Meimonews.com – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, BKKBN Sulut melakukan beberapa kegiatan, di antaranya Pelayanan KB Sejuta Akseptor (PSA dan program nasional Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KR/KR di wilayah khusus.

Kegiatan ini diadakan di Terminal/Pasar Paal 2 Manado, Jumat (7/6/2024). Hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas OPD-KB Kota Manado, Danrem 131 Santiago Manado, Kepala Dinas Kesehatan Manado, Dirut PD Pasar Manado, Danramil Wenang.

Selain itu, Kapolsek Tikala, Ketua IBI Kota Manado, Kepala Puskesmas Ranomuut, Ketua Tim Kerja Akses Kualitas Layanan KB/KR, Camat Paal 2, Lurah Paal 2 dan  mitra kerja BKKBN lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut  Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg mengatakan, upaya mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, berdasarkan pasal 20 Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan kependudukan dan Pembangunan Keluarga, menjelaskan, pemerintah perlu menetapkan kebijakan keluarga berencana melalui penyelenggaraan program Keluarga Berencana (KB)

Keluarga berencana merupakan upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi sehingga terbebas dari stunting dan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Menurut Tandaju, setiap orang memilki hak memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi termasuk pelayanan keluarga berencana yang aman, efektif dan terjangkau.

“Dalam  penggarapan program KB dan kesehatan reproduksi di wilayah khusus termasuk juga di wilayah kumuh, miskin perkotaan (wilayah pasar) memiliki tantangan yang tidak mudah dengan berbagai permasalahannya,” ujar Tandaju.

Namun, sambungnya, memiliki aspek strategis dan politis dalam upaya mewujudkan akses pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas dan merata bagi seluruh warga Negara Indonesia.

Upaya peningkatan cakupan kesertaan KB di wilayah khusus harus didukung dengan komitmen yang tinggi dari seluruh pihak, melibatkan peran mitra kerja pemerintah/swasta terkait dan diperlukan kolaborasi dan sinergitas program dengan mitra kerja diberbagai tingkatan wilayah.

Pelayanan KB bagi masyarakat sebagai salah satu bentuk layanan publik untuk membantu menurunkan prevalensi stunting yang merupakan salah satu target RPJMN 2020 – 2024 melalui KB Cegah Stunting.

Oleh karena itu, BKKBN Perwakilan Sulut membuat salah satu inovasi dalam meningkatkan pelayanan KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) dengan melaksanakan pelayanan KB gratis secara menyeluruh di lapisan masyarakat yang ada di pusat perbelanjaan dalam hal ini wilayah pasar melalui kegiatan GAS IKO POL (Gerakan Cegah Stunting Iko pelayanan KB, Advokasi dan Konseling).

“Kegiatan inovasi ini akan membantu   masyarakat terutama PUS untuk lebih mudah mendapatkan akses pelayanan KB secara gratis untuk dapat mengatur dan merencanakan kehamilan supaya dengan perencanaan yang baik maka generasi yang dihasilkan juga akan terbebas dari stunting,” jelasnya.

Disebutkan,dalam menurunkan angka stunting diperlukan upaya dan kerja keras melalui peningkatan kesertaan KB untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang beresiko stunting  dengan strategi memperluas akses atau cakupan pelayanan KB di wilayah khusus termasuk wilayah miskin perkotaan dan memperhatikan keberlangsungan berKB dari para PUS agar tidak terjadi putus pakai penggunaan kontrasepsi.

Tandayu lantas memaparkan poin-poin penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, memperluas dan mendekatkan akses pelayanan KB yang ada di wilayah khusus kepada masyarakat. Kedua, meningkatnya cakupan kesertaan KB khususnya KB MKJP sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting termasuk di wilayah khusus (Pasar).

Ketiga, mengoptimalkan pemanfaatan dana BOKB khusus Operasional Penggerakan Pelayanan KB MKJP yang ada di tingkat Kabupaten/Kota. Keempat, optimalisasi peran para mitra kerja provinsi/kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pelayanan KB dan upaya percepatan penurunan stunting.

Usai membuka pelaksanaan kegiatan  tersebut, Tandaju bersama para  undangan meninjau pelaksanaan pelayanan KB gratis, yang menurut data, ada 100 akseptor yang terlayani. (FA)

Meimonews.com – Memperingati Hari Laut Sedunia, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polresta Manado menggelar Aksi Bersih Pantai dan Laut di beberapa lokasi, Sabtu  (8/6/2024).

Kegiatan yang dipimpin Kasat Polairud Polresta Manado ini melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan yakni komunitas lokal, sukarelawan dan organisasi lingkungan.

Dengan kegiatan ini, mereka berusaha meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan laut dan pantai untuk keseimbangan ekosistem laut yang berkelanjutan.

Upaya memperkuat kesadaran akan masalah lingkungan, tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, tetapi juga memberikan edukasi tentang dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan laut.

Melalui kegiatan ini, mereka berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam hal perlindungan dan pemulihan ekosistem laut yang rentan terhadap pencemaran.

Aksi bersih pantai dan laut serentak ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan visi keberlanjutan bagi laut dan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi tonggak penting dalam menjaga keindahan dan keberlanjutan ekosistem laut demi generasi mendatang. (AF)

Meimonews.com – Program Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai bagian dari program Bangga Kencana, mempunyai tujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain yang menjadi anggota   kelompok dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional, serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu/anggota kelompok.

“Program BKB akan berjalan dengan baik jika mendapat dukungan dan komitmen dari pemangku kepentingan dan masyarakat akan pentingnya penyiapan kualitas SDM sejak usia dini termasuk melalui sosialisasi dan penyuluhan Kader BKB di kelompok BKB terkait 1000 HPK ini,” ujar Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat membuka Kelas Pengasuhan Kelompok BLN di Tingkat di Desa Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (5-6/6/2024) di Hotel Whiz Manado ini dibuka pelaksanaannya oleh Tandaju. Mendampingi Tandaju, Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Sulut Bionda Wowiling, S.Sos M.Si.

Dikemukakan, pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dilaksanakan dengan pendekatan siklus kehidupan manusia melalui upaya peningkatan kualitas anak, kualitas remaja, kualitas lansia dan rentan, serta pemberdayaan ekonomi keluarganya.

“Dari seluruh siklus kehidupan, tahap yang sangat penting adalah 1000 hari pertama kehidupan yang akan menentukan kualitas SDM untuk kedepannya,” ujarnya.

Diungkapkan, sekaitan dengan 1000 HPK dimana saat ini sedang digencarkan percepatan penurunan stunting melalui  intervensi serentak dimana 10 langkah yang harus segera ditindaklanjuti salah satunya yaitu dengan meningkatkan peran serta masyarakat (keluarga baduta, balita, ibu hamil, pasca salin, catin) datang dalam pertemuan posyandu.

Kelompok kegiatan BKB yang berintegrasi dengan Posyandu (BKB-HI) dengan cara promosi, komunikasi informasi dan edukasi (KIE) mengenai pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (sejak saat kehamilan hingga anak berusia dua tahun), wajib dimaksimalkan sehingga optimalisasi pengasuhan kelompok BKB di desa/kelurahan melalui gerakan Ayo ke BKB – Posyandu selaras dengan program percepatan penurunan stunting.

Dalam pertemuan ini, menurut Tandaju, penyuluh KB ditetapkan sebagai PIC (person in charge) dalam kegiatan BKB-Posyandu yang dilaksanakan setiap bulan di masing – masing wilayah,  di mana target 1 desa 1 BKB dan 102.000 keluarga anggota yang wajib hadir dalam pertemuan dan dipantau tumbuh kembang melalui KKA, ini akan dievaluasi setiap minggunya dan  bapak/ibu wajib untuk kerja cepat, tepat, cerdas dan kolaboratif.

“Kiranya pertemuan ini memberi dampak bagi pencapaian penurunan stunting di Sulawesi Utara melalui partisipasi keluarga – keluarga dalam pertemuan BKB – Posyandu, sehingga semakin banyak yang teredukasi tentang stunting,’ ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng menegaskan, pihaknya tidak melawan putusan pengadilan terkait dengan pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado yang saat ini dalam proses peradilan.

“Saya tidak melawan putusan pengadilan  terkait putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Manado tentang pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat,” ujar Rektor saat pertemuan dengan wartawan di  gedung Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Kamis (6/6/2024).

“Saya tidak melawan hukum. Niat saja tidak sama sekali, apalagi melawan putusan pengadilan. Oleh karena itu, saya merasa dipojokkan dengan berita tentang masalah pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran tersebut,” ujarnya.

Menurut Rektor yang di dampingi Humas Unsrat Manado Dr. Drs. Max Rembang, M.Si dan Drs. Philep Moors Regar, M.Si, masih ada upaya hukum ke Mahkamah Agung yang dilakukan pihaknya, yang diwakili oleh Tim Hukum Unsrat Manado.

Wakil Rektor 2 Unsrat Manado Prof. Dr. Ronny A. Maramis, SH, MH dalam pernyataannya, seperti dikutip Humas Unsrat Manado meminta untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Hal senada disampaikan Dekan Fisip Unsrat Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si.  “Saya yakin Rektor Unsrat taat hukum. Jika proses hukum telah ingkrah atau berkekuatan hukum tetap maka Rektor tidak mungkin akan melakukan perlawanan terhadap keputusan pengadilan. Karena itu, mohon bersabar saja menunggu putusan mahkamah agung (MA),” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng menegaskan, pihaknya tidak alergi dengan kritik dan tidak
anti kritik. Siapa saja yang ingin memberikan masukkan berupa kritik tidak masalah asal konstruktif.

Penegasan tersebut disampaikan Rektor Unsrat di dampingi Humas Unsrat Manado Dr. Drs. Max Rembang, M.Si di dan Drs. Philep Moors Regar, M.Si dalam.pertemuan dengan wartawan di gedung Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Kamis (6/6/2024).

“Saya tidak alergi dengan kritik. Tidak anti kritik. Saya tidak masalah bila ada yang mengkritik Unsrat apalagi untuk kemajuan Unsrat asalkan dilakukan dengan cara yang pantas dan disertai solusinya. Bukan hanya mengkritik saja,” ujar Rektor.

Kritik konstruktif yang disertai solusi, menurut Rektor tidak dimasalahkan tapi hendaknya menggunakan cara-cara yang pantas dan diberikan solusinya. Masukkan yang untuk kemajuan Unsrat Manado tidak menjadi masalah.

Terkait dengan pemberitaan lewat media baik cetak maupun elektronika termasuk online, Rektor dan ditambahkan Rembang mengingatkan agar ada keseimbangan, ada konfirmasi.

Bukan hanya dari satu sudut semata tapi harus ada sudut pandang lainnya sebagaimana aturan jurnalistik. Para wartawan harus tetap menjunjung etika jurnalistik. “Setiap pemberitaan harus cover both side dan berimbang. Karena itu perlu selalu dikonfirmasi,” ujar Rembang.

Di Unsrat, sebut Rektor, ada aturan yang berlaku. Sudah ada policynya. Rektor tidak bisa  mengambil keputusan di luar ketentuan yang ada.

Rektor mengingatkan, bila mengkritisi dan sudah berulang-ulang tanpa dasar bisa saja dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mengambil langkah tersebut.

Rektor mengakui, pihaknya tidak mau yang enak-enak saja tapi perlu masukkan berupa kritik tapi konstruktif, ada solusinya di samping diperlukan konfirmasi. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar sosialisasi beasiswa S2 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Targeted Indonesia – Tiongkok di Central South University, Selasa (4/6/2024).

Sosialisasi  yang diadakan di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut ini diikuti puluhan mahasiswa Fakultas Teknik, mahasiswa Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima.

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unima Dr. Donal Matheos Ratu, S.Pd, M.Hum., membuka kegiatan sosialisasi ini.

Dalam sambutannya, Ratu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak PT QMB New Energy Materials. “Mewakili Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd., saya menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada PT QMB New Energy Materials yang ingin melaksanakan sosialisasi di Unima. Tentunya, Unima bangga karena sosialisasi ini merupakan sosialisasi pertama di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Mantan Dekan FBS ini mengingatkan kepada mahasiswanya untuk mencermati apa saja yang disampaikan oleh perwakilan PT QMB New Energy Materials agar bisa melanjutkan studi S2 dengan beasiswa LPDP di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Momentum ini sangat penting bagi mahasiswa Unima karena perusahaan PT QMB New Energy Materials akan menyiapkan beasiswa ke Central South University Tiongkok. Untuk itu, silahkan bertanya jika ada yang kurang dimengerti.

“Perusahaan ini juga akan berkontribusi dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045 melalui generasi muda,” jelasnya.

Ratu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua Badan Kerja Sama Luar Negeri yang telah memfasilitasi PT QMB New Energy Materials untuk melaksanakan sosialisasi beasiswa S2 LPDP Targeted Indonesia – Tiongkok di Unima.

“Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Ketua BKLN Unima Dr. Jeane Tuilan, M.Pd., yang telah memfasilitasi teman-teman PT QMB New Energy Materials. Semoga sosialisasi ini bejalan dengan sukses dan lancar,” ujarnya.

Ratu  berharap melalui sosialisasi ini, mahasiswa Unima bisa melanjutkan studinya dengan program beasiswa S2 LPDP Targeted Indonesia – Tiongkok di Central South University.

“Tentunya sebagai pimpinan Unima, saya sangat berharap kepada seluruh mahasiswa yang hadir pada sosialisasi ini agar bisa melanjutkan program beasiswa S2 ini karena kesempatan ini sangat terbatas,” ujarnya

Turut hadir pada kegiatan in narasumber Wakil Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ultra GEM Shenzhen, Postdoct di GEM CO.LTD, Dr. Wang Yaning, Awardee batch 2, Viola Pongajow, ST, Dekan Fakultas Teknik Dr. Eddy Kembuan, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPAK Prof. Dr. Mokosuli Yermia Semuel, Ketua BKLN Unima, Dr. Jeane Tuilan, M.Pd. (FA)

Meimonews.com – Kesehatan lingkungan di bumi semakin tahun semakin tidak sehat. Isu-isu perubahan iklim, perusakan habitat, hingga hilangnya keanekaragaman hayati menjadi isu besar.

Dilansir dari National Geographic, satu bahaya yang semakin menyebar ke ekosistem dapat diubah dengan perilaku mengurangi polusi plastik.

“Menyadari hal tersebut kami
Wanita Katolik RI meskipun masih dalam lingkup yang kecil membantu pemerintah dalam hal bersih bersih lingkungan terutama sampah plastik,” ujar Sekretaris Panitia Pelaksana Peringatan 100 Tahun WKRI Sulut Emmy Maturbongs kepada  Meimonews.com di Manado, Rabu (5/6/2024).

Kegiatan bersih-bersih tersebut, sambungnya, merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati 100 Tahun Wanita Katolik RI yang dilaksanakan di daerah ini oleh panitia pelaksana yang diketuai Neltje Eman.

Bakti Sosial Giat Peduli Sampah yang melibatkan DPD, panitia pelaksana dan perwakilan DPC  yang ada di Manado itu dilaksanakan di Pantai Boulevard II, baru-baru.

“Terima kasih untuk semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, DPD, Cabang-cabang yang ada di Manado dan sekitarnya.  Semoga kita semua semakin mencintai bumi dan berusaha mengurangi sampah plastik,” ujar Emmy. (lk)

Meimonews.com – Pelbagai upaya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut dan jajarannya agar pendapatan daerah Sulut sebagai sumber pembiayaan pembangunan optimal dan meningkat.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan mendatangi lokasi-lokasi atau kantor perusahaan-perusahaan yang ada di daerah ini.

Itu seperti terlihat saat Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE Ak, tim kantor pusat dan UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah) Minahasa Utara serta tim Bapenda Minahasa Utara mendatangi kantor PT MSM Likupang, Selasa (4/6/2024).

Kedatangan ke perusahaan tersebut yang disambut Tim Account PT MSM yang dipimpin Terry adalah dalam rangka identifikasi dan optimalisasi potensi pajak daerah.

Dalam kunjungan tersebut ada sejumlah hal dibahas seperti PNBP (penerimaan negara bukan pajak) untuk royalti; Galian mineral bukan logam dan batuan (wajib menyetor ke Pemkab Minut sebagai opsion bagi hasil);

Pajak alat berat; Pajak bahan bakar; Pajak kendaraan bermotor nomor polisi luar daerah (agar dimutasi ke daerah Sulut); Kendaraan yang sudah rusak agar dilaporkan ke Bapenda;

Berhubungan dengan pajak air permukaan (PAP), tim Bapenda Sulut akan mengunjungi lokasi tambang untuk melakukan identifikasi luasan penampungan air dan kubikasi pemanfaatan air baik yang digunakan untuk keperluan rumah tangga perusahaan maupun kegiatan eksplorasi dan produksi.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE. Ak berterima kasih atas penyambutan dari tim PT MSM dan kerjasama yang telah terungkap dalam kunjungan tersebut. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo mendapat penghargaan penting dari Sentra Medika Hospital. Ada empat penghargaan yang diterima.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan saat Sentra Medika Hospital Minahasa Utara mengadakan kegiatan Gathering Perusahaan/Instansi dan Asuransi Rekanan, di kompleks rumah sakit swasta itu, Kamis (30/5/2024)

Acara ini dihadiri oleh tamu dari berbagai perusahaan, instansi, dan asuransi rekanan Sentra Medika, termasuk HRD, kepala cabang, dan pimpinan asuransi regional, di antaranya Bank SulutGo (akrab disebut juga BSG).

Gathering ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan menjalin kerjasama yang lebih erat antara Sentra Medika Hospital Minut dengan para rekanan.

Dalam acara ini, Sentra Medika juga berkesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi dan update terbaru tentang layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit.

Di momen penting dalam gathering ini ada pemberian penghargaan kepada beberapa rekanan yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam kerjasama dengan Sentra Medika. di antaranya BSG

BSG yang saat ini dipimpin Revino M. Pepah sebagai Dirut ,meraih 4 penghargaan bergengsi, yaitu Top Five Out Patient Performance Company, Top Five In Patient Performance Company, The Best Out Patient Performance Company serta The Best In Patient Performance Companya.

Penghargaan ini merupakan bukti komitmen BSG dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para karyawan dan nasabahnya. (Afer)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si menegaskan produk institusi pendidikan perguruan tinggi diarahkan tidak hanya berorientasi hasil atau output namun juga yang terpenting adalah berorientasi outcome atau dampak.

Penegasan tersebut disampaikan Ferry (sapaan akrabnya) dalam percakapan dengan Tim PodCast Unsrat Dr. Odi Kaunang di Kantor PTI Manado, Senin (3/6/2024).

Disebutkan, target lulusan perguruan tinggi tidak hanya sebatas pada capaian jumlah seperti target lulusan pertahun, jumlah mahasiswa mencapai IPK tertinggi, jumlah mahasiswa mendapat predikat tertinggi atau pencapaian lain yang sifatnya numerik atau angka.

Dalam kepemimpinan sebagai Dekan, Liando akan berupaya akan menjadikan para lulusan dipersiapakan tidak hanya pada bekal ilmu pengetahuan atau teori semata, namun perlu juga dibekali dengan keterampilan kerja dan karakter yang baik.

“Menjadikan mahasiswa cerdas, itu suatu kewajiban bagi institusi pendidikan. Namun cerdas saja tidak cukup untuk bisa berkompetisi di dunia kerja kelak. Mahasiswa harus punya skill dan karakter yang baik,” tandasnya

Dosen kepemiluan dan acapkali jadi pembicara di beberapa kegiatan/dialog ini akan merancang sebuah grand design pendidikan baik pembenahan tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah maupun metode pembelajaran.

“Kita tidak perlu mengubah mata kuliah, namun tujuan masing-masing mata kuliah harus diperbaiki. Masing-masing mata kuliah didorong untuk menghasilkan tiga capaian yakni penguasaan teoritik, skill atau keterampilan khusus dan pembentukan sikap atau karakter,” jelasnya.

Ditambahkan, agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan maka para dosen perlu juga didorong untuk pengembangan dan pengalaman empirik. Secara teoritik, SDM di Fisip sangat mumpuni. Sebagian besar telah bergelar S3. Sebagiannya meski tidak S3 tapi mereka telah lama menjadi dosen, sehingga kapasitas mereka tidak diragukan.

Namun soal pengalaman empirik di dunia pekerjaan sebagian masih harus dikembangkan. Kita butuh dosen yang ahli dalam penyusunan peraturan seperti perundang-undangan, Perda dan Perdes. Kita akan mempersiapkan dosen ahli dalam bidang perencanaan pemerintahan seperti RPJMD, RKPD, ahli sebagai analis kebijakan pemerintahan, ahli dalam keuangan dan penyusunan anggaran pemerintahan, ahli dalam penyusunan APBD ataupun APBDes.

Menurutnya, di beberapa instansi pemerintahan memang memerlukan pendampingan. Di pemerintahan desa menyediakan banyak anggaran untuk pendampingan. Ada permintaan untuk pembuatan website desa, pendampingan pembuatan Perdes, APBDes serta tata kelola BUMDes.

Di DPRD membutuhkan tenaga ahli dalam penyusunan Perda. Di Bappeda Propinsi, Kabupaten dan Kota butuh ahli perencana dan analis kebijakan. Demikian juga dengan institusi lain yang kerap membutuhkan konsultan, tenaga ahli atau tim pakar.

Dalam hal kepemimpinan pemerintahan maka memerlukan dosen yang ahli dalam strategi pengambilan keputusan, resolusi konflik, mediator, public speaking. “Kita juga mempersiapkan dosen yang ahli di bidang teknologi pemerintahan, akuntansi pemerintahan, jurnalistik dan humas serta keahlian lain yang dibutuhkan mahasiswa ketika mereka masuk dunia kerja kelak,” ujarnya.

Jika para dosen kita sarankan memiliki keahlian khusus maka penerima manfaat bukan hanya bagi mahasiswa yang diuntungkan, namun juga bagi dosen yang bersangkutan. Sebab baik lembaga pemerintahan, swasta ataupun organisasi non pemerintah kerap membutuhkan konsultan, tim ahli, tim pakar dari perguruan tinggi.

Mereka menyiapkan banyak anggaran untuk itu. Yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga tersebut bukan hanya sekedar kepakaran di bidang keilmuan, namun dibutuhkan kepakaran dalam merancang sesuatu untuk menghasilkan produk pemerintahan seperti naskah akademik ataupun policy paper.

Keahlian para dosen juga akan sangat mendukung Indikator Kinerja Utama atau IKU dan akreditasi Prodi. Bahwa dosen harus didorong berkegiatan di luar kampus sebagai penunjang tri dharma perguruan tinggi.

Semua itu butuh proses panjang. “Saya yakin ini bisa. Apalagi terget ini sangat sejalan dengan Visi Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Berty Sompie, MEng Asean IPU Eng yakni menjadikan Unsrat Unggul dan Berbudaya menuju World University,” tandasnya.

Dikemukakan, selain penguatan kurikulum dan pengembangan keahlian dosen, perlu juga pengembangan kegiatan extra kurikuler mahasiswa. Belajar di kelas tidak cukup untuk melatih mereka memiliki kapasitas yang dibutuhkan dunia kerja kelak. Sehingga pengembangan kepemimpinan mahasiswa harus di dorong lewat organisasi kemahasiswaan.

Terdapat beberapa mata kuliah yang harusnya wajib mensyaratkan kegiatan kemahasiswaan untuk bisa lulus. Misalnya mata kuliah Agama, wajib mahasiswa untuk ikut kegiatan-kegiatan kerohanian baik oleh BKK, KMK dan Badan Tadzkir. Mata kuliah organisasi dan manajemen diwajibkan bagi mahasiswa menjadi anggota di organisasi lingkungan kampus atau wajib mengikuti kegiatan LKMM fakultas atau universitas. Mata kuliah metodologi atau kapita selekta di wajibkan bagi mahasiswa untuk ikut lomba LKTI.

Jadi, nantinya tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan teoritik semata, namun pengalaman kepemimpinan mahasiswa harus dijadikan target juga guna mempersiapkan diri mereka untuk berkompetisi di dunia lapangan pekerjaan ketika mereka lulus kelak atau untuk pengembangan karier mereka dalam dunia kerja.

“Ada link and match antara mata kuliah yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja,” tandas Ferry. (FA)