Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Sulut June Silangen meninjau Gerai Samsat Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang berada di Poyowa, Kotamobagu, Senin (5/12/2022).

Dalam peninjauan ini, June melihat secara langsung melihat aktivitas di gerai tersebut serta bertatapmuka dan berdialog dengan pegawai gerai.

Saat melihat kenyataan yang ada, June yang di dampingi beberapa staf, mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja pegawai gerai Samsat tersebut.

“Kehadiran Gerai Samsat BSG Poyowa kami harapkan terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah yang bermanfaat pada pembangunan di Kotamobagu,” ujarnya.

Selain itu, June meninjau tempat transaksi pembayaran uang di mesin ATM BSG. Bersama pegawai mengecek kondisi mesin ATM masih dalam kondisi baik. Ia juga melihat  proses pengurusan surat pengesahan penerbitan notice kendaraan.

Operasional Gerai Samsat BSG Poyowa Kotamobagu tersebut dibuka setiap hari kerja mulai pukul 8.00 pagi sampai dengan pukul 15.00 sore.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Bidang Pajak Bapenda Sulut Filma Keppel, SE,MSi dan Kepala Kantor Kas BSG Poyowa, Katamobagu.

Seperti diketahui, sejumlah keringanan pajak  dibuat Pemerintah Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw lewat Bapenda Sulut terkait dengan pajak kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat dan seterusnya.

Keringanan pajak yang masuk dalam program Hi Five adalah keringanan PKB, BBNKB, Denda PKB, Pajak Progresif, dan Diskon PKB. Selain itu, Denda SWDKLLJ pun bebas tapi untuk tahun berjalan tetap bayar.

Kalau waktu pelaksanaan program Keringanan Pajak mulai 1 November maka untuk bebas denda SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Sana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) mulai berlaku 10 November.

Kebijakan tersebut akan berakhir pada 30 Desember 2022. Oleh karena itu, Plt Kaban Bapenda Sulut June Silangen, di beberapa kesempatan senantiasa mengajak masyarakat wajib pajak untuk memanfaatkan momen keringanan ini dengan sebaik-baiknya. (elka)

Meimonews.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H.,M.Si raih penghargaan Kapolda Terbaik versi Kompolnas Awards 2022 di Auditorium PTIK, Jakarta. Kamis (8/12/2022)

Dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut, hadir Ketua Kompolnas Menko Polhukam RI Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, SH., SU., MIP., Wakapolri Komjen Pol. Drs. Gatot Edy Pramono, MSi. serta jajaran Kapolda seluruh Indonesia.

Menko Polhukam selaku Ketua Kompolnas dalam sambutannya mengungkapkan, saat ini institusi Polri sedang dihadapkan dengan permasalahan distrust oleh masyarakat akibat dari berbagai permasalahan yang terjadi.

Guna memperbaiki kinerja Polri dalam penegakan hukum perlu dilakukannya perbaikan dan perubahan baik secara kultural, struktural maupun instrumen hukum, dan Polri merupakan bagian dari hal instrumen penegakan hukum memiliki peran penting untuk mewujudkan hal tersebut

Prof. Mahfud menggarisbawahi bahwa puncak prestasi pemerintahan Presiden Jokowi terjadi tahun 2022. Dimana pada bulan Februari diadakan survey dengan hasil tingkat kepercayaan publik kepada Pemerintahan Presiden Jokowi sebesar 76 persen dan dari 76  persen tersebut sumbangan terbesar berasal dari kinerja Polri dimana Polri menyumbang 86 persen.

“Hal ini cukup hebat. Polri mampu memberikan partisipasi terbaik, namun kemudian Agustus turun menjadi 54 persen dan sekarang naik lagi menjadi 60 persen,” ujarnya.

Dalam penganugrahan Kompolnas Awards ini, terdapat nominasi Polda, Polres serta Polsek Terbaik, serta Kapolda, Kapolres dan Kapolsek terbaik. Polda Bali berhasil meraih peringkat terbaik dalam Polda terbaik se-Indonesia.

Kapolda Bali juga berhasil meraih Kapolda Terbaik se-Indonesia serta Kapolres Karangasem masuk dalam nominasi 16 besar Kapolres Terbaik se-Indonesia dalam Kompolnas Awards 2022

Kapolda Bali mengatakan penganugerahan Kompolnas Awards ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi keluarga besar Polda Bali karena berhasil meraih peringkat terbaik dalam Kompolnas Awards 2022 ini.

Ini, menurutnya, tidak terlepas dari suksesnya pengamanan KTT G-20 yang terlaksana November lalu berkat doa dan kerjasama dari masyarakat Bali yang membantu lancar dan suksesnya KTT G-20.

“Dalam rangka inilah Kompolnas Awards ini, Polda Bali berhasil meraih penghargaan terbaik se-Indonesia. Ini akan menjadi momentum untuk mendorong perbaikan terhadap kinerja Polri khususnya Polda Bali dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan sebagai fungsi pengendali sosial terhadap masyarakat” jelasnya.

Adapun peringkat nominasi Kapolda terbaik versi Kompolnas Awards 2022 adalah peringkat pertama Kapolda Bali, peringkat kedua Kapolda Sumut, peringkat ketiga Kapolda Riau.

Peringkat wilayah Kepolisian terbaik Polda, Polres dan Polsek se-Indonesia yaitu Polda Bali, Polresta Pekanbaru, dan Polsek Linge. (Fer)

Meimonews.com   –   Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan penghargaan khusus kepada manajemen RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado.

Penghargaan diserahkan Pangdam XIII Merdeka Mayor Jenderal TNI Alfret Denny Djoike Tuejeh di gedung serbaguna Lantsi Dua  Makodam XIII/Mdk, Rabu (7/12/2022.

Adapun penghargaan Kasad kepada RSUP Prof Kandou itu sebagai apresiasi atas dukungan dan kerja keras jajaran RSUP Prof Kandou atas keberhasilannya melakukan tindakan medis pada tanggal 21 April 2022 silam berupa operasi pemisahan bayi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumoa anak dari Serda Fredik Lumoa Babinsa Koramil 1302-01 Dim 1302/Min Rem 131/Stg Dam XIII/Mdk.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam XIII/Merdeka juga menyerahkan penghargaan kepada para prajurit Kodam XIII/Merdeka yang berprestasi.

Penghargaan tersebut diterima langsung Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD, di dampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang (PMKP) dr. Yeheskiel Panjaitan, SH, MARS.

Saat memberikan sambutan, Dirut Panelewen menyampaikan terima kasih kepada Kasad atas penghargaan buat RSUP Kandou Manado.

“Mewakili tim operasi pemisahan kembar siam, bahkan seluruh jajaran sivitas hospitalia RSUP Kandou, kami merasa bangga dan terhormat atas penghargaan ini, karena operasi pemisahan kembar siam yang dilakukan, merupakan yang pertama kali di RSUP Kandou dan berhasil,” ujarr Dirut Panelewen.

Keberhasilan operasi pemisahan kembar siam, lanjut Dirut, bukan sertamerta karena tim medisnya RSUP Kandou, akan tetapi juga merupakan atensi dari seluruh jajaran TNI-AD yang selalu mengsuport serta memberi dukungan penuh.

“Dokter hanya manusia biasa, yang menentukan adalah Yang Maha Kuasa. Dalam proses operasi banyak dinamika yang terjadi, ada banyak harapan dan doa agar proses berjalan dengan lancar, seperti kata kata bijak dari seorang ahli bedah mengatakan dokter itu hanya membalut, yang menyembuhkan adalah Tuhan yang maha kuasa,” tandasnya.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh dalam sambutannya menjelaskan, hari ini kita memberikan penghargaan secara resmi dari Kasad kepada RSUP Prof dr. R.D. Kandou Manado atas keberhasilannya dalam melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumoa anak dari Serda Fredik Lumoa Babinsa Koramil 1302-01 Dim 1302/Min Rem 131/Stg Dam XIII/Mdk.

Ditambahkan, melalui momentum ini tidak menutup kemungkinan akan terjalin satu kemitraan dan kerjasama antara Kodam XIII/Merdeka dan RSUP Prof. dr. R.D Kandou Manado dalam berbagai hal.

”Penghargaan ini merupakan apresiasi tertinggi dari Kasad kepada pihak RSUP Kandou Manado khususnya. Atas nama keluarga besar Fredrik saya menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan operasi yang telah berjalan lancar dan sukses. Kami berdoa agar RSUP Prof Kandou akan semakin maju dan menjadi saluran berkat kesehatan bagi masyarakat luas,” sebutnya.

Jenderal bintang dua asal tanah Minahasa berharap, kiranya bentuk penghargaan ini dapat diterima dengan baik, meskipun nilainya tidak sebanding dengan bantuan dan dukungan yang telah diberikan oleh pihak RSUP Prof Kandou Manado.

Kegiatan ini dihadiri Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Luthfie Beta, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Denny Masengi, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis, para Asisten Kasdam dan Kabalak, para Kasi serta petinggi jajaran Kodam XIII/Merdeka lainnya.

Sementara dari RSUP Kandou hadir juga Koordinator Administrasi dan Umum Robert Jhon Tuwaidan, ST, MSi, Sub Koordinator Hukormas Novita,SH, serta tim Medis operasi kembar siam Joanna dan Jovelyn Lumowa. (Fer)

Meimonews.com– Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs. Setyo Budiyanto, SH, MH melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Polresta Manado, Selasa (6/12/2022).

Dalam mengoptimalkan pelayanan publik Polresta Manado, Kapolda Sulut turun langsung lakukan pengecekan sarana dan prasarana di tempat pelayanan publik yang ada di Polresta Manado baik di layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), serta ruangan Sidik Jari serta ruangan Bagian Operasional, ruang PPA dan ruang Tahanan.

“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan tempat-tempat pelayanan kepada masyarakat yang ada sudah memenuhi standar atau belum, termasuk cara dan penampilan personil yang bertugas di tempat layanan tersebut,” jelas Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto Parlindungan Sirait lewat Seksi Humas Polresta Manado kepada wartawan, Selasa (6/12/2022).

Pengecekan pelayanan publik di Polresta Manado dilakukan secara berkala, hal ini untuk menghindari adanya pelanggaran anggota maupun untuk mengetahui kekurangan-kekurangan baik sarana maupun proses pada saat melayani masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulut juga berinteraksi langsung dengan masyarakat menanyakan tentang kepuasan pelayanan publik di Polresta Manado.

Dalam hal tersebut disambut baik oleh masyarakat yang berada di ruangan pelayanan publik Polresta Manado dan sangat merasa puas tentang pelayanan yang ada di Polresta Manado.

Diharapkan kepada personil yang melaksanakan pelayanan publik melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

“Kami akan akan terus meningkatkan pelayanan publik yang ada di Polresta Manado, baik sarana dan prasarananya maupun kemampuan personil yang bertugas sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal,” tandas Kapolresta. (AF)

Meimonews.com – Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) disahkan menjadi Undang-undang. Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPR-RI yang beragendakan pengambilan keputusan atas RUU KUHP, di ruang rapat paripurna dewan, Selasa (6/12/2022).

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan, pengesahan ini merupakan momen bersejarah dalam penyelenggaraan hukum pidana di Indonesia. Setelah bertahun-tahun menggunakan KUHP produk Belanda, saat ini Indonesia telah memiliki KUHP sendiri.

“Kita patut berbangga karena berhasil memiliki KUHP sendiri, bukan buatan negara lain. Jika dihitung dari mulai berlakunya KUHP Belanda di Indonesia tahun 1918, sudah 104 tahun sampai saat ini. Indonesia sendiri telah merumuskan pembaruan hukum pidana sejak 1963,” ujar Yasonna usai rapat paripurna DPR-RI.

Menurut Yasonna, demikian siaran pers Kemenkum HAM RI, Selasa (6/12/2022), produk Belanda ini dirasakan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi dan kebutuhan hukum pidana di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu urgensi pengesahan RUU KUHP.

“Produk Belanda tidak relevan lagi dengan Indonesia. Sementara RUU KUHP sudah sangat reformatif, progresif, juga responsif dengan situasi di Indonesia,” tandasnya.

Dijelaskan, KUHP yang baru saja disahkan telah melalui pembahasan secara transparan, teliti, dan partisipatif. Pemerintah dan DPR telah mengakomodasi berbagai masukan dan gagasan dari publik.

“RUU KUHP sudah disosialisasikan ke seluruh pemangku kepentingan, seluruh penjuru Indonesia. Pemerintah dan DPR mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasinya dalam momen bersejarah ini,” ujar Menteri Yasonna.

Meskipun demikian, Yasonna mengakui perjalanan penyusunan RUU KUHP tidak selalu mulus. Pemerintah dan DPR sempat dihadapkan dengan pasal-pasal yang dianggap kontroversial, di antaranya pasal penghinaan Presiden, pidana kumpul kebo, pidana santet, vandalisme, hingga penyebaran ajaran komunis. Namun, Yasonna meyakinkan masyarakat bahwa pasal-pasal dimaksud telah melalui kajian berulang secara mendalam.

Yasonna menilai, pasal-pasal yang dianggap kontroversial bisa memicu ketidakpuasan golongan-golongan masyarakat tertentu. Ia mengimbau, pihak-pihak yang tidak setuju atau protes terhadap RUU KUHP dapat menyampaikannya melalui mekanisme yang benar. Masyarakat diperbolehkan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“RUU KUHP tidak mungkin disetujui 100 persen. Kalau masih ada yang tidak setuju, dipersilakan melayangkan gugatan ke MK,” ujarnya.

Diungkapkan,  pengesahan RUU KUHP tidak sekadar menjadi momen historis karena Indonesia memiliki KUHP sendiri. Namun, RUU KUHP menjadi titik awal reformasi penyelenggaraan pidana di Indonesia melalui perluasan jenis-jenis pidana yang dapat dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana. Dijelaskan, terdapat tiga pidana yang diatur, yaitu pidana pokok, pidana tambahan, dan pidana yang bersifat khusus.

Dalam pidana pokok, RUU KUHP tidak hanya mengatur pidana penjara dan denda saja, tetapi menambahkan pidana penutupan, pidana pengawasan, serta pidana kerja sosial.

“Perbedaan mendasar adalah RUU KUHP tidak lagi menempatkan pidana mati sebagai pidana pokok, melainkan pidana khusus yang selalu diancamkan secara alternatif dan dijatuhkan dengan masa percobaan sepuluh tahun,” sebutnya.

Selain pidana mati, pidana penjara juga direformasi dengan mengatur pedoman yang berisikan keadaan tertentu agar sedapat mungkin tidak dijatuhkan pidana penjara terhadap pelaku tindak pidana. Keadaan-keadaan tersebut antara lain, jika terdakwa adalah anak, berusia di atas 75 tahun, baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan beberapa keadaan lainnya.

“Meskipun demikian, diatur pula ketentuan mengenai pengecualian keadaan-keadaan tertentu itu. Yaitu terhadap pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih, tindak pidana yang diancam dengan pidana minimum khusus, atau tindak pidana yang merugikan masyarakat, serta merugikan perekonomian negara,” katanya.

Selanjutnya, pelaku tindak pidana dapat dikenai pidana tambahan berupa pencabutan hak tertentu, perampasan barang, pengumuman putusan hakim, pembayaran ganti rugi, pencabutan izin, dan pemenuhan kewajiban adat setempat.

Pelaku tindak pidana dapat pula dijatuhi Tindakan, yaitu perwujudan nyata dari diterapkannya double track system dalam pemidaan Indonesia. Contohnya, RUU KUHP mengatur Tindakan apa yang dapat dijatuhkan bersama pidana pokok dan Tindakan yang dapat dikenakan kepada orang dengan disabilitas mental atau intelektual.

Terakhir, perumus RUU KUHP mengatur badan hukum atau korporasi sebagai pihak yang dapat bertanggung jawab dan dipidana. Penjatuhan pidana pokok, pidana tambahan, dan Tindakan dikenakan kepada korporasi dan orang-orang yang terlibat dalam korporasi tersebut, baik pengurus yang memiliki kedudukan fungsional, pemberi perintah, pemegang kendali, hingga pemilik manfaat. (Fer)

Meimonews.com – Guna memantapkan pelayanan kepada wajib pajak dalam mendukung program ODSK, Bapenda Sulut bersinergi dengan mitra kerja dalam percepatan digitalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah.

Hal tersebut seperti terlihat dalam kegiatan Coffee Morning yang dilaksanakan, Jumat (25/11/2022).

Coffee Morning dalam rangka percepatan digitalisasi transaksi penerimaan pajak dan retribusi dihadiri pimpinan Ditlantas Polda  Sulut, PT. Jasa Raharja, PT. Bank Sulutgo, PT. BNI Tbk dan PT. Pos Indonesia, serta dari Bapenda Sulut.

Dalam kegiatan tersebut, jelas Plt. Kepala Bapenda Sulut June Silangen, telah disepakati beberapa point. Pertama, akan dilakukan penyesuaian PKS dalam rangka penerapan cashless pembayaran PNBP STNK dan TNKB Kepolisian melalui Bank BSG Go.

Kedua, percepatan penerapan pembayaran pajjak daerah dan retribusi Dmfaerah melalui QRIS Dinamis dan Tap Cash yang rencannya akan dilaksanakan sosialisasi oleh Tim BNI utk seluruh perangkat daerah lengelola tetribusi sebagai bentuk tindaklanjut atas MuU Pemprov dan BNI atas pembayaran pajak dan retribusi.

Disebutkan, pihaknya telah menerima bantuan printer Dotmatriks dari pihak PT. Jasa Raharja untuk pembukaan layanan Samsat Corner Mall Paris Kotamobagu. (elka)

Meimonews.com – Tiga topik penting dan strategis dibahas dalam Diskusi Nasional dalam bentuk Forum Group Discustion (FGD) Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Tekonologi Pertanian Indonesia (FKPTTPI) di Sutan Raja Hotel, Minahasa Utara, Jumat (25/11/2022).

Diskusi nasional ini dibuka pelaksanaannya oleh Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Ir. Dedie Toy, MSi, Ph.D mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSi, DEA bersamaan dengan acara Kongres Nasional FKPTTPI di hotel tersebut, Kamis (24/11/2022) malam.

Tiga topik tersebut, jelas Maria F. Sumual dan Leo H. Kalesaran  (Sekretaris dan Wakil Ketua Panitia Pelaksana) kepada Meimonews.com di sela acara pembukaan Kongres Nasional dan Diskusi Nasional FKPTTPI, adalah Implementasi Program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), Kerjasama antar Perguruan Tinggi – Program Studi, serta Ketahanan Pangan.

Untuk topik pertama tampil sebagai narasumber adalah Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa (Universitas Marwadewa) dengan judul presentasi Dukungan Peningkatan Kegiatan  Pertukaran Mahasiswa dalam Program MBKM. Topik kedua, narasumbernya adalah Dr. Ir. Feri Arlius, MSc (Ketua FKPTTPI/Universitas Andalas) dengan judul  Kolaborasi Pertanian Indonesia.

Topik ketiga menampilkan empat narasumber dengan empat judul presentasi yakni  Dr. Ir. Afriza Yelnetti, MP (Unsrat) dengan judul Pangan probiotik sebagai pangan fungsional guna peningkatan kesehatan masyarakat, Prof. Dr. Jeanne M. Paulus Unsrat dengan judul Pemanfaatan Grant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

Selain itu, Dr. Grace Sanger (Unsrat) dengan judul Minuman rumput laut, serta Paulus Payung, STP, .MP (Universitas Papua) dengan judul Pengembangan alat pengolahan pasca panen pokem sebagai pangan lokal Papupa untuk menjaga ketahanan pangan.

“Ada lima moderator pada FGD ini,” ujar Maria seraya menyebut para moderator tersebut yakni Prof. Dr. Ir. Lucia Mandey, MS, Ir. Emy N.J.  Nurali, MSi, Dr. Ir. Christine F. Mamuaja, MS, Ireine Longdong, STP,  MP, dan Ir. Thelma D.J. Tuju, MSi.

Kongres Nasional dan Diskusi Nasional FKPTTPI Tahun 2022 dipercayakan pelaksanaannya kepada Fakultas Pertanian Unsrat. Pertemuan sebelumnya (tahun 2021) dilaksanakan di Jogyakarta.

Sesuai laporan Ketua Panitia Dr. Ir. Lady Ch. E. Lengkey, M.Si, ada 76 peserta dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia, yang menjadi anggota FKPTTPI hadir pada pertemuan tahunan ini. (Fer)

Meimonews.com – Kongres Nasional dan Diskusi Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPTTPI)  Tahun 2022 dibuka pelaksanaannya oleh Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Ir. Dedie Toy, MSi, PhD mewakili Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSi, DEA.

Kegiatan yang berlangsung di Sutan Raja Hotel, Minahasa Utara, Kamis-Sabtu (24-26/11/2022) dengan tuan rumah Faperta Unsrat Manado tersebut diikuti 76 peserta utusan perguruan tinggi se-Indonesia.

Topik yang diangkat dalam iven tersebut adalah Implementasi program merdeka belajar kampus merdeka, kerjasama antar perguruan tinggi, program studi/jurusan/departemen, teknologi pertanian menunjang kemandirian pangan.

Dalam sambutannya mewakili Rektor, Tooy mengawalinya dengan ucapan selamat datang kepada para para dekan dan utusan perguruan tinggi anggota FKPTTPI yang telah hadir pada kegiatan ini dan mengungkap beberapa keberhasilan yang telah diraih Unsrat Manado.

Unsrat, sebut Tooy, mendapat status PK-BLU sejak tahun 2018 dan patut bersyukur karena secara institusional berhasil meraih prestasi unggul saat ini, walau disadari bahwa banyak di antara perguruan tinggi peserta kegiatan ini yang juga hebat/luar biasa prestasi dan reputasi yang dimiliki.

“Oleh karena itu, menjadi perhatian Rektorat termasuk Fakultas untuk membina jejaring kerjasama yang lebih intens dengan perguruan tinggi bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.

Dikemukakan, Unsrat termasuk Faperta diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya seiring dengan paradigma baru pengelolaan perguruan tinggi berbasis IKU. Maka melalui momentum kongres seperti ini pihaknya berharap jejaring kerjasama dan sinergitas antar perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang memiliki reputasi baik untuk berusaha mengembangkan dirinya dan membutuhkan uluran tangan.

Ketua FKPTTPI Feri Sipado dalam sambutannya menyampaikan terima kasih karena Faperta Unsrat dalam waktu dekat telah menyanggupi menjadi tuan rumah untuk melaksanakan pertemuan tahunan ini, dan diikuti cukup banyak peserta, lebih banyak dari pertemuan sebelumnya yang diadakan di Jogyakarta.

Ada banyak kawan-kawan (anggota FKPTTPI di seluruh Indonesia) yang datang/hadir mulai dari ujung Riau dan Jambi hingga ke Papua pada pertemuan yang cukup luar biasa kali ini.

Tentunya, pada pertemuan ini diharapkan memberikan kontribusi bagi perkembangan teknologi pertanian. Bagaimanapun, pertemuan-pertemuan seperti ini, baik formal maupun non-formal akan banyak masukkan-masukkan, despreksi yang dilakukan perguruan tinggi, oleh fakultas atau program studi, yang mungkin saja menginspirasi kita, membuat institusi atau lembaga kita bisa melakukan hal sama atau menginspirasi kita untuk depan yang lebih baik.

Disebutkan, dalam beberapa pertemuan, terungkapkan adanya kelebihan dari suatu daerah atau perguruan tinggi. Itu tentunya menjadi pelajaran, inspirasi bagi kita untuk masa depan lebih baik.

Di awal laporannya, Ketua Panitia Dr. Ir. Lady Ch. E. Lengkey, M.Si menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dan apa yang diharapkan dalam pertemuan ini kiranya bisa terwujud.

Lengkey juga memaparkan sejumlah kegiatan yang akan dilangsungkan selama pelaksanaan kongres nasional dan diskusi nasional tahun 2022. (Fer)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Informasi dan Edukasi melalui Talkshow/Tatapmuka dI SMA Katolik Karitas Tomohon. Sebanyak 30 siswa sekolah pimpinan Bonifacius Pantouw menjadi peserta.

Kegiatan yang diadakan di salah satu ruangan sekolah, Selasa (22/11/2022) tersebut menghadirkan narasumber Plt. Kepala BNN Sulut Kombes Pol. Devi Romelo, ST, MM dan Psikolog Klinis Elis Ratnawati, S. Psi, M.Si dengan moderator Ketua Komunitas Tolak Narkoba Lexie Kalesaran.

Kegiatan dibuka Kombes Pol. Romelo di dampingi Koord Sub Dayamas Terry Tikoalu dan Koord Sub Cegah Dian Yuni Seria.

Kombes Pol. Romelo dalam sambutannya mengungkapkan,  war on drugs merupakan slogan yang sedang digemakan BNN-RI untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (bersih dari narkoba) dimulai dari terciptanya sekolah bersinar.

“Propaganda melawan narkoba, war on drugs terus dikumandangkan agar masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk terus waspada akan ancaman narkoba yang mengintai para generasi muda,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Kombes Pol. Romelo berharap kita semua termasuk para siswa di sekolah ini dapat terus berjuang memerangi kejahatan narkoba dengan berkontribusi aktif sebagai pelajae yang berprestasi dan menolak narkoba.

Usai acara pembukaan, dengan dipandu Lexie Kalesaran, para narasumber menyampaikan materinya. Kombes Pol. Romelo membawakan materi dengan judul Strategi P4GN dalam Menciptakan Sekolah Bersinar, sementara Elis membawakan materi Komunikasi Efektif.

Di awal pemaparan materinya, Kombes Pol. Romelo menjelelaskan mengapa Indonesia menjadi pangsa narkotika. Ada delapan alasannya yakni demand tinggi, bisnis menguntungkan, entry poijt yang terbuka, kontrol peredaran masih dapat dilakukan dari dalam lapas.

Selain itu, gaya hidup, kemampuan finasial dan ekonomi yang memadai, tekanan pekerjaan yang menuntut untuk overtime, dan pandangan yang keliru tentang narkoba.

Disebutkan pula alasan remaja atau pemuda mencoba pakai narkoba. “Ada sepuluh alasannya,” ujarnya.

Sepuluh alasan tersebut adalah tekanan teman sebaya, ingin tampak dan merasa ‘dewasa,’ meniru perilaku orangtua, pengaruh media massa, pelarian dan self-medication, ingin memperoleh kepuasan instan, bosan, pemberontakan, kurang percaya diri, dan miss-informasi.

Elis dalam pemaparan materinya antara lain menjelaskan apa itu komunikasi efektif, syarat-syarat komunikasi, hukum komunikasi efektif, sifat komunikasi, faktor pendukung komunikasi yang efektif, cara komunikasi yang efektif, bentuk komunikasi yang efektif. (Fer)

Meimonews.com – Gerak cepat dan wujud kepedulian terhadap korban gempa berkekuatan magnitudo 5,6 SR di Cianjur, Senin (21/11/2022), ditunjukkan Ketua Umum Bhayangkari Pusat  Ny. Juliati Sigit Prabowo.

Dengan mendatangi langsung korban di tempat pengungsian, istri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo itu menyerahkan sejumlah bantuan seperti selimut, kasur, pakaian, dan celana.

Secercah senyum para pengungsi korban di Markas Polres Cianjur terlihat ketika dikunjungi dan mendapat bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari Pusat, Selasa (22/11/2022).

Para pengungsi bersyukur mendapat bantuan tersebut. Pasalnya, sejak mengungsi di tenda-tenda darurat, mereka tidur beralaskan tikar. “Alhamdulillah bermanfaat semoga bertambah rejekinya ibu Ketum Bhayangkari,” kata Cicih (63), warga Kampung Cikukuluk, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur Kota, Selasa (22/11/2022).

Ia mengatakan alasan mengungsi di tenda pengungsian karena kondisi rumah retak akibat gempa. Selain itu, mereka takut akan ada gempa susulan. “Alhamdulillah sekarang tidur lebih hangat ada kasur dan juga selimut,” ujarnya.

Kapolri pun ikut memberikan bantuan berupa sembako untuk warga yang wilayahnya terdampak gempa. “Bantuan sebanyak 3.000 sembako itu berasal dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Bantuan diberikan secara simbolis,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen. Pol. Dedi Prasetyo.

Dedi menjelaskan, pada hari ini, Kapolri juga akan ke Cianjur. Selain akan turun langsung mendistribusikan sembako, juga melihat penanganan dan evakuasi korban gempa Cianjur. “Bantuan ini sedikit untuk meringankan beban masyarakat,” sebut Dedi.

Menurut Dedi, perlu sinergitas, kerjasama dan kolaborasi dalam penanganan gempa dari TNI-Polri, BNPB, Basarnas dan pemerintah setempat, relawan dan juga masyarakat. “Yang menjadi fokus penanganan kita adalah evakuasi para korban mulai dari kemarin hingga saat ini,” ujarnya. (AF)