Meimonews.com – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran menegaskan, pendidikan karakter bulan sekadar kegiatan seremonial tapi bagian dari proses penbentukan menjadi manusia yang memiliki integritas, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan etika.

Penegasan tersebut disampaikan Dekan FPIK Unsrat ketika membuka kegiatan Pendidikan Karakter Mahasiswa Baru FPIK Unsrat yang diadakan di Auditorium Fakultas, Rabu (30/9/2026.

“Saya ingin saudara memahami satu hal : ilmu tanpa karakter dapat kehilangan arah, tetapi ilmu yang dibangun di atas karakter akan memberilan manfaat yang besar,” ujarnya pada kegiatan yang dilaksanakan panitia dengan diketuai Joppy D. Mudeng.

Para mahasiswa FPIK, menurutnya, akan belajar tentang sumber daya perikanan dan kelautan. Bidang ini sangat penting bagi masa depan Indonesia sebagai negara kepulauan. Karena itu, pimpinan fakultas berharap para mahasiswa kelak menjadi.generasi yang mampu menjaga laut, mengembangkan potensi perikanan secara berkelanjutan dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Dekan berharap, para mahasiswa jangan hanya mengejar nilai tapi bangunlah kompetensi karakter, jejaring dan pengalaman. “Belajarlah bekerjasama. Hormati perbedaan. Jaga integritas. Hindari kekerasan, perundungan, diskriminasi, narkoba, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan saudara,” ajaknya.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unsrat ini mengingatkan untuk menjadikan FPIK sebagai tempat untuk bertumbuh. Bukan hanya menjadi pintar tetapi juga menjadi manusia yang baik dan bermartabat,

“Mari kita bangun FPIK yang unggul, berbudaya, dan berkelas internasional dengan mahasiswa yang berintegritas dan berdaya saing.global,” pintanya.

Kegiatan yang diikuti seratus lebih mahasiswa baru FPIK Unsrat ini menghadirkan beberapa narasumber yakni Ridwan Lasabuda yang membawakan materi Pancasila dan UUD 1946 dan Ping A. Angmalisang tentang Deradikalisme.

Narasumber lain adalah Arie B. Rondonuwu tentang Integritas dan Winda M. Mingkid tentang Etika dan Kepribadian. (FA)

Meimonews.com -PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) turut serta dalam kegiatan Meaningful Participation Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (BSOJK) bersama satuan kerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diselenggarakan di Best Western The Langoon Hotel, baru-baru

Kegiatan yang mengusung tema Penguatan fungsi analisis Emekonomi daerah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan pemahaman bersama mengenai peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam pengembangan ekonomi daerah.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi interaktif bersama peserta, serta kunjungan lapangan program TPAKD untuk melihat langsung implementasi program di lapangan.

Acara penting dan strategis ini dihadiri jajaran pimpinan tinggi OJK, Badan Supervisi OJK, serta manajemen utama BSG.

Dari pihak OJK dan Badan Supervisi OJK hadir
Muhammad Budiman (Direktur Koordinasi Kantor OJK Sulut Maluku dan Papua serta Layanan Sentral), Robert HP Sianipar (Kepala OJK Provinsi Sulut dan Gorontalo), Imam Cahyadi (Direktur Divisi Keuangan Daerah dan Koordinasi Regional).

Selain itu, Budiman P. Siahaan (Deputi OJK Provinsi Sulut dan Gorontalo), Agustinus Prasentyantoko (Anggota Badan Supervisi OJK), Candra Fajri Ananda (Wakil Ketua Badan Supervisi OJK), Muhammad Edhie Purnawan (Anggota Badan Supervisi OJK), dan Mohammad Djufrin (Anggota Badan Supervisi OJK)

Dari pihak BSG hadir, antara lain Louisa Parengkuan (Direktur Operasional), Esther C. Rampengan (Direktur Kredit), Nolvy Kilanta (Group Head Operasional), Jerry Tuuk (Pemimpin Divisi Kredit Komersil), Fitri Tuwaidan (Pemimpin Departemen Kredit Komersil), dan James Lumintang (Pimpinan Cabang Bitung BSG)

Kehadiran jajaran manajemen BSG (mulai.dari Kantor Pusat hingga Cabang Bitung) menegaskan komitmen perbankan daerah dalam mendukung program pengembangan ekonomi kerakyatan melalui TPAKD.

Dalam forum ini, BSG memberikan perspektif mendalam mengenai peran Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam mendukung akses pembiayaan, memperluas kegiatan usaha di daerah, serta memperkuat ekosistem kemitraan antara OJK, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan terkait.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula peninjauan lapangan program TPAKD Kota Bitung yang melibatkan fasilitasi kehadiran debitur serta peninjauan lokasi pelaku usaha guna melihat secara langsung implementasi serta efektivitas akses pembiayaan terhadap perkembangan kegiatan usaha di daerah.

Melalui kegiatan ini, sinergi yang terbangun diharapkan semakin memperkokoh peran strategis sektor jasa keuangan dalam mendorong stabilitas sistem keuangan serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo. (elka)

Meimonews.com – Agnes Laratmase dilantik memjadi Presidium Pendidikan dan Kaderisasi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas Periode 2026–2028 dalam rangkaian pelantikan Pengurus Pusat PMKRI oleh Ketua Presidium (Kapres) PMKRI Pusat Christian Alesandro Delviero Rettob di Margasiswa 1 PMKRI, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Mengemban tanggung jawab tersebut, Agnes menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi melalui penguatan sistem pendidikan dan kaderisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, proses pembinaan kader perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal.

“Saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal, kami ingin memperkuat proses pembinaan kader agar setiap kader PMKRI di seluruh Indonesia memiliki kualitas intelektual, karakter, kemampuan kepemimpinan, serta kepekaan sosial yang semakin baik.” ujarnya kepada Meimonews.com via telefon, Selasa (29/9/2026).

Menurut mantan Kapres PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquino ini, kaderisasi merupakan salah satu fondasi penting dalam keberlangsungan organisasi sekaligus bagian dari kontribusi PMKRI bagi kehidupan bangsa. Karena itu, pendidikan kader tidak cukup hanya berorientasi pada kebutuhan internal organisasi, tetapi juga harus mampu melahirkan kader yang dapat memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Kader yang berkualitas merupakan salah satu kunci bagi kemajuan sebuah bangsa. “Karena itu, kaderisasi harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga karakter, integritas, tanggung jawab, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menjawab persoalan-persoalan masyarakat,” sebutnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Agnes juga menekankan pentingnya membangun sistem kaderisasi yang dapat menjangkau seluruh cabang PMKRI di Indonesia. Penguatan kapasitas kader diharapkan berjalan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan konteks dan kebutuhan masing-masing daerah.

Harapannya, pendidikan dan kaderisasi PMKRI dapat menjadi ruang yang benar-benar membentuk kader secara utuh. “Kita ingin setiap kader mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu membawa nilai dan kompetensi yang telah dibentuk selama berproses di PMKRI,” ujarnya. (lex)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terkait dengan operasionalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mamitarang.

Pengoperasian TPA Regional Mamitarang (Manado, Minahasa, Minahasa Utara dan Bitung) dirasa mendesak sekaligus sebagai upaya mengatasi permasalahan pemgelolaan sampah di Manado yang teedampak karena kebakaran TPA Sumompo.

Hal tersebut terlihat ketika adanya Rapat Koordinasi (Rakor) di Kantor Gubernur Sulut, Senin (28/9/2026). Rakor dipimpin Asisten Perekenomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulut Jimmy Ringkuangan.

Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Manado Julises Oehlers, Kasatpol PP Kota Manado, Kadis Lingkungan Hidup Kota Manado dan Kabag SDA Sekretariat Daerah Kota Manado.

TPA Regional Mamitarang dioperasikan oleh UPT Persampahan Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara yang nantinya akan menangani pengelolaan residu sampah dengan metode sanitary landfill dari wilayah regional Mamitarang. (elka)

Meimonews.com – Menjadi kebanggaan bagi Sekolah Menengah (SMA) Negeri 7 Manado karena salah satu siswanya berhasil masuk tim Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Sulut untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju tahun 2026.

Siswa tersebut adalah Yehuda Amos Lionel Mozes. Siswa kelas 12 D ini tergabung dalam tim tinju provinsi Sulut yang berjumlah 9 orang yang akan berlaga dalam iven nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta, 19-25/2026.

Masuknya Yehuda dalam squad tinju Sulut ini tidak terjadi begitu saja. Ada proses yang harus dilewati. Sejumlah prestasi dan keikutsertaannya di sejumlah iven dijadikan alasan terpilihannya itu.

Salah satu atlet tinju berbakat binaan sekolah yang kerap mewakili daerahnya dalam berbagai ajang kompetisi kejuaraan tinju regional ini memiliki beberapa catatan prestasi dan keterlibatannya dalam beberapa iven.

Kepala SMA Negeri 7 Manado Hanny Willem Rawung

Pada Boxing on The Street, Yehuda meriah juara 1. Pada Kejuaraan Piala Bupati Sangihe 2026, Yehuda terdaftar sebagai salah satu dari ratusan petinju berbakat se-Sulut yang ikut bertarung memperebutkan gelar dalam turnamen bergengsi tersebut.

Saat berkompetisi di tingkat pelajar, Yehuda membawa harum nama sekolahnya (SMA Negeri 7 Manado) melalui raihan podium di cabang olahraga tinju.

Yehuda akan bertanding di Kejurnas tahun ini di kategori Yunior Boys kelas 54 kilogram.

“Sebagai Kepala SMA Negeri 7 Manado, saya bangga karena Yehuda berhasil masuk dalam tim tinju Sulut untuk Kejurnas Tinju Tahun 2026,” ujar Kepala SMA Negeri 7 Manado Hanny Willem Rawung kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).

Pimpinan, guru dan staf sekolah, sambung Rawung di dampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Andika Lontoh, sangat mendukung keikutsertaannya di iven nasional tersebut dan mendoakam agar hasil terbaik bisa diraihnya. (Fer)

Meimonews.com – Pengedaran dan penyalahgunaan obat-obat terlarang seperti Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif) sesungguhnya bukan sekadar masalah kebutuhan ekonomi atau kejahatan biasa.

Pengedaran Narkoba sesungguhnya berkaitan dengan cara suatu negara dalam melemahkan kekuatan negara lain. Saling melemahkan suatu negara terhadap negara lain disebabkan karena adanya persaingan pasar dan ekonomi, kekuatan militer atau karena kekayaan sumber daya alam.

Hal itu dikatakan Dekan FISIP Unsrat Ferry Markus Daud Liando ketika membawakan sambutan pembukaan pada acara Sosialisasi Bahaya Narkoba kerjasama FISIP Unsrat dan Garda Nusantara Sulawesi Utara, di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik Alfon Kimbal dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Donal Monintja serta sekitar 300 mahasiswa baik dari FISIP Insrat maupun dari fakultas lain.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai Jessica Sendouw ini menampilkan narasumber Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut Standius Bara Prima (mewakili BNN Sulut).

Diungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap menjadi incaran negara asing dikarenakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah. Sejak dahulu, Indonesia dijajah oleh negara-negara Eropa dan Asia, karena hanya ingin menguasai kekayaan alam Indonesia.

Namun, karena semangat persatuan dan kesatuan, Indonesia tidak bias jatuh meski adanya perang secara militer. Namun demikian pihak asing tidak pernah menyerah untuk mengendalikan negara ini, selalu saja ada upaya untuk melemahkan bangsa ini.

“Salah satu cara yang dilakukan adalah pengedaran Narkoba bagi kalangan anak muda. Mereka tahu bahwa Narkoba dapat merusak kemampuan koginitif, melemahkan produktifitas dan melemahkan mental pengguna,” ujarnya.

Menurutnya, ketika makin banyak yang terlibat kecanduan, maka masa depan bangsa bisa rusak dan peluang bangsa lain akan menguasai kita termasuk kekayaan sumber daya alam.

Menurut Ketua Garda Nusantara Mirel Sengkey menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk tindakan pencegahan agar mahasiswa tidak terpengaruh oleh tawaran-tawaran penggunaan narkoba yang kelak mengancam masa depan generasi muda. (FA)

Meimonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Kantor Bupati, Jumat (25/9/2026).

Rapat strategis ini memfokuskan pembahasan pada penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan program inklusi keuangan di daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Rapat pleno yang berlangsung dinamis ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Sangihe Michael Thungari, Kepala OJK Sulutgo Malut Robert Sianipar, serta Penjabat Sekda Sangihe Johanis Pilat, Kepala Dinas terkait di lingkungan Pemkab Sangihe beserta tamu undangan lainnya.

Turut hadir, jajaran pimpinan lembaga perbankan, seperti Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan bersama Pincab Bank SulutGo Tahuna Fernando Mamahi dan perwakilan Pincapem Tamako, serta pimpinan cabang Bank BRI dan Bank Mandiri.

Dalam arahannya, Bupati Sangihe memberikan penegasan keras agar agenda TPAKD tidak berhenti pada kegiatan seremonial belaka. Bupati menuntut agar setiap program yang dirancang mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.

“Agenda TPAKD tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial yang minim tindak lanjut. Kita harus memastikan program ini mampu memberikan dampak nyata dan menghadirkan akses keuangan riil bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sangihe,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Sangihe mendesak pihak perbankan (khususnya Bank SulutGo, BRI, dan Mandiri) untuk mempermudah proses penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan ini diproyeksikan untuk memperluas akses modal bagi UMKM, petani, serta para nelayan lokal.

Selain sektor perdagangan dan pertanian, rapat pleno juga menyoroti pentingnya optimalisasi sektor kelautan melalui penguatan pembiayaan untuk budidaya ikan dan perikanan tangkap, mengingat potensi maritim Sangihe yang sangat besar.

Melalui sinergi yang solid antara Pemkab Sangihe, OJK, dan industri perbankan yang hadir, TPAKD diharapkan mampu menjadi motor penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijasah akademik. Persaingan global dan dinamika industri yang begitu cepat mengharuskan lulusan perguruan tinggi (PT) memiliki proof of competence (bukti nyata kompetensi) yang diakui secara nasional.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor (Warek) 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada pembukaan kegiatan Witness BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Penyaksian Uji Kompetensi LSP P1 Unsrat.

Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Sabtu (26/9/2026) yang diikuti puluhan mahasiswa Unsrat, para asesor termasuk Dekan FEB Unsrat Victor PK Lengkong dan 4 Wakil Dekan serta pimpinan/staf LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) Unsrat.

“Pelaksanaan witness oleh BNSP hari ini merupakan tonggak sejarah (milestone)
yang sangat penting sekaligus emosional bagi Unsrat,” ujar Warek 1 mengutip sambutan Plt. Rektor.

Ditegaskan, perjalanan mendirikan LSP (Lembaga Sertifkasi Profesi) ini bukanlah proses yang instan; butuh waktu kurang lebih dua tahun penuh dengan dedikasi, ketekunan, serta koordinasi intensif dari jajaran LPMPP dan tim terkait.

Kehadiran LSP di lingkungan Unsrat ini memberikan keuntungan yang luar biasa strategis bagi institusi Unsrat, terutama dalam memastikan penguatan kompetensi
mahasiswa secara terstandar.

Dengan memiliki LSP sendiri, Unsrat dapat
secara mandiri menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. Terlebih lagi, saat ini kita telah memiliki 11 skema sertifikasi yang siap untuk melaksanakan uji kompetensi, yang mencakup berbagai bidang keahlian mahasiswa kita.

Hal ini tentu akan mendongkrak daya saing lulusan Unsrat di pasar kerja nasional maupun global. “Sertifikasi profesi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan paspor utama bagi lulusan Unsrat untuk menembus dunia industri dengan penuh rasa percaya diri,” tandasnya.

Atas nama sivitas akademika Unsrat, Plt Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya kepada kedua asesor yang hadir yakni Fauziah dan Hasnawati.

“Kehadiran bapak/ibu sekalian adalah kehormatan sekaligus wujud nyata dukungan BNSP dalam memastikan standar kompetensi terbaik bagi lulusan kami,” sebutnya.

Kepada para asesor, Plt Rektor berharap agar seluruh proses dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, objektif, transparan, dan sesuai dengan standar sertifikasi yang berlaku. “Laksanakan tugas dengan profesional, tetapi tetaplah memberikan suasana asesmen yang edukatif dan konstruktif bagi mahasiswa,” pintanya.

Kepada mahasiswa peserta witness, diharap memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. “Tunjukkan bahwa mahasiswa Unsrat tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga benar-benar kompeten, terampil, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui skema-skema yang telah disiapkan,” pinta Plt. Rektor.

Usai acara pembukaan, diadakan turun lapangan/asesmen ke tempat uji kompetensi (TUK), mengisi berkas-berkas kompetensi, penyerahan berkas dan acara penutupan oleh Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene.

Dalam sambutannya ketika menutup kegiatan, Kepala LPMPP Unsrat menyampaikan terima kasih kepada dua asesor dari BNSP yang sudah datang dan memberikan asesmen sehingga kegaitan ini bisa berjalan dengan baik.

Kepada para asesor, Runtuwene berterima kasih atas kehadiran dalam kegiatan ini serta dukungan yang telah diberikan selama ini termasuk ketika BNSP menerbitkan lisensi bagi LSP.Unsrat dengan 11 skema.

Runtuwene menyampaikan juga terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah menberikan dukungan seperti mantan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie sehingga LSP P1 Unsrat mendapat lisensi tersebut.

Ditegaskan, tugas kita belum selesai. Baru mulai untuk menghasilkan mahasiswa yang kompeten. Dan, saat ini, bukan cuma Unsrat tapi juga seperti ITB dan UGM, perlu menghasilkan lisensi banyak skema.

“Hal ini, seperti kata Plt Rektor Unsrat (saat memberikan sambutan pada acara pembukaan), ijasah itu cuma pengantar. Tapi, kompetensi itu yang membawa mereka (para mahasiswa – Red) bisa sukses,” tandas pejabat inovatif, kreatif dan familiar ini.

Ditegaskan pula, kesuksesan bisa dicapai karena adanya kebersamaan. Ada kerja tim. Keberhasilan yang diraih LPMPP termasuk LSP Unsrat tidak terlepas kaitannya dengan dukungan dan kerjasama tim seperti asesor, kaprodi serta pimpinan dan staf LPMPP Unsrat.

Secara terbuka, Runtuwene mengungkapkan rencana LPMPP Unsrat ke depan baik untuk tahun berjalan ini (2026) maupun tahun depan (2027) seperti asesor untuk mahasiswa, penambahan ruang lingkup, dan pelatihan asesor kompetensi.

Ketua LSP P1 Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran kepada Meimonews.com menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah BNSP datang untuk menyaksikan uji kompetensi pertama yang dilakukan LSP P1 LPMPP Unsrat.

“Hal ini merupakan kelanjutan dari diterbitkannya lisensi LSP P1 Unsrat oleh BNSP untuk 11 lisensi,” ujarnya di dampingi Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff, Manajer Sertifikasi Wisard Kalengkongan, Manajer Teknis Eric Alfonsius dan Bendahara Reynald J. Pakasi.

Saat ini, sebutnya, sudah ada 23 mahasiswa yang berkompeten. Dan, setelah melalui proses sesuai mekanisme yang ada, mereka akan mendapat sertifikat dari BNSP yang berlaku secara nasional dan internasional. (FA)

Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Jamaluddin Jompa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan di lingkungan universitas, Jumat (25/9/2026).

Rakor yang dilaksanakan di ruang rapat Rektorat ini dihadiri kajaran pimpinan universitas yakni para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, para Dekan Fakultas, Kepala-kepala Lembaga, hingga Kepala Biro di lingkungan universitas.

Dalam arahannya, Plt. Rektor menekankan pentingnya penguatan sinergi, konsolidasi program kerja, serta optimalisasi tata kelola perguruan tinggi (PT).

Hal tersebut dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kinerja akademik dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

Rakot menyepakati sejumlah langkah taktis serta komitmen bersama seluruh elemen pimpinan untuk mempercepat pencapaian program-program prioritas Unsrat ke depan. (FA

Meimonews.com – Dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di daerah Sulut mencatat prestasi membanggakan sebagai perangkat daerah kinerja terbaik pelaporan inovasi daerah tahun 2026 bidang pendidikan.

Kedua lembaga pendidikan tersebut adalah SMA Negeri 8 (Smandel) Manado dan SMA Negeri 7 (Smantu) Manado

Prestasi membanggakan tersebut diumumkan pada Rapat Paripurna DPRD Sulut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulut di Gedung DPRD Sulut, Selasa (22/9/2026).

Smandel Manado pimpinan Mediatrix Maryani Ngantung mencatatkan prestasi terkait dengan inivasi Kamberu (Kampanye Bertani Urban) sementara Smantu Manado pimpinan Hanny William Rawung terkait dengan pemanfaatan Sisa MBG Menjadi Pupuk.

Program Kamberu yang telah diterapkan di Smandel beberapa tahun lalu itu adalah rencana aksi wirausaha pertanian yang berkelanjutan sebagai salah satu proyek pembelajaran di SMAN 8 Manado sebagai Program Sekolah Penggerak.

Program Kamberu ini melibatkan semua warga sekolah termasuk di dalamnya seluruh siswa-siswi dan orangtua siswa yang memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek pembelajaran seperti ini.

Di Smantu Manado, pemanfaatan sisa MBG dijadikan ECO Enzim dan bahan turunannya seperti sabun padat, sabun cair, lilin, shampoo dan lain-lain yang berdampak positif untuk menjaga lingkungan tetap asri, sehat, bermanfaat dan berkelanjutan. (Fer)