.com – Direktur Layanan Operasional (Diryanops) RSUP Kandou Erwin Sondang melakukan peninjauan untuk melihat kondisi infrastruktur yang ada di RSUP Kandou, Selasa (3/2/2026).

Kondisi bangunan tua seperti lorong-lorong yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, gedung Irine C, pendaftaran ruang rawat jalan, hingga taman dan pagar tak luput dari perhatian.

Beberapa titik menunjukkan tanda usia, seperti plafon yang rusak akibat kebocoran atap serta bangunan yang mulai lapuk.

Menurut Diryanops, kondisi tersebut tidak terlepas dari usia bangunan RSUP Kandou yang telah beroperasi di atas 30 tahun. Kendati demikian, pihak manajemen berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan keuangan rumah sakit.

Di tengah keterbatasan fisik bangunan, pelayanan kepada pasien tetap menjadi fokus utama.

Hasil pantauan di ruang rawat jalan menunjukkan seluruh layanan berjalan lancar dan pasien terlayani dengan baik.

Langkah ini menjadi bukti komitmen RSUP Kandou dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan pasien, sekaligus memastikan mutu pelayanan kesehatan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan. (Fer)

Meimonews.com – Tindak lanjut Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes No. HK.02/F/6014/2025 tentang Tim Pembina Tata Kelola Rumah Sakit Milik Kemenkes dan Rumah Sakit Milik Daerah (RSMD), RSUP Kandou ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit pembina mengadakan Pembinaan Tata Kelola Keuangan RSMD di Sulut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou ini dilaksanakan Senin – Jumat (2-6/2/2026).

Peserta kegiatan adalah perwakilan dari RSUD Bolaang Mongondow Utara, RSUD Bolaang Mongondow Selatan, RSUD Bolaang Mongondow Timur, serta RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo.

Seluruh peserta merupakan pejabat atau staf yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang keuangan dan akuntansi rumah sakit.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi, bimbingan teknis, serta pendampingan intensif terkait penyusunan laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit.

Kegiatan berupa Penyusunan Laporan Monitoring Kinerja Keuangan dan Operasional Rumah Sakit ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUP Kandou Ekwanto, mewakili Dirut Starry Homenta Rampengan,

Dalam sambutannya, Ekwanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari peran RSUP Kandou sebagai rumah sakit pembina tata kelola bagi rumah sakit milik pemerintah daerah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan rumah sakit milik daerah mampu menyusun laporan monitoring kinerja keuangan dan operasional rumah sakit secara baik, benar, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Kegiatan ini dipimpin Manager Akuntansi dan BMN RSUP Kandou Christy Nansi Gagundali bersama tim kerja Akuntansi dan BMN.

Melalui pembinaan ini, RSUP Kandou berharap terjadi peningkatan kapasitas SDM pengelola keuangan rumah sakit daerah sehingga tata kelola keuangan rumah sakit semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado kini resmi memiliki dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan kompetensi konsultan pencitraan kardiovaskular yang telah mengantongi sertifikasi level III Cardiovascular Magnetic Resonance (CMR), yang merupakan level kompetensi tertinggi dalam pemeriksaan MRI jantung.

Dokter tersebut adalah Janeline RS Tengor, yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Unit Fungsional Pendidikan (UFP) RSUP Kandou Manado.

Keberadaan dokter dengan sertifikasi Level III CMR memiliki nilai yang sangat tinggi, mengingat hingga kini jumlah dokter dengan kompetensi tersebut masih sangat terbatas secara nasional.

Sertifikasi Level III CMR menandakan kemampuan tertinggi dalam interpretasi, pengembangan protokol, hingga perencanaan klinis MRI jantung dan pembuluh darah

Kompetensi ini diperoleh melalui Program Fellowship Dokter Spesialis di Luar Negeri di Royal Brompton Hospital, London, salah satu pusat rujukan kardiovaskular terkemuka dunia yang dikenal sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi dan riset kardiologi berbasis imaging.

Program fellowship tersebut didukung melalui pendanaan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat kapasitas dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan nasional.

Dengan bertambahnya tenaga ahli di bidang pencitraan kardiovaskular tingkat lanjut ini, RSUP Kandou Manado semakin siap mengembangkan layanan kardiologi berbasis cardiovascular imaging berstandar internasional, sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat pelayanan rujukan nasional, pendidikan kedokteran, serta perencanaan layanan kardiovaskular yang komprehensif.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan menyambut baik serta memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut.

Rampengan menegaskan, manajemen RSUP Kandou secara konsisten mendorong dan memfasilitasi pengembangan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan berjenjang, baik di dalam maupun luar negeri.

“Investasi terbesar rumah sakit adalah pada sumber daya manusianya. Kami berkomitmen penuh mendukung dokter-dokter Kandou untuk meraih kompetensi terbaik, agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berbasis teknologi kedokteran terkini,” ujarnya

Janeline menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI, serta kepada Direktur Utama RSUP Kandou Manado, (Starry Homenta Rampengan) bersama seluruh jajaran Dewan Direksi, yang dinilainya konsisten memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan dan peningkatan kompetensi SDM rumah sakit.

“Dukungan pimpinan RSUP Kandou sangat besar dalam mendorong penguatan SDM Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah berbasis Cardiovascular Imaging, guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat serta mewujudkan RSUP Kandou yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Keberadaan konsultan pencitraan kardiovaskular dengan kompetensi tertinggi ini diharapkan menjadi aset penting RSUP Kandou, khususnya dalam menghadirkan layanan diagnostik jantung yang lebih akurat, modern, dan sejajar dengan standar layanan kardiovaskular internasional. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai hal terkait kerjasama Universitas Negeri Manado (Unima) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahaaa dibahas dalam rapat bersama di Kantor Bupati Minahasa, Selasa (27/1/2026).

Rapat ini dihadiri pimpinan Unima yakni Rektor Joseph Philip Kambey dan jajaran serta Pemkab seperti Bupat Robby Dondomneyi, Sekretaris Daerah Lynda Watania dan pejabat terkait.

Rapat ini dimaksudkan agar hal-hal terkait kerjasama Unima dan Pemkab Minahasa setelah adanya penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Tridharma Perguruan Tinggi bisa berjalan baik dan lancar.

Apalagi, ada hal-hal kerjasama
yang secara apesifik seperti Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano dan pembangunan RS Pendidikan yang memerlukan izin Pemkab Minahasa.

Unima akan bermitra dengan RSUD Tondano untuk mendukung pembukaan Program Studi (Prodi) Kedokteran. Untuk pembangunan RS Pendidikan memerlukan kerjasama untuk bisa mempermudah pengurusan perizinan.

“Selain itu, terkait dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) karena Unima menyiapkan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau),” ujar Sekretaris Rektor Unima Marcia Watulingas kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2026).

Setelah pembahasan tersebut, diadakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Bupati Minahasa Robby Dondokambey. Turut mendampingi, antara lain Wakil Rektor 3 Unima Lenny Leorina Evinita dan Sekda Minahasa Lynda Watania

Rektor Unima menjelaskan, kerjasama ini menjadi langkah strategis bagi Unima dan Pemkab Minahasa terutama dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Minahasa.

Bupati Minahasa mengatakan, kesepakatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. (FA)

Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan Dewan Direksi melakukan telusur lapangan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Selasa (27/1/2026).

Direksi yang bersama Dirut melakukan kegiatan telusur adalah Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, dan Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto, Sp.B.TKV (K).

Turut mendampingi, para manajer, asisten manajer, tim akreditasi, dan tim teknis RSUP Kandou Manado.

Telusur difokuskan pada lantai 1 hingga lantai 4 IGD, dengan meninjau kondisi gedung, termasuk kebocoran akibat rembesan air, kondisi pintu pintu ruangan, toilet, AC, serta pemantauan ruangan yang akan difungsikan sesuai kebutuhan pelayanan.

Dalam kegiatan tersebut, kebersihan ruangan menjadi perhatian khusus Dirut. Selain itu, instalasi listrik turut diperiksa guna mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menimbulkan risiko kebakaran. Dirut menginstruksikan bagian terkait untuk memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi aman.

Dirut dan Direksi juga meninjau fungsi alat-alat medis, kerapian ruangan, serta penataan area pelayanan agar lebih tertib dan efektif. Pemeriksaan turut dilakukan di ruang operasi guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana penunjang pelayanan medis. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, pengelolaan manajemen pemerintahan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika memberkan arahan pada Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Manado Tahun 2027 di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para Asisten, Kepala SKPD, Camat se-Kota Manado, tokoh masyarakat, akademisi, serta undangan lainnya.

“Pemerintah harus mampu mengelola manajemen pemerintahan dengan baik. Jika hal tersebut terpenuhi, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan berjalan secara maksimal,” ujar Walikota.

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan konsultasi publik yang diselenggarakan oleh Bapperida Kota Manado ini.

Walikota berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini juga menekankan, seluruh masukan yang disampaikan harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat serta visi dan misi kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Ditegaskan pula, kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas utama dalam perencanaan pembangunan.

“Tugas kami adalah mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh. Fokus utama kami adalah bagaimana pendapatan masyarakat dapat meningkat, sementara pengeluaran dapat dikendalikan. Jangan sampai terbalik,” ujarnya. (elka)