Meimonews.com – Memasuki masa Prapaskah Tahun 2026, Paus Leo XIV mengeluarkan Pesan Masa Prapaskah dengan tema Mendengarkan dan Berpuasa. Masa Prapaskah sebagai Masa Pertobatan.

Pesan Pemimpin Gereja Katolik Sedunia ini dikeluarkan dari Vatikan pada Peringatan Santa Agatha, Perawan dan Martir, Kamis (5/2/2026).

Berikut pesan Paus Leo XIV tersebut, yang dikutip Meimonews.com dari suatu sumber.

Masa Prapaskah adalah masa di mana Gereja, dengan keheningan keibuan, mengajak kita untuk menempatkan misteri Allah kembali di pusat kehidupan kita, agar iman kita dapat memperoleh kembali keseimbangan dan hati kita tidak tersesat di tengah kekhawatiran dan gangguan kehidupan sehari-hari.

Setiap gerakan pertobatan dimulai ketika kita membiarkan Sabda menjangkau kita dan menerimanya dengan kerendahan hati. Oleh karena itu, terdapat hubungan antara karunia Sabda Allah, keramahan yang kita berikan kepadanya dan transformasi yang ditimbulkannya.

Karena alasan ini, perjalanan rohani di Prapaskah ini menjadi kesempatan yang baik untuk mendengarkan suara Tuhan dan memperbarui tekad kita untuk mengikuti Kristus, berjalan bersama-Nya di jalan menuju Yerusalem, tempat misteri Sengsara, Kematian dan Kebangkitan-Nya digenapi.

Mendengarkan
Tahun ini, saya ingin menarik perhatian, pertama dan terutama, pada pentingnya memberi ruang bagi Sabda Allah melalui mendengarkan, karena kemauan untuk mendengarkan adalah tanda pertama dari keinginan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Allah sendiri, yang menyatakan diri-Nya kepada Musa di semak yang terbakar, menunjukkan bahwa mendengarkan adalah ciri khas keberadaan-Nya: “Aku telah melihat penderitaan umat-Ku di Mesir dan telah mendengar seruan mereka” (Keluaran 3:7).

Mendengarkan seruan orang-orang yang tertindas adalah awal dari kisah pembebasan, di mana Tuhan juga melibatkan Musa, mengutusnya untuk membuka jalan keselamatan bagi anak-anak-Nya yang diperbudak. Dialah Allah yang terlibat, yang hari ini juga menjangkau kita dengan pikiran-pikiran yang menggerakkan hati-Nya.

Karena alasan ini, mendengarkan Sabda dalam liturgi mengajarkan kita untuk lebih benar-benar mendengarkan realitas: di antara banyak suara yang meresap dalam kehidupan pribadi dan sosial kita, Kitab Suci memungkinkan kita untuk mengenali suara yang muncul dari penderitaan dan ketidakadilan, sehingga suara itu tidak dibiarkan tanpa jawaban.

Memasuki disposisi batiniah penerimaan ini berarti membiarkan diri kita diajar oleh Tuhan hari ini untuk mendengarkan seperti yang Dia lakukan, sampai pada titik menyadari bahwa “kesulitan orang miskin merupakan seruan yang, sepanjang sejarah manusia, terus-menerus menantang kehidupan kita, masyarakat kita, sistem politik dan ekonomi kita, dan, yang tidak kalah pentingnya, Gereja juga.”

Puasa
Jika Masa Prapaskah adalah waktu untuk mendengarkan, puasa adalah praktik konkrit yang mempersiapkan kita untuk menerima Sabda Tuhan. Menahan diri dari makanan, sebenarnya, adalah latihan asketis kuno dan tak tergantikan di jalan pertobatan.

Justru karena melibatkan tubuh, hal itu membuat lebih jelas kita “lapar” akan apa dan apa yang kita anggap penting untuk keberlangsungan hidup kita. Oleh karena itu, puasa berfungsi untuk membedakan dan mengatur “nafsu” kita, untuk menjaga rasa lapar dan haus kita akan keadilan tetap terjaga, membebaskannya dari keputusasaan dan mengarahkannya untuk menjadikannya sebagai doa dan tanggung jawab terhadap orang lain.

Santo Agustinus, dengan kehalusan spiritualnya, memungkinkan kita untuk melihat ketegangan antara pemenuhan masa kini dan masa depan yang meresap dalam pemeliharaan hati ini ketika ia mengamati:

“Selama hidup di bumi, adalah sifat manusia untuk lapar dan haus akan keadilan, tetapi untuk dipuaskan olehnya adalah milik kehidupan selanjutnya. Para malaikat dipenuhi dengan roti ini, makanan ini. Manusia, di sisi lain, lapar akan hal itu; mereka semua mendambakannya. Kerinduan akan keinginan ini memperluas jiwa, meningkatkan kapasitasnya.”

Puasa, yang dipahami dalam pengertian ini, memungkinkan kita tidak hanya untuk mendisiplinkan keinginan, untuk memurnikan dan membebaskannya, tetapi juga untuk memperluasnya, sehingga keinginan-keinginan itu berpaling kepada Tuhan dan diarahkan untuk melakukan kebaikan.

Namun, agar puasa tetap berjalan sesuai dengan kebenaran Injilnya dan menghindari godaan untuk membangkitkan hati dengan kesombongan, puasa harus selalu dijalani dalam iman dan kerendahan hati.

Hal ini membutuhkan tetap berakar dalam persekutuan dengan Tuhan, karena “mereka yang tidak tahu bagaimana memelihara diri mereka dengan sabda Tuhan tidak benar-benar berpuasa.”

Sebagai tanda nyata komitmen batin kita untuk menjauhkan diri, dengan dukungan rahmat, dari dosa dan kejahatan, puasa juga harus mencakup bentuk-bentuk pengekangan lain yang bertujuan untuk memungkinkan kita mengadopsi gaya hidup yang lebih sederhana, karena “hanya kesederhanaan yang membuat kehidupan Kristen kuat dan otentik.”

Oleh karena itu, saya ingin menghantar saudara-saudari pada bentuk pengekangan yang sangat konkret dan seringkali kurang dihargai: pengekangan dari kata-kata yang menyakiti dan melukai sesama kita.

Marilah kita mulai dengan membersihkan bahasa kita, menolak kata-kata kasar, penilaian yang terburu-buru, berbicara buruk tentang mereka yang tidak hadir dan tidak mampu membela diri, dan fitnah.

Sebaliknya, marilah kita berusaha untuk belajar menilai kata-kata kita dan menumbuhkan kebaikan: dalam keluarga kita, di antara teman-teman, di tempat kerja, di media sosial, dalam debat politik, di media, di komunitas Kristen. Maka banyak kata-kata kebencian akan digantikan oleh kata-kata harapan dan perdamaian.

Bersama-sama
Akhirnya, Masa Prapaskah menyoroti dimensi komunal dari mendengarkan Sabda dan praktik puasa. Kitab Suci juga menekankan aspek ini dalam banyak hal. Misalnya, dalam kitab Nehemia, diceritakan bahwa orang-orang berkumpul untuk mendengarkan pembacaan Kitab Hukum secara umum dan, dengan berpuasa, mempersiapkan diri untuk pengakuan iman dan ibadah, sehingga memperbarui perjanjian mereka dengan Allah (lihat Neh 9:1-3).

Demikian pula, paroki kita, keluarga, kelompok gereja dan komunitas religius dipanggil untuk melakukan perjalanan bersama selama Masa Prapaskah, di mana mendengarkan Sabda Allah, serta seruan kaum miskin dan bumi, menjadi bentuk kehidupan bersama dan puasa menopang pertobatan yang sejati.

Dalam konteks ini, pertobatan tidak hanya menyangkut hati nurani individu, tetapi juga gaya hubungan, kualitas dialog, kemampuan untuk membiarkan diri kita ditantang oleh kenyataan dan untuk mengenali apa yang benar-benar membimbing keinginan kita, baik dalam komunitas gerejawi kita maupun dalam dahaga umat manusia akan keadilan dan rekonsiliasi.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita memohon rahmat masa Prapaskah yang akan membuat telinga kita lebih memperhatikan Tuhan dan orang-orang yang paling kurang beruntung.

Marilah kita memohon kekuatan puasa yang juga menyentuh lidah kita, sehingga kata-kata yang menyakitkan dapat berkurang dan ada lebih banyak ruang bagi suara orang lain. Dan marilah kita berusaha untuk memastikan bahwa komunitas kita menjadi tempat di mana seruan orang-orang yang menderita diterima dan mendengarkan menghasilkan jalan pembebasan, membuat kita lebih siap dan bersemangat untuk berkontribusi dalam membangun peradaban kasih.

Dengan sepenuh hati saya memberkati kamu semua dan perjalanan rohani masa Prapaskahmu. (*)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) piminan Joeeph Philip Kambey (Rektor) berhasil meraih Predikat A (memuaskan) dengan nilai 84,85 pada penilaian SAKIP Tahun 2025.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi, dedikasi, serta komitmen seluruh civitas akademika dalam meningkatkan akuntabilitas dan kinerja institusi.

Diketahui, SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) merupakan rangkaian sistematis dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk merencanakan, mengukur, melaporkan, dan mengevaluasi kinerja instansi pemerintah guna memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan berorientasi pada hasil (akuntabel).

Komponen utama dalam SAKIP terdiri dari perencanaan kinerja, rencana strategi (renstra), rencana kinerja tahunan (RKT) dan perjanjian kinerja.

Pengukuran kinerja adalah ndikator Kinerja Utama (IKU). Pelaporan kinerja adalah Laporan Kinerja Instansi Pemerintah atau LAKIP. Evaluasi kinerja adalah penilaian internal dan eksternal.

Tujuan utamanya adalah menciptakan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (FA)

Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Oktovian Berty Alexander Sompie dipercayakan menjadi Tim Seleksi Kompetensi Teknis Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara.

Kehadiran Rektor Unsrat sebagai tim seleksi/ penguji menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam melibatkan unsur akademisi profesional untuk menjamin transparansi dan objektivitas.

Rektor Unsrat diharapkan mampu menggali potensi teknis, manajerial, hingga integritas para kandidat calon Sekdaprov Sulut.

Keterlibatan civitas akademika dalam proses seleksi ini adalah bentuk sinergi nyata antara perguruan tinggi dan Pemerintah Daerah untuk melahirkan birokrasi yang handal dan inovatif. (FA)

Meimonews.com – Gerak cepat untuk mencegah terjadinya tawuran antarsekolah di sekitar Stadion Klabat Manado dilakukan tim Kepolisian Resort Kota Manado (Polresta) Manado, Selasa (10/2/2026). Sebanyak 22 siswa diamankan sekitar pukul 15.40 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto di dampingi Kasi Humas Polrests Manado Iptu Agus Haryono menjelaskan, puluhan siswa tersebut berasal dari beberapa sekolah menengah pertama (SMP) di antaranya SMP Negeri 4 Manado, SMP Negeri 7 Manado, SMP Negeri 14 Manado, SMP Hati Kudus Karombasan Utara, serta SMP Negeri 17 Manado.

Para siswa yang berhasil diamankan Tim Gabungan Polresta Manado langsung digiring ke Mapolresta Manado untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan oleh piket Reskrim.

“Berdasarkan hasil pendataan jumlah siswa yang diamankan sebanyak 22 orang dengan rentang usia 13 hingga 15 tahun. Seluruh pelajar tersebut kemudian dilakukan perekaman sidik jari sebagai bentuk verifikasi identitas, serta dibuatkan surat pernyataan bersama orang tua dan pihak sekolah,” ujar Kasat Reskrim.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui, rencana tawuran tersebut dipicu oleh saling ejek dan tantangan melalui media sosial WhatsApp Saluran bernama SPENTULAS anti BADAY, yang dikelola oleh siswa SMP Negeri 17 dan diikuti oleh sejumlah siswa dari SMP Negeri 4 Manado.

Salah satu siswa yang diamankan, HR (13), siswa SMP Negeri 4 Manado, mengungkapkan bahwa siswa dari SMP Negeri 17 kerap membuat keributan di depan sekolahnya dengan cara berteriak dan menantang untuk berkelahi. “Ia bersama rekan-rekannya kemudian menuju Stadion Klabat yang diduga menjadi titik kumpul siswa SMP Negeri 17,” sebut mantan Kapolsek Malalayang ini.

Ditambahkan, karena tidak menemukan siswa yang dimaksud, rombongan siswa gabungan dari SMP Negeri 4 dan SMP Hati Kudus sempat menuju ke SMP Negeri 17, namun dicegat oleh petugas keamanan sekolah dan diminta untuk membubarkan diri.

Saat kembali ke arah Stadion Klabat, mereka bertemu dengan siswa SMP Negeri 17 di Jalan Santo Josep sehingga sempat terjadi perkelahian. Bahkan, menurut keterangan, beberapa siswa SMP Negeri 17 diduga mengejar menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam.

Keterangan lain disampaikan oleh JS, siswa SMP Negeri 4 Manado, yang mengaku sempat diarahkan anak panah oleh dua orang pelajar berseragam sekolah yang berboncengan sepeda motor, sehingga ia bersama dua temannya melarikan diri.

Setelah dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian, seluruh siswa yang terlibat dikembalikan kepada orangtua masing-masing pada pukul 21.45 Wita. Orangtua dan pihak sekolah juga diberikan arahan agar meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap para siswa guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dari level keluarga, lingkungan rumah sekolah, Toda, Toga dan Tomas berperan aktif melakukan pengawasan dan pendidikan karakter kepada generasi muda, siswa dan anak-anak kita sehingga bisa terhindar dari tindakan yang dapat merugikan diriny sendiri maupun orang lain.

Pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan aktivitas siswa/pelajar, khususnya yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, serta mengimbau agar para pelajar tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif di media sosial. (AF)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2026 di Ballroom Kantor Pusat BSG, Jln Pierre Tendean No. 100 Manado, Selasa (10/2/2026).

Ada sejumlah agenda dibahas dalam RUPS Tahunan dan RUPS LB 2026 yang dihadiri Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, perwakilan PT. Mega Corpora selaku Pemegang Saham Pengendali 2, para Pemegang Saham BSG, Komisaris dan Direksi BSG serta Pengurus Koperasi Karyawan BSG tersebut.

Salah satu agenda penting yang diputuskan dalam momen tersebut adalah adanya pergantian dan penambahan jabatan.

Untuk jabatan Komisaris, ada yang tetap tapi ada yang berubah. Komisaris Utama yang sebelumnya dipegang oleh Ramoy Markus Luntungan (RML), kini dipegang Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), mantan Walikota Manado.

Nama-nama komisaris lainnya adalah Djafar Alkatiri, Jaclyn Koloay, Max Kembuan (pejabat lama) serta Rania Riris Ismail dan Diane (pejabat baru)

Untuk jabatan Direksi, Direktur Utama tetap dpegang Revino M. Pepah sementara jabatan lainnya adalah Direktur Operasional Louisa Parengkuan dan Direktur Umum Joubert Dondokambey (tetap menjabat), Direktur Kredit Tetty Rampengan, Direktur Dana Rudiyanto Katili dan Direktur Kepatuhan Mutesa Holdin (pejabat baru). (elka)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou, Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema One Spirit, One Commitment ini menjadi penguatan dan komitmen seluruh insan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada pasien.

Turut hadir pada momen istimewa ini, Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut.

Kehadiran Gubernur dan Forkopimda disambut Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Dirut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulut beserta Forkopimda yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung dalam peringatan HUT ke-31 RSUP Kandou.

Kehadiran mereka, menurut Dirut, merupakan kehormatan dan penyemangat besar bagi seluruh civitas hospitalia RS Kandou. “Ini menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan layanan kesehatan di RSUP Kandou,” ujar Dirut ketika memberikan sambutan.

Menyinggung tentang tema peringatan yakni One Spirit, One Commitment, Dirut menjelaskan, tema ini mencerminkan semangat kolektif seluruh civitas hospitalia RS Kandou untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“One Spirit, One Commitment adalah simbol bahwa seluruh insan RS Kandou harus melayani dengan hati dan terus bertransformasi untuk negeri. Ini menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Dirut juga menekankan tentang pentingnya pelayanan yang berlandaskan empati serta transformasi berkelanjutan guna menjawab tantangan pelayanan kesehatan ke depan.

Gubernur Sulut dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelayanan prima di seluruh fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit yang berada di bawah pemerintah daerah dan pusat.

Diingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. “RS Kandou berada di Provinsi Sulawesi Utara dan melayani masyarakat Sulawesi Utara, sehingga patut mendapat perhatian bersama,” ujar Gubernur.

Gubernur juga berbagi pengalaman pribadi saat menjalani tindakan operasi jantung di RSUP Kandou. Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RS Kandou atas pelayanan yang diterimanya.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Prof Starry Rampengan dan seluruh tim. Saya mempercayakan tindakan operasi jantung di RS Kandou, dan pelayanan yang saya terima sangat baik,” ungkapnya.

Memasuki usia ke-31, Gubernur berharap RSUP Kandou dapat menjadi role model bagi rumah sakit lainnya di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Ditekankan pula tentang pentingnya kolaborasi antarfasilitas kesehatan, bukan kompetisi, dalam memperkuat sistem layanan kesehatan. “RS Kandou adalah rumah sakit milik Kementerian Kesehatan. Jadilah contoh bagi rumah sakit lainnya, tuntun dan bimbing rumah sakit di daerah agar pelayanan kesehatan semakin merata,” pesannya.

Rangkaian peringatan HUT ke-31 RSUP Kandou diwarnai pula dengan prosesi tiup lilin dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pengabdian rumah sakit dalam melayani masyarakat Sulut dan sekitarnya. (Fer)

Meimonews,com – Universitas Negeri Manado (Unima) mengadakan Sosialisasi Perjanjian Kerja dan Penyerahan Pagu Anggaran 2026 sebagai Instrumen Pencapaian Indeks Kenerja Utama (IKU), Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang diadakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unima, Tondano ini diikuti Wakil Rektor 1 Mister Gideon Maru, Wakil Rektor 3 Lenny Leorina Evinita , Ketua dan Sekretaris Senat universitas, Ketua Lembaga, Direktur Pascasarjana, para Dekan, Kepala Unit Penunjang Akademik, dan para Kepala Biro.

Sejumlah hal terkait dengan maksud diadakannya kegiatan ini dipaparkan pada kegiatan yang dipimpin Wakil Rektor 2 (Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum) Donal Matheos Ratu (mewakili Rektor Joseph Philip Kambey) di dampingi Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKSHM) Vivi Winny Saroinsong.

Usai sosialsasi, Wakil Rektor 2 menyerahkan dokumen pagu anggaran tahun berjalan ini (2026), yang diterima pimpinan satuan/unit kerja di lingkungan perguruan tinggi negeri yang memiliki visi Unima Unggul, Mandiri, Kompetitif dan Entrepreneurial ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, usai kegiatan Wakil Rektor 2 Unima menjelaskan, penyerahan pagu ini untuk setiap kegiatan yang ada di target-target seperti fakultas dan urusan program studi (prodi) sudah bisa dimulai. “Memulai kegiatan yang didanai,” ujarnya.

Ditambahkan, target kinerja sudah ditandatangani dan diserahkan.

Di momen tersebut, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) Unima yang diketuai Hendro Sumual (Dekan Fakultas Teknik) dengan Sekretaris Vivi Winny Saroinsong (Karo PKSHM) menyosialisasikan/memaparkan rencana kegiatan penerimaan Maba Unima tahun akademik 2026/2027. (FA)

Meimonews com – Berbagai upaya terus dilakukan Bank SulutGo (BSG) sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo ini.

Berbagai upaya itu membuahkan hasil capaian yang membanggakan, yang diakui oleh sejumlah pihak lewat prestasi dan penghargaan yang diterima BSG.

Kepercayaan publik kepada BSG terlihat di tahun 2025 di mana dari total aset tumbuh 12,51persen mencapai Rp 23,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 21,06 persen mencapai Rp 18,2 triliun.

Laba bruto mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24,29 persen (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Hasil capaian tahun 2023 – 2025 juga terlihat pada data-data yang ada. “Setidaknya, ada 17 prestasi/penghargaan yang diterima/diraih BSG selang tiga tahun terakhir (2023 – 2025),” ujar Head of Public Relation PT Bank SulutGo Nicky Laoh kepada Meimonews.com di Kantor Pusat BSG, Manado, Senin (2/2/2026).

Laoh lantas mengurai hasil capaian tersebut. Tahun 2023 7 prestasi/penghargaan, tahun 2024 (6 prestasi/penghargaan) dan tahun 2025 (4 prestasi/penghargaan)

Tahun 2023, BSG resmikan kantor perwakilan Gorontalo; BSG resmikan kantor pusat baru di Kawasan Marina; BSG raih juara umum Porse Bank di Provinsi Gorontalo; BSG terima penghargaan Marketing Champion dari Hermawan Kartojaya

Selain itu, BSG terima penghargaan The Best Performing Bank 2024 dari The Finance; Dirut BSG masuk jajaran Top 100 CEO oleh Infobank; dan BSG terima Bank dengan Performa Terbaik Award dari Infobank (tahun keempat)

Untuk tahun 2024, BSG Juara Porseni FKIJK
(Forum Komumikasi Industri Jasa Keuangan) dan BMPD Sulut; Desa Wisata Darunu Kabupaten Minahasa Utara (binaan BSG) masuk Top 50 Hidden Gem Destinasi oleh Kementerian Pariwisata.

Selain itu, BSG terima penghargaan Bank dengan Performa Terbaik 5 tahun berturut-turut oleh Infobank; BSG raih Paritrana Award untuk tahun 2023 dari Pemerintah; BSG raih penghargaan The Most Transaction Growth ATMATM Bersama dari PT Artajasa; dan Dirut BSG kembali masuk dalam Top 100 CEO oleh Infobank

Tahun 2025, BSG masuk 10 besar Bank dengan Pelayanan Terbaik versi Infobank; BSG terima Best Regional Bank in Service Excellent 2025 dari Infobank; BSG raih Peringkat A dari Titah Ratings Indonesia; BSG raih ATM Bersama Award. (elka)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) dipercayakan untuk menggelar Sosialisasi Instrumen Akreditasi Program Studi (Prodi) Kependidikan 3.0 di Ruang Rapat EA Worang Lantai 3 Kantor Pusat Unima, Tondano, Rabu (28/1/2026).

Sosialisasi ini menghadirkan 3 narasumber/pembicara dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik) yakni Anggota Majelis Akreditasi Lukman Nadjamudin, Sekretaris Divisi Akreditasi Asmusin, dan Asesor Wahono Widodo.

Bertindak sebagai moderator/pemandu kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring (zoom) ini adalah Ketua Tim kelembagaan LLDIKTI XVI Fatra Dano Putri.

Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (PKHM) Unima Vivi Winny Saroinsong menjelaskan, peserta kegiatan adalah perutusan dari 8 perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Sulawesi Utara.

“Total peserta yang hadir secara luring berjumlah sekitar 120 orang termasuk pimpinan Unima seperti Wakil Rektor 1 (Mister Gideon Maru) Wakil Rektor 3 (Lenny Leorina Evinita), beberapa dekan dan jajaran terkait,” ujarnya kepada Meimonews.com di sela kegiatan.

Rektor Unima Joseph Philip Kambey dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor (Warek) 1 mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menggelar kegiatan ini di Unima.

“Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi Unima telah dipercaya menjadi tuan rumah pelaksana kegiatan ini,” ujar Warek 1 mengutip Rektor.

Kegiatan ini, menurut Rektor, memiliki makna sangat strategis bagi perguruan tinggi, khususnys bagi program studi kependidikan yang berada dalam cakupan Lamdik.

Dijelaskan, ditetapkannya Peraturan Lamdik Nom 5 Tahun 2025 tentang Instrumen Akresitasi Mandiri Kependidikan merupakan langkah penting dalam upaya penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan kebijakan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Permendiktisantek No. 39 Tahun 2025.

Instrumen akreditasi, menurutnya, bukan semata-mata alat penilaian administratif, melainkan cerminan komitmen bersama dalam membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola prodi, serta memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi.

“Oleh karena itu, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis terhadap instrumen akresitasi terbaru, tetapi juga mendorong kesiapan seluruh unsur PT baik pimpinan, dosen maupun tenaga kependidikan untuk melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” ujar Warek Bidang Akademk mengutip Rektor. (Lexie)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, pengelolaan manajemen pemerintahan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika memberkan arahan pada Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Manado Tahun 2027 di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para Asisten, Kepala SKPD, Camat se-Kota Manado, tokoh masyarakat, akademisi, serta undangan lainnya.

“Pemerintah harus mampu mengelola manajemen pemerintahan dengan baik. Jika hal tersebut terpenuhi, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan berjalan secara maksimal,” ujar Walikota.

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan konsultasi publik yang diselenggarakan oleh Bapperida Kota Manado ini.

Walikota berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini juga menekankan, seluruh masukan yang disampaikan harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat serta visi dan misi kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Ditegaskan pula, kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas utama dalam perencanaan pembangunan.

“Tugas kami adalah mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh. Fokus utama kami adalah bagaimana pendapatan masyarakat dapat meningkat, sementara pengeluaran dapat dikendalikan. Jangan sampai terbalik,” ujarnya. (elka)