Meimonews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud secara resmi menjalin kerjasama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Kesepakatan ini berfokus pada pengembangan ekosistem jual beli hasil tangkap ikan yang dilaksanakan di Kantor Pusat PT Bank SulutGo, Jl. Piere Tendean, Manado, Kamis (24/9/2026).

Kerjasama ini diinisiasi sebagai bagian dari program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pengembangan ekonomi daerah di Provinsi Sulawesi Utara, dengan fokus utama penguatan sektor maritim dan perikanan di wilayah Kepulauan Talaud.

Melalui ekosistem ini, diharapkan tercipta rantai jual beli hasil laut yang lebih terintegrasi, transparan, serta didukung oleh akses layanan keuangan digital yang memadai.

Manajemen Bank SulutGo menegaskan kesiapan perseroan untuk mendukung penuh ekosistem perikanan di Talaud melalui penyediaan layanan perbankan, digitalisasi pembayaran, hingga fasilitasi pembiayaan bagi nelayan dan pelaku usaha.

Keberadaan unit kantor seperti BSG Cabang Melonguane siap menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.

Kepala OJK Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku Utara (Sulugo Malut) Robert Sianipar menegaskan, kolaborasi ini menjadi momentum penting yang akan digerakkan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Selain memberikan akses pembiayaan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program KUR Bohusami, program ini juga menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan bagi para nelayan.

Hal ini dimaksudkan agar para pelaku usaha perikanan dapat mengelola keuangan secara bijak serta terhindar dari jeratan rentenir maupun pinjaman online ilegal.

Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kerja sama ini.

Mengingat Kepulauan Talaud memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat melimpah, Bupati berharap kesepakatan ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, melainkan segera direalisasikan secara konkret oleh dinas-dinas teknis dan unit cabang bank untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan setempat.

Agenda penandatanganan ini dihadiri jajaran pimpinan dari berbagai instansi terkait.

Dari jajaran Bank SulutGo, hadir Komisaris Rania Dilalish Ismail, Direktur Kredit Ester Rampengan, serta Branch Manager BSG Cabang Melonguane Stevi P. Maringka.

Dari pihak OJK, hadir Kepala OJK Sulutgo Malut, Deputi Direktur Budiman Siahaan, Manajer Toar K. Datulong, dan Asisten Manajer Egmathia Marentek.

Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, hadir Bupati, Kepala Badan Perbatasan Daerah Fanny Unasong, Kepala Dinas Kominfo Stella Bentian, Kepala Dinas Perhubungan sekaligus Plt. Kepala BPBD Leida Dahlan, serta Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengelolaan TPI Elton Renjore. (elka)

Meimonews.com – Guna mendukung implementasi manajemen talenta, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah membentuk UPTD Penilaian Kompetensi ASN atau Assesment Center.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado Andrei Angouw.pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Manado di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (24/9/2026).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Regional XI BKN Akhmad Syauki, Sekretaris Daerah Sulut Tahlis Gallang, para Sekretaris Daerah se-Sulut para Asisten Setda Kota Manado, Kepala BKD, BKPP, dan BKPSDM se-Sulawesi Utara, Kepala PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Manado Agus Humaedi, para Kepala Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Manado serta undangan lainnya.

“Saat ini, fasilitas tersebut tengah dipersiapkan, baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras, dengan target dapat beroperasi secara penuh pada tahun depan,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan, Pemkot Manado telah mulai menerapkan manajemen talenta secara mandiri sejak tahun 2025 melalui aplikasi internal.

Selanjutnya, Pemkot Manado akan berkolaborasi penuh dengan sistem Simata (Sistem Manajemen Talenta) milik BKN sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Kepala BKN RI (Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar sistem untuk melakukan pemetaan ASN, tetapi merupakan instrumen strategis bagi kepala daerah dalam mengelola sumber daya aparatur.

Sistem ini menerapkan prinsip meritokrasi untuk memastikan penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place).

Kepala BKN RI juga mengajak seluruh instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kantor Regional XI BKN untuk terus memperkuat penerapan manajemen talenta, sehingga pengelolaan karier ASN dapat berjalan secara lebih profesional, terencana, objektif, dan berbasis kinerja.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BKN RI menyerahkan piagam penghargaan kepada Walikota Manado. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkot Manado sebagai instansi di wilayah kerja Kantor Regional XI BKN yang dinilai patuh terhadap norma, standar, prosedur, dan kriteria manajemen ASN serta telah menerapkan manajemen talenta.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Kepala BKN RI dan Walikota Manado. (elka)

Meimonews,com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa menegaskan, 62 tahun Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat merupakan perjalanan panjang yang telah menghasilkan banyak karya dan kontribusi.

“Pada usia ke-62, Fatek telah memiliki fondasi yang kuat. Sekarang, saatnya menggunakan fondasi tersebut untuk melakukan lompatan kemajuan berikutnya,” ujar Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah pada Sidang Terbuka Senat Fatek Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fatek Unsrat di Auditorium Unsrat, Kamis (24/9/2026).

Karena itu, sebutnya, dies natalis bukan hanya saat untuk merayakan perjalanan tersebut, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi: di mana kita berada saat ini, tantangan apa yang kita hadapi, dan ke mana Fatek akan dibawa ke depan.

“Mari kita jadikan dies natalis ini sebagai momentum untuk bergerak dari bertumbuh menjadi semakin bermutu, dari menghasilkan karya menjadi menghasilkan dampak, dan dari sekadar mengikuti perubahan menjadi ikut menentukan arah perubahan,” ujar Wakil Rektor 4 mengutip sambutan Plt. Rektor.

Dikemukakan, semangat SHELTER (Sustainable and Human-centered Engineering for Livable, Transformative, and Ecologically Resilient Environments – Red) yang menjadi tema dies, kiranya menjadi bagian dari perjalanan tersebut yakni menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi keteknikan yang berkelanjutan, tangguh, transformatif, serta berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Di momen tersebut, Plt Rektor Unsrat mengungkapkan tiga hal.penting. Pertama, tema Dies Natalis ke-62 sangat relevan dengan tantangan keteknikan saat ini. Kedua, pertumbuhan Fatek harus diikuti dengan peningkatan kualitas. Ketiga, mengenai arah pengembangan Fatek ke depan.

Ketiga hal penting tersebut lantas diuraikan Plt Rektor pada kegiatan yang dihadiri sivitas akademika Fatek Unsrat, mantan-mantan Dekan Fatek Unsrat, Dekan Fakultas se-Unsrat dan undangan lainnya.

Dekan Fatek Unsrat Liany Amelia Hendratta dalam sambutannya mengatakan, dies natalis ke – 62 ini, kita tidak hanya mengenang perjalanan masa lalu, tapi juga perlu bertanya di mana posisi Fatek saat ini, apa yang telah kita capai, apa yang harus diperbaiki, dan Fatek seperti apa yang kita hadirkan untuk masa depan ?

Tema dies tahun ini, menurutnya, merupakan refleksi tentang arah Fatek dalam menjawab tantangan masa depan.

Dekan Fatek mengajak untuk menjadikan dies natalis ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai titik refleksi, titik evaluasi dan titik kebangkitan melangkah lebih jauh.

Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-62 Fatek Unsrat Tritiya AR Arungpadang dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan dalam rangka dies tahun ini dimulai sejak Juli hingga mencapai puncak pada Kamis (24/9/2026).

Tema yang diangkat pada peringatan ini mencerminkan komitmen Fatek untuk mendukung rekayasa berkelanjutan dan berpusat pada manusia untuk menghasilkan sistem dan lingkungan yang layak huni, transformatif, dan berketahanan ekologis dalam seluruh bidang tridarma perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-62 diawali dengan Acara Pembukaan pada 27 Agustus 2026 dan dibuka secara resmi oleh Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang diwakili Wakil Rektor 4 Stennie Edward Wallah.

Kegiatan – kegiatan yang diadakan adalah Fatek Expo 2026, Kejuaraan Bridge antar Siswa SMP/SMA, Kejuaraan Catur internal Fakultas Teknik, Lomba Euro Robotics Competition, Lomba Bola Basket dan Lomba Futsal, Lomba Putra Putri Fakultas Teknik dan Sura Cup.

Selain itu, Seminar Nasional Sains dan
Teknologi 2026, Pengabdian kepada Masyarakat bertempat di SMA Taruna Nusantara kampus Langowan, Ziarah ke makam para mantan Dekan Fatek,

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berpuncak pada pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi yang dilaksanakan pada hari ini, 24 September 2026,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pada acara puncak ini ada orasi ilmiah (secara zoom) oleh Kepala BMKG RI Teuku Faisal Fathani. (FA)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini dibuktikan melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pola Kemitraan Pengembangan Ekosistem Usaha Tanaman Pala, Fasilitas Pembiayaan, dan Penjaminan Pasar dengan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) di Ruang Rapat Kantor Pusat Bank SulutGo, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri jajaran manajemen Bank SulutGo, Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgo Malut Budiman Siahaan, serta para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Sitaro dan unsur terkait.

Dalam sambutannya, Direktur Kredit Bank SulutGo Esther C. Rampengan menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada jajaran Pemkab Sitaro dan OJK Sulutgo Malut.

Kabupaten Sitaro, sebutnya, dikenal memiliki komoditas unggulan berstandar nasional maupun global, yakni tanaman pala.

“Komoditas ini bukan sekadar sektor perkebunan konvensional, melainkan fondasi ekonomi kerakyatan dan sumber penghidupan utama sebagian besar masyarakat di Kabupaten Sitaro,” ujarnya.

Menyadari potensi besar tersebut, kerjasama ini dirancang secara komprehensif untuk membangun ekosistem usaha tanaman pala yang terintegrasi di Kabupaten Sitaro.

Sebagai bentuk dukungan nyata, hingga saat ini pembiayaan BSG untuk sektor usaha pala telah menjangkau sekitar 138 debitur dengan plafon mencapai Rp9,5 miliar. Melalui momentum MoU dan PKS ini, BSG berharap penyaluran kredit dapat langsung diikuti dengan eksekusi berupa penyaluran pembiayaan kepada para petani pala yang telah hadir di lokasi acara.

Kepala OJK Sulutgo Malut Budiman Siahaan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara regulator perbankan dan pemerintah daerah sebagai katalisator penting dalam mengangkat daya saing komoditas lokal.

Dengan terbangunnya ekosistem yang terintegrasi, kolaborasi ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan finansial dan penyaluran kredit, tetapi juga tentang transformasi ekonomi kerakyatan yang mandiri, tangguh, dan bernilai tambah tinggi.

Disebutkan, OJK juga mendorong agar pola kemitraan berbasis ekosistem ini mampu merangkul seluruh unsur—mulai dari penyediaan akses pembiayaan, pendampingan manajemen usaha, hingga kepastian penjaminan pasar (off-taker) bagi para petani—sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sitaro dapat terus meningkat secara signifikan. (elka)

Meimonews.com – Guna memastikan kesiapan pelaksanaan Uji Kompetensi asesor 11 skema yang telah terlisensi, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat melakukan Pra Witness Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Unsrat.

Kegiatan yang diadakan di ruang rapat LPMPP Unsrat Manado, Rabu (23/9/2026) ini melibatkan asesor LSP P1 Unsrat, asesi pada masing-masing skema, tim LSP, serta unsur LPMPP.
.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff, serta sambutan dan arahan dari pimpinan LPMPP/Dewan Pengarah LSP P1 Unsrat Max RJ Runtuwene di dampingi Sekretaris Esry Laoh.

Selanjutnya, Samuel P. Siagian sebagai asesor lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memberikan penjelasan mengenai kesiapan dokumen witness dan standar operasional.prosedur (SOP) mekanisme Witness sebagai pedoman bagi asesor dan tim LSP dalam mempersiapkan proses penyaksian uji kompetensi.

Tahapan berikutnya difokuskan pada simulasi dan observasi kesiapan asesor serta proses asesmen yang disampaikan Solichatun selaku master Asesor BNSP.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada asesor, asesi, dan tim LSP untuk memastikan bahwa tahapan asesmen, perangkat asesmen, administrasi, serta pelaksanaan di TUK telah dipersiapkan sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan.

Secara keseluruhan, kegiatan Pra-Witness menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman, mengevaluasi kesiapan asesor dan asesi, memeriksa kesiapan TUK dan dokumen asesmen, serta mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan Witness yang sesungguhnya.

“Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh skema yang akan mengikuti Witness dapat memenuhi persyaratan dan menjalankan proses sertifikasi kompetensi secara tertib, konsisten, dan sesuai prosedur LSP/BNSP,,” ujar Kepala.LPMPP Unsrat kepada Meimonews.com, usai kegiatan.

Pra-Witness, tambahnya di dampingi Reynald J. Pakasi (staf LPMPP Unsrat), merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan SDM TUK, perangkat asesmen, dokumen administrasi, dan proses asesmen sehingga pelaksanaan Witness LSP P1 Unsrat dapat berlangsung dengan baik dan mendukung tahapan penguatan operasional LSP P1 Unsrat.

Diketahui, LSP Unsrat pimpinan Ockstan Kalesaran, belum lama ini telah mendapat lisensi dengan 11 skema oleh BSNP. (Baca : LSP Unsrat Dapat Lisensi 11 Skema dari BNSP).

Kegiatan Pra-Witness ini merupakan kelanjutan dari terbitnya lisensi tersebut. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Manado memgikuti Orientasi Pendidikan dan Pelatihan BHD, PMKP, PPI, K3RS dan Pelayanan Prima di Aula Lantai Dasar Kantor Administrasi RSUP Kandou Manado..

Kegiatan yang berlangsung lima hari (22-25/9/2026) ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Starry Homenta Rampengan, Selasa (22/9/2026).

Ada sekitar sepuluh pemateri yang akan tampil dalam kegiatan ini. Pemateri tersebut berasal dari intern RSUP Kandou termasuk Dirut.

Hadir pada acara pembukaan, Asisten Manajer Pendidikan RSUP Kandou Sekplin Sekeon, serta Asisten Manajer Pelatihan Ns. Jimmy Kamagi.

Dirut RSUP Kandou menegaskan, keselamatan pasien menjadi perhatian utama rumah sakit yang dipimpinnya dalam penyelenggaraan pendidikan klinis bagi mahasiswa kesehatan.

“Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus institusi pendidikan, RS Kandou membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar sebelum mereka terjun langsung dalam lingkungan pelayanan kesehatan,” ujar Dirut yang sekaligus memberikan materi,

Mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan klinis, menurut dokter subspesialis Kardiologi Intervensi kelahiran Manado, 7 Septemner 1973 ini, perlu memahami berbagai aspek keselamatan dan mutu pelayanan.

Ditegaskan, pembekalan dinilai penting karena mahasiswa nantinya akan berada di lingkungan rumah sakit dan berinteraksi langsung dengan pasien. “RS Kandou merupakan institusi pelayanan publik yang memiliki tanggung jawab besar terkait keselamatan pasien. Karena itu, kami akan membekali mahasiswa dengan pelatihan sebelum masuk dalam pendidikan klinis,” ujar Dirut.

Ditambahkan, keselamatan pasien menjadi hal yang tidak dapat ditawar dalam setiap proses pelayanan kesehatan. “Bagi kami, keselamatan pasien di atas segala-galanya. Kematian seseorang hanya satu kali, tidak pakai ulang. Karena itu, sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan, kami sangat bertanggung jawab terhadap hal tersebut,” ujarnya,

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini lantas menjelaskan secara rinci lima materi pembekalan, yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

BHD membekali peserta dengan kemampuan memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan, termasuk mengenali kondisi henti jantung dan henti napas. PMKP memberikan pemahaman mengenai pentingnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.

Sementara PPI diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan serta pengendalian infeksi di lingkungan rumah sakit. K3RS membekali peserta agar mampu mengenali dan mencegah berbagai risiko keselamatan dan kesehatan selama berada di lingkungan kerja.

Adapun Pelayanan Prima menekankan kemampuan berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang baik kepada pasien serta masyarakat.

“Lima pelatihan ini bukan hanya mengenai kemampuan klinis. Mahasiswa juga harus memahami keselamatan pasien, pencegahan infeksi, keselamatan kerja dan bagaimana berinteraksi dengan pasien,” ujar Dirut.

Dirut mengingatkan keoada para mahasiswa agar menerapkan budaya 5S dan Sabar dalam setiap interaksi dengan pasien maupun masyarakat, yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun dan Sabar. “Ketika berhadapan dengan pasien dan masyarakat, harus senyum, sapa, salam, sopan, santun dan sabar,” tegasnya.

Wakil Direktur Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Manado Semuel Tambuwun menyampaikan apresiasi kepada RSUP Kandou yang telah menerima mahasiswa untuk menjalani praktik pendidikan klinis.

Tambuwun mengatakan, pihak kampus siap melakukan evaluasi apabila terdapat mahasiswa yang tidak memenuhi ketentuan atau standar yang ditetapkan RSUP Kandou selama mengikuti praktik.

“Kalau ada mahasiswa yang tidak memenuhi spek RS Kandou, kami siap mengembalikan ke kampus. Terima kasih sudah menerima kami untuk berpraktik di Rumah Sakit Kandou,” ujarnya.

Ia berharap kerjasama antara Poltekkes Kemenkes Manado dan RSUP Kandou dapat terus berjalan dengan baik, khususnya dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa bidang kesehatan. (Fer)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) resmi merelokasi Kantor Cabang Pembantu Layanan Kas (KCP-LK) Petta ke gedung baru yang berjarak sekitar 17,5 meter dari lokasi lama di Jalan Raya Petta, Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (21/9/2026).

Langkah relokasi ini dilakukan guna meningkatkan mutu kenyamanan serta mengoptimalkan kualitas pelayanan perbankan bagi para nasabah dan masyarakat di wilayah Tabukan Utara dan sekitarnya.

Acara peresmian dan pemotongan pita operasional gedung baru tersebut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dari pihak manajemen Bank SulutGo, hadir Group Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, Branch Manager BSG Tahuna Fernando Mamahit, serta Senior Branch Manager (SBM) BSG Tamako.

Jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tabukan Utara turut mengawal agenda tersebut, di antaranya Camat Tabukan Utara, Kapolsek Tabukan Utara, dan Danramil Tabukan Utara. Sejumlah nasabah setia BSG KCP-LK Petta juga tampak memadati area acara untuk menyaksikan pembukaan resmi fasilitas kantor baru ini.

Dalam sambutannya, perwakilan manajemen Bank SulutGo menegaskan, pemindahan unit layanan ke gedung yang lebih representatif ini merupakan bentuk komitmen BSG untuk memberikan akses keuangan yang semakin dekat, aman, dan nyaman bagi masyarakat daerah pesisir dan kepulauan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Plt. Sekda memberikan apresiasi atas konsistensi Bank SulutGo dalam memperkuat infrastruktur layanannya.

Kehadiran wajah baru KCP-LK Petta diharapkan mampu mendongkrak perputaran roda ekonomi lokal serta mempermudah transaksi keuangan warga, pelaku usaha, hingga jajaran aparatur pemerintah di Kecamatan Tabukan Utara.

Rangkaian acara syukuran relokasi ditutup dengan peninjauan fasilitas ruang pelayanan operasional baru bersama para pejabat Pemkab Sangihe, jajaran manajemen BSG, dan para tamu undangan. (elka)

Meimonews.com – 4 (empat) terduga pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayah Kota Manado berhasil dibekuk Unit Reaksi Cepat (URC) Team Charlie dan Team Delta Satreskrim Polresta Manado.

Keempat terduga pelaku masing-masing berinisial YS (30), JW (30), BS (23), dan MW (24). Mereka diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan atas laporan kehilangan kendaraan di kawasan Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Wenang, serta Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken Darat.

Penangkapan dipimpin Kanit Resmob Ipda Nathaniel Farrell Sialagan bersama Kanit Resmob Ipda Kresna Aditya Bagus Perdana.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan informasi mengenai salah satu terduga pelaku. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke Desa Kapitu, Kabupaten Minahasa Selatan, dan mengamankan YS bersama MW.

Dari hasil pemeriksaan awal dan pengembangan, polisi kemudian mengamankan dua terduga pelaku lainnya, yakni JW dan BS. Para terduga pelaku diduga terlibat dalam pencurian sejumlah sepeda motor di wilayah Manado.

Dari pengembangan tersebut, polisi juga berhasil menemukan dan mengamankan lima unit sepeda motor, masing-masing di wilayah Tondano, Kabupaten Minahasa, Girian, Kota Bitung, serta Mapanget Kota Manado.

Sementara itu, dua laporan yang menjadi dasar pengungkapan masing-masing dibuat oleh FWP (22) dan NR (34). Kedua korban melaporkan kehilangan sepeda motor yang sebelumnya diparkir di sekitar tempat tinggal mereka.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto menjelasksn, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil tindak lanjut cepat terhadap laporan masyarakat dan penyelidikan secara berkelanjutan.

“Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain maupun keberadaan barang bukti lainnya. Para terduga pelaku telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam pengembangan kasus, polisi juga memperoleh informasi mengenai seorang terduga pelaku berinisial J, yang diduga berperan sebagai pihak yang mengoordinir dan menerima setoran dari setiap kendaraan hasil pencurian. Yang bersangkutan saat ini masih berstatus sebagai tahanan rutan.

Salah satu terduga pelaku, YS, diketahui merupakan residivis kasus serupa pada 2023 dan baru selesai menjalani masa hukuman pada 17 Agustus 2026.

Keempat terduga pelaku kini diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih melengkapi administrasi penyidikan serta mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian dan pihak lain yang terlibat. (AF)

Meimonews.com – Kabar menggembirakan diterima Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat pada khususnya dan Unsrat pada umumnya.

Kabar menggembirakan tersebut adalah diberikannya Lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unsrat pimpinan Ockstan Jurike Kalesaran oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) lewat surat keputusan nomor 3150/BNSP/VIII/2026.

Lisensi tersebut diberikan menyusul pelaksanaan Full Assesment (asesmen penuh) yang dilaksanakan di Ruang Rapat LPMPP Unsrat Mando, Sabtu (18/7/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie).

Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene dan Ketua LSP Unsrat Ockstan Kalesaran

“Ada 11 skema lisensi yang diberikan, sesuai Surat Keputusan BNSP tersebut,” ujar Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (18/9/2026).

Di dampingi Reynald.J. Palasi (staf LPMPP) Unsrat, Runtuwene lantas merincikan kesebelas skema tersebut.

Pertama, skema klaster pelaksanaan pembesaran ikan kerapu di Keramba Jaring Apung (KJA). Kedua, skema klaster pemroduksian konten Kehumasan. Ketiga, skema peenerjemah teks bahasa.

Keempat, skema kualifikasi 3 bidang analisis kimia. Kelima, skema pelaksanaan pemeriksaan laboratorium biologi molekuler. Keenam, skema pemrogram muda (Associate Programmer). Ketujuh, skema pelaksanaan pengawasan keamanan pangan segar di peredaran.

Kedelapan, skema pemroduksian benih secara kultur jaringan. Kesembilan, skema supervisor garm unggas pedaging. Kesepuluh, skema jenjang 3 bidang kewirausahaan industri. Kesebelas, skema fasilitator organik tanaman. (FA)

Meimonews.com – 3 (tiga) perwakilan LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) Unsrat mengikuti Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi Indonesia dan Seminar Nasional Tahun 2026 yang diadakan di Gedung Ki Hajar Dewantoro UNS Tower Hotel, Jl. Ir. Sutami No. 36, Pucangsawit Kota Surakarta (Jawa Tengah), baru-baru,

Kegiatan yang diselenggarakan Konsorsium LSP P1 Perguruan Tinggi Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Sebelas Maret (UNS) ini mengangkat tema Penguatan Tata Kelola LSP Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia.

Kegiatan seminar dibuka oleh Rektor UNS Hartono sementara Keynote Speech adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Ketiga perwakilan tersebut adalah Kepala LPMPP Unsrat/Ketua Dewan Pengawas LSP Unsrat Max RJ Runtuwene, Ketua LSP Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dan Kabag Keuangan LSP Unsrat Reni Lusia Kreckhoof.

Kehadiran perwakilan dari LPMPP/LSP Unsrat ada kegiatan tersebut, jelas Runtuwene kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (18/9/2026).tidak hanya sekadar hadir.

“Kami hadir dan memberikan kontribusi baik pemikiran maupun hal-hal yang telah dan akan diterapkan sekembali dari kegiatan tersebut,” ujarnya di dampingi Reynald J. Pakasi.

Dijelaskan, dalam konteks operasional Unsrat, LPMPP bertanggung jawab secara substantif terhadap pengawasan mutu pembelajaran, penyelarasan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan efikasi operasional unit sertifikasi profesi.

Kehadiran dalam Rakernas Konsorsium Forum LSP P1 PT Indonesia Tahun 2026 di
Universitas Sebelas Maret Surakarta menjadi langkah strategis untuk mensinkronkan kebijakan internal perguruan tinggi dengan regulasi terbaru BNSP serta arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Berdasarkan paparan kebijakan dan hasil ketetapan Rakernas 2026, LPMPP Unsrat merumuskan beberapa implikasi strategis yang perlu segera ditindaklanjuti. Pertama, Penyelarasan kurikulum OBE dan skema LSP. LPMPP perlu melakukan remapping terhadap seluruh kurikulum program studi di Unsrat guna memastikan unit-unit kompetensi yang diuji dalam LSP P1 terintegrasi secara langsung ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Modul Praktikum.

Kedua, Audit Internal Tata Kelola LSP P1 Unsrat. Mengacu pada standar ISO/IEC 17024 yang dipaparkan oleh BNSP, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh (gap analysis) terhadap Sistem Penjaminan Mutu Internal LSP P1 Unsrat, khususnya pada ranah kerahasiaan perangkat uji, pemeliharaan lisensi asesor, dan independensi komite teknis.

Ketiga, Digitalisasi Operasional Asesmen. Perlunya percepatan integrasi platform e-assessment di Unsrat yang terhubung dengan database verifikasi BNSP untuk mengefisiensikan administrasi pendaftaran, pelaksanaan uji, hingga penerbitan sertifikat kompetensi. (FA)