Meimonews.com – Keberhasilan Tim Tinju Sulawesi Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua terletak pada kekompakan semua stake-holder (pemangku kepentingan).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengprov (Pengurus Provinsi) Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang dalam percakapan lewat telefon dengan Meimonews.com, Rabu (14/10/2021).

“Kunci keberhasilan Tim Tinju Sulut di PON kali ini adalah karena adanya kekompakan semua pihak, pemangku kepeentingan baik petinju, pelatih, pengurus, Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan dukungan dari masyarakat,” ujar Bangkang.

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Manado ini menjelaskan, bila tidak ada kekompakan tersebut, ia tidak meyakini Tim Tinju mendulang keberhasilan seperti yang dicapai yakni dua medali emas, satu perak dan satu perunggu dari lima petinju yang diutus ke ajang PON Papua.

Pada PON 2016 di Jawa Barat, Tim Tinju Sulut hanya berhasil meraih dua perunggu yakni dari Irvan Tetonda dan Novly Engkeng dari enam petinju yang diutus.

“Oleh karena keberhasilan ini, saya selaku Ketua Umum Pengprov Pertina Sulut menyampaikan terima kasih atas kekompakkan semua pihak dan dukungan dari masyarakat,” ujarnya.

Tim Tinju Sulut untuk PON 2021 dilatih oleh Bonix Saweho (Ketua Komtek dan Kepelatihan Pengprov Pertina Sulut), I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. Para petinjunya adalah Veronika Nicolas (kelas 54 kg putri), Juandly Abbas (kelas 46 kg putra, Adrianus Salamisy (kelas 60 kg putra),. Farrand Papendang (kelas 64 kg putra), dan Toar Sompotan (kelas 81 kg putra).

Sebelum keberangkatan tim, Bangkang mengungkapkqn target yang akan dicapai setelah melihat latihan yang dilakukan Tim Pelatih dan motivasi yang diberikan adalah dua medali emas. Dan, ternyata berhasil. Bukan hanya dua medali emas tapi juga ditambah satu perak dan satu perunggu.

Dengan keberhasilan ini, perolehan medali Tim PON Sulut jadi bertambah dan meningkatkan urutan perolehan medali dan peringkat secara keseluruhan.

Secara terpisah, Bonix Saweho mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keberhasilan ini karena adanya keterlibatan dan dukungan dari banyak pihak dan (terutana) perkenanan Tuhan.

“Terima kasih untuk semuanya itu,” ujar Camat Tuminting itu kepada Meimonews.com. (lk)

Meimonews.com – Suatu Prestasi luar biasa ditorehkan Tim PON Sulut dari Cabang Olahraga (cabor) tinju di Pekan Olahraga Nasional.(PON) 2021 Papua.

Di momen hari – hari terakhir penyelenggaraan PON, cabor pimpinan Rayno Bangkang ini berhasil mendapatkan dua medali emas lewat petinju Juandri Abast (kelas 46 kg) dan Farrand Buyung Papendang (kelas 64 kg).

Di partai final Juan (sapaan akrab Juandri) berhasil mengalahkan petinju tuan runah (Papua) Syariel Rumaropen dengan angka mutlak sementara Farrand mengandaskan harapan Albino Nanlohi, petinju asal Jawa Barat, juga dengan kemenangan mutlak.

Satu petinju lagi yang masuk final yakni Toar Sompotan yang turun di kelas 81 kg berhasil meraih medali perak setelah dalam pertandingan di babak final dikalahkan dengan knock-out oleh petinju Jawa Barat Bram Betaubun.

Petinju lain yakni Veronica Nicolas berhasil meraih medali perunggu. Satu petinju lainnya kalah di babak sebelumnya sehingga belum berhasil menyumbangkan medali.

Dengan hasil dua medali emas, satu perak dan satu perunggu tersebut berarti target Pemprov Pertina Sulut di bawah kepemimpinan Reyno Bangkang sebagai Ketua Umum telah tercapai.

Sebab, sebelum keberangkatan tim tinju asuhan Bonix Saweho sebagai pelatih Kepala , Pemprov Pertina Sulut telah menargetkan dua medali di ajang PON kali ini. (Meimonews.com 23 September 2021 : Cabor Tinju Targetkan Dua Medali Emas di PON Papua 2021).

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Kerja keras dari baik para petinju, pelatih (Bonix Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo) maupun Pengurus telah menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi Daerah Sulut. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara mengelar. kegiatan Informasi dan Edukasi melalui Talkshow / Tatapmuka kepada Siswa-siswi SMK Negeri 2 Manado di kompleks persekolahan yang terletak di Jl. Pumorow Manado, Kamis (7/10/2021).

Sejunlah naraumber / pembicara ditampilkan pada kegiatan yang dimoderatori Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dan diikuti 55 siswa dengan mengikuti protokol kesehatan pandemi Covid-19 tersebut.

Narasumber / pembicara tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut yang sekaligus membuka acara, Koordinator Bidang P2M BNN Sulut Sam G. Repy yang membawakan materi Upaya P4GN dalam rangka War on Drugs, Sekdispora Sulut Ronny F. Siwu tentang Peran Pemuda dalam Memerangi Narkoba.

Selain itu, Irene DC Rindorindo tentang Teknik Komunikasi Langsung dan Pemanfaatan Media Komunikasi untuk War on Drugs serta Plt Sub Koordinator Pencegahan Bidang P2M BNN Sulut Dian Yuni Seria tentang Penjelasan dan Pengisian Dectari.

Lasut dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang apa itu narkoba jenis-jenis narkoba, bahaya narkoba, Indonesia Darurat Narkoba, Prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia da khususnya di Sulut, upaya P4GN dan peran pemuda dalam P4GN.

Diungkapkan, saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, ia pernah menangkap pengedar Narkoba di depan Kompleks sekolah, yang dulunya masih belum seramai saat ini dan di beberapa sekolah lainnya di daerah ini.

Lasut berharap, setelah kegiatan informasi dan edukasi ini, siswa-siswa di sekolah ini bisa menyampaikan tentang bahaya narkoba ke teman-teman lainnya baik yang bersekolah di SMK Negeri 2 Manado maupun teman-teman sekolah lain dan keluarga.

“Dengan demikian, adik-adik telah berperan dalam P4GN (pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujar mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini.

Kegiatan di SMK Negeri 2 Manado pimpinan Julius R. Koloay ini dilaksanalan oleh panitia yang diketuai Sub Koordinator Pemberdayaan Bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Terry Tikoalu. (lk)

Meimonews.com – Mantan Dirjen Imigrasi Ronny  F. Sompie dipercayakan Direktorat Imigrasi sebagai Ketua merangkap Anggota Tim Asistensi Dirjen Imigrasi.

Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. IMI-0378.KP.04.01 tahun 2021 yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Imigrasi Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana, SH, M.Hum pada Senin (4/10/2021).

Tim yang bertugas untuk program pendampingan, penguatan serta koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian unit pelaksana teknis di daerah dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri ini, beranggotakan 17 orang . Sekretaris merangkap Anggota adalah Alif Suaidi.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana, SH, M.Hum mengatakan, pembentukan tim tersebut untuk menguatkan tugas dan fungsi keimigrasian serta meningkatkan capaian target kinerja Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, target Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai bagian dari urusan pemerintahan negara memberikan pelayanan keimigrasian, penegakan hukum, keamanan negara dan fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat serta dalam rangka menjaga kedaulatan atas wilayah NKRI,” jelasnya, Kamis (7/10/2021)

Disebutkan Widodo, seperti dikutip Sompie kepada Meimonews.com, Jumat (8/10/2021), di samping melaksanakan tugasnya sebagai Analis Keimigrasian, Tim Asistensi baik secara sendiri maupun bersama melaksanakan tugas untuk dan atas nama Dirjen Imigrasi melakukan program pendampingan, penguatan serta koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian dan pelaksanaan kebijakan di unit pelaksana teknis di daerah dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Kemudian, mengkordinasikan percepatan pelaksanaan program kerja Ditjen Imigrasi yang ditetapkan dalam target kinerja di wilayah yang melibatkan para pemangku kepentingan di pusat dan wilayah (Pimpinan Tinggi Pratama Ditjen Imigrasi, Kakanwil, Kepala Divisi Imigrasi, Kepala Divisi Administrasi, Kepala Unit Pelaksana Teknis dan pimpinan instansi terkait di wilayah) dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Selain itu, menganalisis permasalahan keimigrasian yang terjadi di wilayah sesuai lingkup penugasan Tim Asistensi, menyusun rekomendasi kebijakan atau alternatif solusi atas dasar analisis terhadap permasalahan yang timbul di wilayah sesuai lingkup penugasan Tim Asistensi.

Selanjutnya, membantu Unit Pelaksana Teknis dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri sesuai dengan arahan Dirjen Imigrasi untuk menyelesaikan permasalahan keimigrasian yang dihadapi.

“Tim Asistensi harus menghindari kegiatan, tindakan, keputusan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan; konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi; dan intervensi dan overlapping atau tumpang tindih pelaksanaan tugas dan fungsi yang menjadi kewenangan oleh pejabat lainnya
di pusat, daerah dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” tambahnya. (lk)

Meimonews.com -Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Asisten 3 MSC Provinsi Indonesia Hubertus Parera MSC dan Superior Daerah MSC Sulawesi dan Kalimantan Timur Pastor Herry Purasa MSC serta Frater Diakon Firovani Adikila Pr dan Frater Diakon Edi Nugroho MSC memimpin Misa 50 Tahun MSC Provinsi Indonesia di Gereja Paroki Hati Kudus Karombasan, Rabu (6/10/2021).

Misa syukur / pesta emas emas ini diselenggarakan secara live streaming dan kehadiran pastor (termasuk Ketua UNIO Keuskupan Manado Pastor Revi Tanod Pr, suster, frater, bruder dan umat secara terbatas,.mengikuti protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Dalam kata pengantar misa, Mgr. Rolly (sapaan akrab Uskup Manado) menegaskan, kita patut bersyukur, walaupun di tengah pandemi Covid-19, kita bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati 50 Tahun Provinsi Indonesia tanggal 6 Oktober 2021.

Oleh karena itu, Mgr. Rolly mengajak untuk tunduk sejenak kepada Tuhan, menyadari begala besar kasih Tuhan sehingga 6 Oktober 2021 ini boleh merayakan yubelium 50 tahun berdiri Provonsi MSC Indonesia dimekarkan dari induk / Provinsi MSC di Belanda, mengalami kebaikan Tuhan yang dianugerahkan terus – menerus selama 50 tahun ini, bukan hanya untuk MSC Indonesia tetapi juga untuk gereja, gereja lokal di mana MSC hadir dan berkarya untuk masyarakat di sekitar.

“Marilah kita sambil mensyukuri semuanya itu, kita mengakui bahwa sebagai misionaris Hati Kudus Yesus, kadang – kadang kurang mensyukuri apa yang Tuhan berikan kepada kita dalam rupa – rupa peristiwa perjumpaan dan tanda – tanda yang kita alam selama ini dan juga kadang – kadang kita kurang menangani kebaikan Tuhan itu di dalam kehadiran, di dalam gerakan – gerakan pelayanan kita,” ujar Mgr. Rolly.

Saat memberikan kotbah, mantan Provinsial MSC Indonesia ini menyampaikan banyak Selamat kepada MSC Provinsi Indonesia atas pesta emas ini. “Pesta emas ini adalah karya Allah yang patut disyukuri dan karya Allah ini bukan hanya pada masa lampau tetapi hingga sekarang,” sebut Mgr. Rolly.

Ada beberapa hal diminta Uskup kepada para anggota MSC, di antaranya untuk membaharui komitmen baik pribadi maupun secara komuniter di mana setiap Anggota merupakan bagian dari komunitas, melanjutkan karya bersama yang dipercayakan oleh gereja, bercermin dari keteladanan misioner pendahulu teristimewa pater pendiri, serta berkomitmen dalam menghidupi consecratio,. communio dan missio sebagai identitas dari seorang biarawan.

Usai misa, diadakan peletakan batu pertama pembangunan rumah biara MSC Paal 3 Karombasan (yang terletak di belakang gereja), yang turut dihadiri Walikota Manado Andrey Angouw. (lk)

Meimonews.com – Perang masa kini yang terjadi dan perlu diwaspadai oleh Indonesia, salah satunya adalah proxy war (perang modern).

“Proxy war tidak melalui kekuatan militer tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik politik, ekonomi. sosial budaya, termasuk hukum,” ujar Handoyo Sugiarto ketika memberikan pembekalan kepada Calon Pengurus PMKRI Gorontalo pimpinan Jujur Marpaung di Sekretariat PMKRI Gorontalo, Sabtu (2/10/2021).

Depertim PMKRI Gorontalo dan juga Ketua Pengurus Daerah KB FKPPI Gorontalo ini lantas menguraikan tentang latar belakang / sejarah proxy, ancaman yang akan ditimbulkan, kegiatan, pentahapan, konsep menghadapi proxy war.

Dikemukakan, perang modern adalah perang yang sangat berbeda dengan konsep, metode dan teknologi militer sebelumnya, menekankan bagainana hambatan harus dimodernisasi untuk menjaga kelayakan pertempuran mereka.

“Karena itu, perang modern adalah siubyek yang berkembang, terlihat berbeda di waktu dan tempat yang berbeda,” tandas Handoyo.

Menurutnya, ada beberapa indikasi perang modern di Indonesia. Di antaranya, gerakan separatists, demonstrasi massa, penerapan regulasi yang merugikan, dan peredaran narkoba.

Terkait dengan pentahapannya, Handoyo menjelaskan tahap-tahapnya ada lima yakni infiltrasi, eksploitasi, politik adu domba, cuci otak (brain wash), dan invasi / pencapaian sasaran.

Meyinggung soal konsep menghadapi perang modern ini, dijelaskan, generasi muda (termasuk mahasiswa) adalah generasi baru yang cepat atau lambat akan menggantikan generasi sebelumnya. Regenerasi ini terjadi secara alamiah.

“Bukan tidak mungkin mahasiswa akan menjadi agen-agen perubahan dalam sejarah Indonesia,” sebut Kadis PU Provinsi Gorontalo ini seraya menyebutkan, oleh karena itu mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus berperan penting dalam upaya pencegahannya.

Untuk menangkal proxy war, menurut Handoyo, ada langkah-langkah konkrit upaya dilakukan yakni iidentifikasi dan kenal masalah, ahli sesuai bidang masing-masing, gerakan pemuda berbasis wirausaha, mengadakan komunitas belajar, dan program pembangunan karakter.

“Diharapkan, sebagai generasi penerus bangsa, memahami tentang proxy war dan mampu menghadapi proxy War dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan aturan atau perundang-undangan yang berlaku,” kata Handoyo. (lk)

Meimonews.com – Ratusan masker dan puluhan paket sembako dibagikan kepada warga/umat Katolik oleh ibu-Ibu yang tergqbung dalam Kaum Ibu Katolik (KIK) Santa Faustina Paroki Santu Kristoforus Gorontalo dalam kegiatan Peduli Covid-19, Rabu (29/9/2021).

Aksi nyata mendukung upaya memutus matarantai penyebaran Covid-19 dan membantu mereka terkena dampaknya tersebut dilakukan di beberapa lokasi di tiga Kabupaten di Provinsi Gorontalo.

Setelah dilepas dengan doa oleh Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo Pastor Marcelino Ronny Singal Pr di pastoran, rombongan KIK dan beberapa Pengurus dan Anggota KBK (Kaum Bapak Katolik) Paroki segera bergerak menuju lokasi sasaran sumbangan.

Lokasi awal yang dikunjungi adalah Desa Jati Mulya Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Dengan diantar Ketua Stasi Bongo Paroki St. Theodorus Kaaruyan Boalemo Panut Handoko, rombongan mendatangi rumah-rumah umat yang akan diberikan bantuan.

Setelah di Jati Mulya, rombongan menuju Desa Bulalo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Belasan umat di Stasi Kwandang pimpinan Amandus B diberikan bantuan.

Ketika berada di pertigaan jalan menuju Pelabuhan Anggrek Kwandang, rombongan membagikan masker kepada warga termasuk pengemudi dan penumpang kendaraan termasuk bentor (kendaraan tradisional setempat) yang tidak memakai masker.

Kemudian, rombongan menuju lokasi berikut yaitu di Limboto Kabupaten Gorontalo. Puluhan masker dan sejumlah paket sembako diberikan kepada umat Stasi Limboto yang dipimpin Anneke Paula Rantung.

Aksi Peduli Covid-19 yang dimaksudkan pula untuk mendukung Surat Edaran Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC tahun 2021 tersebut mendapat dukungan Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo Pastor Marcelino Ronny Singal Pr dan Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyan Pastor Nico Rumbayan MSC serta sejumlah pihak termasuk KBK Paroki Gorontalo.

Magretha Johana Tinangon (Ketua KIK Sta. Faustina Paroki St. Kristoforus Gorontalo), sangat senang dan berterima kasih karena kegiatan yang mendapat dukungan banyak pihak termasuk Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Gorontalo dan pastor di dua paroki bisa berjalan dengan baik dan sukses.

Kegiatan yang difasilitasi Talulembang Sule (aktivis awam Paroki Gorontalo) ini diharapkan menjadi pemacu semangat ibu-Ibu Katolik yang di Paroki St. Kristoforus Gorontalo. Diharapkan pula agar ada aksi / kegiatan lanjutan / lain, setelah kegiatan Peduli Covid-19 ini.

Sejumlah umat / warga yang diwawancarai Meimonews.com sangat senang dan berterima kasih atas perhatian / kepedulian dari KIK Paroki St. Kristoforus Gorontalo ini.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kaum Ibu Katolik (KIK) Paroki Kristoforus Gorontalo yang telah memberikan bantuan berupa masker dan sembako. Tuhan memberkati ” ujar salah satu penerima bantuan. (lk)

Meimonews.com – Cabang olahrqga (cabor) tinju targetkan mendapat dua medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua. Target demikian dikarenakan persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai.

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Dikemukakan,. Pengprov Pertina Sulut menargetlan demikian agar para petinju berusaha untuk mencapai target tersebut. “Dengan demikian, para petinju akan fokus bertanding dan berusaha meraih prestasi tertinggi (medali emas),” ujar Bangkang.

Ketika disinggung dari kelas mana saja yang akan mendapat medali emas, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Manado ini enggan menyebutkan. “Rahasia,” tegasnya singkat sambil tertawa.

Kendati demikian, Bangkang menyebutkan, semua petinju berpeluang mendapat medali emas. Apalagi nereka semua (para petinju Tim PON Sulut) sudah berlatih keras di bawah koordinasi Ketua Komtek dan Kepelatihan Bonix Saweho.

Semuanya, jelas Bangkang adalah hasil seleksi yang ketat dari petinju – petinju terbaik di daerah ini.

Menyinggung tentang daerah – daerah mana saja yang menjadi lawan terberat, Bangkang menegaskan, “semua daerah. Apalagi semua daerah .baik DKI, Papua, Sumatera dan lain terlihat cukup siap dan tak mau kalah dengan target medali emas.

“Itulah sebabnya kita tidak boleh pandang enteng. Harus fokus, full perhatian, harus mengerahkan semua kekuatan yang ada,” tandas mantan Kapolsek Malalayang ini.

Lima petinju Sulut yang dipersiapkan untuk berlaga di ajang PON Papua 2021adalah Veronika Nicolas (54 kg putri), Juandly Abbas (46 kg putra), Adrianus Salamisy (60 kg putra), Farrand Papendang (64 kg putra) dan Toar Sompotan (81 kg putra).

Mereka dilatih oleh Bonyx Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. (lk)

Meimonews.com – Lima petinju Sulawesi Utara dipersiapkann untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Kelima petinju tersebut akan turun di kelas .54 kg putri (Veronika Nicolas), kelas 46 kg putra (Juandly Abbas), kelas 60 kg putra (Adrianus Salamisy),.kelas 64 kg putra (Farrand Papendang), dan kelas 81 kg putra (Toar Sompotan).

Pantauan Meimonews, kelima petinju tersebut lagi intens melakukan di Kompleks GOR Wolter Robert Mongisidi, Sario Manado baik fisik maupun teknis.

Mereka dilatih oleh Bonyx Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo.

Tim Sulut pada PON 2016 Jawa Barat meraih dua perunggu dari kelas 49 kg atas nama Irvan Tetonda dan kelas 52 kg atas nama Novly Engkeng.

Untuk PON 2021 Papua, sebut Bonix Saweho (Pelatih Tim Tinju Sulut), Pengprov Pertina Sulut menargetkan petinju Sulut mendapat 1 medali perunggu.

“Kalau Tuhan sayang dan berkenan, target tersebut bisa dicapai. Bahkan, bila dimungkinkan semua atlit bisa membawa pulang medali karena semua berpeluang mendapat medali,” ujar Camat Tuminting itu dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela latihan, Rabu (22/9/2021) pagi. (lk)

Meimonews.com -Jujur Marpaung terpilih sebagai Mandataris / Formatur Tunggal / Ketua Presidium PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II pada forum Rapat Unum Anggota PMKRI Calon Cabang Gorontalo yang diadakan di Pastoran Paroki St. Kristoforus Gorontalo, Sabtu (18/9/2021).

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gorontalo ini berhasil mengalahkan Calon lainnya yakni Stevan Lintang (Koordinator Pengurus PMKRI Kota Jajakan Girontalo) dengan perolehan lima suara sedang Stevan hanya memperoleh dua suara.

Pimpinan Sidang yang diketuai Andreas Hulu di dampingi Shorinji Kaporoh (Sekretaris) dan Maria KA Bay (Anggota) langsung mengesahkan hasil tersebut disaksikan Pastor Moderator Marcelino Ronny Singal Pr, Talulembang Sule dan Handoyo Sugiarto (Depertim), Ketua Presidium PMKRI Manado Andreas Buanglera, Anggota dan simpatisan serta sejumlah undangan seperti Rita Tinangon dan Ferdinand Kaporoh.

Kepengurusan PMKRI Gorontalo akan disusun Kapres (Ketua Presidium) dalam jangka waktu sebulan untuk pengesahan / pelantikan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI).

Dalam forum RUACC tersebut, selain pemilihan Mandataris / Formatur Tunggal / Ketua Presidium, diadakan pula pembahasan Nama Pelindung, Lambang dan Anggaran Rumah Tangga Calon Cabang (ARTCC) PMKRI Gorontalo.

Sebelum RUACC, diadakan Sidang Kehormatan dalam rangka Peningkatan Status PMKRI Gorontalo dari Kota Jajakan menuju Calon Cabang yang dipimpin Kapres PMKRI Cabang Manado Andreas Buanglera.

Pastor Moderator PMKRI Gorontalo / Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo Pastor Marcelino Ronny Singal Pr dalam sambutannya mengapresiasi atas peningkatan status ini dan mengungkapkan rasa bangganya dengan kehadiran PMKRI Gorontalo.

Pastor Ronny (sapaan akrabnya) telah melihat dan merasakan makna kehadiran PMKRI di Gorontalo. “Telah terlihat aktivitas PMKRI Gorontalo. Ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan,” ujarnya.

Sejumlah kegiatan tersebut,.menurut data Meimonews.com, tak terlepas kaitannya dengan dukungan / bantuan dari Talulembang Sule dan Handoyo Sugiarto (Depertim), Daud Sandalayuk (Dosen), Wimala Weliangan dan lain-lain.

Semangat tersebut ,sambung gembala yang sangat menyuport kehadiran PMKRI Gorontalo, kiranya terus berkobar dalam diri anggota PMKRI Gorontalo untuk membangun gereja dan tanah air.

Depertim PMKRI Gorontalo Talulembang Sule berharap, adanya peningkatan status PMKRI Gorontalo dari Kota Jajakan menjadi Calon Cabang akan memacu semangat warga PMKRI Gorontalo intuk terus meningkatkan prakarsa dan inisiatif menjadikan PMKRI sebagai candradimuka bagi pembentukan calon-calon pemimpin yyang kelak siap menyumbangkan dharma baktinya bagi kemajuan gereja dan masyarakat dalam berbagai medan pengabdian.

PMKRI Gorontalo, sebut mantan Ketua PMKRI Cabang Manado ini, harus menjadi organisasi kader. Tentu saja kader yang dihasilkan adalah kader yang paripurna yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni, ditopang oleh penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu,.”memiliki kepedulian dan kepekaan sosial maupun keluhuran budi pekerti atas dasar iman kekatolikan yang kuat berakar,” ujar Sule, yang bersama Lexie Kalesaran menjadi pemrakarsa / Penggerak kehadiran PMKRI di Gorontalo.

Peningkatan status PMKRI Gorontalo dari Kota Jajakan menjadi Calon Cabang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat (PP) PMKRI No. : 22/SK/PP-PMKRI/I-F/VIII/2021 tertanggal 30 Agustus 2021.

SK teraebut diadakan Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado Andreas Buanglera pada Sidang Kehormatan yang dipimpinnya di dampingi Koordinator Pengurus PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Stevan Lintang dan Ketua Tim Kerja Peningkatan Status PMKRI Gorontalo dari Kota Jajakan menjadi Calon Cabang Shorinji Kaporoh.(af)