Meimonews.com – Puluhan mahasiswa dan dosen/dokter tampil memukau pada Malam Kesenian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado di aula fakultas, Jumat (17/5/2024) malam.
Mereka tampil selain untuk mengisi acara tapi juga terkait dengan pelaksanaan beberapa jenis lomba yang diadakan panitia Dies Natalis yang dketuai dr. Mendy Hatibie, Sp.BP-RE (K), dengan koordinator Bidang Kesenian dr Rangga BV Rawung, Sp OT, Subsp COA (K).
Acara itu antara lain Semifinal Medical Voice, Semifinal Faked Got Talent, Penampilan Perdana Faked Got Talent Kategori Supervisor serta Fashion Show Putra Putri Fakultas.
Tepuk tangan dan sorak-sorai baik oleh pendukung maupun penonton yang berjumlah sekitar 500-an tak terbendung ketika mereka lagi beraksi, yang malam itu turut disaksikan antara lain Ketua Senat Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Ralf Kairupan, M.Sc.
Kemeriahan tersebut sangat jarang terjadi karena profesi mereka baik sebagai mahasiswa maupun dosen/dokter yang kesehariannya bergelut dalam bidang medis, ilmiah, dan lain-lain.
Cara berpakaian pun, kalau biasanya berpakaian resmi maka pada malam ini, terlihat santai dan bahkan sama dengan teman-teman mereka yang berprofesi lain, berpakaian gaul kayak anak muda
zaman now.
Kebebasan berekspresi untuk mengeksplore bakat/talenta mereka memang dibuka panitia lewat kegiatan seperti ini karena tidak dapat disangkal banyak potensi bakat/talenta yang dimiliki baik para mahasiswa maupun dosen/dokter.
“Kani membuka kesempatan seluas-luasnya kepada mereka untuk berekspresi, menunjukkan talentanya,” ujar dokter Mendy dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, baru-baru. Hal senada disampaikan dokter Rangga.
Penampilan-penampilan yang telah mereka tunjukkan mulai dari awal lomba pada beberapa waktu lalu hingga Jumat (17/5/2024) sangat diapresiasi. “Kami mengapresasi karya seni mereka,” ujar dokter Rangga di sela kegiatan. (FA)
Meimonews.com – Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si, M.Eng memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Unsrat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat Manado, Kamis (16/5/2024).
Materi yang dibawakan doktor Bonivasius adalah Peran Perguruan Tinggi dalam Menuju Indonesia Emas dalam Perspektif Demografi.
Kuliah umum ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 4 Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA mewakili Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Asean Eng.
Prof. Sangkertadi memberikan apresiasi yang tinggi dan menyambut baik kunjungan dan kuliah umum dari Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI ini.
Pemberian kuliah umum ini, sebut Prof. Sangkertadi merupakan wujud kerjasama kemitraan BKKBN dengan perguruan tinggi Unsrat.
Di awal pemaparan materinya, doktor Bonifasius menjelaskan tugas dan pokok BKKBN guna mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang guna mendukung tercapainya Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.
Selain itu, dijelaskan pula tujuan pembangunan kependudukan, situasi demografi dunia, isu kependudukan menuju Indonesia Emas, bonus demografi Sulut, menyiapkan generasi berkualitas, ancaman pemanfaatan demografi dunia, memetik periode bonus yang lebih panjang, dan strategi mengoptimalkan bonus demografi.
Deputi memaparkan sinergi tiga pilar institusi sosial dan peran serta tanggung jawab mahasiswa. Mahasiswa itu harus berperan aktif, harus terus berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Oleh karena itu, mahasiswa harus jadi pionir perubahan sosial (agent of change),” ujar doktor Bonivasius.
Menyinggung peran mahasiswa dan generasi muda dalam memaksimalkan bonus demografi (bodem), diingatkan agar mahasiswa meningkatkan kapasitas diri, menambah relasi dengan berbagai orang, memanfaatkan gawai untuk literasi digital, menghindari resiko triad KRR, serta menjadi agen perubahan.
Mendampingi doktor Bonifacius pada kuliah umum ini adalah Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg. (FA)
Meimonews.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Utara mengadakan Rapat Rekonsiliasi Penerimaan Retribusi Daerah Triwulan 1 dan Pembahasan Usulan Target Retribusi Daerah 2025.
Rapat yang diadakan di Hotel Sentra Maumbi Kecamatan Kalawat Minahasa Utara, Kamis (16/5/2024) ini diikuti 99 peserta yang terdiri dari perangkat daerah pengelola retribusi, BKAD Sulut dan Biro Hukum Setda Sulut.
Pembicara rapat terdiri dari Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE. Ak, MM, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya Vonny Steivi Sumenge, SH, MH, dan dari Bank Sulutgo (BSG).
Poin-poin yang dibicarakan terkait Optimalisasi PAD dari sektor retribusi daerah; Rekonsiliasi Retribusi Daerah Triwulan I tahun 2024; Usulan Target Retribusi Tahun 2025; Penyesuaian jenis dan objek retribusi sesuai dengan UU No. 1 tahun 2022 tentang HKPD.
Selain itu, Penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran elektronik, Aspek hukum terhadap tatacara pemungutan dan penyetoran retribusi daera; Harmonisasi dari biro hukum terkait ranpergub tentang pelaksanaan retribusi daerah; Adanya kenaikan yang signifikan terhadap realisasi khusus pelayanan kesehatan pada RSUD ODSK karena sudah menggunakan QRIS sebagai pembayaran Elektronik.
Pengalian objek retribusi baru untuk mendukung peningkatan penerimaan retribusi dikarenakan pada UU No 1 tahun 2022 banyak objek retribusi yang hilang; Mendorong PD untuk mengoptimalkan Aset BMD yang terbengkalai; Mensiasati peningkatan tarif retribusi daerah sesuai dgn aturan yang berlaku; dan Mengoptimalisasikan aset pemprov untuk disewakan dan/atau dipihak ketigakan.
Rapat yang diikuti seluruh jajaran Bapenda Sulut
Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE. Ak saat memberikan materia memaparkan kondisi yang ada di lapangan dan bagaimana melakukan terobosan agar penerimaan daerah ini bisa mencapai target yang telah ditentukan karena dana yang terkumpul ini menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah.
Secara terbuka, June memberikan trik-trik agar wajib pajak melaksanakan kewajibannya dengan membayar tepat waktu atau tidak menunggak. Ada langkah persuasif tapi ada pula dengan penegakan aturan walau tetap dengan cara-cara terhormat (elka)
Meimonews.com – Ada 14 rumusan yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan BKKBN Perwakilan Sulut di Hotel Sentra Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (16/5/2024).
Keempat belas rumusan tersebut adalah pertama, peluang bonus demografi di Sulut perlu dioptimalkan dengan meningkatkan komitmen pemangku kepentingan di seluruh tingkatan wilayah dalam mendukung program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting sebagai upaya peningkatan kualitas SDM.
Kedua, menurut proyeksi penduduk terbaru, periode bonus demografi Sulut diperkirakan berakhir pada tahun 2036 dengan puncaknya pada periode 2015-2020. Periode bonus demografi Sulut akan berakhir lebih cepat dari Indonesia yang diperkirakan berakhir di periode 2040-2041. Agar peluang demografi optimal, perlu meminimalisasi ancaman bonus demografi antara lain prevalensi stunting yang masih tinggi, kemiskinan ekstrim, pengangguran dan kurangnya skill penduduk usia produktif.
Ketiga, gambaran pencapaian indikator kinerja utama Perwakilan BKKBN Sulut tahun 2023 yaitu TFR 2,1, MCPR 59,8 persen, Unmet Need 13,4 persen, dan iBangga 62,63 menunjukkan kategori capaian sangat baik. Hal itu perlu diperkuat dengan peningkatan capaian ASFR 15-19 tahun dengan realisasi 34 kelahiran per 1000 WUS dan prevalensi stunting 21,3 persen yang belum mencapai target
Keempat, stunting perlu segera dipangkas melalui program intervensi penurunan stunting yang dilakukan secara konvergen, holistik, terintegrasi dan tepat sasaran untuk mencapai target 14 persen di tahun 2024.
Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg menerima hasil rumusan dan menutup Rakerda Bangga Kencana dan PPS Tahun 2024
Kelima, data perhitungan hasil SKI 2023 untuk penurunan stunting perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan data survei ePPGBM. Selain itu, nilai indikator-indikator penyusun angka SKI perlu dipublikasikan sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.
Keenam, kenaikan prevalensi stunting di provinsi Sulut perlu disikapi dengan beberapa strategi, antara lain langkah konkrit (exit strategy) di tahun 2024 fokus pada sasaran catin, ibu hamil dan baduta yang beresiko/berpotensi melahirkan stunting baru. Melaksanakan tangging anggaran dengan rincian output yang jelas dan sasaran yang tepat.
Perhatian penting pada sasaran super prioritas, kabupaten/kota yang paling berdampak, penimbangan serentak, kolaborasi pelaksanaan PPS, pemberian bantuan termasuk pangan yang tepat sasaran, dan intervensi perubahan perilaku.
KRS dijadikan acuan pelaksanaan program di tingkat bawah. Menjadikan 5 PASTI sebagai strategi implementasi konvergensi layanan tingkat keluarga di tahun 2024 serta intervensi serentak pencegahan stunting tahun 2024 yang melibatkan semua kementerian dan lembaga serta sektor lainnya yang bermuara pada keberhasilan pengukuran dan penimbangan balita.
Ketujuh, BKKBN akan terus menyalurkan DAK BOKB kepada kabupaten/kota sehingga perlu peran pemerintah daerah agar realisasi dan pelaksanaannya dapat berjalan optimal.
Kedelapan, dukungan tenaga lapangan dalam program PPS dan Bangga Kencana di provinsi Sulut tahun 2024 yaitu 106 PKB/PLB, 108 P3K, 19 Satgas PPS, dan 7044 TPK diharapkan dapat mengawal aksi serentak pencegahan stunting.
Kesembilan, diperlukan peran OPD KB kabupaten/kota dan mitra kerja dalam pencapaian 31 target indikator kinerja dan 29 target rincian output kegiatan Bangga Kencana serta 30 indikator kinerja keluaran stunting di tahun 2024.
Kesepuluh, untuk mendapatkan bonus demografi diperlukan investasi dari segi kuantitas dan kualitas (pendidikan, kesehatan, karakter dan rasa aman). Diperlukan program yang mencakup dan memberikan intervensi pada tiap kelompok dalan periode bonus demografi yakni angkatan kerja existing, pre angkatan kerja (usia sekolah), angkatan kerja lahir sejak 2020-an dan angkatan kerja yang lahir di masa depan .
Kesebelas, program Bangga Kencana menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan bonus demografi melalui grand design pembangunan kependudukan sebagai salah satu dasar penyusunan target RPJMD serta peningkatan klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas.
Keduabelas, penyusunan RPJMN sedang berproses yang menyesuaikan asta cita kerja pemimpin terpilih. Isu bonus demografi akan menjadi salah satu dasar penyusunan program pembentukan keluarga berkualitas dalam landasan transformasi keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif.
Ketigabelas, strategi Sulut untuk menerima bonus geografi antara lain pengendalian penduduk melalui program KB (peningkatan kesetaraan MKJP). Penjaminan kualitas kesehatan ibu hamil-baduta-balita (stunting). Peningkatan Mean Year Schooling , penjaminan sosial dalam pengentasan kemiskinan ekstrim, aktivitas ekonomi mencegah migrasi.
Penciptaan pusat ekonomi baru, pembangunan yang seimbang desa-kota, investasi dan pemanfaatan angkatan kerja, peningkatan skill reskil dan upskill serta partisipasi gender.
Keempatbelas, strategi mengoptimalkan angkatan kerja wanita dalam memanfaatkan bonus demografi : pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan akses terhadap pendidikan, promosi kesetaraan gender, perlindungan hak tenaga kerja wanita, kebijakan keluarga dan kesejahteraan serta pendidikan dan penyuluhan masyarakat.
Hasil rumusan tersebut dibuat setelah mendengarkan laporan Kaper BKKBN Sulut, sambutan Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI Dr. Bonivasius Prasertya Ichtiarto, S.Si, M.Eng (mewakili Kepala BKKBN RI Dr. Hasto Wardoyo), sambutan Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE yang dibacakan Asisten 2 Setprov Asripan Nani.
Selain itu, pemaparan materi oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI dan Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Turro Wongkaran, SE, MA, PhD yang dipandu Dr. Tri Oldy Rotinsulu, SE, M.Si dan diskusi yang berkembang dalam Rakerda.
Hasil rumusan tersebut langsung diserahkan oleh tim kepada Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg di penghujung acara, yang ditutup Tandaju. (Fer)
Meimonews.com – Pengurus Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) Cabang Sulut dilantik oleh Sekretaris Umum IPADI Pusat Turro Wongkaren, PhD atas nama Ketua Umum Dr. Sudibyo Alimoeso, MA di Hotel Sentra Minahasa Utara, Kamis (16/5/2024).
Turut menyaksikan acara pelantikan ini antara lain Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI Dr. Bonivasius Prasertya Ichtiarto, S.Si, M.Eng, para kepala dinas/instansi vertikal/kepala badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut, para kepala OPD-KB Kabupaten/Kota se-Sulut dan para mitra kerja program Bangga Kencana.
Pengurus yang dilantik berdasarkan surat keputusan nomor : 14/SK.IPADI/III/2024 tertanggal 22 Maret 2024 terdiri dari Pembina Kepala BKKBN Sulut Dr. Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, Penasehat yang terdiri dari Prof. Dr. Paulus Kindangen, SE, SU, MA, Prof. Dr. Vanetia R. Danes, M.Sc, PhD, dan Dr. Ivonne S. Saerang, SE, MM.
Ketua Dr. Tri Oldy Rotinsulu, SE, M.Si, Wakil Ketua 1 Frederik G. Worang, SE, BSBA, M.Comm, PhD, Wakil Ketua 2 Dr. Viktor PK Lengkong, SE, M.Si, Wakil Ketua 3 Ignasius P. Worung, SE, M.Si, Sekretaris Dr. Bode Lumanauw, SE, MM, Wakil Sekretaris 1 Joy E. Tulung, SE, M.Sc, PhD, Wakil Sekretaris 2 Dr. Een Walewangko, SE, M.SE, Wakil Sekretaris 3 Hanly J. Siwu, SE, M.Sc, Bendahara Dr. Grace Jenny Supotan, M.Sc, Wakil Bendahara 1 Dr. Olivia S. Nelwan, SE, M.Si dan Wakil Bendahara 2 Dr. Grace Waleleng, M.Si.
Pengurus ini dilengkapi bidang- bidang yakni Bidang Organisasi dan Keanggotaan yang diketuai Dr. George M. Kawung, SE, ME, Bidang Hubungan Antar Lembaga yang diketuai Hizkia D. Tasik, SE, MA, PhD, Bidang Informasi dan Komunikasi yang diketuai Ferdy Roring, SE, MM, Bidang Kajian Kependudukan dan KB yang diketuai Ir. Oktavianus Porajouw, MS, serta Bidang Kajian Ekonomi, Ketenagakerjaan dan SDM yang diketuai Dr. Ita Pingkan Rorong, SE, ME. (Fer)
Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan dan Penyusunan Dokumen Maturity Rating Unsrat Tahun 2024 Atas Kinerja BLU Unsrat Tahun 2024.
Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng ini dilaksanakan di Swiss-bel Hotel Maleosan Manado, Selasa (14/5/2024).
Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, Unsrat sebagai Badan Layanan Umum (BLU) merupakan wajah pemerintah dalam menyediakan layanan publik yang mumpuni agar terus memberikan layanan yang terbaik.
Maturity rating BLU mencerminkan kinerja dan kemampuan manajemen kita dalam mengelola keuangan, pelayanan, kapabilitas internal, tata kelola, kepemimpinan dan aspek lingkungan secara efektif dan efisien, serta memperkuat fondasi keuangan untuk mencapai status PTN BH.
Rektor mengingatkan, melalui peningkatan maturity rating BLU, kita tidak hanya memenuhi syarat teknis menjadi PTN BH, tapi secara progresif memperkuat kapasitas kita untuk menjadi lebih mandiri dan kompetitif ditingkat nasional maupun internasional. (FA)
Meimonews.com – Perwakilan BKKBN Sulut dipimpin Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg mengikuti Rakornis (Rapat Koordinasi Teknis) Kemitraan BKKBN dan Kick-of Bakti TNI Manunggal Bangga Kencana-Kesehatan 2024 yang diselenggarakan BKKBN RI di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Pada acara Kick-off ada penandatangan MoU, Pengukuhan Perkadis Nasional, dan Penyerahan Apresiasi Mitra Kerja, Paparan materi Rakornis, Sidang Rencana Aksi Mitra, dan Pembacaan Rencana Aksi.
Acara ini juga dihadiri Waaster Panglima Brigjen TNI Mars. Weridjan M.Han; Kapuskes TNI Mayjen. TNI Dr. dr. Yenny Pur, SP.A(K), M.Kes, Mars, MM; Wakil Aster Kasad, Brigjen. TNI Terry Tresna; Kapuskesad, Mayjend. TNI Dr.dr. Sukirman, SH, Sp.KK, M.Kes; Kadispenad, Brigjen Kristomei Sianturi; para mitra Kerja dari IBI, Danrem, Kodim, dan Babinsa.
Kegiatan yang bertemakan Sinergitas Implementasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja ini dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sip OG (K).
Dalam sambutannya, Hasto menekankan pentingnya data yang presisi, penguatan kemitraan, penurunan angka kematian ibu dan bayi, usia ideal hamil dan melahirkan, serta pentingnya pembangunan berbasis perempuan pada masa bonus demografi untuk menghadapi ‘ageing population’ di tahun 2035.
“Hari in,i jajaran TNI sudah punya pilot project untuk kemudian membuat dapur-dapur umum juga untuk nanti melayani stunting. Saya kira ini strategi yang luar biasa. Saya melihat bahwa rekan-rekan Babinsa banyak yang membantu mengantar makanan dari rumah ke rumah,” ujarnya.
Hasto menjelaskan, angka stunting masih menunggu hasil dari sistem elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) karena masih terjadi perbedaan yang signifikan dengan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI).
“Hasil survey itu hanya turun 0,1 tetapi laporan dari para Gubernur, Bupati dan Walikota yang didukung laporan oleh para Dandim, Kapolres dan jajarannya itu mendapatkan hasil-hasil dari posyandu angkanya cukup rendah Bahkan ada yang di bawah 10,” sebutnya.
EPPGBM adalah catatan berbasis masyarakat dan akan direview di Mei dan Juni 2024, diukur ulang tinggi dan berat badan bayi. Sehingga pada Juni akhir nanti hasilnya bisa dipaparkan kembali dan bisa diketahui angka-angka yang ada.
Menurut Hasto, zero angka kematian ibu dan bayi harus diwujudkan. Saat ini, di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat 189 per 100 ribu kelahiran. NTT, Papua dan Maluku merupakan provinsi dengan AKI yang masih tinggi.
“Kematian bayi relatif lebih sukses dan ini sangat dipengaruhi oleh jarak anak, jumlah anak, usia hamil yang tidak terlalu tua dan terlalu muda,” tandasnya.
Dijelaskan pula struktur penduduk Indonesia yang cantik di mana penduduk yang bekerja jauh lebih melimpah daripada yang tidak bekerja (yang masih di bawah 15 tahun dan yang sudah di atas 65 tahun).
Dependency ratio antara yang bekerja dengan yang bekerja di tahun 2020 bisa mencapai angka 44,33, yang berarti setiap 100 orang bekerja hanya memberi makan 44 orang.
Diingatkan, beban pembangunan akan ada pada ageing population. Dan, populasi yang mengisi ageing population ini adalah orang-orang tua yang tidak produktif. Rata-rata pendidikannya 9 tahun di tahun 2035, ekonomi menengah ke bawah, populasi perempuan lebih banyak dari laki-laki karena usia harapan hidup perempuan lebih lama dari laki-laki.
Ini fenomena sehingga kemiskinan ekstrim berdasarkan pengalaman saya selalu diwarnai oleh janda-janda tua dan fakir miskin. Ini yang menjadi perhatian kita karena pendidikan rendah dan ekonominya juga rendah.
“Memberdayakan perempuan punya visi ke depan sehingga ketika ageing population terjadi, semua perempuan yang populasinya lebih banyak masih produktif dan tidak menjadi beban. Inilah makna dari mengarusutamakan gender. Oleh karena itu, pembangunan berbasis perempuan juga sangat bermakna bagi kita,” ujarnya.
Wakil Aster Kasad Brigadir Jenderal TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom, MM, yang ditemui setelah acara pembukaan selesai menyatakan bahwa TNI AD sangat mendukung kegiatan BKKBN. Mereka membantu pelaksanaan di lapangan. (Fer)
Meimonews.com – Tahun ini, tepatnya pada 26 Juni 2024, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) akan genap berusia 100 tahun. Secara nasional, sejumlah kegiatan telah dan akan dilaksanakan memperingati hari bersejarah tersebut.
Untuk daerah Sulut, Dewan Pengurus Daerah (DPD) akan mengadakan beberapa kegiatan dan berpuncak pada Sabtu (29/6/2024) , yang akan dilaksanakan di Area Pohon Kasih Kawasan Megamas Manado.
Untuk kelancaran pelaksanaan peringatan satu abad WKRI di Sulut, telah dibentuk panitia yang diketuai Neltje Elisabeth Eman dengan wakil-wakil ketua Telly Mathilda Kapoh dan Julien Mangundap. Sekretaris Emy Maturbongs, Lydia Momuat, Deske Tangkere dan Agnest Turambi. Bendahara Stella Montolalu dan Nathalie Mawuntu.
Panitia ini dilengkapi beberapa seksi dan pendukung lainnya yakni Seksi Penyusunan Buku 100 Tahun WKRI yang dikoordinir Selvie Rumampuk, Seksi Dana dikoordinir Maria Runtuwene, Seksi Kesehatan dikoordinir Novita Nangoy, Seksi Liturgi dikoordinir Adel Warouw, Seksi Defile/Keamanan dikoordinir Agnes Lomban.
Seksi Tarian Selendang Biru dikoordinir Cherry Kalesaran, Seksi Publikasi/Dokumentasi dikoordinir Alva Sarayar, Seksi Konsumsi dikoordinir Henni Meloh serta Perlengkapan oleh Sekretariat dan Tim serta Pembantu Umum yang terdiri dari para Ketua Cabang WKRI se-Sulut.
“Telah ada beberapa kegiatan yang kami buat di daerah ini dalam rangka 100 tahun WKRI. Yang lain, sementara dalam persiapan,” ujar Sekretaris Panitia Emy Maturbongs dalam percakapan dengan Meimonews.com di Sekretariat DPD, Jln Pramuka Sario Kotabaru Manado, Selasa (14/5/2024).
Untuk tema kegiatan, sambungnya, adalah Geraknya Budi Membangun Pekerti, Mewujudkan Peradaban Kasih. Sementara jargonnya adalah Lahir Kembali, Semakin Berarti. (lk)
Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) Tingkat Unsrat di Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsrat Manado, Selasa-Rabu (14-15/5/2024).
Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU Asean Eng dalam sambutannya menjelaskan, Peksiminas tingkat Unsrat dilaksanakan dalam rangka Program Manajemen Talenta Nasional.
Program dimaksud dilaksanakan melalui Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan melakukan pembinaan berkelanjutan untuk menghasilkan bibit-bibit talenta unggul di bidang seni dan budaya.
Pusprenas ke-17 akan dilaksanakan di Jakarta pada September mendatang.
Rektor berharap, mahasiswa mampu meningkatkan dan mengembangkan prestasi dan kreasi seni untuk memperkaya budaya bangsa berdasarkan Bhineka Tunggal Ika. (FA)
Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menghadiri Rapat Pemetaan Bidang Tanah di Kota Manado, yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (13/5/2024)
Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Manado Dr. Micler Lakat, SH, MH, Asisten II Atto Bulo, SH, MM, Kepala Bapenda Kota Manado Dr. Steven Rende, Kabag Prokompim Setda Kota Manado Gladly Taliawo, SIP, Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Manado Drs. Sonny Takumansang, M.Si, Kabag Umum Setda Kota Manado Noviyanti Mongkau, SE, serta para Camat dan Lurah se-Kota Manado.
Dalam sambutannya, Walikota memberikan gambaran umum tentang pemetaan bidang tanah di Kota Manado. Hal tersebut agar pemetaan bidang tanah ini dapat disinkronkan dengan berbagai program Pemerintah Kota Manado.
“Hal ini dilakukan untuk adanya kepastian hukum agar kita bisa membangun,” ujar Walikota.
Dikemukakan, ekonomi harus tumbuh supaya investasi jalan dengan baik. Ini semangat yang harus kita lakukan. Jadi sekali lagi, ini demi kepastian hukum dalam pelaksanaan pemerintah dan program-program pembangunan.
Walikota mengingkatkan kepada para peserta rapat yang hadir agar materi yang dibawakan oleh Kantor Pertanahan Kota Manado dapat menjadi perhatian karena merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan pembangunan.
“Semua materi dari BPN ini semoga mendapat perhatian semua pihak sebab merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan pembangunan Kota Manado ke depan,” sebut mantan Ketua DPRD Sulut ini.
Rapat dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Kantor ATR/BPN Kota Manado Drs. Alexander Wowiling, M.Si yang menyampaikan tentang berbagai permasalahan tanah, sertifikat tanah, serta 39 ribu bidang tanah yang harus divalidasi di Kota Manado.
Bagi.Wowiling, diperlukan sinergitas dan dukungan dari Pemerintah Kota Manado terutama dalam hal koordinasi program serta pemecahan masalah demi kesejahteraan masyarakat. (Afer)