Meimonews.com – Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Bapenda dan jajarannya yakni UPTD-UPTD se-Sulut di bulan awal tahun 2021 cukup signifikan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakuan, selang Januari 2021, angka kepuasan masyarakat mencapai 97,42 persen terhadap pelayanan lembaga yang mengurusi pendapatan daerah (Patda) ini.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Evaluasi Pelayanan Bapenda Sulut yang diikuti pejabat struktural Bapenda Sulut dan para Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) se-Sulut, Kamis (18/2/2021).

Rapat digelar secara zoom meeting, mengikuti protokol kesehatan Pandemi Covid-19. Yang hadir di ruang rapat Bapenda Sulut hanya pejabat struktural terkait.

“Meski pencapaian ini cukup memuaskan, namun pelayanan di seluruh UPTD harus lebih ditingkatkan,” ujar Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng yang memimpin rapat.

Atteng mengingatkan kepada seluruh Kepala UPTD untuk mengawasi langsung dan melaporkan kinerja pelayanan serta petunjuk-petunjuk yang disampaikan.

Ke depannya, sambung Atteng, Bapenda Sulut akan memperbanyak loket-loket pelayanan bekerjasama dengan Kantor Pos Indonesia, Pegadaian, Indomaret dan lain-lain.

Disebutkan, Bapenda Sulut juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk membayar pajak secara online melalui fasilitas Bank SulutGo.

“Upaya ini bertujuan untuk mendekatkan atau memudahkan layanan akses terhadap Wajib Pajak Kendaraan Bermotor tapi juga untuk menunjang program Pemerintah mengenai Protokol Kesehatan dengan adanya Pandemi Covid 19,” ujar Atteng. (lk)

Meimonews.com – Bapenda Sulut diwakili Kabid Perencanaan dan Pengembangan Ocvy T. B. Leke mengikuti Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk wilayah Provinsi Sulut yg dilaksanakan Bank Indonesia Sulut di Manado, Rabu (17/2/2021)

TP2DD dibentuk dalam rangka mendukung tata kelola keuangan, inklusif dan perekonomian nasional. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat koordinasi, dan harmonisasi kebijakan antar para pihak dalam rangka mempercepat dan memperluas elektronifikasi pemerintah daerah.

Mewakili Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng, Ocvy memaparkan perkembangan penerapan elektronifikasi transaksi non tunai diawali pada tahun 2017 untuk pembayaran PKB dan terus dikembangkan sampai dengan e-pendapatan pada tahun 2020.

“Bapenda Sulut tetap melakukan inovasi serta pengembangan Elektronifikasi PAD yang mencakup pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain PAD yang sah via e-pendapatan tahun 2021,” ujar Ocvy. (lk)

Meimonews.com – Memperingati World Marriage Day 2021” (Hari Perkawinan Sedunia), yang sejak 1993 ditetapkan untuk dirayakan pada hari Minggu II dalam bulan Februari atas restu Paus Johanes Paulus II, Komunitas Marriage Encounter (ME) Distrik VIII Manado menggelar Misa Khusus di Kapela Biara MSC Manado, Minggu (14/2/2021).

Sejumlah pasutri (pasangan suami istri) Komunitas ME Distrik Manado mengikuti miss yang dipersembahkan Pastor Berty Tijow MSC (Eklesial Team ME Koordinator Distrik VIII Manado tersebut.

Perayaan Hari Perkawinan Sedunia tahun ini sangat unik, “Karena dirayakan bertepatan dengan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day),” ujar Pastor Berty salt membawakan kotbah.

Karena itu, tanbahnya, dalam perayaan ini kita menghangatkan kembali dan memperbaharui komitmen kasih sayang yang mendasari keberanian anda berdua melangkah ke depan altar di hari perkawinan anda.

Dikemukakan, walaupun digagas dan diselenggarakan oleh komunitas ME, perayaan itu merupakan bentuk perhatian Gereja secara istimewa kepada keluarga-keluarga di seluruh dunia. “Dalam perayaan ini, selain berdoa dan memohonkan berkat Tuhan untuk keluarga anda masing-masing, dalam kesatuan dengan seluruh Gereja,” jelasnya.

Kita, sambungnya, mendoakan semua keluarga di seluruh dunia, terutama keluarga-keluarga yang mengalami pergumulan dalam relasi suami-istri maupun dalam kehidupan berumahtangga pada umumnya.

Diungkapkan, melalui perayaan ekaristi keluarga yang berhimpun bersama itu menyatakan perhatian dan cinta kepada keluarga mereka dan kepada semua keluarga.

Karena itu, Pastor Berty berharap dan menghimbau agar di tahun-tahun yang akan datang, Perayaan Hari Perkawinan Sedunia seperti ini bisa medapatkan perhatian lebih serius dari para pastor paroki dan komisi keluarga di paroki-paroki.

“Agar semakin banyak keluarga terlibat dan menyatakan kepedulian terhadap pastoral keluarga demi meminimalisir jumlah keluarga-keluarga yang bermasalah dan akhirnya berantakan (cerai),” ujar mantan Supda MSC Sulkaltim ini.

Karena itu, “saya senang bahwa ada paroki-paroki, antara lain, Paroki Bunda Hati Kudus Kairagi, Manado, yang juga menyelenggarakan Misa Minggu (14/2) sebagai Perayaan World Marriage Day,” tegas Pastor Berty.

Berkaitan denman motto Hari Perkawinan Sedunia yakni Love One Another, dalam misa tersebut diadakan upacara Peneguhan Janji Pernikahan oleh para pasangan suami-istri yang hadir, dan diteguhkan serta didoakan Doa Berkat untuk keluarga oleh imam yang memimpin.

Di akhir perayaan, keluarga-keluarga mempersembahkan diri, sekali lagi, kepada Pasutri Kudus, Santo Yusuf dan Santa Maria, untuk perjalanan hidup keluarga-keluarga di masa yang akan datang. (af)

Meimonews.com – Masa tanggap darurat bemcana banjir dan longsor yang terjadi di Manado pada 15 Januari 202, setelah ada perpanjangan dua kali, berakhir pada Kamis (11/2/2021). Namun, aktivitas petugas dari BPBD Manado dan didukung petugas dari sejumlah instansi terkait seperti Satpol PP, TNI dan Polri masih berlangsung.
“Memang masa tanggap darurat bencana berakhir hari ini (Kamis, 11/2/2021) tapi posko tanggap darurat tetap sampai tanggal 14 Februari karena posko ini berlaku selama satu bulan,” ujar Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Posko, Pendopo Kantor Walikota Manado, Kamis (11/2/2021).
Sambuaga menjelaskan, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Manado bersama instansi terkait masih bekerja, melaksanakan tugas penanganan paska banjir dan longsor yang terjadi Januari lalu.
Aktivitas posko masih teus berlangsung dalam hal pembenahan atau kegiatan-kegiatan penanganan pasca banjir dan longsor termasuk penyerahan bantuan lewat camat-camat dan lurah-lurah untuk diteruskan kepada warga yang terdampak.
Pihaknya, didukung Sapol PP, aparat TNI dan Polri, ungkapnya, terus memantau perkembangan yang ada di wilayah-wilayah terdampak. Bila mssih ada wanya yang membutuhkan bantuan, petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan tugas sesuai dengan kebutuhan.
“Setiap hari, petugas BPBD, Satpol PP TNI dan Polri bergerak ke wilayah-wilayah terdampak untuk melihat apakah masih ada lumpur, sampah, dan lain-lain yang membutuhkan bantuan untuk dibersihkan,” tegas mantan Camat Wenang ini.
Diakui, dana bantuan dari Pemerintah Pusat belum ada sehingga dana yang dipakai adalah yang berasal dari dana Pemerintah Kota Manado. “Sampai saat ini, belum ada dana bantuan dari Pemerintah Pusat. Dana yang digunakan adalah dana tak terduga dari Pemerintah Kota manado,” jelasnya.
Dana tersebut digunakan untuk kegiatan family kid, pembelian busa, kasur dan terpal. Bantuan tersebut, rincinya, untuk warga masyarakat yang betul-betul terdampak seperti rumahnya hancur karena longsor atau saat banjir rumahnya rusak.
Ssmbuaga sangat berterima kasih atlas dukungan dari instansi termasuk TNI dan Polri. (lk)

Meimonews.com  – Aktivitas/kegiatan Pemerintah Kecanatan Wenang dan jajaran bersinergi dengan instansi terkait seperti BPBD, TNI dan Polri waktu banjir dan longsor, Januari lalu adalah membantu warga yang terkena danpak.
“Kegiatan yang dilakukan adalah bersih-bersih lingkungan, mengangkat sampah-sampah dan lumpur serta memberikan bantuan berupa makanan,” ujar Camat Wenang Yunita Kumaat kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (11/2/2021)
Selain itu, ada juga bantuan berupa kasur dan lain-lain untuk warga yang terkena dampak banjir dan longsor,Januari lalu.
“Aktivitas atau kegiatan tersebut kami lakukan bersinergi dengan pihak-pihak terkait termasuk TNI dan Polri,” jelasnya
Pasca banjir dan longsor memang ada sisa-sisa sampah dan lumpur tapi di kecamatan Wenang tidak sebanyak di kecamatan-kecamatan lain.
Diungkaapkan, pihaknya mendapat pula bantuan dari Provinsi berupa truk untuk pengakutan sisa-sisa sampah akibat banjir dan longsor karena kita ketahui volume sampah sudah sangat tinggi menghiasi bukan hanya di Kecamatan Wenang tapi juga di beberapa kecamatan lain.
Warga yang terkena dampak di Kecamatan Wenang berada di Kelurahan Komo Luar, Istiqal, dan Tiikala Kumaraka. Merka tedampak genangan air. Untuk longsor, Kelurahan Wenang Utara, Wenang Selatan, Mahakeret Barat dan Mahakeret Timur. (af)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan Bapenda Sulut dalam meningkatkan Pendapatan Daerah (Patda). Untuk mencapai itu, Bapenda Sulut menggelar rapat Pembahasan Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2022 – 2026.

Rapat yang digelar di ruang rapat Bapenda, Rabu (10/2/2021) yang dipimpin Olvie Atteng (Kepala Bapenda Sulut) dihadiri seluruh staf struktural bidang yang terkait serta turut dihadiri Vecky Apollos Junius Masinambow (akademisi) sebagai tenaga ahli.

Atteng mengungkapkan, masih banyak potensi-potensi pendapatan daerah yang dapat digali.

Untuk itu, Masinambow menyarankan perlu ada perencanaan serta analisis objek pajak dan retribusi di dalamnya antara lain pemanfaatan aset milik pemerintah daerah seperti RSUD Provinsi Sulut, UPTD Rumah Sakit Mata Masyarakat.

Selain itu, untuk potensi pendapatan BBN KB 1 yang sedang lesu akibat penurunan daya beli masyarakat karena pandemi covid-19, disarankan periode 2022-2026 agar pendapatan dari BBN KB 2 dapat dioptimalkan dengan mewajibkan kepemilikan kendaraan atas nama sendiri sesuai KTP untuk memudahkan penagihan pajak jika terjadi penunggakan. (lk)

Meimonews.com – Pelbagai daya dan upaya dilakukan Bapenda Sulut dan jajaran untuk meningkatkan pendapatan daerah (Patda) di sampling meningkatkam  kepuasan pelayanan kapadia masyarakat wajib pajak.

Oleh karena itu, koordinasi, komunikasi dan kelengkapan data terus-menerus dilakukan agar kepuasan masyarakat wajib pajak meningkat.

Salah satunya dengan melakukan rapat rekonsiliasi bidang pajak mengenai pelayanan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat yang dipimpin Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut Olvie Atteng yang di dampingi Kabid Renbang Ocvy T. B. Leke.

Sebanyak 15 peserta yang adalah staf kantor pusat/Bapenda Sulut bidang pajak hadir pada rapat yang digelar di ruang rapat Bapenda Sulut, Jumat (5/2/2021).

Dalam pemaparannya, Atteng menegaskan, bidang pajak harus tetap meningkatkan kordinasi dan komunikasi serta melengkapi data-data dari jaringan server thailand serta evaluasi yang bertujuan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan sehingga kepuasan dan kepatuhan masyarakat meningkat.

Olvie berharap di bulan Februari akan ada kenaikan kepatuhan masyarakat Sulut dalam membayar pajak. (lk)

Meimonews.com – Dalam rangka ikut penanganan sampah Kota Manado, Bapenda Sulut melaksanakan Kerja Bakti yang berlokasi di Wawonasa Kecamatan Singkil, Sabtu (6/2/2021).

Kerja bakti yang dipimpin Olvie Atteng (Kepala Bapwnda Sulut) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini merupakan bagian dari kerja bakti Pemprov Sulut untuk bersih-bersih sampath yang ada di Kota Manado, yang dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven OE Kandouw, Sekprov Edwin Silangen bersama jajaran Forkopimda Sulut .

Para ASN dan THL dari seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemprov Sulut terlibat dalam pembersihan sampah di 17 titik yang ada di Manado.

Terkait keikutsertaan seluruh ASN dan THL Pemprov Sulut dalam pembersihan sampah di Manado, gubernur menjelaskan, hal ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam terus menjaga Manado sebagai ibukota provinsi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulut.

“Kita libatkan semua, serentak, karena Manado kan pusat ekonomi kita,. Kalau Manado kotor bagaimana orang mau datang ke Sulut!,” ujarnya.

Diharapkan agar sinergitas dengan pemerintah kabupaten dan kota di Sulut dapat terus dibangun sehingga permasalahan darurat yang dialami oleh suatu daerah dapat cepat terselesaikan.

“Sinergitas pemerintahan itu harus ada, supaya kita menangani persoalan-persoalan darurat yang tidak bisa kita tangani sendiri. (lk)

Meimonews.com – Ungkapan kepedulian terhadap masyarakat, dalam hal ini, umat Katolik yang terkena dampak banjir dan longsor, baru-baru, umat paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa memberikan bantuan sosial.

Bantuan sosial (bansos) yang diberikan berupa beras 1.700 kg, telur 152 baki, mie 100 dos, minyak kelapa, gula dan ikan kaleng.

Penyerahan bantuan solidaritas tersebut disalurkan lewat Caritas PSE Keuskupan Manado pada Senin (1/2/2021) yang diterima Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Manado Pastor Clemens Joy Dery Pr di Posko Response Banjir dan Longsor Manado, Kompleks Wisma Keuskupan Manado.

Yang menyerahkan bantuan adalah Pastor Paroki Pastor Berti Rumondor Pr, Ketua DPP Bidang 3 Lucia Taroreh, Ketua DPP Bidang 2 Ruben F. Kalalo, S.Ik, Wkl Ketua DKP Dr. Ricky Bolang, Ketua Ketua Stasi Agotey, Koha, Mokupa dan Tatkala yang di dampingi beberapa pimpinan wilayah rohani

Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa terdiri dari Stasi Tatkala, Koha, Agotey Mokupa. (af)

Meimonews.com – Sejumlah tindakan dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado bersama Pemkot Manado, BPBD Sulut Polri, TNI, Basarnas dan sejumlah pihak terkait dengan dampak cuaca ekstrim yang terjadi di Sulut khususnya Kota Manado, Sabtu (16/1/2021).

“BPBD bersama Pemkot Manado, BPBD Sulut, TNI, POLRI, BASARNAS, USU, RAPI, Balai Sungai, Bankom Garda Sakti melakukan evakuasi, pendataan dan pertolongan/evakuasi korban,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (17/1/3021).

Selain itu, tambahnya, BPBD melakukan assessment di lokasi bencana, pengungsian, dan membagikan makanan siap saji kepada para pengungsi.

Tindakan-tindakan demikian akan terus dilakukan pihaknya bila cuaca ekstrim masih berlanjut dan mengakibatkan korban.

Menyinggung tentang kendala yang dihadapi, mantan Camat Wenang ini mengungkapkan tiga kendala.

Pertama, saat kejadian bencana untuk keamanan listrik dipadamkan dan hal ini berdampak ke koneksi internet yang juga padam sehingga kesulitan dalam koordinasi dan penyampaian informasi.

Kedua, beberapa titik di jalan raya digenangi banjir sehingga jalanan macet dan memperlambat tim evakuasi tiba di lokasi bencana.

Ketiga, saat evakuasi banyak warga yang enggan dievakuasi dengan alasan bisa bertahan di lantai 2 rumah atau gedung dan pada saat ketinggian banjir meningkat mereka minta dievakuasi dan juga kesulitan dalam distribusi makanan.

Terkait dengan kejadian bencana, Sambuaga mengungkapkan empat hal yakni tanah longsor, banjir, pohon tumbang, angin kencang dan pelayaran.

Tanah longsor terjadi di Kelurahan Paal IV Lingkungan 6 Kecamatan Tikala tepatnya di Aspol Polsek Tikala di rumah Aiptu Kifni Kawulur telah terjadi tanah longsor yang menimbun Anggota Polri Aiptu Kifni (49 tahun, anggota Polsek Tikala). Korban meninggal di RS Bhayangkara.

Di Kelurahan Perkamil Lingkungan V Kecamatan Paal Dua Manado (tepatnya di rumah Jems Sanjaya yang menyebabkan 3 korban meninggal dunia yaitu Fanny Poluan (50 tahun), Arni Laurens (44 tahun)
dan Chelsea (8 tahun)

Di jalan Sea Kelurahan Malalayang Satu Barat Lingkungan II yang menimpa 2 rumah warga. Dua korban tertimbun yakni
Meiny Pondaag (62 tahun) meninggal dunia dan Hasan (30 tahun) masih dalam pencarian

Di Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan X terjadi tanah longsor yang mengenai rumah milik Keluarga Kokomore – Langi (kerugian materil). Di Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan X terjadi tanah longsor yang mengenai rumah milik Keluarga Pogaga – Lompoliuw. Di Kelurahan Tikala Baru Lingkungan V telah terjadi tanah longsor yang menimpa rumah warga.

Banjir terjadi akibat derasnya hujan dan posisi air laut sedang pasang penuh
(Sungai Bailang meluap dan DAS Tondano dan DAS Sawangan).

Wilayah yang terdampak banjir dengan ketinggian air dari 50 cm sampai 300 cm
terjadi di sembilan lokasi yakni Kecamatan Sario (Kelurahan Sario dan Kelurahan Titiwungen), Kecamatan Bunaken, (Kelurahan Bailang), Kecamatan Tuminting (Kelurahan Mahawu), Kecamatan Mapanget (Kelurahan Kairagi).

Selain itu, Kecamatan Tikala (Kelurahan Banjer), Kecamatan Singkil, (Kelurahan Ternate Baru, Kelurahan Ketang Baru, Kelurahan Karame, Kelurahan Ternate Tanjung), Kecamatan Paal Dua, (Kelurahan Perkamil, Kelurahan Dendengan Dalam, Kelurahan Dendengan Luar), Kecamatan Wenang (Kelurahan Komo LuarLuar) dan Kecamatan Wanea, (Kelurahan Pakowa)

Pohon tumbang terjadi di Jalan Pogidon, Kelurahan Maasing Lingkungan III Kecamatan Tuminting. Pohon Tumbang menimpa satu rumah warga dan menutup akses jalan ; di Kelurahan Singkil Dua Lingkungan V Kecamatan Singkil tepatnya di Jalan Edy Gagola, pohon tumbang yang menutup akses jalan; di Kelurahan Malendeng Kecamatan Paal II Lingkungan I di belakang Rutan Malendeng tiang listrik roboh yang mengakibatkan listrik padam

Dampak dari angin kencang mengakibatkan 5 rumah di Kelurahan Singkil rusak sedang (bagian atap rumah terangkat)

Hal pelayaran dijelaskan, Pelabuhan Manado Kecamatan Wenang cuaca buruk hujan deras arus gelombang besar. Kegiatan keberangkatan beberapa kapal melalui Pelabuhan Manado dihentikan sementara sambil menunggu perkembangan cuaca selanjutnya.

Hal dampak bencana, dipaparkan, korban jiwa meninggal dunia akibat bencana tanah longsor 5 orang yaitu 3 orang di Kelurahan Perkamil, 1 orang di Kelurahan Malalayang dan 1 orang di Kelurahan Paal 4; satu orang masih dalam pencarian; kerusakan rumah (2 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak sedang); 500 jiwa mengungsi. (lk)