3 Perwakilan LPMPP Unsrat Ikut Rakernas Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi Indonesia dan Seminar Nasional 2026

oleh

Meimonews.com – 3 (tiga) perwakilan LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) Unsrat mengikuti Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Konsorsium Forum LSP P1 Perguruan Tinggi Indonesia dan Seminar Nasional Tahun 2026 yang diadakan dinGedung Ki Hajar Dewantoro UNS Tower Hotel, Jl. Ir. Sutami No. 36, Pucangsawit Kota Surakarta (Jawa Tengah), baru-baru,

Kegiatan yang diselenggarakan Konsorsium LSP P1 Perguruan Tinggi Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Sebelas Maret (UNS) ini mengangkat tema Penguatan Tata Kelola LSP Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia.

Kegiatan seminar dibuka oleh Rektor UNS Hartono sementara Keynote Speech adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Ketiga perwakilan tersebut adalah Ketua LPPMP Unsrat/Ketua Dewan Pengawas LSP Unsrat Max RJ Runtuwene, Ketua LSP Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dan Kabag Keuangan LSP Unsrat Reni Lusia Kreckhoof.

Kehadiran perwakilan dari LPPMP/LSP Unsrat ada kegiatan tersebut, jelas Runtuwene kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (18/9/2026).tidak hanya sekadar hadir.

“Kami hadir dan memberikan kontribusi baik pemikiran maupun hal-hal yang telah dan akan diterapkan sekembali dari kegiatan tersebut,” ujarnya di dampingi Reynald J. Pakasi.

Dijelaskan, dalam konteks operasional Unsrat, LPPMP bertanggung jawab secara substantif terhadap pengawasan mutu pembelajaran, penyelarasan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan efikasi operasional unit sertifikasi profesi.

Kehadiran dalam Rakernas Konsorsium Forum LSP P1 PT Indonesia Tahun 2026 di
Universitas Sebelas Maret Surakarta menjadi langkah strategis untuk mensinkronkan kebijakan internal perguruan tinggi dengan regulasi terbaru BNSP serta arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Berdasarkan paparan kebijakan dan hasil ketetapan Rakernas 2026, LPPMP Unsrat merumuskan beberapa implikasi strategis yang perlu segera ditindaklanjuti. Pertama, Penyelarasan kurikulum OBE dan skema LSP. LPPMP perlu melakukan remapping terhadap seluruh kurikulum program studi di Unsrat guna memastikan unit-unit kompetensi yang diuji dalam LSP P1 terintegrasi secara langsung ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Modul Praktikum.

Kedua, Audit Internal Tata Kelola LSP P1 Unsrat. Mengacu pada standar ISO/IEC 17024 yang dipaparkan oleh BNSP, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh (gap analysis) terhadap Sistem Penjaminan Mutu Internal LSP P1 Unsrat, khususnya pada ranah kerahasiaan perangkat uji, pemeliharaan lisensi asesor, dan independensi komite teknis.

Ketiga, Digitalisasi Operasional Asesmen. Perlunya percepatan integrasi platform e-assessment di Unsrat yang terhubung dengan database verifikasi BNSP untuk mengefisiensikan administrasi pendaftaran, pelaksanaan uji, hingga penerbitan sertifikat kompetensi. (FA)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Meimo News di saluran WHATSAPP