Dilantik Jadi Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PP PMKRI 2026-2028, Agnes Laratmase Siap Perkuat Kualitas Kader

oleh

Meimonews.com – Agnes Laratmase dilantik memjadi Presidium Pendidikan dan Kaderisasi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas Periode 2026–2028 dalam rangkaian pelantikan Pengurus Pusat PMKRI oleh Ketua Presidium (Kapres) PMKRI Pusat Christian Alesandro Delviero Rettob di Margasiswa 1 PMKRI, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Mengemban tanggung jawab tersebut, Agnes menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi melalui penguatan sistem pendidikan dan kaderisasi yang berkelanjutan. Menurutnya, proses pembinaan kader perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal.

“Saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal, kami ingin memperkuat proses pembinaan kader agar setiap kader PMKRI di seluruh Indonesia memiliki kualitas intelektual, karakter, kemampuan kepemimpinan, serta kepekaan sosial yang semakin baik.” ujarnya kepada Meimonews.com via telefon, Selasa (29/9/2026).

Menurut mantan Kapres PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquino ini, kaderisasi merupakan salah satu fondasi penting dalam keberlangsungan organisasi sekaligus bagian dari kontribusi PMKRI bagi kehidupan bangsa. Karena itu, pendidikan kader tidak cukup hanya berorientasi pada kebutuhan internal organisasi, tetapi juga harus mampu melahirkan kader yang dapat memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Kader yang berkualitas merupakan salah satu kunci bagi kemajuan sebuah bangsa. “Karena itu, kaderisasi harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga karakter, integritas, tanggung jawab, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menjawab persoalan-persoalan masyarakat,” sebutnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Agnes juga menekankan pentingnya membangun sistem kaderisasi yang dapat menjangkau seluruh cabang PMKRI di Indonesia. Penguatan kapasitas kader diharapkan berjalan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan konteks dan kebutuhan masing-masing daerah.

Harapannya, pendidikan dan kaderisasi PMKRI dapat menjadi ruang yang benar-benar membentuk kader secara utuh. “Kita ingin setiap kader mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu membawa nilai dan kompetensi yang telah dibentuk selama berproses di PMKRI,” ujarnya. (lex)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Meimo News di saluran WHATSAPP